Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12342

Dana Bergulir Macet tak Boleh Dihapus

0

batampos.co.id – Komisi II DPRD Kota Batam menolak penghapusan dana bergulir yang macet senilai Rp 6,5 miliar. Alasannya, dana tersebut bukan hibah tetapi pinjaman modal kepada pelaku usaha kecil yang ada di Batam.

“Namanya pinjaman harus dikembalikan. Kacau kalau dihapuskan. Uang itu tidak sedikit,” kata anggota komisi II DPRD Kota Batam, Mulia Rindo Purba, Senin (23/4).

Jika ini memang harus dihapuskan, maka Pemko Batam harus menyampaikan alasan penghapusan dengan data-data yang lengkap. Penerima pinjaman dan nilai pinjaman yang macet harus dipublikasikan.

“Kita tidak tahu alasannya. Dari dulu kita minta datanya tak juga dikasih. Kalau tidak ada data itu, maka tidak bisa dihapus. Ke pengadilan pun bisa dibawa ini,” katanya.

Dan jika ini dihapuskan maka kasus serupa akan terulang. Penerima dana bergulir berpikiran bahwa uang yang diterima tersebut tidak wajib dikembalikan.

“Jadi akan semakin banyak nanti yang macet. Toh, kalau tak bayar juga tidak apa-apa. Malah akan dihapus. Jadi ini tidak bisa sama sekali,’ katanya.

Ia berharap Pemko Batam harus tetap menagih uang sekitar Rp 6,5 miliar dari peminjam dana bergulir. Ia berharap dinas PMPK-UKM dan juga badan keuangan dan aset daerah harus transparan.

Kedepannya dalam mengucurkan dana bergulir, pemko harus selektif adn objektif “Dan saya berharap peminjam dana bergulir harus menyertakan jaminan atau agunan layaknya di Perbankan,” katanya.(ian)

Segera Selesaikan Status Hutan Relang

0
ilustrasi lahan. foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Anggota komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Haripinto mendesak menteri lingkungan hidup dan kehutanan untuk menyelesaikan permasalahan hutan Rempang-Galang. Ini harus digesa agar perekonomian di Batam segera bangkit. Mengingat daerah Rempang Galang akan dikembangkan pengembangan industri yang baru.

“Komite II yang bermitra dengan kementerian LHK akan mendesak ini agar secepatnya diselesaikan. Harus ada kepastian untuk berinvestasi di sana,” katanya.

Menurut Haripinto, investor sudah banyak yang tertarik mau berinvestasi di Rempang-Galang. Tentunya membutuhkan lahan yang luas. Tetapi tertunda karena hutan di sana masih berstatus hutan lindung.

“Selama itu masih hutan lindung tidak akan bisa digunakan. Statusnya harus diturunkan menjadi hutan produksi konversi. Ini yang kita akan minta kejelasannya. Kalau memang sudah bisa diproduksi harus ada nomor suratnya,” katanya.

Sementara itu, anggota komisi IV DPR RI Sudin saat di konfirmasi mengaku tidak mengetahui mengenai permasalahan Rempang-Galang saat ini. Bahkan nama Rempang-Galang pun tidak akrab baginya.

“Waduh saya tidak pernah mendengar itu. Saya coba tanya-teman yang lain nanti ya,” katanya.

Sebelumnya kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan bahwa status hutan di Rempang-Galang sedang dibahas dipusat. Ia berharap tahun ini akan selesai sehingga 2018, KEK di Rempang Galang bisa langsung diberlakukan.

Ia mengatakan saat ini sudah banyak invetor yang hendak datang ke Batam. Rempang-Galang akan menjadi tempat pengembangan ondustri yang baru.

“Tetapi pelepasan status hutan dari hutan lindung masih proses di pusat. Mudah-mudahan ini segera selesai dan itu bisa difungsikan,” katanya.

Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk mencontohkan, seorang pengusaha adal Australia yang hendak berinvestasi dalam sektor pariwisata. Investor tersebut butuh 100 hektar lahan untuk pengembangan usahanya.

“Jadi lahan yang dibutuhkan luas. Jadi tidak ada katanya. Mungkin ini bisa kita terus cari, seperti tanah terlantar yang tak kunjung diusahai pemiliknya,” katanya.(ian)

Pujian Dunia untuk Korut

0
Kim Jong Un siap meninggalkan pengembangan senjata nuklir (Anadolu Agency)

batampos.co.id – Pemimpin Tertinggi Korea Utara(Korut) Kim Jong Un mengumumkan situs uji coba nuklir di Punggye Ri akan ditutup dan dibongkar.

Seperti dilansir The Independent pada Minggu, (22/4), Trump menulis di Twitter-nya untuk memuji pengumuman Kim Jong Un. “Berita yang sangat baik untuk Korut dan Dunia.”

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe memberikan tanggapan positif. Namun ia menekankan perlunya kewaspadaan untuk melihat apa yang terjadi dalam beberapa bulan mendatang.

Kim tampaknya lebih fleksibel daripada sebelumnya. Pernyataan terakhirnya juga menyuarakan harapan Pyongyang untuk jaminan keamanan pada hari ketika dunia tidak akan memiliki senjata nuklir.

