batampos.co.id – Kecelakaan kembali terjadi di Jalan S Parman, tepatnya di depan Perumahan Nusa Indah, Seibeduk, Jumat (20/4) sekitar pukul 20.00 WIB. Kecelakaan tersebut melibatkan pengendara motor BP 29XX HE dan Mobil Honda Yaris BP 16XX FY.
Belum diketahui penyebab pasti kecelakaan tersebut, namun diduga, pengendara motor yang belum diketahui identitasnya tersebut tidak melihat adanya mobil yang hendak memutar di putaran U yang berada di simpang Perumahan Nusa Indah.
“Kondisi jalan kan cukup gelap. Soalnya lampu jalan belum ada,” ujar Firdaus saksi mata.
Akibatnya, pemotor perempuan itu langsung menabrak mobil berwarna perak tersebut dari arah samping kiri.
“Dia mau mutar entah mau masuk ke dalam Perumahan Nusa Indah atau gimana saya tak tahu,” katanya.
Akibatnya kejadian itu, pengendara motor mengalami luka parah pada bagian kepala, sementara kaca pintu bagian kiri hancur.
“Korban langsung dilarikan ke RS Casa, yang bawa mobil yang ditabrak itu,” jelasnya.
Sementara kejadian tersebut menimbulkan kemacetan. Pengendara yang lewat ramai melihat kejadian tersebut. (une)
Sejumlah pekerja sedang menambang pasir di sekitar dam Tembesi. Tambang pasir ilegal yang berada di hutan lindung ini merusak dam dan daerah tangkapan air. | Alfian/ Batam Pos
batampos.co.id – Alat berat eskavator kembali beroperasi di tambang pasar ilegal di sekitar dam Tembesi, Jumat (20/4). Bukan hanya untuk memuat pasir ke dalam truk yang sudah antri mengangkut pasir, tetapi ikut juga mengeruk tanah dari perut bumi.
“Alat berat itu sudah sejak seminggu lalu ada di sana. Kalau tidak ada itu, akan lama kerjanya,” ujar Wasyim, warga yang sedang berkebun di sekitar dam Tembesi.
Ia mengaku menyaksikan penertiban yang dilakukan BP Batam bulan lalu. Dan ia juga melihat sehari sebelumnya, alat berat yang ada di sana meninggalkan lokasi tambang.
“Saya tiap hari di sini, pasti taulah kegiatan di sini. Bulan lalu waktu razia, waktu penambang lari dikejar Ditpam saya lihat juga,” katanya.
Dari pantuan Batam Pos, kemarin, puluhan truk keluar masuk dam Tembesi dengan bebas. Satu per satu mengantre di dekat tumpukan pasir yang masih basah. Suara mesin dompeng bersahut-sahutan di area tangkapan air tersebut.
Anggota komisi III DPRD Kota Batam Jefri Simanjuntak menyayangkan penambangan pasir ilegal yang masih terus berlanjut tersebut. Seakan kebal hukum, truk pengangkut pasir dan alat berat dengan santainya beroperasi di sana.
Menurut politikus dari PKB tersebut, harusnya ketegasan pemerintah Kota Batam lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bisa menghentikan kegiatan yang sudah merugikan negara ratusan milair rupiah tersebut.
“Banyak masalah yang terjadi di sana. Kenapa DLH hanya diam saja. Kalau ada masalah di atas lahan tersebut apakah itu bukan masalah Pemko” katanya.
Bahkan ia menuding ada pihak atau orang besar dibalik penambangan pasir tersebut. Selain beroperasi di hutan lindung, letaknya juga sangat dekat dengan jalan raya.
“Ini sudah belasan tahun beroperasi, tak mungkin BP Batam dan Pemko Batam tidak mengetahuinya. Lalu kenapa penindakan sangat minim. Bisa jadi karena Bapelitbang memang tidak ada keseriusan,” katanya.
Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto beberapa waktu lalu juga tegas meminta penegak hukum untuk menghentikan penambangan pasir ilegal. Hukum yang berlaku harus ditegakkan. Penambangan pasir tersebut hanya menguntungkan segelintir orang tanpa memberikan kontribusi ke daerah.
“Bahkan hutan lindung rusak, dam juga berpotensi jebol. Kalau ada banjir atau bencana di sana, Pemko harus tanggungjawab,” katanya. (ian)
batampos.co.id – Konsesi ATB akan berakhir November 2020 mendatang. Lelang terbaru pengelolaan air bersih di Kota Batam rencananya akan dilakukan Nopember 2019 mendatang. Saat ini pihak BP Batam sedang melakukan penghitungan aset-aset ATB.
“Lelang konsesi dilakukan satu tahun sebelum konsesi ATB berakhir. Artinya baru dibuka tahun depan di bulan November. Sekarang ini, kita sedang menghitung ulang aset,” kata kepala kantor pengelolaan air dan limbah BP Batam, Binsar Tambunan, Jumat (20/4).
Setahun sebelum pelelangan ini, BP Batam bersama tim dari pusat harus menghitung ulang aset ATB. Penghitungan aset ini melibatkan tim dari kementerian keuangan, BPKP, Kementerian PUPR , ATB dan beberapa pihak lainnya.
“Jadi sesuai ketentuan setahun sebelum lelang konsesi, maka sudah harus clear semuanya. Saat pelelangan tidak ada lagi masalah,” katanya.
Menurut Binsar, sebelum konsesi dilelang, maka pengelolaan air bersigh Tembesi akan menjadi ujian. Di mana ada 20 perusahaan yang sudah menyatakan minatnya untuk mengelola dam Tembesi dengan nilai proyek sekitar Rp 300-350 miliar.
“Jadi siapa yang menang dan mampu mengelola dam Tembesi ini, akan menjadi nilai tambah,” katanya.
Ia menegaskan 20 perusahaan yang ikut lelang pengelolaan dam Tembesi semuanya berminat ikut dalam konsesi ATB. “Makanya saya katakan kita lihat nanti di dam Tembesi,” katanya.
Sebelumnya kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan lelang dam Tembesi akan dilakukan sebelum konsesi ATB berakhir. Ia mengatakan puluhan perusahaan dari berbagai negara dipastikan akan ikut lelang.
“Mei ini akan mulai market sounding. Kita akan lihat siapa yang lebih siap,’ katanya.
Sementara itu, Enriqo Moreno Ginting, Manager Corporate Communication ATB belum bisa dimintai keterangannya terkait konsesi tersebut. Beberapa kali dihubungi yang bersangkutan tak menjawab.
Tetapi beberapa waktu lalu, ia tegas mengatakan bahwa ATB adalah perusahaan air bersih yang terkemuka di Indonesia yang ditunjukkan dengan performa dan penghargaan dari berbagai pihak. Terkait aset ia mengatakan bahwa investasi yang sudah ditanamkan ATB sudah hampir Rp 900 miliar. Bahkan sudah menyumbang pajak lebih dari Rp 700 miliar. (ian)
batampos.co.id – All New Ertiga sudah resmi mengaspal di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Mobil keluarga segmen MPV ini merupakan generasi kedua dari Suzuki Ertiga yang sudah hadir sejak tahun 2012 lalu. Rencananya pertengahan Mei mobil yang dikagumi Presiden RI Joko Widodo saat peluncuran di acara Indonesia International Motor Show (IIMS) yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4) lalu itu akan segera hadir ke daerah termasuk Kepri.
Batam Pos yang ikut menyaksikan peluncuran varian terbaru dari Ertiga itu berkesempatan menjejal kelajuan dan kenyamanan mobil pada acara test drive yang dipandu oleh pihak PT Suzuki Indomobil Motor.
Hadir dengan kabin yang lebih lebar sekitar 13 centimeter dari terdahulunya All New Ertiga terlihat nyaman sebagai mobil keluarga dengan daya muat tujuh penumpang. Roda yang dibekali ring velg 15 centimeter membuatnya cukup menyaman melintasi jalan rintang. Deretan polisi tidur yang sengaja dipasang di lokasi uji coba dapat dilalui dengan nyaman tanpa goncangan keras.
