Selasa, 14 April 2026
Beranda blog Halaman 12303

Gratifikasi Harus Dilapor 30 Hari Kerja

0
Arif Fadilla. F:Yusnadi/batampos.co.id

batampos.co.id – Deputi Bidang Pencegahan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Aldiyansyah Nasution membenarkan adanya pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS. Arif Fadillah pada Jumat (23/3) lalu. Menurutnya, pemeriksaan tersebut dilakukan berdasarkan laporakan yang diterima lembaga anti rasuah tersebut.

“Ya benar, KPK melakukan klarifikasi. Setelah adanya laporan masyarakat yang masuk,” ujar Aldiyansyah Nasution, Minggu (25/3).

Ditanya apakah sudah mendapat kebenaran atas laporan yang masuk tersebut? Pria yang akrab disapa Chocky itu enggan membeberkannnya. Dijelaskan Chocky, yang dilaporkan bukan soal pernikahan anak Sekda. Tetapi penerimaan bantuan sebelum dan sesudah atau kapanpun penerimaan tersebut.

“Makanya gratifikasi harus dilaporkan ke KPK paling lambat 30 hari kerja oleh penerima,” tegas Chocky

Dijabarkannya juga, apabila sudah dilaporkan ke KPK, pidana gratifikasi tersebut akan gugur. Tetapi, kalau tidak dilaporkan akan menjadi tindak pidana. Atas dasar itu, KPK melakukan proses klarifikasi kepada Sekda Kepri. Kembali ditanya apa aturan main yang diabaikan oleh Sekda Kepri?

“Untuk pertanyaan tersebut bisa konfirmasi langsung ke yang bersangkutan,” jawab Chocky.

Meskipun demikian, Chocky kembali menegaskan, pemberian dalam bentuk apapun yang terkait dengan jabatan dan bertentangan dengan kepentingan adalah gratifikasi. Langkah yang dilakukan KPK adalah untuk menemukan kebenaran yang terjadi.

“Gratifikasi adalah tindak pidana, jika cukup alat bukti bisa di pidana,” tutup Chocky.

Berdasarkan kabar yang berkembang, sebelum dilangsungkannya pesta pernikahan, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kepri terlibat rapat bersama Asisten III Pemprov Kepri, Muhammad Hasbi. Rapat tersebut membahas soal sumbangan makanan setengah berat untuk pernikahan Faisal Arif Fadillah.

Makanan setengah berat itu seperti soto, tekwan, empek-empek, bakso, prata, roti kirai, mi Tarempa, siomay, dan lainnya. Rapat juga menyepakati Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepri, Misni, sebagai koordinator yang mengurusi sumbangan OPD ini.

Ada 16 OPD yang setuju memberikan sumbangan makanan setengah berat tersebut. Yakni Dinas P3AP2KB, BKD, Biro Organisasi, Disperindag, Bappeda, Perkim, Kesbangpol Limnas, Dinas Pariwisata, Biro Kesra, Dinas Perhubungan, Badan Kominfo, LBH, DKP, PMD, ULP, dan Disnaker.

Sesuai kesepakatan dalam rapat itu pula, masing-masing OPD menyumbang menu makanan setengah berat yang berbeda-beda. BKD, misalnya. Menyumbang 500 porsi tekwan, Bappeda menyumbang 1.500 porsi sate, Dinas Perhubungan menyumbang 800 porsi bakso, dan sebagainya.

Dari segi jumlah porsi, masing-masing OPD rata-rata menyumbang 500 porsi makanan. Sementara anggarannya rata-rata Rp 6 juta per OPD. Di antara OPD dengan sumbangan terbesar adalah BKD, Biro Organisasi, dan Kesbangpol Limnas. Ketiga OPD itu masing-masing menyumbang Rp 7.500.000 dengan menu makanan yang berbeda. Sedangkan anggaran paling rendah disumbangkan Disnaker. Yakni Rp 3.000.000 untuk 300 porsi bubur pedas.

Daftar sumbangan ini sebenarnya sempat beredar setelah pernikahan putra Sekda Arif dilangsungkan. Namun saat itu Sekda Arif membantahnya. Ia menegaskan semua biaya dan hidangan yang disuguhkan dalam pernikahan putranya itu dibiayai sendiri.

