Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 12310

Direskrimsus Bongkar Kontainer yang Dicurigai

0
foto: slamet / batampos

batampos.co.id – Ditreskrimsus Polda Kepri bersama Polres Bintan membongkar dan mencacah isi kontainer yang diamankan di Pelabuhan Sei Kolak, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Jumat (6/4) lalu.

Pencacahan isi kontainer dilakukan di Mapolres Bintan Kompleks Bandar Seri Bentan di Bintan Buyu, Sabtu (7/4).

Pantauan di lapangan, 7 dari 8 kontainer siap untuk dibongkar dan dicacah di Mapolres Bintan sedangkan 1 kontainer masih di Pelabuhan Sei Kolak, Kecamatan Bintan Timur.

“Baru 3 (kontainer) yang dicacah,” ujar Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Aris Rusdianto dijumpai di pelantaran musala Mapolres Bintan, siang kemarin.

Aris menegaskan, sebenarnya 21 kontainer yang dibongkar, tapi 8 kontainer yang terindikasi barang – barang ilegal.

Barang – barang ilegal tersebut antara lain kosmetik, elektronik dan handphone, kasur serta bantalan sofa.

Kosmetik dan elektonik berasal dari Tiongkok. Demikian pula handphone merek Xiaomi. Tak cuma itu, barang elektronik lainnya juga berasal dari negeri Tirai Bambu.

“Barang-barang dari sana banyak membanjiri sini,” katanya.

Sedangkan kasur berasal dari Singapura. Ia menjelaskan barang-barang tersebut masuk ke Batam lalu diseberangkan menggunakan lori ke Tanjunguban melalui Kapal Roll On
Roll Off (RoRo).

Selanjutnya lori bergerak ke beberapa gudang di wilayah Tanjungpinang. Di gudang tersebut barang-barang ilegal dimuat ke peti kemas.

“Ini modus mereka untuk menghindari pajak,” jelasnya.

Menurut rencana barang-barang ilegal tersebut akan diangkut kapal Pelni tujuan Jakarta. Kemudian akan dipasarkan ke sejumlah pusat perdagangan di Jakarta. Seperti handphone merek Xiaomi akan dipasarkan di Gelodok, Jakarta.

Ia menyebut banyak pelanggaran yang dilakukan terkait diamankannya 8 kontainer. Antara lain pelanggaran undang undang perdagangan, lalu pelanggaran aturan telekomunikasi seperti handphone xiaomi yang belum didaftar ke pemerintah.

“Tidak ada IMEI nya. Harusnya didaftarkan,” sebut dia.

Berapa banyak jumlah handphone yang diamankan? Ia menjawab, ada beberapa.

“Kalau yang elektronik, buku pedoman dan lainnya masih bahasa Tiongkok. Seharusnya kalau mengikuti aturan harus SNI yaitu ber Bahasa Indonesia,” jelasnya.

Disinggung soal rokok? Ia mengakui dari 21 kontainer yang dibongkar, 2 kontainer berisikan rokok. Hanya rokok merek Gudang Garam Surya tersebut dokumennya jelas.

“Rokok retur. Habis tahun 2017,” jelas dia.

Apakah ada mikol? Ia menegaskan tidak ada.

Apakah penahanan 8 kontainer ada kaitannya dengan penangkapan 5 kontainer sebelumnya pada Sabtu (3/3) lalu di Pelabuhan Sei Kolak, Kijang, Kecamatan Bintan Timur?

“Belum ke situ, bertahap. Sekarang masih di hulu,” jawabnya.

Ia memprediksi pencacahan 8 kontainer akan rampung dilakukan pada Minggu (8/4).

“Kalau besok selesai, kemungkinan akan diekspos Pak Kapolda Senin,” ujarnya. (met)

BP Batam Luncurkan Program Seven Go

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam meluncurkan Program Seven Go, Sabtu (7/4) di Bundaran BP Batam. Program ini bertujuan untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi Batam dengan mengajak masyarakat ikut serta dalam mensukseskannya.

