Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 12354

Camilan Bintan Merambah Pasar Abu Dhabi

0
Ketua Dekranasda Bintan, Deby Maryanti saat kunjungan ke KUBE Bintan Sari di Kelurahan Kijang Kota, Rabu (21/3). f Kominfo Bintan Untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kerupuk keriuk, camilan dari Kabupaten Bintan telah merambah pasar luar negeri. Kerupuk ini telah dipasarkan ke sejumlah negara. “Malaysia, Singapura, dan Abu Dhabi,” ujar Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Bintan Sari, Fauzani.

Fauzani mengatakan, bersama sepuluh orang anggota KUBE, dia memproduksi sekaligus merangkap sebagai tenaga marketing.

Sejak dibentuk tahun 2010, usaha KUBE Bintan Sari ibarat air laut yang pasang surut. Apalagi di awal-awal KUBE berdiri, anggota KUBE belum semangat dalam memasarkan produk.

Lima tahun telah berlalu. Sekarang usaha KUBE Bintan Sari telah berkembang. Omzet yang dihasilkan dari penjualan kerupuk keriuk berkisar Rp 4 juta sebulan. “Alhamdulillah sudah mampu menambah penghasilan keluarga,” kata dia tersenyum.

Lalu apa perbedaan kerupuk keriuk dengan kerupuk lainnya? ia menjelaskan, kerupuk keriuk dibuat dari bahan utama ikan dan dibuat tanpa campuran bahan pengawet. “Kami jamin kerupuk yang kami buat tanpa bahan pengawet,” ucapnya.

Selain memproduksi kerupuk olahan rumah tangga, KUBE Bintan Sari juga memproduksi keripik pisang dan keripuk ubi. Ketua Dekranasda Kabupaten Bintan, Deby Maryanti mengatakan pihaknya bersama Dinas Sosial dan kelurahan mendorong KUBE di Kabupaten Bintan untuk terus berinovasi.

“Bimbingan dan masukan selalu kami berikan untuk meningkatkan kreativitas KUBE,” ungkapnya saat kunjungan ke sejumlah KUBE di Kecamatan Bintan Timur, Rabu (21/3).

Tiga KUBE yang dikunjungi saat itu adalah KUBE Rempah Wangi, KUBE Bintan Sari di Kelurahan Kijang Kota, dan KUBE Kencana di Kelurahan Sei Lekop.

Deby menambahkan, ia sangat bangga melihat semangat ibu rumah tangga yang mau menghasilkan kerajinan tangan dan kuliner untuk membantu meringankan beban suami. “Saya melihat semangat yang dibangun ibu-ibu dalam membuat kerajinan kuliner yang mampu menjadi pemasukan tambahan keluarga,” kata dia. (met)

 

Polda Kepri Amankan Uang Rp 1,2 Miliar Dari Penyelundup Sabu

0
ilustrasi

batampos.co.id – Polda Kepri mengamakan uang sekitar Rp 1,2 miliar dari penyelundup sabu yang diamankan, 30 November tahun lalu. Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Yani Sudarto mengatakan kasus narkoba kurir narkoba ini sudah masuk ke pengadilan.

“Kini yang kami tangani itu TPPUnya (Tindak pidana pencucian uang), dan sudah p21. Sebentar lagi juga akan memasuki pengadilan,” katanya, Kamis (22/3).

Pengungkapan TPPU ini, kata Yani bermula saat pengeledahan dilakukan pihak kepolisian terhadap Nazaruddin. Penyidik mendapati satu buku tulis merek standar A warna hitam kuning. Di buku tersebut, Nazaruddin menuliskan secara detail, uang masuk dan keluar hasil dari transaksi narkoba. “Setelah kami kembangkan, ada dua buku tabungan. Satunya berisikan Rp 1,2 miliar, satunya lagi berisi Rp 4 juta,” tuturnya.

Yani mengatakan pihaknya sedang mendalami aliran dana yang masuk ke buku tabungan milik Nazaruddin tersebut. Karena diduga uang yang masuk ke buku tabungan tersebut, berasal dari bandar sabu yang mengirim uang setelah Nazaruddin berhasil menyelundupkan sabu.

“Kasusnya (TPPU),red) dinyatakan pihak kejaksaan sudah lengkap sejak 8 Maret lalu,” ujarnya.

