Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12318

Kemenpar Luncurkan Hot Deals untuk Wisman Asing

0

batampos.co.id – Pemerintah menetapkan target kunjungan wisman yang tinggi kepada Kepri. Tahun ini Kepri dapat jatah harus mendatangkan 2,5 juta wisman. Meski menetapkan target tinggi, ternyata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membantu Kepri untuk mewujudkannya lewat program promosi wisata bertajuk Hot Deals.

“Ini merupakan program jangka pendek yang menjadi bagian dari program Visit Wonderful Indonesia. Hot Deals terutama program diskon untuk wisman yang sedang berada di Singapura. Atau bisa saja orang Singapura sendiri, ekspatriat dan wisman yang tengah berada di Indonesia,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Gedung BP Batam, Kamis (19/4).

Seperti apa program Hot Deals tersebut. Arief menyebut programnya dikemas dalam paket 3A yang terdiri dari diskon untuk atraksi, diskon untuk akses dan diskon untuk akomodasi.”Jadi diskonnya bisa sampai 50 persen. Baik itu diskon untuk akses fery, diskon untuk atraksi golf dan diskon akomodasi seperti hotel,” jelasnya lagi.

Arief meyakini bahwa program ini dapat mendongkrak kunjungan wisman ke Kepri.”Sudah putus bahwa Kepri harus tumbuh lebih tinggi dari nasional. Karena kalau tidak dapat 2,5 juta wisman maka target nasional sebesar 14,5 juta wisman tidak akan tercapai,” jelasnya.

Ia kemudian mengungkapkan bahwa target dari program Hot Deals ini mencakup banyak kategori wisman. Tapi kategori yang dipandang potensial adalah Silver Tourism atau wisman dari kalangan pensiunan.

“Mereka menghabiskan biaya yang banyak untuk menetap di Indonesia. Bisa mencapai 2000 Dolar Amerika perbulan dan itu jauh lebih tinggi dari wisman biasa. Peluang tersebut bagus untuk Indonesia, apalagi sekarang mereka bisa investasi disini khususnya mengenai kepemikan properti,” tuturnya.

Untuk target kunjungan wisman dari program Hot Deals ini, Kemenpar belum berani mematok target tinggi.” 500 ribu wisman kita harapkan lewat penawaran atraktif ini,” tambahnya.

Ia meyakini target tersebut bisa dicapai, apalagi ternyata Kepri sudah memiliki tujuh kalender off event yang masuk kalender pariwisata nasional. Sehingga Arief menyarankan BP Batam agar segera mengusulkan event Batam Menari ke Kemenpar untuk menjadi agenda pariwisata nasional.”Silahkan diusulkan. Nanti akan ada kurator, budayawan dan media yang menilai,” katanya lagi.

Kemenpar juga mendukung pengembangan destinasi wisata lainnya di Batam termasuk di Tanjungpinggir dan di Nongsa. Namun sebelum menuju kesana, ia juga mengimbau agar BP Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam segera bersinergi untuk memajukan pariwisata di Batam.

Sejumlah turis berjalan ditrotoar saat menikmati suasana jalan Fisabilillah Batamcenter, Minggu (8/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Harus ada kesepakatan yang mana saja yang dilakukan oleh BP dan Pemko. Dan misalnya jika yang adakan bukan BP toh gak apa-apa atau yang adakan swasta juga gak apa-apa. Asalkan itu untuk kepentingan Batam,” ujarnya.

Sedangkan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan BP Batam sudah merencanakan pembangunan ikon-ikon destinasi baru seperti kota air di Batamcentre.

“Itu merupakan bagian dari pusat bisnis. Baru Tanjungpinggir dan juga kami mau upgrade Jembatan Barelang,” paparnya.

Ia meyakini pariwisata akan tumbuh dengan baik karena data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri mendukung hal tersebut. Berdasarkan data BPS, jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri pada Februari lalu mencapai 205.964 kunjungan. Angka kunjungannya naik 31,20 persen dibanding bulan sebelumnya sebanyak 156.986 kunjungan.

“Jika dibanding periode sama tahun sebelumnya, maka sudah naik 53,15 persen,” kata Kepala BPS Kepri Panusunan Siregar.

Sedangkan untuk akumulasi kunjungan wisman 2018 hingga Februari, maka tingkat kunjungan naik 15,11 persen. Tahun ini BPS membukukan angka kunjungan wisman sebanyak 362.950 kunjungan. Naik dari tahun sebelumnya yang hanya 315.301 kunjungan.

