Senin, 25 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12277

Harga Daging Sapi Masih Tinggi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Menjelang akhir ramadan harga daging sapi beku masih tinggi di pasaran Batam. Bahkan diritel modern harga daging sapi dijual melebihi harga eceran tertinggi (HET) Rp 80 ribu.

Seperti di pasar Mitraraya Batamcenter, harga daging sapi beku dijual Rp 90 ribu per kilonya. Meski tinggi, permintaan akan daging sapi beku masih tinggi.

“Sekilo Rp 90 ribu, harganya memang segitu. Mana ada yang jual dibawah ini lagi,” ujar Randi, pedagang daging di pasar Mitra Raya.

Menurut dia, harga daging sapi beku Rp 90 ribu kemungkinan akan tetap bertahan jelang lebaran. Sebab, saat lebaran nanti, permintaan daging sapi beku dipastikan masih tinggi.

“Mengenai harga saya tak tahu persis, tapi kemungkinan tak akan turun sampai raya,” imbuhnya.

Tak hanya di pasar tradisional, disalah satu retail modern kawasan Batamcenter pun harga daging sapi dijual melebihi HET yakni Rp 90 ribu per kilo. Hal itu disampaikan, Aryo salah satu pembeli.

“Tadi beli daging sapi sekilonya Rp 90 ribu. Padahal belinya diretail modern loh,” imbuhnya.

Menurut dia, harusnya retail modern bisa menyesuaikan harga sesuai HET, namun ini malah menjual lebih tinggi. Ia berharap pemerintah bisa mengawasi harga daging sapi beku.

“Kalau harga lebih tinggi berarti pemerintah tak ada mengawasi harga di retail modern,” imbuhnya.

Di Pasar SP Plaza, Sagulung pun demikian.

“Daging sapi Rp 90 ribu per kilo gram sedangkan ayam Rp 38 ribu,” ujar Zulfikar penjual daging di SP Plaza, Rabu (6/6).

Dia mengatakan kenaikan harga daging sapi sudah berjalan seminggu belakangan ini. Mereka mengaku menjelang Lebaran kenaikan harga kebutuhan memang lumrah terjadi.

“Setiap tahun memang seperti ini. Jadi tak kaget lagi,” katanya. (she/une)

Drainase Kembali Dipenuhi Sampah

0
Warga melihat tumpukan smapah yang membuat draianse dangkal dan tersumbat di depan Perumahan Mukakuning Indah II, Batuaji, Rabu (6/6). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Drainase sepanjang pintu empat menuju Mangsang kembali dipenuhi sampah. Padahal beberapa bulan yang lalu, drainase tersebut pernah di keruk dan diperlebar. Pantauan Batam Pos, drainase yang membentang sekitar 500 meter tersebut dipenuhi sampah plastik maupun limbah rumah tangga lainnya.

“Masih ada memang warga yang terbiasa buang sampah di dalam drainase, padahal sebelumnya sudah dikeruk,” kata Ngatini, warga Perumahan Puri Agung 2, Rabu (6/6).

Dia mengatakan karena kebiasaan buruk itulah, lokasi tersebut menjadi salah satu titik yang sering terkena banjir. Air dari drainase meluap karena dipenuhi sampah. “Lokasi ini sering tergenang banjir. Hujan dikit air sudah sebetis,” katanya.

Camat Seibeduk, Science Taufik Riyadi mengakui hal tersebut. Pola hidup masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan menyebabkan wilayahnya sering terkena banjir. “Kesadaran akan kebersihan memang masih minim,” ucap Science belum lama ini.

Pihaknya pun terus mengimbau dan meminta warga untuk membuang sampah pada tempatnya. “TPS terdekatkan banyak,” katanya

Sementara itu, drainase yang pernah bermasalah pun sedikit demi sedikit sudah teratasi.

“Sekarang masalah banjir sudah teratasi tapi belum 100 persen. Masih ada titik genangan di Seibeduk,” tutupnya. (une)

Disdik Rencanakan Tak Buka Penerimaan Siswa Baru di SDN 007, Warga Menolak

0

batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam berencana tidak membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk SDN 007 Lubukbaja Juli mendatang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan mengatakan rencana ini sebenarnya masih dalam tahap pembahasan. Melihat kondisi SDN 007 yang satu gedung dengan SMPN 41 Batam memng lebih baik gedung itu difungsikan menjadi SMP saja.

“SD kan cukup banyak di daerah tersebut, sedangkan SMP hanya ada satu. Jadi kami berencana menjadikan gedung itu seutuhnya SMPN 41,” jelasnya.

Untuk siswa yang sudah bersekolah di SDN 007 nantinya akan dirujuk ke sekolah terdekat dari lokasi sekolah saat ini.

