Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12281

Utang Luar Negeri Kuras Cadangan Devisa

0

batampos.co.id – Cadangan devisa kembali berkurang. Akhir Mei lalu cadangan devisa Indonesia tercatat sebesar USD 122,9 miliar. Angka tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan cadangan devisa April yang sebesar USD 124,9 miliar. Secara keseluruhan, cadangan devisa terus menurun dari posisi Januari yang sebesar USD 131,98 miliar. Pada Januari, cadangan devisa Indonesia tertinggi sepanjang sejarah.

Namun, kemudian perlahan cadangan devisa mulai meninggalkan capaian tertingginya.

Cadangan devisa pada Mei setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,2 bulan impor plus pembayaran utang luar negeri pemerintah. Cadangan tersebut juga masih berada di atas standar kecukupan internasional, yakni sekitar tiga bulan impor.

Penurunan cadangan devisa terutama dipengaruhi penggunaan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah. Juga stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi. Dengan kurs tengah Bank Indonesia (BI) yang menempatkan rupiah di level Rp 13.902 per dolar AS (USD) Jumat(8/6), rupiah tercatat melemah 2,66 persen sejak awal tahun.

”Cadangan devisa tetap memadai, didukung keyakinan terhadap stabilitas dan prospek perekonomian domestik yang membaik serta kinerja ekspor yang tetap positif. BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman, kemarin.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, devisa Indonesia masih lebih dari cukup. ”Nanti juga akan ada devisa dari pajak migas. Selain itu, pariwisata kita punya 10 Bali baru. Kan Kemenpar bagus-bagus tuh programnya,” ujarnya.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, cadangan devisa masih bisa digunakan sebagai bantalan untuk stabilisasi nilai tukar. Sebab, jumlahnya masih cukup untuk membiayai tiga bulan impor.

Namun, penanganan masalah struktural seperti peningkatan ekspor tetap perlu dilakukan. Sebab, hal itu sangat mendasar dalam menopang perekonomian.

”Kalau ini tidak kita atasi, akan sulit. Kita juga harus mendorong penggunaan barang dalam negeri untuk mengurangi impor,” ujar ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto. (rin/c11/sof)

Kepala BPIP Mundur

0

batampos.co.id – Di tengah kontroversi soal hak keuangan yang dikritik publik, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudi Latif, membuat kabar mengejutkan. Ia mundur dari lembaga tersebut.

Meski demikian, Yudi membantah kemundurannya terkait dengan polemik hak keuangan. Sebagaimana yang dia sampaikan dalam keterangan resminya, dia beralasan, transformasi lembaga dari UKP-PIP menjadi BPIP membawa perubahan besar pada struktur organisasi, peran, dan fungsi lembaga. Sehingga, dia merasa, diperlukan kepemimpinan yang mumpuni.

“Saya merasa, perlu ada pemimpin-pemimpin baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan. Proses transisi kelembagaan menuju BPIP hampir tuntas, adalah momen yang tepat untuk penyegaran kepemimpinan,” ujarnya.

Untuk diketahui, UKP-PIP adalah embrio dari BPIP yang dibentuk Presiden Joko Widodo pada 1 Juni 2017 lalu. Dan Yudi Latif dipilih sebagai kepala UKP-PIP pada 7 Juni 2017, atau selang sepekan setelah dibentuk.

Selama setahun menjabat, Yudi mengakui tidak banyak hal yang dilakukannya. Namun dia beralasan, sebagai lembaga baru, proses administrasi yang tidak sederhana. Sebagai contoh, saat masih berstatus UKP-PIP, anggaran masih menginduk ke Sekretaris Kabinet. Di tahun pertamanya, anggaran sebesar Rp 7 miliar baru turun pada awal November, dan pada 15 Desember penggunaan anggaran Kementerian/Lembaga harus berakhir.

“Praktis, kami hanya punya waktu satu bulan untuk menggunakan anggaran negara. Adapun anggaran untuk tahun 2018, sampai saat ini belum turun,” ujarnya.