“Ada tujuh program yakni Go Investment, Go SME, Go Green, Go Clean, Go Pray, Go Health dan Go Creative,” ujar Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di Mediacentre BP Batam usai membuka Pasar Kuliner 2018 yang dilaksanakan di Bundaran BP Batam.

Go Investment bertujuan untuk memacu investasi.

Go SME bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi lapisan masyarakat menengah kebawah.

Go Green dilakukan untuk menghijaukan seluruh Batam dengan menanam pohon di sepanjang ROW jalan.

Go Clean ingin Batam ini bersih.

Gerakan Go Clean ini terinspirasi dari cara masyarakat Eropa dalam merawat lingkungannya.

“Saya dapat video dari orang sedang jogging di Eropa. Mereka jogging dikasih kantong plastik untuk memungut tiap sampah yang mereka temukan,” paparnya.

Go Pray yang berkaitan dengan keberagaman agama. BP Batam ingin berkontribusi untuk membangun dan memelihara tempat ibadah di Batam.

“Ini untuk kepentingan masyarakat. Dalam kehidupan harus seimbang. Ini untuk menghormati keberagaman agama yang ada di Batam,” ucanya.

Go Creative. Program ini berhubungan dengan membentuk kreativitas masyarakat terutama di era digital ini.

“Sudah saatnya kita dorong kreativitas masyarakat. Makanya ada Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Disini sudah ada industri kreatif yang bisa bangun kreativitas,” jelasnya.

Go Health yang mengajak masyarakat untuk menjaga kesehatannya dengan rajin berolahraga. Disamping itu, BP Batam juga tengah mengembangkan Rumah Sakit Otorita Batam (RSBP) menjadi pusat pelayanan terpadu kesehatan untuk masyarakat Batam.

“Kami terus komitmen melalui program Go ini dan meminta dukungan semua stakeholder,” paparnya.

Program ini mendapat dukungan dari Kadin Kepri. Ketuanya Achmad Makruf Maulana mengatakan pihaknya mengapresiasi sekali terobosan-terobosan yang dilakukan BP Batam.

“Kami dukung terobosan-terobosan di BP Batam. Karena dapat menggairahkan dunia usaha,” jelasnya.

Ia mengatakan terobosan yang dilakukan BP Batam bukanlah omong kosong.

“Kami sambut baik karena ini dapat meningkatkan ekonomi Batam,” jelasnya.

Selanjutnya Kadin Kepri dan BP Batam akan melakukan promosi investasi bersama-sama keluar negeri.

“Insya Allah tidak mustahil dalam dua tahun pertumbuhan ekonominya sebanyak 7 persen tercapai,” paparnya. (leo)

 

Batam Pos Zaman Now

0
Candra Ibrahim (kiri) bersama Guntur M Sunan

batampos.co.idBatam Pos memasuki era baru. Siap mengikuti perkembangan zaman tanpa melupakan sejarah. Karena dari tahun-tahun yang sudah berlalu, Batam Pos bisa berkaca dan belajar.

Regenerasi dan penyegaran dilakukan di internal Batam Pos. Candra Ibrahim resmi menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang digelar di kantor Batam Pos, Gedung Graha Pena lantai 2 Batam Center, Sabtu (7/4).

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Direktur Operasional (Dirops).

Sementara, Direktur Batam Pos dijabat wajah baru. Dia adalah Guntur Marchista Sunan. Eks kepala redaksi Bontang Post dan Metro Samarinda (Kaltim Post Group) itu sebelumnya menjabat sebagai General Manager (GM) di perusahaan media terbesar dan terpopuler di Kepri itu.

Keduanya akan menjadi nahkoda Batam Pos ke depan.

“Singkat cerita Batam Pos zaman now lah,” katanya.

Boleh dibilang, pimpinan baru Batam Pos segar-segar. Masih muda-muda. Candra masih 46 tahun alias memasuki usia produktif. Sedangkan Guntur yang berstatus karyawan Jawa Pos Jaringan Media Nusantara (JJMN)–anak perusahaan Jawa Pos Holding Company–itu baru 30 tahun.