Mengenai protes dari orangtua murid, Hendri mengakui itu bisa saja terjadi. Sebab orangtua SDN 007 tentu inginnya anak mereka tetap bersekolah di sana, sedangkan kondisi tidak memungkinkan.

“Wajar saja menurut saya protes, tapi kemarin mereka sudah ada pembahasan bersama camat Lubukbaja mengenai penutupan SDN 007 ini,” ungkapnya.

Untuk keputusan akhir, pihaknya tetap menyerahkan keputusan kepada pimpinan. “Kami belum lapor sama Pak Wali. Nanti biar beliau yang memutuskan,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Lubukbaja Novi mengakui gedung SDN 007 dan SMPN 41 Batam memang satu gedung.

“Jadi mereka satu gedung. Pihak SMPN maunya SD tidak usah terima murid lagi dan gedung bisa sepenuhnya digunakan untuk SMP,” terangnya.

Ia tidak tahu persis sejak kapan sekolah itu bergabung menjadi satu antara SD dan SMPN tersebut. Pihaknya hanya memfasilitasi dan menjelaskan kondisi saat ini kepada orangtua.

“Karena kita tidak saja mementingkan kondisi layak untuk anak melainkan juga mutunya,” imbuhnya.

Melihat kondisi SMPN yang masih kurang di Lubukbaja, Novi mengungkapkan bisa saja SD ini dipindahkan dan gedung tersebut seutuhnya jadi SMPN 41 agar bisa mengakomodir lulusan SD yang ada di daerah tersebut.

“Yah, untuk SMPN kami hanya ada satu. Itupun gedungnya bergabung dengan SD. Mungkin ini bisa menjadi solusi tapi daya tampung SMP di Lubukbaja,” terangnya.

SDN 007 Lubukbaja foto: cecep mulyana / batampos

Warga Menolak

Warga Blok II Kelurahan Batu Selicin, Lubukbaja menolak rencana dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam ini.

Ketua Rw 01 Rt 03, Evi mengatakan, isu tidak adanya PPDB di SDN 007 sudah sudah berlangsung sejak 4 tahun kebelakangan ini. Untuk itu, sejumlah warga yang menolak karena tidak adanya PPDB di sekolah itu telah mengirimkan surat kepada Dewan Pendidikan Kota Batam.

“Masalah ini sudah sampai pada pengumpulan tanda tangan. Selain itu, masalah ini sudah dirapatkan dan hari Senin kemarin kami dipanggil sama Camat,” ujar Evi.

Dikatakan Evi, saat di Kantor Camat itu dilakukan rapat untuk membahas permasalaHan ini. Dalam rapat itu juga turut dihadiri oleh Dewan Pendidikan, Komite Sekolah SD dan SMP, hingga Kepala Sekolah.

“Dalam rapat itu, Dinas mengatakan tidak layak kalau SD dan SMP itu digabung, karena sering terjadi buli. Sudah itu, lapangan olahraga sama lapangan upacara juga tidak ada,” katanya.

Sementara itu, dari warga sendiri sangat membutuhkan adanya sekolah tersebut. Sebab, di Kelurahan Batu Selicin hanya ada satu buah SD. Sementara, untuk di kelurahan lainnya terdapat dua SD.

“Kami mempertahankan karena ini sekolah paling tua. Sementara kalau untuk masuk ke SD lain, juga jauh dan menyebrang jalan. Jadi warga khawatir keselamatan anak,” tuturnya.

Selain itu, alasan warga lainnya karena kenakalan remaja SMP yang membuat warga resah. Sebab, nanti mereka akan terganggu dengan anak-anak SMP yang suka kebut-kebutan dalam membawa motor serta sering cabut sekolah.

“Makanya kami pasang portal masuk ke blok dua itu. Mereka kadang suka trek-trekan pakai kenalpot bising, cabut sekolah, sampai merokok,” katanya. (yui/gie)

Antisipasi Mudik, Tambah 7.000-an Slot Penerbangan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Berbagai upaya terus dilakukan untuk memastikan arus mudik tahun ini berjalan lancar. Dari transportasi penerbangan, pemerintah memastikan untuk menambah jumlah slot penerbangan yang ada.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, dibanding moda transportasi lain seperti kereta, pesawat udara termasuk moda yang masih bisa ditingkatkan. Oleh karenanya, kebijakan slot penerbangan diambil pemerintah.

“Di udara kami sudah melakukan upaya peningkatan kapasitas,” ujarnya di sela-sela rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi V di Komplek Parlemen, Jakarta, kemarin (6/6).

Terkait jumlahnya, Basuki memperkirakan ada sekitar 7 ribuan slot penerbangan tambahan. Di mana 3.500 di antaranya penerbangan dari Jakarta.

“Kita menambah 3.500 slot penerbangan dari jakarta. Kalau seluruh Indonesia kira-kira dua kali lipat,” imbuhnya.

