Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 12329

Tahun Pemilu, Sekda Yakin Kepri Tetap Harmonis

0
Sekda Provinsi Kepri TS Arif Fadilla (kanan) saat menghadiri Rakornas Tim Terpadu Pemenangan Konflik Sosial 2018 di Hotel Bidakarya, Jakarta, Rabu, (7/3). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS. Arif Fadillah menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2018 di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (7/3).

Arif mengatakan dengan keadaan Kepulauan Riau yang hingga saat ini tetap kondusif, ia yakin Kepri siap menghadapi atmosfer di tahun pemilu. “InsyaAllah kita mampu menghadapi tahun pemilu dengan keharmonisan dan jauh dari konflik,” ujar Sekda Arif.

Keyakinan tersebut ditambah lagi dengan adanya Rakornas terkait penanganan konflik sosial dalam menghadapi Pemilu yang dikatakan Arif sebagai bekal yang bermanfaat bagi tim penanganan di daerah dalam mengawal dan meredam konflik yang berpotensi timbul.

Alhamdulillah Rakor berjalan lancar dan kita mendapatkan pengetahuan, petunjuk serta bekal dan pedoman dalam menangani konflik sosial di daerah,” lanjut Arif.

Rakor tersebut kata Sekda, menghimbau kepada seluruh daerah untuk menjaga kesatuan NKRI agar jauh dari gesekan-gesekan konflik yang datang baik dari dalam maupun luar.

“Tim didaerah juga sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan diminta untuk rapat rutin setiap bulannya, kita juga diminta untuk setiap 3 bulan dapat melaporkan hasil penanganan yang terjadi dilapangan kepada Mendagri,” tambah Sekda lagi.

Rapat yang mengambil tema “Sinergitas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Guna Mendukung Sukses Pilkada 2018 dan Persiapan Pemilu 2019” tersebut dipimpin dan dibuka oleh Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan RI Wiranto ditandai dengan penekanan tombol sirine.

Dalam sambutannya Menkopolhukam RI Wiranto mengatakan bahwa persatuan suatu bangsa adalah mutlak untuk menghasilkan tujuan nasional.

“Pesta Demokrasi dalam NKRI adalah hal yang harus kita jalani sebagai bentuk bernegara dan itu harus di jalani dengan kebersamaan dan jalin persatuan,” ujar Wiranto.

Wiranto melanjutkan bahwa isu konflik yang berkembang dari berbagai penjuru saat ini semakin gencar, untuk itu kita sebagai aparatur diharapkan mampu menjadi leading sector dalam mengatasi konflik ditengah-tengah masyarakat.

“Proxy war salah satunya bagaimana kita mampu bijak dalam menghadapi hal tersebut, mindset masyarakat juga harus diarahkan ke arah yang benar,” lanjut Wiranto.

Sementara itu Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo selaku Ketua Tim Terpadu Penanganan Konflik Nasional mengatakan bahwa banyak ancaman konflik yang semakin nampak ke permukaan.

“Untuk itu sudah tugas kita bersama saling menyatukan pemahaman dalam menyusun strategi dalam penanganan konflik tersebut,” kata Tjahjo.

Apalagi menjelang pemilu, Tjahjo melanjutkan bahwa konfli sosial mulai di timbul kan oleh pihak berkepentingan.

“Banyaknya permasalahan di daerah seperti radikalisme, terorisms, narkoba dan korupsi membuat kita harus waspada dan selaku aparatur kita dituntut mampu meredam semua konflik tersebut untuk menciptakan tatanan negara yang harmonis,” lanjut Tjahjo

Kemudian laporan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Sudarmo selaku panitia pelaksanaan Rakor mengatakan bahwa tujuan dilaksanakannya Rakor adalah untuk mewujudkan dan meningkatkan koordinasi dan sinergitas antar aparatur baik pusat maupun daerah.

“Agar didapat langkah-langkah yang konkret dalam menangani konflik menjelang pemilu, bersama kita mampu meredam konflik tersebut,” ujar Sudarmo.

Rakor sendiri berisikan diskusi panel yang dipimpin oleh Mendagri Tjahjo Kumolo dengan mengundang pembicara dari Mabes TNI yang disampaikan oleh Letjen TNI Dodik Wijanarko kemudian dari Mabes Polri oleh Brigjenpol Herry Wibowo serta Pejabat Sementara Gubernur Lampung Didik Suprayitno.

Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, Asisten III Pemerintah Provinsi Kepri Muhammad Hasbi, Plt. Kaban Kesbangpol Zulhendri, Kabinda Kepri Brigjen Pol. Suharyono beserta peserta tamu undangan lainnya.(gas)

Pariwisata Kundur Belum Digarap Serius

0
Anggota DPD RI Hardi Selamet Hood tengah bersama camat Kundur Barat kanan dan Kades Sawang Selatan Sukiran saat meresmikan obyek wisata taman mangrove di Kundur Barat. F. Imam Soekarno/batampos.co.id

batampos.co.id – Anggota DPD RI, Hardi Selamet Hood mengaku prihatin melihat sektor pariwisata di Pulau Kundur, tidak digarap secara serius. Salah satu bukti, akses menuju objek wisata masih berupa jalan tanah.

Putera kelahiran Tanjungbatu ini pun meminta Pemerintah Karimun serius menggarap potensi wisata di Pulau Kundur. Mengingat, sejumlah objek wisata di pulau penghasil timah ini tidak kalah menarik dengan wilayah lainnya.

“Objek wisata itu harus dilengkapi dengan infrastruktur memadai. Baik akses jalan maupun fasilitas pendukung lainnya. Sehingga dapat memberikan kenyamanan serta memudahkan bagi wisatawan berkunjung di obyek wisata di Pulau Kundur tersebut,” tegas Hardi di sela meresmikan obyek wisata taman mangrove di Mangkuse desa Sawang Selatan Kecamatan Kundur belum lama ini.

Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten Karimun harus memperhatikan masalah jalan serta menggarap sektor wisata dengan baik. “Jika pemerintah serius mengelola objek wisata di Pulau Kundur dengan baik, saya yakin bakal banyak menarik minat pengunjung,” tegas Hardi begitu yakin.

Hardi pun mengapresiasi inisiatif Kepala Desa Sawang Selatan Sukiran bersama masyarakat untuk merintis wisata taman mangrove. Meski menggunakan Dana Desa (DD), namun berhasil membangun jembatan dijadikan taman mangrove.
“Ini sangat luar. Selain menjadi objek wisata, juga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.

Hardi Hood mengakui di Pulau Kundur sendiri banyak obyek wisata yang dapat dikembangkan dengan baik. Seperti Pantai Lubuk, Makam Keramat Bukit Gading di Kecamatan Kundur. Selain itu di Kecamatan Ungar juga memiliki objek wisata Batulimau, Batu Kemaluan.

Selanjutnya di Kecamatan Kundur Barat ada objek wisata Kota Virus, Selendang Delima. Kemudian ada Pantai Timun Desa Kundur, Pantai Asmara Dewi Kelurahan Sawang Kecamatan Kundur Barat, Pantai Gading Kecamatan Kundur, dan masih ada beberapa obyek wisata lainnya.

Data yang berhasil dihimpun, sejumlah objek wisata baru bermunculan di Pulau Kundur yakni wisata alam. DI antaranya Buket Patong Desa Teluk Radang Kecamatan Kundur Utara, Bukit Sritas Puncak Asmara di Desa Lubuk. Kedua objek wisata ini sendiri dirintis secara swadaya oleh pemuda dan masyarakat sehingga perlu perhatian pemerintah maupun dinas terkait. (ims)

Diduga Barang Selundupan, Lima Kontainer Disegel Polisi

0
Lima kontainer Pelni Logistics disegel petugas kepolisian di Pelabuhan Sri Bayintan Kijang, Rabu (7/3). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Lima kontainer disegel jajaran Polres Bintan dengan memasang garis polisi di kawasan Pelabuhan Bongkar Muat Pelindo I Kijang, Cabang Tanjungpinang di Kijang, Kabupaten Bintan, Sabtu (3/3) siang lalu. Penyegelan tersebut diduga bermuatan barang-barang selundupan atau ilegal.

Pantauan Batam Pos, Rabu (7/3) kelima kontainer masih terpakir di pelabuhan bongkar muat. Terdiri atas empat kontainer milik Pelni Logistics dan satu kontainer PIDC. Petugas kepolisian terlihat berjaga di sekitar pelabuhan. Rabu (7/3) sekitar pukul 17.20 WIB kelima kontainer dipindahkan dengan alat berat dan diangkut menuju Mapolres Bintan di Bintan Buyu. Pemindahan lima kontainer dikawal mobil patroli polisi.

