Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12317

Solo Menari Pecahkan Rekor MURI, BP Batam Beri Apresiasi

0
Pelaksanaan Solo Menari

Solo Menari 2018 tampil spektakuler Minggu (29/4/2018) di Bundaran Gladak, jalan Slamet Riyadi kota Solo, 5 ribu penari ambil bagian dalam Solo Menari 2018 tumpah ruah memenuhi venue yang disediakan dengan memakai warna-warni seragam yang elok.

Keramaian tidak hanya terlihat dari barisan penari tapi juga di pinggir jalan yang dipadati turis lokal maupun internasional.

Pemerintah Kota Surakarta selaku inisiator agenda ini berkomitmen selain memperingati Hari Tari Sedunia, kegiatan ini juga untuk melestarikan salah satu tarian asal Solo, membangun pengetahuan mengenai Gambyong di kalangan generasi muda dan mengeksplorasi tari Gambyong sebagai modal kultural bagi penciptaan seni dan pemajuan budaya. Serta pengembangan ekonomi dan pariwisata.

Acara di buka langsung FX Hadi Rudyatmo, Walikota Surakarta, dalam sambutannya dia menilai pergelaran ini bukan hanya fokus mencapai rekor. Namun agar budaya Jawa terus tumbuh di Kota Solo.

“Solo itu Kota budaya, ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kota mengajak warga untuk mencintai tarian tradisional dan nguri-uri kebudayaan Surakarta,” kata Rudy.”

BP Batam yang juga pernah menyelenggarakan kegiatan serupa yakni Batam Menari 2018 juga turut hadiri undangan, sebagai balasan dimana Pemerintah (Solo) Surakarta juga hadir sebagai undangan di Batam menyaksikan pemecahan rekor Muri 20.000 penari menarikan tarian Rampai Batam.

Dendi Gustinandar, Direktur Pemanfaatan Aset BP Batam (Ketua Batam Menari) dan Budi Susilo, Kepala Bagian SDM (Wakil Ketua Batam Menari) hadir mewakili Kepala BP Batam, Lukita Dinarsayah Tuwo, yang berhalangan hadir.

BP Batam, sangat mendukung kegiatan seni yang merupakan salah satu bagian dari pariwisata.

“Hari ini kita bisa melihat sekaligus mendukung pemerintah Kota Surakarta melestarikan warisan budaya seni tari yang berasal dari budayawan lokal dan bisa dipertontonkan dan ditarikan oleh sekian ribu orang yang sangat antusias,”kata Dendi.

Tarian massal ini pun berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan total penari berjumlah 5 .035 penari. Menurut salah satu perwakilan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), Ariyani Siregar mengatakan, Solo Menari yang dibawakan penari sebanyak 5.035 penari ini mampu mematahkan rekor sebelumnya yang hanya diikuti 1.200 penari.

“Kami masukkan Tari Gambyong ini tercatat sebagai rekor 8.434, selain itu juga dimasukkan dalam rekor dunia dengan perempuan penari Gambyong terbanyak,” jelas Ariyani. (*)

Cek Agenda Wisata Samosir di Sini ⇓

0

batampos.co.id – Kabupaten Samosir letaknya di tengah Danau Toba.

Samosir terus mempromosikan pariwisata dengan berbagai acara atraktif. Di tahun 2018 ini, ini punya banyak acara untuk disuguhkan kepada para wisatawan yang berlibur ke Danau Toba.

Kepala Dinas Pariwista Kabupaten Samosir Ombang Siboro mengatakan, pihaknya terus menggelar berbagai acara agar kunjungan wisatawan meningkat. Apalagi, pemrrintah juga sedang giat-giatnya mengembangkan kawasan Geopark Kaldera Toba yang akan masuk ke situs UNESCO.

“Kita dengan semangat mengerjakannya, agar Samosir ini selalu ada di hati para wisatawan. Jadi mereka akan kembali lagi,” kata Ombang, Minggu (29/4).
Festival Gondang Naposo di Samosir yang digelar pada 27 dan 28 April 2018.

Di tahun 2018, mereka pun telah menyiapkan sembilan acara menarik yang bisa diikuti wisatawan jika memilih datang ke Samosir. Acara tersebut didominasi oleh sport tourism dan acara kebudayaan. Sebelumnya, mereka juga sudah menggelar dua even yang digelar dengan sukses.

“Kemarin kita baru selesai acara Manguras Tao (menguras danau). Kita memecahkan rekor dengan seribu orang yang menari dalam air,” katanya.

Dua hari yang lalu, Pemkab Samosir juga baru menyelesaikan even Festival Gondang Naposo. Festival tari-tarian tor-tor mencari jodoh dalam adat Batak itu sukses dengan diikuti 16 kontingen.

Festival Gondang Naposo di Samosir yang digelar pada 27 dan 28 April 2018. (Prayugo Utomo/JawaPos.com)

Ombang melanjutkan, di Bulan Juni pihaknya juga dipadatkan dengan even kompetisi perahu naga (dragon boat). Selanjutnya ada juga kompetisi voli pantai. Bulan Juni akan ditutup dengan Sigale-gale festival.

Sigale – gale Festival akan dilakukan di jalan raya. Para penari dengan pakaian adat batak akan membawakan tarian-tarian yang menceritakan asal muasal Sigale-gale.

