Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 12326

BPTP Kepri Petakan Lokasi Strategis Pertanian

0
Kepala BPTP-Balitbangtan Kepri, Mizu Istianto foto bersama dengan Kepala Barenlitbang Kepri, Naharuddin dan peserta sosialisasi peta penyesuaian sumber daya lahan, Kamis(22/3). F.Humas BPTP-Balitbangtan untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP-Balitbangtan) Kepri sudah menuangkan kawasan-kawasan pertanian strategis di tujuh kabupaten/kota di Kepri ke dalam peta kesesuaian lahan. Sosialisasi dan lauching Peta Kesuaian Lahan di Kepri digelar di Ruang Rapat Badan Perencanaan. Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kepri, Kamis (22/3).

“Peta penyesuaian lahan dan arahan komoditas pertanian dengan skala 1:50.000 dirancang khusus bagi lima kabupaten dan dua kota di Kepri,” ujar, Kepala BPTP-Balitbang Kepri, Mizu Istianto disela-sela kegiatan, kemarin.

Dijelaskannya, dengan adanya peta ini, bisa diketahui secara detail, tentang sumber daya lahan yang dimiliki Pemprov Kepri. Bahkan dari hasil riset yang dilakukan di dalam peta tersebut juga menjabarkan potensi-potensi pertanian apa saja disetiap daerah.

“Kita sudah gambarkan potensi pertanian di setiap daerah. Semoga terobosan yang kita buat ini bermanfaat bagi daerah,” papar Mizu.

Sementara itu, Kepala Barenlitbang Kepri, Naharuddin yang menjadi fasilitator kegiatan tersebut mengatakan, peta penyesuaian sumber daya lahan ini, keberadaanya sangat penting. Bahkan bisa menjadi rujukan bagi kepentingan investasi di bidang pertanian.

“Jika ada investor yang ingin berinvestasi pertanian di Kepri, tinggal memilih pertanian apa,” ujar Naharuddin.

Menurut Naharuddin, didalam peta tersebut telah menjabarkan secara detail prospek pertanian disetiap daerah. Baik itu dari kecamatan sampai ketingkat desa. Karena petugas BPTP-Balitbangtan Kepri sudah tersebar di tujuh kabupaten/kota di Kepri.

“Kita sudah pasti sangat terbantu dengan adanya peta ini. Karena bisa menjadi pegangan untuk menawarkan investasi bidang pertanian,” paparnya.

Pria yang pernah duduk sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kepri tersebut menjelaskan, Peta Kesesuaian Lahan Komoditas Terpilih ini menyajikan informasi berupa identifikasi dan evaluasi tingkat kesesuaian lahan dengan beberapa jenis komoditas pilihan seperti cabai, karet, kakao, tebu, jagung, dan padi.

Pembuatan peta ini juga langkah sinergi dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang disusun Pemprov Kepri. “Informasi dalam peta ini juga bisa dipakai sebagai dasar dalam menentukan teknologi, strategi dan arahan pengembangan berbagai komoditas di setiap daerah,” jelas Mantan Kadishub Kepri tersebut.(jpg)

 

Tour de Bintan Diikuti 1.200 Peserta

0
Bupati Bintan, Apri Sujadi memimpin rapat persiapan Tour de Bintan 2018 usai meninjau lintasan, Kamis (22/3). F. Kominfo Bintan untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Sebanyak 1.200 peserta dari 42 negara akan meramaikan perhelatan olahraga balap sepeda Tour de Bintan (TdB) 2018 pada 23 hingga 25 Maret mendatang di Simpang Lagoi, Bintan.

Bupati Bintan, Apri Sujadi menuturkan segala persiapan jelang event balap sepeda Tour de Bintan (TdB) 2018 telah dilakukan secara matang. Lintasan yang akan dilalui peserta balap sepeda pun telah disterilkan malah telah dipasang beberapa petunjuk.

Hanya ia menekankan kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat terkait yang wilayahnya dilintasi peserta balap sepeda Tour de Bintan (TdB) 2018 harus saling bersinergi. “Saya meminta kepada camat yang daerahnya dilalui peserta bisa membuat aktivitas kemasyarakat,” katanya.

