Bupati Bintan Apri Sujadi didampingi Kadinkes Bintan, Gama AF melakukan kunjungan ke RSUD Bintan di Kijang, Minggu (11/3). F. Kominfo Bintan untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Untuk mengatasi persediaan darah, Pemerintah Kabupaten Bintan akan membangun satu Unit Transfusi Darah (UTD) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bintan. “Tahun 2018 ini kita akan membangun satu unit bangunan transfusi darah di RSUD Kabupaten Bintan,” ujar Bupati Bintan Apri Sujadi, Minggu (11/3). Ia berharap UTD nantinya bisa mengatasi persoalan ketersediaan darah di Kabupaten Bintan.
Sementara itu Kadis Kesehatan Kabupaten BintanGama AF Isnaeni menjelaskan,pembangunan UTD nantinya akan menelan anggaran sekitar Rp 3,1 miliar.
Anggaran itu bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) di tahun 2018 ini. Dikatakannya, bangunan UTD tersebut nantinya akan dilengkapi berbagai alat kesehatan dan sarana prasarana pendukung seperti genset dan mobil operasional.
Ia juga mengatakan, tahun ini juga akan dilakukan renovasi Puskesmas Teluk Sebong di Sungai Kecil yang diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar. “Semua anggaran itu bersumber dari DAK tahun 2018 ini,” ujarnya.
Direktur RSUD Kabupaten Bintan Benni Antomy menyambut baik rencana pembangunan UTD di RSUD Bintan, Kijang tersebut. Menurutnya, kehadiran bangunan UTD, selain meningkatkan mutu pelayanan, juga akan mempercepat proses pelayanan transfusi darah untuk pasien rumah sakit. “Pembangunan UTD ini sangat penting karena bagi RSUD Bintan sangat berguna untuk mengantisipasi bilamana ada pasien gawat darurat yang memerlukan transfusi darah yang cepat,” tukasnya. (met)
Iskandar (baju tahanan) diperiksa usai diamankan di Tanjungpinang, Sabtu (10/3). F. Polres Bintan untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Setelah kepolsian dan TNI AD menggagalkan penyelundupan TKI Ilegal di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Rabu (7/3) malam. Polisi akhirnya berhasil membekuk Iskandar, penyalur Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal di Tanjungpinang, Sabtu (10/3).
Sebelumnya dua sopir, Ade Indra Saputra dan Amirullah Mushakim diamankan usai pihak kepolisian dan TNI AD mengagalkan penyelundupan TKI ilegal di Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong, Rabu (7/3) malam.
Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan mengatakan, Iskandar kerap menyelundupkan TKI ilegal ke Malaysia. “Perannya memerintahkan kedua sopir untuk mengangkut TKI ilegal yang akan diselundupkan ke Malaysia,” kata dia dihubungi, kemarin.
Setelah Iskandar di bekuk, kini tersangka dalam kasus tersebut menjadi tiga orang. Sebelumnya dua sopir, Ade Indra Saputra dan Amirullah Mushakimlebih dahulu ditetapkan tersangka. Akibat perbuatannya para pelaku dijerat Pasal 4 jo Pasal 10 UU RI Nomor 21 tahun 2007 atau Pasal 102 ayat 1 huruf (a) UU RI Nomor 39 Tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di luar negeri.
Danramil Bintan Utara Kapten TH Prabowo mengatakan, pihaknya siap mengawasi titik titik rawan yang dijadikan pintu keluar masuk TKI ilegal. Bahkan kata dia, jajarannya dalam hal ini Babinsa di Bintan Utara sudah diinstruksikan Komandan Kodim 0315 Bintan untuk mengawasi jalur jalur tak resmi yang diduga digunakan untuk pengiriman TKI ilegal ke Malaysia. “Kami selalu siap siaga mengawasi jalur jalur pengiriman TKI ilegal,” kata dia. (met)
batampos.co.id – Polemik taksi online di Kota Batam belum juga berakhir. Bahkan, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri dinilai lamban. Buktinya, dari 13 provinsi yang sudah ada taksi online-nya, hanya Kepri yang belum menyerahkan kuota ke Kemenhub.
