batampos.co.id – Menjadi sopir taksi ialah pekerjaan yang menanggung risiko. salah satunya yang dialami Komarudin, 41. Sopir taksi online ini dipaksa berhubungan badan oleh penumpangnya!
Komar pun segera lapor ke Polresta Depok. Tidak lama anggota Polresta Depok langsung mengamankan pelaku di area Jalan Margonda.
Adalah Misbah alias Sahara, 28, seorang waria diduga melakukan aksi perampasan kepada Komarudin, Kamis (26/4) dini hari.
Kejadian bermula saat pelaku memesan angkutan online dengan aplikasi di ponselnya. Tersangka lalu menyetop mobil yang dikemudikan korban bernama Komarudin.
Di perjalanan Sahara bersama korban berbincang-bincang. Pada akhirnya, waria ini mengajak sang sopir melakukan hubungan intim. Namun, dengan tegas korban menolak.
“Tersangka naik ke dalam mobil, lalu korban diajak melakukan hubungan intim tetapi ditolak,” ujar Kasatreskrim Polresta Depok Kompol Bintoro, kepada awak media, Jumat (27/4).
Sahara kecewa karena Komarudin menolak ajakan memadu kasih. Akhirnya, waria ini mengacam dengan mengeluarkan senjata tajam jenis golok. Komar ketakutan dengan diancam mau dibunuh. Sahara kemudian mengambil uang di saku Komar dengan paksa.
“Lalu merebut HP dan mengancam akan membunuh korban (Komar) dengan golok,” ujarnya dilansir Radar Depok.
Tak berhenti di sana, tersangka turun dan mengambil batu yang akan dilemparkan ke mobil korban.
“Korban yang ketakutan langsung kabur melarikan diri,” kata dia.
Korban pun melapor ke kepolisian hingga akhirnya tersangka dicokok. Barang bukti kejadian tersebut berupa tiga telepon genggam, uang tunai Rp 300 ribu, 1 buah batu, dan mobil Daihatsu Xenia. (yuz/jpg/ce1/JPC)
batampos.co.id – Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 di Kundur, akan berakhir Kamis (3/5). Proyek utama berupa semeninsasi jalan sepanjang 1.670 meter yang menembus Desa Lubuk, Kecamatan Kundur telah selesai setelah sebulan penuh digarap bersama antara TNI dengan warga sekitar.
”Jalan penghubung dari Kelurahan Tanjungbatu Barat menuju Desa Lubuk sekarang sudah dapat dilewati masyarakat,” kata Komandan Rayon Militer (Danramil) 03 Kundur Mayor Czi Slamet Wahyudi, Senin (30/4).
Pangdam I Bukit Barisan (BB) Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Ibnu Triwidodo dijadwalkan menutup gelaran TMMD ke-101 yang dipusatkan di stadion mini Tanjungbatu.
Kepala Desa Lubuk Atan M Aruf menyampaikan rasa terima kasih warganya atas program TMMD. Terutama adanya pembangunan jalan yang menghubungkan warga di dua kelurahan.
”Masyarakat sudah lama menanti, sekarang kondisi jalan sudah bagus bahkan sudah dapat dilewati kendaraan roda empat,” ucapnya.
Menurutnya program TMMD sangat membantu masyarakat serta meningkatkan perekonomian warga.(ims)
Petugas Satlantas Polsek Kundur mengamankan sepeda motor yang terjaring razia, kemarin. F. Imam Soekarno/batampos.co.id
batampos.co.id – Hari keempat digelarnya Operasi Patuh Seligi 2018 di wilayah hukum Polsek Kundur, terjaring 27 unit kendaraan bermotor. Operasi Patuh Seligi digelar di depan Mapolsek Kundur di Jalan Jenderal Sudirman, Tanjungbatu Kota, Senin (30/4).
Petugas berasal dari tim gabungan Satlantas Polres Karimun bersama Kanitlantas Polsek Kundur. Puluhan kendaraan yang terjaring ditilang di tempat. Jenis pelanggaran didominasi ketiadaan kelengkapan surat kendaraan.
