batampos.co.id – Batam mendapat limpahan 1.345 ton produk hortikultura hingga Juni 2018. Limpahan impor tersebut datang dari tiga negara. Secara keseluruhan selama tahun 2018, Batam mendapat limpahan impor produk hortikultura sebanyak 3.965 ton dari 15 negara.
“Produk hortikultura tersebut antara lain wortel, apel, jeruk mandarin, lengkeng, kentang segar atlantik, bawang bombay, jeruk orange, pomelo, lemon dan anggur segar,” kata Direktur Lalu Lintas BP Batam Tri Novianto, Sabtu (12/5).
Kuota impor produk hortikulturan ditentukan oleh Kementerian Perdagangan. Setelah mengajukan kuota impor kepada Kementerian Perdagangan, maka perusahaan tersebut harus meminta izin impor dari BP Batam.
Namun untuk periode hingga Juni ini hanya bawang bombay saja yang diimpor untuk keperluan konsumsi bulan puasa. Bawang bombay diimpor hanya oleh satu perusahaan saja.
Bawang bombay tersebut diimpor dari tiga negara yakni dari Selandia Baru sebanyak 162 ton. Lalu dari Belanda sebanyak 162 ton. Dan dari India sebanyak 1.021 ton. (leo)
batampos.co.id – Seorang pria nekad menggondol kotak infaq yang ada di apotek R4 di komplek pasar Fanindo, Rabu (9/5) pagi sekitar pukul 04.45 WIB.
Aksi pelaku bertopi ini dipergoki oleh Firdaus, karyawan apotek, namun Firdaus tak bisa mencegahnya sebab pelaku langsung kabur dengan sebuah mobil yang sudah menantinya depan apotek.
“Nekad memang orang itu (pelaku) padahal ada saya di dalam apotek,” ujar Firdaus, saat mengadu ke Mapolsek Batuaji, Minggu (13/5) pagi.
Pelaku kata Firdaus mulanya datang seperti biasa layaknya orang yang akan berbelanja di apotek yang buka 24 jam itu. Namun saat berada di pintu kaca apotek, pria bertopi itu malah langsung mengangkat kontak infaq yang diletakan dekat pintu apotek. Tanpa basa-basi pria tersebut langsung kabur ke halaman apotek.
“Saya sempat kejar dan panggil satpam, tapi tak sempat lagi karena sudah ada mobil yang menantinya di depan apotek,” kata Firdaus.
Romy karyawan apotek lain menuturkan, diduga pelaku adalah pemain lama yang sudah mengintai lokasi-lokasi kotak infaq yang ada di sekitara pasar Fanindo atau bahkan sewilayah Batuaji.
“Ya karena pakai mobil mereka. Sepertinya sudah sering orang ini maling kotak infaq,” kata Romy.
Sunandar, pedagang lain di pasar Fanindo juga menduga hal yang sama. Sepekan belakangan ini sudah tiga kali kotak infaq digondol maling di sekitar lokasi pasar itu.
“Sudah sering di sini kayak gitu. Pasti orang-orang itu juga pelakunya,” ujar Sunandar.
Kapolsek Batuaji Kompol Syafruddin Dalimunthe membenarkan adanya laporan itu dan keresahan masyarakat itu akan segera ditindak lanjuti pihaknya. (eja)
batampos.co.id – Kemenangan koalisi Pakatan Harapan (PH) menjadi awal mimpi buruk bagi Najib Razak. Mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia itu tak bisa lagi berkelit dari kasus korupsi 1Malaysia Development Berhad (1MDB) yang menyeret namanya. Bisa jadi, sebentar lagi Najib akan menggantikan Anwar Ibrahim menghuni hotel prodeo.
Saat ini Najib sudah dicekal. Dia tak bisa keluar Malaysia. Padahal rencananya dia, Sabtu (12/5), terbang ke luar negeri untuk berlibur bersama istrinya, Rosmah Mansor. Hanya dalam hitungan menit setelah Najib menyatakan akan rehat setelah kalah pemilu, imigrasi langsung mengeluarkan pencekanan untuknya dan istrinya.
Puluhan jurnalis padahal sudah menunggu Najib di Bandara Sultan Abdul Aziz Shah. Berdasarkan pesan yang berseliweran di media sosial, nama Najib dan Rosmah tercantum di manifes penerbangan ke Jakarta pukul 10.00 waktu setempat. Mereka akan menggunakan pesawat pribadi.