Sementara saat disinggung mengenai sejumlah kado untuk pernikahan putranya, Arif juga mengaku tidak menerimanya. Bahkan di dalam undangan pernikahan putranya itu sudah dicantumkan, bahwa Arif dan putranya tidak menerima hadiah atau kado dalam bentuk apapun.

“Kita hormati dan ikuti aturan yang sudah ada, sesuai dengan anjuran KPK,” papar Arif, waktu itu.(jpg)

Pembangunan Tanjungsauh Dimulai Juni

0

batampos.co.id – Rencana pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh di Batam memasuki babak baru. Pelabuhan kontainer seluas 1.200 hektare ini akan mulai dibangun pada Juni mendatang.

Kepastian ini diperoleh setelah Panbil Group, Pelindo, Pemprov Kepri, dan Badan Pengusahaan (BP) Batam menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh di Hotel Best Western Panbil, Sabtu (24/3). Untuk tahap awal, pembangunan pelabuhan ini diperkirakan akan menelan anggaran sebesar Rp 13 triliun.

“Peletakan batu pertama pada Juni. Jadi tahun ini pembangunnya sudah real,” kata Director Managing Panbil Group, Johanes Kennedy.

Ia mengatakan ada beberapa perusahaan yang akan terlibat dalam pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh. Mereka akan tergabung dalam sebuah konsorsium. Yang sudah pasti adalah Panbil Group, Pelindo, dan China Communications Construction Company (CCCC) Limited dari Tiongkok. Dan tidak menutup kemungkinan masih ada perusahaan nasional lainnya yang akan bergabung.

“Setelah MoU ini, harapan kami langsung ada MoU dengan perusahaan konsorsium. Ini untuk mempercepat pembangunannya,” kata Johanes.

Untuk tahap awal, pembangunan akan dimulai dengan membangun jembatan dari Batam ke Tanjungsauh. Jembatan ini juga merupakan jembatan yang nantinya akan menghubungkan Batam dengan Bintan atau Jembatan Batam-Bintan (Babin).

Saat ini pihaknya masih menunggu sikap dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terkait skema pendanaannya. Termasuk opsi-opsi pengelolaan Tanjungsauh nantinya.

“Misalnya, apakah Tanjungsauh nanti dikelola oleh perusahaan lokal dan nasional tetapi pemiliknya CCCC, atau sama-sama semua pengelola, ini masih terus kami bahas,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga masih mengurus sejumlah syarat dan perizinan terkait rencana pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh. Ia berharap semua pihak terkait mendukung rencana tersebut, sehingga pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh bisa segera dimulia.

“Izin Amdal sudah selesai,” katanya.

Sementara perwakilan dari Pelindo, Sandi Wijaya, juga berharap agar pembangunan Tanjungsauh ini bisa segera dimulai. Pelindo akan menggunakan potensi yang ada agar pelabuhan internasional tersebut bisa segera terealisasi.

“Kami punya banyak pelabuhan di Sumatera. Ada di Sumatera Utara, ada di Aceh. Ini semua akan kita koneksikan untuk mendukung Tanjungsauh,” katanya.

Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menyambut baik pembangunan Tanjungsauh. Apalagi proyek ini memang sudah direncakaan sejak beberapa tahun silam, tetapi tak kunjung terealisasi.

“Sudah sejak beberapa tahun lalu ini digaungkan. Tetapi sepertinya baru tahun ini bisa terealisasi. Kami akan mendukung penuh,” katanya.

Ia mengatakan, Pelabuhan Batuampar siap mendukung pembangunan Tanjungsauh. Karena nantinya jika pelabuhan ini sudah beroperasi, maka Tanjungsauh juga akan mendukung operasional Pelabuhan Batuampar.

Di tempat yang sama, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun berharap pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh disejalankan dengan pembangunan Jembatan Babin. Sehingga Batam dan Bintan segera terkoneksi.

“Kami akan mendorong agar pembangunan pelabuhan ini segera selesai. Pada intinya kami siap mendukung penuh,” katanya. (ian)

Limbah Minyak di Nongsa Diduga Hasil Tank Cleaning Kapal

0

batampos.co.id – Perairan Batam selalu dijadikan tempat pembuangan limbah minyak atau sludge oil. Limbah tersebut berasal dari kapal yang melakukan pembersihan tangki atau tank cleaning di tengah laut.

