Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 12309

Dua SMA Pakai Sistem UNBK

0
Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim (kanan) memberikan motivasi kepada peserta UN di SMAN 04 Kundur, Senin (9/4).f. humas pemkab karimun

batampos.co.id – Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim berkunjung ke SMN 04 Kundur di Layang, Kecamatan Kundur Barat, Senin (9/4). Kedatangan wabup untuk meninjau persiapan pelaksanaan ujian nasional berbasis kertas pena (UNKP) dan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMA, sekaligus memberikan motivasi kepada ribuan peserta ujian nasional.

Hari pertama pelaksanaan UNKP maupun UNBK di Pulau Kundur kemarin berlangsung lancar. “Sengaja saya datang ke sejumlah SMA di Pulau Kundur melihat persiapan sekaligus memberikan motivasi pada peserta UN. Siapkan diri dan mental, serta belajar dengan tekun, insya Allah dapat mengerjakan soal UN,” kata Anwar.

Kepala SMA N 04 Ispawandi mengatakan, tahun ini ada 116 peserta UN di SMAN 04 yang mengikuti UNKP. ”Kami targetkan tahun 2019, sudah bisa UNBK,” ujarnya.
Sebelumnya, pengawas SMA se-Pulau Kundur, Saril, menyebutkan bahwa peserta UNKP maupun UNBK setingkat SMA ada 822 siswa.

Ke-822 siswa tersebut berasal dari tujuh sekolah, yaitu SMAN 01 261 peserta, SMAN 02 108 peserta, SMAN 03 163 peserta, SMAN 04 116 peserta, SMAN 05 71 peserta, SMAN 06 71 peserta dan SMA Darul Furqon sebanyak 32 peserta. SMAN 02 dan SMA Darul Furqon menggelar UNBK, sementara lima SMA lainnya menggunakan metode UNKP.(ims)

Mesin Cuci Darah di RSUD Terbatas

0

batampos.co.id – Jumlah penderita gagal ginjal di Kabupaten Karimun dari tahun ke tahun meningkat. Namun, jumlah alat hemodialisis (HD) atau mesin yang biasa digunakan untuk cuci darah di RSUD M Sani masih terbatas. Padahal, jumlah pasien HD sampai bulan ini mencapai 60 orang.

”Memang dalam dua sampai tiga tahun terakhir jumlah pasiennya terus bertambah. Sedangkan jumlah mesin HD yang digunakan untuk membantu pasien cuci darah setiap harinya ada 10 unit,” ujar Kabid Pelayanan RSUD M Sani dr Dedi, Senin (9/4).

Rata-rata dalam satu hari pasien yang harus mendapatkan perawatan cuci darah 16 sampai 20 orang. Kegiatan cuci darah di rumah sakit dilakukan dua kali dalam satu hari. Yakni pada pagi dan sore hari. Lamanya satu orang pasien cuci darah minimal 4 jam. Ada pula pasien yang harus cuci darah dua kali dalam sepekan. Sehingga, pasien HD yang harus menjalani cuci darah diatur jadwalnya.

”Memang untuk saat ini mesin HD dianggap masih kurang. Sehingga jika ada pasien baru yang harus mendapatkan perawatan cuci darah, maka harus dijadwalkan dulu,” jelasnya.
Namun, yang sifatnya emergency menurut Dedi tetap akan didahulukan. Setelah itu, baru dimasukkan dalam jadwal karena keterbatasan mesin HD tadi.

”Rumah sakit memang mempunyai rencana untuk menambah mesin. Hanya saja harus didukung dengan ruangan. Karena untuk cuci darah harus ada ruangan khusus, jika ditambah mesin harus dilakukan pelebaran ruangan,” paparnya.

Sementara itu, Ap, salah seorang pasien penderita gagal ginjal mengatakan, terpaksa menjalani cuci darah di rumah sakit di Batam, karena kondisi tubuhnya yang tidak memungkinkan untuk mengikuti jadwal cuci darah di RS M Sani yang terlalu lama.

Sebelumnya dia menjalani cuci darah sepekan sekali di RS M Sani. Tanpa biaya alias gratis. ”Namun, lama kelamaan, enak jika tiga kali sepekan cuci darah. Sehingga untuk cuci darah yang ketiga kalinya harus di Batam. Hal ini disebabkan jadwal di rumah sakit sudah penuh,” jelasnya.(san)

Ketua DPRD Batam Apresiasi Batam Menari

0
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo bersama Guruh Sukarno Putra dan Menpan RB Asman Abnur menunjukan Piagam MURI dari Museum Rekor Indonesia atas penyelenggaraan Batam Menari dengan jumlah peserta dua puluh satu ribu lebih peneri di Bundara Kantor BP Batam, Minggu (8/4). F Cecep Mulyana/batam Pos

batampos.co.id – Ketua DPRD Batam Nuryanto menilai, seharusnya ditengah kondisi perekonomian lesu dan Kota Batam secara perlahan bergeser ke pariwisata, seluruh pihak baiknya saling mendukung.