Secara pasar, dia juga menilai sangat potansial. Pasalnya berdasarkan kajiannya, kenaikan jumlah penumpang di moda transportasi udara naik diprediksi naik sembilan persen.

Untuk mengimbangi kenaikan jumlah slot penerbangan, pihaknya juga sudah meminta pihak pengelola bandara untuk menambah jam operasionalnya. Setidaknya bisa sampai pukul 24.00 setiap harinya selama masa mudik. Di akuinya, saat ini, masih banyak bandara yang hanya beroperasi hingga pukul 18.00 dan 20.00.

Lebih lanjut lagi, guna memastikan tidak ada kendala teknis yang bisa mengacaukan jadwal penerbangan, pihaknya juga sudah meminta maskapai untuk melakukan pengecekan.

“Kita minta penerbangan memaksimalkan penggunaan pesawat berbadan lebar,” tuturnya.

Sementara untuk masyarakat, Budi mengajak untuk tidak langsung mudik di hari pertama libur. Diakuinya, berdasarkan kajiannya, puncak arus mudik bergeser dari 12 – 13 Juni menjadi 8 – 9 Juni menyusul perubahan jadwal cuti. Namun dia berharap, agar pemudi bisa menggunakan waktu 10 – 11 Juni.

“Untuk masyarakat, kami himbau agar memesan tiket jauh-jauh hari,” tuturnya.

Sementara itu Kementerian PAN-RB memanfaatkan momentum mudik lebaran untuk memperkenalkan sistem pengelolaan pengaduan pelayanan publik nasional (SP4N) – Lapor! Sosialisasi dilakukan di sepanjang rute mudik. Mulai dari Jakarta sampai Surabaya.

Asisten Deputi Perumusan Kebijakan dan Pengelolaan Sistem Informasi Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB M. Imanuddin menjelaskan sosialisasi SP4N-Lapor! dilakukan mulai 8 Juni hingga 14 Juni. Dengan rute mulai dari Merak, Cirebon, Semarang, hingga Surabaya.

“Tidak hanya sosialisasi. Masyarakat atau pemudik juga bisa menggunakannya ketika ada keluhan ada masalah terkait layanan publik saat mudik,” katanya di Jakarta (6/6).

Imanuddin mengatakan begitu laporan layanan publik masuk ke aplikasi SP4N-LAPOR! akan langsung diteruskan ke unit atau instansi terkait. Pelaporan layanan publik ini berbasis teknologi informasi, sehingga masyarakat bisa memantau sejauh mana penanganan atas laporan yang diajukan.

Dia menegaskan pelayanan publik tidak boleh berhenti, meskipun ada libur lebaran. Masing-masing instansi layanan publik tetap beroperasi dengan personel jaganya masing-masing. Seperti layanan publik terkait kesehatan, lalu lintas, keamanan, layanan pemadam kebakaran, dan sejenisnya. (far/wan)

BKKBN Kepri Gelar Buka Bersama untuk Pererat Nilai Kekeluargaan Antarpegawai

0
Kepala BKKBN Kepri, Medi Heryanto saat memberi sambutan

batampos.co.id – Keluarga besar BKKBN Provinsi Kepri menggelar acara buka bersama di Hotel Pacific, Jodoh, Selasa (5/6) sore. Buka bersama ini dihadiri oleh seluruh karyawan dan pegawai BKKBN Kepri dan keluarganya serta Kepala BKKBN Kepri, Medi Heryanto.

“BKKBN Kepri menggelar buka bersama ini tujuannya untuk mempererat tali silaturahmi keluarga besar BKKBN Kepri. Karena kalau di kantor, tiap harinya kita hanya betemu dengan para pegawai saja, tapi sama anak dan istrinya kan tak pernah ketemu. Makanya dengan momen inilah kami ingin keluarga besar BKKBN Kepri tak hanya antar pegawai saja, tapi seluruh pegawai dan keluarganya,” ujar Medi Heryanto.

Melalui kesempatan buka bersama tersebut, Medi Heryanto ingin menumbuhkan atau menanamkan nilai-nilai kekeluargaan.

“Melalui buka bersama ini BKKBN Kepri harus menjadi satu keluarga, betul-betul keluarga besar, bersatu antara yang satu dengan yang lain itu tidak ada jaraknya seperti keluarga kita sendiri antara orangtua dengan anak. Apalagi kami sebagai atasan, karyawan dan pegawai itu adalah anak-anak kita. Anak mereka adalah cucu kita juga. Kita tarik garis seperti itu. Harus kita tanamkan rasa kekeluargaan itu,” terangnya.

Paling tidak, lanjut Medi, kegiatan seperti bukber atau pertemuan BKKBN Kepri, minimal harus digelar sebulan sekali. Sebab, BKKBN itu programnya adalah pembangunan keluarga.

