Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12341

Faizal Tewas Ditikam Karena Masalah Hutang

0
ilustrasi

batampos.co.id – Faizal Rachman, 23, warga Perumahan Puskopar PLN, Batamkota tewas ditikam Heri Antoni, 40 di depan jalan Perumahan KPRI Sekawan blok J, Batamkota, Minggu (22/4). Faizal sempat dilarikan ke Rumah Sakit Elizabeth untuk mendapat perawatan, namun nyawanya tak tertolong.

Kapolsek Batamkota Kompol Firdaus mengatakan, antara Faizal dan Heri sebelumnya saling kenal. Penikaman ini bermula dari masalah hutang piutang Faizal kepada Heri sebesar Rp. 1,2 juta. Karena tidak sanggup membayar hutangnya, Heri kemudian menikam Faizal hingga meregang nyawa.

“Pada saat kejadian itu, pelaku (Heri, red) ini mengajak korban (Faizal, red) untuk bertemu di rumah korban. Pelaku saat itu ingin korban untuk membayar hutangnya sebesar Rp. 1,2 juta,” kata Firdaus, Senin (23/4) pagi.

Usai bertemu, Faizal mengatakan bahwa dirinya tidak sanggup untuk membayar hutangnya itu dan meminta Heri untuk bawa sepeda motornya. Pelaku pun kemudian merasa kesal dan terjadi cekcok mulut hingga berujung pada penikaman terhadap Faizal sebanyak empat kali dan mengalami kritis.

“Sore itu pas waktu kejadian, korban sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Elisabeth Batamkota dan meninggal dunia pada malamnya. Korban kemudian kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk otopsi,” tuturnya.

Dijelaskannya, Heri akhirnya diamankan pihaknya tidak lama setelah kejadian itu. Dari pengakuan Heri kepada penyidik, pisau itu sudah dipersiapkannya dari rumahnya. Sejauh ini, Heri telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polsek Batamkota untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Pelakunya kita amankan di lokasi kejadian. Sementara, beberapa orang saksi yang merupakan teman kos korban juga sedang kita mintai keterangan dan menunggu hasil otopsi untuk melengkapi proses hukumannya,” imbuhnya. (gie)

BP Batam Siap Menjadi Penjamin….

0
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo (tiga kiri) menjadi salah satu pembicara di acara Batam Investor Summit 2018, yang digelar di Club House Orchard Park Batam, Senin (23/4). F. Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam berjanji akan membantu mempermudah warga negara asing (WNA) yang ingin membeli rumah dan properti di Batam. Bahkan BP Batam siap menjadi penjamin.

“Jika aturan soal jaminan masih berlaku, kami akan bersedia menjadi penjamin,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo saat menjadi pembicara di Investor Summit yang diadakan di Orchard Park Batam, Senin (23/4).

Lukita menjelaskan, saat ini persyaratan pembelian rumah atau properti di dalam negeri bagi warga asing masih terbilang berat. Misalnya, WNA harus memiliki Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas). Padahal Kitas hanya diberikan bagi WNA yang bekerja di Indonesia.

Lukita melihat peraturan ini menghambat laju pertumbuhan pasar properti di Batam. Sebab saat ini banyak warga negara tetangga, khususnya Singapura, yang berminat membeli properti di Batam. Namun mereka terhambat aturan Kitas tersebut.

Tingginya minat warga Singapura terhadap properti di Batam ini, kata Lukita, karena harga rumah di Negeri Singa itu sangat mahal. Perbandingannya bisa enam kali lipat lebih mahal jika dibandingkan dengan harga properti di Batam.

“Di Batam harga satu apartemen Rp 1 miliar, di Singapura bisa Rp 6 miliar. Dengan keterbatasan lahan, harga properti di sana lebih mahal. Makanya banyak yang ingin beli properti di Batam,?jelasnya.

Masalah ini sempat menjadi perbincangan dalam beberapa kali rapat di Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Menurut Lukita, pihak Kementerian ATR/BPN menyarankan harus ada yang menjamin pihak asing yang bukan pekerja jika ingin membeli properti di Indonesia, khususnya Batam.

“Khusus untuk Batam, BP Batam siap menjadi penjamin jika memang syarat sebagai penjamin itu masih berlaku,?tegasnya lagi.

Menurut Lukita, sebagai lembaga pemerintah, kredibilitas BP Batam sangat kuat untuk menjadi penjamin. Selain itu, seluruh hak pengelolaan lahan (HPL) yang ada di pulau Batam ada di bawah BP Batam.

Ini hanya untuk di Batam saja, karena di Batam ada BP Batam,?jelasnya.

