Senin, 25 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12276

KPK Bidik Dana Reklamasi Pasca Tambang

0
Amjon. F.,Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Dana reklamasi pasca tambang sebesar Rp 233 miliar masih mengendap di sejumlah Bank Perkreditan Rakyat yang ada di Kabupaten/Kota di Kepri. Anggaran tersebut menjadi sorotan tajam Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemerintah Provinsi Kepri didesak untuk menuntaskan persoalan ini sesegera mungkin.

“Kita di-deadline oleh KPK, bahwa persoalan pemindahan dana reklamasi pasca tambang harus tuntas tahun ini,” ujar Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri Amjon, Kamis (7/6) di Kantor Gubernur Kepri, Tanjungpinang.

Ditegaskan Amjon, warning KPK tersebut disampaikan dalam kegiatan koordinasi dan supervisi pencegahan korupsi di Batam, Rabu (6/6) lalu. Menurutnya, karena sudah dua kali menjadi temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), jika tidak selesai tahun ini, KPK akan melakukan proses penindakan. “Dalam waktu tiga bulan ke depan, harus ada progres yang dilaporkan ke KPK,” tegas Amjon.

Dijelaskannya bahwa tarik ulurnya proses pemindahan dana reklamasi pasca tambang dari rekening QQ Perusahaan Bupati ke rekening QQ Perusahaan Gubernur karena terjadi perbedaan persepsi. Pemda berpendapat, BPR juga merupakan Bank Pemerintah. Tetapi setelah keluarnya petunjuk Kementerian ESDM, bahwa bank pemerintah adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negarai Indonesia (BNI) dan Bank Tabungan Negara (BTN) dan Bank Mandiri.

“Artinya tidak ada tawar menawar lagi. Kita sudah memberikan kelonggaran waktu, karena ada kekhawatiran BPR akan kolap jika dana tersebut ditarik,” papar Amjon.

Mantan pejabat Karimun tersebut mengatakan, tugas pihaknya setelah ini adalah melakukan pertemuan dengam pemda dan BPR. Karena harus ada fakta integritas antar daerah untuk menyelesaikan masalah dana reklamasi paska tambang ini. Dari tujuh kabupaten/kota, hanya Anambas yang aman. Karena tidak ada dana reklamasi paska tambang.

“Pakta integritas tersebut adalah bentuk komitmen bersama. Dan ini termasuk yang akan dilaporkan ke KPK,” tegasnya lagi.

Ketika proses pemindahan dana reklamasi pasca tambang dari kabupaten/kota ke provinsi tuntas. Pihaknya akan memproses penarikan dana tersebut sesuai dengan permintaan perusahaan tambang. Secara teknis, jelas Amjon, akan diteliti secara detail melalui dokumen yang dibuat konsultan publik.

“Dokumen itu nanti akan kita cocokkan dengan fakta di lapangan. Jika berbeda, kita minta perbaiki. Jika tidak diperbaiki, persentasenya akan dikurangi,” jelas Amjon.

Dalam proses pencairan dana reklamasi pasca tambang itu, akan melibatkan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dan kepolisian. Karena ada berita acara bersama, sebagai bentuk transparasi anggaran. “Kepada pemerintah daerah, kita harapkan kerjasamanya. Kita akan lepas tangan, jika masih banyak alasan,” tutup Amjon.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kepri Surya Makmur Nasution mengharapkan Gubernur Kepri membentuk tim terpadu untuk menuntaskan persoalan reklamasi pasca tambang ini. Politisi Partai Demokrat tersebut menjelaskan, perlu dilakukan verifikasi detail perusahaan maupun lokasi pertambangan. “Kita khawatir, banyak aktivitas tambang ilegal yang merusak lingkungan. Sehingga sulit untuk dilakukan reklamasi,” ujar Surya Makmur, kemarin.

Menurutnya, penelusuran perusahaan tambang yang membayar pajak juga sangat diperlukan. Pemprov Kepri harus berani bertindak untuk mengusut praktik tambang ilegal. Karena aktivitas tersebut hanya menguntungkan sebelah pihak. Sementara tidak ada penerimaan ke negara.

