Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12274

Dinas Pasar, Baru Satu Rekomendasi Buka Pasar Ramadhan

0
Ina, salah seorang pengelola stand bazar Ramadan di Tibancenter, Sekupang | yuli / batampos

batampos.co.id – Kepala Bidang Pasar Disperindag Batam, Zulkarnaen mengakui sejauh ini baru pasar Aviari yang mengajukan rekomendasi pasar ramadhan ke Dinas Pasar. Meskipun bukan syarat wajib, namun rekomendasi pasar ini diperlukan guna mengawasi produk yang dijual di pasar tersebut.

“Rekomendasi ini semacam surat dukungan saja. Tidak wajib tapi dianjurkan,” kata Zulkarnaen, Rabu (16/5).

Diakui dia, dengan rekomendasi pihak kecamatan bisa bergerak untuk mengecek apa saja yang jenis makanan yang dijual. Termasuk standar makanan.

“Minimal mengajukan rekomendasi ke Dinas Pasar. Lebih baik lagi mengurus izinnya. Karena ada di peraturannya pasar sementara,” tutur Zulkarnaen.

Sementara itu Kepala Disperindag Batam, Zarefriadi mengatakan, selama bulan suci Ramadan apabila ada yang ingin membuka pasar Ramadan itu sah-sah saja. Asalkan para pedagang perlu menjaga kualitas makanan, menjaga kesehatan, tidak mengganggu lingkungan, jalan, dan lain sebagainya.

“Kalau makanannya terjamin dan ruang yang dipakai memang untuk tempat berusaha, itu berarti sopan dan harus dihargai,” ujar Zaref.

Zaref mengatakan kalau untuk dilokasi pedagang itu sendiri harusnya tidak masalah. Asalkan pedagang tersebut juga bisa menjaga keamanan. (rng)

Revisi Perka Pelabuhan Dipercepat

0
Sejumlah kapal sedang melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batuampar. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Revisi Peraturan Kepala (Perka) Badan Pengusahaan (BP) Batam Nomor 17/2016 mengenai jenis tarif dan jasa di Pelabuhan Batam akan segera selesai pada akhir bulan ini. Revisi ini dimulai dari merevisi kembali PMK 148/2016 yang menjadi dasar dari Perka ini.

“Bulan ini akan selesai. Maju dari target sebelumnya. Saat ini sudah ada di tangah Biro Hukum Kementerian Keuangan,” kata Deputi III BP Batam Dwianto Eko Winaryo, Rabu (16/5).

Dwi menjelaskan sesuai dengan kesepakatan awal dengan para pengusaha pelayaran, pembahasan revisi Perka ini direncakan pada awal Bulan Mei.

“Dulu di awal Mei sampai Akhir Mei dan keluar di akhir Juni, namun sekarang dipercepat ke pertengahan April. Sehingga pembahasan final di awal Mei dan keluar pada akhir Mei,” ungkapnya.

Berbeda dengan Perka-Perka lainnya seperti Perka lahan yang telah direvisi, Perka pelabuhan memang sangat berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 148/2016.

Bagian tubuh PMK 148 yang mengatur tentang jenis jasa dan tarif pelabuhan dianggap belum relevan karena belum mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15/2016 mengenai jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Perka 17 ternyata ada perubahan. Kan mengacu pada PMK 148 (Perka 17,red). Tapi PMK ini belum mengacu pada PM 15. Padahal kami dan asosiasi pengusaha pelayaran sudah sepakat dengan PM 15,” katanya.

Dwi mengatakan PMK 148 masih mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11/2015 tentang jenis dan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada Kemenhub sebelum direvisi jadi PP 15/2016.

Terpisah, Ketua Indonesian National Shipowners Association (INSA) Batam, Osman Hasyim mengungkapkan pihaknya akan bersabar menunggu revisi Perka tersebut.

“Sebelumnya sudah diberitahu. Dan memang betul karena PMK 148 belum mengacu pada PP 15. Masih mengacu pada PP 11 yang menggunakan mata uang Dollar Amerika,” jelasnya.

Disamping itu, dunia maritim di Batam` kata Osman akan sabar menunggu terbitnya revisi tersebut.”Sekarang kan hubungan sudah membaik. Revisi PMK juga buat kebaikan Batam. Maka kami akan menunggu karena sudah percaya,” jelasnya lagi.(leo)

Jaga Iklim Investasi Tetap Kondusif

0

batampos.co.id – Anggota Dewan Kehormatan Apindo Kepri Abidin Hasibuan meminta baik pemerintah maupun kalangan buruh agar jangan menimbulkan kegaduhan lagi karena akan membuat investor tak percaya dengan Batam lagi.