Banyak yang berharap hasil positif datang dari pertemuan puncak Kim dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae In yang akan berlangsung Jumat depan. Sedangkan untuk pertemuan dengan Trump, diharapkan pada akhir Mei atau awal Juni.

Hal yang diharapkan oleh warga Korut dan Korsel adalah mengizinkan lebih banyak reuni bagi keluarga yang terpaksa dipisahkan akibat Perang Korea 1950-1953. Kim juga dilaporkan terbuka untuk membebaskan tiga orang Amerika dari tahanan Korut Korea Utara.

Para ahli menunjukkan, ini masih membuka langkah pertama Kim. Mungkin dia akan bersedia menawarkan lebih banyak konsesi setelah pembicaraan yang sesungguhnya dimulai.

Pengumuman itu juga menekankan keinginan Kim untuk mengubah fokusnya ke pembangunan ekonomi. Korut selama beberapa dekade telah mendorong konsep denuklirisasi yang tidak mirip dengan definisi Amerika mengenai konsep itu sendiri.

Sebelumnya, Kim memuji kebijakannya mengembangkan senjata nuklir sebagai keberhasilan ajaib. Korut berjanji tidak akan pernah menggunakan senjata nuklir kecuali ada ancaman nuklir dan provokasi nuklir terhadapnya.

(ina/trz/JPC)

Tanjunguma Disulap Jadi Kampung Pelangi

0
Walikota Batam Muhammad Rudi bersama Wakil Gubernur Kepri Isdianto kepala BP Batam Lukita Dinarsah Tuwo, Anggota DPD RI Hardi S Hood, Tokoh Masyarakat Makmur melakukan pengecatan pada pencanangan dan pengecatan pertama Tanjung Uma berpelangi secara simbolis, Minggu (22/4). F Cecep Mulyana/Batam pos

batampos.co.id – Pengembangan daerah wisata berbasis masyarakat tercipta di Tanjunguma, Lubukbaja. Dihadiri Wali Kota Batam Batam Muhammad Rudi, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo, Wakil Gubernur Kepri Isdianto dan Anggota DPD RI Hardi Selamat Hood, pencanangan dan pengecatan pertama Tanjunguma Berpelangi dilakukan Minggu (22/4).

Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengapresiasi semangat sadar wisata warga Tanjunguma. Tak hanya lokasi tersebut, jika inovasi serupa dari daerah lain Batam, Pemko Batam akan mendukung. Apalagi kini, potensi ekonomi baru yakni sektor pariwisata sedang gencar dikembangkan pemko Batam.

“Inisiatif apapun yang positif tentu kami dukung. Dan acara ini ini bagus,” kata Rudi.

Ia mengatakan, inisiatif ini harus terus dikembangkan dengan program lanjutan, tidak hanya berhenti pada kegiatan pengecatan yang membuat warna-warni kampung tua tersebut.

Pertama, kata Rudi, yakni dengan membuat semacam ‘buah tangan’ dan kegiatan yang membuat wisatawan betah berkunjung. Lalu, meningkatkan kemampuan masyarakat seperti kemampuan berbahasa asing, hal ini di Pemko Batam sudah menerapkan pemebelajaran bahasa inggris sejak dini di Sekolah Dasar.

“Kita buat apa yang menjadi kesukaan wisatawan. Kalau hanya warna-warni tak cukup, maka kita haru sempurnakan tak boleh setengah-setengah. Nanti ramai, masyarakat bisa buat home stay, wisman sudah bosan juga di hotel,” ajak Rudi.

Selain itu, pemerintah juga harus memastikan akses infrastruktur dapat mendukung kegiatan ini, karena kalau tanpa didukung infrastruktur yang memadai sektor pariwisata akan kesulitan tumbuh. Menjawab ini, kini Pemko Batam tengah gencar membangun infrastruktur jalan, dari jalan utama hingga jalan perumahan. Terkait ini, ia meminta kepada masyarakat dapat mendukung kegiatan ini.

“Pariwisata hidup, ekonomi juga akan hidup. Tujuan kita kan ini,” terangnya.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo juga meyambut baik dan memberikan apresiasi untuk kegiatan tersebut. Menurutnya, pengembangan wisata adalah salah satu cara meningkatkan ekonomi. “Harapan baru ekonomi adalah sektor pariwisata,” kata Lukita.

Jika pariwisata berkembang, ia meyakini ekonomi masyarakat juga akan membaik. Maka dari itu, Lukita mengajak semua pihak menjemput kesempatan ini. “Kami sangat dukung kegiatan ini,” ucapnya.

Ketua Panitia Pelaksana Pencanangan dan Pengecatan Tanjung Uma Berpelangi, Nurapiyah mengatakan lokasi Tanjunguma yang strategis dan dapat dilihat langsung oleh negara tetangga dan berdekatan dengan pelabuhan internasional menjadi daya tarik tersendiri.