Kadispar Bintan, Luki Zaiman Prawira menyampaikan peserta TdB 2018 akan digelar selama tiga hari dan diikuti 1.200 peserta dengan empat kategori lomba. Luki menjelaskan, 23 Maret akan dimulai race kit collection dan individual time trial yang mana peserta akan melakukan pemanasan dengan menempuh jarak lebih kurang 17 kilometer di Lagoi Bay.

Tour de Bintan sendiri akan dibuka Menteri PAN RB pada 24 Maret mendatang. Pembukaannya bakal dihibur artis Ibu Kota yang diboyong Kementerian Pariwisata ke Kabupaten Bintan yakni Fitri Karlina.

Dua kategori utama akan sebagai pembuka Tour de Bintan yakni kategori Grand Fondo World Series Classic jarak 144 kilometer dan kategori Grand Fondo World Series Challenge jarak 82 kilometer. “Kedua kategori dimulai di Simpang Lagoi,” kata Luki.

Luki menjelaskan, lintasan yang dilalui peserta untuk kategori grand fondo world series classic mulai Simpang Lagoi, arah Lome, belok kiri arah Pulau Pucung, belok kanan arah Malang Rapat, Teluk Bakau, Kawal, Kangka, belok kiri arah Korindo.

Lalu peserta melanjutkan ke belok kiri arah Kijang, lampu merah Barek Motor, lurus bundaran Masjid Raya Nurul Iman Kijang, Tugu Antam lurus Bukit Panglong, belok kanan ke Simpang Tiga Kuburan, belok kiri ke Simpang Tirta Madu.

Kemudian peserta balap sepeda belok kanan masuk Tirta Madu, belok kanan ke Gesek, belok kiri ke Toapaya lurus kembali ke Simpang Lagoi melalui jalan lama. “Lintasan ini tidak lewat Siantan dan tidak melalui Kantor Bupati,” kata dia.

Luki pun menjelaskan lintasan yang dilalui peserta untuk kategori grand fondo world series challenge mulai jalan Simpang Lagoi, arah Lome, belok kiri arah Pulau Pucung, belok kiri arah Teluk Dalam, belok kiri arah Pengudang, belok kanan kembali ke jalan lama Tanjunguban dan finish di Simpang Lagoi.

Lalu pada 25 maret untuk dua kategori yakni century dan discvovery masing masing 111 kilometer dan 55 kilometer. Kedua kategori ini akan dimulai dan berakhir di Nirwana Gardens, Lagoi. Lintasan yang dilalui untuk peserta 11 kilometer ini mulai Nirwana Gardens Resort, arah ke Simpang Lagoi, Belok kanan arah Sungai Kecil, Belok Kanan masuk Sungai Kecil, desa Sebong Pereh, Tun Teja, Kampung Bugis, Kampung Baru, Dahope, belok Kanan Al Qur’an Centre/Kantor Camat Lama, Perempatan Polsek Tanjunguban belok kiri, Makam Pahlawan belok kiri.

Kemudian lanjut Luki peserta menuju arah Jembatan busung, Lintas Barat, Belok Kiri perempatan Gunung Bintan, Gerbang Gunung Bintan, Tugu Durian Belok Kanan, Pertigaan Sri Bintan Belok Kiri, Satrad, Simpang Ekang Belok Kiri, Belok Kanan Arah Kampung Baru, Simpang Lagoi, kembali ke nirwana gardens.

Sedangkan kategori discvovery 55 kilometer mulai dari Bandar Bintan Telani, Arah Reservoir (Bendungan) Masuk ke Ria Bintan Pos 1, Keluar Pos 2 (sebelah Bintan Lagoon), kembali ke jalan utama menuju Simpang Lagoi, Belok Kiri arah Simpang Ekang, Belok Kanan masuk Ekang, Belok Kanan Arah Kampung Baru, Simpang Lagoi, Kembali ke Finish Nirwana Gardens.