“Mestinya kita saling merangkul. Kita tahu sekarang industri lagi lesu dan bergeser ke sektor pariwisata. Kebetulan pemerintah kota lagi menggenjot infrastruktur. Sementara anggaran untuk kepariwisataan masih belum maksimal,” ujarnya, Senin (9/4/2018) menjawab pertanyaan ketidakhadiran Walikota pada acara Batam Menari.

Ia kembali berpendapat, ada BP Batam yang membuat program kegiatan mengangkat budaya nusantara yang sebenarnya sangat membantu, terutama di bidang perekonomian.

Bahkan, Nuryanto sangat mensyukuri adanya instansi yang bisa membangkitkan pariwisata Kota Batam.

“Kalau saya sih Alhamdullilah (ada BP Batam), karena memang terbukti kita belum maksimal penganggarannya,” ucap Nuryanto.

Politisi PDI Perjuangan itu juga mengapresiasi kegiatan tersebut. Terutama mampu meningkatkan penjualan UKM.

“Saya dan komisi hadir. Saya fikir eksekutif juga hadir. Malah pak wali kota disebut-sebut namanya. Saya tak disebut, disuruh naik juga gak ada. Tapi ya tak masalah. Yang penting masyarakat senang, jualan-jualan pada laku,” ungkapnya. (nji)

Capaian PAD Rp 7, 5 Miliar

0

batampos.co.id – Pendapatan Asli Dae­rah (PAD) Kabupaten Kepulauan A­nambas terus membaik. Dari tahun ke tahun selalu menunjukkan peningkatan.

Alhamdulillah, PAD Anambas walaupun tergolong kecil namun terus meningkat,” ungkap

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kepulauan Anambas Azwandi, baru-baru ini.
Sampai 31 Maret 2018, realisasi PAD mencapai Rp 7,5 miliar dari target Rp 34 miliar. Dia optimistis target ini akan tercapai hingga akhir 2018 mendatang.Karena biasanya akan terjadi lonjakan pada triwulan III dan triwulan IV.

“Lonjakan itu terjadi akibat pelunasan utang, kemudian pembayaran pajak yang belum terealisasi,” ujarnya.(sya)

Rangkul Perusahaan di Natuna

0
Wabub Natuna Ngesti Yuni Suprapti meninjau UNBK di SMAN 1 Bunguran Timur Natuna. F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Kadisdikpora Natuna Suherman mengatakan, pemerintah daerah menargetkan penambahan sekolah yang melaksanakan UNBK pada 2019 mendatang untuk tingkat SMP sederajat.

Tahun ini, katanya, baru SMPN 1 melaksanakan UNBK. Tahun 2019 mendatang ditargetkan SMPN 2 dapat melaksanakan UNBK. Mewujudkan ini, pemerintah daerah akan berupaya melengkapi sarana laboratorium komputer di sekolah.

“Dinas Pendidikan mendorong kelengkapan fasilitas melalui keuangan daerah dan program CSR,” kata Suherman, Senin (9/4)

Hal yang sama disampaikan Kadiskominfo Pemkab Natuna Raja Darmika. Menurutnya, pemerintah akan menempuh berbagai upaya untuk menyeragamkan pelaksanaan UN di Natuna dengan sistem UNBK.

Salah satu upaya untuk mewujudkan keinginan ini, pihaknya berusaha menggandeng perusahaan yang beroperasi di Natuna melalui dana corporate social responsibility (CSR).
“Kita akan koordinasi dengan perusahaan-perusahaan besar seperti perusahaan migas, telekomunikasi maupun BUMN,” kata Raja.

Menurutnya, kendala pelaksanaan UNBK di Natuna secara umum disebabkan dua faktor. Pertama, sarana komputer yang belum lengkap. Kedua, jaringan internet yang belum merata.

Kedua faktor ini makin sulit diselesaikan karena Pemkab Natuna karena kewenangan ada pada pengelolaan pendidikan SLTA, yakni Provinsi Kepri.