“Bukan hanya itu, lingkungan sekitar juga menjadi rusak. Di saat seperti inilah, kita ingin melihat kerja ekstra Dinas ESDM Provinsi Kepri sebagai leading sector soal tambang,” tegas Surya Makmur.(jpg)

Drainase di Sagulung dan Batuaji Kembali Bermasalah

0
Warga melihat tumpukan smapah yang membuat draianse dangkal dan tersumbat di depan Perumahan Mukakuning Indah II, Batuaji, Rabu (6/6). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Perintah kota (Pemko) Batam terus berupaya keras untuk mengatasi persoalan banjir di wilayah Batuaji dan Sagulung. Melalui Dinas Bina Marga drainase yang bermasalah terus dinormalisasi.

Proyek normalisasi drainase yang sedang dikerjakan saat ini diantaranya; drainase utama menuju sungai Seilekop di simpang Puteri Hijau, drainase utama di kaveling Seilekop; Sagulung serta beberapa lainnya di wilayah Batuaji. Normalisasi tersebut umumnya berjalan dengan baik meskipun baru sebatas pengerokan dan pelebaran saja.

Namun demikian persoalan kembali muncul sebab kesadaran warga untuk menjaga fungsi drainase masih minim. Drainase masih menjadi lokasi favorit warga untuk buang sampah. Drainase yang sudah dilebarkan kini kembali bermasalah. Sampah dan tanah kembali mempersempit drainase yang sudah dikeruk.

Drainase depan pasar Melayu, Batuaji misalkan kondisinya cukup memprihatinkan. Sampah yang plastik dan sampah rumah tangga yang terbawa arus kembali menyumbat drainase. Kondisi ini diperparah lagi dengan semak belukar yang tumbuh subur di sepanjang alur drainase.

Kondisi yang sama juga terlihat di drainase utama depan perumahan Sierra, kelurahan Bukit Tempayang l, Batuaji. Drainase yang sudah dikeruk menyerupai kolam buatan kini kembali bermasalah sebab kembali dangkal dan sempit akibat sampah dan semak belukar. Imbas hujan deras yanh terjadi belakangan ini menyebabkan jalan dan lingkungan sekitr kembali terendam banjir.

“Saat awal dikeruk memang tak banjir tapi karena lama dibiarkan begitu saja akhirya kembali banjir. Sampah dan tanah kembali sumbat drainase ini,” ujar Safri, warga pasar Melayu, Batuaji.

Camat Sagulung Reza Khadafi saat dikonfirmasi mengakui persoalan itu. Dia menyayangkan sikap warga yang masih membuang sampah ke drainase.

“Kesadaran warga belum bigitu baik. Padahal pemerintah sudah berupaya keras atasi masalah banjir ini. Ini jadi tugas kami kedepannya untuk menyadarkan warga,” Reza.

Selain masyarakat, Reza juga menghimbau agar pihak perusahaan ataupun pengembang agar tidak mempersempit ataupun menutup drainas dan sungai yang sudah ada. (eja)

Bulog Jamin Harga dan Stok Beras Stabil

0
Dua orang pekerja sedang mengerjakan kemasan beras di Gudang Bulog Batam di Batuampar, (8/5) lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id– Kepala Bulog Batam, Agung Rochman membantah adanya kenaikan beras premium di Batam yang tinggi di beberapa pasar di Batam. Sampai saat ini Agung menegaskan, hasil pantauan di lapangan bersama tim satgas pangan, harga komoditi pangan, khususnya beras masih stabil.

“Nggak ada itu beras premium mengalami kenaikan harga yang tinggi. Apalagi soal stok, kami dari Bulog di gudang melimpah. Begitu juga daerah penghasil kan juga lagi panen. Makanya kalau ada pedagang beras yang mengatakan harga beras premium tinggi karena stok beras langka, itu tidak benar,” ujar Agung Rochman, Rabu (6/6).

Harga beras premium sendiri, lanjutnya, saat ini masih di batas wajar di HET.