Dan diantara jumlah tersebut, wisman Singapura paling banyak berkunjung ke Batam.”Persentasenya sebesar 44,03 persen,” katanya lagi.(leo)

Pemerintah Berencana Membangun Financial Service Centre (FSC) Di Batam

0

batampos.co.id – Pemerintah berencana membangun Gedung Financial Service Centre (FSC) di Batam. FSC ini akan menjadi tempat berkumpulnya para investor mancanegara dan sekaligus sebagai pusat pariwisata di Indonesia.

“Kita menginginkan satu tempat di Indonesia dimana kalau mau cari investor sudah banyak ada disana,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya di Gedung BP Batam, Kamis (19/4).

Selama ini, ketika berniat mencari investor, maka pemerintah harus promosi investasi ke negara tetangga seperti Singapura atau mengundang rombongan investor asing untuk berkunjung ke Indonesia.

“Makanya nanti disana sudah ada pemain-pemain perbankan, pemain insurance multifinance, manajer sekuritas dan lainnya. Kita tak punya itu, makanya yang paling mungkin itu Batam dan Jakarta karena dekat dengan Singapura,” jelasnya lagi.

Secara garis besar FSC merupakan lokasi yang menjadi kluster tempat berkumpulnya industri jasa finansial baik nasional maupun internasional seperti perbankan, manajer investasi dan bursa efek. Saat ini FSC terbesar berada di New York di Amerika dan London di Inggris.

Keberadaanya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lewat dukungan akses permodalan yang kuat untuk dunia usaha.Konsep pelayanan yang diterapkan juga sudah sangat modern dengan sistem pembayaran yang sangat maju.

Arief kemudian menjelaskan FSC ini akan juga menjadi pusat informasi pariwisata sekaligus juga atraksi baru berbasis finansial yang dikemas dalam bentuk mall. Namun ia belum bisa menjelaskan lebih lanjut mengenai konsep atraksi tersebut.”Nanti fisiknya harus menarik. Karena itu merupakan atraksi baru berbasis finansial,” katanya.

Beragam cara memang dibutuhkan untuk bisa menciptakan Batam sebagai kota wisata terkenal di dunia. Apalagi selain membangun FSC, Kemenpar juga merekomendasikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam berbasis pariwisata.

“KEK pariwisata sangat memungkinkan. Dengan KEK, maka invesasi lebih mudah. Karena banyak fasilitas fiskal dan non fiskal yang diberikan. Belum lagi kemudahan kepemilikan bagi warga negara asing,” paparnya.

Di tempat yang sama, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan pembangunan FSC sudah masuk dalam program kerja BP Batam. BP berencana membangunnya sebagai bagian dari kreasi dari pengembangan Central Business District (CBD) di kawasan kota air Batam di Batamcentre.

“Sebagaimana layaknya negara-negara lain, FSC nanti selalu jadi bagian dari pusat bisnis suatu kota,” katanya.(leo)

Kabar dari China, Discovering Resources akan Invest di Batam sebesar USD $10 juta

0
Penandatanganan Letter of Intent

batampos.co.id – BP Batam dan Kadin Kepri melakukan perjalanan promosi dan investasi ke Shanghai, China, Jumat (20/4/2018).

Delegasi ini dipimpin langsung oleh Yusmar Anggaradinata, Anggota 2/Deputi Bidang Perencanaan dan Pembangunan, dan Ahmad Makruf Maulana, Ketua Kadin Kepri.

Perjalanan promosi ini dilakukan bersama dalam rangka mengikuti acara China Replas2018 dimana BP Batam sebagai pembicara pada even tersebut dan pada momentum ini perusahan2 plastik akan keluar dari China, dan sebagian dari perusahaan tersebut berencana merelokasi usahanya ke Batam.

Sehari sebelum konferensi, salah satu perusahaan dari China, Discovering Resources, melakukan pertemuan dengan BP Batam sebagai kelanjutan dari kedatangannya bulan Maret 2018, lalu di Batam.

Dalam kesempatan ini, Discovering Resources menyatakan minatnya melalui penandatanganan Letter of Intent, akan berinvestasi di Batam sebesar USD $10 juta. Minggu depan delegasi perusahaan itu akan langsung meninjau lokasi di Batam.

Jessie Gao, salah pimpinan Discovering Resources, menyatakan akan segera memulai usahanya dalam 3 bulan kedepan. Perusahaan ini akan menyerap sekitar 300 orang di Batam.

Tak itu saja, Ketua Kadin Kepri Ahmad Makruf Maulana juga menandatangani MoU dengan Asosiasi China Plastic Association dengan kesepakatan saling tukar menukar informasi usaha untuk mendukung investasi usaha di Batam.