“Saya sudah tarik 24 investor dari China, tapi belum apa-apa sudah berantam. Mereka itu serius makanya menuntut kepastian hukum,” kata Abidin, Rabu (16/5).

Ke-24 investor itu kata Abidin punya jaringan intelijen di Indonesia. Tugasnya mengamati pemberitaan di media massa. Jadi jika ada masalah karena gonjang-gonjang persoalan UMK atau kepastian nasib Free Trade Zone (FTZ) jelas akan berita jelek bagi para investor tersebut.

Abidin menyebut para investor yang merupakan 24 perusahaan pemasok bagi Xiaomi ini telah mensurvey sejumlah kawasan industri di Batam termasuk Batamindo dan Tunas.

“Mereka sudah melihat beberapa kawasan industri bahkan sudah ada yang memberikan uang muka. Kalau tidak salah di Tunas,” katanya.

Ke-24 perusahaan itu tengah menjajaki kerjasama industri di Batam. Kehadirannya adalah untuk melengkapi dan mendukung kiprah Xiaomi yang telah membuka usaha di Satnusa Persada.

“Kita yang suruh datang untuk mensuport industri dari Xiaomi. Kami fokus di perakitan, dan yang lainnya melakukan macam-macam. Seperti yang di Tunas memproduksi charger smartphone,” ungkapnya.

Ia mengingatkan agar pemerintah maupun buruh agar menjaga iklim Batam tetap kondusif. Jika kondusif, maka investasi akan lancar dan banyak lowongan kerja buka. Sehingga meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Susah payah melobi selama setahun, kalau terus-terusan begitu nanti mereka bisa cabut,” katanya.

Terpisah, Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri OK Simatupang menekankan bahwa semua pihak diharapkan menjaga iklim investasi di Batam agar tetap kondusif.

“Kalau demo-demo terus dilakukan maka akan mengakibatkan semua perusahaan tutup. Nanti semua pihak menderita kerugian,” tegasnya.

Iklim investasi yang kondusif sangat penting bagi para investor. Mereka melihat situasi yang nyaman seperti itu sangat bagus buat berusaha.

“Perusahaan-perusahaan tersebut juga membangun pabrikan lainnya di negara tetangga. Mereka melakukan penilaian. Jika kondisi di Batam kondusif, bukan tak mungkin mereka akan melakukan ekspansi disini,” harapnya.(leo)

Guru Minta Uang Insentif Diintensifkan

0

batampos.co.id– Sejumlah guru di SMKN 2 Batam mengeluhkan lambatnya pembayaran uang insentif atau mereka kenal dengan gaji 15. Alhasil, guru-guru di sekolah itu mendatangi kantor kepala sekolah guna mempertanyakan hal tersebut.

“Insentif yang biasanya dibayarkan untuk tunjangan wali kelas, staf, tunjangan guru piket dan honorer ditangguhkan dengan alasan wali kelas belum capai target menagih uang SPP ke siswa sebanyak 75 persen,” keluh salah seorang guru.

Diakuinya, aturan ini baru diberlakukan kepala sekolah di bulan ini. Aturan tersebut bahkan tanpa ada diskusi dengan guru. Yang tidak adilnya, lanjut dia, hampir seluruh wakil kepala sekolah dan ketua jurusan dibayarkan tepat waktu.

“Sementara untuk kami dan honorer tidak dibayar, dengan alasan kami tak pernah menagih uang SPP ke siswa,” tutur dia.

Hal senada juga disampaikan guru lainnya. Ia mengakui sudah membawa bukti pembayaran SPP siswa, tetapi kepala sekolah masih tidak mempercayainya. Dan sebenarnya, lanjut dia, kepala sekolah SMKN 2 dan beberapa stafnya baru masuk kantor hari ini. Mereka baru pulang dari Lombok karena ada acara penutupan LKS sejak dua minggu yang lalu.

“Dari Lombok mereka melanjutkan ke Bali. Disini kami merasa prihatin dengan keadaan yang ada. Guru wali kelas ditangguhkan pembayaran insentif, sementara mereka baru balik dari sana,” katanya.

Ia juga sempat menyinggung masalah ini ke beliau. Tapi ia berdalih dana mereka ke Bali bersumber dari kemendigbud.