Meski demikian, mereka tetap dibimbing oleh para komisaris perusahaan. Sekadar info, Dewan Komisaris Batam Pos terdiri dari Suhendro Boroma selaku Komisaris Utama yang juga CEO Riau Pos Group, Marganas Nainggolan selaku Wakil Komisaris Utama, serta Usep RS, Socrates, dan Asparaini Rasyad selaku Komisaris.

Candra mengatakan, tiap zaman memiliki tantangan yang berbeda.

Di zaman now ini, Batam Pos juga mendapatkan tantangan yang jauh berbeda dari zaman-zaman sebelumnya.

“Saat ini internet sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Informasi bisa didapat melalui gawai-gawai yang canggih.

Tapi Batam Pos tetap hadir untuk mencerdaskan bangsa, dengan memberikan pemahaman yang benar akan sebuah peristiwa. Berita-berita yang disajikan juga sesuai dengan fakta di lapangan, terkonfirmasi dan paling utama tidak hoax,” katanya.

Saat koran-koran lain mengalami penurunan, Batam Pos tetap berdiri tegak menjadi koran terutama dan paling banyak dibaca di Provinsi Kepulauan Riau.

Chandra menuturkan, dengan tantangan zaman now ini, Batam Pos akan tampil lebih segar, dan penuh ide kreatif. Oleh sebab itu, ia meminta kepada seluruh jajaran Batam Pos, baik itu Departemen Redaksi, Iklan, HRGA, Pemasaran, Event Organizer (EO) dan lainnya agar menelurkan ide-ide kreatifnya.

“Semua harus berkreasi, kami di jajaran direksi akan lebih welcome terhadap ide-ide baru. Agar Batam menjadi lebih maju, Bottom-Up,” ungkapnya.

Batam Pos zaman now ini akan lebih mudah diterima masyarakat. Selain itu, Batam Pos akan lebih mendengar suara para stakeholder, mitra iklan, dan seluruh kolega Batam Pos. Tentunya juga akan mendengar suara seluruh masyarakat Kepri.

“Batam Pos akan tetap memberikan kritik, tapi tentunya kritik yang membangun. Bukan hantam kromo saja,” ujarnya.

Kepada seluruh kolega, Candra berharap agar terus meningkatkan kerja sama dengan Batam Pos. Karena hingga kini, belum ada yang bisa mengalahkan kedigdayaan Batam Pos. Itu terbukti dari berbagai survei yang dilakukan baik dari luar negeri, dalam negeri maupun lokal.

“Nielsen Media Research, Roy Morgan, lalu survei lokal dilakukan salah satu Universitas ternama di Kepri, tetap menunjukkan Batam Pos nomor satu, leader-nya di Kepri,” tuturnya.

Kerja sama yang terjalin ke depannya, kata Candra bisa menguntungkan kedua belah pihak. Baik Batam Pos, maupun koleganya.

Candra memastikan kolega Batam Pos tidak salah memilih untuk bermitra dengan koran yang memiliki slogan Pertama, Terbesar, dan Terpercaya.

“Saya bersama dengan Mas Guntur memberikan garansi,” ungkapnya.

Berdasarkan rencana kerja 2018 yang disetujui pemegang saham, kata dia, sudah dibuat business plan ke depannya.

Kepada karyawan Batam Pos, Candra meminta seluruhnya bisa bersatu dan solid dalam memajukan Batam Pos. Tentunya, akan ada apresiasi apabila kinerja maksimal karyawan membuat perusahaan menjadi lebih baik.

“Saya pastikan ada reward atas kinerja baik dan maksimal karyawan di tahun 2018 ini,” pungkasnya. (ska)

Industri Halal di Batam sangat Prospektif, Butuh Dukungan Nih…

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pengembangan kawasan industri halal diyakini akan ikut menyumbang kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Batam. Potensi pasar akan menyasar pada mayoritas umat muslim di Indonesia. Disamping itu negara-negara di wilayah timur tengah dapat juga menjadi pangsa pasar.