Ketua DPRD Batam, Nuryanto menyorot lambatnya penyelesaian masalah ini. Ia juga mempertanyakan langkah apa saja sudah dikerjakan pemerintah provinsi dalam penyelesaian. Sebab, sampai saat ini belum ada keputusan ataupun kejelasan terkait masalah tersebut.
“Suka tidak suka, pemerintah wajib menyampaikan apa saja yang sudah dikerjakan,” kata Nuryanto, kemarin.
Diungkapkan Nuryanto, sebelum adanya regulasi, online ini sudah berjalan. Dan harusnya, setelah regulasi dibuat, Pemerintah harus melakukan percepatan dalam menjalankan regulasinya. “Kita gak boleh menutup mata dengan kemajuan teknologi, tapi regulasi juga harus ditegakkan. Kita lihat, Jakarta saja sudah berjalan. pertanyaannya kenapa di Batam masih belum selesai,” sesal dia.s
Ia mengakui, polemik taksi online dan konvensional ini justru kian bertele-tele dan semakin meluas. “Entah apa yang dikerjakan. Jangan sampai rame dulu baru sibuk. Harusnya bisa menahan gejolak dari dulu,” ungkapnya
Seperti diketahui, dalam rapat pembahasan masalah taksi online, belum melahirkan keputusan yang menguntungkan kedua belah pihak. Bahkan, tanpa ada keputusan apapun. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Yusfa Hendri, mengatakan bahwa selain rapat yang deadlock, sampai saat ini angkutan khusus, tepatnya taksi berbasis online belum ada satupun mengantongi izin angkutan sewa khusus.
Hal senada juga disampaikan Kepala Dishub Kepri Jamhur Ismail. Menurut dia, meskipun kuota taksi online sudah ditetapkan 300 unit, tetapi belum ada satupun yang boleh beroperasi. Sebab, belum semua badan usaha taksi online mengurus izin sesuai Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017. Jamhur mengakui dari 15 koperasi, baru dua badan usaha saja yang megajukan izin.
“PT Sulo dan Patriot yang mengajukan izin. Sementara sisanya masih dalam proses pengurusan izin,” katanya. (rng)
Jalan bergelombang terlihat dijalan Yos Sudarso yang lebih dikenal Seraya Atas, (11/3). jalan bergelombang sangat mengganggu para pengguna jalan yang melintas jalan tersebut yang bisa mengakibatkan kecelakaan. | Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Jalan besar di Kawasan Seraya Atas, Lubukbaja rusak parah. Mirisnya jalan yang padat dilalui kendaraan itu juga menjadi jalur utama truk hingga trailer berukuran besar.
Kerusakan jalan yang awalnya hanya berada di sebelah kiri jalan kini sudah melebar hingga ke tengah jalan. Tak hanya rusak karena lubang, jalan juga bergelombang dan dinilai sangat membayakan nyawa pengendara, terutama roda dua. Apalagi posisi jalan rusak berada di bengkolan jalan Seraya Atas atau tepatnya setelah hotel Horizon.
Setiawan pengendara roda dua mengaku hampir jatuh saat melintasi jalur tersebut. Ia yang melaju dengan kecepatan sedang tiba-tiba dikagetkan dengan jalur yang sangat parah.
“Sudah lama tak lewat sana, ternyata jalannya semakin hancur. Saya hampir jatuh karena jalan itu bergelombang. Untung saya cepat mengendalikan stang motor,’ terang pria berusia 29 tahun ini.
Menurutnya, jalan tersebut sangatlah membahayakan pengendara karena posisinya berada dijalur cepat. Apalagi banyak truk dan trailer besar yang hampir setiap saat melewati jalur tersebut.
“Kalau sempat ada yang jatuh dan dibelakang ada trailer gimana?. Jalannya benar-benar gila n ngeri,” imbuh Setiawan lagi.
Ia berharap, jalan tersebut bisa segera diperbaiki sebelum adanya korban jiwa. Kalau pun diperbaiki, jangan hanya ditambal karena jalan tersebut butuh perbaikan penyeluruh.