“Kalau ada yang menjual beras premium di atas HET tapi tak terlalu tinggi, biasanya pedagang memanfaatkan momen itu jelang lebaran seperti ini. Kalau ingin mendapatkan beras premium dari Bulog, kami selalu ada, dengan metode pemasarannya kami distribusikan ke setiap Rumah Pangan Kita,” terangnya.

Sementara pada bazar murah sembako yang digelar selama seminggu nanti, Bulog Batam juga ikut turun.

“Berapa nantinya komoditi pangan yang akan kami persiapkan untuk bazar murah sembako, itu yang belum kami bisa pastikan akan menyiapkan berapa ton. Kalau pengalaman sebelum puasa Ramadan kemarin, bazar sembako murah selalu diserbu warga. Dalam satu titik saja, kami mampu menjual beras sebanyak 1,5 ton,” kata Agung.

Agung yakin di bazar Ramadan jelang lebaran nanti, animo masyarakat akan lebih tinggi dibandingkan saat sebelum puasa Ramadan.

“Intinya berapa masyarakat menginginkan, kami siap untuk itu. Tak ada komoditi pangan di Batam ini yang akan kehabisan atau kesulitan stok, baik itu beras, gula maupun daging,” ujar Agung mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya harga beras premium di Batam masih tinggi pasca dikeluarkan surat edaran penurunan harga eceran tertinggi (HET) beras di Batam. Hampir dari pedagang, khususnya toko kelontong tidak tahu tentang surat edaran tersebut dan menjual harga beras tetap diatas HET lama yakni Rp 13300.

Seperti di pasar Cahaya Garden, harga beras premium rata-ratanya masih berada diatas Rp 13500 perkilo. Mulai dari jenis beras ayam bola, ranah minang, hoki, cemara dan lainnya. (gas)

Pesan Kasatreskrim untuk Warga Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sat Reskrim Polresta Barelang mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap aksi kejahatan yang kerap terjadi saat mendekati Lebaran Idul Fitri. Terutama, kejahatan sepeti kasus penipuan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan mengatakan, aksi penipuan yang kerap terjadi pada saat ini adalah penipuan melalui media sosial (Medsos) maupun elektronik dengan dalih penjualan produk.

“Masyarakat harus peka dan melihat barang yang ingin dibeli. Kroscek dulu kebenarannya sebelum melakukan transaksi melalui penawaran dengan harga yang murah,” ujarnya.

Dijelaskan Andri, modus penipuan dalam medsos biasanya dilakukan dengan Facebook, Whatsapp, bisnis online maupun medsos lainnya dengan menawarkan harga jauh dibawah dari harga kewajaran maupun lainnya.

“Jangan tergiur harga murah namun berkahir mengecewakan. Kalau bisa bertemu langsung dengan penjualnya. Itu lebih baik. Kalau penjual di luar kota, dicek lagi kebenarannya,” tuturnya.

Selain menawarkan barang, modus penipuan lainnya adalah dengan menghubungi korbannya dan mengaku dari seorang pejabat. Kemudian pelaku memperdaya korban untuk mengirimkan uangnya dengan mengaku nama dan pangkat orang lain.

“Kalau ada yang seperti ini langsung lapor pada kami. Sebelumnya, kami juga menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan yang mengaku sebagai petugas BNN,” bebernya. (gie)

Perbaiki Jalan Menuju Kawasan Industri

0
Warga terpaksa menambal jalan yang rusak dengan batu di Jalan Marina Citi, Tanjunguncang, Batuaji, Rabu (30/5). Jalan ini sudah lama rusak dan berbahaya bagi pengendara, bila hujan datang banjir, bila kemarau berdebu. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – DPRD Kota Batam meminta Pemko dan BP Batam untuk memperbaiki jalan raya atau akses menuju kawasan industri di Batam. Ini akan membantu mempermudah lalulintas barang dan orang dari dan masuk ke kawasan industri.