“Saat ini produk halal sudah menjadi tren dunia dan gaya hidup seseorang. Sehingga potensi pasar produk halal baik di pasar domestik maupun global sangat besar,” kata Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Tjaw Hioeng atau biasa disapa Ayung, Sabtu (7/4).

Ayung mengatakan bahwa pengembangan industri halal harus dilakukan secara terintegrasi. Tahap awal dimulai dari menjamin rantai pasokan sampai konsumen dengan berbagai sarana pendukung dalam kawasan atau kluster atau zonasi yang telah ditetapkan.

Untuk menggerakkan sektor ini perlu dukungan dari pemerintah baik dari segi fiskal maupun non fiskal,” katanya.

Contoh dukungan fiskal seperti pemberian tax holiday. Malaysia menjadi contoh yang baik. Di negeri jiran itu telah memiliki 22 kawasan industri halal. Otoritas disana memberikan full income tax exemption selama 10 tahun atau 100 persen income tax exemption on capital expenditure selama lima tahun bagi para operatornya.

Lalu dari segi non fiskal. Contohnya adalah pelayanan terpadu dalam proses ekspor impor bahan baku atau produk halal. Fasilitas bantuan proses sertifikasi halal bagi industri akan dipermudah mulai dari Beacukai, Karantina, BPOM dan sejumlah fasilitas lainnya untuk mendukung pengembangan industri halal.

Dengan demikian menurut dia dapat menarik investor untukk berinvestasi di Kepri. Pada umumnya, ada dua kawasan industri di Kepri yang sangat siap baik dari sisi infrastruktur dasar maupun pendukung yaitu Kawasan Industri Batamindo di batam dan Kawasan Industri Bintan di pulau Bintan.

“Pembahasan ke arah tersebut sedang under progress di Kemenperin yang melibatkan Bank Indonesia, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan kementerian terkait,” katanya.

Melihat potensi tersebut, Kawasan Industri Batamindo sudah menyediakan lahan seluas 18 hektare untuk industri halal. Industri halal yang dimaksud Ayung adalah perusahaan manufaktur yang mengerjakan pesanan yang diberikan oleh perusahaan pemegang merk produk halal seperti produk food and beverage, produk kosmetik dan produk obat-obatan. Kelebihannya adalah proses distribusi produk jadi di Batam akan lebih cepat sehingga menguntungkan pedagang dan konsumen.

Namun perusahaan yang mendapat pesanan tersebut harus memiliki sertifikat halal yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI). Sertifikat tersebut berlaku selama dua tahun.

Salah satu perusahaan di Batam yang sudah mendapat sertifikat halal adalah Alteco.

”Untuk bisa masuk pasar timur tengah, barang jadi apapun itu, meskipun itu lem memang disyaratkan untuk mengantongi logo halal dari perusahaan pemegang sertifikat halal,” katanya lagi.

Kawasan industri halal memang sudah menjadi perencanaan dari Kementerian Perindustrian.

”Rencananya sudah ada, tinggal peraturan menteri (Permen) saja yang belum disusun,” imbuhnya. (leo)

Pasar Kuliner di Bundaran BP Batam

0
Suasana pasar kuliner di Bundaran BP Batam.
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Pasar Kuliner 2018 di Bundaran BP Batam Sabtu (7/4/2018) dihadiri ribuan masyarakat Batam. Selain menjadi lokasi jajanan kuliner, juga menjadi pesta budaya masyakat Sekota Batam.

Masyarakat mulai memadati Bundaran BP Batam usai Maghrib. Begitu tiba disambut dengan performa Tari Reog Kolosal di panggung utama.

Setelah Tari Reog, maka masyarakat Batam dihibur dengan keberagaman tari nusantara dan juga tari kontemporer.

