Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12277

Polisi Perketat Pengamanan Objek Vital

0
Petugas berjaga di pintu masuk Mapolres Tanjungpinang, Senin (14/5). F. Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Polres Tanjungpinang terus meningkatan pengamanan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap teror bom. Bahkan pengamanan objek vital di Tanjungpinang akan melibatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Usai bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, Polres Tanjungpinang juga memperketat pengamanan berlapis di Mapolres Tanjungpinang, Senin (14/5). Polisi juga mengerahkan puluhan personel untuk berjaga di setiap tempat ibadah, pelabuhan, bandara dan sejumlah pusat keramaian serta di seluruh titik di Tanjungpinang.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengatakan, pengamanan tidak hanya dilakukan pasca kejadian teror di Surabaya, namun pengamanan dilakukan setiap saat untuk menjaga keamanan dan ketertiban. “Menjaga keamanan sudah menjadi tanggung jawab polisi,” katanya.

Saat ini kondisi dan situasi Tanjungpinang, kata Ucok, masih kondusif. Tidak ada laporan dan gangguan apapun. Menurutnya, kondisi tersebut berkat adanya toleransi tinggi serta komunikasi yang intens antara semua elemen masyarakat sehingga kerukunan umat beragama pun tercipta dengan baik. “Tanjungpinang saat ini aman dan kondusif, tapi tetap siaga satu,” kata Kapolres.

Aksi teror, lanjut Ucok, tidak bisa diprediksi dan dihindari. Dapat dipastikan setiap tempat tidak pernah terlepas dari berbagai ancaman teror. Untuk itu pihaknya selalu bersinergi bersama TNI dan pemerintah daerah. Sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam juga sangat diperlukan menciptakan keamanan dan ketertiban.

“Masyarakat punya peran untuk melakukan deteksi dini terhadap ancaman teror dengan memperhatikan aktivitas mencurigakan di lingkungan mereka,” katanya.

Tidak jauh beda dengan Tanjungpinang, penjagaan pintu masuk Mapolres Bintan juga ditingkatkan.Untuk mengamankan pos penjagaan, Polres mengerahkan satu kompi Dalmas yang dilengkapi senjata laras panjang. Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang menyampaikan, pengamanan siaga satu dilakukan sesuai instruksi pimpinan.(jpg/odi/met)

Warga Padati Pasar Murah di GOR Tiban Indah

0
foto: yuli / batampos

batampos.co.id – Warga serbu stand daging sapi beku dan daging kerbau yang berada di GOR Tiban Indah, Sekupang yang tersedia di Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kota Batam, Selasa (15/5).

Tingginya harga daging di pasar tradisional yang mencapai Rp 90 ribu perkilogramnya membuat warga berbondong-bondong menyerbu stand daging milik distributor dan Bulog Batam tersebut.

Kabag Perekonomian dan SDA Pemko Batam, Zurniati mengatakan hari terakhir Pasar Murah ini daging menjadi salah satu stand yang paling ramai dikunjungi warga. Harga yang ditawarkan juga cukup murah bila dibandingkan dengan harga pasar. Untuk daging sapi Rp 78 ribu per kilogram, sedangkan daging kerbau Rp 75 ribu per kilogram.

“Hari ini kami datangkan dua distributor daging sekaligus. Karena berkaca dari tahun lalu permintaan untuk Sekupang cukup tinggi,” jelasnya.

Selain daging beku, tersedia juga komoditas pangan lainnya seperti bawang merah jawa Rp 25 ribu, cabai merah Rp 38 ribu, bawang putih Rp 18-19 ribu, telur Rp 36 ribu per 30 butir, gula pasir Bulog Rp 12.500 per kilogram, beras Bulog Rp 48 ribu per lima kilogram.

Selama lima hari pelaksanaan pasar murah, antusias pembeli sangat tinggi. Untuk daging sapi beku bisa terjual 500 kilogram dalam satu hari.

“Alhamdulillah masyarakat sangat terbantu dengan pasar murah ini,” sebutnya.

Setelah ini, pihaknya akan kembali menggelar rapat bersama untuk persiapan pasar murah jelang lebaran nantinya.