Untuk mendukung kegiatan ini, pihaknya membuat tempat-tempat untuk foto, bekerjasama dengan pihak tour dan travel supaya membawa wisman untuk berkunjung, membuat balai adat, serta menjaga kebersihan di lokasi wisata.

“Ini semua mengangkat ekonomi masyarakat, memberantas kemiskinan, dan membantu pemerintah untuk mewujudkan pariwisata,” katanya.

Berbagai upaya dilakukan untuk mengembangkan potensi wisata di Tanjunguma. Januari lalu, digelar Festival Kampung Tua Tanjunguma yang diinisiasi masyarakat, Gerakan Masyakarat Tanjunguma (GEMA) Batam dan Pemuda Peduli Tanjung Uma (PPTU).
Berbagai potensi ada di kampung ini, yakni wisata budaya yakni kuburan tua Tanjunguma. Kuburan yang sudah ada sejak Zaman Kerajaan Riau Lingga, hal ini diketahui karena ada tulisan atau logo Kerajaan Riau Lingga.

Potensi lain yakni wisata alam pesisir mangrove juga dapat dikembangkan. Juga, di kampung ini terkenal dengan kuliner hasil laut, setiap Ramadan menjelang berbuka puasa mudah ditemui masyarakat yang menjajakan kuliner hasil laut. (adi)

Siap-siap Sambut Kehadiran iPhone SE2

0
Casing yang diduga iPhone SE2. (GSMArena)

batampos.co.id – iPhone SE generasi kedua bakal meluncur bulan depan. Benarkah?

Sebagaimana JawaPos.com lansir dari AppleInsider, Senin (23/4), kabar tersebut berembus dari pembuat casing yang menghadiri gelaran pameran dagang Global Sources Mobile Electronics di Hongkong. Menurutnya, Apple tengah mewanti-wanti peluncuran iPhone terbaru. Kemungkinan iPhone tersebut adalah iPhone SE 2.

Sementara, mengutip laman TechRadar, Senin (23/4), disebutkan bahwa iPhone SE generasi kedua akan hadir tanpa jack headphone di bodinya. Hilangnya jack audio ini pernah dilakukan Apple pertama kali pada perangkat iPhone 7 beberapa tahun silam. Hilangnya jack audio dari perangkat iPhone disebut karena alasan desain.

Selain hilangnya jack audio pada perangkat iPhone SE 2, yang membedakannya dengan iPhone SE generasi pertama adalah fitur keamanan TouchID. Beberapa varian penyimpanan juga bisa dipilih konsumen menyesuaikan dana yang dimilikinya.

Performanya, iPhone SE 2 akan dijejali prosesor A10 Fusion. Prosesor tersebut juga pernah mampir pada perangkat iPhone 7 dan iPhone 7 Plus pada 2016 silam. Beralih ke desain, iPhone SE2 disebut tidak akan mengusung desain layar ala iPhone X. Lainnya, material kaca juga disebut akan membalut ponsel seri ekonomis besutan pabrik rintisan mendiang Steve Jobs ini.

Soal kameranya pun demikian. Tidak akan ada kamera ganda pada perangkat versi murah dari keluarga iPhone ini. Sementara urusan harga, iPhone SE 2 disebut akan terpaut jauh dari generasi iPhone terbaru seperti iPhone 8 dan iPhone X. Bukan tanpa alasan, iPhone SE 2 umumnya merupakan jawaban Apple atas keinginan pasar gadget iPhone dengan harga sedikit lebih ekonomis.

Sempat diberitakan sebelumnya, banderol dari iPhone SE 2 diperkirakan berada pada kisaran USD 630 atau sekitar Rp 8,5 jutaan. Dengan harga tersebut, boleh dibilang bahwa iPhone SE 2 tidak lain merupakan versi ekonomis dari iPhone teranyar yang ada di pasaran saat ini.

(ce1/ryn/JPC)

Sambut Lebaran, Garuda Rencana Tambah Rute Baru

0
Pramugari Garuda Indonesia tujuan Jakarta-Batam di Bandara Soekkarno Hatta membantu penumpang yang untuk memangku anaknya.. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Maskapai penerbangan Garuda Indonesia berencana menambah rute penerbangan baru dari Batam. Penambahan rute penerbangan sebagai langkah untuk mengantisipasi peningkatan trafik penumpang selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2018.

General Manager Garuda Indonesia Batam, Gunar Angkasa mengatakan, penambahan frekuensi ini merupakan salah satu langkah Garuda Indonesia untuk mengoptimalisasikan pangsa pasar yang potensial. Apalagi melihat tingginya antuias masyarakat Batam jelang lebaran.

“Kita mungkin akan menambah kapasitas menjelang Hari Raya Idul Fitri ini. Kebetulan kemarin Garuda menyelenggarakan Travel Fair. Ternyata hasilnya luar biasa. Antusiasmenya masyarakat Batam memborong semua untuk persiapan lebaran itu,” katanya, Minggu (22/4).

Terkait kemana saja rute yang akan ditambah, ia mengaku belum bisa memastikan. Sebab, harus dilihat dari permintaan masyarakat.