Sementara itu, GM Administrasi PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) AdityaLaksamana menyampaikan, tingkat hunian hotel hampir 90 persen kamar penuh lantaran sudah dipesan ribuan peserta yang akan ikut memeriahkan tour de bintan. “Benar sudah mencapai 90 persen kamar dipesan,” pungkasnya.(met)

Tim Satgas Pangan Menemukan Cacing dalam Kaleng Sarden

0
Petugas memeriksa sarden kaleng dari merek yang dilarang beredar dan menemukan cacing di dalamnya, Kamis (22/3). F. Slamet Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri bersama Tim Satgas Pangan Kabupaten Bintan menemukan cacing dalam kaleng sarden ketika melakukan penyisiran larangan edar 3 merek sarden ke beberapa toko sembako dan swayalan di Tanjunguban, Bintan, Kamis (22/3).

Tim Satgas Pangan yang turun terdiri dari Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Disperindag Koperasi dan UMKM, Dinas Kesehatan, dan pihak Polres Bintan. Hasilnya, tim menemukan puluhan kaleng sarden tiga merek yang dilarang yakni merek Farmer Jack, HOKI, dan IO beredar di rak toko.

Selain memberikan selembaran imbauan agar pedagang tidak menjual ketiga merek sarden yang dilarang beredar, petugas juga langsung melakukan pembuktian. Salah satu kaleng sarden dibuka lalu dimasukkan ke dalam mangkok plastik. Kemudian petugas memilah di sela sela daging sardin dan menemukan cacing berwarna putih.

Seorang pedagang, Lim A Kau, 57, mengatakan dirinya hanya tahu menjual. Sarden kalengan yang dilarang diedarkan itu, kata dia ditawarkan oleh sales. “Di sini rata rata sales yang menyalurkan, kami cuma jual saja,” katanya.

Setelah menerima surat edaran jika tiga merek sarden dilarang, ia tidak akan menjual lagi dan akan menyimpan sebelum dikembalikan ke sales yang menawarkan sarden tersebut.

Seorang pembeli, Ani mengaku senang dilakukan pemeriksaan seperti ini. Ia berharap pemeriksaan terhadap makanan yang khususnya dari luar negeri dilakukan rutin.

Pegawai BPOM enggan memberikan komentar. Hanya ia terlihat membawa beberapa sampel sarden kalengan di luar tiga merek sarden yang dilarang beredar. “Sampel untuk diujicobakan, merek tolong jangan disebutkan,” katanya.

“Dalam hal ini saya tidak punya kewenangan buat menjawab, silakan ke kasi atau kabid aja,” kata dia lagi.

Sementara itu Kasi Pemeriksaan dan Penyelidikan BPOM Mardianto belum berhasil dihubungi. PPNS Disperindag Koperasi dan UMKM Kabupaten Bintan, Setia Kurniawan mengatakan sementara ini pihaknya mengimbau kepada pedagang agar tidak lagi menjual tiga merek sarden yang sudah jelas mengandung cacing.

“Tadi kan sudah dikasihkan imbauan melalui surat. Ya kami harapkan jangan dijual lagi. Simpan saja dan kembalikan ke salesnya,” katanya.

Untuk konsumen, ia mengimbau agar berhati hati sebelum membeli produk. konsumen sebaiknya memperhatikan tanggal produksi, kedaluwarsa dan izin edar. jika menemukan kemasan produk mengalami kerusakan, saran dia agar tidak dibeli. (met)

 

Polda Kepri Telusuri Pencucian Uang dari Penyelundup Sabu

0

batampos.co.id – Polda Kepri mengamakan uang sekitar Rp 1,2 miliar dari penyelundup sabu, 30 November 2017 lalu. Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Yani Sudarto mengatakan kasus narkoba kurir narkoba ini sudah masuk ke pengadilan.

“Kini yang kami tangani itu TPPUnya (Tindak pidana pencucian uang), dan sudah p21. Sebentar lagi juga akan memasuki pengadilan,” katanya, Kamis (22/3).