“Takutnya habis ditambal rusak lagi. Kalau bisa kualitas jalan untuk trailer juga diperhatikan, jangan samakan dengan jalan yang kerap dilalui kendaraan biasa,” harap Setiawan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam Yumasnur mengatakan seluruh jalan yang rusak saat ini merupakan jalan yang sudah lama dibangun. Pihak sudah berkoordinasi dengan provinsi dan BP Batam untuk perbaikan jalan tersebut dalam waktu dekat ini. Namun perbaikan jalan masih menunggu ketersediaan anggaran.
Disinggung mengenai kualitas jalan Batam saat ini, Yumasnur mengungkapkan pembangunan jalan sudah diperhitungkan mulai dari sisi miring jalan agar tidak tergenang air. (she)
Gedung RSUD Embung Fatimah, Batuaji. Foto Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Ratusan Pegawai Honorer Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji berharap agar persoalan yang mereka hadapi segera diatasi oleh pihak manajemen. Tunggakan gaji bulan Desember yang belum dibayar hingga saat ini telah berdampak bagi keanggota BPJS mereka. Kartu BPJS Kesehatan mereka sudah nonaktif sebab premi bulan Desember tidak dibayar karena ketersendatan gaji tersebut.
Kesulitan yang mereka hadapi saat ini mereka tak bisa gunakan kartu BPJS untuk urusan berobat mereka. Jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut pegawai di sana kuatir akan berdampak buruk bagi pelayanan medis di RSUD.
“Sejauh ini kawan-kawan masih profesional menjalankan tugasnya masing-masing. Tapi tolonglah segera atasi persoalan ini. Kalau kami atau keluarga kami sakit terus tak bisa berobat, bagaimana kami mau layani orang berobat dengan baik. Ini jangan dianggap sepeleh,” pinta seorang honorer yang tak ingin namanya disebutkan, Minggu (11/3),
Sebagai pegawai di rumah sakit kata pegawai itu, risiko terjangkit penyakit sangat tinggi. Penyakit batuk, pilek, demam hingga penyakit berbahaya lainnya bisa saja menyerang petugas di sana setiap waktu sebab setiap saat berada di lingkungan orang sakit. Untuk itu mereka berharap agar manajemen secepatnya mengatasi persoalan itu agar pegawai memiliki perlindungan terhadap kemungkinan berbagai jenis penyakit yang akan menyerang mereka.
“Biasanya kami harus rutin cek pu medis setiap bulan. Tapi karena BPJS sudah tak aktif kadang harus bayar sendiri. Bagaimanapun kami tak mau ambil risiko,” tutur sumber tersebut.
Selain itu PTT disana juga berharap agar tunggakan gaji bulan Desember dan remunerasi BPJS segera dibayar oleh pihak manajemen agar mereka dapat menjalankan tugas dan fungsinya tanpa beban pikiran.
“Kalau tak ada masalah tentu akan fokus kita kerja, tapi kalau ada masalah yang bertumpuk-tumpuk tentu tak fokus,” kata sumber.
Pihak Manajemen saat dikonfirmasi mengaku akan segera mengatasi persoalan itu. Khusus untuk tunggakan BPJS, pihak manajemen mengaku sudah berkoordinasi dengan BPJS agar diberi kelonggaran sehingga pegawai di sana bisa berobat sekalipun kartu BPJS sudah nonaktif.
“Kalau ada (pegawai) yang sudah berobat namun bayar sendiri bisa diklaim nanti,” ujar Direktur RSUD Embung Fatimah Batam Ani Dewiyana.
Terkait tuntutan lainnya seperti gaji dan remunerasi BPJS, Ani belum bisa memberikan kepastian sebab pihaknya masih menunggu proses audit dari BPKP.
DPRD Desak RSUD Selesaikan Hak Karyawan
Anggota Komisi IV DPRD Batam Aman, desak manajemen RSUD Embung Fatimah secepatnya menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh pegawainya. Jika tidak, Aman khawatir berdampak bagi pelayanan medis di rumah sakit pemerintah tersebut.