Acara penandatanganan LoI dan MoU tersebut dihadiri oleh 60 perusahaan anggota asosiasi tersebut, dan dari Batam dihadiri oleh Kadin Kepri, Wiraraja Industrial Estate, Tunas Industrial Estate, dan BP Batam. (*)

Pantarlih Temukan DP4 Fiktif

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Sejumlah Panitia Pendaftaran Pemilih (Pantarlih) di Kecamatan Sagulung bingung dengan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) yang mereka terima dari KPU Kota Batam. Pasalnya lebih dari 50 persen DP4 itu fiktif. Hal ini dibuktikan sejumlah pantarlih yang umumnya adalah ketua RT setempat menemukan nama-nama penduduk potensial pemilih yang bukan warga mereka.

“Kita terima data DP4 dari KPU, katanya sesuai data yg dikeluarkan oleh Mendagri. Setelah kami kroscek dari 108 nama yang terdaftar, hanya dua saja yang merupakan warga kami,” ujar Budi Sihombing Ketua 05/04 Seipelunggut, Kavling Kamboja, Kamis (19/4).

Ia mengklaim jumlah warganya sebanyak 40 KK dan DP4 yang ia peroleh sebanyak 108 pemilih. Budi menduga data yang diberikan KPU Batam ini tidak sesuai dengan data riil yang ada. “Bahkan saya sendiri tidak masuk dalam DP4 ini,” sesal Budi.

Ia mengklaim jumlah warganya sebanyak 40 KK dan DP4 yang ia peroleh sebanyak 108 pemilih. “Tapi setelah saya cek, hanya dua warga saya saja yang masuk DP4 di RT saya. Bahkan saya sebagai ketua RT dan pantarlih tidak terdaftar dalam DP4 ini,” ujar Budi.

Hal senada juga disampaikan Ketua RT 01/RW 14 Kavling Kamboja, Sagulung, Erwin Sandi. Diakuinya, dari 120 kepala keluarga di RT dia, hanya 50 persen saja data yang cocok dengan alamat mereka. Ada juga nama kepala keluarga terdaftar tapi nama istrinya hilang.

Menurut Erwin, banyak warga yang terdaftar di DP4 yang ia pegang tapi penduduk tersebut tinggal di perumahan lain yang jaraknya berjauhan.

Hal serupa juga dialami ketua RW 14 Seilangkai, Martin. Di Perumahan Putri Hijau yang ia tinggali terdapat 500 orang dan di DP4 hanya terdaftar sebanyak 297 orang. “Itupun 50 persennya bukan warga kami. Tapi alamatnya di Putri Hijau,” tuturnya.

Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa, Muhammad Jefri Simanjuntak mengungkapkan, masalah ini tidak hanya dialami oleh beberapa pantarlih di atas tapi berdasarkan laporan pantarlih dari RW 11 dan 13 Seilekop, RT 02 dan RT 05 Seipelunggut serta RW 09, 10, 16 dan 14 Sungailangkai juga mengalami hal serupa.

“Kami sudah berusaha melaporkan masalah ini ke KPU Batam maupun Bawaslu Batam. Harapan kami agar segera disikapi karena ini merupakan data fiktif,” ujar Jefri.

Untuk diketahui, tugas pantarlih sesuai UU nomor 7 tahun 2017 salah satunya adalah melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih sesuai DP4 yang diperoleh dari pemerintah daerah. (rng)

Kios Liar Dibangun Lagi

0
Kios liar di Dapur 12

batampos.co.id – Bangunan liar semakin tumbuh subur di wilayah Seibeduk. Hal itu terlihat banyaknya kios liar yang baru dibangun, salah satunya di jalan Perumahan Puri Agung 2.

Di sisi kanan jalan tersebut ada sekitar dua hingga tiga kios liar yang baru dibangun. Kios liar itu umumnya dijadikan tempat usaha.

Lokasinya sangat mepet dengan jalan raya, bahkan saluran drainasenya sudah ditutupi oleh bangunan. Jarak antara aspal jalan dengan kiosnya tak lebih dari satu meter. Kondisi ini memperburuk kelancaran arus lalu lintas di jalan lingkungan itu. Ruas jalan yang sempit kerap menyebabkan kemacetan panjang di saat jam sibuk.

“Setiap sore pasti macet. Apalagi disitu ada pasar kaget,” ujar Linda warga Puri Agung 2, blok C.