Asisten Vice President Strategic Agung Podomoro Land Agung Wirajaya menyambut baik langkah tersebut. “Apalagi Batam kan mau jadi pilot project kepemilikan asing di Indonesia,?paparnya.

Jika aturannya dipermudah, maka pasar properti di Batam akan semakin luas. Sebab tidak hanya menyasar konsumen dalam negeri, tetapi juga merambah pasar hingga mancaneagra. Luasnya pasar properti ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Batam.

“Sumbangannya kepada pertumbuhan ekonomi juga akan semakin tinggi. Karena di bawah industri properti itu ada 138 industri pendukung lainnya,?jelasnya.

Agung Podomoro Land (APL) memiliki satu proyek properti prestisius di Batam, yakni Orchard Park Batam Center. Sejauh ini minat warga negara asing utnuk membeli properti milik APL cukup besar. Mayoritas berasal dari Singapura.

Keberadaan rumah tapak di Singapura semakin langka, sehingga kebanyakan warganya terbiasa tinggal di rumah susun. Sementara di Batam menawarkan kesempatan untuk tinggal di rumah tapak dengan berbagai fasilitas yang menarik.

“Kalau di Singapura, harga rumah tapak itu bisa 10 sampai 20 kali lipat dari Batam. Jadi Batam dianggap potensial oleh warga negara Singapura yang ingin tinggal di rumah tapak,?paparnya.

Agung mengatakan, jika syarat kepemilikan properti oleh asing di Batam dipermudah, maka industri properti Batam akan dengan sendirinya tumbuh pesat. Ia memperkirakan pertumbuhannya mencapai 10 persen per tahun di luar dari tambahan yang ada dari domestik.

“Ini sangat mendukung industri properti,?imbuhnya. (leo)

Demokrat Siapkan Capres di Luar Jokowi dan Prabowo

0

batampos.co.id – Partai Demokrat hingga kini belum menentukan arah dukungan kepada calon presiden dan wakil presiden di pemilihan presiden (Pilpres) 2019. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru mengisyarakatkan akan mengusung capres-cawapres di luar nama Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

Nama capres dan cawapres yang akan diusung itu akan diumumkan setelah SBY melakukan safari politik ke sejumlah daerah. Jika Demokrat mengusung pasangan capres-cawapres sendiri, maka Pilpres 2019 nanti kemungkinan akan diikuti tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden.

“Saya akan pasangkan nanti, capres-cawapres yang mengerti keinginan rakyat. Insya Allah nanti ada pemimpin baru yang amanah, cerdas dan memikirkan rakyat banyak,” kata SBY di hadapan ratusan ulama, santri dan masyarakat Kota Cilegon, Banten, Minggu (22/4) malam.

SBY tidak melanjutkan penjelasan soal kemungkinan nama yang akan diusung partai berlambang bintang mercy itu.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan mengatakan saat ini Partai Demokrat sedang memainkan sebuah strategi cantik jelang Pilpres. Dia mengibaratkan Pilpres sebagai permainan sepakbola.

“Terus tik tok tik tok (menggiring giring bola) sampai depan gawang. Ini sudah babak kedua. Kalau hanya mengumumkan capres-nya saja belum lengkap. Kami akan selesaikan dulu Pilkada sampai Juni, Juli bercakap-cakap ke situ (Pilpres), kemudian Agustus akan kami ambil langkah,” kata Hinca.

Hinca menambahkan capres yang diusung atau berkoalisi dengan Demokrat akan memiliki tiga keuntungan. “Istilahnya, beli satu dapat tiga,” kata Hinca.

Pertama, calon tersebut memperoleh suara 10 persen pendukung Demokrat. Kedua, mendapatkan pengalaman SBY yang pernah menjadi Presiden selama dua periode, dan ketiga, mendapatkan dukungan politik dari 100 juta pemilih milenial yang merupakan pendukung Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

“Jadi koalisi bukan soal siapa cawapresnya, tapi kami akan berkoalisi dengan program yang kami terima,” ujarnya.

Dongkrak Elektabilitas

Susilo BY

Partai Demokrat, menurut Hinca, akan terus mendongkrak elektabilitas AHY sebagai cawapres, yang saat ini menurut lembaga survei Cyrus Network mencapai 15 persen. Demokrat menginginkan elektabilitas AHY mencapai 20 persen hingga Agustus 2018.

“Survei terakhir, AHY naik mencapai 15 persen. Kami yakin akan naik lagi,” kata Hinca.

Survei Cyrus yang dirilis 19 April 2018 silam, menunjukkan AHY merupakan calon pendamping paling potensial Jokowi. Ketua Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) untuk Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 Partai Demokrat itu memiliki elektabilitas 15 persen, unggul atas nama-nama lain seperti Gatot Nurmantyo (10 persen), Prabowo Subianto (9,1 persen), Anies Baswedan (9,1 persen) dan Hary Tanoesodibjo (8,8 persen).