Selain itu, kewenangan UKP-PIP berdasarkan Perpres juga hampir tidak memiliki kewenangan eksekusi secara langsung. Kemampuan mengoptimalkan kreasi tenaga pun terbatas. Setelah setahun bekerja, seluruh personil di jajaran Dewan Pengarah dan Pelaksana belum mendapatkan hak keuangan.

Yudi (berbaju biru)

Namun demikian, lanjutnya, bukan berarti tidak ada yang mereka kerjakan. “Setiap hari ada saja kegiatan kami di seluruh pelosok Tanan Air. Bahkan seringkali kami tak mengenal waktu libur,” kata pria berusia 53 tahun tersebut.

Juru Bicara Kepresidenan, Johan Budi, mengatakan surat permohonan tersebut tertanggal 7 Juni. Namun baru sampai di Istana, kemarin, sehingga Presiden belum membaca dan memberikan responsnya. Oleh karenanya, Johan belum bisa memastikan pengganti Yudi. “Respons saja belum, apalagi pengganti. Tapi sekali lagi pengunduran diri itu hak,” ujarnya.

Dia menilai, permohonan pengunduran diri merupakan hak siapapun. Menurut sepengetahuannya, lanjut Johan, permintaan tersebut tak terlepas dari keinginan Yudi untuk bisa intens berkumpul dengan keluarga. “BPIP kemudian disetarakan menteri tentu membutuhkan tingkat kesibukan yang lebih tinggi. Dalam surat itu beliau tidak sanggup karena masih ada urusan-urusan keluarga,” ujarnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menilai semua pihak harus menghormati keputusan Yudi. Hidayat menilai jangan ada pandangan miring bahwa keputusan ini terkait dengan sempat munculnya data jumlah gaji dari BPIP.

“Kalau saya tak ingin menduga-duga, tentu yang mengerti (alasan mundur) adalah Pak Yudi Latif. Kembali pada Pak Yudi Latif untuk menjelaskan secara jujur dan terbuka mengapa mundur,” kata Hidayat di gedung parlemen, kemarin.

Menurut Hidayat, penjelasan langsung dari Yudi Latif dinilai perlu. Sebab BPIP baru berusia pendek, setelah sebelumnya diberi nama UKP-PIP. Namun, terlepas dari itu, Yudi juga memiliki hak untuk mengambil keputusan.

“Ini adalah keputusan yang bersifat bebas orang untuk mengambilnya. Apakah mengambil mundur atau tidak mundur itu adalah tanggung jawab pribadi masing-masing,” kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS itu. (far/bay)

Indonesia Anggota Tidak Tetap DK PBB

0

batampos.co.id – Lewat kanal YouTube PBB tadi malam (8/6), Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terlihat begitu emosional. Persisnya ketika hasil voting pemilihan anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB diumumkan.

Indonesia berhasil meraih 144 suara. Sedangkan Maladewa, satu-satunya saingan untuk jadi anggota tidak tetap DK PBB dari Asia, hanya mengumpulkan 46 suara.

Dengan hasil tersebut, Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Selain Indonesia, ada empat negara lain yang tadi malam ditetapkan sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Yakni, Jerman, Afrika Selatan, Republik Dominika, dan Belgia.

Pengamat luar negeri dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung Teuku Rezasyah mengungkapkan, kemenangan Indonesia atas Maladewa sudah diprediksi sejak awal. Sebab, dari sisi kapasitas diplomatik, Indonesia jauh lebih besar dan luas cakupannya ketimbang Maladewa.

Keunggulan Indonesia atas Maladewa itu hasil dukungan banyak sektor. Mulai kinerja pembangunan Indonesia yang dinilai berhasil. Kemudian, keberhasilan pemerintah secara umum, kinerja diplomatik, serta dukungan masyarakat luas Indonesia.

”Ini bukan kemenangan Indonesia saja. Tetapi, kemenangan negara-negara berkembang dan negara yang demokrasinya baru berkembang lainnya,” katanya tadi malam.

Meski begitu, Rezasyah mengingatkan, Indonesia tidak perlu larut dalam kebahagiaan yang berlebihan. ’’Maladewa tetap harus diuwongkan (diorangkan, red),” tuturnya.