“Ini yang tidak tepat,” tutur dia.

Ia menambahkan, sebenarnya masih ada siswa SMKN 2 yang belum membayar SPP karena kepala sekolah memerintahkan untuk penagihan SPP sampai bulan Juni. Ditambah ada beberapa kelas sedang melaksanakan PKL di perusahaan industri.

“Makanya memang agak susah kami menyampaikan ke siswa siswi kami,” ucapnya.

Ironisnya lagi, gaji tenaga honorer juga ditangguhkan gajinya dengan alasan yang sama.

“Yang kami tidak terima ucapan beliau, bahwa hampir seluruh wali kelas tidak becus menagih uang SPP,” sesal guru yang mengaku sudah PNS itu.

Besaran insentif ini, kata dia, guru berstatus PNS menerima Rp 700 ribu, kepala sekolah Rp 3 jutaan dan wakil kepala sekolah Rp 1,2 juta. Sedangkan untuk guru honor di bawah angka ini bahkan ada yang tidak terima karena dipotong.

Mirisnya lagi, ketika guru menanyakan ke kepala sekolah mereka diancam tidak dinaikan pangkat. Ia merasa, kepala sekolah dendam karena beberapa bulan yang lalu dari dinas provinsi ada menyebar form penilaian kinerja kepala sekolah yang ada di Kepri. Dan data hasil penilain tersebut kepala sekolah SMKN 2 berada diurutan 8 dari 8 sekolah di Batam.

“Makanya tadi dia mengancam dan mengungkit masalah penilaian kinerja ini dan mengancam kami,” sesalnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMKN 2 Nursya’bani mengatakan, setiap bulan rutin membayar insentif guru dan wali kelas. Hanya saja, di bulan ini uang SPP belum terkumpul sehingga ia membuat kebijakan 75 persen uang SPP terkumpul baru akan dibayar insentif 15 tersebut. Diaharapkan, dengan kebijakan ini wali kelas bisa membantu menagih SPP ke siswa.

“Saya bayar setiap bulan kok. Inipun baru sehari terlambatnya, tapi kenapa ribut seperti ini,” katanya.

Nursya’bani juga membatah jika wakil kepala sekolah sudah menerima uang insentif seperti yang disampaikan wali kelas.

“Tak ada itu, kalau tak percaya silakan tanya bendahara. Saya saja belum menerima insentif ini, karena memang uang nya belum terkumpul. Uang belum ada, mau pakai apa kita bayar, makanya kemarin kita buat kebijakan ini,” tutur dia.

Ia mengakui sudah berusaha maksimal agar sekolah ini menjadi bagus. Bahkan terkait insentif ini ia berusaha agar tidak menjadi masalah. Bahkan ketika bertepatan tanggal merah atau libur maka pembayaran insentif dilakukan sehari sebelumnya. Nursya’bani menyebutkan, dibanding sekolah lain, pembayaran insentif bisa berbulan-bulan dan tidak ribut.

“Saya paham yang namanya guru ada yang suka dan tidak suka. Intinya saya bukan menahan insentif mereka. Tapi uang itu belum terkumpul, sementara sekolah banyak kegiatan, lagian ini baru terlambat sehari saja sudah ribut,” sesal dia.

Ia juga membantah tidak ada transparansi kepala sekolah, diakui dia setiap bulan pihaknya membuat laporan ke dinas pendidikan provinsi.

“Saya laporkan ke atasan dalam hal ini dinas pendidikan. Bukan kepada guru,” tegas Nursya’bani.

Anggota Komisi IV DPRD Batam, Aman, meminta masalah insentif guru ini bisa segera diselesaikan. Ia juga berharap terlambatnya pembayaran ini tidak berimbas kepada proses pembelajaran guru.

“Memang SPP di SMK diperbolehkan untuk ditarik. Artinya ketika uang sudah terkumpul, kepala sekolah juga halrus segera membayarkan kepada guru,” tuturnya. (rng)

20 Mei, OSS Meluncur

0
Sejumlah warga sedang melakukan pengurusan dokumen perizinan di di Mall Pelayanan Publik | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jika tidak ada halangan, maka Online Single Submission akan diluncurkan pada Minggu (20/5) bertepatan dengan hari keempat Puasa Ramadan.

“Sejauh ini masih On Schedule. Karena Jumat (18/5) nanti kami juga diundang rapat oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian,” kata Direktur PTSP BP Batam Ady Soegiharto, Rabu (16/5).