“Kalau saya lihat pencemaran minyak hitam di pantai Nongsa itu hasil buangan tank cleaning kapal. Ini dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” ujar anggota DPRD Batam, Jefri Simanjuntak, kemarin.

Menurutnya, hasil tank clening tersebut sengaja dibuang ke laut guna menghindari biaya yang besar. Sebab untuk pemusnahan sisa minyak di kapal tersebut seharusnya dilakukan di darat. Bukan dibuang di laut.

“Kalau buang ke tempat penampungan limbah harganya pasti mahal, makanya dibuang di laut,” kata Jefri.

Ditegaskan, Pemko seharunya segera berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk mencegah terjadinya pencemaran laut di Batam. Termasuk juga mencari tahu siapa-siapa saja yang melakukan tank cleaning ini.

“DLH harus berkordinasi dengan angkatan laut dan pol airut. Pembuangan limbah ini sudah berlangsung belasan tahun. Rata-rata pelakunya adalah orang-orang kita juga (Indonesia),” sebut Jefri.

Selain itu, dinas terkait diminta segera melakukan pembersihan di wilayah pantai yang berdampak limbah. Ia juga menilai ini tak mudah dilakukan. Sebab, limbah minyak tersebut akan lengket di pohon dan bakau.

“Yang jelas butuh anggaran besar. Sebab, setelah dikumpulkan tentu harus dimusnahkan lagi,” sesalnya.

Ia menambahkan, dampak tank cleaning ini sangat luar bisa. Salah satu pencemarannya terhadap pariwisata Batam. Selain itu, karena dibuang di bibir pantai akan merusak ekosistem laut dan kerugian bagi nelayan.

“Semua pihak harus turun tangan, jangan sampai laut Batam terus tercemar oleh ulah pihak-pihak yang tak bertanggungjawab,” sebut Jefri.

Sementara itu anggota Komisi III DPRD Batam, Rohaizat meminta Dinas Lingkunga Hidup harus bertindak cepat, menyelidiki atas pencemaran yang dilakukan. Apalagi limbah ini sangat menggangu terhadap nelayan.

Hal ini juga disesalkan, mengingat kawasan tersebut merupakan daerah wisata. “Tentunya sangat menganggu.

“Dinas terkait harus segera selidiki dan beri sanksitegas sesuai aturan yang berlaku,” kata Roihatza. (rng)

Akhirnya, Pelayanan BPJS di RS AwalBross Aktif Hari Ini

0
Dokter Spesialis Penyakit Gusi dan Jaringan Penyangga Gigi Rumah Sakit Awal Bros, Drg Airina, Sp saat memeriksa gigi pasien di Rumah Sakit Awal Bros | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam akhirnya kembali menjalin kerjasama dengan Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) Batam. Peserta JKN-KIS pun sudah bisa mendapat pelayanan di RSAB mulai hari ini, Senin (26/3).

Humas RSAB Batam, Chintya mengatakan kesepakatan kerjasama telah berlangsung beberapa hari lalu. Namun untuk pelayanan untuk pasien BPJS Kesehatan baru dimulai hari ini.

“Senin (hari ini, red) kami sudah efektif menerima pelayanan untuk peserta BPJS Kesehatan,” kata Chintya kepada Batam Pos, kemarin.

Menurut dia, RSAB menerima seluruh jenis pelayanan kesehatan bagi peserta BPJS. Meski begitu, peserta BPJS Kesehatan tak serta merta bisa langsung mendapat pelayanan di RSAB tersebut. Peserta BPJS harus mendapat rujukan dari rumah sakit tipe c, hal itu dikarenakan RSAB merupakan rumah sakit tipe B.

” Ya harus ada rujukan dari rumah sakit tipe C dulu. Kecuali untuk pasien emergency,” terang Chintya.

Sementara itu, Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Irfan Racmadi membenarkan kerjasama yang kembali terjalin dengan RSAB. Peserta JKN-KIS pun sudah bisa mendapat pelayanan setelah mendapat rujukan dari rumah sakit tipe C.

“Efektif hari Senin tanggal 26 Maret. Namun untuk mendapat pelayanan disana harus ada rujukan dulu,” terang Irfan.

Menurut dia, perjanjian kerjasama antara BPJS Kesehatan dan RSAB sama dengan rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya. Hanya saja, pihaknya menekankan bahw RSAB tak boleh lagi membeda-bedakan antara pasien umum dan JKN-KIS.