Survei tersebut dilaksanakan pada 27 Maret-3 April 2018. Metode survei menggunakan multistage random sampling. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka. Total responden sebanyak 1.230 orang yang berasal dari 123 desa/kelurahan di 34 provinsi se-Indonesia dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Survei Indobarometer juga menempatkan nama AHY sebagai cawapres potensial untuk Jokowi. Namun, survei Indobarometer hanya dilakukan di wilayah Jawa Timur. Berdasarkan survei yang dilakukan pada 29 Januari hingga 4 Februari 2018 di 38 kabupaten/kota di wilayah Jatim, elektabilitas AHY mencapai 15,1 persen.

AHY, menurut Indobarometer, unggul atas Anies Baswedan (13,1 persen), Gatot Nurmantyo (7,9 persen), Ridwan Kamil (6 persen) dan Muhaimin Iskandar (5,3 persen).

Menurut Hinca, target untuk mendongkrak elektabilitas AHY kemungkinan akan mudah diraih. Sejauh ini, Demokrat telah melakukan langkah-langkah strategis untuk menaikan elektabilitas putras sulung SBY itu, diantaranya melalui safari politik ke sejumlah wilayah.

“Kami yakin bisa kembali ke 2004 dan 2009. Mana ada partai yang turun ke bawah naik bus, karena kami tidak punya uang untuk beli pesawat,” katanya. (JPG)

Pemko Batam Rampungkan Pengerjaan Jalan Irinko Hingga Telkom

0
Dua orang pekerja sedang membersihkan jalan sebelum diaspal. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam merampungkan pengerjaan jalan Raden Patah atau Simpang Irinco menuju Simpang Telkom, Pelita.

“Alhamdulillah, pengendara yang melalui jalan tersebut sudah bisa melewati jalan tanpa gangguan pengerjaan jalan lagi,” kata Kepala DBMSDA Batam, Yumasnur, Senin (23/4).

Ia menjelaskan pelebaran jalan dua lajur tersebut sudah selesai di aspal. Jalan yang tadinya satu arah yakni dari Telkom ke Irinco ditingkatkan menjadi dua lajur. “Jalanya cukup padat kendaraan, kemarin beberapa kali juga masuk di Musrembang dan tahun ini sudah kami wujudkan,” sebutnya.

Yumasnur menyebutkan, proyek pelebaran jalan ini sudah dimulai tahun 2017 lalu. Pengerjaannya disatukan dengan peningkatan infrastruktur Jalan Teuku Umar dan Jalan Sriwijaya atau dari bawah teromongan (Undespass) Pelita hingga Simpang Plasa Telkom.

Megenai anggaran pengerjaan jalan tersebut Pemko Batam menghabiskan Rp 8,7 miliar untuk peningkatan jalan underpass-Pelita-Irianco. Tahun ini jumlahnya meningkat menjadi Rp 17 miliar. Tahun ini merupakan proyek lanjutan dari yang sebelumnya.

Disinggung mengenai pengerjaan underpass menuju Telkom, Yumasnur menyebutkan masih dalam proses pelebaran. “Belum dalam waktu dekat ini rampung. Kontraknya masih lama lagi,” imbuhnya.

Sebagian proyek sudah berjalan, dan ada sebagian lain yang masih dalam tahap lelang. Proyek yang sudah berjalan antara lain lanjutan penataan jalan dari Flyover Simpang Jam menuju Simpang BNI Sei Panas. Jalan di depan Edukits ini sudah memasuki tahap pengaspalan.

“Kalau sudah selesai pengaspalan. Itu sudah 50 persen,” kata dia.(yui)

Lanal Cirebon Temukan Koordinat Bangkai KRI Gajah Mada 408

0
foto: perpustakaan mojokerto

batampos.co.id – 70 tahun silam, KRI RI Gajah Mada – 408 tenggelam di perairan Cirebon. Kapan ini tenggelam pada Januari 1947. kapakl ini diawaki oleh 23 orang ABK (1 komandan dan 22 ABK), dipimpin oleh Letnan Satu Samadikoen (26th).

Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Cirebon melaksanakan pencarian titik koordinat tenggelamnya Kapal RI Gajahmada di perairan Laut Cirebon menggunakan Patkamla Eretan.

Tujuan pencarian bangkai Kapal RI Gajah Mada oleh Lanal Cirebon untuk menentukan titik koordinat bangkai kapal dan memberikan tanda agar pengguna jasa laut tidak mengalami kendala bernavigasi untuk melewati perairan tersebut akibat bangkai kapal yang belum diangkat.