“Setahu saya masih ada beberapa titik jalan menuju kawasan industri yang masih perlu perbaikan. Misalkan menuju kawasan industri Kabil yang masih kurang bagus. Padahal akses jalan ini demi kelancaran arus barang,” kata anggota komisi III DPRD Kota Batam, Werton Panggabean.

Selain di daerah Kabil, jalan menuju kawasan industri di Tanjunguncang juga banyak yang rusak. Termasuk jalan di marina city yang banyak digunakan pekerja Tanjununcang. “Yang saya dengar sudah sering terjadi kecelakaan di sana. Hujan sebentar saja di sana sudah banjir,” katanya.

Ia tidak mempersoalkan siapa pun instansi yang mau memperbaiki jalan tersebut. Yang jelas akses menuju daerah pariwisata dan menuju daerah industri harus diperbaiki.

“Sangat jelek nama Batam kalau jalannya rusak. Saya apresiasi pak Walikota yang melakukan pembangunan jalan di pusat kota. Mudah-mudahan setelah di pusat kota maka akan berlanjut ke sekitar kawasan industri,” katanya.

Ia juga mendesak pemo melebarkan jalan Ahmad Yani, mulai dari Simpang kabil ke Simpang Panbil yang sudah menjadi langganan macet. Padahal jalan tersebut juga menuju dua kawasan industri besar di Batam yaki kawasan industri Panbil dan Batamindo.

“Di situ memang macet. Jalan itu memang menjadi akses utama ke arah Batuaji yang memang banyak industrinya di sana. Ini juga bentuk dukungan untuk meningkatkan investasi di Batam. Misalnya jalan di Kabil dan di kawasan industri lainnya juga harus diperbaiki,” katanya.

Kabaghumas dan protokol Pemko Batam, Yudi Admaji mengatakan bahwa pembangunan jalan di Batam ini dilakukan secara bertahap tergantung kas daerah. Saat ini, Pemko sedang memperbaiki jalan di daerah Batam Center.

“Tetapi intinya semua Batam akan diperbaiki. Tahun depan rencananya jalan dari Simpang Kabil ke Mukakuning akan dilebarkan,” katanya. (ian)

Perusahaan Tiongkok akan Beroperasi di Tanjunguncang

0
ilustrasi

batampos.co.id – Satu perusahaan asal Tiongkok akan berinvestasi di Batam. Beroperasi di bilangan Tanjunguncang perusahaan tersebut ditargetkan akan mulai beroperasi Juli tahun 2019 mendatang.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengatakan, nilai investasi perusahaan tersebut mencapai Rp 700 miliar dan menyerap tenaga kerja dari 300 sampai 500 pekerja pada operasional awal.

“Tahap awal akan dibangun di atas 8 hektar lahan dari total rencana seluas 20 miliar,” ucap Amsakar, kemarin.

Ia mengatakan, Pemko Batam menyambut positif investasi perusahaan yang bergerak di pengolahan kardus tersebut. Dalam operasionalisasinya, bahan baku perusahaan kelak akan didatangkand ari daerah lain dan sebagiannya dari Batam sendiri.

“Mereka melakukan Recycle Karton. Industri ini tak masuk kategori yang limbah berbahaya, maka kami support 100 persen,” kata Amsakar.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Batam Gustian Riau menyampaikan, perusahaan yang dimaksud telah menemui pihaknya untuk meminta penjelasan terkait perizinan. Ia menyampiakan, Pemko Batam berkomitmen untuk membantu dan memudahkan segala perizinan di Pemko Batam terkait investasi.

“Mereka sudah pasti berinvestasi di Batam,” katanya.

Ia mengatakan, investor tersebut memilih Batam karena Batam memiliki jalur dan tempat yang startegis bagi kegiatan investasi dibanding daerah lain. Kelak hasil produksi akan direncanakana diekspor, tetapi kalau pangsa pasar memungkinkan akan tidak akan diekspor.