“Itulah salah satunya Kami akan mencoba membangun keluarga di dala lingkup BKKBN. Kita ingin melakukan pembinaan keluarga. Kami berharap ke depan, keluarga kita itu bisa jadi contoh positif kepada keluarga lainnya. Itulah harapan kami,” kata Medi.

BKKBN sendiri ingin mewujudkan delapan fungsi keluarga. Salah satu fondasi fungsi keluarga yang pertama adalah agama. Medi berharap di dalam keluarga, itu merupakan wadah untuk menerapkan nilai-nilai agama, di masing-masing keluarganya.

“Apa yang diperintahkan, apa yang diajarkan melalui ajaran-ajaran agama, itu yang kami harapkan diterapkan di semua keluarga yang ada. Siraman rohani ini sangat penting sekali. Makanya kami juga mengundang Ustaz Didi Suryadi untuk mengisi tausiah di acara bukber keluarga besar BKKBN Kepri,” terang Medi Heryanto.

“BKKBN membangun keluarga, Agama merupakan pondasi pertama. Jadi harus tetap diisi,” kata Medi.(gas)

Dam Sei Harapan Kritis

0

batampos.co.id – Dam Sei Harapan memasuki masa kritis. Penyebabnya adalah pendangkalan parah sehingga menyebabkan daya tampung dam yang berlokasi di Sekupang itu berkurang drastis.

Menurut Presiden Direktur ATB Benny Andrianto, rationing atau penggiliran air terpaksa harus dilakukan pada bulan Juli mendatang untuk daerah Sekupang. Ia juga mengatakan setelah rationing, maka Dam Sei Harapan paling lama akan bertahan selama empat bulan saja.

“Karena pendangkalan ini, banyak curah hujan pun, Dam Sei Harapan sudah tak bisa menampung lagi. Empat bulan saja dari Juli nanti, jika memang tak fungsi lagi,” ujarnya di Hotel Davienna, Selasa (5/6).

Pendangkalan disebabkan sedimentasi atau pengendapan lumpur. Dan akibat pendangkalan tersebut, saat ini tingkat elevasi di Dam Sei Harapan sudah berada di angka minus 2,7 meter. ATB kata Benny hanya bisa mengambil air hingga batas minus 5 meter.

“Ini bagian yang membuat kami prihatin. Apalagi pelanggan tak mau tahu. Ini akan jadi konsen ATB karena bagi Batam yang ambil air dari curah hujan, maka kebutuhan air baku ini luar biasa sekali,” ungkapnya.

ATB sebenarnya punya skenario lain agar rationing tidak perlu diberlakukan. Caranya adalah mensuplai air bagi daerah Sekupang dari Dam Sei Ladi dan Dam Duriangkang.

“Namun, akibatnya daerah sekitar Dam Sei Ladi akan terganggu suplainya. Sehingga nanti akan disuplai lagi dari Duriangkang. Jika seperti itu nanti seluruh pulau akan terganggu,” jelasnya.

Ada harapan jika Dam Tembesi beroperasional, maka suplai air baku Batam akan tercukupi meskipun Dam Sei Harapan tak berfungsi lagi.

“Namun Dam Tembesi belum layak operasi. Karena airnya payau dan belum ada instalasi Water Treatment Plant (WTP) disana,” katanya.

Sehingga opsi terbaik saat ini adalah melakukan rationing di Sekupang sampai ada upaya dari pemerintah daerah untuk membuat Dam Sei Harapan normal kembali.

Memang sebelumnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai pemilik aset Dam Sei Harapan pernah berencana untuk mengeruk dam tersebut.

Dalam operasionalnya, BP akan menggunakan dana dari Bank Dunia. Rencana tersebut sudah bergulir sejak musim kekeringan akibat El-Nino tahun 2015 silam.

“Saat El-Nino 2015, sudah dijanjikan pengerukan. Namun hingga saat ini belum ada progres,” katanya.

Dam Seiharapan.
F. Dalil Harahap/Batam Pos

Terpisah, Kepala Kantor Pengelolaan Air BP Batam Binsar Tambunan mengatakan pihaknya tengah berupaya menggesa agar dana dari Bank Dunia bisa dicairkan untuk mengeruk Dam Sei Harapan.

“2016 sudah kita usulkan. 2017 belum termasuk kita, baru rencana tahun ini dan tahun depan. Masih diproses,” katanya.

Solusi jangka pendek dalam mengatasi persoalan ini, Binsar mengatakan ATB harus segera menuntaskan interkoneksi untuk distribusi air bersih.

“Tiap waduk punya interkoneksi. Jadi semua nyambung dari Sei Ladi ke Sei Harapan. Dari Duriangkang ke Nongsa. Semua tersambung distribusinya,” paparnya.