Pengungkapan TPPU ini, kata Yani bermula saat pengeledahan dilakukan pihak kepolisian terhadap Nazaruddin. Penyidik mendapati satu buku tulis merek standar A warna hitam kuning. Di buku tersebut, Nazaruddin menuliskan secara detail, uang masuk dan keluar hasil dari transaksi narkoba. “Setelah kami kembangkan, ada dua buku tabungan. Satunya berisikan Rp 1,2 miliar, satunya lagi berisi Rp 4 juta,” tuturnya.

Yani mengatakan pihaknya sedang mendalami aliran dana yang masuk ke buku tabungan milik Nazaruddin tersebut. Karena diduga uang yang masuk ke buku tabungan tersebut, berasal dari bandar sabu yang mengirim uang setelah Nazaruddin berhasil menyelundupkan sabu. “Kasusnya (TPPU),red) dinyatakan pihak kejaksaan sudah lengkap sejak 8 Maret lalu,” ujarnya.

Ia mengatakan sejak menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, sudah mewanti-wanti jajarannya untuk tidak hanya mengamankan bandar atau kurir sabu serta barang buktinya saja. Tapi juga berusaha menelusuri harta dari penyelundup narkoba itu. “Gunanya untuk memiskinkan kurir atau bandar tersebut. Saya sudah lakukan itu waktu masih di Lampung,” ungkapnya.

Polisi menjerat Nazaruddin dengan pasal 114 ayat dua, pasal 112 ayat dua juncto pasal 137 huruf a dan huruf b Undang-Undang 35 tahun 2009 tentang narkotikan dan pasal 3 juncto pasal 10 Undang-undang no 8 tahun 2010 tentang Tindak pidana pencucian uang.

Sebelumnya diberitakan, Nazaruddin diamankan petugas saat berusaha menyelundupkan sabu seberat 719 gram melalui Bandara Internantional Hang Nadim, 30 November 2017. Sabu itu dibagi-bagi oleh Nazaruddin dalam 7 bungkus, dan rencananya akan dibawa menuju ke Jakarta. (ska)

BNNP Mengamankan Sabu 2,5 Kg dari Tangan 4 Orang Kurir

0
ilustrasi sabu

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri mengamankan sabu seberat 2527 gram dari tangan empat orang kurir narkoba. Pengungkapan penyelundupan sabu ini hasil penanganan BNNP Kepri beserta Bea Cukai dari awal Maret hingga kini.

“Walau berbeda jaringan, sabu yang diamankan dari empat orang ini sama-sama berasal dari luar negeri,” kata Kepala BNNP Kepri, Brigjen Pol Ricard Nainggolan, Kamis (22/3).

Ia mengatakan sabu yang diamankan anggotanya ini berasal dari tiga laporan kasus narkotika yakni LKN no 10, 11, dan 12. Berdasarkan dari LKN nomor 10, BNNP Kepri menangkap satu orang laki-laki berinisial S,28, yang mencoba menyelundupkan sabu seberat 1004 gram di Bandara Internantional Hang Nadim Batam, 6 Maret lalu.
Dari hasil pemeriksaan, S mengakui bahwa dirinya diminta oleh seseorang berinisial B untuk membawa sabu tersebut. S dijanjikan upah sebesar Rp 10 juta, untuk membawa barang haram itu ke Kota padang.

“B itu sudah kami terbitkan daftar pencarian orangnya (DPO), untuk awalnya B memberikan uang sebesar Rp 3 juta,” ucap Ricard.

12 Maret, petugas Bea Cukai Pelabuhan Batamcenter menangkap laki-laki berinisial Mp,29. Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas Bea Cukai, Mp membawa narkoba jenis sabu seberat 168 gram. Setelah di interogasi petugas Bea Cukai, MP mengakui dirinya ke Batam bersama dengan J,25. Mp menyebutkan saat ini keberadaan J sudah berada di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, yang berencana akan terbang ke Lombok.

Petugas Bea Cukai Pelabuhan Batamcenter, berkoordinasi dengan petugas yang berada di Bandara Internantional Hang Nadim Batam. Petugas berhasil membekuk J, setelah mendapatkan ciri-ciri fisik dari Mp. Setelah diperiksa J membawa narkotika golongan I jenis Sabu seberat 195.