Dia berharap jangan sampai kemenangan itu malah tercemar dengan perilaku yang lupa diri. Menurut Rezasyah, ada beberapa misi diplomatik yang akan dibawa Indonesia.

Misalnya, isu kemerdekaan Palestina, warga Rohingya, serta isu-isu nuklir. Menurut Rezasyah, keberhasilan menjadi anggota tidak tetap DK PBB kali ini merupakan kali keempat. Sebelumnya, Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB di era Menlu Adam Malik, Hassan Wirajuda, serta Ali Alatas. (wan/c10/ttg/JPG)

Tik Tok Menjaga Inflasi di Batam

0
Warga belanja sayuran di Pasar Fanindo, Batuaji.
F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Menghadapi lonjakan inflasi saat mendekati akhir Ramadan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke distributor untuk menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok.

“Ini dilakukan untuk memastikan apakah barang kebutuhan pokok cukup tersedia dan cukup serta menambah pasokan jika terjadi kelangkaan,” kata Wakil Ketua TPID Kepri Gusti Raizal Eka Putera, Jumat (8/6).

Lalu langkah berikutnya adalah mengintensifkan kerjasama antar daerah untuk memenuhi kebutuhan pasokan bahan makanan dengan daerah penghasil.

“Lalu hingga akhir Ramadhan melaksanakan pasar murah dan menjelang Lebaran serta operasi pasar jika terjadi gejolak harga signifikan. Dan memonitoring harganya bersama dengan Satgas Pangan,” ungkapnya.

Gusti juga mengatakan TPID akan mendistribusikan bahan pokok melalui program Rumah Pangan Kita (RPK) dan e-warong.

“Dan menyampaikan informasi terkait perkembangan stok barang kebutuhan pokok serta kebijakan pemerintah dalam pengendalian barang kebutuhan pokok untuk mengelola ekspektasi inflasi kepada masyarakat,” katanya lagi.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) Kepri, indeks harga konsumen (IHK) Kepri pada Mei 2018 mengalami inflasi. Inflasi IHK tercatat sebesar 0,16 persen (mtm) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatatkan deflasi sebesar 0,29 persen (mtm).

Inflasi terbesar berasal dari kelompok administrated price dan kebutuhan barang pokok atau volatile food.

Inflasi dari administrated price bersumber dari peningkatan tarif angkatan udara sebesar 1,67 persen (mtm) dengan andil 0,06 persen (mtm).

“Kenaikan ini disebabkan peningkatan harga oleh operator penyedia jasa angkutan udara karena meningkatnya permintaan menjelak mudik Idul Fitri,” jelasnya.

Untuk menghadapi Lebaran, TPID juga telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan tersedianya pasokan dan lancarnya distribusi BBM dan LPG.

“Serta memantau harga tiket pesawat dan kapal ferry agar tidak melebihi batas atas yang ditetapkan oleh pemerintah,” pungkasnya. (leo)

Pasang Rambu untuk Antisipasi Kecelakaan Laut

0
Puluhan warga menikmati suasana pantai Trikora Bintan, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi mengimbau pengusaha resort dan hotel di Kawasan Pariwisata Pantai Trikora memasang rambu pembatas aman bagi pengunjung yang akan berenang. Karena selama libur Lebaran nanti, akan banyak wisatawan yang berkunjung ke Pantai Trikora maupun Lagoi. Pengunjung yang rata rata berasal dari luar Pulau Bintan kebanyakan ke sana untuk berenang.

Untuk mencegah korban tenggelam, dirinya meminta beberapa instansi terkait seperti kepolisian, dinas perhubungan, tagana menyiapkan posko-posko di beberapa titik-titik rawan.

“Untuk di Kawasan Pantai Lagoi mungkin tidak memiliki kendala yang berarti, yang menjadi persoalan biasanya di Pantai Trikora. Pengunjung yang berenang di sana acapkali menelan korban,” katanya.Selain menyiapkan posko, pihaknya juga minta koordinasi dengan pihak kawasan perhotelan sekitarnya untuk memasang tanda dan rambu pembatas kawasan berenang.