” Tak boleh adanya perbedaan. Pelayanan harus sama. Untuk ruang perawatan tergantung dari kelas peserta,” imbuh Irfan

Masih kata Irfan, karena sudah ada kerjasama maka RSAB wajib melayani seluruh penyakit yang telah diatur oleh undang-undang.

“Pelayanan tak ada pengecualian. Untuk sarana dan prasana, RSAB mengaku siap,” pungkas Irfan (she)

Sekda Arif Bisa Dipidana

0
Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah (kiri) saat menerima DPA APBD 2018 dari Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Rabu (3/1), lalu. F. Humas Pemprov untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Deputi Bidang Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Adliansyah Nasution, membenarkan pihaknya telah memeriksa Sekda Provinsi Kepri TS Arif Fadillah, Jumat (23/3) lalu. Jika terbukti menerima gratifikasi, Arif bisa dipidana.

“Gratifikasi adalah tindak pidana, jika cukup alat bukti bisa dipidana,” kata Adliansyah, Minggu (25/3).

Pria yang akrab disapa Choky ini menjelaskan, Sekda Arif diperiksa karena diduga telah menerima gratifikasi berupa bantuan atau sumbangan untuk pernikahan putranya, Faisal Arif Fadillah, di Tanjungpinang pada 26 Februari lalu. Menurut Choky, seharusnya sumbangan itu dilaporkan ke KPK.

“Gratifikasi harus dilaporkan ke KPK paling lambat 30 hari kerja setelah menerimanya,” kata Choky.

Choky mengatakan, jika gratifikasi tersebut dilaporkan sesuai aturan, maka pidana gratifikasi akan gugur. Namun jika tidak dilaporkan sebelum 30 hari kerja setelah menerimanya, maka akan masuk kategori tindak pidana.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekda Arif diduga menerima gratifikasi berupa sumbangan dan bantuan makanan setengah berat untuk pernikahan putranya, Faisal Arif Fadillah. Sumbangan tersebut diberikan oleh 16 kepala dinas atau Organiasai Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Kepri.

Makanan setengah berat itu seperti soto, tekwan, empek-empek, bakso, prata, roti kirai, mi Tarempa, siomay, dan lainnya.

Ke-16 OPD yang memberikan sumbangan itu antara lain Dinas P3AP2KB, BKD, Biro Organisasi, Disperindag, Bappeda, Perkim, Kesbangpol Limnas, Dinas Pariwisata, Biro Kesra, Dinas Perhubungan, Badan Kominfo, LBH, DKP, PMD, ULP, dan Disnaker.

Masing-masing OPD menyumbang menu makanan setengah berat yang berbeda-beda. BKD, misalnya. Menyumbang 500 porsi tekwan, Bappeda menyumbang 1.500 porsi sate, Dinas Perhubungan menyumbang 800 porsi bakso, dan sebagainya.

Dari segi jumlah porsi, masing-masing OPD rata-rata menyumbang 500 porsi makanan. Anggarannya rata-rata Rp 6 juta per OPD.

Di antara OPD dengan sumbangan terbesar adalah BKD, Biro Organisasi, dan Kesbangpol Limnas. Ketiga OPD itu masing-masing menyumbang Rp 7.500.000 dengan menu makanan yang berbeda. Sedangkan anggaran paling rendah disumbangkan Disnaker. Yakni Rp 3.000.000 untuk 300 porsi bubur pedas.

Sekda Arif pernah membantah bahwa ia menerima sumbangan tersebut. Ia menegaskan semua biaya untuk pernikahan putranya itu ditanggung sendiri, bukan dari sumbangan. Bahkan di dalam undangan pernikahan putranya itu sudah dicantumkan, bahwa Arif dan putranya tidak menerima hadiah atau kado dalam bentuk apapun. Sebab Arif mengaku sudah sangat paham dengan aturan yang berlaku.

“Kita hormati dan ikuti aturan yang sudah ada, sesuai dengan anjuran KPK,” kata Arif, waktu itu. (jpg)

Penerimaan Anggota Polri Bebas KKN

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri dalam waktu dekat akan membuka penerimaan anggota Polri, untuk Taruna Akpol, Bintara dan Tamtama. Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga membenarkan adanya penerimaan ini.

“Namun untuk waktu belum kami tentukan, masih menunggu dari Mabes Polri,” katanya, Sabtu (24/3).