Variasi tari seperti Tari Tobelo, Tari Dololak, Tari Line Dance, Tari Flash Mob, hingga Tari Zumba mampu memukau masyarakat Batam yang haus hiburan.

Pada akhirnya malam Pesta Rakyat tersebut diakhiri dengan Sosialisasi Tari Rampai Batam oleh para instruktur dan juga performa Hip Hop. Hiburan lainnya juga datang dari band band lokal Batam dan lainnya.

Kesempatan satu tahun sekali ini benar-benar dimanfaatkan oleh para pelaku UKM. Dari 200 stan yang disediakan, hampir semua dipadati masyarakat.

Pesta Rakyat 2018 merupakan rangkaiam acara dari acara utama yakni Batam Menari yang akan dilaksanakan hari ini. (leo)

Terkait Penundaan Pajak Daerah, Pemko Batam Ajukan Dua Opsi

0

batampos.co.id – Tertanggal 29 Maret 2018, Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersurat ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, meminta pertimbangan terkait permohonan Wajib Pajak (WP) Hiburan berupa penundaan tarif baru pajak hiburan.

Untuk diketahui, seperti yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Batam nomor 7 tahun 2017 tentang Pajak Daerah, sektor hiburan seperti diskotek, karaoke, klub malam, panti pijat, refleksi, mandi uap, spa ditetapkan 35 persen. Naik 20 persen dari yang semula pada Perda Nomor 5 tahun 2011 hanya 15 persen. Bahkan ketangkasan dari yang semula 15 persen naik jadi 50 persen, khusus ketangkasan dewasa.

“Dengan alasan keadaan perekonomian Batam yang masih terpuruk dengan pertumbuhan ekonomi saat ini hanya pada kisaran 2,5 persen yang berdampak pada semua sektor usaha,” bunyi surat yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi tersebut.

Melalui surat ini, Pemko Batam meminta pertimbangan untuk dua opsi. Pertama, menurunkan tarif pajak hiburan dari 35 persen berdasar Perda 7 tahun 2017 menjadi 25 persen sampai tanggal 31 desember 2018. Selanjutnya terhitung 1 januari 2019 kembali 35 persen.

Kedua, menunda kembali penerapan kenaikan tarif pajak hiburan direncanakan 1 Maret 2018. Selanjutnya dapat diberlakukan tanggal 1 januari 2019 dengan ketentuan tarif pajak hiburan tetap mengacu sesuai peraturan sebelum Perda 7 tahun 2017 yakni sebesar 15 persen.

Kepala Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam Raja Azmansyah menyebutkan hingga kini pihaknya menunggu penjadwalan dari DPRD Batam kapan surat tersebut dibahas. “Mungkin sedang susu schedule. Ini produk bersama tentu harus ada kesepakatan bersama antara DPRD Batam dan Pemko Batam,” ucap Raja.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Batam Mukriyadi mengaku surat tersebut belum terjadwalkan untuk dibahas. NAmun demikian, ia mengklaim pembicaraan awal sudah dilakukan.

“Tinggal waktunya saja yang belum terjadwal,” imbuhnya.

Untuk diketahui, tarif baru sesuai Perda nomor 7 tahun 2017 direncanakan mulai berlaku sejak tanggal 20 November 2017. Namun mempertimbangakan kondisi ekonomi Batam, Muhammad Rudi memutuskan menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwako) Batam Nomor 72 tahun 2017 sehingga menunda kenaikan hingga akhir februari 2017 dan berlaku Maret 2017.

Namun hingga Maret, pelaku usaha hiburan menilai kini ekonomi belumpulih dan meminta kembali penundaan tarif baru tersebut hingga ekonomi benar-benar pulih (adi)

Kepada Pak Menko, Pak Walikota Batam Lapor bahwa ….