Dari pengakuan kedua kurir ini, mereka disuruh mengantar sabu oleh H,(DPO) di Malaysia. H nantinya akan mengambil Sabu itu di Lombok.

“Jadi kedua kurir ini disuruh bawa dulu. Nanti diambil kembali oleh H. Modusnya dimasukin ke dalam anus,” ungkap Ricard.

Ricard mengatakan sabu yang diamankan pihaknya, juga berasal dari pengungkapan kasus di depan PT Snepac Batuampar, 18 Maret lalu. Petugas BNNP Kepri berhasil menangkap M,22 yang kedapatan membawa sabu seberat 1160 gram. Sabu tersebut dibawa M dengan menggunakan tas ransel hitam.

Dari hasil interogasi,M mengakui sabu itu berasal dari Malaysia. M diminta oleh seseorang berinisial A (DPO) yang berada di Malaysia, untuk membawa sabu itu ke Batam. Nanti sesampai di Batam, A akan memberikan instruksi lebih lanjut.

Tapi karena A telah mengetahui M ditangkap, A tak lagi menghubungi kurirnya tersebut.

“Kami menjerat para tersangka ini dengan pasal 114 ayat dua, pasal 112 ayat dua UU RI No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup,” ujarnya. (ska)

Kadin Batam Dukung Batam Menari

0

batampos.co.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam mendukung event Batam Menari yang akan digelar oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam pada 8 April nanti.

“Kadin Batam mengkampanyekan Batam 2018 sebagai tahun investasi juga sekaligus kampanyekan dukungan kegiatan Batam Menari 2018,” kata Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk, Kamis (22/3).

Jadi mengatakan dukungan terhadap Batam Menari sangat penting karena berkaitan dengan kegiatan peningkatan pariwisaa di Batam.”Pariwisata bisa dikatakan sebagai salah satu cara cepat untuk mengembalikan kondisi ekonomi,” jelasnya.

Kegiatan pariwisata seperti Batam Menari ini dapat melibatkan banyak pihak dan juga masyarakat.

“Dan juga membuat lowongan kerja bertambah serta kebersamaan yang kuat karena keterlibatan semua stakeholder,” jelasnya.

Gairah yang sudah ada ini harus terus dipacu karena apa yang dilakukan BP saat ini sudah tepat.

“Gairah itu perlu dipacu, supaya bisa mendorong dan memberikan dukungan terhadap kegiatan event yang digelar,” ucapnya.

Ia berjanji akan bersinergi dengan BP Batam untuk mengembangkan pariwista.

“Bisa saja BP Batam yang didepan kami yang mendukung, bisa juga sebaiknya. Bisa juga kami yang mendatangkan investor, bisa juga BP Batam yang mendatangkan dan mengundang kami,” katanya.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo merespon positif hal tersebut.”Kami bersama Kadin akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Batam seperti meningkatkan promosi, investasi, perdagangan dan pariwisata,” katanya.

Investasi dan kegiatan pariwisata yang sudah ada akan terus didorong. Begitu juga persoalan mengenai permasalahan lahan dan perizinan akan terus dibenahi.

“Saya gembira Kadin bisa menjadi rekan yang baik, tidak hanya menyampaikan hal yang tidak bagus tapi juga menyampaikan hal yang perlu dibenahi BP Batam,” paparnya.(leo)

Sarden Bercacing Laku Karena Harga Murah

0
Pemerintah Daerah Natuna memberikan imbauan kepada pedagang dan toko akan larangan penjualan tiga produk sarden kepada masyarakat. F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Dinas perindag dan Dinas Kesehatan Pemkab Natuna didampingi Satpol PP baru memberikan edaran imbauan kepada sejumlah pedagang dan toko adanya larang penjualan produk sarden yang mengandung parasit, Kamis (22/3).