“Ini hari terakhir jelang puasa, nanti akan kami lanjutkan jelang lebaran. Untuk waktu pelaksanaan masih kami bahas dulu,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Sekupang, Muhammad Arman mengucapkan terima kasih atas program pasar murah ini. Menurutnya melambungnya harga kebutuhan jelang puasa, sangat terbantu adanya pasar murah ini.

“Bisa diliat antusias warg sangat tinggi. Ini kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan sembako dengan harga jauh lebih dari pasar,” tutupnya.(yui)

Kotak Infaq Berbentuk Keranda Mayat, Jumlah pun Meningkat

0
Kotak Infaq berbentuk keranda di Masjid Assalam, Kecamatan Batu Aji, Batam. (Bobi Bani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Bentuknya menyerupai keranda mayat tapi bukan tempat mayat.

Masjid Assalam, Batuaji, Batam, Provinisi Kepri membuat kotak infaq berbentuk keranda mayat.

Pengelola Masjid Assalam Muhammad Yunus mengatakan, kotak infaq berbentuk keranda itu memang banyak ditanggapi masyarakat. Ada yang menilai positif bentuk kotak infaq berukuran sekitar 20 x 40 sentimeter itu. Namun ada pula warga yang menganggap bentuk kotak infak itu menyeramkan.

“Macam-macamlah tanggapan orang. Ada yang takut. Mereka bilang seram. Ingat mayat pula kalau nengok kotak infaq di sini,” kata Yunus Ketika ditemui di halaman Masjid Assalam, Kecamatan Batu Aji, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Jumat (11/5).

Sebenarnya, ide desain kotak infaq berbentuk keranda merupakan proses efisiensi dari bahan baku berupa pipa besi. Bentuk pipa yang telah terpotong menjadi setengah lingkaran hanya tinggal diberi tutup di tiga bagian lain dari sisi pipa yang ada.

Hal itu jauh lebih ringkas dari pada harus membuat kotak infaq yang memang berbentuk balok.

“Bentuknya sudah setengah lingkaran. Supaya efisien, kami ikuti saja itu. Untuk membuat seperti keranda, ditambahkan besi di ujung-ujungnya,” kata Yunus.

Yunus menambahkan, desain kotak infak berbentuk keranda sekaligus untuk mengingatkan semua orang. Bahwa ancaman kematian sudah pasti datang. Sehingga masyarakat diharapkan bisa mempersiapkan diri dengan amalan. Salah satunya degan berinfaq.

Sejak desain kotak infaq ini dibuat, terjadi peningkatan sumbangan yang diterima masjid. Hal itupun cukup membuat pengelola masjid senang. Karena upaya mengingatkan masyatakat sedikit banyak membuahkan hasil.

Sebelumnya, sumbangan infaq masyarakat berada di angka Rp 300 ribu sampai Rp500 ribu. Setelah menggunakan kotak infaq berbentuk keranda ini sumbangan mengalami peningkatan. Jumlahnya mencapai Rp 800 ribu untuk setiap Jumat.

“Alhamdulilah, ada perubahan. Artinya apa, ini membawa perubahan. Kami saling mengingatkan. Ingat mati itu pasti datang. Jadi jangan lupa beramal,” papar Yunus.

(bbi/JPC)

Batam Bersyiar, Meriahkan Ramadan di Batam

0

Ketua panitia Batam Bersyiar Raden Bambang Cahya Adi (kanan) bersama Ketua IKPM Gontor cabang Batam Ilham (dua dari kiri). (Bobi Bani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Mengisi bulan Ramadan tahun ini. BP Batam menginisasi Batam Bersyiar.

Sebuah rangkaian acara yang akan digelar pada 21 Mei-5 Juni mendatang.

Tempatnya di lapangan Welcome to Batam (WTB), Batam, Centre, Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Penyelenggaraan acara dalam menyambut bulan Ramadan itu atas kerja sama sejumlah pihak. Yakni, Badan Pengusahaan (BP) Batam, Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Gontor cabang Batam, Masjid Raya Batam, dan Darut Tauhid (DT) Peduli.

Selama 16 hari pelaksanaan, Batam Bersyiar akan berisi berbagai kegiatan. Mulai dari pesantren Ramadan, festival rebana, zikir, dan berbagai kegiatan seni lainnya.