OSS direncanakan meluncur secara bersamaaan di seluruh Indonesia. Ady sangat berharap OSS segera bisa diluncurkan karena Batam sudah siap menerapkannya.

“Detailnya belum tahu. Mudah-mudahan tidak meleset,” katanya.

BP Batam memang telah mengajukan Batam sebagai Pilot Projet OSS bersama Purwakarta dan Palu.

“Batam dipilih karena kaitannya dengan industri dan status sebagai kawasan perdagangan bebas,” ungkapnya.

Makanya, bersama Pemerintah Kota (Pemko) Batam, membangun Mall Pelayanan Publik (MPP) sebagai basis penerapan OSS nantinya.

BP Batam kata Ady sudah sangat siap untuk menjadi contoh penerapan OSS yang sukses.

“Kami masih menunggu teknisnya dari Jakarta. Update terakhir adalah penanaman modal sudah bisa memakai tanda tangan digital,” ujar Direktur PTSP BP Batam Ady Soegiharto di PTSP BP Batam, Senin (16/4).

Secara garis besar, BP Batam sudah siap untuk melaksanakan OSS. Ada ratusan perizinan yang sudah diajukan ke pemerintah untuk segera dimasukkan ke sistem OSS.

“OSS ini merupakan penerapan dari Perpres 91/2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Berusaha,” katanya.

Dia mengatakan sistem OSS diterapkan untuk mempermudah investor baru dalam mempercepat proses izin usahanya. Sebab, semua proses perizinan bisa dilakukan secara online.

“Mereka tidak perlu lagi datang ke PTSP,” katanya lagi. (leo)

Polisi Batam Tangkap Pengunggah Video di Facebook

0

batampos.co.id – Masyarakat Kota Batam dihebohkan dengan munculnya video penangkapan teroris di Mediterania. Terkait dengan video itu, Kapolresta Barelang Kombes Hengki menegaskan bahwa video tersebut merupakan video lama yang diposting ulang oleh pemilik akun Facebook bernama Ibnu.

“Itu berita lama terkait dengan penangkapan enam orang kelompok teroris KGR atau Khatibah Gonggong Rebus. Keenam teroris itu sudah dibawa ke Jakarta,” ujar Hengki.

Video yang disebar oleh Ibnu dari akun Facebook nya itu menimbulkan keresahan bagi masyarakat luas, khususnya di Batam. Bagaimana tidak, setelah video itu dishare oleh Ibnu, video itu juga telah dibagikan sebanyak 1.300 kali. Untuk itu, Hengki meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang.

“Situasi di Kota Batam secara umum aman dan kondusif. Dengan berita yang da, jangan dulu percaya dan silahkan cek dulu kebenarannya. Jangan sampai terprovokasi dengan berita yang tidak benar,” tuturnya.

Atas tindakannya yang menimbulkan keresahan di lingkungan masyarakat itu, Ibnu diamankan oleh anggota Sat Intelkam Polresta Barelang kemarin siang. Pria yang bekerja sebagai cleaning service di salah satu restoran kawasan Lubukbaja ini mengaku bahwa video itu dia dapat dari temannya Andre yang saat ini berasal dari NTT.

“Dia upload ke Facebook dengan tujuan agar masyarakat waspada dan hati-hati dengan teroris. Sementara itu, untuk hal yang berbahaya belum kita temukan dari yang bersangkutan,” bebernya.

Hengki menambahkan, kepada masyarakat Kota Batam diminta untuk tidak khawatir dengan aksi teror yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini. Selain itu, Hengki juga meminta kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak untuk dijadikan sebagai candaan.

“Masyarakat silahkan beraktifitas seperti biasanya. Semua harus bisa bekerja sama dengan polri dalam melawan aksi teror ini. Laporkan jika ada yang mencurigakan,” imbuhnya. (gie)

Antisipasi Banjir, Pemko Batam Kerahkan Alat Berat

0
Pengendara sepeda motor dan mobil menerobos banjir di Jalan Raya Sagulung, depan Kampung Seibimti, Tanjunguncang, Batuaji belum lama ini F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) terus melakukan upaya meminimalisir terjadinya banjir. Sebanyak 9 alat berat dikerahkan untuk menormalisasi parit yang mampet.