Di Bulan Juli, akan dilakukan Horja Bius dan Mangalahat Horbo. Itu adalah upacara sakral bagi etnis Batak. Dalam upacara itu, akan dilakukan penyembelihan kerbau. Horja Bius akan dilaksanakan selama dua hari.

Selanjutnya, pada Agustus kegiatan akan dilanjutkan dengan Samosir Music International. Diyakini, kegiatan ini akan semakin menambah meriah liburan di Samosir. Sejumlah artis lokal dan luar negeri akan ikut tampil dengan membawakan lagu Batak.

Terakhir, pada September giliran sport tourism yang akan jadi daya tarik di Samosir. Grand Fondo New York (GFNY) akan menggelar Asian Championship 2018. Diperkirakan, akan ada seribu pebalap sepeda dari hampir seluruh dunia yang akan ikut dalam kompetisi itu. GFNY rencananya akan digelar pada 2 September 2018.

Acara terakhir yakni, Samosir Ultra Marathon. Ribuan orang akan memadati Samosir untuk lomba lari dan memperebutkan juara. Di tahun sebelumnya, Samosir Ultra Marathon diikuti oleh 1.200 peserta dari 14 negara. Termasuk Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno juga ambil bagian dalam marathon.

“Ultra Marathon ini ternyata sudah sejajar dengan marathon di luar negeri. Dan kita sudah diregistrasi. Keunikannya di beberapa titik ada culture point. Jadi setiap lima kilometer, ada orang menari, ada akustik dan menortor .

Bagi yang ingin berlibur ke Samosir tidak perlu takut untuk tidak dapat penginapan. Karena ada 103 Hotel dengan 2.018 kamar tersebar di beberapa titik Samosir.

Untuk diketahui, sejak pengembangan Samosir, jumlah wisatawan juga bertambah. Dari sisi pendapatan, angka PAD yang sebelumnya hanya Rp 35 miliar naik menjadi Rp 75 M.

(pra/JPC)

Manfaat Cuci Hidung

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sebagian besar masyarakat belum menyadari bahwa dengan mencuci hidung secara teratur setiap harinya, dapat membebaskan aliran sinus dari allergen, bakteri dan virus. Di samping itu hidung yang kering akan menjadi lembab, jalan napas yang terganggu dapat lebih bersih, membersihkan ingus dan lainnya.

Hidung merupakan jalur pertahanan utama untuk melawan bakteri dan racun di udara yang kita hirup. Kebersihan hidung penting untuk di lakukan sehari-hari karena jika tidak dibersihkan setiap hari akan menyebabkan kerusakan pada silia hidung yang menimbulkan gangguan pada pernapasan yang dapat menimbulkan penyakit. Dengan kata lain, bernapas lebih sehat akan mempengaruhi kesehatan manusia secara keseluruhan.

“Kesehatan hidung penting sekali untuk dijaga karena hidung adalah organ pertama yang menyaring udara pernapasan yang akan masuk ke dalam paru-paru. Selain itu, hidung berfungsi menjaga kelembaban, penghangat udara dan indra penciuman,” kata Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) Dr. S. Hendradewi SpTHT (K), Msi Med dalam konferensi pers baru-baru ini.

Jika kesehatan hidung terganggu dapat menyebabkan hidung tersumbat, yang dapat menimbulkan pilek, gangguan saluran napas atas, gangguan tidur, yang pada akhirnya menimbulkan pada gangguan saluran napas bawah. Hidung yang terkena infeksi dan komplikasi akan menimbulkan gejala seperti hidung tersumbat, pilek, gangguan penciuman, pusing yang mengakibatkan rhinosinusitis. Jika gangguan tersebut sampai pada saluran napas bawah akan menimbulkan bronkitis.

“Untuk menjaga kesehatan hidung sehari-hari dapat dilakukan pencucian hidung dengan larutan isotonik,” ujar Hendradewi.

Menurut Jurnal Kedokteran International Journal of Environmental Research and Public Health, tindakan cuci hidung berperan dengan melunakkan dan mengalirkan lapisan lendir pada rongga hidung. Mediator-mediator penyebab reaksi peradangan atau reaksi alergi seperti prostaglandin dan leukotrien juga dibuang selama tindakan ini. Oleh karena itu, tak heran jika gejala alergi atau gejala selesma dapat jauh lebih berkurang.

Dengan dialirkannya cairan salin di rongga hidung, produksi cairan dan kelembaban rongga hidung mudah dikendalikan, sehingga berkumpulnya kuman bakteri dapat dicegah. Akibatnya, masyarakat memiliki kualitas bernapas lebih sehat.

(ika/JPC)

Sebab Kita Tak Bisa Eksplorasi Laut ialah …

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pembaca batampos.co.id, ketahuilah laut kita membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten.

Direktur Akademi Maritim Yogjakarta Dr. Wegig Pratama menilai, saat ini pemerintah kurang menyoroti industri tersebut khususnya di dunia pendidikan. Padahal, untuk mencetak SDM yang handal dan berkualitas tinggi bermula dari pendidikan.