Ia mengatakan sejak menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Kepri, sudah mewanti-wanti jajarannya untuk tidak hanya mengamankan bandar atau kurir sabu serta barang buktinya saja. Tapi juga berusaha menelusuri harta dari penyelundup narkoba itu. “Gunanya untuk memiskinkan kurir atau bandar tersebut. Saya sudah lakukan itu waktu masih di Lampung,” ungkapnya.

Polisi menjerat Nazaruddin dengan pasal 114 ayat dua, pasal 112 ayat dua juncto pasal 137 huruf a dan huruf b Undang-Undang 35 tahun 2009 tentang narkotikan dan pasal 3 juncto pasal 10 Undang-undang no 8 tahun 2010 tentang Tindak pidana pencucian uang.

Sebelumnya diberitakan, Nazaruddin diamankan petugas saat berusaha menyelundupkan sabu seberat 719 gram melalui Bandara Internantional Hang Nadim, 30 November 2017. Sabu itu dibagi-bagi oleh Nazaruddin dalam 7 bungkus, dan rencananya akan dibawa menuju ke Jakarta. (ska)

Hang Nadim Minim Rute Penerbangan Internasional

0
Petugas cargo Bandara Hang Nadim Batam sedang melakukan pengangkuta barang kiriman baik yang mau naik maupun yang turun dari pesawat. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Minimnya rute penerbangan internasional dapat menjadi kendala dalam pengembangan Bandara Hang Nadim sebagai pusat logistik. Sebelumnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam meyakini dengan pengembangan pusat logistik di bandara, maka Batam dapat melayani pasar dagang elektronik dengan waktu pengantaran barang hanya empat jam lewat perjalanan udara, baik dalam maupun luar negeri.

Namun pada kenyataannya, penerbangan internasional di Hang Nadim hanya memiliki satu rute yakni Batam menuju Kualalumpur Malaysia. Apakah mimpi tersebut dapat terealisasi.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo sudah menyadari hal tersebut. Namun ia tidak mau mengambil langkah gegabah dengan mengajak masuk maskapai penerbangan asing masuk ke Batam secara terburu-buru.

“Untuk mengajak maskapai penerbangan asing masuk, harus ada permintaan (demand) yang besar dulu dari luar. Makanya kami melakukan pengembangan aplikasi di Nongsa Digital Park (NDP), lalu mengembangkan bandara sebagai platformnya,” ujarnya, Kamis (22/3).

Dengan kata lain, NDP akan dioptimalkan sebagai pusat kawasan industri digital untuk menarik masuk perusahaan dagang elektronik online dalam maupun luar negeri seperti Lazada, Amazon, Bukalapak dan sebagainya.

Di NDP, perusahaan-perusahaan online tersebut akan bebas mengembangkan aplikasi dan ide-ide briliannya. Ketika aplikasi sudah tercipta, secara otomatis maka permintaan akan meningkat karena keberadaan aplikasi yang bagus akan mendorong transaksi jual beli online (e-commerce) secara masif.

Setelah itu, maka barang dagangan online membutuhkan gudang sebagai tempat penyimpanan sementara, maka Hang Nadim dapat mengambil peran tersebut.”Untuk rute nasional tidak sesulit rute internasional,” tambahnya lagi.

Kendala yang menghadang memang minimnya penerbangan rute internasional. Seperti yang diketahui, transaksi jual beli online mampu menembus lintas negara dan sektoral. Permintaan barang dari luar negeri pasti meningkat dengan pesat jika pengembangan NDP berlangsung dengan lancar.

“Penerbangan langsung ke luar negeri itu biasanya disebabkan dua faktor, yakni pariwisata dan pengiriman kargo. Untuk pariwisata sudah ada bayangannya, tapi untuk kargo kami akan berupaya mengajak pihak lain untuk mengembangkan e-commerce,” katanya.

Makanya ia berjanji akan segera melakukan modernisasi Bandara Hang Nadim dengan membangun terminal dua dan membangun gudang logistik (warehouse).

Direktur BUBU Hang Nadim Suwarso juga mengakui BP Batam sudah berupaya merayu maskapai asing untuk bermarkas di Batam, namun belum ada yang membuahkan hasil. Bahkan yang menaruh minat pun cuma memberikan harapan belaka.