Sehingga ketika musim kemarau panjang terjadi, maka suplai air di Batam tak akan terganggu. Apalagi saat ini total kemampuan seluruh dam di Batam dalam mendistribusikan air mencapai 3.800 liter perdetik. Dan saat ini baru 3.200 liter detik yang digunakan.

“Jadi tidak ada alasan untuk melakukan rationing,” tegas Binsar.

Tapi, Binsar mengakui memang kondisi Dam Sei Harapan secara operasional hanya 50 persen saja. Dan butuh penanganan segera agar bisa kembali seperti kondisi semula.

“Ini sebagai peringatan kepada kami sebagai pengelola waduk. Ini akan kami sikapi segera,” tuturnya. (leo)

Kurang Promosi dan Kajian

0
Salah seorang model menampilkan busana Malay Culture Carnival pada Festival Pulau Penyengat di Pulau Penyengat, beberapa waktu lalu. F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang menyadari kebudayaan yang ada di tengah masyarakat hari ini adalah sebuah potensi yang bisa dimanfaatkan sebagai magnet mendatangkan wisatawan dalam dan luar negeri. Untuk memanfaatkan potensi itu tinggal melakukan promosi dan pengelolaan yang lebih baik.

“Saya yakin, jikalau pemanfaatan kebudayaan ini berhasil akan menjadi daya dorong bagi wisatawan untuk datang ke Tanjungpinang,” ujar Sekretaris Daerah Tanjungpinang Riono dalam rapat kerja kebudayaan, Rabu (6/6).

Seperti Pulau Penyengat. Tempat itu merupakan aset yang tidak bisa sekadar dibiarkan begitu-begitu saja, mengingat unsur kebudayaan dan sejarah yang kuat adalah modal lain yang bisa dijadikan bagian dari pemajuan pariwisata Tanjungpinang. Ada juga 10 bidang kebudayaan dengan berbagai etnis yang ada di Kota Tanjungpinang yang bisa digali dan dicari peluang kepariwistaannya.

“Coba dilakukan beberapa terobosan dari kebudayaan khusus, sehingga kita bisa mengetahui kebudayaan yang muncul dan dilakukan kajiannya dengan benar dan baik dari segi fasilitas pendukung lainnya, seperti sarana tempat parkir, toilet umum, sarana ibadah, pusat oleh-oleh dan lainnya,” paparnya.

Riono kembali menambahkan, mengambil contoh destinasi wisata baru seperti di Pulau Basing yang memiliki pantai yang berpasir putih dan ada peninggalan sejarah di sana. “Pulau Basing memiliki nilai historis dan punya daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke sana. Hal ini bisa dikembangkan dengan ditambahkan fasilitas-fasilitas umum, seperti sarana transportasi, toilet umum, akses jalan dikembangkan, industri usaha kecil dan lain sebagainya yang harus kita perhatikan,” kata Riono.

Riono juga mengimbau kerjasama antar-OPD dan pemangku kebijakan yang terkait untuk lebih memperhatikan perkembangan pariwisata. “Kerja sama antar-OPD dan masyarakat harus terbangun dan bersinergi untuk memajukan sektor pariwisata di Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Ketua Kadin Kota Tanjungpinang Boby Jayanto menambahkan, ia sangat mengapresiasi apa yang disampaikan Pemko Tanjungpinang. Ia berharap perkembangan pariwisata di Kota Tanjungpinang ini dapat membuahkan hasil yang baik.

“Saya apresiasi kepada Pemko Tanjungpinang yang telah serius dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kota Tanjungpinang. Semoga ini dapat berhasil dan membantu masyarakat untuk memiliki peluang usaha serta meningkatkan perekonomian di Kota Tanjungpinang,” pungkasnya. (aya)

BPJS Gandeng Kejaksaan Atasi Tunggakan Iuran

0
Kacabjari Tarempa Muhammad Bayanullah menandatangani MoU dengan pihak BPJS Tanjungpinang, Selasa (5/6). F. Dokumen Kacabjari untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Cabang Kejaksaan Negeri Tarempa diberikan tugas sebagai Jaksa Pengacara Negara oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Cabang Tanjungpinang untuk menyelesaikan permasalahan perdata seperti masalah tunggakan iuran.

Penandatanganan Surat Kuasa Khusus (SKK) antara Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tanjung Pinang dr. Lenny Marlina.T.U.M. AK dengan Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Natuna di Tarempa Muhamad Bayannullah. Penandatangan dilaksanakan di Hotel Best Western Panbil, Batam, Selasa (5/6).

Penandatanganan disaksikan Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kajati Kepri Nanang Gunaryanto dan Deputi BPJS Direksi Wilayah Sumbagteng Jambi Siswandi.
Muhammad Bayanullah mengatakan, selama ini jaksa dikenal sebagai penyidik dan penuntut umum saja. Namun, sebenarnya jaksa juga dapat menjadi jaksa pengacara negara.