Namun, kata Erlangga pembukaan pendaftaran ini akan diadakan dalam waktu dekat. “Tak lama lagi,” ucapnya.

Erlangga meminta pemuda pemudi di Kepri yang berminat menjadi bagian dari Polri, untuk mempersiapkan syarat-syarat yang telah ditentukan. Syarat-syarat untuk menjadi anggota Polri yakni Warga Negara Indonesia (WNI), berumur paling rendah 17 tahun dan maksimal 21 tahun, memiliki ijazah serendah-rendahnya SMA, MA atau SMK. Lalu tidak pernah menjadi terpidana, belum pernah mengikuti pendidikan Polri atau TNI. Untuk Laki-laki, kata Erlangga memiliki tinggi minimal 165 cm dan wanita 160 cm,
“Tidak pernah menikah, tidak bertato, bebas narkoba, minimal berdomisili dua tahun di wilayah Polda Kepri. Nilai UN minimal 60,00,” ungkap Erlangga.

Penerimaan polisi ini, disebutkan Erlangga tidak dipungut biaya satu rupiah pun. Ia menghimbau kepada pemuda pemudi di Kepri tidak terbuju rayuan oknum-oknum calo, yang menjamin akan kelulusan. Karena penerimaan Polri bersih bebas dari KKN (korupsi kolusi nepotisme). “Yang lulus nantinya, adalah orang-orang sesuai dengan kualifikasi. Kalau ada calo menjanjikan itu, jangan percaya dan laporkan ke kami,” tuturnya.

Erlangga berharap peminat untuk menjadi anggota Polri, mempersiapkan fisik, mental dan pikirannya, agar bisa lulus seluruh tahapan tes masuk. “Berlatih, berlajar, siapkan diri menjalani serangkaian tes nantinya,” ucapnya. (ska)

Gianty Nurochman Sukaaaaaa… banget Kota Batam

0

batampos.co.id – Kota Batam bukanlah tempat kelahiran Gianty Nurochman. Namun bagi gadis manis kelahiran 24 tahun yang silam itu, merasa Kota Batam sudah menjadi bagian kehidupannya yang tak terpisahkan lagi. “Batam itu asyik, rame, seru,” katanya, Sabtu (24/3).

Selain itu, dari sudut pandang gadis yang bercita-cita menikah sebelum umur 25 ini, memiliki banyak tempat nongkrong atau cafe yang unik dan menarik. Sehingga membuat betah orang-orang yang datang ke Batam.

“Batam itu memiliki cafe-cafe, yang buat kita ingin berlama-lama. Konsep-konsep yang ditawarkan menarik dan unik-unik,” tuturnya.

Tak hanya itu saja, Gianty mengatakan hampir seluruh jenis makanan se Indonesia ada di Batam. Mau mencari makanan Batak, Manado, Kalimantan, Minang, Jawa, Sunda, semuanya ada disini. “Jadi tidak perlu jauh-jauh ke kota asalnya, karena jenis makanan daerah se Indonesia ada di Batam,” ungkapnya.

Karena banyak kelebihan ini, membuat Gianty yang lahir di Bandung memutuskan untuk menetap di Batam. Saat ini, katanya sudah memiliki tour dan travel sendiri. “Saya mendirikannya sejak November 2016,” ucapnya.

Hingga kini travel yang dikelolanya terus berkembang dan memiliki banyak pelanggan. Ia melihat prospek parawisata di Batam cukup baik. Karena untuk mendatangkan wisatawan dalam negeri, tidak hanya menjual Kota Batam saja. Para pelaku tour dan travel juga bisa menjual kedekatan Kota Batam dengan Singapura. (ska)

72 SMA Sederajat di Kepri akan Melaksanakan UNBK

0
Siswa dan siswi SMAN 19 berkumpul di halaman sekolah. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 72 SMA sederajat akan menggelar ujuan nasional berbasis komputer (UNBK) pada 2-12 April mendatang. Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir, Sabtu (24/3).

“Untuk pelaksanaan UNBK ada dua jadwal yang pertama SMK itu tanggal 2-5 April sedangkan SMA itu 9-12 April,” kata dia.

Batam lanjutnya memiliki peserta UNBK paling banyak jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya. Ia merinci 66 SMA sederajat mandiri dan enam sekolah numpang.