Batam Bersyiar juga menyediakan 400 stan untuk usaha kecil dan menengah (UKM). Mereka akan menyediakan jajanan berbuka bagi masyarakat yang datang ke acara. Selain itu, ada pula penggalangan dana yang nantinya diserahkan kepada mereka yang membutuhkan. Termasuk untuk masyarakat Kepri yang kurang beruntung.

Ketua panitia Batam Bersyiar Raden Bambang Cahya Adi menuturkan, kegiatan ini ingin menunjukkan bahwa Islam di Indonesia bisa menyatu dengan keragaman di nusantara.

“Semoga bisa menjadi kampung Ramadan yang semakin mewarnai Ramadan. Kita beragam, tapi tetap menjadi satu dalam Islam yang damai,” kata Raden dalam keterangan pers di Kantor BP Batam, Senin (14/5).

Untuk kegiatan pesantren Ramadan, panitia hanya menyediakan slot untuk 1.000 peserta. Termasuk 100 calon santri Gontor cabang Batam. Antusiasme masyarakat menyambut hadirnya kegiatan ini terbilang tinggi. Baru empat hari pendaftaran dibuka, sudah ada 750 peserta yang mendaftar.

Pembukaan Batam Bersyiar rencananya dilaksanakan pada Senin (21/5) mendatang. Kepala Staf Kepresidenan Jendral Purn Moeldoko dijadwalkan hadir dan membuka kegiatan tersebut.

Sementara pada malam penutupan, akan dihadiri Emha Ainun Najib bersama grup musik Kyai Kanjeng.

(bbi/JPC)

TNI AL Beri Atensi pada Siklus Kepulangan Ilegal

0
Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno. (Bobi Bani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV Kota Tanjungpinang sudah memetakan siklus kepulangan atau jalur tikus yang kerap dimanfaatkan para TKI ilegal.

Wilayah Kepulauan Riau (Kepri) banyak dimanfaatkan para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal. Baik untuk berangkat ke negara tujuan maupun saat pulang ke Tanah Air.

Umumnya, mereka yang melalui jalur tikus adalah TKI asal Malaysia yang tidak lagi memiliki kelengkapan administrasi.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno mengatakan, siklus kepulangan TKI nonprosedural biasanya sering terjadi menjelang puasa dan Hari Raya Idul Fitri. Pada momen tersebut, petugas kerap kali mendapati adanya pelanggaran terkait kepulangan TKI di beberapa wilayah di Kepri.

“Siklusnya kami pelajari. Jadi bisa kami antisipasi untuk waktu-waktu yang memang sering berlangsung,” kata Eko ketika di Batam, Sabtu (12/5).

Eko menjelaskan, kondisi ini menjadi hal yang harus bisa dipahami secara menyeluruh. Upaya penegakan hukum atas pelanggaran seperti ini memang menjadi keniscyaan. Namun lebih jauh lagi, edukasi dan gerak cepat pemerintah dalam menyajikan solusi untuk para TKI menjadi penting dilaksanakan.

Pada prosesnya memang hal tersebut sudah terlihat dengan adanya koordinasi antar-pihak terkait. Namun hal tersebut belum berjalan maksimal. Karena sampai saat ini kasus masuknya TKI nonprosedural masih berlangsung.

Selama 2018, sudah ada beberapa kasus yang melibatkan TKI nonprosedural asal Malaysia. Merka datang ke Kepri melalui jalur tidak resmi. Kamis (19/4) lalu, ada 106 TKI yang terombang-ambing di perairan Kepri. Mereka diketahui berasal dari kawasan Johor, Malaysia dengan tujuan Kabupaten Bintan, Kepri.

Kemudian Kamis (3/5) lalu juga diamankan sembilan Anak Buah Kapal boat pancung. yang membawa 71 TKI nonprpsedural. Penangkapan dilakukan di kawasan Pantai Bale-bale, Kampung Tua Bakau Serip, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepri.

“Dengan jajaran terkait, kami kerja sama. TKI ini harus melalui jalur resmi. Niat mulia mereka harus didukung. Tentu dengan kerja sama pemerintah untuk memberikan pengarahan,” tegas Eko.

Untuk pengawasan, patroli akan terus berjalan. Bahkan patrolis semakin intensif menjelang puasa dan lebaran yang memang menjadi siklus kembalinya TKI dari Malaysia.

Terhadap oknum yang menyediakan jasa jalan pintas, Lantamal tidak akan memberikan kompromi.