Apalagi, isu yang tengah hangat diperbincangkan saat ini tak lain mengenai tengah kerja. Diharapkan SDM pelayaran Indonesia tidak dikuasai oleh para pelaut asing.

“Pendidikan paling utama, karena menghasilkan tenaga kerja. Baik tidaknya tenaga kerja itu di pendidikan,” ujarnya dalam acara Pelantikan dan Pengukuhan Kepengurusan Ikatan Alumni Akademi Maritim Yogyakarta, di Jakarta, seperti diberitakan Minggu (29/4).

Menurutnya, di samping pengelolaan sumber daya kelautan yang maju, modern, dan ramah lingkungan, pemerintah perlu menghadirkan SDM andal di sektor ini. “Pemerintah harus hadir dengan cara memberikan bantuan pada perguruan tinggi maupun sekolah yang di bidang pelayaran, mengadakan peralatan yaitu simulator,” katanya.

“Sebab, tanpa simulator dianggap lulusannya tidak memenuhi kompetensi. Jadi, dia harus kerja sama dengan pihak lain. Ini kan tidak maksimal,” imbuh Wegig.

Wegig memandang, alangkah hebatnya Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim juga menguasai laut di dunia. Pasalnya, pelaut Indonesia yang mampu beredar di perairan dunia masih kalah dengan negara tetangga, Filipina.

“Sekarang kita beri gambaran negara Indonesia dengan Filipina besar mana (luas wilayahnya dan penduduknya)? besar Indonesia. Tapi dia (Filipina)) bisa menguasai pelaut di dunia ini, sebanyak 4 jutaan (pelaut asal Filipina),” katanya.

Sebagai perbandingan, Indonesia hanya memiliki 400 ribuan pelaut, sangat kecil dibandingkan jumlah penduduk yang mencapai ratusan juta jiwa.

“Kan suatu hal yang anomali, kita negara maritim, negara kepulauan terbesar di dunia, tapi nggak bisa mengeksplorasi tentang kekayaan sumber dayanya sendiri,” ucapnya.

Padahal menurut Wegig, SDM di bidang kelautan menyumbang devisa yang cukup besar bagi negara. Maka dari itu, dia pun berharap pemerintah menunjukkan kehadirannya melalui pendidikan kemaritiman.

“Dunia pelayaran sangat cantik untuk didalami karena menghasilkan devisa terbesar. Untuk laut sekitar Rp 25 triliun setiap tahunnya. Ini harus didorong,” pungkasnya.

(mys/JPC)

KTT Korut – Korsel

0
Pemimpin Korut Kim Jong Un dan Presiden Korsel Moon Jae In berjabat tangan saat pertemuan pertama kali. (Getty Images)

batampos.co.id – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) digelar antara Korut – Korsel pada Jumat (27/4/2018).

KTT ini digelar pertama kali dalam satu dekade terakhir. Dalam KTT tersebut disimpulkan beberapa kerja sama yang akan mereka lakukan yang disebut Deklarasi Panmunjom.

Dalam deklarasi itu mereka sepakat untuk mendirikan kantor penghubung bersama di Kaesong, Korut. Hal ini untuk memastikan bahwa pertukaran dan kerja sama sektor sipil berjalan lancar. Pada 15 Agustus 2018 mendatang mereka juga akan mengadakan reuni keluarga terpisah pada hari pembebasan tersebut.

Pada infrastruktur, kedua Korea akan mengambil langkah-langkah praktis untuk memanfaatkan kereta api Donghae dan Gyeongui. Ada pula infrastruktur jalan lain dengan menghubungkan dan memodernisasi kedua Korea.

Selain itu, hal yang paling penting dan ditunggu masyarakat dunia adalah Korut akan benar-benar menangguhkan semua tindakan bermusuhan di darat, laut, dan udara terhadap satu sama lain. Bahkan Korut akan bekerja sama untuk membuat Zona Demiliterisasi (DMZ), yakni zona damai yang sebenarnya.

Nantinya juga akan dibuat Garis Batas Utara bagian barat (NLL) lautan damai untuk mencegah bentrokan militer yang tidak disengaja, dan mengambil tindakan nyata untuk menjamin kegiatan penangkapan ikan yang aman. Oleh karena itu, akan diadakan pembicaraan militer, termasuk antara menteri pertahanan dan mengadakan dialog tingkat umum pada Mei mendatang.

Keduanya menegaskan kembali kesepakatan non-agresi dan bekerja sama untuk secara ketat mengamatinya. Bekerja sama untuk mewujudkan pengurangan senjata bertahap sejalan dengan pengurangan ketegangan di antara keduanya dan membangun kepercayaan diri.

Di samping itu, kedua Korea juga akan menggelar pembicaraan tiga-arah. Ini melibatkan dua Korea dan Amerika Serikat, atau pembicaraan empat-arah, yang melibatkan dua Korea, AS, dan Tiongkok. Hal ini dilakukan untuk mendeklarasikan berakhirnya Perang Korea, mengubah gencatan senjata menjadi perjanjian damai dan membangun rezim perdamaian yang abadi.