Dia mengungkapkan demi kelancaran UNBK tahun ini, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PLN agar tidak ada gangguan listrik nantinya. “Soalnya kan online jadi kalau arus listrik terkendala takutnya mengganggu kosentrasi anak-anak,” sebutnya.

Arifin menambahkan total sekolah yang mengikuti UNBK berjumlah 130 SMA terdiri dari 48 SMA, 22 MA dan 60 SMK di Kepulauan Riau (Kepri). Dia berharap ujian bisa berjalan dengan baik dan siswa lulus dengan nilai memuaskan.

Kepala Sekolah SMKN 4 Batam, Muhammad Taher mengatakan tahun ini ada 304 siswa yang akan mengikuti UNBK. Ujian akan dibagi dalam tiga sesi mulai dari 08.00-16.00 WIB.

“Nanti ada tiga ruangan yang disiapkan untuk UNBK ini,” sebutnya.

Untuk kelancaran proses UNBK sekolah juga telah meminta kepada pihak Telkomsel sebagai penanggung jawab jaringan untuk membantu siswa selama ujian berlangsung. Selain itu ada juga pihak PLN soal aliran listrik.

“Agar tak ada masalah, jadi kami minta untuk aliran listriknya terjaga, biar siswa bisa menyelesaiakan ujian tepat waktu,” tambahnya.

Untuk sarana dan prasarana, Taher menyebutkan ada 102 komputer yang akan digunakan untuk UNBK nantinya. Selain itu ada juga tim teknis yang akan membantu siswa jika ditemukan kendala seperti waktu masuk ke sistem dan lainnya.

“Alhamdulillah semua sudah siap, tinggal pelaksanaanya saja lagi,” tutupnya.(yui)

Harga Daging Sapi Masih Tinggi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Harga daging sapi beku di Batam masih tetap tinggi meski pemerintah telah mewanti-wanti agar tidak menjual diatas harga eceran tertinggi (HET). Alasan penjual bertahan diatas HET karena harga dari distributor yang memang tinggi.

Kenaikan harga daging sapi beku sudah terjadi sejak tiga minggu lalu. Pemko Batam melalui Dinas Perindustrian pun sudah turun mengecek dan membenarkan kenaikan harga. Namun hingga kini harga daging sapi beku tetap bertahan diatas HET.

Seperti di pasar Tos 3000 Jodoh, harga daging sapi beku tetap bertahan diangka Rp 87-90 ribu perkilonya. Amir pedagang daging sapi mengaku harga daging sapi belum turun karena memang tinggi dari distributor.

“Kami belinya memang tinggi, tak mungkin kami jual dibawah modal,” kata Amir, Sabtu (24/3).

Menurut dia, karena tingginya harga banyak warga beralih membeli ayam buras. Hal itu dikarenakan harga daging ayam buras jauh lebih murah yang hanya Rp 30 ribu sekilonya.

“Pembeli lebih sepi. Biasanya dalam sehari saya bisa menjual 100 kilo daging sapi, sekarang paling banyak 60 kilo,” terang Amir.

Amir mengaku tidak takut dengan ancaman pemerintah yang akan mempersulit izin publik jika tetap nekat menjual daging sapi diatas HET. Alasanya, kenaikan harga bukan karena dirinya, namun karena harga yang memang tinggi.

“Kami kan hanya menjual. Kalau mau sanksi yang distributornya yang memang memberi harga tinggi. Kami menjual tak mungkin jauh dari modal,” imbuhnya lagi.

Hal senada dikatakan Anwar pedagang daging sapi beku lainnya di kawasan Jodoh. Menurutnya, harga daging sapi tidak turun, karena memang dari distributor tinggi.

“Harga masih sama dengan minggu lalu Rp 87 ribu perkilo. Belum ada turun,” imbuhnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam akan memberi sanksi tegas kepada pedagang nakal yang menjual komoditi pokok diatas harga eceran tertinggi (HET). Sanksi tegas itu bisa berupa mempersulit izin publik yang nantinya akan diurus para pedagang.(she)

Sanggup Angkat

0
foto: dalil harahap / batampos

Dia tidak berat tapi tak juga ringan, sedang saja. Anak kecil pun sanggup angkat. Itulah BrightGas 5.5 Kg.

Harganya sesuai dengan kemampuan pelanggan. Seperti anak kecil itu… mampu mengangkatnya.

foto/teks: Dalil Harahap/Batam Pos