“Sudah kami turunkan semua di beberapa lokasi. Ada yang mampet alat itu dikerahkan,”ucap Kepala DBM SDA Yumasnur, Rabu (16/5) siang.

Ia mengaku, banyak laporan ke pihaknya soal banjir dan masyakat meminta pemerintah turun tangan dengan mengirim petugas ke lokasi mereka yang kerap banjir. Hal ini ia akui sebagai bentuk kesigapan pemerintah merespon keluhan masyakarat.

“Sesuai urutan permintaan masyakata, alat akan digeser. Sekarang di dekat Bandara, alat berat jenis amfibi sedang beroperasi,”ucapnya.

Ia tak menampik, dengan jumlah yang demikian tak mampu mengatasi persoalan banjir Batam sekaligus. “Iya sih kurang, makanya kami pindah terus,”ucapnya.

Sementara itu, tanah bekas normalisasi yang disimpan dipinggir parit masuk kembali dalam parit. Dalam hal ini, ia mengaku kegiatan normalisasi tak disertai pembangunan fisik drainase secara permanen. ‘Butuh biaya banyak, sementara normalisasi dulu,”kata dia, belum lama ini.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, hal ini terpaksa dilakukan karena Pemko Batam tak memiliki tempat pembuangan bekas galian.

“Mau buang kemana, kita tak punya tempat (pembuangan), lahannya tak ada,” pungkasnya. (iza)

354 Koperasi Tidak Aktif, Tahun Ini 185 Dibubarkan

0

batampos.co.id – Sebanyak 354 koperasi dari 989 koperasi di Batam tidak aktif. Dari data yang tidak aktif ini, sebanyak 185 rencananya akan dibubarkan tahun ini.

Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Koperasi Dinas KUM Batam, Efriady mengungkapkan, hal yang mendasari pembubaran koperasi ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Koperasi dan Peraturan Pemerintah (PP) nomo 17 tahun 1996 yang mengatur pembubaran koperasi.

Sesuai aturan ini, koperasi yang akan dibubarkan tidak lagi melakukan Rapat Akhir Tahunan (RAT) selama tiga tahun berturut-turut, serta vakum selama dua tahun.

“Koperasi-koperasi ini demikian, makanya mau dibubarkan. Ada yang beridri tahun 80-an juga 90-an,” katanya.

Selain tidak menjalankan kegiatan, kebanyakan koperasi yang akan dibubarkan sudah berumur tua, bahkan saat Batam masih menajdi bagian dari wilayah Kabupaten Kepri, Provinsi Riau.

“Ada yang tahun 70-an juga. Di data kami tercatat, tapi di lapangan tak lagi ada kegiatan dan tak punya anggota,” kata dia.

Ia mengaku, koperasi-koperasi ini didominasi oleh koperasi serba usaha (KSU), namun tidk sedikit merupakan koperasi karyawan yang vakum karean perusahaan tutup atau hengkang dari Batam.

“Kebanyak KSU sih, kalau koperasi karyawan kayak koperasi karyawan Fujitec,” ungkapnya.

Namun demikian, pihaknya masih memberikan kesempatan bagi koperasi yang masih ingin bertahan. Pihaknya akan mendatangi dan mempertimbangkan keinginan koperasi yang masih ingin menjalankan kegiatan walau telah lama tidak aktif.

“Ini namanya program aktivasi. Kami surati dulu, kalau direspon akan dipertimbangkan, kalau tidak sanggup lagi akan dibubarkan,” katanya.

Tak hanya itu, pembubaran ini bertujuan untuk merapikan data perkoperasian juga untuk meminimalisir kemungkinan kecuranagn oknum tertentu yang meminta bantuan padahal koperasi sudah tidak aktif lagi.

“Kita perlu antisipasi juga semacam ini,” pungkasnya. (iza)

Tiket Pesawat Naik Empat Kali Lipat

0
ilustrasi

batampos.co.id – Harga tiket pesawat ke sejumlah daerah masih stabil hari pertama puasa, Kamis (17/5).

Tetapi ketika calon penumpang memesan tiket seminggu atau H-7 harga tiket sudah naik empat kali lipat.

Staff lion air group di konter penjualan tiket di Bandara Hang Nadim, Junita mencontohkan, untuk keberangkatan hari ini Medan dan Jakarta harga masih normal. Ke medan masih di harga sekitar Rp 400 ribu dan ke Jakarta Rp 500 ribuan.