“Kami tidak bisa menganggarkannya untuk SMA sederajat. Makanya kami berinisatif membantu realisasinya melalui CSR. Nanti kami klasifikasikan, apakah mereka perlu komputer atau jaringan internet saja” jelasnya. (arn)

Ketua DPRD Batam: Dinas Lingkungan Hidup Bertanggungjawab Atas Kerusakan Tambang Pasir Liar

0
Penambang pasir ilegal memuat pasir kedalam lori di dekat Dam Tembesi, Sagulung, Selasa (20/3). Biarpun sudah dirazia oleh Ditpam masih saja penambang liar ini beroperasi mengambil pasir. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ketua DPRD Batam, Nuryanto meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tetap bertanggungjawab atas kerusakan tambang pasir liar di sejumlah titik di Kota Batam. Menurutnya, penarikan perizinan tambang pasir ke pemerintah provinsi, tidak membuat fungsi pengawasan DLH jadi hilang.

“Karena yang dirusak kita (Batam), tidak mungkin menyerahkan sepenuhnya ke provinsi,” tegas Nuryanto, Senin (9/4).

Diakuinya, keberadaan penambang pasir liar ini jelas merusak lingkungan dan melanggar undang-undang yang berlaku. Disinilah dituntut fungsi dari DLH agar membantu dari sisi pengawasan. Tambang pasir tidak memiliki izin atau ilegal, wajib ditertibkan. DLH juga harus merekomendasikan ke provinsi.

“Saya pikir karena ini menyangkut terotorial Batam, DLH berhak mengambil langkah tegas,” tuturnya.

Ia menambahkan, jangan seolah-olah ketika perizinannya sudah ditarik ke provinsi, keberadaan penambang pasir liar malah dibiarkan tanpa pengawasan.

“Izin memang disana. Tapi pengawasan tetap melekat di kita,” sebut Nuryanto.

Selain itu, masyarakat dan Lembaga Swadaya Masyarakat juga berhak mempertanyakan keberadaan tambang pasir liar tersebut.

“Jangan karena tambang pasir liar ini, masyarakat yang merasakan dampaknya. Artinya jangan didiamkan,” tegas dia.

Terkait apakah ada yang melindungi keberadaan tambang pasir liar, politisi PDI Perjuangan itu tak ingin masuk ke arah tersebut. “Kita harus sepakat, penegakan hukum harus kita dukung. Tapi kalau ada yang bersifat teknis, seperti ada yang bermain, saya tak ingin masuk kesana,” jelasnya.

Sebelumnya, aktifitas tambang pasir darat di pinggir Dam Tembesi dan Nongsa masih tetap beroperasi. Penertiban dari petugas Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan (Ditpam BP) Batam beberapa waktu lalu tidak berdampak apapun. Bahkan lokasi tambang pasir yang sudah ditertibkan sebelumnya juga kembali beraktifitas normal. Lokasinya dekat Wihara dan akses jalan masuknya masih berupa pengerasa tanah.

Pantauan Batam Pos, sejumlah pekerja terlihat sibuk mengangkat pasir dari lokasi tambang ke dalam truk yang parkir berjejer di pinggir lokasi tambang. Proses pengerukan pasir menggunakan mesin penyedot, namun aktifitas menaikan pasir ke dalam truk di lakukan secara manual. Di sekitar lokasi tambang juga bising dengan suara mesin penyedot pasir.

Lokasi tambang pasir tersebut telah menyerupai sebuah lembah sebab aktifitas penyedotan pasir menyebabkan lahan yang semula merupakan lokasi perbukitan berubah jadi lembah. Lingkungan sekitar lokasi tambang jadi tandus dan gersang. (rng)

Ketua DPRD Batam: Pajak Hiburan Memungkinkan Ditunda

0

batampos.co.id – Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto menyebutkan, penerapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pajak Daerah memungkinkan ditunda. Namun demikian, harus ada kajian yang mendalam. Sehingga tidak berdampak pada perencanaan pendapatan daerah Kota Batam.

“Makanya ketika ada permintaan penundaan dari pengusaha hiburan. Saya mendisposisikan untuk ditindaklanjuti komisi 2. Apa hasilnya itu yang akan kita rekomendasikan kepada Pemerintah Kota Batam,” kata Nuryanto, Senin (9/4).

Diakunya karena aturan tersebut sudah dalam bentuk Perda, tentu tidak akan mudah direvisi serta memerlukan waktu yang panjang. Namun begitu pemerintah daerah juga harus melihat dari sisi situasi ekonomi Batam, yang dikhawatirkan akan berimplikasi terhadap usaha pengusaha hiburan.