Untuk diketahui, di akhir tahun 2017 yang lalu, beberapa kejadian peristiwa tenggelam atau kecelakaan laut telah terjadi akibat pengunjung yang berenang di Kawasan Trikora. Para pengunjung awalnya hanya berenang di kawasan pantai namun mendadak lemas saat menyadari telah berenang di kawasan berombak kuat. Antisipasi pasca libur Lebaran, Pemkab Bintan melakukan koordinasi dengan pihak kawasan perhotelan sekitarnya untuk memasang tanda dan rambu pembatas kawasan berenang. (met)

 

PT BRC Santuni 35 Anak Yatim

0
GGM PT BRC Abdul Wahab didampingi GM Administrasi PT BRC Aditya Laksamana menyerahkan santunan saat buka puasa bersama karyawan PT BRC di Plaza Lagoi, Lagoi Bay, Kamis (7/6).F. Slamet Nofasusanto/batampos.co.id

batampos.co.id – Sebanyak 35 anak yatim dari 5 desa di Kecamatan Teluk Sebong menerima santunan dari PT Bintan Resort Cakrawala (BRC). Pemberian santunan sekaligus buka puasa bersama karyawan PT BRC dilakukan di Plaza Lagoi, Lagoi Bay, Kawasan Pariwisata Bintan Resorts Lagoi, Kamis (7/6).

Acara tersebut dihadiri Group General Manager (GGM) PT BRC Abdul Wahab, GM Administrasi PT BRC Aditya Laksamana dan Manager Operasional PT BRC Ahmad Yani. Turut menghadiri karyawan PT BRC dan beberapa kepala desa Kecamatan Teluk Sebong.

GGM PT BRC Abdul Wahab menyampaikan, acara ini merupakan bentuk syukur PT BRC dan rutin dilakukan setiap bulan Ramadan. Dalam kesempatan bulan yang penuh berkah ini, lanjutnya, PT BRC ingin membagi kebahagian dengan memberikan santunan kepada beberapa anak yatim di Kecamatan Teluk Sebong. “Tadi kami ajak anak-anak masuk ke rumah imaji sebelum mereka berbuka bersama,” ujar Abdul Wahab.

Dimana sebelumnya juga dilakukan pengajian bersama di Rumah Imaji. Selama berwisata di rumah imaji, anak-anak nampak bersemangat dalam berekspresi. Dia berharap anak-anak di Kabupaten Bintan terus berkreasi dalam hal apapun dengan semangat belajar untuk mengukir prestasi.

Di sisi lain, dia menyampaikan selama libur Lebaran, PT BRC siap memaksimalkan wahana wisata antara lain Rumah Imaji, Food*Gram dan Lantern Park maupun wahana wisata lainnya.(met)

Stok Premium dan Gas Elpiji Cukup

0

batampos.co.id – jelang libur cuti bersa­ma Ha­ri Raya Idul Fitri 1439 H tah­un ini, Hiswana Migas Ka­bu­paten Karimun menjamin stok premium dan solar cukup sam­pai dengan setelah hari ra­ya. Meski libur tahun ini lebih cepat dibandingkan tahun lalu.

”Insya Allah, berdasarkan laporan masing-masing agen, pangkalan serta SPBU, untuk BBM jenis premium dan solar mencukupi. Bahkan, stoknya yang ada saat ini cukup sampai dengan setelah hari raya,” kata Ketua Hiswana Migas Kabupaten Karimun Yuswar Yahyanati, Jumat (8/6).

Selain itu, lanjutnya, berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, khususnya konsumsi BBM menjelang hari raya dan pada sa­at hari H, mengalami pening­ka­tan. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kekurangan BBM, katanya, sudah dilakukan penambahan persediaan bebe­rapa hari sebelumya.

Sehingga saat ini stok BBM yang ada diprediksi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Karimun. Hanya saja, dia tidak bisa menyebutkan berapa jumlah pasti persediaan BBM jenis premium.