”Ini sebagaimana Undang-Undang RI No.16 tahun 2004 tentang Kejaksaan RI dimana Kejaksaan berdasarkan Surat Kuasa Khusus (SKK) dapat bertindak di dalam maupun di luar pengadilan mewakili pemerintah ataupun BUMN/BUMD,” jelas Bayan, Rabu (6/6).

Menurut dia, Cabjari Tarempa diberikan tugas sebagai pengacara negara oleh BPJS Cabang Tanjungpianang untuk menyelesaikan permasalahan tunggakan iuran. “Hal ini disebabkan karena BPJS Tarempa masuk dalam bagian BPJS Tanjung Pinang,” tuturnya.

Ke depan pihaknya akan melakukan langkah-langkah secara keperdataan dengan melalui undangan Datun dan Somasi untuk melunasi tunggakan kewajiban sebagaimana aturan pelayanan kesehatan. (sya)

Mengenal Sanggar Seni Wansendari Batam Berprestasi di Indonesia, Diundang ke Australia

0

Baru dua tahun terbentuk, tapi puluhan piala sudah terpajang rapi di Sanggar Seni Wansendari Batam di Perumahan Marbella Residence, Batamcenter. Tak hanya berprestasi di lokal saja, sanggar ini juga sudah mengharumkan nama Batam dan Indonesia dalam pameran budaya lintas negara. Terbaru, diundang tampil ke Australia.

EMPAT orang itu tampak akrab menaiki tangga menuju lantai dua di salah satu kopi tiam di kawasan Greenland, Batamcenter, Jumat, pekan lalu. Mereka datang dengan busana kasual, celana pendek dan kaus. Menunggu azan Maghrib untuk berbuka puasa, mereka berbincang satu sama lain, sambil sesekali menyeka keringat.

“Kami baru selesai latihan tari dari gedung LAM,” ujar Dhori kepada Batam Pos di Batamcenter, Rabu (6/6) kemarin.

Ia menjadi salah satu pendiri Sanggar Seni Wansendari bersama rekannya yang lain, Iskandar, pada Januari 2016 lalu. Di sanggar ini, Dhori bertugas sebagai pengurus, sedangkan Iskandar bertugas sebagai penanggung jawab.

“Awal terbentuknya sanggar kami ini hanya ada 10 personel. Namun sekarang, alhamdulillah sudah ada 30 personel yang aktif dan berasal dari berbagai usia dan juga profesi. Ada yang masih pelajar, ada guru, dan ada juga karyawan swasta,” ujar pria yang akrab disapa Nandar ini.

Nandar mengungkapkan, terbentuknya sanggar ini berawal dari komunitas penggiat seni anak muda di Batam yang mereka lakoni. Dari hobi menari bersama teman-teman, terbentuk komunitas, lalu membuat kegiatan kesenian.

Lalu ia berfikir, kenapa kita tak membentuk sanggar seni saja untuk mewadahi hobi tersebut? Apalagi komunitas ini terdiri dari beragam etnis dan latar belakang profesi.

“Pasti bisa saling bertukar ide mengenai seni tari daerah masing-masing,” jelas Nandar.

Menurut Dhori, mereka menamakan sanggar itu dengan Sanggar Seni Wansendari, karena Wan Sendari diambil dari nama tokoh leluhur nenek moyang raja-raja Melayu. “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Maka atas dasar itu pula lah, kami menamai sanggar tari ini menjadi Sanggar Seni Wansendari,” jelasnya.

Dua bulan terbentuk, sanggar ini dengan percaya diri ikut dalam festival tari Kota Batam dan langsung berprestasi mendapatkan juara satu, membawa pulang hadiah berupa uang tunai Rp 10 juta, trofi, serta piagam. Kala itu, mereka membawakan Tari Hantaran Wansendari. Sebuah tarian khas Melayu.

Prestasi tersebut pun sukses mengantarkan mereka ke kancah perlombaan nasional lewat Parade Tari Nusantara ke 35 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). “Di Jakarta, kami berhasil membawa pulang lima piala. Itu menjadi prestasi nasional pertama kami,” ujar Dhori.

Ada pun gelar kategori juara yang mereka raih kala itu yakni, kategori 13 Unggulan Nasional, Penyaji Terbaik Wilayah Se-Sumatera, Penata Tari Unggulan Nasional, Penata Musik Unggulan Nasional, serta Penata Rias dan Busana Unggulan Nasional. “Syukur banget, awal terbentuk kita langsung berprestasi,” jelas Dhori.