“Kita minta jangan sampai berlarut-larut. Karena ini menyangkut pelananan umum, pihak RSUD harus segera menyelesaikan,” kata Aman, Minggu (11/3).
Jika itu tak segera diatasi tentu persoalan-persoalan itu akan membebani pikiran pegawai disana. Jika itu terjadi tentu berdampak bagi psikologis para pegawai, imbasnya pelayanan medis kepada masyarakat tidak maksimal. “Itu yang dikuatirkan. Jangan sampailah itu terjadi. Harus ada solusi secepatnya,” ujar Aman.
Selain itu kata Aman, pembayaran tunggakan gaji serta iuran BPJS sudah menjadi hak pegawai yang seharusnya dibayar oleh pihak manajemen. “Jikapun ada kendala lain, setidaknya ada solusi yang lain juga. Jangan sampai pegawai ini yang dikorbankan,” tuturnya.
Terkait hal ini, Aman mengaku akan segera memanggil direktur RSUD. Termasuk juga mempertanyakan belum dibayarnya iuran BPJS pegawai RSUD. “Memang belum ada yang menyampaikan langsung ke kami, tapi di media sudah muncul, dan ini sudah termasuk krusial. Secepatnya kita jadwalkan pemanggilan di Bamus (Badan Musyawarah),” tutupnya. (rng/eja)
Bangkai Merpati Airlines yang mendarat darurat pada 1991 menjadi objek swafoto warga Gorontalo. (dok. Gorontalo Post)
batampos.co.id – Warga Gorontalo berfoto dengan latar belakang pesawat yang koyak, merpati.
Foto penemuan bangkai pesawat ini pertama kali di-posting akun Facebook @yanti polingala. Dalam unggahannya pada 6 Maret 2018, ia hanya memberi keterangan “Pesawat yang jatuh, tidak tahu tahun berapa”.
Diketahui, sejumlah warga yang selfie dengan latar pesawat itu merupakan warga Desa Mongiilo, Kecamatan Bulango Ulu. Mereka hendak mencari kayu jenis tertentu di tengah hutan. Namun di tengah perjalanan mereka menemukan bangkai pesawat.
MNA
Kondisi pesawat sudah diselimuti semak belukar. Bahkan di sisi pesawat sudah tumbuh pohon dengan ukuran besar. Pesawat itu diketahui milik maskapai Merpati Nusantara Airlines, terlihat dari tulisan Merpati yang masih sangat kentara.
Sebelumnya tahun 2014 lalu, pesawat ini sudah pernah ditemukan oleh sejumlah warga Bolaang Mongondow Utara yang mencari rotan. Penemuan bangkai ‘burung besi’ itu bahkan sempat menghebohkan warga Bolaang Mongondow Utara.
Dari penelusuran Gorontalo Post, pesawat tersebut merupakan pesawat jenis Casa 212 tipe 200 dengan register PK-NYC. Pesawat dengan nomor penerbangan MZ 7970 ini lepas landas dari Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado, pada hari Rabu 30 Januari 1991, atau 27 tahun silam.
Salah satu korban dalam pesawat itu, Erwin Giasi menyebutkan, pesawat melakukan pendaratan sekitar 15 menit sebelum tiba di Bandara Djalaludin Gorontalo.
“Kabut tebal, tiba-tiba pesawat berguncang hebat. Padahal kata pilot kami segera mendarat. Tapi tiba-tiba kami celaka,” kata Erwin dikutip dari Gorontalo Post, Kamis (8/3).
Pesawat mendarat darurat di atas pohon di hutan Pegunungan Tihengo, Hulu Atinggola yang berbatasan dengan Bolaang Mongondow Utara dan Bulango Ulu, Bone Bolango.
Menurut Erwin, tim SAR baru berhasil melakukan evakuasi korban pesawat nahas itu setelah enam hari pasca jatuhnya pesawat. Saat itu, korban dievakuasi ke posko di Desa Tuntung, Bolaang Mongondow Utara dan diterbangkan dengan helikopter super puma milik TNI AU ke gelanggang.