Pemindahan disaksikan oleh Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Adi Kuasa Tarigan dan Kapolsek Bintan Timur, AKP Abdul Rahman. Termasuk pihak Pelindo dan aparat TNI menyaksikan pemindahan lima kontainer itu. Hanya disayangkan polisi irit bicara saat disinggung mengenai isi muatan.

Sebelumnya, informasi yang diterima di lapangan, Sabtu siang itu koordinator lapangan Pelni cabang Tanjungpinang di pelabuhan bongkar muat Ganda melaporkan kontainer milik Pelni akan digunakan untuk memuat barang dari Pelabuhan Kijang dengan tujuan ke Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta.

“Saat itu saya arahkan agar dilakukan sesuai aturan dan prosedur,” kata Kepala Operasional Pelni Cabang Tanjungpinang, Putra ketika dihubungi, siang kemarin.

Putra menjelaskan, berdasarkan aturan prosedur maka pihak yang menggunakan kontainer harus melengkapi dokumen. Tak lama, ia mengaku kembali dihubungi petugasnya yang memberitahukan jika kontainer tidak dibenarkan dimuat ke kapal.

“Pihak kepolisian dari Reskrim Polsek Bintan Timur menahan lima kontainer itu. Kami tidak tahu alasannya, mungkin diduga kontainer itu memuat barang barang ilegal,” katanya.

Putra juga mengaku, tidak tahu isi kontainer, sebab dokumen yang muatan kontainer belum diterima dia. “Syukurlah tidak sampai naik ke kapal, kalau tidak pasti masalah buat Pelni,” ungkapnya.

Kepala Perwakilan Pelindo I Kijang, Khoiruddin Lubis yang juga merangkap manager bisnis dan teknis ditemui di kantornya menuturkan, Sabtu siang itu lima kontainer masuk ke kawasan pelabuhan, namun pemuatan barang dilakukan di luar kawasan pelabunan.

“Pemuatannya sudah dari luar, datang ke sini semua sudah berisi muatan, artinya kami tahu muatan isi kontainer itu karena datang sudah dalam kondisi full,” jelasnya.

Menurut rencana lima kontainer itu akan dimuat ke kapal KM Dolorondo di Pelabuhan Kijang. Hanya, saat itu pihak kepolisian mencurigai adanya kegiatan ilegal sehingga pihaknya menunda keberangkatan lima kontainer tersebut.

“Dicurigai barangnya, makanya kami langsung menghubungi pihak Pelni sebagai pihak petikemasnya untuk menemui pihak kepolisian, karena mereka yang menerima pesanan untuk memuat barang itu. Disitu, barang dipending artinya tidak dimuat atau berangkat, artinya barang itu tidak ditindaklanjuti,” jelasnya.

Sebagai penunjang kegiatan di kepelabuhan, pihaknya tidak berhak menahan, karena pelindo sebagai penyedia kawasan dan penunjang fasilitas pelabuhan untuk memudahkan kegiatan bongkar muat di pelabuhan.

Ditanya tujuan kontainer itu, ia mengaku tidak tahu, sebab tujuan kapal KM Dolorondo biasanya ke Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

“Tujuannya ke mana kami tidak tahu. Soalnya kapal itu singah-singah,” tukasnya.

Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang membenarkan lima kontainer diamankan pihaknya. “Ini (kontainer, red) masih dalam penyelidikan,” singkatnya.(met)

800 Ton Beras Bulog Tak Bisa Didistribusikan

0

batampos.co.id – Komisi II DPRD Batam menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di Gudang Bulog Batam, Batuampar, Rabu (7/3). Hasilnya, dari 1.186 ton beras di bulog hanya 386 ton yang bisa didistribusikan kepada masyarakat. Sisanya berkualitas buruk, sehingga harus diproses ulang dulu sebelum dilakukan distribusi.

“Kita sebutnya turun mutu sekitar 800 ton. Untuk pendistribusiannya harus diproses dulu,” kata Kepala Gudang Bulog Sufatno.

Menurut dia beras turun mutu ini berasal dari Jawa Timur. Selain kondisinya yang memang kurang bagus, beras ini sudah dua tahun disimpan di gudang bulog. Kondisi beras juga cukup menghawatirkan untuk dikonsumsi. Selain bewarna kuning, beras hancur dan berkutu. Selain itu, beras ini juga sudah mulai berdebu.