“Baru menuju Subang Kuala Lumpur saja dengan rute tiap hari satu penerbangan. Banyak yang berminat namun belum ada terealisasi,” paparnya.

Selama ini, jika ingin pergi ke kota-kota di negara Asia Timur seperti Beijing, Busan dan lainnya maka harus transit di Bandara Changi Singapura.

Nah, maraknya penerbangan internasional yang melewati Bandara Changi juga menyebabkan sulitnya mengembangkan rute penerbangan internasional melalui Hang Nadim. Hang Nadim dan Changi memiliki lokasi yang berdekatan.

Changi masih memiliki pengaruh yang kuat dalam pengaruh penerbangan sehingga mampu menjadi penghubung utama penerbangan seluruh dunia.

Untuk saat ini, Hang Nadim melayani sekitar 144 kali penerbangan dengan hampir semua tujuan adalah domestik. Sedangkan Changi melayani sekitar 1400 kali penerbangan perhari yang hampir semua tujuan internasional.

Minimnya rute penerbangan internasional ini juga menjadi kendala dalam mengembangkan perusahaan start up lokal yang bergerak di bidang perdagangan online.

Founder Batam Mall Brian Lase mengatakan Hang Nadim harus memiliki banyak rute penerbangan internasional. “Justru dengan membuka penerbangan internasional akan memberikan kemudahan bagi start up lokal mengirim barang keluar negeri,” katanya.

Batam Mall bergerak di sektor perdagangan online. Barang yang biasa dikirimkan antara lain makanan, pakaian dan lainnya. Kendala yang sering dihadapi saat mengirim barang keluar negeri adalah mengirimnya harus lewat Singapura yang punya banyak jalur penerbangan internasional. Tentu saja birokrasi yang dilalui lebih banyak karena harus melapor kepada Bea Cukai dan pihak Singapura.

Ia mengaku pernah mendapat pesanan baju batik sebanyak 8.000 potong baju dari Hong Kong. Namun proses yang dilewati di Bea Cukai akan memakan waktu yang lama dan penuh ketidakpastian.

“Makanya kami tidak terlalu berani untuk mengirim keluar negeri, karena belum adanya kepastian. Uang sudah diterima tapi takutnya barangnya tidak sampai-sampai,” kata Brian, Ketua Asosiasi Digital Entrepeneur Indonesia (ADEI) Kepri ini. (leo)

Pemko Batam Segel 15 Warnet

0
Warnet, ilustrasi. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Tim gabungan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kota Batam dan Kecamatan Batuaji kembali mendatangi lokasi warung internet (warnet) di wilayah Batuaji, Rabu (21/3) malam.

Hasilnya, mereka menemukan sejumlah warnet yang buka di atas pukul 21.00 wib, selain itu petugas juga menemukan sejumlah pengunjung anak-anak dan pelajar. Remaja-remaja tersebut hanya diberi peringatan agar tidak lagi keluyuran hingga larut malam.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) , Gustian Riau mengatakan selain membubarkan kelompok remaja yang nongkrong dari lokasi warnet, pihaknya juga menyegel 15 warnet yang membuka di atas jam yang sudah ditentukan dalam peraturan walikota (Perwako). Belasan warnet yang disegel itu juga sebagian besar tidak memiliki izin operasional dan hanya memiliki domisili usaha dari Kecamatan, bukan izin usaha dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Tidak ada izin operasional. Nama bahkan logo warnet juga tak ada. Makanya banyak yang kami segel,” ujar Gustian.

Pemilik warnet kemudian dipanggil ke Kantor Camat Batuaji untuk mengurus surat keterangan domisili usaha. Serta dilanjutkan dengan mengurus izin usaha ke DPMPTSP.

“Kita imbau urus izin. Sebelum urus izin, segel tidak akan dibuka. Pengusahanya juga akan dipanggil untuk standarisasi operasional warnet,” katanya.

Ia mengatakan akan rutin melakukan razia warnet. Ini bertujuan untuk menegakan peraturan daerah (Perda) serta mencegah anak-anak dan remaja terlibat dalam aksi kriminal ataupun tindakan kejahatan lainnya. “Karena kita tahu, selama ini sudah banyak aksi kejahatan akibat warnet ini. Ini harus diawasi secara serius agar hal-hal yang tidak diinginkan bisa dicegah,” jelasnya.