Tumbangnya Najib Razak dari posisi Perdana Menteri (PM) Malaysia menarik perhatian warga Indonesia. Sebab, Najib sempat dikabarkan berkunjung ke Tanah Air, Sabtu (12/5). Najib disebut-sebut menyewa jet pribadi milik Peter Sondakh, CEO and Chairman Rajawali Corpora, untuk terbang ke Indonesia.
Namun, kabar yang tersebar melalui media massa Malaysia itu akhirnya diklarifikasi oleh Najib sendiri. Najib batal ke Indonesia. Melalui akun Twitternya Najib mencuit bahwa dia akan menghormati keputusan pencekalan yang diberlakukan untuknya tersebut.
“Benar bahwa saya melarang Najib meninggalkan negara ini,” tegas PM Malaysia Mahathir Mohamad dalam konferensi pers seperti dilansir Reuters.
Pemimpin 92 tahun itu sebelumnya menyatakan tidak akan balas dendam pada Najib, hanya ingin menegakkan aturan hukum. Tapi bagi Najib, hasilnya bakal sama saja. Mahathir juga menambahkan bahwa ada bukti-bukti kuat untuk penyelidikan terhadap kasus tertentu yang dilakukan oleh Najib. Yang dimaksud tentu saja adalah skandal 1MDB. Dalam kasus korupsi itu, ada aliran dana sebesar USD 700 juta (RP 9,8 triliun) ke rekening pribadi Najib. “Jika diperlukan, aturan hukum akan diterapkan,” tambahnya.
Mahathir juga mendepak Apandi Ali dari posisinya sebagai jaksa agung. Dialah yang membebaskan Najib dari segala tuduhan tentang skandal korupsi 1MBD. Sejauh ini Apandi belum buka suara.
Entah karena ditekan partai atau tahu bakal tersandung banyak masalah, Najib kemarin mengundurkan diri. Dia meletakkan jabatannya sebagai presiden United Malay National Organisation (UMNO) dan pemimpin koalisi Barisan Nasional (BN). Posisinya akan diserahkan pada wakilnya Ahmad Zahid Hamidi. Zahid dulu pernah menjabat sebagai wakil PM. Mantan menteri pertahanan Hishammuddin Hussein ditunjuk sebagai wakil presiden UMNO.
“Saya memiliki tanggung jawab moral untuk mengundurkan diri,” ujarnya dalam rapat Dewan Tertinggi UMNO.
Terpisah, harapan PH untuk membebaskan Anwar Ibrahim akhirnya terealisasi. Nurul Izzah, putri Anwar, menyatakan bahwa ayahnya akan keluar dari penjara Selasa (15/5) nanti. Itu lebih cepat dibanding jadwal resmi pembebasannya yaitu pada 8 Juni mendatang.
Meski dibebaskan lebih cepat, namun Anwar belum mendapatkan pengampunan dari kerajaan secara resmi. Proses untuk mendapatkan pengampunan itu masih diurus. Jika disetujui, dia bisa kembali berpolitik.
Pembebasan itu memberi warna baru pada hubungannya dengan Mahathir. Dulu saat Mahathir menjadi PM pada 1981-2003, Anwar adalah anak didik kesayangannya. Semua orang menganggapnya sebagai pengganti Mahathir. Tapi pada 1999 begitu dia tampak terlalu berkuasa, Mahathir memasukkannya ke penjara dengan tudingan sodomi.
Anwar bebas pada 2004 dan menjadi sosok penting di oposisi. Dia kembali berpolitik dan melawan Najib di pemilu 2013. Pada 2015 dia kembali dipenjara dengan tudingan sodomi. Berbagai lembaga HAM menuding bahwa hukuman tersebut bermotif politik.
Bukan hanya Anwar yang hubungannya pahit manis dengan Mahathir. Menteri keuangan yang ditunjuk oleh Mahathir saat ini, Lim Guan Eng, juga pernah dipenjara dua kali olehnya. Yaitu pada 1987 dengan alasan mencegah kericuhan rasial dan pada 1998 karena melanggar UU Penghasutan. Sejak merdeka, baru kali ini Malaysia memiliki menteri ekonomi dari etnis Tionghoa.(sha/tyo))
batampos.co.id – Masalah klasik itu datang lagi. Menjelang bulan Ramadan dan Lebaran, harga kebutuhan pokok merangkak naik. Terutama telur dan daging ayam.
Di pasaran, harga rata-rata daging ayam potong Rp 36.000 hingga Rp. 37.000 rupiah per kilogram. Naik dari sebelumnya Rp 34.000 per kg. Sementara, harga telur naik dari Rp 20 ribu per kg menjadi 27 ribu.
Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan Agung Hendriadi menjamin harga akan segera turun. Targetnya harga stabil hari ini, Minggu (13/5). Itu setelah Kementan mengundang seluruh perwakilan pengusaha unggas. “Semua sudah sepakat untuk turun ke Harga Acuan Pemerintah (HAP),” kata Agung kepada Jawa Pos (grup Batam Pos), Sabtu (12/05).
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan I Ketut Diarmita menyebut bahwa secara umum, tidak ada masalah dengan produksi telur dan daging ayam nasional. Berdasarkan prognosa ketersediaan, produksi daging ayam tahun 2018 adalah sebesar 3.565.495 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi sebesar 3.047.676 ton. ”Sehingga terjadi neraca surplus sebanyak 517.819 ton,”kata Ketut.
Khusus untuk bulan puasa dan Lebaran yang jatuh pada bulan Mei dan Juni 2018, Ketut mengatakan ketersediaan daging ayam sebanyak 626.085 ton dengan kebutuhan konsumsi sebanyak 535.159 ton, sehingga kondisinya masih surplus sebanyak 90.926 ton.
Demikian juga untuk ketersediaan telur ayam. Pada tahun 2018, terdapat produksi sebanyak 2.968.954 ton dengan jumlah kebutuhan konsumsi 2.766.760 ton. Maka diperoleh kelebihan stok nasional sebanyak 202.195 ton.
Khusus untuk ketersediaan telur selama bulan puasa dan Lebaran (Mei-Juni 2018), produksi dalam negeri adalah sebesar 521.335 ton dibanding jumlah kebutuhan sebanyak 485.831 ton. ”Sehingga ada kelebihan stok sebanyak 35.504 ton,” jelas Ketut.
I Ketut menekankan, jika dilihat dari data ketersediaan ayam, daging ayam dan telur saat ini yang berada dalam posisinya surplus/berlebih, bahkan sudah ekspor ke beberapa negara, seharusnya tidak terjadi kenaikan harga. Namun, ada faktor eksternal. “Kita harapkan harganya stabil terjangkau, jika naik pun diharapkan tidak terlalu tinggi,” ucapnya.
Ketut juga menyampaikan bahwa sebelumnya, Ditjen PKH Kementan telah melakukan rapat koordinasi dengan para pelaku usaha perunggasan, baik integrator maupun peternak mandiri pada tanggal 5 Mei 2018 di Bali.
Dalam pertemuan dimaksud, para pelaku usaha meyakinkan pemerintah bahwa tidak ada kenaikan harga anak ayam DOC (Day Old Chicken) Final Stock (FS) ayam dewasa, daging ayam dan telur selama bulan puasa dan lebaran.
Saat ini, para pembibit menjual DOC FS dengan harga kurang dari Rp. 5.800 per ekor. ”Isu kelangkaan dan kenaikan harga DOC FS lebih karena ulah oknum broker yang memanfaatkan suasana harga ayam yang bagus dan menghadapi bulan puasa serta lebaran sehingga para peternak ramai-ramai mengisi kandangnya secara bersamaan,” Jelas Ketut.
Musbar Ketua Peternak Layer Nasional (PLN) mengatakan, pelaku usaha pada prinsipnya mendukung untuk ikut serta menjaga harga telur dan daging ayam tetap stabil pada HBKN ini. ”Kami yakin, Ketersediaan telur di pelaku usaha cukup untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa dan lebaran,” ungkapnya.
Rika, 28, membeli ayam potong segar di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji. | Dalil Harahap/Batam Pos
Kenaikan Harga Pakan
Sudirman, Ketua Dewan Pembina Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) mengatakan bahwa harga pakan naik karena bahan baku pakan naik sangat signifikan. Kenaikan ini disebabkan karena 2 hal. Yang pertama adalah kenaikan harga komoditas internasional.
Terutama bungkil kedelai, bahan utama pembuat pakan konsentrat, yang diikuti dengan bahan baku pakan lainnya. Ini menyebabkan lonjakan harga pada pakan konsentrat yang sudah jadi. Sudirman mencontohkan, harga bungkil kedelai sebelumnya setara dgn Rp. 5200/kg, saat ini mencapai Rp. 7600/kg.
”Faktor kedua adalah nilai tukar, atau depresiasi rupiah terhadap dolar Amerika,”kata Sudirman kemarin.
Kenaikan harga pakan ini, kata Sudirman tentu langsung berdampak terhadap biaya produksi ayam dan telur yang kemudian menaikkan harganya di pasaran.