Nama mereka pun mulai dikenal. Apalagi, saat itu Dinas Pariwisata Kota Batam kerap mengundang mereka untuk berbagai acara pemerintahan dan acara resmi lainnya di kota ini.

Seiring berjalannya waktu, para personel sanggar ini pun makin mengepakkan sayapnya secara mandiri. Masing-masing mereka kerap berdiskusi mengenai tarian antardaerah, bahkan hingga tarian internasional. Masing-masing dari mereka menjadi pelatih, belajar make-up sendiri, bahkan menjahit kostum sendiri.

“Semua kami kerjakan mandiri. Mau manggung pun seperti itu,” jelas Nandar.

Usaha tak mengkhianati hasil. Nandar yang lahir di Magelang, 35 tahun lalu, demikian juga sahabatnya Dhori, yang kelahiran Rembang, 33 tahun lalu itu memilih berhenti dari pekerjaannya sebagai teknisi mesin dari salah satu perusahaan vendor bank swasta.

“Kami memilih fokus mengurus sanggar. Biaya awal mendirikan sanggar ini, kami gunakan dari tabungan dan juga hutang. Alhamdulillah sekarang kami bisa berkembang dan selalu ada job setiap harinya,” jelas Nandar.

Pria dengan pendidikan terakhir Diklat Pariwisata di Surakarta ini menyebutkan, dalam setiap hari, mereka bisa menerima tiga sampai lima job menari. Beruntung, semua make-up, kostum sudah tersedia. Terlebih masing-masing personel juga sudah diajari make-up sendiri selain latihan menari.

“Jadi pernah itu, habis manggung di mal yang satu, buru-buru lari dari panggung, selanjutnya kabur ke hotel lainnya. Semua itu kami lakukan demi komitmen menghibur secara profesional. Di ibaratkan ya, kami ini buruh keliling yang bertugas menghibur,” ujar Dhori merendah.

Sudah tak terbilang tempat dan acara yang mereka hadiri untuk manggung. Kerap kali juga mereka diundang ke luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia. Terbaru, Mei lalu, mereka juga diundang ke Australia, mengisi acara fashion show trilateral Indonesia-Timor Leste- Australia, serta pesta rakyat bertajuk Warisan Budaya Indonesia yang diadakan Darwin Indonesian Women’s Association (DIWA).

Di Australia, mereka tampil di Parlemen House di Darwin pada 18 Mei.

Di sana, mereka kolaborasi dengan desainer fesyen kenamaan Batam, Ronald Moreno. Mereka tampil membawakan tarian pesona Indonesia yang terdiri dari medley tari Melayu, tari piring Minang, tortor Batak, tari Jaipong, dan tarian Kalimantan selama tujuh menit.

“Kami memakai busana merah putih, dan juga perpaduan pakaian mewakili jenis tarian yang dibawakan dengan basic batik,” ujar Penanggung Jawab Busana Sanggar Wansendari, Dewi Sri Wuriani.

Keesokan harinya, sanggar ini pun tampil di Goyder Square Park di Kota Darwin. Mereka mengisi acara misi Festival Warisan Budaya Indonesia. Mereka menampilkan enam tarian sekaligus, seperti Tari Sekapur Sirih dari Melayu, Sulung Dayung dari Jawa Tengah, Tari Piring dari Sumatera Barat, Bajidor kahot dari Jawa Barat, dan tari Enggang dari Kalimantan, serta tari medley Pesona Indonesia. Penampilan mereka yang membawakan tari-tarian tersebut secara apik mendapat apresiasi dari warga Australia dan juga para komunitas Indonesia yang tinggal di negeri Kanguru tersebut.

“Enam orang kami yang berangkat, semuanya excited banget. Bangga dan terharu kala kami membawakan tarian Indonesia dan juga menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya Konsulat RI di sana. Begini rasanya nasionalisme itu kala berada di luar negara. Apalagi antusiasme warga di sana melihat penampilan kami. Senang campur haru banget,” jelas Dhori.

Setelah ke Australia ini, sejumlah jadwal ke luar negeri dan luar kota pun sudah menunggu mereka usai Lebaran ini. “Sekarang, mengisi waktu selama Ramadan ini, kami perbanyak latihan dulu. Kami latihan setiap hari,” jelasnya.

Mengenai jenis tarian yang mereka kuasai, Nandar menyebut tak menghitungnya secara spesifik. Mereka komitmen untuk selalu membawa tarian tradisional Indonesia ke mana pun mereka diundang. “Ratusan enggaklah. Basic-nya tarian Melayu, tapi kuasai hampir semua tarian nusantara, dan beberapa tarian internasional,” katanya.

Namun mereka mengkolaborasikannya dengan kreasi modern supaya anak-anak muda milenial juga tertarik belajar seni tari. Sehingga tarian nasional dan tari daerah tidak tergerus dan terlupakan.