Saat ini, lanjut dia, Garuda Indonesia memiliki lima penerbangan Batam-Jakarta , satu kali flight Batam-Medan dan satu kali ke Tanjung Karang, Lampung. Belum termasuk lagi dengan Citilink. Ada 11 rute Citilink yang ada di Batam.

Untuk tiket promo Garuda sendiri, Gunar mengaku telah habis terjual. Namun demikian, masyarakat tak perlu khawatir, karena Garuda masih menyiapkan tiket promo lainnya. ” Insyaallah kita masih sediakan harga promo tiket ramadhan tapi tentunya terbatas,” paparnya.

Ia menambahkan, kedepan Garuda akan membesarkan kapasitas penumpang penerbangan yang ada. Semisal, Boeing 737 seri 800 ditambah penumpangnya.

“Ada rencana dan masih wacana. Doakan saja. Semoga masyarakat Batam cinta Garuda dan kita bisa berkembang,” jelasnya. (rng)

Tahun Ini, Kali Pertama SMP 3 Batam Mandiri Lakukan UNBK

0
Kadis Pendidikan Pemprov Kepri, Meninjau langsung pelaksanaan UNBK di SMP 3, Batam. | Yuli / batampos

batampos.co.id – Sebanyak 463 siswa SMPN 3 Batam menggelar pelaksaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Senin (23/4). Tahun ini pihak sekolah meminta partisipasi dari orangtua siswa untuk bersedia meminjamkan 120 komputer mereka untuk menunjang kelancaran UNBK.

“Ini tahun pertama kami mandiri, sebelumnya numpang di SMAN 1 Batam,” kata Kepala Sekolah Wiwik Darmayanti.

Ia menjelaskan laptop pinjaman ini sebelumnya sudah diatur sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan UNBK. Ada delapan ruangan yang digunakan selama pelaksanaan ujian.

“Sesinya tetap tiga, sama seperti sebelumnya. Pagi 7.30 sudah mulai, dilanjutkan siang dan sore,” ujarnya.

Saat ini siswa masih menunggu perbaikan server dari pusat. Ia berharap server cepat pulih agar ujian berjalan lancar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Batam, Muslim Bidin mengatakan gangguan server memang dari pusat. Meskipun begitu siswa harus tetap tenang. Jangan khawati soal waktu ujian.

“Semuanya memang gangguan, jadi daerah hanya bisa menunggu. Semoga tidak lama,” sebut dia.(yui)

Hujan 10 Menit, Jalan Tergenang Air, Pak Wali

0

batampos.co.id – Genangan air setinggi sekira 15 cm muncul di Tamanraya, Senin (23/4), padahal hujan baru saja turun selama 10 menit. Genangan air ini diduga karena drainase yang kurang baik.

“Kalau hujan datang selalu seperti ini mas. Genangan air menghampiri daerah ini,” kata salah seorang warga Tamanraya Asmoro yang ditemui Batam Pos di depan Taras, Senin (23/4).

Ia berharap pemerintah dapat memperbaiki drainase sekitaran sana. Sehingga tak ada lagi genangan air di daerah itu. “Maunya begitu, semoga saja,” ucapnya.

Dari pantauan Batam Pos untuk kendaraan roda empat tak kesulitan melewati genangan ini. Namun kendaraan roda dua harus pelan dan hati-hati. Bila ngebut, dapat membuat para pengendara roda dua itu terjatuh.

Hingga kini, ketinggian air di depan Tamanraya Square makin bertambah tinggi seiring hujan yang terus turun. (ska)

Harga Daging Ayam Naik Lagi

0
Ari seorang pedagang ayam potong di Pasar Mega legenda Batamcenter sedang memilih ayam yang akan dipesan oleh pelanggan, Senin (16/4). | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Harga daging ayam di pasar Batam terus merangkak naik, Minggu (22/4). Saat ini harganya sudah mencapai Rp 35 ribu perkilo gram, padahal dua minggu sebelumnya masih Rp 33 ribu.

“Dua minggu kemarin masih Rp 33 ribu, terus naik Rp 34 ribu dan minggu ini sudah Rp 35 ribu,” ujar Putra penjual daging ayam di pasar Fanindo, Batuaji.

Dia mengatakan kenaikan sejak minggu ini. Belum diketahui penyebab kenaikan, namun diduga karena menjelang bulan ramadhan.

“Hal lumrah sebenarnya. Soalnya tahun-tahun kemarin saat jelang ramadhan. harga sembako termasuk daging selalu naik,” katanya.

Meski adanya kenaikan, namun diakuinya permintaan daging ayam masih tinggi. Sementara untuk pasokan ayam sendiri dipastikan cukup untuk memenuhi permintaan konsumen.

“Pasokannya masih stabil seperti biasa,” ucapnya.

Demikian juga di Pasar SP Plaza Sagulung dan pasar Pancur Piayu, Seibeduk. Harga daging ayam terpantau tinggi.

“Sudah naik. Daging ayam dan sapi naik,” katanya.

Berbeda dengan pasar Fanindo, permintaan daging di pasar tersebut sedikit menurun.