Kepada pihak kecamatan Gustian juga berharap agar memberikan sanksi yang tegas terhadap pemilik warnet yang melanggar aturan ataupun perizinan yang ada.

Keberadaan warnet kata Gustian selama ini cukup berdampak buruk bagi lingkungan masyarakat sekitar. Akibat dari beroperasi sampai larut malam dan tidak membatasi usia pengunjung, anak-anak usia sekolah jadi kecanduan bermain warnet. Jika itu terjadi maka anak-anak tersebut akan nekad berbuat apa saja untuk bisa bermain di warnet.

“Itu yang mau kita cegah. Sebagai orangtua kita juga harus rutin mengawasi aktifitas anak di luar jam sekolah. Jangan biarkan anak berkeliaran sampai larut malam,” tutur Gustian.

Camat Batuaji, Ridwan Afandi menuturkan akan menindak tegas pemilik warnet yang bandel tersebut. Namun demikian sampai saat ini warnet-warnet yang selama ini sudah sering dirazia tetap saja beroperasi. Padahal warnet-warnet tersebut sudah kedapatan melakukan pelanggaran bahkan berulang kali beroperasi sampai larut malam dan tidak membatasi usia pengunjung.

“Padahal kemarin saya sudah kumpulkan para pemilik warnet, mereka sudah janji akan mengikuti perwako. Tapi masih saja ada pemilik warnet yang masih bandel,” tutupnya. (une)

Iptu Zubaidah Jabat Kasat Lantas Natuna

0
Kasat iptu Zubaidah saat sertijab menggantikan AKP Awang Rimba di Polres Natuna. F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Iptu Zubaidah, resmi menjabat Kepala satuan lalulintas (Kasat Lantas) Polres Natuna, dalam Sertijab menggantikan AKP Awang Rimba, dipimpin Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto di Polres Natuna, Kamis (22/3).

AKP Awang Rimba mengisi jabatan baru sebagai PS. Kasubagselek Bagdarper Ro SDM Polda Kepri, sedangkan Iptu. Zubaidah sebelumnya menjabat Kanit 1 Sat PJR Ditlantas Polda Kepri.

Kapolres Natuna AKBP Nugroho mengatakan, mutasi jabatan merupakan langkah institusi Polri untuk terus meningkatkan kinerja personil agar lebih baik, selain sebagai jenjang peningkatan karir.

Kapolres menegaskan, polisi hendaknya lebih mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat. Disamping itu, mutasi jabatan juga merupakan bagian untuk memberikan penyegaran kepada personil dalam bertugas. Meningkatkan kinerja, apalagi institusi Polri berharap kinerja menjadi lebih baik dengan pendekatan kepada masyarakat

Menurut Nugroho, bebarapa hal yang harus diperhatikan dalam mutasi, diantaranya semua personil harus mampu memberikan kinerja maksimal dan profesional dalam upaya peningkatan pelayan kepada masyarakat.

“Meningkatkan kinerja, apalagi institusi Polri berharap kinerja menjadi lebih baik dengan pendekatan kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Iptu Zubaidah pejabat baru Kasatlantas Polres Natuna, dalam perkenalanya mengatakan, sangat berharap dukungan dari semua anggota terutama disatuan Lantas. Dan berjanji akan menjalankan amanah dengan sebaiknya, penuh tanggung jawab dan siap dalam kondisi apapun.

“Meski saya perempuan, tetapi saya tidak mau dibedakan dalam mengemban sebuah jabatan. Saya siap dalam kondisi apapun, siang, malam saya siap menjalankan perintah dari Kapolres”, tegas Iptu Zubaidah.(arn)

Denda Overstay WNA Rp 300 Ribu Perhari

0

batampos.co.id – Letchumanan Thevar, WN Malaysia yang ditangkap petugas dari Imigrasi Tanjungbalai Karimun akibat masa tinggal yang melebihi batas waktu (overstay), belum juga membayar denda yang dikenakan. Karena itu, Letchumanan Thevar saat ini masih dalam tahanan Imigrasi Karimun.