0
Suasana rapat dengan Pak Menko

batampos.co.id – Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia Darmin Nasution memanggil Wali Kota Batam Muhammad Rudi rapat terkait perkembangan persiapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batam. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Darmin mempertanyakan perkembangan transformasi Free Trade Zone ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Rudi melaporkan tidak ada perkembangan sejak Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo dilantik, Oktober 2017 lalu. Soal KEK, ia mengatakan sejatinya merupakan amanah yang diemban oleh BP Batam. Sejauh ini yakni baru memproses peralihan enam aset dari BP Batam ke Pemko Batam.

“Itupun masih saja berproses di Kementrian Keuangan,” ucap Rudi

Ia mengaku transformasi ini membutuhkan regulasi, hal ini ia akui butuh waktu yang agak panjang. Namun demikian, ia mengatakan seharusnya di daerah juga mulai bergerak untuk mengerjakan yang bisa dikerjakan di daerah. Ia mengatakan KEK adalah jawaban agar kewenangan BP Batam dan Pemko Batam dalam menjalankan roda organisasi untuk kepentingan bangsa.

“Soal pusat, kapan mereka selesaikan kita tunggu saja. Pak Lukita harus serius tangani ini, baru (menjabat) tak juga bisa jadi alasan. Yang ringan kan bisa didahulukan,” kata dia.

Ia mengatakan, sebelum ada penentuan titik KEK sesuai dengan zonasi, ada beberapa hal yang bisa dimulai. Menurutnya, kelak yang di dalam KEK sudah menjadi wewenang BP Batam sementara itu diluar KEK merupakan tanggungjawab Pemko Batam.

Ia mencontohkan, ketika KEK diberlakukan, jalan adalah salah satu yang sudah pasti di luar KEK, maka dari itu ia meminta seluruh pengelolaan jalan.

“Tunggu apalagi, jalan yang ngurus kami nih, ngapain ditahan-tahan. Jalan inikan untuk kepentingan umum, untuk rakyat. Kami minta serahkan dulu jangan pinjam pakai, kami lagi tangani jalan nih,” imbuhnya.

Soal jalan ini, Rudi mengatakan Lukita telah berjanji untuk diselesaikan dalam tiga bulan. Kelak, semua ruas jalan dari ruas jalan kota hingga nasional dikelola Pemko Batam. Maka dari itu kini sudah dipersiapkan tim untuk memperlancar peralihan jalan.

“Tak perlu tunggu tiga bulan, sambil saja kerjanya. Begitupun drainase, aset lain juga, sehingga menjelang dua tahun semua ada titik terang . yang A ke kanan, B ke Kiri sudah terbagi.,” ucap dia.

Tak hanya soal jalan hal lain yang medesak yakni soal drainase yang diperlukan untuk menanggulangi banjir di Batam juga soal area pemakamam, TPA hingga stadion lapangan bola.

“Drainase sudah kasih ke swasta kami minta tarik balik dan kami akan kembalikan fungsinya untuk drainase. Lalu, pemakamam kayak di Seibeduk sudah dijual (alokasikan), masa untuk orang meninggal dijual juga, harusnya diputihakn dong. Ini harus didudukan bersama,” pungkasnya. (adi)

Pertamina Bantah Premium Langka di Batam

0
Yudi, petugas SPBU Ocarina, Batamcentre mengisi bahan bakar pertalite ke pemotor, Jumat (6/4). Saat ini premium mulai langka di SPBU yang ada di Kota Batam. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Langkanya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di hampir seluruh SPBU di Batam mendapat tanggapan dan kecaman dari beberapa pihak. Tak terkecuali dari Komisi II DPRD Batam.

Menurut anggota Komisi II DPRD Batam, Salon Simatupang, langkanya BBM jenis premium di SPBU se-Batam merupakan tanggung jawab mutlak pihak Pertamina selaku kepanjangan dari pemerintah terkait BBM.

“Pertamina harus bertanggung jawab terhadap kelangkaan kecukupan BBM premium di Batam. Sebab, 80 masyarakat di Batam ini masih menggantungkan BBM premium untuk menjalankan kendaraannya,” ujar Salon, Jumat (6/4).