“Biasa kalau penjual ayam penyet beli tujuh hingga 10 kilo, tapi akhir-akhir ini mereka beli paling tinggi lima kilo,” katanya.

Sementara kenaikan harga daging tersebut pun banyak dikeluhkan warga. Ngatini, warga Seibeduk mengaku kenaikan harga ayam ini dirasa cukup memberatkan. Apalagi melihat kondisi ekonomi saat ini, dimana hampir seluruh kebutuhan sehari-hari juga mengalami kenaikan harga.

“Kalau semuanya pada naik, ya berat lah. Pemerintah harus bisa mengontrol harga,” tutupnya. (une)

Menu Kekinian Bikin Bisnis Kuliner Batam Bertahan

1
foto: chahaya / batampos

batampos.co.id – Krisis melanda Batam selama dua tahun terakhir. Terburuk pada tahun 2017 lalu. Namun pola konsumsi rumah tangga masyarakat Batam seolah tak menunjukkan keadaan sedang tidak baik. Demikian juga geliat bisnis kuliner yang selalu tampak baik-baik saja.

Pusat jajanan selera rakyat (pujasera) di depan Hotel Cardinal Lucky Star, kawasan Windsor, Nagoya, ramai, Kamis (20/4) malam lalu. Puluhan meja dengan ratusan kursi di depan pelataran parkir hotel itu terisi penuh para pengunjung yang sedang menikmati dan menunggu menu makanan dan minuman mereka. Mimik bahagia dan tawa lepas menyeruak saat bercanda dengan teman semeja. Beberapa pengunjung terlihat serius menikmati suapan demi suapan menu yang telah terhidang di atas meja.

Ada banyak sekali stan di sana. Stan-stan itu menyajikan makanan dan minumuan. Mulai dari ayam sambal, aneka jenis ikan bakar, hingga jajanan kekikinian seperti tokkebi atau gorengan dengan isi keju mozarella yang terkenal dari Korea. Ada pula sate taichan, bakso bakar, dan bahkan minuman yang tengah hits: es kepal milo, dan aneka pilihan makanan lainnya.

Satu yang menarik perhatian di kawasan itu, sekitar 23 orang antre mengular di salah satu stan kecil. Di samping stan jajanan Mommy Queen Loklok. Sebagian besar dari mereka, antre untuk memesan es kepal milo.

“Sejak diperkenalkan di Batam lebih dari seminggu lalu, langsung booming. Banyak yang antre beli, tak sedikit pesan dari layanan aplikasi online,” jelas sang pemilik Mommy Queen Loklok, Dewi Shandra sambil menyiramkan krim cokelat kental ke es serut, permintaan pelanggan.

Sudah lebih dari dua tahun Dewi menjalankan bisnis kuliner. Bisnisnya pun tetap bertahan meski tengah krisis. Bahkan ia memperkenalkan gerai baru lagi, yakni es kepal milo tadi. Gerainya langsung diserbu dan mendapat tempat di hati para penikmatnya. Menurutnya, meski saat ini kondisi ekonomi belum membaik, bisnis kuliner akan tetap bertahan apabila mempunyai pelanggan tetap, atau terus membuat gebrakan yang berbeda dengan menghadirkan aneka menu yang inovatif.

“Untuk bertahan itu, yang penting inovatif dan komitmen. Kalau sudah begitu, orang-orang tetap akan tertarik untuk membeli,” ujar Dewi.

Di Batamcenter, tepatnya di gerai Mie Terempak, pengunjung juga ramai, Sabtu (21/4) siang lalu. Baru saja memasuki waktu makan siang, kursi-kursi di restoran itu sudah nyaris penuh. Suara riuh pengunjung beradu dengan denting sendok dan garpu. Selain makan siang, sebagian pengunjung juga nongkrong sembari menikmati kopi. Suasana ini sebenarnya berlangsung sejak pagi. Hingga lewat waktu makan siang, restoran yang sudah memiliki cabang itu tak pernah sepi. Pengunjung datang silih berganti.

Masih di kawasan Batamcenter, rumah makan khas Karo di kawasan Legenda Malaka, Batamcentre, juga mulai dilirik. Memang belum terlalu ramai karena baru buka sepekan. Pemiliknya, Lestari Hutagaol bersama rekannya, Rony dan Eka Wulansari. Rumah makan itu menyajikan makanan khas daerah. Meski pangsa pasarnya lebih spesifik, tapi demi menjawab kebutuhan pelanggan masa kini, selain mengutamakan rasa, dan kebersihan, mereka juga sangat memperhatikan proses penyajian menu ke meja pelanggan.

“Harus beda, biar tetap dicari orang,” ungkapnya.

Lestari Hutagaol, sejak lulus kuliah, sudah bersentuhan langsung dengan dunia kuliner. Ia dipercaya menjadi manajer food and beverage di berbagai hotel besar di Bintan, Singapura, dan juga Batam. Setelah bertahun-tahun bekerja, ia memilih berhenti dan membuka rumah makan bernama Kedai Kak Tari di Tiban. Kedai Kak Tari menghadirkan aneka penganan khas Medan seperti lontong sayur, mie sop, lupis, dan makanan khas rumahan. Namun tak berapa lama, bisnis ini ia tutup.