Sudirman mengatakan, selama ini peternak maupun industri sangat tergantung dari bahan-bahan impor dari luar negeri untuk membauat pakan konsentrat. Walaupun komponen impor secara volume/komposisi pakan hanya 35-40 persen dari total pakan, namun dari sisi harga, bisa mencapai 75 persen dari total harga produksi pakan.
”Misalnya, USD naik setara Rp. 100, akan langsung menaikan harga pakan 75 persen dikali 100, jadi 75 ribu,” jelas Sudirman.
Tiap tahunnya, pengusaha merongok kocek jutaan dolar untuk mendatangkan bungkil Kedelai dan tepung daging bakal bahan pakan konsentrat. Untuk bungkil kedelai saja, Sudirman menyebut para pengusaha mengimpor sebanyak 4.3 juta ton. ”Itu harganya sekitar 2 miliar dolar,” jelas Sudirman.
Sementara untuk tepung daging (Meal dan Bone Meal), setiap tahun pengusaha harus mengimpor sekitar 400 ribu ton atau setara 200 juta dolar. “Jadi total komponen impornya sekitar 4 miliar dolar,” jelas Sudirman.
Meski demikian, Ketua Harian Gabungan Peternak Ayam Nasional (Gopan), Sigit Prabowo mengaku kenaikan harga pakan ini masih dalam taraf wajar. Ia juga sepakat ada beberapa broker yang ingin memainkan harga menjelang bulan puasa.
“Selama produksi masih lancar dan pakan terbayar, saya rasa tidak ada masalah,” pungkasnya.
Sejauh ini, kata Sigit memang belum ada substansi yang mampu menggantikan bahan-bahan impor untuk pakan konsentrat. (tau/ang/jpg)
batampos.co.id – Pemko Surabaya, hari ini (13/5/2018) bakal menyelenggarakan Festival Rujak Uleg 2018. Kegiatan yang akan diikuti 1.500 peserta yang terbagi dalam 275 grup tersebut, dipastikan akan berlangsung semarak dan meriah.
Hajatan tahunan yang diselenggarakan dalam rangka Hari Jadi Kota Pahlawan ke-725 tersebut akan memberikan hiburan yang menarik bagi para pengunjung. Even besar tersebut juga dikemas lebih semarak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) sebagai ujung tombak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam pelaksaanan festival tersebut, akan menyuguhkan pertunjukkan tarian-tarian yang bakal meramaikan Festival Rujak Uleg 2018.
Hiburan dengan barongsai dan reog serta penampilan tari-tarian tentang rujak uleg, juga akan menjadi bumbu-bumbu kemeriahan festival yang diselenggarakan di sepanjang Jalan Kembang Jepun tersebut.
“Festival Rujak Uleg 2018 akan tampil beda dan lebih meriah dibandingkan tahun lalu,” kata Plt Kepala Disbudpar, Irvan Widyanto.
Selain hiburan, kali ini panitia juga akan mewajibkan untuk perubahan ukuran cobek. Jika sebelumnya, untuk cobek yang digunakan berukuran sebesar 1,5-1,7 meter, maka untuk tahun ini diperbesar menjadi 2,5 meter. Cobek yang lebih besar tersebut akan menambah ikon rujak uleg menjadi lebih booming.
Cobek buatan pengrajin patung batu Kota Mojokerto itu berdiamater 2,5 meter. Wow!
Memesanya pun sudah dilakukan sejak jauh hari. Tepatnya sejak satu bulan yang lalu cobek tersebut sudah dipesan dan sekarang siap digunakan pada Festival Rujak Uleg 2018. Nursyamsiah mengatakan cobek yang digunakan pada tahun lalu berdiameter 1,7 meter. Nah, untuk kali ini Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini akan ngulek bareng menggunakan cobek yang lebih besar itu.
Dengan adanya cobek yang berukuran lebih besar tersebut, Nursyamsiah berharap pelaksanaan kali ini lebih heboh lagi dan spektakuler.
“Memang ukurannya lebih besar ya. Pastinya nanti rujaknya juga lebih banyak. Nanti cobek tersebut bisa menampung sekitar 200 porsi,” imbuh Nursyamsiah.
Ia menambahkan, saat pembuatan cobek berukuran raksasa itu, pengrajinnya mengaku kesulitan dalam mencari bahan. Sebab, ukuran cobek yang dipesan di luar kebiasaan.
“Cari batu yang diameternya sebesar itu, ya sulit. Tapi tetap dilakukan dan akhirnya bisa terwujud,” ujarnya.
batampos.co.id – Aceh segera merilis Calendar of Event (CoE) 2018 pada Senin (14/5/2018) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta.