“Ada 27 pelanggaran. Barang bukti berupa 10 sepeda motor, 14 STNK, dan tiga lembar SIM. Melalui Operasi Patuh Seligi diharapkan tercipta kesadaran dan patuh hukum dalam berkendaraan di jalan raya,” kata Kapolsek Kundur Kompol Wisnu Edhy Sadono.
Wisnu mengatakan, misi operasi yang dilaksanakan adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Terlebih kasus lakalantas di wilayah hukum Polsek Kundur belakangan ini sering terjadi.(ims)
batampos.co.id – Sudah hampir satu tahun, Dinas Kesehatan Karimun mencari dokter gigi untuk ditempatkan di puskesmas yang ada di Kabupaten Karimun. Namun hingga kini belum ada yang mengisi kekurangan dokter gigi itu. Padahal standar puskesmas minimal ada satu orang dokter gigi.
“Iya, kita sudah berusaha sejak tahun lalu mencari-cari dokter gigi untuk ditempatkan di puskesmas yang ada di pulau-pulau di Kabupaten Karimun. Tapi belum juga kita dapatkan. Padahal kita sudah menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi yang ada di Sumatera dan juga Pulau Jawa,” keluh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun Rachmadi, Senin (30/4).
Saat ini, katanya, ada empat puskesmas yang belum memiliki dokter gigi, yaitu Puskesmas Dusun Niur, Durai, Belat dan Alai. Semuanya berada di pulau. Rachmadi mengatakan, mereka masih berusaha mencari dokter gigi yang mau ditempatkan di pulau-pulau.
Selain kekurangan dokter gigi, Rahmadi juga menyebutkan kekurangan dokter umum, namun tidak begitu mendesak. ”Dokter umum untuk saat ini memang masih kurang, namun masih bisa diatasi dengan dokter umum yang sudah ada. Hanya saja, untuk puskesmas yang melaksanakan operasional rawat inap standarnya memang harus memiliki tiga dokter umum,” paparnya.
Puskesmas Moro misalnya, yang memiliki rawat inap, saat ini hanya ada dua dokter umum. Seharusnya bila ada tiga dokter, maka bisa bertugas bergantian sif selama 24 jam dengan jam kerja delapan jam. Tetapi dengan kekurangan tersebut, jam tugas dokter umum ikut bertambah.(san)
Murid-murid TPQ Darusalam saat mengikuti praktek belajar salat di Masjid Darussalam Perumahan Cendana Kecamatam Batamkota, Batam, Kamis (26/4). Pendidikan agama sejak dini kepada anak-anak merupakan sebuah langkah cerdas dalam membekali diri mereka tentang agama. Kelak mereka akan menjadi anak-anak sholeh bisa menjadi dambaan para orangtua. Foto: Cecep Mulyana / batampos
Andritriani Zahra (12) putri kedua dan Muhammad Desrial Ramadhan (16), putra sulung Budi Kailani, pemilik orkes Fasola Irama Melayu mempertunjukkan kepiawayan mereka membawakan lagu Melayu berjudul Bahtera Merdeka di Taman Mediterania blok KK8 no 16 Batam Center, Batam. foto: Agnes Damayanti / batampos
Budi Kailani, pemilik orkes Fasola Irama Melayu mengajarkan accordion pada putra sulungnya, Muhammad Desrial Ramadhan ( 16) di rumahnya di Taman Mediterania blok KK8 no 16 Batam Center, Batam. Harapannya begitu besar untuk meneruskan pesan orangtuanya almarhum Kailani Bustami untuk melestarikan lagu-lagu melayu yang merupakan budaya leluhur. foto: Agnes Damayanti / batampos
batampos.co.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Bintan Adi Prihantara mengimbau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di Pemkab Bintan namun berdomisili di Tanjungpinang netral menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Tanjungpinang. “Untuk Pilwako Tanjungpinang sudah diimbau melalui surat edaran,” katanya, Senin (30/4).
Adi menjelaskan, 40 persen dari dari 4.780 ASN Bintan berdomisili di Kota Tanjungpinang. Oleh karena itu, ia mengimbau kepada ASN Pemkab yang memiliki hak pilihnya di Pilwako Tanjungpinang untuk tak berpolitik praktis.