Meski begitu, ia tak kapok. Ia mengungkapkan, pertimbangan bertahan di bisnis ini, karena kuliner itu sesuatu yang terus dicari orang, karena itu memang menjadi kebutuhan primer manusia. Lestari Hutagaol, pengusaha yang baru merintis kuliner di Batam mengatakan inovasi menjadi sesuatu yang penting dalam menjalankan bisnis ini di masa sekarang. Sebab tuntutan zaman.

Dia mengungkapkan, walau pun krisis ekonomi tengah melanda, tapi untuk urusan perut tidak bisa ditunda. Tak heran, hampir setiap bulan muncul tempat kuliner baru di Batam. Termasuk rumah makan baru miliknya bersama teman. Tak jarang mereka menghadirkan aneka menu-menu kekinian yang tak biasa bermunculan. Masyarakat Batam pun datang menyerbu.

“Makan ya harus tetap tiga kali sehari. Makanya wirausaha kuliner itu sangat menjanjikan sebenarnya asal kita peka terhadap peluang,” ungkapnya.

Ada yang pelanggannya tetap ramai, tetapi sebagian sekarat hingga mati. Yang ramai dan bertahan tadi, terus didatangi masyarakat. Apalagi kalau tempatnya sangat instagramable. Masyarakat seperti tidak terpengaruh kondisi ekonomi yang belum membaik.

“Yang namanya bisnis itu, apa pun jenisnya, naik-turun itu selalu ada. Ya termasuk kuliner ini juga,” ungkapnya.

Menurut Lestari Hutagaol, umumnya karakter masyarakat saat ini cenderung berubah-ubah. Selain sebagai kebutuhan primer, kuliner kini juga menjadi bagian dari gaya hidup untuk eksistensi di dunia maya. Kalau dulu makanan sebagai kebutuhan mutlak untuk mengenyangkan perut, tapi sekarang sudah beralih menjadi bagian dari sifat konsumtif demi gengsi dan eksistensi. Tempat makan sekaligus kongkow pun sering tampak ramai.

“Ya salah satu alasan bisnis kuliner tetap bertahan di tengah gempuran krisis saat ini ya itu. Nah yang kedua ya si pengusahannya harus mampu berinovasi, berani tampil beda mulai dari desain interior, variasi makanan, nama menu, hingga ke bentuk penyajian dan rasa,” jelas wanita yang biasa disapa Tari ini.

Menurut Tari lagi, selain rasa, penyajian makanan dan minuman juga tempatnya menjadi salah satu hal yang wajib diperhatikan saat ini. Misalkan, makan bakso dulu lebih banyak ditemui di warung tenda. Menjawab kebutuhan yang makin berkembang, kini warung bakso pun menyesuaikan diri, naik kasta menjadi kafe. Memiliki bangunan bertingkat, dapur pakai mobil, seperti kafe yang terlihat di kawasan Legenda Malaka, Batamcenter.

That’s what people need now,” ujar Tari.

Sementara itu, Linda Lie, General Manager dua restoran premium di Batam, The Duck King dan X.O Suki menyebutkan, saat ini banyak tantangan yang harus mereka hadapi untuk tetap bertahan sebagai restoran yang sudah cukup lama ada di Batam. Salah satunya dengan banyaknya restoran yang semakin menjamur di Batam yang menawarkan harga murah tanpa memperhatikan kualitas makanan dan juga kualitas sumber daya manusia.

Risiko terbesar menjalani bisnis kuliner saat ini adalah pada saat ketidakpuasan pelanggan terhadap kualitas menu makanan dan minuman serta pelayanan yang diberikan. “Menurut saya ya kontrol terhadap kualitas menu dan pelayanan adalah faktor yang paling penting untuk tetap bertahan dalam situasi krisis seperti sekarang ini,” ujar Linda yang ditemui di kawasan Nagoya City Walk.

Lebih lanjut Linda menyebutkan, perkembangan bisnis kuliner di tengah krisis saat ini tak lepas dari gaya hidup dan pengaruh sosial media. “Itu menjadi faktor utama yang berpengaruh besar terhadap segala jenis bisnis. Dengan media sosial yang dapat menjangkau secara luas menjadikan suatu bisnis dapat berkembang dengan pesat,” ungkapnya.

Menurutnya, bisnis kuliner harus memberikan first impression yang terbaik sehingga akan selalu diingat oleh pelanggan. “Baik dalam hal menu yang unik, rasa, penyajian, pelayanan, juga branding yang mudah diingat. Memiliki reputasi yang baik, selamanya pelanggan akan mencari,” tutupnya.

Demi Gengsi dan Eksistensi

Sejumlah pengunjung saat menikmati hidangan makannan di kawasan Food Street Nagoya Hill, Minggu (22/4/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos

Chandrana Rahman, pengamat dan sekaligus penikmat kuliner di Batam menyebutkan, hampir semua pujasera, restoran, kopitiam di Batam selalu ramai setiap hari didasari pada kebutuhan manusia untuk memenuhi urusan perut. “Semua orang butuh makan,” ungkap pria yang akrab disapa Chandra ini ketika ditemui di Nagoya, Kamis (19/4) lalu.