Peluncuran CoE 2018 yang dihadiri Gubernur Aceh ini akan mengangkat beberapa event berskala internasional sebagai atraksi wisata top Aceh 2018. Lebih dari 100 atraksi wisata berbasis alam dan budaya serta berkarakter daerah yang telah dikurasi akan terangkum dalam semangat “Aceh Hebat melalui Ragam Pesona Wisata”.
“Industri pariwisata Aceh semakin berkembang. Hal ini terbukti dengan semakin membaik branding wisata Aceh di mata wisatawan, semakin banyak ragam paket wisata sesuai keunikan daerah dan semakin tinggi minat masyarakat terlibat dalam industri pariwisata,” sebut Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Sabtu (12/5/2018).
Indikator positif lainnya, kata Irwandi, terlihat dari semakin banyak atraksi wisata yang digelar hampir di seluruh Aceh, semakin berkembang destinasi wisata baru dengan berbagai sarana dan prasarana pendukung dan semakin viralnya pesona Cahaya Aceh di berbagai dunia maya.
“Rilis kalender even ini adalah bentuk kesungguhan kami dalam rangka mendukung program Pemerintah Indonesia untuk mencapai 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2019. Kami bangga menjadi bagian dalam pencapaian ini,” ungkap Irwandi.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Amiruddin secara terpisah juga menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan (wisnus dan wisman) ke Aceh semakin meningkat dari tahun ke tahun.
“Kunjungan wisatawan ke Aceh mencapai 2,9 juta orang, terdiri 2,8 juta wisnus dan 78 ribu wisman pada tahun 2017. Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2016, yaitu 2.1 juta orang terdiri dari 2,0 juta wisnus dan 76 ribu wisman,” beber Amiruddin.
Amiruddin menambahkan, faktor meningkatnya kunjungan wisman ini juga berkat hasil kerja sama dan komitmen lintas sektor dan anugerah Destinasi Wisata Halal Dunia yang diraih Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh.
“Di tahun 2018 ini, kunjungan wisman ke Aceh kita prediksikan akan terus meningkat dan angka kunjungan semoga bisa mencapai 100.000 orang,” harapnya.
Tarik Minat Wisman, Even Internasional Dipersiapkan
Kehadiran branding pariwisata Aceh dengan positioning dan diferensiasi yang ada, ini menjadi bukti kekayaan alam dan budaya Aceh dengan ragam pesona akan menjadi prioritas pengembangan.
“Promosi pariwisata akan terus dilakukan dengan tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan dan penguatan nilai-nilai budaya Aceh yang Islami,” sebut Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani.
Serangkaian atraksi wisata untuk menarik wisman di tahun 2018 sudah dipersiapkan, yang melibatkan semua pihak sehingga nantinya mampu membangun semangat entrepreneurship bagi pelaku industri pariwisata di daerah.
Beberapa event besar yang masuk kategori Atraksi Top Aceh 2018, seperti
Aceh International Marathon,
PKA VII,
Gayo Alas Mountain International Festival,
Tour de Leuser,
Aceh International Freediving,
Aceh Surfing Championship
Aceh Culinary Festival
Aceh International Rapa’i Festival
“Semua telah disiapkan untuk memperkuat positioning Aceh sebagai destinasi wisata yang patut diunggulkan,” sebut Rahmadhani.
Melalui kegiatan ini diharapkan, tidak hanya mampu menciptakan kenangan khusus dan unik bagi setiap wisatawan mancanegara, tapi juga dapat menjadi momen untuk membangun “branding image” Aceh sebagai sebuah destinasi yang aman dan nyaman dan menawan.[]
batampos.co.id – Pengusaha sepakat bahwa Batam tetap harus Free Trade Zone (FTZ) tanpa kecuali. Jika ingin mengubah FTZ, maka jangan transformasi bentuknya tapi tambah fasilitasnya. Saat ini sudah ada puluhan investor yang ingin masuk ke Batam dan perubahan regulasi dianggap dapat menimbulkan ketidakpastian hukum dan menurunkan daya saing Batam di mata para investor.
“Jangan ribut lagi, FTZ sudah bagus begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi. Dosanya itu bukan di FTZ, jadi buat apa diubah menjadi KEK,” kata Dewan Kehormatan Apindo Kepri Abidin Hasibuan di acara Diskusi Bersama Kadin Batam membahas soal transformasi FTZ menuju KEK di Hotel Radison, Jumat (11/5).