(iml/JPC)

Burung PNS Ini Bisa Hasilkan Ratusan Juta Rupiah

0
Berbagai jenis love bird di kandang peternakan. Beberapa jenis burung warna-warni itu nilainya bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. (loverbird)

batampos.co.id – Adalah Tugas Prasetyo Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bakesbangpol Kota Madiun, Jawa Timur yang memiliki penghasilan diluar gaji jauuuuh lebih besar daripada gaji yang ia terima.

Bermodalkan burung. Iya burung.

Ia penggemar sekaligus peternak burung Love Bird.

Sepulangnya dari kantor, Tugas biasa menghabiskan waktunya dengan burung-burung yang harganya bisa mencaoai ratusan juta rupiah itu.

Di rumahnya tampak, burung dengan warna tubuh kebiruan, leher hingga kepala putih polos, dan ujung ekor kehitaman itu terus bergerak lincah di sangkar. Sesekali meloncat ke panjatan dari kayu dan mengeluarkan kicauan khas. â€

“Ini indukan jenis biola, sudah setahun saya pelihara,”€ kata Tugas Prasetyo.
Tugas Prasetyo

Dari indukan love bird itu bisa menghasilkan anakan dengan varian warna bulu berbeda. Jika kepala burung berwarna polos dan pipi kanan dan kiri tidak ada goresan hitam, harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. “Saya punya tiga pasang, tapi belum panen, masih masa pengeraman,” ujarnya.

Tugas kali pertama mengenal love bird pada 2011 silam dari salah seorang temannya asal Jogjakarta. Merasa tertarik, satu tahun berselang dia mencoba beternak jenis burung yang sedang naik daun itu.

“Pertama beli dua pasang love bird jenis pastel dan dakocan. Dari dua pasang itu beranak pinak sampai jadi 50 pasang,” katanya.

Masa-masa itu merupakan era keemasan usaha ternak love bird. Permintaan yang tinggi menjadi ladang bisnis yang menggiurkan. Dalam sebulan, omzet yang diraup Tugas mencapai puluhan juta. Melebihi gaji pokoknya sebagai PNS di Bakesbangpol Kota Madiun.

“€œDulu yang ramai itu lutino, harganya bisa sampai Rp 10 juta,┝ paparnya.

Tidak selamanya bisnis yang dilakoni Tugas berjalan mulus. Dua tahun sejak menggeluti usaha tersebut, puluhan love bird peliharannya mati akibat terserang virus. Ditandai mata berair dan membengkak. Tugas pun merugi hingga belasan juta rupiah.

“€œSaat itu cuacanya ekstrem, jadi semakin memperburuk keadaan. Saya bawa berobat, yang ngobati nggak mau karena takut piaraannya tertular,” kenangnya.

Belakangan dia menemukan solusi agar burung piaraannya tidak semakin banyak yang mati. Tugas membongkar kandang dan memisahkan antara hewan yang sakit dan sehat. Pun tidak lagi menggunakan kandang koloni, melainkan jenis baterai.

“€œSatu kandang hanya diisi satu pasang, kalau kandang koloni bisa sampai 25 pasang,” jelasnya.

Saat ini Tugas memiliki 30 pasang love bird dari sekitar 15 varian. Selain biola, ada park blue, green series, violet, dan blue series. Kebanyakan masih bertelur. Masa pengeramannya 21-25 hari.

“€œMudah-mudahan setelah Lebaran sudah panen,— katanya.

Bukan perkara mudah bekerja sebagai PNS sekaligus peternak burung. Tugas harus memperhatikan kebersihan, suplemen, dan vitamin bagi piaraannya. Juga menjaga kondisi sekelilingnya agar tidak sampai stres.

“Seminggu sekali lantainya saya pel,— kata Tugas.

Selama ini Tugas memilih menggunakan jasa pembesaran anakan di seputaran Madiun. “€œKalau pembesaran alami (pasokan makanan dari induk, Red), dua bulan baru bisa makan sendiri, sedangkan jika pakai jasa pembesaran bisa lebih cepat,”€ ujarnya sembari menyebut biaya pembesaran anakan Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu per ekor. (jpg/JPC)

Moto dengan Kamera Ponsel, Oke Juga

0
Suasana diskusi foto

batampos.co.id –  Salah satu agenda kegiatan Anugerah pewarta Foto Indonesia (APFI) 2018 di Batam ialah diskusi tentang fotografi menggunakan ponsel.

Bertempat di gedung Astaka, Engku Putri, panita menghadirkan Yuniadhi Agung (Kompas)  dan Fernando Randi (Bola) sebagai pembicara.

Keduanya memiliki pengalaman yang mumpuni di bidang fotografi ponsel. Tentu saja bukan jenis selfie. Sesuatu yang ringan tetapi bisa bercerita. Bahkan diluar pekerjaan masing-masing.

Diskusi dimulai dengan pemahaman tentang kamera ponsel. Tentu saja ada kelemahan. Diantaraany soal ketajaman dan kemampuan menangkap gambar gerak. Namun ada pula kelebihan, praktis. Ada momen, keluarkan ponsel lalu klik….. Gambar pun terekam.

Diskusi diikuti mahasiswa yang memiliki minat pada dunia fotografi. (ptt)

 

Kampung Bule Butuh Sentuhan Baru

0

batampos.co.id – Penyelenggaraan event demi event sangat dibutuhkan untuk meningkatkan promosi wisata menuju Kampung Bule di Nagoya Batam. Kampung Bule memang dikenal sebagai salah satu destinasi favorit tujuan wisman asing di Batam. Dan butuh sentuhan baru untuk meningkatkan daya tariknya.