Namun ia kurang setuju bahwa ada fenomena bisnis kuliner di Batam menjamur meski krisis. Sebab hukum alam dalam bisnis selalu berlaku. “Banyak juga yang tutup sebenarnya. Kan hukum alam berlaku, ada yang buka, ada yang tutup,” jelasnya.

Salah satu contohnya, restoran terkenal di Batamcenter, Kopi Raya yang dulunya sangat ramai dengan aneka menu dan minuman terkini pada akhirnya tutup dan kini diganti dengan One Dozen Cafe.

Menurut Chandrana, upaya bertahan dalam bisnis yang berkaitan dengan pemenuhan sejengkal perut ini tak sepenuhnya sederhana. “Asal ada koki bagus, makanan enak, duit punya, lalu buka rumah makan atau jajananan. Ya nggak sesederhana itu. Itu sudah maksimal, tapi kalau kurang marketing? Ya akan terlindas,” katanya

Zaman sekarang, lanjut dia, semua harus butuh marketing. Bukan hanya untuk periklanan saja tapi juga harus mencakup semua mulai dari aktif di media sosial. “Hubungan ke pelanggan yang datang, dan yang lainnya,” jelas pemilik akun Instagram @batamliciouz ini.

Ia mencontohkan, Warung Upnormal di Batam. Sejak berdiri hingga sekarang, resto kekinian asal Bandung yang hadir di Baloi tersebut selalu ramai dikunjungi para pelanggan yang sebagian besar dari kalangan muda dan keluarga muda. Padahal, mereka membatasi marketing konvensional dan lebih memilih promosi melalui sosial media. “Masa kini, meski yang namanya krisis, supaya tetap bertahan butuh yang namanya The Power of Social Media,” ungkapnya.

Menurutnya, umumnya tempat kuliner di Batam yang tetap bertahan meski sudah lama berdiri, dan bahkan buka cabang di beberapa tempat, karena memiliki manajemen dan marketing yang baik. Kemudian selalu berinovasi menghadirkan menu-menu dengan rasa terbaik yang kekinian berdasarkan kebutuhan pelanggan. “Perhatikan saja Morning Bakery, atau lihat saja Coffee Town, Godiva, Malaya, dan yang lainnya. Mereka memiliki marketing yang baik, melakukan promosi sehingga menarik pelanggan,” ungkapnya.

Pengusaha, kata dia lagi, harus pekan terhadap perubahan. Sebab saat ini selain menjadi kebutuhan wajib manusia, kuliner saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Orang zaman now itu eksistensi yang paling utama. Ibaratnya mereka berlomba-lomba menjadi yang pertama untuk memposting menu-menu terbaru yang hadir di kotanya, sekaligus menikmatinya di tempat nongkrong.

“Itu lifestyle, gengsi yang tak bisa lari dari dunia kuliner zaman sekarang. Apalagi ada sosial media sebagai ajang untuk memamerkan keeksisan itu,” jelasnya.

Dia menambahkan, demi eksistensi saat ini, orang rela mengikuti dan menikmati menu terbaru yang hadir, meskipun hari-hari selanjutnya ia harus menekan pengeluaran untuk makan dengan makan-makan sederhana seperti mie instan. “Khusus younger generation, ada yang sudah mengarah kesana. Demi feed dan eksis di Instagram misalnya. Itu bukan wacana tapi sudah menjadi fenomena,” ujar Chandra sambil tertawa.

Demikian juga, beberapa orang saat ini sangat peduli brand. Misalnya, kopi Starbucks di gelas biasa atau kopi biasa di gelas Starbucks. Demi gengsi dan eksistensi, saat ini orang-orang akan memilih kopi biasa di gelas Starbucks. Semua itu dilakukan hanya demi gengsi, ikut gaya kekinian, dan eksis di sosial media.

Sementara itu, Dewi Shandra, pemilik beberapa depot makanan kekinian di Batam, seperti Mommy Queen Lok Lok, Mommy Queen Melty, dan yang terbaru es kepal milo, menyebutkan, meski terlihat ramai, namun krisis di Batam saat ini sangat berpengaruh pada penjualannya.

Perempuan 31 tahun yang hampir tiga tahun buka usaha menu lok lok ini menyebutkan, mengalami penurunan pendapatan sejak satu tahun terakhir. “Meski terlihat ramai, tapi ada penurunan kok. Yang misalkan pelanggan bisa datang tiga kali seminggu, sekarang satu kali sebulan saja sudah syukur. krisis ekonomi itu terasa kok,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, kalau biasanya omset sehari jualannya di kawasan Baloi bisa mencapai sekitar Rp 9 juta-an, tapi sejak krisis, untuk mendapatkan omset Rp 5-6 juta per hari itu sangat sulit. Belum lagi ia menggaji lima karyawannya, memenuhi bahan untuk jualan keesokan harinya.