“Mereka menempuh bahaya dengan tekong yang tidak bertanggung jawab. Tekongnya kami tindak. Biasanya tekong-tekong ini sudah mabuk oleh obat-obatan. Sehingga berani menempuh bahaya. Mungkin orang normal tak seberani ini,” tutur Eko.

(bbi/JPC)

Senang Hati saat Bulan Nasi sebab Banyak Kenduri

0
Suasana kenduri menyambut bulan Ramadan di Kampung Monggak, Rempang Cate, Galang, Batam. (Bobi Bani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Ramadan tinggal menghitung hari. Apa persiapan Anda?

Yuk kita main ke pesisir Kota Batam. Melihat tradisi mereka menyambut bulan penuh berkah tersebut. Namanya kenduri.

Tradisi kenduri memang lekat dengan masyarakat melayu. Bahkan mereka sampai mengubah nama bulan syaban dalam kalender Hijriah menjadi bulan nasi. Khususnya warga di tiga kecamatan di Kota Batam. Yakni, Kecamatan Galang, Bulang dan Belakang Padang.

Kenduri sendiri adalah kegiatan doa bersama. Umumnya dilakukan kalangan laki-laki di rumah salah satu warga yang memiliki hajat tertentu. Rangkaian kegiatan kenduri diawali dengan doa. Kemudian dilanjutkan dengan makan bersama seluruh peserta kenduri.

Sebelum kenduri, warga yang mempunyai hajat akan datang ke rumah-rumah warga untuk menyampaikan undangan. Semakin mendekati akhir bulan nasi, intensitas kenduri di rumah-rumah semakin banyak. Hal itu sebagai ungkapan kegembiraan akan hadirnya bulan puasa.

Minggu (13/5) lalu, belasan rumah di Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, mengadakan kenduri. Suasana kampung yang memang lekat dengan nuansa kebersamaan dan gotong royong, semakin terlihat erat dengan berkumpulnya warga di acara kenduri.

“Kami sama-sama bersyukur hadirnya bulan puasa. Kami tidak tahu tahun depan masih bisa bertemu bulan puasa atau tidak,” kata tokoh agama di Desa Monggak, Muhammad Djunaidi.

Adapun hidangan yang disajikan seusai doa bersama biasanya adalah menu makan berat. Seperti nasi dengan lauk pauk yang umunya hasil laut. Sajian makanan laut menjadi menu utama dalam kenduri karena memang umunya profesi masyarakat di wilayah pesisir Batam sebagai nelayan.

(bbi/JPC)

Lawan Teroris!

0

Ibu pertiwi menangis. Serangan teror kembali terjadi. Tidak sedikit mayat berjatuhan. Tak hanya aparat, masyarakat sipil juga menjadi korban. Sangat-sangat brutal.

Belum genap sepekan tragedi “Brimob Berdarah” yang menewaskan beberapa personel Polri terjadi, aksi terorisme kembali terjadi di negeri ini. Surabaya diguncang bom. Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia (GKI), dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) dibom, Minggu (13/5).

Sedangkan malam harinya di Sidoarjo, bom meledak di rumah susun Wonocolo. Saya bersyukur bom itu mengenai pelakunya sendiri. Sehingga tidak menimbulkan korban jiwa di kalangan masyarakat. Mungkin itu azab dari Allah SWT untuk melindungi ciptaan-Nya.

Lalu, Senin (14/5) kemarin, giliran Mapolresta Surabaya dibom. Bahkan, seorang anak perempuan yang diduga anak pelaku bom bunuh diri ditemukan selamat. Jalan terhuyung-huyung dengan penuh luka. Salah seorang polisi yang melihat kejadian itu, tanpa pikir panjang langsung berupaya menyelamatkan anak perempuan itu. Padahal kalau dipikir, itu anak pelaku bom. Tetap saja diselamatkan.

Kejadian ini bikin miris. Pelakunya orang-orang Indonesia. Sasarannya pun orang-orang Indonesia. Padahal, Indonesia dikenal sebagai negara yang rukun dan menjunjung tinggi azas kekeluargaan. Masyarakatnya pun majemuk. Terdiri dari beragam suku, agama, dan budaya.