Ia kemudian mencoba mengingatkan bahwa tahun 2003 lalu, sistem enclave seperti yang ada di dalam KEK pernah berlaku di Batam. Dan konsep tersebut gagal sehingga diubah lagi menjadi FTZ.
Jika saat ini pun ekonomi tumbuh dengan lambat dan sempat merosot, maka penyebab utamanya adalah demo buruh.”Demo buruh sudah terkenal. Banyak PMA yang kena sweeping ya pada kabur nanti,” jelasnya.
“Kalau pemerintah mau FTZ plus-plus boleh saja dan itu masuk akal. Namun secara undang-undang merujuk pada UU 39/2009 tentang kawasan perdagangan bebas maka secara otomatis jika ada KEK, maka fasilitas FTZ dihapus,” terangnya lagi.
Justru hal yang harus dibenahi untuk meningkatkan potensi FTZ adalah penambahan fasilitas dan memperbaiki transportasi laut agar ongkos logistik Batam menuju Singapura dan sebaliknya bisa lebih murah. Dan juga mengenai birokrasi perizinan harus disederhanakan.
“Kalau mau fasilitas ya tambah dengan Tax Holiday. Birokrasi dipermudah. Lalu mengenai transportasi Singapura-Batam sekarang terlalu mahal. Aspirasi pengusaha seperti ini yang harus ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Abidin hanya tak ingin usaha pemerintah, Apindo dan Kadin yang sudah berusaha mendatangkan investor menjadi sia-sia karena ketidakpastian ini.
“Saya sudah tarik 24 investor supply chainnya Xiaomi dari China. Belum apa-apa sudah berantam. Padahal investor-investor tersebut serius dan mereka menuntut kepastian hukum. Mereka juga punya jaringan intelijen. Jadi jangan tiap hari berantam di media soal ini,” katanya lagi.
Bahkan katanya dari 24 perusahaan tersebut, sudah ada satu perusahaan yang memberikan uang muka investasi. Perusahaan tersebut memilih Kawasan Industri Tunas dan akan menjadi penyuplai charger bagi Xiaomi yang diproduksi di Satnusa Persada.
“Susah payah melobi setahun, kalau terus begini mereka bisa cabut kan,” tegasnya.
Mantan Deputi III BP Batam, Istono juga buka suara dalam pertemuan ini. Dulu pihaknya juga selaku penggagas FTZ. Makanya ia sangat menyesalkan jika transformasi tersebut dilakukan.
“KEK tak layak diterapkan. Jadi harus FTZ plus-plus,” katanya.
Istono mengungkapkan seluruh KEK yang telah diciptakan pemerintah belum ada yang memberikan kabar baik sama sekali. Makanya ia bingung mengapa KEK harus diterapkan di Batam ketika FTZ masih jauh dari kata selesai.
“Kita juga hingga saat ini belum ada penyampaian sosialisasi dari pemerintah mengenai fasilitas-fasilitas KEK,” katanya.
Tiga wisatawan saat berswafoto dengan latar belakang Welcome To Batam, Sabtu (12/5/2018). Turis Singapura dan Malaysia banyak menikmati liburan ke Batam pada liburan akhir pekan. F Cecep Mulyana/Batam Pos
KEK kata Istono jauh lebih banyak kesulitannya nanti saat diterapkan. Contohnya struktur kelembagaan nanti akan semakin berlapis. Lalu daerah diluar KEK akan dikenakan pajak pertambahan nilai (PPn) sebagaimana daerah lainnya di Indonesia.
“Bagi UKM yang selama ini mensupport kawasan industri, maka ketika KEK diterapkan akan mati karena tak dapat insentif. Selama itu FTZ akan jadi status quo. Kemiskinan dan pengangguran yang tercipta akan semakin besar,” katanya.
Disamping itu, transformasi FTZ menuju KEK tidak serta merta dapat langsung dilaksanakan. Butuh waktu transisi yang lama dengan tambahan dari peraturan pendukung baru lainnya.
“Dari pengalaman saya ikut transformasi OB ke BP, tak bisa langsung diproses. Butuh aturan pendukung dari PP hingga Permen. Karena kalau tidak ada, maka bisa jadi cacat hukum,” jelasnya.
UU FTZ memang sudah bagus, namun juga banyak kelemahan. Begitu juga dengan peraturan KEK nantinya, belum tentu langsung sempurna sehingga butuh peraturan pendukung lainnya di kemudian hari.
“FTZ masih sangat ideal. Yang mestinya diajukan adalah penguatan struktur BP Batam dan penambahan insentif. FTZ plus-plus jadinya. Jadi tambahkan saja fasilitas KEK itu, tak perlu ubah FTZ,” jelasnya.