“Misal di perda 35 persen. Kira-kira bisa gak jangan segitu dulu. Kalau ekonomi bagus baru dijalankan. Makanya harus dikaji dulu,” paparnya.

Disisi lain, ia melihat pengusaha hiburan tidak bisa serta merta datang ke DPRD dan meminta agar perda tersebut ditunda. Apalagi melihat perda yang sudah disahkan dibiayai dari APBD Batam. Sehingga untuk menjalankannya perlu pertanggungjawaban dari lembaga eksekutif dan legislatif.

“Kalau saya yang penting masyarakat senang dan bisa berjalan. Tapi ingat, harus ada kanjian,” tegas Nuryanto.

Ketua Komisi II DPRD Batam, Edward Brando mengatakan, revisi perda tidak akan mudah dan memakan waktu lama, karena harus melalui tahapan harmonisasi perda. Selain itu, ia belum bisa mengambil keputusan penundaan. Sebab, belum ada dasar dari pemko terkait penundaan perda tersebut.

“Segala sesuatu keputusan harus didasari sesuatu yang kuat. Persoalan naik turun itu hanya keputusan akhir,” kata Edward saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dinas Pariwisata Kota Batam dan Badan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam.

foto: cecep mulyana / batam pos

Ia melihat, harus ada data valid terkait penundaan pajak hiburan. Sehingga DPRD Batam sebagai lembaga eksekutif bisa mempertanggungjawabkan. “Kenapa dia harus ditunda, dibatalkan naik harus ada data, dasarnya apa. Saya pikir hal ini tidak bisa dipaksakan untuk ditunda,” terang dia.

Senada, anggota Komisi II DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging melihat, pemko harus menjalankan perda tersebut. Ia juga menilai perwako perda pajak hanya sebagai diskresi agar merubah struktur APBD. “Gelper tutup itu bukan acuan. Harus ada dasar yang jelas untuk jadi acuan,” tegasnya.

Ia melihat terlalu beresiko untuk melakukan penundaan. “Yang jelas bila dilakukan penundaan minimal setahun. Bagaimana dengan struktur APBD kita yang telah direncanakan. Tentu akan ada sejumlah program pemerintah yang tertunda,” tegas Uba.

“Makanya pertemuan tadi tak ada keputusan. Kita ingin pemko memberikan dasar yang bisa dipertanggungjawabkan,” jelasnya. (rng)

Peserta UNBK Pakai Laptop Pinjaman

0
Siswa menggunakan laptop pinjaman saat melaksanakan UNBK di MAN 1 Bunguran Timur, Natuna karena kekurangan komputer.

batampos.co.id – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Natuna tingkat SMA, baru dilaksanakan di SMAN 1 Bunguran Timur dan MAN 1 Bunguran Timur, Senin (9/4). Sementara sekolah lainnya, masih melakukan ujian menggunakan kertas.

Bahkan di SMAN 2 Bunguran Timur, meski sudah memiliki laboratorium komputer, namun masih melaksanakan ujian nasional (UN) menggunakan kertas jawaban. Ini disebabkan sekolah tersebut belum tersambung jaringan internet.

Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, pelaksanaan UN tingkat SMA di Kabupaten Natuna berjalan dengan baik dan lancar.

Menurutnya, MAN 1 Bunguran Timur baru pertama kali melaksanakan UNBK. Pelaksanaan ujian berjalan lancar, karena terbantu jaringan internet Palapa Ring Barat (PRB) dan kerja sama dengan Telkomsel.

Namun, karena keterbatasan fasilitas, sekolah harus melakukan UNBK dua sesi dalam sehari. “Karena kekurangan komputer,” kata Ngesti saat meninjau UNBK di SMAN 1 dan MAN 1 Bunguran Timur didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Suherman dan Kadiskominfo Raja Darmika.

Kadisdikpora Pemkab Natuna Suherman mengatakan, UN dan UNBK dilaksanakan oleh Provinsi Kepri dan daerah sebagai pendukung. Kabupaten tidak mengetahui detail peserta ujian tersebut karena urusan kebijakan dan teknisnya sepenuhnya menjadi kewenangan provinsi.

Menurutnya, sekolah yang mengikuti UNBK di Natuna hanya lima, yakni SMAN 1 Ranai, MAN 1 Bunguran Timur, SMK Bunguran Timur, SMK Subi dan SMK Bunguran Barat. “Kami hanya memantau saja pada pelaksanaannya, semoga saja semuanya lancar dan output-nya baik,” ujarnya.