ASN Pemkab Bintan yang berdomisili di Kota Tanjungpinang diberikan kesempatan yang leluasa untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilwako mendatang. “Kalau pencoblosan, silakan pilih. Namun pegawai (Pemkab) netral tidak boleh ikut dalam salah satu calon,” tegasnya.
Pada saat pencoblosan nanti, kata Adi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan KPU Kota Tanjungpinang, karena saat pencoblosan nanti, ASN Pemkab Bintan akan libur. ”Saat pencoblosan nanti, kami liburkan. Sesuai surat dari KPU Tanjungpinang,” pungkasnya.
Sementara itu, 65 dari 165 Warga Binaan Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang yang berdomisili di Tanjungpinang juga siap mencoblos di Pilwako Tanjungpinang 27 Juni 2018 mendatang. Sedangkan sisanya (100 orang) belum melakukan perekaman e-KTP dan belum memiliki Surat Keterangan (Suket) yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tanjungpinang.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang Robby Patria mengatakan, mengatasi hal tersebut pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Disdukcapil Tanjungpinang untuk segera melakukan perekaman e-KTP. ”Sisanya akan dilakukan perekaman secepatnya oleh Disdukcapil agar punya hak pilih,” kata Robby, kemarin.
Saat pencoblosan, kata Robby, pihaknya telah meminta ke pihak Rutan Tanjungpinang untuk menyiapkan Tempat Pemilihan Suara (TPS). Nantinya, petugas KPU akan menyiapkan surat suara agar warga binaan dapat memberikan hak pilihnya.
“Beberapa jam sebelum berakhirnya pencoblosan, petugas KPU akan mendatangi Rutan,” jelasnya. (met/odi/aya)
Pekerja menggesa pembangunan rumah di Seiharapan, Sekupang, Rabu (7/3). | Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Harga rumah yang terus merangkak naik, kerap menjadi batu sandungan untuk masyarakat membeli rumah, terutama bagi mereka karyawan yang memiliki gaji sebatas UMR (Upah Minimum Regional).
Namun tenang saja, bagi Anda yang memiliki penghasilan UMR, sebenarnya masih bisa kok membeli rumah.
Harus Hemat Dengan Gaji Kecil
Hemat pangkal kaya, tentu Anda sering mendengar ungkapan tersebut bukan? Walau gaji kecil, untuk membeli rumah, hal pertama yang dilakukan adalah berhemat. Sebisa mungkin Anda harus benar-benar memperhatikan urusan pengeluaran dalam hal berbelanja, gunakan uang Anda untuk berbelanja keperluan utama, jangan berlebihan apa lagi menggunakan kartu kredit batasi hal tersebut. Tanamkan dalam diri Anda, rumah adalah keperluan utama, bukan gadget baru, atau pun kendaraan baru. Jadi beli rumah dengan gaji kecil bukanlah hal yang tidak mungkin.
Menabung Walau Gaji Kecil
Hanya sekedar hemat tentu tidak cukup, Anda pun juga diwajibkan untuk menabung dengan konsisten, sisihkan uang gaji Anda minimal 20 persen setiap bulannya, buat lah rekening khusus pada bank dan jangan bercampur dengan rekening untuk pengeluaran harian.
Lantas bagaimana jika pendapatan yang didapat ternyata hanya cukup untuk keperluan sehari-hari, kalau sudah begini ceritanya tentu Anda harus mulai untuk berfikir mencari penghasilan tambahan, mulailah untuk membuat bisnis sampingan guna menambah pundi-pundi rupiah Anda. Pilih lah bisnis sampingan yang tidak menghabiskan banyak modal seperti agent properti ataupun bisnis online.
Jangan Mengontrak
Jangan pernah terlintas dipikiran Anda untuk mengontrak, karena hal tersebut justru akan membuat boros. Contohnya jika Anda kebetulan mengontrak dengan biaya Rp 1 juta per bulan, maka dalam waktu setahun dana yang harus dikeluarkan berjumlah Rp 12 juta, angka tersebut sebenarnya dapat digunakan sebagai uang muka untuk membeli rumah subsidi.