Interior bagian dalam mobil benar-benar memancarkan kesan yang kuat dan elegan dengan kabin yang lebih luas dari pendahulunya. Bagian dashboard juga tampak lebih mewah sebab dipahat lebih halus dan aksen corak kayu besar yang menawarkan keanggunan yang berkelas.
Eksterior luar Platform Heartec generasi terbaru tampil bedah dengan pendahulunya. Panjang bodi yang mencapai 130 mm itu terkesan mewah dengan gril depan yang tampak menawan dipadu garis bahu yang dinamis. Lampu depan mengusung proyektor HD yang lebih terang tentunya. Kaca spion mobil ini juga disematkan lampu sign. Lampu belakang kombinasi LED yang cukup terang namun tidak mengganggu pengguna jalan lain di belakangnya.
Yang lebih hebat lagi untuk tipe GX remote kontrol tidak perlu ditekan untuk membuka pintu mobil. Pengemudi atau pemilik mobil cukup menyimpan remote dalam kantor celana dan mendekatkan remote tersebut ke mobil pintu sudah bisa langsung dibuka. “Tapi harus jarak dekat,” ujar Emil Reza, pemandu di lokasi test drive.
Begitu juga saat berada di dalam mobil, remote kontrol ataupun kunci kontak tak perlu menempel pada bagian kunci kontak mobil. Cukup letakan saja di sekitar mobil, mesin mobil sudah bisa dihidupkan.
foto: eusebius / batampos
“Kalau misalkan saat keluar pengemudinya lupa mengambil remote dan kunci kontak, itu tidak masalah karena pintu tak akan ngelock (terkunci). Ada alarm pengingat juga,” ujar Emil lagi.
Bagian dashboard juga hadir dengan ventilator AC pada bagian bawah. Pengemudi atau penumpang bisa mendinginkan minuman atauapun makanan pada ruangan pendingin yang disediakan di dibawa dashboard tersebut.”Semacam lemari pendingin mini gitu,kata Reza.
Tidak itu saja, sebagai mobil keluaran terbatu, lampu speedometer All-New Ertiga ini bisa disetel terang atau gelap. Teknologi terbaru yang disematkan pada mobil diantaranya Electronic Stability Program (ESP). Teknologi ini untuk mengatur kecepatan mobil saat berada di tikungan. “Jika kekecencangan di belokan, mobil akan mengatur kecepatan sendiri agar tidak keluar jalur,” tutur Reza.
Untuk bagian keamanan mobil ini tentu dilengkapi dengan airbag seperti terdahulunya serta sistem automatic brake system untuk menjaga keseimbangan mobil saat terjadi rem mendadak.
Bagian dapur pacu All New Ertiga bermesin bensin K15 B yang lebih efisiensi bahan bakar ketimbang mesin K14B pada tipe terdahulunya. All- New Ertiga hadir dengan tiga tipe yakni GA,GL dan GX. Masing-masing tipe terdapat beberapa pilihan warna yakni Magna Grey Metallic, Glorus Brown Pearl Metallic, snow white pearl, radiant red pearl, silky silver metalic, burgundy red pearl dan cool black pearl metallic. (eja)
batampos.co.id – Bulog saat ini menggelontorkan daging kerbau impor sebanyak 1.112 ton di Batam. Hal tersebut untuk menstabilkan harga daging yang ada di Batam yang saat ini di atas harga eceran tertinggi (HET).
Sayangnya dari beberapa pedagang daging sapi yang selama ini berjualan di pasar, tak semuanya mau menjajakan daging kerbau impor dari Bulog Batam ini. Salah satunya pedagang daging yang ada di Pasar Tos 3.000 Jodoh, Usman.
Ia sebelumnya sudah pernah ditawari oleh distributor daging di Batam untuk dipasok daging kerbau impor. Namun tawaran tersebut ditolaknya. Alasannya, Usman tak mau mengambil risiko dengan menjual daging kerbau impor.