Pada hari Jumat (20/04/2018) Tim yang dipimpin Pasintel Lanal Cirebon berangkat menuju titik koordinat tenggelamnya kapal RI Gajahmada dengan jarak tempuh dari dermaga Perniagaan Pelabuhan Cirebon 3,5 NM (sekitar 20 menit).

Pukul 09.15 WIB tim penyelam Lanal Cirebon melaksanakan penyelaman dan berhasil menemukan serta mendokumentasikan bangkai kapal RI Gajahmada pada posisi koordinat : 06 40 066 S – 108 35 847 E dengan kedalaman kurang lebih 5 meter dan memberikan tanda berupa derigen kosong serta memberi tanda pada haluan dan buritan kapal.

Berdasarkan keterangan tim penyelam Lanal Cirebon bahwa bentuk fisik dari kapal RI Gajahmada adalah jenis kapal cargo yang terbuat dari besi serta bentuk kapal sudah tidak utuh lagi dengan bangunan anjungan sudah tidak ada lagi, hanya haluan dan buritan yang masih terlihat bentuknya.

Harapan dari Komandan Lanal Cirebon, Letkol Mar Yustinus Rudiman dengan ditemukannya bangkai kapal RI Gajahmada perlu adanya pengangkatan bangkai kapal tersebut guna kelancaran bernavigasi di laut dan dimungkinkan untuk dijadikan museum sebagai pengingat bahwa ada peristiwa bersejarah akan pertempuran laut di Cirebon.

Apabila tidak ada upaya pengangkatan bangkai kapal perlu adanya tanda navigasi (suar) sebagai tanda bahwa dilokasi tersebut terdapat bangkai kapal RI Gajahmada yang telah tenggelam akibat pertempuran Republik Indonesia melawan penjajahan Belanda serta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur membela NKRI. (Pen Lanal Cirebon)

Komandan Kapal Perang Prancis Silaturahim ke Koarmabar

0

batampos.co.id – Dua komandan kapal perang perancis berkunjung ke Mako Armabar di jakarta.

Kduanya diterima di Ruang VVIP Mako Koarmabar Jakarta Pusat, Senin (23/4/2018).

Kedua komandan kapal perang tersebut yaitu Komandan LHD Dixmude Kolonel Jean Porcher dan Komandan FHS Surcouf Letkol Christine Ribbe.Keduanya diterima oleh Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat (Kasarmabar) Laksamana Pertama TNI Heri Kusmanto, S.E., M.M., mewakili Pangarmabar.

Dalam kesempatan tersebut, Kasarmabar mewakili Pangarmabar mengucapkan selamat datang kepada kedua komandan kapal jenis Mistral Class Amphibious Assault Ship dan Class Frigate Aconit di Markas Komando Koarmabar.

Pangarmabar Laksamana Muda TNI Yudo Margono, S.E., M.M., dalam sambutannya yang disampaikan Kasarmabar mengatakan bahwa hubungan antara kedua negara dan angkatan laut telah lama terjalin dengan baik. Indonesia dan Perancis memiliki kesamaan visi dalam hal kemaritiman khususnya keamanan maritim dikarenakan Perancis memiliki wilayah zona ekonomi ekslusif terluas kedua dan Indonesia negara kepulauan terbesar dengan dua pertiga wilayah adalah lautan dan selat.

Lebih lanjut dikatakan Kasarmabar bahwa kedua angkatan laut memiliki kerja sama di bidang pendidikan di mana perwira angkatan laut Indonesia telah mengirimkan para perwiranya dalam pendidikan, sekolah maupun kursus di Perancis, dan juga anggota kapal perang melaksanakan pertukaran siswa/Cadet saat melaksanakan latihan bersama. Sedangkan di bidang pertahanan, Indonesia memiliki hubungan dengan industri pertahanan Perancis yaitu dengan adanya pengadaan dua kapal perang Indonesia yang berasal dari perancis, yaitu KRI Rigel-933 dan KRI Spica-934.

Sementara itu, ke dua angkatan laut juga berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan simposium tingkat internasional seperti Indian Ocean Naval Symposium atau IONS. Perancis juga berpartisipasi dalam Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) dan Indo Pertahanan Expo 2017. Sedangkan pada pelaksanaan Latihan Bersama Multilateral Komodo yang diselenggarakan oleh TNI Angkatan Laut pada tahun 2014, Perancis berpartisipasi sebagai peninjau dan pada Latihan Bersama Multilateral Komodo 2016 di Padang, Perancis ikut berpartisipasi menjadi bagian dari latihan multilateral begitu juga dengan tahun 2018 ini di Lombok.