Dari sejumlah toko yang didatangi petugas, kebanyakan menyediakan produk sarden Farmerjack Mackerel. Produk tersebut merupakan salah satu dari tiga produk sarden lainnya yang dinyatakan BPOM harus ditarik dari pasaran, yakni produk IO mackerel dan produk Hoki mackerel.

Namun dalam pengecekan tersebut, pemilik toko telah lebih dahulu menyimpan produk sarden yang dilarang. Petugas pun hanya menyampaikan imbauan. Pemilik toko beralasan akan mengembalikan kepada agen, salah satunya Ririn, pemilik mini market Devon di Ranai.

Ririn mengaku, produk sarden Farmerjack mackerel sangat laku dijual di Ranai. Bahkan pekan lalu sudah mendatangkan 15 dus produk tersebut. Namun pemilik Devon beralasan produk tersebut masih disimpan di gudang dan akan diproses untuk dikembalikan ke Tanjungpinang.

“Sarden itu memang laku dibanding sarden produk lain.Harganya juga lebih murah,” ujar Ririn sambil menunjukkan satu kaleng produk sarden Farmerjack mackerel dari gudang kepada petugas.

Kasi farmasi dan alkes Dinas kesehatan Natuna Desy Arianti menyatakan, petugas hanya sebatas memberikan imbauan kepada pihak mini market dan pedagang agar tidak menjual produk sarden yang dilarang BPOM. Untuk penarikan langsung, dinas kesehatan tidak punya wewenang.

“Parasit yang ditemukan dalam sarden tersebut menyebabkan alergi dan menyebabkan mengurangi ketahanan tubuh jika dikomsumsi. Tapi kita sudah beli satu, tidak ada ketemu parasitnya,” ujar Desy disela mengecek ke sejumlah toko dan pedagang.

Sementara kepala bidang bidang pencegahan dan pengendalian penyakit Dinas Kesehatan Pemkab Natuna Hikmat Aliansyah mengatakan, parasit yang ditemukan dalam kemasan sarden tersebut dapat berkembang biak dalam tubuh manusia. “Kita akan konsultasi dengan ahli terkait obat parasit ini, mengingat sudah dikonsumsi masyarakat, khususnya di Natuna,” ujar Hikmat.(arn)

Lanal Batam Amankan Dua Kapal Pengangkut Kayu Ilegal

0

batampos.co.id – Pangkalan TNI AL (Lanal) Batam menangkap dua kapal kayu bermuatan kayu illegal hasil penebangan liar di hutan lindung Pulau Sugi, Selat Bingah, Kecamatan Moro, Kabupaten Tanjungbalai Karimun. Kedua kapal tanpa nama itu ditangkap di Perairan Pulau Temoyong, Selasa (20/3).

Danlanal Batam Kolonel Laut Iwan Setiawan mengatakan, penangkapan ini bermula dari informasi yang diterima pihaknya bahwa akan adanya kegiatan pengangkutan kayu bulat illegal dari hasil penebangan liar di Pulau Sugi, Selat Bingah, Kecamatan Moro, Kabupaten Tanjungbalai Karimun.

“Selanjutnya pukul 11.00 WIB, kita menurunkan Tim WFQR dengan menggunakan sea rider melaksanakan patroli penyekatan di beberapa titik yang kemungkinan akan di lalui kapal,” kata Iwan.

Hasilnya, sekitar pukul 18.30 WIB, Tim WFQR melakukan pemeriksaan terhadap dua kapal tanpa nama. Dari hasil pemeriksaan kedua kapal itu, mereka tidak bisa menunjukkan dokumen terkait muatan kayu bulat. Selanjutnya, kapal itu dibawa ke dermaga Posmat Sagulung untuk membongkar muatan.

“Kita terpaksa membongkar muatannya disana (dermaga Posmat Sagulung, red) karena pada saat itu kapal kayu itu bocor. Sehingga dikhawatirkan akan tenggelam kalau dibawa ke Batuampar,” tutur Iwan.

Usai dilakukan pembongkaran muatan, pada pukul 14.30 WIB kedua kapal itu duvbawa ke Dermaga Lanal Batam untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut.