“Lampu penerangan dan jalan-jalan dibenahi pak. Karena dapat meningkatkan kenyamanan bagi wisman asing disini,” kata Juru Bicara dari Nagoya Entertainment District (NET), Diana di Last Pub Restauran saat acara Wonderful Batam Biz Talk yang digagas oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jumat (27/4).

Disamping itu, catatan penting disematkan kepada Pemerintah Kota (Pemko) Batam. Diana menuturkan bahwa kegiatan penertiban yang dilakukan Satpol PP sering membuat turis takut.

“Penertiban jangan dilakukan di weekend. Karena biasanya bule-bule itu langsung kabur tanpa membayar billing. Padahal weekend itu kesempatan besar kami mencari keuntungan,” jelasnya.

Pada hari biasa, jumlah kunjungan sangat minim, biasanya hanya lima pengunjung perharinya. Namun di penghujung pekan, wisman-wisman asing akan tumpah ruah mencari hiburan di Kampung Bule.

“Dan perlu juga dibuatkan event dan juga tempat berswafoto untuk menunjukkan identitas Kampung Bule kepada dunia,” harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Deputi V BP Batam mengatakan pengembangan destinasi wisata sangat penting bagi kemajuan Batam, termasuk juga mengembangkan Kampung Bule.”Buat Kampung Bule nanti akan disediakan lahan parkir. Agar para bule bisa bersantai ria di pinggir jalan,” jelasnya.

Namun ia menuturkan bahwa pihaknya harus bekerjasama dengan Pemko Batam.”Jika Pemko butuh bantuan, akan kami bantu untuk menatanya. Karena menggerakkan pariwisata ini perlu dua mesin agar lebih cepat,” paparnya.

Sedangkan Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Pemko Batam Raja Azman mengatakan pariwisata merupakan sumber utama pendapatan asli daerah (PAD) nomor dua pada tahun 2017.”Targetnya Rp 970 miliar, maka pariwisata sumbang Rp 200 miliar. Sangat berarti untuk pengembangan kota Batam,” jelasnya.

Pemko kata Raja akan berusaha untuk medandani kota Batam secantik mungkin untuk meningkatkan PAD dari pariwisata terutama menata dengan baik destinasi wisata seperti Kampung Bule.”Destinasi pariwisata dari promosi dan event akan dibuatkan Detail Enggineering Desaign (DED)-nya untuk Kampung Bule,” pungkasnya.(leo)

KPU Kepri Terima 15 Kandidat Anggota DPD

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepri hanya menerima 15 syarat dan dukungan Calon Anggota DPD RI pada penutupan, Kamis (26/4).

“Proses penyerahan syarat dukungan sudah rampung. Hasil akhirnya ada 15 yang dinyatakan memenuhi syarat dukungan,” ujar Ketua KPU Kepri, Said Sirajudin, Jumat (27/4) di Tanjungpinang.

Dikatakannya, pada hari terakhir penyerahan syarat dukungan ada dua nama yang dinyatakan tidak memenuhi syarat. Diantaranya Aida Ismeth Abdullah, mantan Senator priode 2009-2014 tersebut datang melebih batas waktu yang diberikan.

“Satu nama lainnya, adalah M. Nasir juga tidak memenuhi syarat. Sehingga bisa diproses pada tahapan selanjutnya,” papar Said.

Menurut Said, setelah ini adalah verifikasi jumlah minimal dukungan dan sebesaran. Tahapan ini, akan berlangsung sejak 27 April 2018 sampai 10 Mei 2018. Masih kata Said, proses verifikasi administrasidan faktual nanti akan dihandle oleh KPU Kabupaten/Kota.

“Pengumuman pendaftaran calon akan dibuka pada 2-8 Juli 2018. Kemudianmasa pendaftaran 9-11 Juli 2018 mendatang,” paparnya lagi.

Ditambahkannya, nama-nama yang sudah dinyatakan memenuhi syarat dukungan belum ada jaminan untuk menjadi salah satu calon AnggotaDPD. Karena apabila hasil verifikasi administrasi dan faktual dinyatakan tidak memenuhi syarat, tentu tidak bisa mendaftar.

“Semoga 15 nama yang sudah menyerahkan syarat dukungan, semuanya menjadi Calon DPD RI Priode 2019-2024 yang akan dipilih pada 17 April 2019 nanti,” tutupnya. (jpg)

Batasi Lingkup Kerja TKA

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pengusaha kawasan industri mendukung Peraturan Presiden (Perpres) 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA). Pasalnya mempermudah masuknya investasi lewat kemudahan akses bagi para TKA. Namun TKA akan dibatasi ruang lingkup pekerjaannya hanya untuk jabatan tertentu saja.

“Poin yang harus dipahami oleh semua pihak adalah mempermudah izin tenaga kerja asing dengan tujuan menciptakan lapangan pekerjaan melalui investasi,” jelas Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Ok Simatupang, Jumat (27/4).