Padahal, para pendiri bangsa dengan latar belakang berbeda telah mengorbankan keringat dan darah untuk Indonesia. Mereka pasti bersedih. Karena generasi penerusnya malah mengebom saudaranya sendiri.

Siapapun pelakunya, aksi ini sangat biadab. Tidak berperikemanusiaan. Sangat tidak manusiawi. Juga tidak terpuji. Apalagi, membawa anak-anak di bawah umur untuk menjalankan aksi bom bunuh diri. Entah setan apa yang merasuki diri para pelaku, tragedi ini menimbulkan pilu.

Saya beragama Islam. Lahir dari keluarga muslim. Dalam Islam, tidak pernah mengajarkan cara membunuh orang. Saya pikir, agama lain juga mengajarkan hal sama. Bahwa, membunuh sesama umat manusia itu dilarang oleh agama.

Pertanyaan yang sampai sekarang belum saya tahu jawabannya adalah, agama pelaku bom bunuh diri ini apa. Karena setahu saya, tidak satupun agama di dunia yang menghalalkan membunuh orang tak bersalah. Apalagi mengajak anak-anak atau keluarganya untuk meledakkan diri.

Memang, melawan teror ini tidak mudah. Butuh kerja keras semua pihak. Butuh kerja sama. Semuanya harus terlibat. Aparat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan semua elemen harus bersatu padu. Semua sama-sama peka. Di tingkat bawah misalnya.

Masyarakat harus segera melaporkan hal-hal mencurigakan kepada aparat berwajib, atau meningkatkan siskamling. Di tingkat tokoh, harus mengampanyekan pesan-pesan damai yang menyejukkan. Sedangkan di level atas, harus segera dibuat regulasi untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Tragedi ini begitu memilukan. Sangat memilukan. Sebagai sesama manusia, kita tentunya berharap agar kejadian ini tidak terulang lagi. Sudah cukup darah mengalir di jalan. Sudah cukup jasad tergeletak tak keruan.

Semua harus bersatu.

Tinggalkan paham radikalisme yang menuai benih terorisme. Saya yakin, masyarakat Indonesia akan mendukung Polri dan aparat lainnya dalam menumpas terorisme di negeri ini.

Karena, orang-orang Indonesia cinta damai. Lebih mementingkan persatuan dan kesatuan bangsa. *

 

Guntur Marchista Sunan
Direktur Batam Pos

Polisi Perketat Penjagaan Obvit

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Paska terjadinya beberapa serangan terorisme di Surabaya, penjagaan di sejumlah kawasan industri di Batam diperketat. Pengunjung yang masuk ke kawasan industri diawasi satu persatu. Tetapi hingga saat ini kejadian di Surabaya tersebut belum berdampak kepada investasi di Batam

“Paska ledakan bom di Surabaya, direktur pengamana objek vital Polda Kepri meminta kawasan industri untuk memperketat pengawasan,” kata Wakil Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hoeing alias Ayung, Senin (14/5).

Misalnya di kawasan Batamindo, pwngunjung yang dicurigai akan langsung diperiksa. Patroli akan dilakukan 24 jam. “Tidak mungkin semua yang datang kita periksa. Jadi pemeriksaan dilakukan secara random,” jelasnya.

Ia juga berharap agar semua perusahaan memperketat pengawasan di sekitar perusahaan. Di mana semua perusahaan sudah memiliki tenaga sekuriti sendiri.

Menurut Ayung, kasus bom di sejumlah gereja dan Mapoltabes Surabaya juga menjadi perhatian dunia. Saat ini hampir semua negara di dunia mengetahui hal tersebut.

“Sudah banyak investor yang telpon ke saya. Tetapi kita menjelaskan bahwa di Batam masih aman. Tidak ada pengaruh apa-apa. Semua objek vital dijaga ketat,” katanya.

Ia berharap keadaan akan normal kembali. Tidak ada lagi aksi bom bunuh diri. “Tetapi kita serahkanlah kepada pihak penegak hukum terkait masalah teroris ini. Harapan kita semua bisa aman dan nyaman,” katanya.

Anggota komisi I DPRD Kota Batam, Tumbur M sihaloho mengatakan pihak kepolisian sudah maksimal untuk menjaga keamanan di Indonesia. Khusus di Batam ia berharap tidak terjadi kejadian seperti di Surabaya. Apalagi Batam adalah daerah investasi yang sebagian besar adalah perusahaan asing.