“Sebenarnya sudah ditawari sih sama distributor daging, begitu juga kawan-kawan pedagang daging di sini. Memang ada yang mau menerima tawaran itu, tapi jumlah pedagangnya sedikit. Mereka yang mau menjual daging kerbau itu karena ingin mencoba, apakah di pasaran laku atau tidak,” ujar Usman.
Masih kata Usman, dirinya sendiri tak berani mengambil risiko dengan berjualan daging kerbau meski harganya lebih murah dibandingkan daging sapi dengan kualitas sama. Sebab masyarakat peminat daging kerbau, boleh dikatakan sangat minim sekali.
“Itupun pembelinya biasanya pertimbangannya di harga yang lebih murah saja, makanya konsumen mau beli. Intinya daging kerbau ini masyarakat belum familiar meski kami pernah tawarkan ke pelanggan kami,” terangnya.
Sementara salah satu penjual daging di pasar Botania I Batamkota, Rofiq mengaku dirinya sudah seminggu mencoba berjualan daging kerbau, selain daging sapi. Ia mengakui kalau penjualan daging kerbau, tak terlalu laku dibandingkan daging sapi.
“Tak lakunya daging kerbau itu karena dari fisik dagingnya, warnanya memang sama-sama merah, tapi tak semerah daging sapi. Daging kerbau warnanya merah agak pudar kehitaman. Begitu juga tekstur dagingnya lebih tampak alot dibandingkan daging sapi yang teksturnya dagingnya lebih lembut meski sama-sama di es. Kalau pembeli pasti bertanya, itu daging sapi kok warnanya lain, kurang menarik. Setelah kami jelaskan bahwa itu daging kerbau, meski harganya selisih, tetap pembeli memilih daging sapi,” ujar Rofiq.
Kenapa daging kerbau kurang diminati atau kuran diterima masyarakat meski harganya lebih murah dibandingkan daging sapi? Rofiq mengakui karena masalah selisih harga yang sangat sedikit sekali.
“Daging kerbau ini kami jual Rp 80 ribu perkilogramnya. Sedangkan daging sapi juga ada kok yang seharga Rp 85 ribu sampai Rp 90 ribu. Itu selisihnya kan hanya Rp 5 ribu saja. Makanya selisih harga yang sedikit itulah yang membuat masyarakat tetap memilih dagin sapi,” kata Rofiq.
Dalam seharinya Rofiq mengaku hanya bisa menjual daging kerbau maksimal 25 kilogram. Sementara daging sapi, ia mampu menjual perharinya mencapai di atas 100 kilogram.
Ilustrasi
Sedangkan salah satu distributor daging di Batam, PT Batam Frozen Food yang diwakili oleh Dirutnya, William mengakui kalau pedagang daging di pasar memang kurang berminat menjual daging kerbau dengan berbagai alasan.
“Untuk penyebarannya pasar mana saja yang menjual daging kerbau, semua pasar di Batam sudah kami pasok itu daging kerbau. Memang tak semua pedagang daging mau kami tawari untuk menjual daging kerbau itu. Prosentasenya sih misalnya di satu pasar ada lima atau enam pedagang daging sapi, itu yang mau kami tawari untuk berjualan daging kerbau hanya dua pedagang saja. Karena memang jauh kalah jauh lakunya dibandingkan harga daging sapi,” terang William.
Kenapa harga daging kerbau selisihnya tipis sekali atau sedikit sekali dibandingkan harga daging sapi? William mengakui dari distributor utama yakni Bulog Batam harganya memang sudah tinggi yakni perkilogramnya dijualnya Rp 70 ribu ke pihaknya, bukan Rp 65 ribu seperti yang dibilang sebelumnya.