Pada kesempatan tersebut, Komandan LHD Dixmude dan Komandan FHS Surcouf menyaksikan pemutaran video profil Koarmabar untuk mendapatkan pemahaman tentang tugas-tugas Koarmabar. Kunjungan kehormatan tersebut diakhiri dengan tukar menukar cinderamata dan foto bersama.

Turut mendampingi Kasarmabar dalam kegiatan tersebut, Asops Pangarmabar, Aspers Pangarmabar, Aspotmar Pangarmabar dan Komandan Satfibarmabar. (*)

Tahnia, Batam Kota Juara Umum MTQ XXIX Batam

0

batampos.co.id – Kontingen Batam Kota berhasil menjadi juara umum dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXIX tingkat Kota Batam yang telah ditutup, Senin (23/4). Wali Kota Batam Muhammad Rudi meminta para jawara ini bersiap untuk merebut gelar juara umum MTQ tingkat Provinsi Kepri pada 2020 mendatang.

“Langsung TC (training center, red) ya Pak Erizal. Sehingga 2020 piala (MTQ Kepri) menjadi milik kita lagi,” kata Rudi kepada Kepala Kanwil Kemenag Kota Batam, Erizal Abdullah, saat penutupan MTQ XXIX Kota Batam di Tanjungriau, tadi malam.

Rudi berharap, dalam ajang MTQ tingkat Provinsi Kepri nanti kontingen Kota Batam mampu mempertahankan gelar juara umum. Dalam kesempatan itu Rudi juga mengucapkan terimakasih kepada para qari dan qariah yang telah berpartisipasi dalam ajang MTQ XXIX Kota Batam tahun 2018.

Rudi didampingi Waki Wali Kota Batam Amsakar Achmad juga menyerahkan secara langsung piala juara umum kepada Camat Batam Kota, M Fairus Ramadhan. Sementara juara II diraih kontingen Kecamatan Batuampar, juara III Kecamatan Seibeduk, dan juara harapan diraih kontinen Kecamatan Sekupang.

Rudi berharap kegiatan MTQ tidak hanya menjadi rutinitas lomba saja. Tetap dijadikan momen memperkuat silaturahmi dan ajang memupuk semangat bermasyarakat yang religi dan penuh damai. Sehingga Batam tidak saja unggul di sektor industri, tetapi juga mumpuni dalam urusan agama.

“Dengan demikian maka budaya luar tidak mempengaruhi masyarakat Batam,” katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam selaku Ketua Panitia MTQ XXIX tingkat Kota Batam, Jefridin dalam sambutannya mengatakan dari tahun ke tahun kualitas dan kuantitas peserta MTQ meningkat. Tahun ini, MTQ tingkat Kota Batam diikuti 528 kafilah.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada para peserta dan masyarakat yang telah menyukseskan acara ini,” kata Jefridin.

Acara MTQ XXIX Kota Batam ini juga dimeriahkan lomba rebana dan bazar PKK. Untuk lomba rebana dimenangkan oleh Kecamatan Seibeduk, juara II Kecamatan Batuampar, Juara III Kecamatan Sekupang, dan juara harapan I diraih Kecamatan Batuaji.

Sementara lomba stan bazar PKK dimenangkan Kecamatan Lubukbaja, juara II Kecamatan Batuaji, juara III diraih Kecamatan Batuampar, dan juara harapan I diraih Kecamatan Sagulung.

Adapun yang menjadi penilaian adalah bidang produk, bidang dekorasi, dan bidang kebersihan. Hadiah diserahkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam, Marlin Agustina Rudi, kepada masing-masing ketua PKK kecamatan yang menjadi juara.

Penutupan MTQ XXIX tingkat Kota Batam tadi malam sangat meriah. Masyarakat Kota Batam tumpah ruah memadati lapangan Gladi Bakar Jaya Tanjungriau dan dihibur penampilan Zikir Barat dan Dendang Melayu Tanjungriau.

Acara penutupan MTQ diawali dengan pembacaan Al-Qur’an oleh qariah Zulaika Rahma Aulia, juara satu MTQ Tingkat nasional ketegori tilawah. Zulaika juga merupakan juara 1 MTQ tingkat internasional pada tahun 2017 di Iran. (adi)

Rupiah Dekati Rp 14 Ribu, Melemah 2,6 Persen Sejak Januari 2018

0
ilustrasi

batampos.co.id – Nilai tukar rupiah terperosok semakin dalam. Kurs referensi Jakarta interbank spot dollar rate (Jisdor) terkapar di level Rp 13.894 per dolar AS (USD), Senin (23/4). Sementara itu, kurs di pasar spot yang dicatat Reuters, rupiah sempat menyentuh level Rp 13.988 per USD.