“Pokoknya kami berkarya dengan motto Cintai Tradisimu, Junjung Budayamu,” tutupnya. (CHAHAYA SIMANJUNTAK, Batam Kota)

Kementerian Keuangan Investigasi Pembuatan Jalur Pipa Gas

0

batampos.co.id – Kementerian Keuangan Malaysia menginvestigasi dua proyek pembuatan jalur pipa gas di Malaysia. Namun mantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak, yang terlibat dalam proyek tersebut meyakinkan proyek-proyek itu telah mengikuti prosedur dan hukum yang berlaku.

Menteri keuangan Malaysia, Lim Guan Eng, sebelumnya mengumumkan pihaknya menemukan sebuah skandal sebesar RM 9,4 miliar atau setara Rp 32,8 miliar terkait dengan dua proyek pembuatan jalur pipa gas tersebut.

Lim juga mengatakan pemerintahan mantan perdana menteri Najib telah membayar RM 8,25 miliar atau 88 persen dari total nilai proyek tersebut kepada pemenang proyek, China Petroleum Pipeline Bureau atau CCPB. Padahal, kenyataannya proyek tersebut pengerjaannya baru berjalan 13 persen.

Dikutip dari situs channelnewsasia.com pada Rabu, 6 Juni 2018, dugaan skandal ini bermula ketika pada November 2016, CCPB memenangkan tender untuk membuat dua jalur pipa gas. Pertama, jalur pipa gas 600 km di sepanjang pantai barat semenanjung Malaysia, dan kedua, pipa gas Trans-Sabah sepanjang 662 km di sebelah timur negara bagian Sabah.

Namun pada Maret 2017, Kementerian Keuangan Malaysia menemukan 85 persen pendanaan proyek pipa bersumber dari pinjaman bank EXIM China melalui anak perusahaannya, Suria Strategic Energy Resources (SSER). Sisanya didapatkan dengan menerbitkan sukuk, semacam obligasi yang sesuai dengan syariat Islam.

“Pinjaman dari bank Exim China dan penerbitan sukuk dijamin oleh pemerintah pusat,” Lim menambahkan.

Perjanjian-perjanjian tambahan untuk pendanaan proyek jalur pipa ini telah menambah anggaran pemerintah Malaysia sebesar RM.1 miliar.

Lim mengatakan negosiasi kontrak ini dilakukan secara langsung oleh pihak Najib. Dia juga mengatakan bahwa mantan perdana menteri itu telah mengabaikan peringatan dari kantor kejaksaan agung Malaysia terhadap dua kesepakatan tersebut.

Menjawab tuduhan itu, Najib dalam unggahannya di Facebook mengatakan semua prosedur dan hukum yang berlaku telah diikuti.

“Berdasarkan ingatan saya, saya yakin semua prosedur dan undang-undang yang diperlukan telah dipenuhi berkaitan dengan negosiasi serta pelaksanaan dua proyek pipa yang dipermasalahkan oleh Menteri Keuangan Lim Guan Eng hari ini,” kata Najib.

Menjelang pemilu Malaysia beberapa saat lalu, Najib berada di bawah sorotan karena investasi besar-besaran dari Tiongkok yang disetujui pemerintahannya. Lawan-lawan politik Najib menuduh pemerintahannya menjual Malaysia ke Tiongkok. Akan tetapi, Najib menepis tuduhan-tuduhan tersebut dan menganggapnya sebagai strategi politik.

Mantan perdana menteri tersebut pada unggahannya juga membela kesepakatan yang telah dibuatnya. Dia mengatakan bahwa proyek yang melalui jalur negosiasi antar pemerintah dengan Tiongkok, akan membawa keuntungan ekonomi dan keamanan energi untuk Malaysia.

“Saya juga mencatat bahwa Guan Eng telah menyatakan bahwa semua pembayaran dilakukan sesuai kesepakatan dengan CPPB, bukan pihak lain. CPPB adalah anak perusahaan dari salah satu perusahaan terbesar di dunia yang dimiliki oleh pemerintahan Cina -China National Petroleum Corporation. Perdana Menteri China, Li Keqiang dan saya telah menyaksikan penandatanganan MoU untuk proyek-proyek pipa bersama dengan proyek-proyek lain pada 14 Mei 2017 di Beijing,” beber Najib.

Dalam keterangannya, Najib mengatakan Tiongkok berkomitmen mengimpor barang senilai 2 triliun dolar AS selama lima tahun ke depan dari Malaysia dan mengucurkan investasi hingga 150 miliar dolar AS di Malaysia serta menawarkan 10.000 tempat untuk pelatihan dan studi di berbagai institut di Tiongkok.

Najib pun memperingatkan, tuduhan Kementerian Keuangan Malaysia dapat menyakiti hubungan dan investasi luar negeri. (JPG)