Begitu juga di jalan S Parman Seibeduk, tepatnya di depan Perumahan Rabhayu Asri juga dipenuhi dengan bangunan liar yang umumnya dijadikan lokasi usaha.

Warga pengguna lahan row jalan mengaku betah dan nyaman selama berjualan ataupun menjalankan usaha lainnya di sepanjang jalan itu. Tak ada rasa khawatir sedikitpun dalam benak mereka sebab selama ini memang belum ada teguran apapun dari instansi pemerintah terkait. Itu karena mereka membeli kios tersebut dari warga ataupun oknum perangkat RT/RW setempat.

“Kami beli. Selama ini juga belum ada teguran,” kata Diana, pedagang di kios tersebut.

Lokasi lain yakni terlihat di bukit Mangsang, atau berada di sekitar Perumahan Puriagung IV. Hampir puluhan rumah liar berdiri di atas bukit tersebut. Semakin hari bukit itu gundul karena pembangunan kios liar.

“semakin banyak penghuninya. Warga yang digusur pindah di sana,” ujar Rahmawati, warga Seibeduk lainnya. (une)

Premium Langka, MenBUMN Ganti Direksi Pertamina

0
Konferensi pers pencopotan bos Pertamina. Komut Pertamina Tanri Abeng, Deputi BUMN Fajar Harry Sampurno dan Stafsus Menteri BUMN Wianda Pusponegoro. (Uji Sukma/JawaPos.com)

batampos.co.id – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno secara resmi memberhentikan dengan hormat Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik, Jumat (20/4/2018).

Selain Elia, keempat direksi Pertamina juga diganti.

Sementara Pertamina menjadikan Nicke Widyawati sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Pertamina yang merangkap sebagai Direktur SDM hingga penetapan Dirut definitif.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno menuturkan sejatinya beberapa pertimbangan yang menjadi alasan perubahan direksi antara lain adalah karena rangkaian masalah yang menimpa perusahaan beberapa waktu terakhir seperti insiden kilang minyak di Balikpapan, harga BBM, kelangkaan premium serta pembentukan holding BUMN.

“Landasannya SK 39, kita sudah siap holding migas sudah jalan. Lalu dilakukan kajian-kajian komprehensif. Yang paling penting adalah meningkatkan pelayananan kepada masyarakat. Selain itu dewan komisaris melaporkan kondisi terkini kebetulan ada kejadian di Balikpapan, premium, pertalite, RDEP yang diharap sudah selesai. Dengan (perombakan) ini diharap bisa segera selesai,” kata Harry di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (20/4).

(uji/JPC)

Batam Peroleh 16 Ribu Keping Blanko KTP Tambahan

0
Pegawai dari salah satu enam kelurahan di Kecamatan Sagulung menunjukkan KTP Elektronik yang sudah dicetak | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mendapatkan tambahan 16 ribu keping blanko Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP), Kamis (20/4).

Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar mengatakan penyelesaian pencetakan e-KTP akan rampung hingga akhir bulan ini. Jadwal ini lebih cepat dari target sebelumnya yakni Mei.

“Pertengahan tahun tak ada lagi e-KTP yang lama pencetakannya,” kata Said saat dijumpai di kantornya.

Masyarakat yang ingin mengajukan permohonan pembuatan e-KTP saat sudah mulai mendapatkan pelayanan normal yakni paling lambat 14 hari kerja.

“Dokumen sesuai pencetakan bisa saja diproses lebih cepat sesuao dengan arahan Kemendagri,” ujarnya.

Sebanyak 16 ribu keping blanko e-KTP tersebut akan digunakan untuk menyelesaikan penumpukan pencetakan yang ada di Kecamatan Sekupang dan sisanya akan didistribusikan ke sembilan kecamatan di mindland (perkotaan, red).

Ia menyebutkan sedikitnya 15 ribu lebih pengajuan yang harus diselesaikan dalam waktu minggu ini.

“Paling lambat akhir bulan e-KTP warga Sekupang sudah bisa diambil. Mereka yang mengajukan dari tahun lalu sudah bisa miliki fisiknya akhir bulan ini,” tambah mantan Kabag Tapem ini.