Secara year to date (ytd), rupiah melemah 2,6 persen sejak 2 Januari 2018. Di sisi lain, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup di zona merah dengan penurunan 0,47 persen ke level 6.308,15. Investor asing mencatat net sell Rp 1,02 triliun di seluruh pasar.

Direktur Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Rahmatullah mengungkapkan, rata-rata USD memang menguat dibanding mata uang negara-negara berkembang. Misalnya, mata uang peso Filipina melemah 4,15 persen; rupe India 3,38 persen; dan lira Turki 6,54 persen. Namun, ringgit Malaysia, dan baht Thailand mampu menguat masing-masing 3,82 persen dan 4,01 persen.

’’Yield global, khususnya US treasury, sekarang sudah mendekati 3 persen. Artinya, banyak pelaku pasar global itu yang mulai antisipasi Fed fund rate (suku bunga acuan Bank Sentral AS, red) naik lagi dalam waktu dekat,’’ katanya saat diskusi bersama wartawan, Senin (23/4).

Secara umum, pasar masih mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan The Fed naik 3–4 kali tahun ini. Meski tekanan perang dagang antara AS dan Tiongkok mulai reda, hal tersebut kurang direspons pasar.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo menambahkan, data makro AS relatif membaik. Itu terlihat dari laporan pendapatan korporasi AS kuartal I 2018 yang sebagian besar lebih baik dari estimasi. Naiknya yield US treasury juga mampu menarik dana-dana investor.

Sementara itu, dari dalam negeri, data makro seperti inflasi 3,4 persen (yoy) dan neraca dagang yang mulai surplus USD 1,1 miliar masih tergolong baik. ’’Outlook BI untuk growth (pertumbuhan ekonomi) kuartal I 2018 akan lebih tinggi dari periode yang sama tahun sebelumnya. Didorong khususnya dari kegiatan investasi, inflasi diperkirakan berada dalam sasarannya (2,5–3,5 persen) dan current account deficit (CAD) meningkat tetapi berada dalam batas aman di bawah 3 persen terhadap PDB (produk domestik bruto),’’ ujarnya.

Dengan tekanan yang lebih banyak berasal dari sisi eksternal, Dody optimistis daya saing mata uang Garuda masih cukup kuat. Untuk menjaga stabilitas, BI akan tetap berada di pasar melakukan campur tangan ganda, baik dari pasar valas maupun pasar uang.

Cadangan devisa Indonesia pada Maret telah turun menjadi USD 126 miliar. Pada Januari, cadangan devisa berada di posisi USD 131,98 miliar. Kepala Ekonom UOB Enrico Tanudjaja mengatakan, tugas utama bank sentral memang hanya menjaga kestabilan nilai tukar, bukan menjaga sampai di level mana rupiah itu akan dipertahankan. BI tidak harus terus-menerus mengintervensi pasar, tetapi lebih baik menjaga agar pergerakan atau volatilitas nilai tukar lebih terkontrol.

’’Tidak ada level cadangan devisa yang ideal, tapi kami melihat yang penting import cover. Berapa banyak cadangan devisa kita bisa membiayai impor, dan itu masih sangat tinggi sebetulnya,’’ terangnya. Cadangan devisa Indonesia sebesar USD 126 miliar masih cukup untuk pembiayaan 7,9 bulan impor atau 7,7 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk Kartika Wirjoatmodjo mengungkapkan, perbankan menunggu kondisi perbaikan sentimen perang dagang AS dan Tiongkok. Diharapkan, tekanan tersebut dapat mereda. ’’Kami juga berharap 1–2 bulan ke depan ada pelonggaran likuiditas. Sejauh ini GWM (giro wajib minimum) averaging yang akan diterapkan perbankan kami nilai akan mampu melonggarkan likuiditas bank,’’ ujarnya.

Bank Mandiri sendiri mempunyai eksposur yang rendah terhadap kredit valas, yakni di bawah 5 persen. Hal itu membuat bank tidak khawatir terhadap kondisi bisnis nasabah. Berdasar stress test perbankan, Bank Mandiri juga masih cukup kuat menghadapi tekanan dari risiko nilai tukar.

Sementara itu, BI kemarin mengumumkan penyempurnaan aturan operasi moneter. Penyempurnaan tersebut tertuang dalam Peraturan BI (PBI) No20/5/PBI/2018 tentang Operasi Moneter. Aturan itu sekaligus mencabut tiga ketentuan sebelumnya, yakni PBI 18/12/2016 tentang Operasi Moneter, PBI 16/12/2014 tentang Operasi Moneter Syariah, dan PBI 17/17/2015 tentang SBBI Valuta Asing. Ketentuan tersebut efektif berlaku sejak 16 April 2018. PBI dikeluarkan untuk menyetarakan ketentuan operasi moneter konvensional maupun syariah.