“Dasar kemudahan dan lokasi bagus membuat mereka memilih Batam, kalau di luar Batam berat diongkos,” pungkas Gustian. (iza)

Lebaran BI Tutup Tanggal 11 Juni hingga 18 Juni

0

batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri akan libur selama lebaran. Libur dimulai dari 11 Juni hingga 18 Juni. BI Kepri akan buka kembali mulai 19 Juni.

“Namun selama dua hari awal, BI hanya akan beroperasi secara terbatas,” kata Kepala BI Perwakilan Kepri Gusti Raizal Eka Putera, Rabu (6/6).

Beroperasi secara terbatas, BI akan melayani operasi moneter Rupiah mulai dari Standing Facilities Rupiah, yakni kegiatan penyediaan dana Rupiah dari BI kepada bank dan penempatan dana Rupiah oleh bank di BI dalam rangka operasi moneter.

“BI akan buka normal kembali pada 20 Juni mendatang,” ujarnya.

Gusti juga mengatakan perbankan mengikuti jadwal libur nasional. Namun ada sejumlah perbankan membuka beberapa kantor cabangnya untuk melayani operasional secara terbatas.

Contohnya Bank Negara Indonesia (BNI). Pgs Pemimpin Cabang BNI Batam Adi Trainiarto Nugroho mengatakan BNI tetap membuka pelayanannya meskipun bank-bank lain libur.”Kami buka dari tanggal 11 hingga 20 Juni, kecuali pada saat lebaran 15 Juni nanti,” katanya.

Meskipun buka, tapi jam operasional terbatas dari pukul 09.00 hingga pukul 15.00 WIB. Dan hanya berlaku di Kantor Utama BNI Batam di Kampung Utama Nagoya.

Sedangkan Ketua Perhimpunan Perbankan Nasional (Perbanas) Kepri Daniel Samzon mengatakan perbankan mengikuti jadwal libur nasional.

“Tapi ada beberapa bank yang berbeda. Saat liburan ada beberapa yang buka, tapi hanya terima setoran dan penarikan saja,” kata Daniel.

Kegiatan perbankan yang dimaksud Daniel adalah transaksi setoran tunai.”Dimana bank menerima setoran dana tunai dari toko-toko. Namun untuk proses kliring, bank akan melakukannya pada saat buka tanggal 20 nanti,” ujarnya.(leo)

Lebaran, Satgas Kebersihan Batam Tetap Bekerja

0
Petugas kebersihan mengangkut sampah
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Satuan Tugas (Satgas) kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam tetap bekerja disaat lebaran guna menjaga keindahan dan kenyamanan Kota Batam selama perayaan Idul Fitri. Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan DLH, Faisal mengatakan keindahan dan kenyamanan kota sangat tergantung oleh satgas kebersihan. Oleh sebab itulah itu mereka tetap bekerja.

“Satgas kebersihan non muslim tetap masuk. Sementara bagi yang muslim, kami berikan libur sehari,” kata Faisal.

Selanjutnya, pada tanggal 16 Juni atau lebaran kedua semua satgas kebersihan sudah kembali bekerja seperti biasa. Jam kerja satgas pun juga tidak berubah. Masuk sekitar pukul 06.00 WIB dan selesai bekerja pukul 15.00 WIB. Untuk pembagian tugas akan dibagi dalam beberapa shift. Ada yang bertugas sejak malam takbiran mulai dari Palm Spring sampai ke Masjid Raya Batamcenter.

“Satgas pembersihan jalan akan kita turunkan kurang lebih di lokasi start 10 orang dan di lokasi finish 10 orang,” katanya.

Shift lainnya adalah 20 orang satgas kebersihan akan dipersiapkan membersihkan lokasi alun-alun Engku Puteri yang menjadi lokasi sholat Idulfitri. Sistem seperti ini disiapkan agar mengatur pola kerja petugas kebersihan sehingga bisa bergantian mengangkut sampah di Kota Batam.

“Artinya sampah tetap kita angkut, sehingga kita harapkan tak terjadi penumpukan,” imbuhnya.

Faisal menambahkan, sementara itu pada lebaran ketiga yang jatuhnya di hari Minggu, satgas fajar untuk DLh tetap bekerja.