“Untuk proses pembersihan kita buang debu dan kutunya. Ada mesin khusus yang membersihkan,” tuturnya.

Suyatno sendiri memastikan beras ini masih layak dikonsumsi setelah berkordinasi lembaga yang bergerak untuk inspeksi pengujian sertifikasi, konsultasi, dan pelatihan, Sucopindo.

“Mereka merekomendasikan kalau beras ini masih layak dikonsumsi dengan catatan diproses dulu dengan menghilangkan debunya,” kata dia.

Sufatno menambahkan, rata-rata setiap bulan bulog mendistribusikan 250 ton beras kepada masyarakat. Itu artinya dengan ketersediaan beras layak konsumsi yang saat ini hanya 386 ton hanya cukup untuk satu setengah bulan. Namun demikian, Sufatno memastikan ada penambahan stok beras didatangkan dari Bulog Dumai.

“Dalam minggu ini sekitar 500 ton dari Dumai. Jadi stok kita masih aman,” paparnya.

Sementara itu proses pendistribusian sendiri diakui Sufatno sesuai jadwal dan arahan direksi Bulog.

“Kalau ada arahan atau operasi pasar kami distribusikan, rata-rata setiap bulan 250 ton. Selain bantuan langsung, kita juga miliki sisi komersial, yakni menjual beras yang dengan kualitas premium,” jelas Sufatno.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Dandis Rajagukguk mengatakan, sidak hari ini dengan tujuan untuk mengetahui kondisi stok beras di Bulog Batam. Menurut dia, dengan adanya beras yang tak bisa diistribusikan (turun mutu) ini, Bulog seharusnya mencari alternatif lain untuk mencukupi ketersediaan stok beras di Batam.

“Kita apresiasi ada tambahan dari Dumai. Tapi kan masih rencana. Kalau misalnya terlambat dari waktu yang ditentukan kita tak punya stok dong,” katanya.

Anggota Komisi II Idawati Nursanty menambahkan, gudang bulog memiliki kapasitas 3.500 ton beras seharusnya mampu menampung stok beras. Apalagi melihat Batam bukan daerah penghasil, yang dikhawatirkan akan berdampak kepada harga beras.

“Saya berharap bulog memperhatikan ini, kita bukan daerah penghasil,” katanya. (rng)

Polemik KPID Kepri Tuntas

0

batampos.co.id – Tarik ulur pemilihan tujuh komisioner Komisi Penyiaran dan Informasi Daerah (KPID) Kepri akan tuntas hari ini. Pasalnya, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun akan melantik tujuh komisioner KPID Kepri terpilih priode 2017-2020 di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Kamis (7/3).

Alhamdulillah sudah dapat pemberitahuan, dan akan dilantik besok pagi (pagi ini,red) di Gedung Daerah Tanjungpinang,” ujar Hengky Mohari, salah satu komisioner KPID Kepri terpilih.

Lebih lanjut katanya, amanah yang diberikan kepada dirinya untuk duduk sebagai komisioner KPID Kepri adalah merupakan tanggungjawab yang besar. Atas dasar itu, komitmennya tentu untuk memberikan yang terbaik sesuai dengan tugas dan tanggungjawab KPID Kepri.

“Tugas dan tanggungjawab kita sebagai KPID tentunya sudah jelas. Karena rambu-rambunya sudah ada, dan itu sebagai acuan dalam menjalankan amanah tersebut,” papar Mantan jurnalis tersebut.

Seperti diketahui, proses uji kelayakan dan kepatutan sudah rampung digelar DPRD Kepri pada akhir Oktober 2017 lalu. Akan tetapi, Pimpinan DPRD Kepri, Jumaga Nadeak baru menyerahkan perbaikannya ke Pemprov Kepri pada 12 Februari lalu.

Ditanya apa yang menyebabkan molornya penyerahan tujuh nama tersebut, karena adanya kepentingan politik. Mengenai hal itu, Politisi PDI Perjuangan Kepri tersebut menegaskan, dirinya tidak ada kepentingan apapun. Diakuinya, sebelum ini juga sudah diserahkan sembilan nama ke Gubernur. Tetapi karena harus tujuh, tentu ditarik kembali.