BI mencabut beberapa ketentuan seperti penghapusan financing to deposit ratio (FDR) sebagai syarat operasi pasar terbuka (OPT) syariah serta memasukkan ketentuan surat berharga Bank Indonesia (SBBI) valas dalam ketentuan operasi moneter. Selain itu, BI memperketat aturan perizinan bagi bank atau lembaga perantara yang mengikuti operasi moneter. (rin/c17/sof/JPG)

Belajar dari Anak Muda

0

Membangun tim yang solid itu tidak mudah. Namun bukan suatu keniscayaan.

Pengalaman luar biasa ini saya dapat saat penerbangan dari Pekanbaru menuju Batam menggunakan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT-234, Sabtu 14 April lalu.
Saat itu, saya baru saja menghadiri rapat evaluasi triwulan Riau Pos Group. Saya duduk di kursi 18 D. Entah kebetulan atau memang sudah takdir, saya bersebelahan dengan mantan anak buah saya sewaktu di Kaltim.

Dulu dia adalah penjual koran. Rendi namanya. Koko panggilannya.

Kini setelah tidak lagi berjualan di lampu merah, ternyata dia menjadi salah satu distributor elektronik. Bisnisnya sudah mulai menjajah Sumatera. Kebetulan, saat itu dia hendak ke Surabaya transit Batam.

Usianya masih sangat muda. Lebih tua saya tiga tahun. Dia 28, saya 31. Usia 28 tahun sudah jadi bos dan punya perusahaan sendiri. Sedangkan saya, usia 31 tahun masih karyawan yang jadi direktur. Hehehehehe.

Obrolan pun berlangsung hangat. Lantaran sama-sama anak muda, gaya ngomongnya pun agak ngaco. Sedikit jorok. Kwakakakak.

Kali ini, saya banyak belajar darinya. Saya kaget dengan cara dia membesarkan perusahaan. Awalnya sih coba-coba. Ternyata setelah berhasil di awal, dia ketagihan. Bahkan terus mendapat order. Hebat. Sangat-sangat hebat.

Bagaimana cara dia membangun perusahaan yang tangguh dalam waktu singkat? Kuncinya satu: membangun kekompakan.

Untuk membangun kekompakan ini memang agak susah-susah gampang. Karena, tidak semua orang-orang di tim kita punya watak sama. Ada yang rajin, pemalas, pintar, sok pintar, atau apalah. Komplit.

Namun, di sinilah tantangannya. Sama seperti sepak bola. Tim yang tangguh dibentuk dari kekompakan. Kekompakan dapat menentukan hasil akhir.

Bayangkan jika setiap pemain tidak memiliki koordinasi dan komunikasi dengan pemain lainnya. Atau, pemain menunjukkan bahwa hanya dialah yang paling hebat. Sudah pasti tim tersebut akan babak belur.

Bahkan, ada juga pemain yang merasa lebih hebat daripada pelatihnya. Padahal, setiap pelatih punya rencana dan strategi untuk timnya.

Contoh saja saat pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy menempatkan penyerangnya, Jajang Mulyana menjadi seorang pemain belakang. Tidak masuk akal memang. Seorang bek bernomor 10 yang selama kariernya menjadi tukang gedor, malah menjadi palang pintu pertahanan.

Tapi hasilnya, Bhayangkara FC menjadi juara Liga 1 musim lalu.
Bayangkan kalau Jajang Mulyana mementingkan egonya. Bisa jadi dia jadi pemain cadangan lantaran tumpul di depan, sementara lini belakang Bhayangkara FC keropos. Bisa-bisa, Bali United yang juara musim lalu.

Sama halnya dengan berperusahaan. Terkadang, ada seorang karyawan yang tidak terima karena ditempatkan di departemen yang tidak sesuai dengan bidangnya. Padahal, pimpinan itu mengerti betul kebutuhan perusahaan. Melihat ada potensi lebih. Tujuannya adalah untuk memperkuat perusahaan. Juga memberi ilmu baru.

Tapi kenyataanya, banyak juga karyawan yang tidak mau menerima. Kerja malas-malasan. Sudah terlalu nyaman di zonanya. Susah untuk diajak bekerja. Hasilnya, dia jadi benalu. Tidak produktif. Mengabaikan kekompakan demi kepentingan diri sendiri.

Kalau sudah begitu, sudah pasti kariernya terhenti. Sulit mendapat kepercayaan lagi. Tinggal tunggu pensiun saja. Ini pernah pula saya alami. Hehehehehe.

Dalam membangun kekompakan, semua karyawan harus memiliki tujuan dan arahan sama. Harus punya visi dan misi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam perusahaan tersebut. Karyawan yang tidak bisa diajak bekerja sama, lebih baik ditinggal.