Jadi, sebaiknya sebisa mungkin Anda tidak memilih mengontrak, namun jika hal tersebut terpaksa dilakukan sebaiknya Anda mencari rekan yang dapat diajak untuk patungan membayar kontrakan.
Pilih KPR
Setelah berhasil untuk mengumpulkan uang down payment dari berhemat dan menabung, langkah selanjutnya Anda mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), langkah ini merupakan solusi yang paling tepat untuk membeli rumah bagi Anda yang tidak memiliki cukup uang untuk membayar dengan cara tunai ataupun cash bertahap.
Jika Anda ingin mengambil rumah dengan skema KPR sebaiknya carilah bank yang menawarkan bunga yang paling rendah karena hal tersebut tentu akan memudahkan untuk membayar cicilan bunga.
Lantas bagaimana ceritanya, jika penghasilan kita ternyata tidak cukup untuk mengajukan KPR. Tidak perlu khawatir. karena Anda pun bisa mengajukan KPR subsidi, jenis kredit ini memang khusus ditujukan bagi mereka Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Jenis KPR subsidi memiliki banyak keunggulan, seperti harga rumah yang relatif lebih murah, bunga flat 5 persen, dan jangka waktu peminjaman hingga 20 tahun lamanya.
Syarat untuk mengajukan KPR jenis ini adalah gaji pemohon maksimal Rp 4 juta untuk membeli rumah dan gaji maksimal Rp 7 juta untuk membeli apartemen. Selain itu jenis KPR ini hanya dikhususkan bagi pemohon yang belum pernah memiliki rumah.
Ikut Lelang Rumah
Selain KPR subsidi, sebenarnya ada cara lain untuk mendapatkan rumah dengan harga yang miring, yakni dengan mengikuti lelang rumah. Dengan mengikuti skema pembelian lelang rumah tersebut Anda bisa mendapatkan rumah dengan harga yang murah. Pasalnya rumah yang diikut sertakan dalam lelang tersebut merupakan rumah sitaan yang gagal dilunasi oleh debitur KPR bank.
Namun jika Anda ingin mengikuti lelang rumah, sebaiknya terlebih dahulu mengecek kondisi rumah, beserta akses menuju ke sana, pastikan kondisi rumah dalam keadaan baik dan bebas banjir. (*)
Bupati Bintan Apri Sujadi usai menjalani tes urine oleh BNN Kepri di Kantor Bupati Bintan, Senin (30/4).f. Slamet Nofasusanto/batampos.co.id
batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri mendadak melakukan tes urin Bupati, Sekda dam 150 pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemkab Bintan, Senin (30/4) pagi.
”Saya yang mengundang (BNN,red). Kemudian ASN kita undang rapat, lalu kita sisipkan tes urine,” kata Bupati Bintan Apri Sujadi usai tes urin.
Ia menjelaskan pemeriksaan urine rutin dilaksanakan untuk mencegah penyalahgunaan narkoba. Soal hasilnya, Apri menyerahkan ke BNN Kepri. ”Nanti silakan tanya ke BNN, kalau saya yang menjawab nanti menyalahi,” ujarnya sambil berlalu.
Kepala BNN Provinsi Kepri Richard mengatakan, tes urine dilakukan secara mendadak setelah adanya koordinasi dengan Bupati Bintan. ”Pak Bupati menghubungi kami untuk dilaksanakan tes urine secara mendadak. Dia ingin pegawainya bersih dari penyalahgunaan narkoba,” jelasnya.
Untuk hasilnya, ia mengatakan nantinya akan disampaikan ke Bupati Bintan. ”Hasilnya kami akan sampaikan ke Pak Bupati,” pungkasnya.
Sekda Kabupaten Bintan Adi Prihantara menuturkan, jika ada pegawai yang terindikasi mengonsumsi narkoba pihaknya akan akan segera mengambil tindakan. ”Kalau pengguna sebaiknya direhabilitasi,” katanya.(met)