Foto bangkai Merpati Airlines yang mendarat darurat pada 1991 di Pegunungan Tihengo. (dok. Gorontalo Post)
Tidak ada yang meninggal akibat insiden tersebut. Sebanyak 18 penumpang dan tiga kru seluruhnya selamat.
“Pak Tomy Sako, ia meninggal karena asma dan usianya memang sudah tua 70 tahun,” kata Erwin.
Pendaratan darurat pesawat Merpati buatan IPTN tahun 1985 cukup menghebohkan warga. Salah seorang warga Kota Gorontalo Ahmad Rauf mengaku juga baru tahu kabar ini dari media sosial.
“Saya baru tahu kalau di Gorontalo pernah ada kecelakaan pesawat yang seluruh penumpangnya selamat,” katanya. (ce1/est/JPC)
batampos.co.id – The Habibie Center merilis foto Habibie bersama menantu Widya Thareq dan cucu Felicia Thareq sambil memegang surat kabar lokal Starnberger Merkur. Wajah Habibie tampak lebih segar dan ceria.
Kondisi Presiden RI ke-3 BJ Habibie terus membaik. Untuk kali pertama sejak diopname pada 27 Februari lalu, Habibie diperkenankan makan siang di luar rumah sakit Sabtu (10/3) lalu.
“Alhamdulillah. Berkat doa dari Presiden dan seluruh rakyat Indonesia, Bapak BJ diizinkan tim dokter Jerman untuk makan siang di luar RS didampingi anak, menantu, dan cucu tercinta,” kata Widya Thareq melalui keterangan resmi yang dirilis The Habibie Center, Minggu (11/3).
Pada Jumat (9/3), Habibie juga antusias menyambut kedatangan Dubes RI di Kiev Yuddy Chrisnandi. Yuddy bercerita, saat berkunjung, dia dan Habibie ngobrol cukup lama. Banyak hal yang dibicarakan sampai tak terasa pembicaraan berlangsung hingga hampir dua jam.
“Sambil ngobrol, beberapa kali petugas medis memeriksa beliau. Tapi ngobrolnya tidak terganggu. Kalau tidak distop untuk permisi dan mempersilakan beliau istirahat, beliau masih antusias untuk berbincang,” kata Yuddy saat dihubungi Jawa Pos kemarin. Yuddy mengatakan, belakangan Habibie juga sudah banyak beraktivitas. Tidak melulu istirahat di dalam kamarnya di lantai 2. Setiap hari, Habibie sarapan di ruang makan lantai 1. Dia juga cukup banyak menerima tamu-tamu yang datang membesuk. Mulai dokter kepresidenan, mantan Dubes di Berlin Fauzi Bowo, hingga staf diplomat KBRI dan KJRI di Jerman.
“Beliau sama sekali tidak tampak sakit. Sangat antusias menyambut tamu-tamunya. Ngobrol dengan riang,” tambah Yuddy. Dari informasi, setidaknya diperlukan waktu sebulan ke depan untuk memulihkan kondisi kesehatan Habibie. Dalam perbincangannya dengan Yuddy, Habibie juga menyampaikan terima kasih kepada semuanya yang telah memberikan perhatian dan doa untuk kesembuhannya. “Saat ini beliau ditemani putra-putra dan keluarganya, para pengawal (paspamres), dan tim dokter kepresidenan. Juga staf diplomat RI di Jerman,” terang Yuddy.
Kondisi Habibie memang jauh membaik ketimbang saat dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami sesak nafas akhir Februari lalu. Presiden Joko Widodo lalu mengutus Prof dr Lukman Hakim Makmun, SpPD, KKV(K), salah satu dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari tim dokter kepresidenan untuk berangkat ke Jerman mendampingi Habibie selama menjalani perawatan medis.
Setelah dilakukan beberapa tindakan di klinik Starnberg, tim dokter mendiagnosis terdapat kelainan pada katup jantung dengan derajat ringan. Dengan kondisi tersebut, Habibie belum memerlukan tindakan medis yang invasif. Ketua Dokter Kepresidenan RI Azis Rani mengatakan bahwa untuk saat ini, Habibie hanya perlu mendapatkan perawatan intensif. “Perawatan dengan obat-obatan diberikan secara intensif dan berkelanjutan dengan memantau keluhan sesak yang berangsung-angsur hilang,” timpal Azis.