“Harapan kita tidak ada serangan teroris di Batam. Semoga kawasan imdustri Batam ama. Kita berharap tenaga pengamanan di setiap perusahaan lebih waspada,” katanya. (ian)

Pasokan BBM di Kepri Aman

0
Seorang petugas SPBU Regata sedang mengisi bahan bakar minyak pertalite. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ramadhan menjelang, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I telah menyiapkan ketahanan stok dan suplai bahan bakar yang cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Khususnya untuk wilayah Kepulauan Riau (Kepri).

Stok Premium dan Solar tercatat sangat aman masing-masing berada pada level 13 hari dan 16 hari. Adapun, Pertamina memprediksi akan terjadi peningkatan konsumsi gasoline sebesar 10 persen, sedangkan untuk gasoil diperkirakan turun 10 persen selama Ramadhan hingga lebaran nanti.

General Manager Pertamina MOR I Joko Pitoyo menyatakan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tercukupi, sejak April 2018 Pertamina MOR I telah meningkatkan penyaluran BBM. Untuk Premium, terjadi peningkatan 35% dibandingkan dengan penyaluran pada Maret yaitu dari semula 3.932 KL per hari menjadi 5.306 KL per hari dengan tren stabil naik.

Peningkatan penyaluran Premium, sedikit berdampak kepada penyaluran Pertalite yang turun sekitar 11% menjadi sekitar 6.300 KL per hari pada April. Adapun, penyaluran Pertamax dan Pertamax Turbo stabil dengan tren positif.

Penyaluran Solar pada April juga meningkat sekitar 7% menjadi sekitar 7.200 KL per hari. Di sisi lain, penyaluran Pertamina Dex dan Dexlite relatif stabil.

“Pertamina telah meningkatkan penyaluran gasoline dan gasoil series kepada masyarakat dan khusus menghadapi Ramadhan kami pastikan stok BBM aman untuk konsumen. Kami juga sangat memberikan apresiasi yang tinggi atas kesetiaan konsumen untuk membeli produk BBM yang berkualitas,” terang Joko.

Untuk produk LPG 3 kg diperkirakan akan mengalami peningkatan realisasi penyaluran sebesar 10% menjadi 62.290 MT pada bulan Mei 2018 dibandingkan bulan sebelumnya. Pertamina tengah mempersiapkan pemenuhan buffer stock, terutama nanti pada saat-saat jelang Lebaran yang diperkirakan terjadi lonjakan kebutuhan.

“Selain mengamankan pasokan LPG bersubsidi 3kg untuk masyarakat miskin dan usaha mikro, Pertamina juga siap memenuhi berapapun kebutuhan LPG non subsidi baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun komersial,” pungkas Joko. (par)

Pemeran Video Panas Diketahui dari Desahan Suaranya

0
ilustrasi

batampos.co.id –  Si wanita diketahui berinisial F. Sementara itu, identitas pemeran pria belum diketahui.

Video panas itu diunggah di sebuah situs dewasa pada 2017 lalu.

Dalam video itu terlihat F dan pria kekar yang memiliki tato di lengan kiri begituan dengan berbagai posisi.

Mereka diduga melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri di salah satu hotel di Balikpapan.

F terlihat berbadan mulus dan berparas cantik. Dalam video itu, dia terlihat mengenakan kalung.

Dari kalung dan suara wanita itulah akhirnya banyak yang mengenali wanita tersebut.

“Saya kenal dia dari suaranya, desahannya, wajahnya, tubuhnya, dan kalung yang dipakai. Sangat mirip. Saya yakin itu dia,” ungkap Iwan (bukan nama sebenarnya).

Iwan mengaku mengenal wanita tersebut sejak 2014. Ketika itu, F baru masuk perguruan tinggi dan masih berumur 21 tahun.

Polres Balikpapan, Kalimantan Timur, terus bekerja keras mengusut kasus video panas yang diduga diperankan oleh mahasiswi salah satu universitas di kota itu.

“Ini kami masih dalam tahap penyelidikan,” kata Kasat Reskrim Ruslaeni kepada Balikpapan Pos, Sabtu (12/5/2018).

Saat ini, F telah berusia 23 tahun dan diduga bekerja di salah satu perusahaan swasta. (yad/yud/k1)