“Kalau dari kami saja belinya perkilogramnya Rp 70 ribu dari Bulog, otomatis kan kami jualnya ke pedagang di pasar maupun swalayan Rp 75 ribu. Nah, oleh pedagang, daging kerbau itu dijualnya lagi ke masyarakat Rp 80 ribu, atau ambil untung perkilogramnya hanya Rp 5.000 saja. Itulah kenapa daging kerbau kurang diminati, ya karena selain belum familiar di masyarakat untuk dikonsumsi, harganya itu selisihnya tipis sekali dibandingkan daging sapi,” terang William.
Dalam sehari, William mengaku untuk penjualan daging kerbau pun jumlahnya kalah jauh dibandingkan penjualan daging sapi.
“Saya jual daging sapi per harinya itu rata-rata mencapai 1 sampai 2 ton. Sedangkan daging kerbau itu perhari bisa jual 300 sampai 400 kilogram saja sudah bagus. Tapi saya yakin, lambat laun daging kerbau ini akan diminati masyarakat. Intinya karena belum terbiasa saja masyarakat mengkonsumsi daging kerbau,” ujarnya.
Saat ini daging kerbau yang paling laku di pasar, penjualannya paling banyak di Batam itu, lanjutnya, adalah di Batuaji. Kemudian berikutnya di pasar Tos 3.000.
Sedangkan untuk pasar-pasar lainnya di Batam seperti di kawasan Batamkota ataupun daerah lain di Batam, penjualannya minim sekali meski ada yang menjualnya.
Sementara untuk stok ketersediaan daging sapi digudangnya, William mengakui pihaknya masih sanggu mensuplai atau memasok kebutuhan daging sapi di Batam selama satu sampai dua bulan ke depan.
“Untuk stok daging sapi di kami saat ini ada 70 ton. Itu cukup untuk sampai maksimal dua bulan ke depan. Namun nanti jelang 10 hari Idul Fitri, itu permintaan daging sapi pasti akan tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya,” terang William.
Masih kata William, daging sapi di Batam harganya sampai Idul Fitri nanti akan tetap bertahan di harga tinggi, melebihi HET yang ditetapkan Rp 80 ribu. Hal itu dipicu nilai tukar rupiah terhadap mata uang lain seperti misalnya dolar yang semakin melemah.
“Kami ambil dari Australia, karena kursnya sekarang kan nilai tukar rupiah melemah, otomatis harganya jagi ikut naik lah. Belum lagi transportasinya ke Batam, tak bisa langsung dari Australia meluncur ke Batam. Harus terlebih dahulu transit ke Singapura sebelum sampai Batam. Ongkos transit itulah yang menyebabkan cost transportnya membengkak yang mempengaruhi harga daging sapi,” katanya.
Untuk harga daging kerbau sendiri, lanjutnya, sama sama dari Bulog, harga daging kerbau di Batam lebih mahal dibandingkan dengan di Jakarta.
“Selisih harganya mencapai Rp 2 ribu perkilogramnya. Mungkin karena ongkos transportnya ke Batam kali ya. Makanya dari Bulog Batam sudah mematok harga yang tinggi untuk daging kerbau,” ujar William. (gas)
batampos.co.id – PT Suzuki Indomobil Motor telah meluncurkan varian terbaru dari mobil Suzuki Ertiga mereka. Generasi kedua mobil keluarga Ertiga ini diluncurkan pada pembukaan acara pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/4) siang yang dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.
President Commissioner PT Suzuki Indomobil Motor, Soerbronto Laras menjelaskan, All-New Ertiga ini merupakan mobil keluarga yang manampung hingga tujuh penumpang dengan menampilkan desain ekterior yang berkesan kuat dan elegan dengan gril depan yang tampak mewah dan garis bahu yang dinamis.
Lampu depannya sudah mengusung teknologi proyektor sehingga tetap terang namun tidak menyilaukan pengguna jalan lainnya. Sementara lampu belakang sudah mengadopsi LED yang hemat energi.
Bagian dalam interior All-New Ertiga ini telah diperbaharui dengan dashboard yang dipahat lebih halus dan aksen corak kayu besar yang menawarkan keanggunan yang berkelas. Paltform Heartect generasi terbaru dan bodi yang lebih panjang 130 mm menciptakan lingkungan kabil yang luas dengan ruang bagasi yang lebih besar.