“Di hari minggu itu kisaran 15 sampai 20 armada pengakut sampah yang bekerja. Kalau hari biasanya 120 armada,” jelasnya. (rng)

Harga Daging Sapi Masih Tinggi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Menjelang akhir ramadan harga daging sapi beku masih tinggi di pasaran Batam. Bahkan diritel modern harga daging sapi dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp 80 ribu.

Seperti di pasar Mitraraya Batamcenter, harga daging sapi beku dijual Rp 90 ribu per kilonya. Meski tinggi, permintaan akan daging sapi beku masih tinggi.

“Sekilo Rp 90 ribu, harganya memang segitu. Mana ada yang jual dibawah ini lagi,” ujar Randi, pedagang daging di pasar Mitra Raya.

Menurut dia, harga daging sapi beku Rp 90 ribu kemungkinan akan tetap bertahan jelang lebaran. Sebab, saat lebaran nanti, permintaan daging sapi beku dipastikan masih tinggi.

“Mengenai harga saya tak tahu persis, tapi kemungkinan tak akan turun sampai raya,” imbuhnya.

Tak hanya di pasar tradisional, disalah satu retail modern kawasan Batamcenter pun harga daging sapi dijual melebihi HET yakni Rp 90 ribu per kilo. Hal itu disampaikan, Aryo salah satu pembeli.

“Tadi beli daging sapi sekilonya Rp 90 ribu. Padahal belinya diretail modern loh,” imbuhnya.

Menurut dia, harusnya retail modern bisa menyesuaikan harga sesuai HET, namun ini malah menjual lebih tinggi. Ia berharap pemerintah bisa mengawasi harga daging sapi beku.

“Kalau harga lebih tinggi berarti pemerintah tak ada mengawasi harga di retail modern,” imbuhnya.

Di Pasar SP Plaza, Sagulung pun demikian.

“Daging sapi Rp 90 ribu per kilo gram sedangkan ayam Rp 38 ribu,” ujar Zulfikar penjual daging di SP Plaza, Rabu (6/6).

Dia mengatakan kenaikan harga daging sapi sudah berjalan seminggu belakangan ini. Mereka mengaku menjelang Lebaran kenaikan harga kebutuhan memang lumrah terjadi.

“Setiap tahun memang seperti ini. Jadi tak kaget lagi,” katanya. (she/une)

Drainase Kembali Dipenuhi Sampah

0
Warga melihat tumpukan smapah yang membuat draianse dangkal dan tersumbat di depan Perumahan Mukakuning Indah II, Batuaji, Rabu (6/6). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Drainase sepanjang pintu empat menuju Mangsang kembali dipenuhi sampah. Padahal beberapa bulan yang lalu, drainase tersebut pernah di keruk dan diperlebar. Pantauan Batam Pos, drainase yang membentang sekitar 500 meter tersebut dipenuhi sampah plastik maupun limbah rumah tangga lainnya.

“Masih ada memang warga yang terbiasa buang sampah di dalam drainase, padahal sebelumnya sudah dikeruk,” kata Ngatini, warga Perumahan Puri Agung 2, Rabu (6/6).

Dia mengatakan karena kebiasaan buruk itulah, lokasi tersebut menjadi salah satu titik yang sering terkena banjir. Air dari drainase meluap karena dipenuhi sampah. “Lokasi ini sering tergenang banjir. Hujan dikit air sudah sebetis,” katanya.

Camat Seibeduk, Science Taufik Riyadi mengakui hal tersebut. Pola hidup masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan menyebabkan wilayahnya sering terkena banjir. “Kesadaran akan kebersihan memang masih minim,” ucap Science belum lama ini.

Pihaknya pun terus mengimbau dan meminta warga untuk membuang sampah pada tempatnya. “TPS terdekatkan banyak,” katanya

Sementara itu, drainase yang pernah bermasalah pun sedikit demi sedikit sudah teratasi.

“Sekarang masalah banjir sudah teratasi tapi belum 100 persen. Masih ada titik genangan di Seibeduk,” tutupnya. (une)