Kepala MAN 1 Ranai Rinaldi mengakui adanya keterbatasan komputer. Mengatasi hal ini, ujian kebanyakan menggunakan laptop yang merupakan pinjaman dari orangtua maupun guru.

“Kalau kondisi internet, Alhamdulillah kami dibantu Diskominfo difasilitasi menggunakan jaringan PRB dan dibantu Telkomsel,” ujar Rinaldi. (arn)

UNBK SMAN 3 Diikuti 361 Siswa

0
Siswa siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 3 Batam saat akan mengerjakan mata pelajaran Nahasa Indonesia pada Ujian Nasional Berbasis Komputer, Senin (9/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Hari pertama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMAN 3 Batam berlangsung lancar dan tertib. Sebanyak 361 siswa mengikuti ujian yang dibagi dalam lima lokal dan dua sesi.

“361 siswa rinciannya 231 dari kelas IPA, 112 dari IPS dan 18 dari kelas Bahasa,” kata Kepala SMAN 3 Batam, Vivi Effendi, Senin (9/4).

Hari pertama UNBK mengujikan pelajaran Bahasa Indonesia. UNBK ini akan berlangsung selama empat hari. Hari kedua (hari ini-red) mengujikan pelajaran Bahasa Inggris. Vivi mengatakan SMAN 3 tak asing lagi mengikuti UNBK. Sebab di sekolah tersebut UNBK kali ini merupakan tahun ketiga diadakan. Para siswa pun juga sudah tak canggung mengikuti UNBK.

“Di sini ulangan harian juga pakai komputer. USBN juga pakai,” ujar Vivi.

Selain itu persiapan dalam hal materi juga telah dilakukan. Sebelum UNBK, SMAN 3 telah melakukan try out sebanyak empat kali. Hal itu demi UNBK kali ini bisa dilalui siswa SMA 3 dengan mudah.

“Kendala tak ada, semua lancar. Listrik dan jaringan internet juga aman. Pihak terkait seperti PLN dan Telkom sangat mendukung,” katanya.

Salah seorang siswa SMA 3, Putra mengatakan dirinya bisa mengerjakan soal-soal di UNBK dengan baik. Ia mengatakan semua soal yang diujikan itu sebagian besar yang dipelajarinya di kelas. “Jadi gak terlalu susah-susah lagi,” tuturnya..(ska)

Terkendala Komputer, UNBK Dibagi Tiga Sesi

0
Dua siswa SMA 2 Dabo Singkep belajar sebelum mengikuti UNBK, Senin (9/4). F Wijaya Satria/batampos.

batampos.co.id – Sebanyak 107 siswa ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMAN 2 terpaksa dibagi menjadi tiga sesi. Hal itu lantaran sekolah tersebut hanya memiliki 40 komputer yang dibagi dua ruang ujian.

Meski demikian, UNBK di SMAN 2 Dabo Singkep berjalan lancar, seluruh siswa mengikuti ujian dengan tertib. ”Alhamdulillah, pada hari pertama ini ujian berjalan lancar, seluruh anak mengikuti ujian dengan baik,” kata Kepala Sekolah SMAN 2 Hendy Wijaya di ruang kerjanya, Senin (9/4).

Hendy menyampaikan bahwa setiap hari siswa akan mengikuti ujian dalam waktu yang berbeda. Meskipun demikian, Hendy menjamin semua siswa akan mendapatkan tempat untuk mengerjakan soal mereka dengan nyaman. Setiap siswa yang mengikuti UNBK akan mendapat soal serta menjawabnya melalui komputer. Sehingga seluruh berkas hasil ujian akan tersimpan rapi.

Di lokasi yang sama, ketua pelaksana UN di SMAN 2 Sri Mulyaningsih mengatakan, di hari pertama hanya satu siswa yang tak mengikuti ujian karena sakit.

“Tadi pagi salah satu wali murid menyampaikan kalau anaknya sakit, tapi mudah-mudahan saja siswa tersebut dapat ikut ujian karena dia masuk sesi kedua yang dilaksanakan 10.30 WIB,” ujar Sri.

Sri menjelaskan, bagi siswa yang tidak dapat hadir mengikuti ujian karena alasan yang kuat, seperti sakit dan halangan lainnya dapat mengikuti ujian susulan yang akan digelar pada Senin mendatang. Sehingga setiap siswa dapat menyelesaikan UN dengan maksimal. (wsa)