Ok mengatakan dengan keberadaan Perpres tersebut bukan serta merta mempermudah tenaga kerja asing masuk ke Indonesia. Mengapa. Dengan kebijakan tersebut, maka TKA hanya boleh menduduki jabatan-jabatan tertentu saja, biasanya di jabatan-jabatan teknis atau direksi keatas.

“Jabatan-jabatan seperti Direktur HRD, Manajer Hubungan Industrial, Manager HRD, ahli pengembangan personalia dan karir, analisa jabatan yang berhubungan dengan HRD tetap tidak diperbolehkan diisi TKA,” katanya.

Lagipula pengawasan terhadap TKA akan semakin ditingkatkan. Pengendalian penggunaan TKA diatur melalui perizinan dengan persyaratan perizinan TKA mencakup izin kerja dan izin tinggal.

Disamping itu perusahaan pengguna wajib membayar dana kompensasi penggunaan TKA sebesar 100 Dolar Amerika per orang per bulan dan sesuai dengan jabatan. Dananya langsung disetor ke kas negara.

Sedangkan untuk pekerja kasar asing tetap dilarang. Perpres ini hanya memangkas birokrasi perizinannya.”Tenaga kerja asing yang dilarang sebelumnya tetap dilarang,” paparnya.

Bahkan dengan Perpres ini, maka peraturan mengenai pengurusan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dipersingkat.”Biasanya untuk proses mendapatkan RPTKA sampai bisa memperoleh Izin Tinggal Terbatas (ITAS) di Batam bisa memakan waktu hingga dua minggu,” jelasnya.

Sebagai contoh di Batamindo, ada sekitar 500 TKA dari total pekerja sebanyak 45 ribu. Pada umumnya TKA mengisi jabatan pucuk pimpinan perusahaan. Jabatan-jabatan tersebut antara lain General Manager, Plant Manager, Direktur dan para engineer.”Dan para quality manager yang dikirim oleh kantor pusat mereka di luar negeri,” ungkapnya.

Menurut Ok, itu sangat lama. Apalagi setelah Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) menarik perwakilannya dari Mall Pelayanan Publik (MPP).”Ini sangat mengganggu iklim investasi bagi para investor yang telah mendaftarkan izin usahanya di BP Batam tapi tidak menggunakan fasilitas i23J,” katanya.

Makanya bagi perusahaan yang baru investasi di Batam namun belum memanfaatkan i23J akan sangat terbantu. Terutama sekali dalam mendapatkan proses lisensi bisnis.”Contoh tanpa adanya izin kerja, maka perusahaan tersebut tidak bisa mengajukan APIP, NIK dan izin-izin lainnya untuk komersil. Karena salah satu persyaratan dari APIP adalah direksinya harus punya IMTA,” katanya.

Terpisah, Ketua Ikatan Praktisi Sumber Daya Manusia (IPSM) Kepri, Baru Rochim mengatakan tujuan Prepres tersebut adalah untuk memudahkan para investor. Namun ada sedikit kekhawatiran, dimana praktiknya kurang dipahami oleh instansi lintas sektoral terkait penggunaan TKA. Hal ini dinilai yang harus menjadi perhatian pemerintah.

“Mungkin saja memiliki dampak positif, jika memenuhi prosedur dan persyaratan sebagaimana yang telah diatur. Akan tetapi ada begitu banyak dampak negatif, karena seperti yang kita tahu, terkadang aturan itu tidak sesuai dengan praktiknya,” kata Baru.

Ia menilai pemerintah harus mengawal supaya tidak ada kekeliruan dalam pelaksanaannya. Tujuannya adalah untuk mendongkrak investasi agar meningkat. Namun kemudahan yang diberikan sudah pasti diikuti oleh risiko yang mengintai.

“Karena itu perlu manajemen resiko dalam penerapan kebijakan tersebut. Sebab peraturan ini berpotensi besar pada melonjaknya jumlah TKA, sejalan dengan meningkatnya aliran investasi dan pemberian utang dari negara pendonor

Pemerintah dalam penerapan kebijakan tersebut harus dibarengi dengan menyiapkan tenaga kerja lokal yang kompeten agar terjadi keseimbangan sebagai perlindungan terhadap rakyatnya sendiri.

Baru juga merujuk UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan. Dalam regulasi tersebut, tenaga kerja asing adalah warga negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Indonesia.

“Di dalam UU tersebut, juga menegaskan ketentuan bahwa setiap pengusaha dilarang memperkerjakan orang-orang asing tanpa izin tertulis dari menteri atau pejabat yang ditunjuk. Di era MEA ini mobilisasi pekerja antar negara sangat mudah karena memang sudah disepakati,” jelasnya.

Dalam aturan tersebut juga ditegaskan bahwa TKA yang boleh bekerja di Indonesia adalah tenaga ahli dan konsultan. Baru menyatakan bahwa data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mencatat jumlah TKA asal China yang bekerja di Indonesia pada 2016 tercatat sebanyak 21.271 orang yang merupakan terbesar jika dibandingkan dengan TKA dari negara lainnya yang sudah terjadi sejak tahun 2012 lalu.

Pada Perpres tersebut diakuinya hanya menambahkan klausul tentang birokrasi soal jaminan pengurusannya akan tetapi khawatir dalam prakteknya tidak demikian. Namun pada intinya pihaknya setuju dengan adanya Perpres tersebut dengan catatan tetap dikawal dan diawasi serta dipahami pada institusi lintas sektoral agar filosofi dalam perpres tersebut.