Denda yang diberikan sebesar Rp 300 ribu dikalikan jumlah hari overstay, Letchumanan Thevar ketika ditangkap sedang tidak membawa paspor, karena paspornya dijaminkan di salah satu hotel di Batam.

”Ketika petugas Imigrasi cek langsung ke sana memang benar ada. Namun yang mengambil paspor tersebut dari hotel adalah rekannya yang ada di Tanjungbalai. Saat ini paspor sudah kita amankan,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Tanjungbalai Karimun, Mas Arie Yuliansyah melalui seorang Kepala Seksi Imigrasi, Kristian, Kamis (22/3).

Paspor Letcumanan Thevar, katanya, sudah dilihat dan memang telah melebihi batas waktu tinggal yang diberikan. Untuk itu, berdasarkan keterangan dari rekan  Letchumanan sudah menghubungi pihak keluarga di Malaysia. Salah satu intinya untuk membayar denda per hari Rp 300 ribu berdasarkan kelebihan hari tinggal di Indonesia tanpa izin.

“Jika memang sampai lewat 60 hari tidak juga dibayar sanksi denda tersebut, maka langkah yang akan dilakukan adalah deportasi. Selain itu, kita juga akan mengusulkan untuk pencekalan terhadap yang bersangkutan untuk masuk ke Indonesia,’’ tegasnya.

Sesuai berita di koran ini, Rabu (14/3) pekan lalu petugas intelijen Imigrasi Tanjungbalai Karimun berhasil melakukian penangkapan terhadap WNA asal Malaysia di Kecamatan Karimun. Penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat bahwa ada orang asing yang tinggal di pemukiman warga. Pada saat penangkapan dilakukan Letchumanan Thevar tidak dapat menunjukkan dokumen paspor. hal ini disebabkan paspor dijadikan jaminan di salah satu hotel di Batam karena tidak mampu bayar pengipanan. (san)

INDEF Sebut Utang RI Rp 7 Triliun

0
ilustrasi

batampos.co.id – Direktur Institute for Development of Economics and Finance ( INDEF) Enny Sri Hartati mengatakan, total utang Indonesia sebenarnya sebesar Rp 7 ribu triliun. Utang itu merupakan milik pemerintah dan swasta.

Angka ini beda dengan yang Bank Indonesia (BI) sebutkan. BI mencatat utang Indonesia hingga Januari 2018 sebesar USD 357,5 miliar atau sebesar Rp 4.897,7 triliun.

Rasio utangnya, tercatat sebesar 34,7 persen.

“Total utang Negara Indonesia setidaknya telah mencapai lebih dari Rp 7 ribu triliun, terdiri atas total utang pemerintah dan swasta,” ujarnya di Kantor INDEF, Jakarta, Rabu (21/3).

“Utang pemerintah untuk membiayai defisit anggaran, dan utang swasta dilakukan oleh korporasi swasta dan BUMN,” tambahnya.

Dia merincikan, total utang tersebut terdiri atas Surat Berharga Negara (SBN) yang pada September 2017 tercatat sebesar Rp 3.128 triliun. “Itu terdiri SBN denominasi Rupiah Rp 2.279 triliun, dan dalam denominasi valas Rp 849 triliun,” tuturnya.

Sementara posisi Utang Luar Negeri Pemerintah pada 2017 mencapai USD 177 miliar atau sekitar Rp 2.389 (kurs Rp 13.500). Sedangkan untuk utang luar negeri swasta tahun 2017 tercatat sebesar USD 172 miliar atau sekitar Rp 2.322 triliun (kurs 13.500).

“Besar kemungkinan (utang-utang) ini belum termasuk semua utang BUMN,” pungkasnya.

Bagaimana dengan Indonesia? Data Bank Indonesia mencatat Utang Luar Negeri Pemerintah Indonesia tercatat sebesar USD 183,4 miliar atau sebesar Rp 2.512,5 triliun dengan kurs Rp 13.700 per USD.

Deputi Direktur Departemen Statistik Bank Indonesia Tutuk Cahyono mengatakan, pertumbuhan utang Indonesia tercatat stabil di angka 10,3 persen. Naiknya laju utang dalam rupiah, salah satu faktornya karena pelemahan nilai tukar yang terjadi terhadap USD.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan kebutuhan dalam pembiayaan proyek infrastruktur dan sektor produktif lainnya.