Salon juga meminta transparansi pihak Pertamina, berapa sesungguhnya kuota pasokan BBM bersubsidi jenis premium untuk kebutuhan masyarakat Batam.

“Transparansi itulah kunci utamanya. Kalau Pertamina serba tertutup sampai berapa seharusnya kuota BBM premium agar bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Batam. Kalau itupun tak dibuka selebar-lebarnya ke publik, bagaimana kami bisa tahu berapa pastinya jumlah kuota yang mencukupi untuk masyarakat di Batam,” terangnya.

Masih kata Salon, saat ini Pertamina mengklaim bahwa masyarakat sudah pada sadar dan beralih dari menggunakan BBM premium ke pertalite, hal itu patut dipertanyakan.

“Masyarakat Batam yang mana yang kata Pertamina sudah pada beralih ke pertalite daripada menggunakan premium. “Buktikan lah. Kenyataannya banyak masyarakat yang berteriak mengeluhkan kelangkaan BBM jenis premium di SPBU. Kalaupun ada, pasti antrenya panjang sekali dan tak sampai dua jam habis itu premium di SPBU,” ujarnya.

Sementara Humas Pertamina Sumbagut, Rudi dalam pesan singkatnya ke Batam Pos menampik adanya kelangkaan dan pengurangan pasokan BBM jenis premium di Batam.

Menurutnya penyaluran BBM jenis premium di SPBU se-Batam sudah dilakukan Pertamina sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Rudi mengklaim seharusnya tak ada lagi kelangkaan premium di SPBU.

“Kita juga giatkan promo untuk produk-produk BBM berkualitas, agar masyarakat tetap memilih menggunakan BBM dengan RON 90 ke atas sesuai tuntutan teknologi kendaraan dan lingkungan yang lebih sehat dan lebih baik,” ujar Rudi di pesan singkatnya.

Rudi juga menegaskan, menggunakan BBM pertalite diklaimnya lebih irit dibandingkan dengan BBM premium. Hal tersebut, lanjutnya, perlu dukungan dari semua pihak untuk mengedukasi masyarakat selaku konsumen agar lebih cerdas dalam memilih dan menggunakan BBM berkualitas. (gas)

Bagas Terpilih sebagai Ketua IJTI Kepri 2018 – 2021

0
Bagas (tanda centang merah) bersama anggota IJTI Kepri.

batampos.co.id – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Provinsi Kepri menggelar Musyawara Daerah (Musda) ke-III pemilihan ketua baru IJTI Kepri periode 2018-2021 di aula Saung Sunda Sawargi Batam Kota, Sabtu (7/4/2018) siang.

Pada Musda III pemilihan Ketua IJTI Kepri ini ada tiga kandidat yang maju dalam pencalonan ketua yakni Agus Siswanto Siagian, Alboim Hironimus, dan Agus Faturrahman alias Bagas.

Dalam Musda kali ini terdapat 20 anggota yang memiliki hak suara karena sudah terdaftar resmi di keanggotaannya di IJTI untuk menentukan siapa Ketua IJTI Kepri periode 2018-2021 ini.

Sebelum pemilihan digelar, ketiga kandidat diberikan kesempatan masing-masing selama 15 menit untuk memaparkan visi misinya terhadap kemajuan organisasi IJTI kedepannya.

Satu persatu mulai memaparkan visi misinya yang akan dilakukannya apabila nantinya terpilih sebagai Ketua IJTI Kepri periode 2018-2021.

Yang paling menyita perhatian seluruh anggota IJTI Kepri yang hadir, saat salah satu calon ketua, Agus Siswanto menyampaikan visi misinya hingga air matanya mengucur membasahi pipinya.

Sayangnya dalam pemilihan dengan cara voting atau suara terbanyak, Agus Siswanto memperoleh suara paling buncit yakni hanya tiga suara saja. Sedangkan ketua terpilih, Agus Faturrahman memperoleh sepuluh suara. Disusul calon kedua, Alboim Hironimus memperoleh tujuh suara.