Bagian dapur pacu, varian terbaru ini bermesin bensin K15 B yang lebih efisiensi bahan bakar ketimbang mesin K14B pada tipe terdahulunya.
Sebagi varian terbaru All- Ertiga hadir dengan tiga tipe yakni GA,GL GX dan GX ESP. Perbedaan GX dan GX ESP adalah tambahan fitur electronik stability perogramme yang memungkinakn komputer untuk menjaga kestabilan mobil saat dalam kondisi di luar kendali pengemudi. Masing-masing tipe hadir dengan pilihan warna Magna Grey Metallic, Glorus Brown Pearl Metallic, snow white pearl, radiant red pearl, silky silver metalic, burgundy red pearl dan cool black pearl metallic.
Mobil terbaru dari Suzuki itu akan segera hadir di kota Batam dalam waktu dekat ini. (eja)
Petugas Satpol PP meletakkan Suminem di mobil yang hendak membawanya ke Nganjuk. (M FIKRI ZULFIKAR – JawaPos.com/RadarKediri)
batampos.co.id – Suminem, namanya. 73 tahun usianya.
Wanita tua ini sehari-hari mengemis di ATM Center Kediri Mall, Jatim.
Dalam lima hari wanita yang beralamat di Desa Sugihan, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk ini bisa mengumpulkan uang sebanyak Rp 1,1 juta!
Nah, bila dalam sebulan bisa dibayangkan berapa penghasilan nenek tua ini dari hanya sekadar menengadahkan tangan.
Bila dirata-rata hasil per bulan Suminem ialah Rp 6,6 juta!
“Jutaan rupiah hasil ngemis ini kami ketahui saat menggeledah,” terang Kabid Trantib Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.
Ya, kemarin Suminem kembali terazia. Dia dijaring di lokasi favoritnya itu, di ATM Center Kediri Mall. Sekitar pukul 10.00 WIB. Uang jutaan rupiah itu terkumpul di wadah bekalnya. Berbentuk recehan hingga uang kertas. Setelah dihitung petugas jumlahnya mencapai Rp 1,1 juta.
Suminem tergolong pengemis bandel. Dia berulang kali terjaring. Namun, tetap kembali mengemis di lokasi yang sama. Sehari sebelumnya, Selasa (17/4) Suminem juga tepergok mengemis oleh Satpol PP. Namun saat itu dia langsung dijemput oleh anaknya yang tinggal di Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, bernama Nyamiran. Satpol membolehkan Nyamiran membawa pulang karena berjanji tidak akan mengemis lagi. Tapi ternyata Suminem ingkar janji. Dia kemarin tetap mengemis di tempat yang sama.
“Akhirnya kami bawa lagi hari ini,” tandas Nur Khamid.
Yang luar biasa, adalah kekayaan sang nenek pengemis. Saat diinterogasi oleh anggota satpol Suminem bisa mengumpulkan harta berlimpah. Dia mampu beli tanah seluas 100 ru (1 ru = 14 meter) yang dia tanami cengkih. Dia juga punya tanaman durian di pekarangan rumah. Masih ada lagi, Suminem mengaku memiliki tiga ekor sapi yang dipelihara salah seorang keponakannya. Juga, dia menceritakan sempat memiliki 12 ekor kambing. Namun beberapa sudah dia jual. Kini tinggal tersisa empat ekor saja.
“Sapi dan kambing dirawat keponakan, Red),” cerita Saminem.
Dan yang lebih mengagetkan lagi, ketika Suminem ditanya tentang rumah. Wanita berusia 73 tahun ini menyebut angka 3 saat ditanya berapa jumlah rumah yang dia miliki.