Tim dokter juga melaporkan keadaan umum dan pernafasan saat ini sudah lebih membaik, tidak ada kegawatan, gangguan gizi, dan gangguan lainnya. Habibie direncanakan masih melanjutkan perawatan dalam beberapa hari ke depan. (and/oki/jpg)
Para peserta tampak serius saat mengikuti lomba membatik yang diselengarakan oleh komunitas Kepompong dan Cancer Information and Support Center (CISC) di Nagoya City Walk, Minggu (11/3). | Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Pencari suaka berpartisipasi dalam acara melukis batik di Citywalk Nagoya, Minggu (11/3). Dikoordinir komunitas Kepompong Batam acara tersebut merupakan bagian dari acara utama yakni peringatan hari kanker sedunia yang ditaja Cancer Information and Support Center (CISC) Batam.
Sekretaris Kepompong Batam Tatyana menyebutkan setidaknya ada 150 perserta yang turut meramaikan kegiatan membatik ini. Dari jumlah tersebut 50 orang merupakan pencari suaka.
“Mereka begitu excited, bahkan datang sama keluarga. Kami harap ini positif bagi mereka,” kata dia.
Tak hanya itu, selain bertujuan agar pencari suaka tersebut tidak bosan di penampungan yakni di Hotel Kolekta Lubukbaja. Dengan ikut kegiatan membatik ini, juga bertujuan mengenalkan budaya indonesia. Untuk diketahui para pencari suakan ada yang dari Afganistan juga Sudan.
“Setahu kami acara membatik baru kali pertama di Batam, yang sering melukis. Apalagi kini ada imigran,” ucapnya.
Di lokasi, anak-anak begitu antusias melukis batik dengan sketsa dasar yang sudah dipersiapkan panitia. Namun tak sekedar melukis segala keperluan dan peralatan membatik dikenalkan dan diajarkan.
“Harapannya mereka bisa belajara dari nol, untuk anak-anak agar mereka paham sejak dini,” terang Ketua CISC Batam, Dewi Koriati.
Menurut Dewi, acara ini selain membatik tidak lupa meninggalkan esensi acara utama yakni Peringatan Hari Kanker Sedunia. Pada hari pertama acara juga ada talkshow tentang kanker, dari tips mencegah hingga menyampaikan bahaya kanker dari pengidap kanker.
“Intinya dalam peringatan kali ini tema utamanya adalah Hidup Sehat Cegah Kanker,” pungkas Dewi. (adi)
batampos.co.id – Lima keluarga korban angin puting beliung di Kavling Siap Bangun (KSB) Mangsang Indah Kelurahan Mangsang, Kecamatan Seibeduk masih mengungsi di rumah tetangga mereka. Namun demikian, Minggu (11/3) rumah korban tampak mulai di perbaiki. Salah seorang korban, Darminto mengatakan atap yang lepas akibat dihantam angin puting beliung sudah mulai di pasang. Pengerjaan atap rumahnya dikerjakan oleh fasilitator pembangunan rumah di kavling tersebut.
Saat Batam Pos mendatangi lokasi, tampak Darminto tengah sibuk menjemur barang-barangnya yang diguyur hujan. Pasca kejadian itu seluruh barang di rumahnya basah. Mulai dari pakaian, barang elekronik bahkan buku sekolah anaknya.
“Semua basah. Tidak ada yang bisa diselamatkan.” ujar warga Blok B1, nomor 21 ini.
Hingga saat ini, ia dan korban lainnya masih menumpang di rumah tetangga dan sanak familinya. Untuk itu, ia berharap perbaikan atap rumahnya segera selesai agar rumahnya bisa dihuni kembali. Selain itu, para korban juga sangat membutuhkan bantuan berupa sembako, hal ini pun sudah mereka sampaikan kepada Dinas Sosial Kota Batam. Namun Dinsos berjanji akan menyerahkan bantuan sembako paling cepat pada hari ini, Senin (12/3). Dinsos Kota Batam beralasan, penyerahan bantuan sembako terkendala karena hari libur.