Dan pengamat hukum Batam Ampuan Situmeang menekankan bahwa sekarang pendapat masyarakat juga sudah terpecah soal KEK ini. Ada yang menganggap seolah-olah FTZ itu gagal dan ada juga yang berpendapat bahwa nanti ada KEK diatas FTZ, sehingga fasiltias FTZ dihilangkan.
“Batam kan ditetapkan FTZ selama 70 tahun dan baru jalan 12 tahun. Mengapa tak tambah saja fasilitasnya. Sekarang ada lima fasilitas FTZ, tapi belum pernah ada PP yang memberikan fasilitas baru ke FTZ. Yang ada hanya pengekangan dari pemerintah,” tuturnya.
Sehingga sebagai seorang pengamat kebijakan hukum, Ampuan memberikan lima rekomendasi kepada pemerintah yang harus dipertimbangkan. Tujuannya adalah memberikan pemahaman yang baik jika memang pemerintah bersikeras tetap menetapkan KEK di Batam
Pertama, pemerintah harus bisa memetakan KEK. Kedua, HPL milik BP Batam harus ditegaskan. Karena perubahan FTZ menjadi KEK secara otomatis akan menciptakan administrator baru pengelola KEK. Apakah HPL-nya akan berganti atau tidak.
Ketiga, pengelola KEK harus ditetapkan. Keempat, penyelesaian dualisme antara BP dan Pemko Batam yang telah lama tertunda. Dan kelima anggaran operasional KEK nanti harus dijelaskan secara rinci.
Salah satu kerumitan KEK nantinya perusahaan yang berada di dalam KEK tidak otomatis langsung mendapat fasilitas KEK.
“Mereka harus mengajukannya terlebih dahulu. Lalu dievaluasi oleh pemerintah apakah sudah pantas mendapatkan fasilitas,” jelasnya.
Dan setelah dua tahun nanti akan dievaluasi kembali. Jika dianggap gagal memenuhi standar, maka bukan tidak mungkin fasilitasnya dicabut.”Makanya itu menimbulkan keresahan dan ketidakpastian. Lebih bagus lagi FTZ karena fasilitasnya bertahan selama 70 tahun. Jauh lebih meyakinkan dari segi kepastian,” pungkasnya.(leo)
batampos.co.id – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) kelas II A Batam Surianto apresiasi kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam bersedia memberikan lahan untuk pembangunan Lapas khusus Wanita di pulau Setokok ke Kementrian Hukum dan HAM RI.
“Luas lahan lebih dari 9 hektare. Kemarin Pak Menteri (Kemekumham RI Yosanna H Laoly) sudah ketemu dengan pihak BP Batam. Kami sangat berterima kasih,” ujar Surianto,
Penyerahan lahan tersebut bukti kerja sama yang baik antara BP Batam dengan Kemenkumham RI untuk mengatasi kekurangan kamar penjara dan gedung Lapas di Batam. Batam saat ini diakui Surianto belum memiliki Lapas Khusus Wanita. Warga binaan wanita masih numpang di Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA).
Bahkan sebelum numpang di LPKA, napi wanita sempat bergabung dengan napi pria lain di Lapas Batam. Padahal situasi Lapas Batam saat itu bahkan hingga saat ini over kapasitas tiga kali lipat dari daya tampung idealnya.”Persoalan lama ini sudah mulai perlahan diatasi. Semoga secepatnya terealisasi (pembangunan LP Khusus Wanita) ,” harap Surianto.
Disinggung terkait teknis pengerjaan dan daya tampung Lapas Khusus Wanita yang akan dibangun itu, Surianto enggan berkomentar banyak sebab bukan kewenangan dia lagi.
Seperti yang diketahui BP Batam telah menyerahkan lahan seluas 9,98 hektare di pulau Setokok kepada Kemenkumam RI untuk membangun Lapas Wanita. Penyerahan lahan itu dilakukan secara simbolis oleh kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo kepada Menteri Hukum dan HAM RI Yosanna H Laoly di hotel Best Western Premiere, Senin (7/5). (eja)
Sejumlah pesawat saat parkir di Bandara Hang Nadim Batam. . F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Penerbangan Batam ke Yogyakarta sudah kembali normal, Sabtu (12/5). Setelah erupsi Gunung Merapi di Yogyakarta sudah mulai mereda
“Sekarang sudah normal kembali, baik dari sana maupun ke sana,” kata Direktur Badan Usaha Bandar Udara Hang Nadim Batam Suwarso, Sabtu (12/5).