“Selama ini saya banyak kesibukan diluar. Makanya baru pekan lalu diserahkan kembali hasil perbaikannya ke Pemprov,” jelas Jumaga.

Dari informasi yang didapat, tujuh nama komisioner KPID Kepri terpilih yang disampaikan Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun adalah Ahmadi, James F. Papilaya, Mukhamad Rofik, Sahat Saragi, Tito Suwarno, Suhermita, dan Hengky Mohari.(jpg)

Mufidah Kalla Kagumi Kerajinan dari Bintan

0
Ketua Dekranasda Pusat Mufidah Yusuf Kalla mengapresiasi kerajinan tangan dari limbah tulang ikan yang dihasilkan pengrajin Bintan. F. Kominfo Bintan untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Kerajinan miniatur kapal yang terbuat dari limbah tulang ikan menarik perhatian sejumlah pejabat. Salah satunya Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), Mufidah Jusuf Kalla saat melihat hasil kerajinan yang dibawa Derkanasda Kabupaten Bintan, di Sekretariat Dekranas, di Jakarta, akhir Februari lalu.

Rombongan Dekranasda yang dipimpin Ketua Dekranasda Kabupaten Bintan, Deby Apri Sujadi disambut hangat oleh Mufidah.

Mufidah mengungkapkan, kerajinan miniatur kapal yang dilapisi kaca sangat indah, meski terbuat dari limbah tulang ikan. Karya ini menurutnya, sangat hebat. Karena limbah tulang ikan yang biasanya dibuang, justru diolah menjadi kerajinan tangan bernilai tinggi.

“Ini karya mahal. Bukan karena bahan bakunya, melainkan nilai seni dan daya imajinasinya, ini loh yang mahal,” ujarnya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Bintan, Deby Apri Sujadi mengungkapkan dirinya sangat bangga atas apresiasi yang diberikan Dekranas.

Betapa tidak, apresiasi itu karena pengerajin Bintan mampu menyulap berbagai barang tak terpakai alias limbah menjadi karya yang indah dan bernilai jual.

“Pengerajin kita hebat hebat. Daya imajinasi dan kreatifitas mereka yang memang dari dulu saya akui dan membuat bangga,” katanya.

“Apalagi sampai mendapat apresiasi dari Dekranas pusat, itu menandakan potensi kerajinan di daerah kita memang patut diperhitungkan,” tambahnya mengakhiri.(met)

Bintan Bersolek, Siap Raih Adipura

0
Bupati Bintan Apri Sujadi saat bersih-bersih di Kijang City Walk, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (7/3). F. Kominfo Bintan untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Tim Penilai Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia akan turun ke Kabupaten Bintan dalam pekan ini. Namun sampai saat ini, jadwal pasti kedatangan rombongan tim masih dirahasiakan.

“Jadwal berkunjung kami belum tahu, tapi kemungkinan minggu ini. Prinsipnya kapanpun itu, kami siap menyambut penilaian oleh Tim Penilai Adipura,” ujar Kepala Dinas KLH Bintan, Aprizal Bahar, Rabu (7/3).

Saat ini kata dia, Pemkab Bintan sedang gencar mengimbau masyarakat hidup sehat dan menciptakan lingkungan bersih.  Menurutnya, persoalan sampah masih menjadi permasalahan serius di lingkungan masyarakat. Sebab masih ada masyarakat yang membuang sampah sembarangan, dan ditumpuk tanpa dikelola dengan baik.

Prilaku yang buruk itu, justru menimbulkan berbagai dampak kesehatan yang serius. Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat agar peduli membuang sampah dimulai dari diri sendiri.

“Hidup bersih harus kita budayakan sebagai bagian dari hidup sehat,” katanya.

Bupati Bintan, Apri Sujadi mengatakan, pemerintah selalu melakukan yang terbaik. Terbukti dari berbagai program kesehatan yang dilakukan pemerintah, bertujuan memasyarakatkan pola hidup bersih.

Hal yang utama, menurut dia, bagaimana menghidupkan semangat masyarakat sehingga menerapkan budaya hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari hari.

Terkait penilaian Adipura, ia menyatakan Pemkab Bintan siap. Terlebih Kabupaten Bintan telah berhasil meraih Piala Adipura untuk tiga tahun berturut-turut.