“Tetapi kalau sudah menjelang cuti bersama, sudah mahal. Tanggal 12 juni saja, sudah sekitar Rp 1,3 juta tujuan medan. Sementara ke jakarta sudah sekitar Rp 1,4 Juta,” katanya.

Ia mengatakan kenaikan harga tiket peswat ini memang sudah lazim setiap tahun menjelang lebaran dan libur natal dan tahun baru. ‘Jadi kalau pesan sekarang, tetapi berangkatnya seminggu sebelum idulfitri sudah mahal juga,’ katanya.

Yanti, karyawan Adulam Tour and Travel Batuaji juga mengatakan bahwa di awal puasa, harga tiket ke sejumlagh daerah di sumatera masih normal. Tetapi seminggu menjelang idulfitri, harga tiket pesawat ke semua daerah naik beberapa kali lipat.

“Kalau besok, ke Medan dan ke Jakartas masih normal lah. Ke padang juga masih belum mahal. Tetapi kalau pemesanan untuk seminggu sebelum lebaran itu mahal. Sudah di atas Rp 1,3 juta,” katanya.

Menurutnya, harga tiket pesawat di semua konter penjulan tiket hampir sama. Dan biasanya seminggu setelah lebaran pun harga masih mahal karena masih arus balik lebaran.

Lina Ernawati, warga Batuaji yang sedang memesan tiket untuk mudik ke Medan di Adulam Tour and Travel juga mengaku kaget karena harga tiket pesawat sudah sangat mahal. Padahal ia rencana mudik bersama suami dan dua anaknya.

“Kalau satu orang Rp 1,3 juta berarti untuk sekali jalan saja harus siapkan Rp 5,2 juta. Naik empat kali lipat dari hari biasa,” katanya.

Ia berpikir, kalau pesan sekarang untuk keberangkatan tiga minggu lagi, harganya masih belum sampai Rp 1 juta.

“Tapi mau bagaimana lagi. Terpaksa harus beli karena memang mudik ini sudah direncanakan,” katanya. (ian)

Polisi Sita 3.500 Botol Miras dalam Sepekan

0
Polresta Barelang memusnahkan ribuan botol minuman keras di Mapolresta Barelangm rabu (16/5). Sebanyak 3.500 miras berbagai merk dimusnahkan hasil dari razia yang dilakukan Polsek dan Polresta Barelang. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dalam sepekan menjelang masuknya bulan ramadan, Polresta Barelang beserta polsek jajaran merazia sejumlah warung yang menjual minuman beralkohol tanpa memiliki izin. Selama sepekan itu, Polresta Barelang bersama dengan polsek jajaran mengamankan 3.500 botol minuman keras berbagai merek.

“Razia miras ini kita laksanakan dalam rangka menciptakan situasi yang kondusif dalam menghadapi bulan suci ramdan 1439 hijriah,” kata Kapolresta Barelang Kombes Hengki.

Dijelaskan Hengki, seluruh minuman keras itu disita dari beberapa wilayah yang diantara di Sagulung, Batuaji, Sekupang, Batuamapar dan beberapa daerah lainnya. Adapun ribuan minuman keras itu mengandung kadar alkohol diatas 15 persen. Bahkan, ada beberapa minuman keras yang mengandung alkohol diatas 30 persen.

“Tidak hanya menjelang masuknya bulan ramadan, kegiatan ini akan kita laksanakan rutin saat berlangsungnya bulan ramadan atau hingga setelah bulan ramadan,” tuturnya.

Selain menciptakan suasana yang kondusif selama bulan ramdan, penertiban minuman keras ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyakit masyarakat. Karena dari beberpa kasus yang tercatat di Sat Lantas, minuman keras merupakan penyebab utama dalam penyebab laka lantas.

“Selain itu, bagi yang mengkonsumsi minuman keras, seseorang itu bisa melakukan apa saja. Termasuk juga melakukan tindak pidana kejahatan jalanan,” bebernya.

Pantauan Batam Pos di Mapolresta Barelang kemarin, ribuan botol minuman keras itu dimusnahkan Polresta Barelang dengan cara dihancurkan dengan menggunakan alat berat. Beberapa diantaranya, minuman keras yang dihancurkan itu merek Jack Daniels, Black Label, Red Label dan Jim Beam.

“Ini merupakan minuman merek luar dan tidak memiliki izin resmi. Tentunya kadar alkoholnya sudah diatas 30 persen dan membuat pengkonsumsi minuman keras ini mabuk,” imbuhnya. (gie)