Usai terpilih, Agus Faturrahman atau akrab dipanggil dengan sebutan Bagas ini langsung dipersilakan membetuk struktur kepengurusan baru dan dilantik langsung oleh Ketua IJTI pusat, Yadi Hendriana yang ikut menyaksikan Musda III pemilihan Ketua IJTI Kepri.

“Setiap orang punya masa lalu yang buruk iya, tapi orang yang baik adalah orang yang bisa mengubah masal lalunya yang buruk menjadi lebih baik lagi. IJTI Kepri ini bukan milik ketua terpilih, tapi milik semua anggotanya,” ujar Ketua IJTI Kepri terpilih, Bagas.

Masih kata Bagas, ia berjanji akan membesarkan organisasinya secara bersama dengan merangkul semua anggota baik di Batam maupun di daerah lainnya.

“Kebersamaan yang akan saya tonjolkan di organisasi IJTI Kepri ini nantinya serta merapikan kembali administrasi keanggotaan IJTI Kepri. Kami ingin keberadaan IJTI Kepri ini tak hanya dirasakan oleh anggota di Batam saja, tetapi anggota di kabupaten/kota lainnya di Kepri juga harus ikut merasakan dan turut andil langsung membesarkan organisasi ini,” terang Bagas.

Sementara kandidat yang tak terpilih, Agus Siswanto berharap, Ketua IJTI yang baru mampu mempersatukan perbedaan anggota yang selama ini susah diurai. (gas)

Apa yang Ditunggu Warga Terkena Dampak Pembangunan Dam Sei Gong segera Cair

0
Pekerja menggesa pembangunan Bendungan Seigong, Barelang, Senin (14/8). Bendungan Seigong ini sudah mencapai 50 persen pengerjaanya. Dan nantinya airnya akan menyuplai untuk air di batam. Jadi warga Batam tidak perlu khawatir krisi air. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dana kerohiman untuk warga di sekitar kawasan pembangunan Waduk Sei Gong akan segera cair minggu depan.

“Sekarang tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) dari Gubernur, maka akan langsung dikasih. Mudah-mudahan dalam minggu depan ada,” kata Deputi IV BP Batam, Eko Budi Soepriyanto di Gedung BP Batam, Jumat (6/4).

Sayangnya ia belum mengetahui berapa besaran dana kerohiman tersebut. Nilainya ada di tangan tim appraisal atau tim independen yang ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dan BP Batam.

“Tim appraisal yang ditunjuk sudah berpengalaman menangani masalah-masalah sosial di Jakarta, Lampung dan lainnya. Nilai dari dana itu diperoleh lewat rumusan mereka,” jelasnya lagi.

Rumusan itu diperoleh setelah mereka melakukan survey langsung ke lapangan.

Sedangkan Ketua Pelaksana Tim Terpadu untuk penyelesaian masalah Sei Gong Syamsul Bahrum mengatakan sebenarnya dana kerohiman akan diberikan sejak Maret silam. Namun karena kesibukan Gubernur, maka hingga awal April ini belum terealisasi juga.

SK sudah di Sekda, tinggal menunggu Gubernur tandatangan baru kami bisa berikan ganti rugi,” ujarnya.

Syamsul menjelaskan, terpenting adalah sudah terselesaikannya proses verifikasi data penerima yang dikerjakan tiga tim di lapangan. Setiap tim terdiri atas mereka yang memang memiliki kapasitas untuk menghasilkan data dengan perhitungan yang akurat. Sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Mereka bekerja setelah mendapatkan data dari BP Batam. Setelah data diperoleh maka diverifikasi oleh tim verifikasi independen dan terakhir adalah proses finalisasi oleh tim verifikasi internal.

Dan yang pasti, nilai dari dana kerohiman tersebut dihitung dengan memperhatikan nilai ekonomisnya. Sehingga sebuah pohon tidak dihargai hanya sebatang. Namun juga diperhitungkan berapa hasil dari buah yang dihasilkan sebatang pohon tersebut. (leo)