Selain itu, hasil mengemis yang dia lakukan bertahun-tahun ini bisa untuk menyekolahkan ketiga keponakannya. Suminem juga mengaku memang setiap hari datang ke Kediri Mall. Diantar oleh Nyamiran dengan motor. Dia juga terbiasa tinggal di rumah Nyamiran. Baru sesekali dia pulang ke rumahnya di Nganjuk.
Satpol PP sepertinya tak ingin kecolongan lagi dengan menyerahkan Suminem pada anaknya. Setelah berkoordinasi dengan tim Tindak Reaksi Cepat Dinas Sosial (TRC Dinsos) Kota Kediri, petugas memulangkan langsung ke Nganjuk. Tapi sebelumnya nenek ini diperingatkan agar tak lagi mengemis.
“Kami juga peringatkan anaknya dan juga berkoordinasi dengan keluarganya yang lain agar melarang Suminem mengemis,” tegas Nur Khamid. (rk/fiz/die/JPR)
Warga memanfaatkan tanah kosong di Sagulung untuk belajar menyetir mobil, Selasa (25/7). Di Batam ini banyak tanah kosng yang belum tidak dibangun. F. Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Tahun lalu, BP Batam sudah menegaskan tidak akan mengalokasikan lahan untuk rumah tapak. Di mana hingga saat ini 700 hektar lahan yang belum dialokasikan tak kunjung ada peminat. Lahan tersebut diperuntukkan untuk industri.
“Sampai sekarang masih 700 hektar lahan itu belum dialokasikan. Itu untuk industri. Permintaan atas lahan banyak, bahkan sudah ada investor yang meminta lahan, tetapi mungkin luas lahan di satu titik tidak pas,” kata Direktur Lahan BP Batam, Imam Bachroni, Kamis (19/4).
Ia mengatakan 700 hektar lahan ini tersebar di beberapa tempat. Sehingga untuk industri yang membutuhkan lahan besar mungkin terkendala. Menurutnya, untuk industri yang besar, ia berharap pemilik lahan tidur bisa bekerja sama dengan investor baru.
“Kami siap menjembatani. Kalau memang pemilik lahan tidur yang sekarang ada kendala untuk membangun, bisa bekerjasa dengan investor yang mau datang,” katanya.
Kepala BP Batam Lukita Dinasrsyah Tuwo mengatakan bahwa memang permintaan lahan untuk industri besar sudah ada. Termasuk persiapan untuk mendatangkan investor dari Tiongkok yang berminat berinvestasi di Batam.
“Tetapi kalau memang industri besar tidak mungkin lagi di Batam. Kita berharap di Rempang-Galang. Kalau semua urusan mengenai status lahan selesai, memang Rempang-Galang akan dikembangkan untuk industri,” katanya.
Ia mengatakan beberapa perusahaan dari Tiongkok yang membutuhkan lahan besar sudah menyatakan minat untuk berinvestasi. Termasuk beberapa perusahaan dari luar seperti Australia yang membutuhkan lahan yang luas.
“Makanya saya berharap juga pemilik lahan tidur bisa bekerja sama dengan calon investor. Jadi lahan itu terbangun dan investasi masuk ke Batam,” katanya.
Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan, saat ini memang sudah ada beberapa investor yang ingin berinvestasi dengan kebutuhan lahan yang luas. Ia mencontohkan pengusaha dari Australia di bidang pariwisata yang membutuhkan lahan yang luas mencapai 100 hektar.
“Mungkin kalau lahan yang belum dialokasikan tidak mencukupi karena memang tidak di satu tempat. Tetapi mungkin ada lahan tidur yang lain yang bisa dimanfaatkan,” katanya.(ian)
batampos.co.id – Pemerintah menetapkan target kunjungan wisman yang tinggi kepada Kepri. Tahun ini Kepri dapat jatah harus mendatangkan 2,5 juta wisman. Meski menetapkan target tinggi, ternyata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membantu Kepri untuk mewujudkannya lewat program promosi wisata bertajuk Hot Deals.