”Mudah-mudahan tidak ada masalah untuk BBM di Karimun dalam menyambut hari raya nanti,” harapnya. Sementara itu, agen gas elpiji PT Central Jaya, Budiyani secara terpisah me­ngatakan, saat ini gas elpi­ji 12 kg yang biasa dikonsumsi rumah tangga dan 50 kg un­tuk kebutuhan rumah makan, per­sediaannya mencukupi sa­mpai dengan hari raya nanti.

”Saat ini gas elpiji 12 kg dan 50 kg yang ada dan beredar di Karimun merupakan gas elpiji nonsubsidi. Sehingga persediaannya selalu ada,” katanya.

Libur Hari Raya Idul Fitri tahun ini dimulai Senin (11/6). Tapi menurut Budiyani, ketersediaan gas epliji nonsubsidi tidak ada masalah. Jika persediaan sudah mulai berkurang, pihaknya bisa melakukan pengisian kembali di Pertamina kapan saja dibutuhkan. Apalagi pada saat libur atau cuti bersama hari raya nanti, Pertamina di Tanjunguban tetap melayani untuk pengisian gas epliji nonsubsidi.

”Untuk pengisian kembali gas epiji ke Tanjunguban tidak ada masalah. Selain itu, kita juga punya armada sendiri untuk mengangkut tubung-tabung gas elpiji 12 kg dan 50 kg,” ujarnya.

Mereka bisa berangkat kapan saja. Rencananya dalam beberapa hari ke depan kita juga akan melakukan pengisian gas elpiji. Kita berharap kondisi cuaca di laut bersahabat. Sehingga pergi dan pulang pengisian bisa berjalan lancar,” katanya. (san)

Tips Mudik dari Pak Kapolresta Barelang

0
Calon penumpang antri di pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, Jumat (8/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Arus mudik Lebaran di Batam semakin terlihat di jalur pelabuhan maupun di bandara.

Demi menjaga keamanan dan kelancaran saat mudik Lebaran, Kapolresta Barelang Kombes Hengki memberikan beberapa tips aman kepada masyarakat Kota Batam dalam melakukan perjalanan.

“Tips mudik dari kita (kami, red), sebelum berangkat dan dalam perjalanan itu selalu hubungi keluarga yang dituju dan selalu informasikan posisi kita (kami, red),” kata Hengki.

Hal ini dilakukan agar keluarga yang sedang menunggu di kampung untuk tidak khawatir dan selalu mengetahui keberadaan pemudik.

Kemudian, untuk mudik yang menggunakan kendaraan, pemudik diharapkan untuk selalu mengecek kelengkapan kendaraan. Baik itu lampu rem, tekanan angin dan lainnya. Jika dalam perjalanan itu pemudik merasa lelah atau mengantuk, pemudik diminta untuk beristirahat.

“Tentunya kalau mau istirahat itu ditempat yang nyaman dan aman. Hindari istirahat di tepi jalan,” tuturnya.

Sementara, untuk yang mudik dengan gunakan kapal laut yang memakan waktu lama, para pemudik diminta untuk tidak menerima makanan maupun minuman dari seseorang yang baru dikenal. Hal ini untuk menghindari pemudik yang menjadi korban pembiusan.

“Kasus ini sudah sangat sering terjadi. Hampir setiap tahun diberbagai daerah ada korban pembiusan. Untuk itu, kita harus tetap waspada, terutama terhadap orang yang baru kita kenal,” bebernya.

Dan yang terakhir, Kapolres meminta kepada masyarakat untuk lebih memperhatikan lagi rumah yang akan ditinggalkan. Ia meminta kepada masyarakat untuk selalu menggunakan kunci ganda ke pintu rumah maupun memasang kunci ganda kendaraan yang ditinggalkan.

“Kabel listrik dan colokan listrik jangan lupa dimatikan semua. Tak kalah penting juga, regulator gas harap dilepas untuk menghindari hal yang tidak diinginkan,” kata Hengki.