“Pada dasaranya saya setuju dengan aturan ini, tapi harus benar-benar diimplementasikan dengan efektif. Jangan sampai malah menjadi ancaman bagi tenaga lokal kita,” katanya.

Sementara Panglima Garda Metal, Faderasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam, Suprapto menyatakan dengan tegas bahwa kalangan buruh di Batam menolak Perpres. Karena diyakini akan dapat mengancam tenaga kerja lokal. Kebijakan ini dinilai memberikan ruang untuk mempermudah para TKA yang tidak memiliki kompetensi masuk ke Indonesia.

Untuk itu Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan melakukan uji materiil Perpres tersebut ke Mahkamah Agung RI dengan menggandeng Ahli Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra. Sebagai bentuk penolakan buruh, pihaknya mengaku juga akan menggelar aksi unjuk rasa pada peringatan Hari Buruh pada 1 Mei mendatang.

“Jelas kami dari buruh menolak, karena Perpres ini membuka peluang untuk TKA yang tidak punya skil juga masuk ke Indonesia dan Batam khususnya,” jelasnya.

Suprapto mengakui bahwa dalam undang-undang di perbolehkan mempekerjakan TKA, namun yang harus di perhatikan menurut dia adalah TKA yang memiliki kompetensi dan bisa transfer pengetahuan kepada pekerja lokal. Namun kenyataan dilapangan saat ini banyak TKA yang tidak memiliki skil juga masuk ke Indonesia.

“Maka itu dengan Perpres ini akan semakin membuka peluang TKA tidak berkompetensi masuk ke Batam. Jangan menambah investasi dijadikan alasan terus tenaga lokal tersingkirkan, ini yang menjadi kekhawatiran kami,” kata Suprapto.

Sementara itu, Anggota DPD RI Haripinto Tanuwidjaja mengatakan Perpres TKA ini sebenarnya menjamin proses birokrasi perizinan mendapatkan kepastian.

“Untuk urusan ini kan ada pengawasan dari Disnaker setempat. Dan disamping itu memberikan kepastian perizinan TKA. Kalau dua hari ya dua hari selesai,” katanya.

Justru hal yang sebenarnya harus dibenahi adalah peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar bisa memenuhi kriteria kapabilitas yang dituntut oleh perusahaan industri pemberi kerja di Batam.

“Contoh shipyard kan produksinya diekspor. Dan untuk mengerjakannya butuh tenaga kerja yang bersertifikasi untuk membuktikan kualitasnya.”Dan sertifikasi itu tak ada. Pemerintah tak buat sekolahnya. Yang ada hanya harapin CSR perusahaan saja,” katanya.

Hal inilah yang membuat para tenaga kerja lokal kalah bersaing soal kompetensi dibanding TKA. Makanya perusahaan asing menjadi kesulitan. Di satu sisi mereka butuh tenaga kerja berkompetensi dan mencari sasaran utama adalah dari tenaga kerja lokal. Namun di sisi lain, mereka tak mendapatkannya sehingga kemungkinannya adalah merekrut TKA.

“Vokasi pendidikan industri harus diperluas. Karena kompetensi yang ada saat ini sangat kurang. Sebenarnya orang kita itu punya niat dan rajin, tapi tak divokasi,” tegasnya.

Pemerintah katanya harus fokus membenahi hal tersebut. Apalagi Batam adalah salah satu sentral industri di Indonesia.”Bahkan sekarang sudah ada industri digital animasi. Harus diupgrade kompetensinya. Itu tantangan yang harus segera dituntaskan,” ujarnya.

Tak Banyak TKA Melanggar Izin

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam mencatat Tenaga Kerja Asing (TKA) di Batam hingga kini tercatat sebanyak 6ribuan orang. Dari ribuan orang itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Lucky Agung Binarto menyebutkan tak banyak yang melanggar izin.

“Dari awal tahun hingga sekarang, hanya satu, dua saja. Tak banyak, mereka melanggar izin (kerja,red),” katanya, Jumat (27/4).

Lucky mengatakan pihaknya sangat serius mengawal keberadaan Warga Negara Asing di Batam. Sehingga pencatatan dan pemantauan status mereka di Batam, juga dilakukan secara detail. Ia menampik jumlah TKA di Batam puluhan ribu orang.

“Tak ada itu, WNA itu keseluruhannya 9 ribuan orang. 6 ribu TKA, 3 ribunya lagi itu statusnya keluarga dari TKA, WNA yang menikah dengan orang sini, pelajar,” ucapnya.

Namun melihat pergerakan BP Batam akhir-akhir ini. Lucky mengatakan tak menutup kemungkinan jumlah TKA akan bertambah.

“Karena beberapa waktu lalu setahu saya BP Batam menjalin kerjasama dengan investor asing,” tuturnya.

Adanya kerjasama ini, membuka peluang penambahan jumlah TKA datang ke Batam. “Pastinya, namun kami melalui Tim PORA (Pengawasan Orang Asing) akan tetap mengawasi pergerakan mereka ini,” ucapnya.