Itu yang dilakukan Rendi. Dia pun sudah terbiasa melihat karyawan di perusahaannya keluar-masuk. Ada yang berhenti karena tidak tahan. Namun ada juga yang bertahan hingga saat ini dengan semangat tinggi dan berapi-api untuk mencapai kesuksesan bersama perusahaan.

Memang, dalam sebuah perusahaan itu tidak bisa menghindari perbedaan pendapat. Namun, hal itu sangat biasa. Karena, setiap orang punya ide masing-masing dan cara yang berbeda dalam bekerja. Hanya saja, tujuannya sama. Ada yang ngotot dengan pendiriannya. Ada pula yang demokratis. Ada juga yang kecewa karena pendapatnya kalah oleh keputusan bersama. Namun, itulah ujiannya. Yang “kalah” pendapat harus berbesar hati, sedangkan yang “menang” harus ikut merangkul.

Karena tidak jarang dari perbedaan pendapat itu muncul kolaborasi yang dahsyat.
Rasa saling percaya harus ditumbuhkan. Atmosfer seperti itu harus dijadikan budaya. Bukan lagi budaya gosip. Si A ngomongin si B, si B ngomong si C, si C ngomongin si A, dan seterusnya. Sehingga, komunikasi yang intensif harus terus dilakukan. Tidak boleh dianggap sepele.

Kebanyakan, rasa ketidakpercayaan timbul akibat komunikasi yang tidak berjalan dengan baik.

Yang tidak kalah penting tentu saja saling menghargai kinerja sesama karyawan. Jangan merasa bahwa, si A punya beban kerja lebih besar, sedangkan si B kecil. Padahal, belum tentu bobot pekerjaan itu sama. Inilah yang menyebabkan kacaunya sebuah perusahaan. Sikap iri dan dengki pun menjelma menjadi gosip. Hehehehe.

Sebuah tim yang kompak akan saling menopang. Semua akan melindungi. Bukan saling menyalahkan dan melemparkan tanggung jawab. Memang, itu semua tidak mudah untuk dibangun. Perlu proses yang cukup panjang.

“Yang ajari saya mecat karyawan kan abang,” celetuk Rendi kepada saya. Abang yang dimaksud dia adalah saya. Saya kaget. Saya mau belajar sama dia, eh dianya bilang belajar ke saya. Kwakakakakakak.

Sayang, pertemuan kami sangat singkat. Perjalanan pesawat dari Pekanbaru ke Batam cukup cepat. Sekira 45 menit. Selepas itu, kami pun berpisah. Saya turun dari pesawat, dia bersama beberapa penumpang lainnya tetap di dalam pesawat untuk melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Tiba di pintu kedatangan, saya pun berharap bertemu dengan mantan anak buah saya yang hebat itu lagi. *

 

Guntur Marchista Sunan
Direktur Batam Pos

Dana Bergulir Macet tak Boleh Dihapus

0

batampos.co.id – Komisi II DPRD Kota Batam menolak penghapusan dana bergulir yang macet senilai Rp 6,5 miliar. Alasannya, dana tersebut bukan hibah tetapi pinjaman modal kepada pelaku usaha kecil yang ada di Batam.

“Namanya pinjaman harus dikembalikan. Kacau kalau dihapuskan. Uang itu tidak sedikit,” kata anggota komisi II DPRD Kota Batam, Mulia Rindo Purba, Senin (23/4).

Jika ini memang harus dihapuskan, maka Pemko Batam harus menyampaikan alasan penghapusan dengan data-data yang lengkap. Penerima pinjaman dan nilai pinjaman yang macet harus dipublikasikan.

“Kita tidak tahu alasannya. Dari dulu kita minta datanya tak juga dikasih. Kalau tidak ada data itu, maka tidak bisa dihapus. Ke pengadilan pun bisa dibawa ini,” katanya.

Dan jika ini dihapuskan maka kasus serupa akan terulang. Penerima dana bergulir berpikiran bahwa uang yang diterima tersebut tidak wajib dikembalikan.

“Jadi akan semakin banyak nanti yang macet. Toh, kalau tak bayar juga tidak apa-apa. Malah akan dihapus. Jadi ini tidak bisa sama sekali,’ katanya.

Ia berharap Pemko Batam harus tetap menagih uang sekitar Rp 6,5 miliar dari peminjam dana bergulir. Ia berharap dinas PMPK-UKM dan juga badan keuangan dan aset daerah harus transparan.

Kedepannya dalam mengucurkan dana bergulir, pemko harus selektif adn objektif “Dan saya berharap peminjam dana bergulir harus menyertakan jaminan atau agunan layaknya di Perbankan,” katanya.(ian)