“Ini merupakan program jangka pendek yang menjadi bagian dari program Visit Wonderful Indonesia. Hot Deals terutama program diskon untuk wisman yang sedang berada di Singapura. Atau bisa saja orang Singapura sendiri, ekspatriat dan wisman yang tengah berada di Indonesia,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Gedung BP Batam, Kamis (19/4).
Seperti apa program Hot Deals tersebut. Arief menyebut programnya dikemas dalam paket 3A yang terdiri dari diskon untuk atraksi, diskon untuk akses dan diskon untuk akomodasi.”Jadi diskonnya bisa sampai 50 persen. Baik itu diskon untuk akses fery, diskon untuk atraksi golf dan diskon akomodasi seperti hotel,” jelasnya lagi.
Arief meyakini bahwa program ini dapat mendongkrak kunjungan wisman ke Kepri.”Sudah putus bahwa Kepri harus tumbuh lebih tinggi dari nasional. Karena kalau tidak dapat 2,5 juta wisman maka target nasional sebesar 14,5 juta wisman tidak akan tercapai,” jelasnya.
Ia kemudian mengungkapkan bahwa target dari program Hot Deals ini mencakup banyak kategori wisman. Tapi kategori yang dipandang potensial adalah Silver Tourism atau wisman dari kalangan pensiunan.
“Mereka menghabiskan biaya yang banyak untuk menetap di Indonesia. Bisa mencapai 2000 Dolar Amerika perbulan dan itu jauh lebih tinggi dari wisman biasa. Peluang tersebut bagus untuk Indonesia, apalagi sekarang mereka bisa investasi disini khususnya mengenai kepemikan properti,” tuturnya.
Untuk target kunjungan wisman dari program Hot Deals ini, Kemenpar belum berani mematok target tinggi.” 500 ribu wisman kita harapkan lewat penawaran atraktif ini,” tambahnya.
Ia meyakini target tersebut bisa dicapai, apalagi ternyata Kepri sudah memiliki tujuh kalender off event yang masuk kalender pariwisata nasional. Sehingga Arief menyarankan BP Batam agar segera mengusulkan event Batam Menari ke Kemenpar untuk menjadi agenda pariwisata nasional.”Silahkan diusulkan. Nanti akan ada kurator, budayawan dan media yang menilai,” katanya lagi.
Kemenpar juga mendukung pengembangan destinasi wisata lainnya di Batam termasuk di Tanjungpinggir dan di Nongsa. Namun sebelum menuju kesana, ia juga mengimbau agar BP Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam segera bersinergi untuk memajukan pariwisata di Batam.
Sejumlah turis berjalan ditrotoar saat menikmati suasana jalan Fisabilillah Batamcenter, Minggu (8/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos
“Harus ada kesepakatan yang mana saja yang dilakukan oleh BP dan Pemko. Dan misalnya jika yang adakan bukan BP toh gak apa-apa atau yang adakan swasta juga gak apa-apa. Asalkan itu untuk kepentingan Batam,” ujarnya.
Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan BP Batam sudah merencanakan pembangunan ikon-ikon destinasi baru seperti kota air di Batamcentre.
“Itu merupakan bagian dari pusat bisnis. Baru Tanjungpinggir dan juga kami mau upgrade Jembatan Barelang,” paparnya.
Ia meyakini pariwisata akan tumbuh dengan baik karena data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mendukung hal tersebut. Berdasarkan data BPS, jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri pada Februari lalu mencapai 205.964 kunjungan. Angka kunjungannya naik 31,20 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 156.986 kunjungan.
“Jika dibanding periode sama tahun sebelumnya, maka sudah naik 53,15 persen,” kata Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar.
Sedangkan untuk akumulasi kunjungan wisman 2018 hingga Februari, maka tingkat kunjungan naik 15,11 persen. Tahun ini BPS membukukan angka kunjungan wisman sebanyak 362.950 kunjungan. Naik dari tahun sebelumnya yang hanya 315.301 kunjungan.
Dan diantara jumlah tersebut, wisman Singapura paling banyak berkunjung ke Batam.”Persentasenya sebesar 44,03 persen,” katanya lagi.(leo)