Dikatakan Tutuk bahwa komposisi utang Pemerintah Indonesia merupakan utang jangka panjang, yakni mencapai 98,1 persen dai total USD 183,4 miliar. Selain itu, rasio utang Indonesia dibanding produk domestik bruto (PDB) berada dikisaran 34,7 persen.

Angka itu pun masih lebih baik dibanding beberapa negara lainnya, seperti Malaysia yang memiliki rasio utang luar negeri sebesar 68 persen.

Dengan komposisi utang yang hampir seluruhnya berjangka panjang, Tutuk mengklaim utang Pemerintah Indonesia saat ini masih dalam kondisi aman.

(ce1/hap/JPC)

Tiga Speed Boat Rp 1,5 Miliar Beroperasi Mei

0

batampos.co.id – Dinas Perhubungan Kota Batam kembal mendapat bantuan tiga speed boat gratis yang akan beroperasi Mei mendatang. Kapal cepat dengan nilai sekitar Rp 1,5 miliar itu akan difungsikan untuk mengitari pulau-pulau berpenghuni di Batam.

“Kalau tambahan tiga kapal yang baru baru akan beroperasi Mei mendatang. Tapi memang kapalnya sudah ada. Kalau tidak salah, per unitnya Rp 500 juta,” kata kepala UPT Trans Batam, Cipto, Kamis (22/3).

Untuk tarifnya masih gratis. Rencananya dua unit di Belakang Padang dan sekitarnya. Dan satu unit lainnya adalah melayani warga yang ada di wilayah Nongsa, Ngenang, Subang Mas dan Air Raja.

“Sifat kapal ini masih bantuan. Dan dari pak Walikota belum membicarakan masalah tarifnya,” kataya.

Cipto menyebutkan bahwa kapal cepat ini berkapasitas 40 tempat duduk. Di mana jadwal keberangkatan kapal ini nantinya akan ditentukan kemudian.

Sementara empat kapal lain yang tahun lalu sudah beroperasi masih dalam kondisi bagus. Satu kapal di daerah pulau karas-Sembulang, satu kapal di daerah pulau Abang hingga jembatan enam, satu kapal di Kampung Baru Galang.

Anggota komisi III DPRD Kota Batam Werton mengatakan pengadaan kapal ini untuk membantu masyarakat yang ada di pulau. Di mana selama ini mobilitas penduduk memang agak terbatas.

“Kita berharap dengan adanya kapal ini, aktifitas penduduk makin lancar. Ini juga sangat membantu karena memang gratis,” katanya.

Ia berharap dinas perhubungan bisa mensosialisasikan jadwal keberangkatan sehingga masyarakat bisa tahu. Dan ia berpesan kepada pengelola kapal untuk tidak pernah meminta uang kepada masyarakat.

“Saya tegaskan, itu gratis. Jadi jangan membebani masyarakat. Dan ingat jangan karena penumpang sedikit, kapal itu jadi tak berangkat,” katanya. (ian)

Rp 1,1 M untuk Ruang Tunggu Pelabuhan Tanjungberlian

0
 Jokonugroho. Dok pribadi Joko untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepri Dapil Karimun Jokonugroho menegaskan, Pemerintah Provinsi Kepri secara bertahap akan membangun gedung ruang tunggu pelabuhan Tanjungberlian Kecamatan Kundur Utara.

Tahap pertama Pemprov Kepri melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) mengalokasikan dana sebesar Rp 1,1 miliar untuk membangun ruang tunggu. Pembangunan ruang tunggu ini diprioritaskan karena pelabuhan penumpang Tanjungberlian belum memiliki ruang tunggu yang memadai.

Insyallah tahun 2018 ini pengerjaan gedung ruang tunggu pelabuhan Tanjungberlian Kecamatan Kundur Utara sudah dimulai. Saat ini masih dalam proses persiapan, sebelumnya saya bersama dinas perhubungan pemprov Kepri dan pihak konsultan meninjau lokasinya. Mudah-mudahan pengerjaanya berjalan lancar dan segera dimanfaatkan masyarakat,” ujar Jokonugroho, Kamis (22/3) kemarin.