“Ya habis disitu-situ ajalah. Untung minim,” ungkapnya.

Hanya saja, Dewi sangat cermat membaca peluang. Untuk menambah omset tanpa menghilangkan bisnis kuliner yang lama, ia menambah stan dengan menjual menu kekinian yang lagi hits. Misalnya membuka es kepal milo. Dua pekan sejak buka, dibantu dengan marketing di sosial media, penjualannya pun meningkat drastis. Bahkan warga Batam sampai rela antre hanya untuk menikmati semangkok es kekinian tersebut. “Saya buka itu, otomatis omset penjualan lok lok, bisnis pertama saya meningkat juga,” ungkapnya.

Selama tiga tahun terakhir, restoran, kafe, pujasera, tempat hiburan, dan hotel berbintang di Batam terus bermunculan. Berdasarkan data dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Batam, pada tahun 2016, jumlahnya sebanyak 230 yang mengajukan tanda daftar usaha pariwisata. Tahun 2017 sebanyak 264.Sementara tahun 2018 sudah 45 yang mengajukan tanda daftar usaha pariwisata. TDUP adalah salah satu persyaratan untuk membuka usaha di bidang pariwisata.

Pola Konsumsi Bergeser

Pengamat ekonomi sekaligus Direktur Inventure, Yuswohady, mengatakan saat ini pola konsumsi masyarakat Indonesia bergeser sangat cepat menuju ke arah “experience-based consumption”. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pertumbuhan pengeluaran rumah tangga yang terkait dengan “konsumsi pengalaman” ini meningkat pesat.

Penulis dari sekitar 40 buku mengenai pemasaran ini, melanjutkan pergeseran pola konsumsi dari non-leisure ke leisure ini mulai terlihat nyata sejak tahun 2015. Hal ini tak lepas dari semakin meningkatkan warga kelas menengah. Mereka yang berpengeluaran 2-10 dolar AS per hari. Di Indonesia konsumen dengan rentang pengeluaran sebesar itu kini mencapai lebih 60 persen dari total penduduk.

Salah satu ciri konsumen kelas menengah, kata Yuswoday, adalah bergesernya pola konsumsi mereka dari yang awalnya didominasi oleh makanan-minuman menjadi hiburan dan leisure. Ketika semakin kaya dan berpendidikan seseorang, pola konsumsi mereka juga mulai bergeser dari goods-based consumption (barang tahan lama) menjadi experience-based consumption (pengalaman).

Pria yang pernah bekerja selama 12 tahun di MarkPlus Inc ini menjelaskan leisure economy mengedepankan momen dan experience. Kepuasan dan kesenangan yang didapatkan dari hal tersebutlah menjadi nilai tambah dalam sebuah bisnis tersebut.
“Leisure berada di level utility, sedangkan experience ada di level connection. Keduanya yang terkait menciptakan happiness dari sebuah produk leisure yang dirasakan. Pada tingkat selanjutnya menciptakan esteem dari eksternal yang menimbulkan moment of recognition,” ujarnya.

Sementara itu di kalangan milenial muda dan Gen-Z kini mulai muncul gaya hidup minimalis (minimalist lifestyle). Mereka mulai mengurangi kepemilikian (owning) barang-barang dan menggantinya dengan kepemilikan bersama (sharing). Dengan bijak mereka mulai menggunakan uangnya untuk konsumsi pengalaman seperti jalan-jalan backpacker, nonton konser, atau nongkrong di kedai kopi (coffee shop).

Tak hanya itu, kafe dan resto berkonsep experiential menjamur baik di first cities maupun second cities. Kedai kopi “third wave” kini sedang happening. Warung modern ala “Kids Zaman Now” seperti Warunk Upnormal agresif membuka cabang. Pusat kecantikan dan wellness terus tumbuh bak jamur di musim hujan. Konser musik, bioskop, karaoke, hingga pijat refleksi tak pernah sepi dari pengunjung. Semuanya menjadi pertanda pentingnya leisure sebagai lokomotif perekonomian Indonesia.

Di Batam sendiri, sumbangsih penghasilan asli daerah (PAD sektor) sektor pariwisata selama tiga tahun (2014-2016) menunjukkan perkembangan yang bagus. Pada tahun 2014, sektor pariwisata PAD Batam sebesar Rp 127 miliar. Rinciannya, dari hotel Rp 64,1 miliar, restoran Rp 32,4 miliar, sementara hiburan Rp 13,5 miliar.

Pada tahun 2015, dari Rp 824,7 miliar total PAD Batam, sumbangsih sektor pariwisata sebesar Rp 144 miliar. Jumlah itu berasal dari hotel Rp 81,8 miliar, dari restoran Rp 45,7 miliar serta hiburan Rp 17,06 miliar. “Persentase sumbangsih tahun 2015 itu, 17,56 persen,” kata Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.

Tahun 2016, berdasar pada data Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Batam yakni, hotel sebesar Rp 88,302 miliar, restoran Rp 51,594 miliar serta hiburan sekitar Rp 19 miliar lebih.  (CHAHAYA SIMANJUNTAK-AHMADI SULTAN, Batam)