Disinggung mengenai jatah per kecamatan. Said mengungkapkan itu tergantung kondisi pengajuan di masing kecamatan tersebut. “Kalau habis kami tinggal minta ke pusat. Yang jelas jangan ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan kartu identitas tersebut,” tutupnya.(yui)

Berkas Kasus Pembunuhan Deli Cinta Dilimpahkan ke kejari

0
Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko bersama anggotanya menggiring Dedi Pebrianto, 28, kedalam mobbil saat di Mapolsek Batuaji, Senin (25/12). Dedi Pebrianto adalah pelaku tunggal pembunuh Deli Cinta di rumahnya di Perumahan Central rata, Tanjunguncang, Batuaji. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Polsek Batuaji akhirnya melimpahkan berkas perkara Dedi Purbianto, 28, ke Kejaksaan Negeri Batam, Kamis (19/4). Penyerahan tersangka dan barang bukti itu merupakan pelimpahan tahap dua setelah kejaksaan menyatakan berkas perkaranya lengkap atau P21.

“Berkasnya kan sudah lengkap sehingga tersangka sudah bisa kami serahkan bersama barang bukti,” ujar Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Yanto.

Dia mengatakan barang bukti yang diserahkan antara lain mobil Toyota Rush BP 1661 GI, televisi LED merek Panasonic, ponsel Samsung J 5 yang dicuci tersangka dari rumah korban.

“Tidak ada temuan alat bukti baru untuk pelimpahan ini,” katanya.

Ia menyebutkan tersangka dikenakan Pasal berlapis. Yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 339 tentang pembunuhan didahului kejahatan, Pasal 338 tentang pembunuhan, Pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan, Pasal 363 tentang pencurian dengan pemberatan, dan Pasal 333 tentang penyekapan dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup.

Sebelumnya, Deli Cinta Sihombing ditemukan tewas dengan posisi setengah telanjang di kamar tidur di rumahnya di perumahan Centra Raya, RT04/RW08, kelurahan Tanjunguncang, Batuaji pada 21 Desember 2017 lalu. Tangan wanita berusia 28 tahun itu diikat dengan tali.

Disampingnya juga terkurung anak pertamanya yang masih berusia tiga tahun. Anaknya selamat namun saat dijumpai warga kondisinya sudah lemas. Diduga dia sudah seharian dia terkurung bersama jenazah sang ibu di dalam kamar rumah tersebut.

Polsek Batuaji yang menanangi kasus kematian Deli itu akhirnya menetapkan dan membekuk Dedi Purbianto, 28, sebagai pelaku tunggal. Kepada polisi Dedi yang sehari-hari bekerja sebagai bar tender itu mengaku nekad membunuh Deli karena upahnya sebagai gigolo tak dibayar penuh oleh korban. (une)

Coklik Untuk Hapus Data Fiktif

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Batam telah menerima banyak ditemukan data fiktif saat petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) turun ke lapangan sejak Selasa (17/4) lalu.

“Laporan sementra yang kami terima memang banyak data yang masih lari-lari,” kata Agus, Kamis (19/4).

Data yang tengah dicoklik merupakan data pemilih tahun 2015 lalu. Ia menjelaskan dalam rentan waktu kurang lebih tiga tahun mungkin banyak yang terjadi. Sebab itu Pantarlih turun untuk memastikan jumlah pemilih pastinya.

Berbagai alasan bisa menyebabkan ditemukannya data fiktif atau nama terdaftar sedangkan orangnya sudah tidak ada.

“Bisa saja mereka sudah balek kampung namun tidak mengurus kependudukannya di Batam. Jadi masih terdaftar di sini,” terang Agus.

Pihaknya menurunkan 2.808 Pantarlih yang terdiri dari perangkat RT/RW hingga tokoh masyarakat setempat demi memastikan keberadaan masyarakat mereka.

“Karena melibatkan orang dalam makanya ketahuanlah warga yang masih ada di tempat mereka melakukan coklik,” imbuh Agus.

Berdasarkan data yang diterima dari KPU RI, tahun ini jumlah daftar penduduk pemilih potensial (DP4) Batam mencapai 826.300 jiwa.

KPU akan melakukan coklik data pemilih yang akan berpartisipasi di Pemilihan Legislatif (Pileg) April tahun depan selama satu bulan. Selanjutnya jumlah ini akan diserahkan ke pusat untuk ditetapkan sebagai Daftar Pemilih Tetap (DPT) Batam.(yui)

TKI Perlu Komunikasi dengan Keluarga di Kampung Halaman

0
foto: yuli / batampos

batampos.co.id – Ratusan TKI saat ini berada di Kantor Polair Sekupang. Beberapa dari mereka terlihat tengah menukarkan uang yang mereka punya ringgit dengan rupiah.

Hasan misalnya, pria asal Cilacap ini menjadi salah seorang TKI yang menukarkan uangnya.

“Tadi tukar 310 ringgit,” kata dia.

Uang tersebut akan digunakan untuk membeli makan dan kartu SIM baru untuk menghubungi saudaranya di kampung. (yui)