Saat ditanya kemungkinan WNA datang ke Kepri untuk bekerja, namun dengan modus sebagai wisatawan. Lucky mengatakan hingga kini pihaknya tak ada menemukan praktik serupa itu. “Kalau pelanggaran izin kerja ada, seperti saya sebutkan diatas satu dan dua orang saja,” ungkapnya

Ia mengatakan paket-paket travel yang mendatangkan orang asing ke Batam, diawasi sedemikian rupa oleh instansi-instansi terkait. “Kami memastikan jumlah mereka yang datang dan pergi itu sama. Jadi tak ada yang tercicil atau tertinggal,” ujarnya.

Hal itu diamini oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) International Hang Nadim, Suwarso. Ia mengatakan beberapa kali turis asing datang melalui Hang Nadim dalam satu rombongan. “Travel yang datangkan demi meningkatkan pariwisata. Walaupun begitu, kami tetap awasi mereka,” kata Suwarso.

Pihak Hang Nadim melibatkan imigrasi, polisi, TNI, BIN serta instansi lainnya dalam pengawasan orang asing ini, baik saat datang maupun pulang kembali ke negaranya. “Ada juga berpakain resmi dan preman. Data orang datang dan pulang, kami pantau secara detail,” ucapnya.

Karena pengawasan ketat ini, kata Suwarso kecil kemungkinan adanya WNA yang menyalahgunakan kedatangannya.

Tingkatkan Pengawasan TKA Unskilled

ilustrasi

Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Sukaryo meminta Imigrasi dan Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam meningkatkan pengawasan kepada tenaga kerja asing. Peningkatkan pengawasan itu penting dilakukan, apalagi setelah adanya hasil invstigasi Ombudsman RI yang menyebutkan tenaga kerja asing masuk ke Indonesia setiap hari.

“Hasil investigasi sebagian besar tenaga kerja asing asal Tiongkok unskilled labor. Oleh sebab itu, pengawasan terhadap seluruh perusahaan yang mempekerjakan tenaga asing perlu ditingkatkan,” tegas Sukaryo, Jumat (27/4).

Diakui dia, hasil investigasi Ombudsman juga menjadi indikasi bahwa masih banyak perusahaan dan tenaga kerja asing yang tidak peduli terhadap aturan dan ketentuan yang berlaku di Indonesia. Bahkan ia tak menampik di Batam masih ada perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asing. Padahal pekerjanya tersebut tidak memiliki skil.

“Di Sagulung contohnya. PTKA (Penempatan Tenaga Kerja Asing) tenaga ahli. Tapi nyatanya buruh kasar,” tuturnya.

Terkait hal ini, Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, Imigrasi dan Dinas Ketenagakerjaan tidak boleh toleran dan betul-betul menegakan aturan yang berlaku. Jika memang ada ditemukan seperti ini, dua instansi pemerintah ini harus tegas, baik itu lewat peringatan kepada perusahaan yang mendatangkan maupun deportasi.

“Sebenarnya di PTKA bisa diketahui, siapa yang mendatangkan dan posisinya untuk apa. Jadi kalau ada yang memanipulasi data sudah bisa diketahui. Makanya ketika ada temuan seperti ini harus segera disikapi,” tegas dia.

Ditambahkan Sukaryo, jangan sampai ketika masyarakat Batam susah mencari kerja, pekerja asing malah berduyun-duyun bekerja di disini. Disisi lain, pemerintah daerah harus mampu memberikan jaminan bagi tenaga kerja lokal.

Hal berbeda disampaikan Ketua Komisi I DPRD Batam, Budi Mardianto. Diakuinya, hasil investigasi Ombudsman RI ini baru sebatas isu karena dilengkapi data. “Datanya mana. Kalau informasi tanpa data, sama saja hoak,” kata Budi.

Namun begitu, ia mengakui secepatnya akan turun langsung mempertanyakan kepada pihak-pihak terkait kebenaran informasi tersebut. “Kalau nanti memang betul ada data imigrasi baru kita ambil langkah tegas. Sekaligus mempertanyakan fungsi pengawasan tenaga kerja asing seperti apa, sehingga bisa lolos yang seperti ini,” ucapnya.

Politisi PDIP itu juga mengakui, saat ini Komisi I mempersiapkan Peraturan Daerah (perda) mengenai tenaga kerja asing. Meskipun diakui Budi, di Peppres sendiri sudah diatur, namun karena Batam berbatasan langsung dengan negara tetangga, makanya perlu secara spesifik diatur pengawasan, dan perlindungan terhadap tenaga kerja asing.

“Di pepres sebenarnya mengartikan agar memberi ruang investor agar berinvestasi. Investor masuk tentu membawa tenaga kerja ahlinya. Makanya kalau ada yang unskil kita sikapi dengan cara memanggil pihak terkait,” jelasnya.

Sebelumnya, Ombudsman RI melakukan investigasi keberadaan tenaga kerja asing di Indonesia. Hasilnya, pekerja asing, khususnya dari Tiongkok masuk ke Indonesia setiap hari. Yang lebih mengejutkan, tenaga kerja asing tersebut didominasi buruh kasar. “Sebagian besar unskilled labor,” kata Komisioner Ombudsman RI Laode Ida. (ska/rng/leo)