Menurut politisi Partai Demokrat tersebut selama ini pelabuhan Tanjungberlian hanya ada ponton dan dermaga, sedangkan ruang tunggu penumpang belum ada. Untuk sementara ruang tunggu memanfaatkan dermaga sebagai tempat menunggu jadwal keberangkatan kapal bagi penumpang. Dibangunya ruang tunggu nantinya penumpang akan merasa nyaman ketika menunggu jadwal keberangkatan kapal penumpang. Dalam hal ini diminta dukungan dan peran aktif masyarakat sehingga pengerjaan ruang tunggu segera terealisasi dengan baik dan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Jokonugroho juga menyebutkan selain akan membangun ruang tunggu pelabuhan Tanjungberlian, juga akan dibangun dermaga ponton di Kampung Asam desa Teluk Radang dengan nilai sebesar Rp 2,1 miliar. Di kecamatan Durai juga akan dibangun dermaga bernuansa wisata tahap awal sebesar Rp 1,4 miliar dan pengembangan Parit Rempak Karimun dengan nilai Rp 10 miliar. Hal inilah sebagai bentuk perhatian pemerintah provinsi Kepri untuk pembangunan dermaga di pulau Kundur dan di Karimun serta kecamatan Durai.

Secara terpisah Kepala Dinas Perhubungan provinsi Kepri melalui Kepala Bidang Kepelabuhan Azis membenarkan rencana pembangunan ruang tunggu pelabuhan Tanjungberlian tersebut. Dikatakan ia sebelumnya bersama anggota Komisi III DPRD Provinsi Jokonugroho, camat Kundur Utara meninjau pelabuhan Tanjungberlian yang akan dibangun ruang tunggu tersebut. (ims)

IPHI Berkontribusi Membangun Karimun

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq memberikan sambutan diperingatan hari lahir IPHI di Masjid Agung, Karimun, Kamis (22/3). F. Humas Pemkab Karimun untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengakui, kontribusi Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Karimun dalam mengisi pembangunan syiar Islam begitu tinggi. Terutama dalam memberikan pelayanan pelaksanaan ibadah Haji.

IPHI memasuki usia ke-28 pada Kamis (22/3). Dan sangat diharapkan kontribusi IPHI untuk pembangunan daerah terus ditingkatkan, dan semakin jaya. “Selamat Hari Jadi IPHI Kabupaten Karimun. Semoga diusia ke 28, IPHI semakin matang, semakin jaya, dan selalu berkontribusi di dalam mensiarkan Islam,” ungkap Bupati saat menghadiri Tasyakkuran hari lahir IPHI Karimun di Aula Masjid Agung Karimun.

Di sisi lain, Bupati berharap kepada semua anggota IPHI untuk bekerja dengan ikhlas, santun dalam berkomunikasi, disiplin waktu, dan efisien dalam segala hal. Yang penting, adalah menjadikan moralitas sebagai basis dalam setiap pengambilan keputusan atau tindakan keorganisasian.

“Harapan kami, IPHI akan selalu utuh, dan selalu kompak di dalam membatu pemerintah daerah di dalam pelaksanaan haji. Terkhusus, bekerja dengan ikhlas, santun dalam berkomunikasi, disiplin waktu, dan efisien dalam segala hal,” tuturnya.

Sementara Ketua IPHI Karimun, H.Haris Fadillah menyebutkan, kegitan tahunan yang di laksanakan semata-mata hanya untuk saling mempererat silaturahim antara anggotan IPHI Kabupaten Karimun. Di usi ke-28, IPHI Karimun hanya melaksanakan kegioatan secara sederhan. Yakni mendatangkan menghadirkan Ustad Windu Wijaya untuk memberikan Pencerahan atau Tausiah Agama.

“Sejatinya, kegiatan tasyakkuran di Karimun dilaksanakan secara sederhana. Yakni menghadirkan Ustadz Windu Wijaya untuk memberikan Pencerahan atau Tausiah Agama.
“Biasanya kegiatan ini kita laksanakan di laksanakan di Balai Haji Karimun. Berhubung gedung kita yang di Kecamatan Tebing sedang direnovasi oleh sebab itu pada kita laksanakan di Masjid Agung,” jelasnya. (enl)