Ia menambahkan, kepada pemudik juga diharapkan untuk melapor kepada perangkat Rt maupun tetangga sebelum berangkat. Selain itu, pemudik juga diharapkan melapor kepada pihak kepolisian agar dilakukan patroli rutin ke rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya. (gie)

IGD Tetap Buka 24 Jam selama Lebaran

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan KB Tanjungpinang Rustam menjelaskan, pelayanan kesehatan di IGD di tiga rumah sakit tetap berjalan selama Lebaran.

“IGD tetap buka 24 jam. Tidak cuma menangani kasus gawat darurat, kasus biasa pun untuk sementara waktu akan dilayani di IGD,” terang Rustam, Jumat (8/6).

Rustam menjelaskan bahwa di RS Umum Provinsi Kepri pada tanggal 11-20 Juni seluruh pelayanan terhadap pasien dialihkan di IGD selama 24 jam, baik itu yang darurat atau tidak. Begitu juga di RSUD Tanjungpinang, yang meliburkan semua praktik poli dan hanya menerima layanan umum yang juga dialihkan di IGD. “Sementara di RSAL, baru pada 21 Juni, rawat jalan sudah kembali normal seperti biasanya,” terang Rustam.

Keputusan ini adalah hasil kesepakatan dari rapat bersama dengan seluruh instansi terkait yang berkenaan dengan pelayanan kesehatan. Dari situ pula disepakati agar dibentuk sebuah grup komunikasi via aplikasi WhatsApp agar memudahkan koordinasi antarlini yang terlibat dalam penunaian pelayanan kesehatan selama fase Lebaran.

Rustam juga menjelaskan, bahwasanya puskesmas yang ada di Tanjungpinang tetap buka seperti hari biasa dari pukul 08.00-12.00 WIB. Untuk perawatan persalinan, puskesmas akan siaga 24 jam. “Sementara di Puskesmas Kampung Bugis selain bersalin juga ada pelayanan kasus gawat darurat dan rawat inap,” pungkas Rustam.(aya)

Positif Narkoba, WN Malaysia Diciduk Petugas

0
YS, saat diinterogasi petugas di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, Kamis (8/6). F. Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Tanjungpinang bersama Satnarkoba Polres Tanjungpinang mengamankan seorang lelaki Warga Negara (WN) Malaysia yakni YS, yang dicurigai sedang dalam pengaruh narkoba di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjungpinang, Jumat (8/6).

Di tempat yang sama, petugas juga mengamankan seorang penumpang perempuan warga Tanjungpinang, yakni DN saat akan turun dari kapal fery dari Batam.
Pantauan di lapangan, lelaki dan perempuan yang dicurigai tersebut langsung digeledah petugas. Hasilnya tidak ditemukan barang bukti narkoba pada badan dan barang bawaannya.

Kecurigaan petugas berlanjut, dan kembali memeriksa ponsel milik YS. Setelah diperiksa terdapat percakapan YS melalui pesan WhatsApp kepada seseorang yang diduga pengedar untuk memesan narkoba. Namun YS tidak mengaku dan ia tidak mengetahui siapa yang mengirim pesan tersebut. YS mengaku hanya menggunakan sabu. Ia ke Tanjungpinang untuk menemui tunangannya setelah lima hari berada di Batam. “Saya tak tahu siapa yang mengirim dari ponsel saya,” elak YS.

Namun, dari hasil tes urine yang dilakukan pihak BNN, kedua penumpang tersebut tak dapat mengelak karena positif menggunakan narkoba jenis sabu dan ekstasi. Mengetahui hal tersebut, petugas langsung mengamankan keduanya untuk dilakukan pemeriksaan. “Keduanya positif pake ineks dan sabu,” kata Kaur Bin Ops Satnarkoba Polres Tanjungpinang Ipda Farid Nur Aziz.

Selanjutnya, sambung Farid, kedua penumpang yang positif mengonsumsi narkoba digiring ke Mapolres Tanjungpinang untuk proses hukum lebih lanjut. “Kami lakukan pengembangan dan penyelidikan dulu, nanti hasilnya akan kami sampaikan,” tutupnya.(odi)