Menurut Apri, prestasi ini sangat membanggakan, bukan saja bagi dirinya namun seluruh masyarakat Kabupaten Bintan.  “Kita berharap Kabupaten Bintan meraih penghargaan Piala Adipura untuk keempat kalinya,” harapnya.

Sekedar diketahui, Tim penilai akan melakukan peninjauan di beberapa titik di Kabupaten Bintan. Hal ini sesuai indikator penilaian penghargaan Adipura mulai jalan protokol, drainase, pasar, pemukiman, perkantoran, puskesmas, aekolah, ruang terbuka hijau serta sistem pengelolaan sampah.(met)

Polsek Bengkong Tangkap 3 Pencuri Motor

0
Tiga pelaku pencurian motor.

batampos.co.id – Jajaran Polsek Bengkong menangkap tiga pelaku pencurian sepeda motor. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan lima unit sepeda motor hasil curian dan satu buah kunci  T.

Kanit Reskrim Polsek Bengkong Iptu Ikhtiar Nazara mengatakan penangkapan komplotan pencuri ini bermula dari banyaknya laporan pencurian sepeda motor di wilayah hukum Polsek Bengkong.

“Dari sana kemudian kita lakukan penyelidikan dan menangkap salah seorang pelaku. Kemudian kita kembangkan lagi, menangkap dua pelaku lainnya,” ujarnya.

Nazara menambahkan, modus mereka dalam melakukan aksinya ialah dengan membobol kunci kontak dengan menggunakan kinci T.

Ketiga tersangka dijerat dengan pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan ancaman hukuman selama 9 tahun penjara. (gie)

Duka Supir Ojek

0

batampos.co.id – Seorang pengendara ojek online, Shopi, 65, terlibat kecelakaan di Seraya Atas, Batam, Selasa (6/3) malam sekitar pukul 19.20.

Hari ini, (8/3/2018) ia meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Budi Kemuliaan.

“Meninggalnya subuh tadi,” ujar salah seorang petugas rumah sakit.

Tak pelak, ratusan pengemudi ojek online maupun taksi online berduka. Mereka ikut mengantar jenazah Shopi ke Bandara Internasional Hang Nadim Batam untuk selanjutnya dibawa ke kampung halamannya di Batusangkar.

“Kami mengantarkannya ke bandara sebagai bentuk solidaritas kami kepada teman,” ujar salah satu pengendara ojek online. (gie)

Batam Minim Rumah Adat Melayu

0

batampos.co.id – Rumah adat khas melayu ‘Rumah Limas Potong’ di Batam diakui sulit ditemui. Kepala Dinas Pariwisata Batam Pebrialin menyebutkan, bahkan satu-satunya yang kini dalam pengelolaan Pemerintah Kota (Pemko) Batam hanya satu yakni di Kampung Melayu Batubesar, Nongsa.

“Kami harap di lokasi lain masih ada, sejauh ini kami belum deteksi. Tapi kami yakin, masih ada di tempat lain,” imbuh Pebrialin, kemarin.

Ironisnya, rumah yang tepat berdiri di ujung RT 01 RW VIII tersebut bukan milik Pemko Batam. Dengan kata lain, rumah tersebut merupakan milik warga. “Rumah itu dimiliki pihak ketiga, tapi bisa dimanfaatkan pemerintah kok,” ucapnya.

Bahkan kini, kata mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pasar, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PMP – KUKM) Kota Batam ini mengatakan, hingga kini Pemko Batam belum membicarakan agar rumah adat yang didirikan 1 November 1959 sepenuhnya milik Pemko Batam.

“Belum ada bicara ke sana (jadi milik Pemko) Batam,” kata dia.

Namun demikian untuk , menurut Pebrialin, Pemko Batam berencana membangun rumah limas potong di beberapa titik. “Salah satunya di Kebun Raya Batam,” pintanya.

Selain di lokasi tersebut, titik lain seperti di beberapa kampung tua di Batam. Tetapi tidak semua kampung tua akan dibangun rumah adat tersebut, melainkan hanya kampung-kampung tertentu.

“Tidak semua, kami akan kaji dulu. Pada intinya kami dorong rumah adat ini tetap ada,” imbuhnya.

Menurutnya, seiring disahkannya Perda Adat melayu beberapa waktu lalu berbagai kebijakan tengah dipersiapakan Pemko Batam. Seperti keharusan ada masakaan melayu di setiap restoran di Batam. (adi)