“Dengan masih adanya aktifitas ilegal yang terjadi di wilayah Lantamal IV dengan berbagai bentuk dan modusnya, maka kita (Lanal Batam, red) tetap berusaha keras melakukan penindakan terhadap kegiatan illegal dengan meningkatkan patroli,” tegasnya. (gie)

Hampir 40 Persen Pemilih Muda

0

batampos.co.id – Hampir 40 persen pemilih pada Pilkada Tanjungpinang 2018 diproyeksikan berasal dari kalangan pemilih pemula. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang menanggapi realita ini dengan positif. Menurutnya, persentase itu sebagian besar kesuksesan penyelenggaraan Pilkada berada di tangan generasi muda.

“Faktanya seperti itu dari jumlah daftar pemilih sementara yang sudah diplenokan,” ungkap Robby, kemarin.

Kategori pemilih muda yang dimaksudkan Robby adalah mereka yang kelahiran 1980-2001. Besarnya persentase dari kalangan ini membuat sedikit perubahan pada strategi sosialisasi. Robby menjelaskan, sepanjang bulan ini, KPU akan menggencarkan sosialisasi ke kampus-kampus. Ia yakin, dari sosialisasi ini, bisa muncul kesadaran pemilih muda terhadap keharusannya menyalurkan suara para Pilkada 27 Juni mendatang. “Jemput bola, kami tidak bisa cuma menunggu,” ujar Robby.

Kamis (22/3) kemarin, Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum menjadi lokasi pertama Sosialisasi Pilkada Tanjungpinang 2018. Di sini, Robby menyampaikan urgensi penyaluran suara dan peran pemilih muda dalam menentukan kesuksesan penyelanggaraan Pilkada. “Kepada adik-adik mahasiswa yang memang punya KTP Tanjungpinang, ayo jangan apatis. Suara kalian juga ikut mempengaruhi kelangsungan kota ini ke depan,” ajaknya.

Apa yang disuarakan Robby mendapat dukungan dari pihak kampus. Ketua STAI Miftahul Ulum, Amir Husin pun sadar, kampus melalui mahasiswa-mahasiswanya punya peran aktif dalam menyukseskan pilkada. Sebab itu, Amir mengimbau kepada seluruh mahasiswa yang ada di daftar pemilih supaya mendatangi tempat pemungutan suara pada 27 Juni mendatang. “Harus memilih yang mana menurut diri sendiri baik, cara memimpinnya bagus dan yang bisa memimpin. Yang penting salurkan suaranya,” imbau Amir.(aya)

BC Batam Amankan se-Koper Ponsel di Bandara

0
ilustrasi

batampos.co.id – Petugas Bea Cukai (BC) Batam yang bertugas di keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam mengamankan satu koper berisi ponsel berbagai merek milik seorang calon penumpang yang hendak terbang ke Jakarta, Minggu (18/3) sore.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kabid Bimbingan Kepatutan dan Layanan Informasi (BKLI) BC Batam, Raden Evy Suhartantyo kepada Batam Pos, Kamis (22/3) sore.

“Benar petugas kami mengamankan satu koper milik penumpang yang hendak terbang ke Jakarta berisi ponsel. Saat ini kami lagi hitung berapa jumlah pastinya ponsel tersebut, dan apa saja merek ponsel yang hendak dibawa ke Jakarta tersebut,” ujar Evy, panggilan akrabnya.

Siapa nama penumpang yang diamankan yang diduga kuat pemilik koper tersebut, Evy menegaskan pihaknya masih memeriksa dan mendalami temuan tersebut.

“Ini kami masih kembangkan, apakah ponsel tersebut hendak diperjual belikan kembali ke Jakarta atau seperti apa. Yang pasti ponsel tersebut didapatnya dari Batam,” terangnya.

Pihaknya menegaskan, temuan tersebut akan jelas unsurnya apa, berapa jumlahnya dan apa saja mereknya, setelah pemeriksaan selesai.

“Besok (hari ini) lah bisa datang langsung ke kantor, kami akan jelaskan semuanya,” terang Evy mengakhiri. (gas)