“Katanya gudang sembakonya tutup, kami baru dapat bantuan karpet dan selimut saja,” keluhnya.
Kepala Dinas Sosial dan pemberdayaan Masyarakat (Dinsospem) Kota Batam, Hasyimah mengatakan, terlambatnya pemberian bantuan sembako pada korban bencana alam dikarenakan, Dinas Sosial bersama Tagana hingga saat ini masih mendata jumlah korban bencana alam. Dinas sosial tidak mungkin memberikan bantuan tanpa memiliki data yang jelas jumlah korban.
“Kita tidak membagi-bagikan saja. Nanti bisa jadi temuan (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, BPKP),” kata Hasyimah.
Hasyimah juga menyebut, di gudang persediaan bantuan untuk korban bencana alam hanya tersedia selimut, matras, karpet dan, sejenisnya. Untuk sembako, Dinas Sosial harus mengambilnya pada pihak ke tiga atau distributor yang ditunjuk.
“Karena hari Sabtu dan Minggu, pihak ke tiga kita tidak buka,” jelasnya.
Sementara bencana angin puting beliung yang terjadi pada Sabtu (10/3) dini hari, menyebabkan kerusakan dibeberapa rumah warga di Kecamatan Sei Beduk. Berdasarkan data yang diterima dari Dinas Sosial, 15 kepala keluarga (KK) di Kelurahan Mangsang dan 38 KK di kelurahan Duriangkang yang menjadi korban.
Hujan deras yang disertai angin itu juga menyebabkan banjir di kelurahan Mangsang. 15 unit rumah terendam dan beberapa pohon juga ikut tumbang. (une)
batampos.co.id – Seorang warga Baloi Kolam, Egi, 29, yang berprofesi sebagai juru parkir, tewas setelah menjadi korban penusukan di Ruli Baloi Kolam, Kelurahan Seipanas, Kecamatan Batamkota, Minggu (11/3) sekitar pukul 03.00 WIB, dini hari.
Penusukan terhadap Egi berawal ketika ia menghadiri acara ulang tahun anak yang diadakan seorang warga bernama Kristianus Repe, 26, Sabtu (10/3) malam. Dalam pesta itu juga terdapat acara hiburan musik hingga Minggu (11/3) pagi.
Kemudian sekira pukul 03.00 WIB, korban dan pelaku yang dalam kondisi mabuk terlibat cekcok mulut dan beberapa orang terlibat kejar-kejaran hingga berujung pada penusukan terhadap Egi yang tidak jauh dari lokasi acara tersebut.
Mengetahui Egi menjadi korban penusukan, beberapa orang yang berada di lokasi kejadian langsung membawa Egi ke Rumah Sakit Elisabeth, Lubukbaja dengan menggunakan becak motor. Namun, sesampainya di rumah sakit, nyawa Egi sudah tidak tertolong.
Kapolsek Batamkota Kompol Firdaus membenarkan kejadian ini. Dari hasil pemeriksaan beberapa orang saksi di lokasi kejadian, antara korban dan pelaku saling kenal dan minum-minuman keras di lokasi kejadian hingga menyebabkan keduanya dalam kondisi mabuk.
“Antara korban dan pelaku mungkin ada tersinggung dengan perkataan mereka hingga terjadinya adu mulut. Pada malam itu mereka minum-minuman keras,” ujar Firdaus.
Sementara terkait dengan pelaku penusukan itu, sejauh ini jajaran Polsek Batamkota masih melakukan pengejaran dan memeriksa beberapa orang saksi di lokasi kejadian. Sejauh ini, pihaknya belum bisa memastikan siapa pelaku penusukan terhadap Egi.
“Kita pastikan dulu pelakunya dengan melakukan pemeriksaan terhadap saksi. Sementara korban saat ini sudah di rumah sakit Bhayangkara untuk diotopsi,” imbuhnya. (gie)