Ia mengatakan pesawat Lion Air dari Yogyakarta telah sampai di Hang Nadim pukul 12.00, Sabtu (12/5) siang. Dan direncanakan akan berangkat pukul 15.00.
“Dari tadi sudah ada, tinggal nunggu boarding aja,” ucapnya.
Untuk penerbangan Batam Yogyakarta, kata Suwarso Hang Nadim hanya menjalani satu penerbangan satu harinya. “Hanya itu saja,” ujarnya.
Walau hanya satu penerbangan, Suwarso mengatakan pihaknya masih tetap melakukan pemantauan, setiap pergerakan yagng terjadi. Karena sewaktu-waktu kembali terjadi erupsi kembali.
Penerbangan dari Yogyakarta ke Batam , Jumat (11/5) lalu sempat tertunda akibat muntahan abu vulkanik sertai dengan semburan uap panas. Abu vulkanik cukup berbahaya untuk pesawat, sehingga setiap ada erupsi penerbangan selalu dihentikan sementara. Karena keamanan dan keselamatan menjadi hal yang mutlak dalam penerbangan. (ska)
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali membuka izin alokasi lahan baru untuk para investor. Namun penerbitan izin diperketat menyusul kian terbatasnya ketersediaan lahan di Pulau Batam.
Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo, mengatakan sebelum mengajukan izin alokasi lahan calon investor harus membuat master plan pembangunan. Kemudian mendiskusikannya dengan BP Batam agar pembangunan terintegrasi bisa tercapai.
“Prosesnya akan melibatkan biro-biro terkait dari BP Batam,” kata Eko, Jumat (11/5).
Biro-biro tersebut antara lain Biro Hukum BP Batam terkait masalah perjanjian. lalu Biro Keuangan untuk melihat kemampuan finansial si pemohon alokasi. Direktorat Perencanaan Teknik BP Batam juga dilibatkan terkait fatwa planologinya.
Kemudian Direktorat Prasarana dan Bangunan terkait izin cut and fill, dan Satuan Pengawas Internal (SPI) yang bertugas mengawasi dari proses pengalokasikan lahan hingga penyelesaian pembangunan lahan. “Untuk melihat apakah jalannya baik dari sisi investor dan juga BP berjalan sesuai peraturan yang ada,” ungkapnya.
Sehingga, dengan model seperti ini pemohon alokasi lahan harus rapat berkali-kali dengan BP Batam untuk mendapatkan master plan yang sesuai dengan keinginan kedua belah pihak. “Masing-masing biro akan menanyai. Master plan mereka akan dievaluasi, akan dilihat grading-nya, saluran drainase, dan gedung-gedungnya,” paparnya.
Dengan demikian, maka akan terjadi diskusi interaktif yang membuat master plan pembangunan yang bagus. Kalau belum sesuai berarti direvisi kembali. “Nanti setelah bagus, maka saya sebagai Deputi III akan ajukan di rapat pimpinan BP Batam,” katanya.
Jika disetujui dalam rapat pimpinan oleh Kepala BP Batam dan jajaran deputinya, maka alokasi lahan baru akan resmi diberikan. “Proses ini mencoba untuk menimbulkan budaya baik. Dulu kan tidak ada karena langsung urus izin tanpa evaluasi sama sekali,” katanya.
Berdasarkan data terakhir di BP Batam, saat ini hanya ada sekitar 700 hektare lahan di Batam yang belum dialokasikan ke investor.
Eko menambahkan, BP Batam sudah membuka permohonan izin lahan baru per Desember 2017 lalu. Namun, hingga saat ini, baru ada satu permohonan izin lahan baru, yakni PT Energy Unggul Persada yang berafiliasi dengan Wilmar Group.
“Lokasinya di Kabil dan sektor usahanya adalah penyulingan CPO senilai Rp 1 triliun,” kata Eko.
Pengamat hukum Batam Ampuan Situmeang mengapresiasi langkah BP Batam memperketat alokasi lahan baru. “Sebenarnya dulu (aturannya) sudah seperti itu. Tapi tak pernah dilaksanakan,” kata Ampuan, kemarin.
Selain itu, rumitnya birokrasi di BP Batam memang menyebabkan proses alokasi lahan tak berjalan sesuai yang diinginkan. “Memang sistem yang memerlukan pembenahan itu butuh waktu. Karena sudah terlalu parah. Jika hanya sekadar tambal sulit saja akan sulit karena perbaikannya tidak substansial,” ungkapnya. (leo)