Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 12356

Gudang Rumah Duka Nyaris Habis Terbakar

0

batampos.co.id – Sebuah Gudang yang berada di Rumah Duka Marga Tionghoa nyaris terbakar habis, Kamis (22/3) siang. Beruntung, api tidak cepat membesar setelah beberapa orang warga di lokasi langsung berusaha memadamkan api.

Pantauan Batam Pos, tampak beberapa peti jenazah dikeluarkan dari dalam gudang. Selain itu, beberapa unit mobil pemadam kebakaran dari Pemko Batam dan satu unit mobil water canon Polresta Barelang.

“Sekitar jam 2 kurang 15 tadi lah. Lagi pula di sini banyak polisi,” kata, Dela salah seorang warga di lokasi kejadian.

Menurut dia saat kejadian itu tidak tampak api yang keluar dari dalam gudang itu. Saat itu ia mendengarkan ada teriakan yang melihat asap hitam sudah membumbung tinggi. Selanjutnya beberapa orang berusaha memadamkan api dengan racun api.

“Setelah itu api sudah makin padam dan asapnya hanya sedikit yang keluar,” katanya. (gie)

Tiga Produk Sarden Ditarik

0

batampos.co.id – Sekretaris Dinas Perindustrian dan perdagangan pemkab Natuna Hikmatul Arif mengatakan, telah menemukan tiga produk sarden yang akan ditarik dipasaran.

“Ada tiga toko kami temukan menjual produk sarden yang dianjurkan pemerintah ditarik, besok akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan, menarik produk sarden dari pasaran,” Hikmat, Rabu (21/3).

Berdasarkan edaran yang diterima dari badan pengawas obat dan makanan Batam kata Hikmat, terdapat tiga produk sarden ditarik dari pasaran. Diantara produk Farmerjack, IO dan Hoki. Kandungan ikan makarel dalam saos tomat. Dan terdeteksi adanya parasit anisakis sp.

“Ada tiga produk sarden, dan produk itu ditemukan ditiga toko di Ranai. Kami sudah koordinasi dengan dinas kesehatan, besok (hari ini,red) kami laksanakan operasi dilapangan,” ujar Hikmatul.

Dikatakan Hikmatul, dalam perintah BPOM juga langsung dilakukan pemusnahan produk sarden dimaksud. Dan produk sarden tersebut dari bahan baku yang tidak baik untuk dikonsumsi, sehingga terdapat parasit nematoda.

“Masyarakat dapat melaporkan, jika menemukan penjualan produk sarden yang telah dirilis ini kepada pemerintah,” imbau Hikmatul.(arn)

Percayakan BRK untuk Transaksi Non Tunai

0
Bupati Kampar Aziz Zaenal dan Dirut BRK Irvandi Gustari menandatangani MoU tentang pelaksanaan e-Payment dan transaksi nontunai di Batam, Selasa (20/3). F. Bank Riau Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Setelah Pemkab Meranti dan Pemkab Natuna, kini giliran Pemkab Kampar yang mempercayakan pelaksanaan e-Payment dan transaksi non tunai kepada Bank Riau Kepri (BRK).

Nota kesepahaman (MoU) ditandatangani Bupati Kampar, Aziz Zaenal dan Dirut Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari disaksikan Wakil Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto dan Komut HR.Mambang Mit di Batam, Selasa (20/3).

Bupati Kampar, Aziz Zaenal mengatakan implementasi transaksi non tunai merupakan transaksi yang aman. Untuk itu, ia bersama jajarannya mengapresiasi Bank Riau Kepri terhadap pelaksanaan e-Payment dan transaksi non tunai.

Selanjutnya kata Aziz, Pemkab Kampar akan selalu menjalin koordinasi dan komunikasi dengan Bank Riau Kepri agar tercipta transparansi yang akuntabel serta efisien di lingkungan Pemkab Kampar.

“Kami berharap kerjasama ini dapat diimplikasikan dalam perjalanan komunikasi perbankan dan keuangan Pemkab Kampar dan Bank Riau Kepri ke depannya,” harapnya.

Dirut Bank Riau Kepri, Irvandi Gustari menyampaikan, Kabupaten Kampar merupakan salah satu daerah pilot project pelaksanaan transaksi non tunai dari Pemerintah Pusat.
Kerja sama ini kata Irvandi, merupakan bukti kesiapan Bank Riau Kepri untuk mendukung program Pemerintah Pusat seperti transaksi non tunai. Diakuinya, Bank Riau Kepri saat ini sangat mumpuni dalam kegiatan online seperti transaksi non tunai. “Selanjutnya Bank Riau Kepri akan segera kerjasama dengan Pemkab Rokan Hulu,” ungkapnya.(cca)

Camat Minta Satpol PP Bongkar Kios Liar

0
Kios liar dibangun di lahan hijau, Aviari.
| Dalil Harahap / batampos

batampos.co.id – Camat Batuaji, Ridwan mengaku sudah mengirimkan surat pembongkaran kios liar di sekitar pasar seken aviari ke Satpol PP. Harapannya, pihak Satpol PP langsung merespon dengan melakukan penertiban.

“Kita sudah mengirimkan surat ke Satpol PP secara resmi. Artinya, kita minta agar kios liar itu dibongkar,” katanya.

Ridwan mengaku, sebelum mengirimkan surat ke Satpol PP, pihaknya sudah meminta pihak pengelola atau pemilik kios liar untuk menghentikan pembangunan kios liar tersebut. Tetapi surat tersebut tak direspon pemilik.

“Itu awalnya kan bekas kebakaran. Dan jelas itu tanah milik negara dan Ruang Terbuka Hijau. Kita sudah minta jangan dibangun, tetapi mereka bersikeras,” katanya.

Sementara itu, Kabid Trantibum Satpol PP kota Batam Imam Tohari membantah pernyataan Ridwan. Menurutnya, pihak Satpol PP sama sekali belum menerima surat dari kecamatan Batuaji terkait kios liar di pasar seken Aviari.

“Belum ada kami terima surat sama sekali dari kecamatan. Jadi apa yang dibilang pak camat itu tak benar,” katanya.

Meski demikian, ia mengaku akan langsung melakukan penertiban itu kalau sudah menerima surat tersebut. “Kalau memang sudah ada suratnya, kita akan langsung bongkar. Kita tunggu saja,” katanya.

Sementara itu, anggota komisi I DPRD Kota Batam Harmidi meminta camat dan Satpol PP harus mempunyai koordinasi yang bagus. Ia berharap kios liar apalagi pembangunan baru untuk dihentikan.

“Camat dan Satpol Pp harus tegas. Kalau ini dibiarkan maka akan semakin banyak nantinya orang yang bangun kios liar di RTH,” Katanya. (Ian)

Disperindag Sebar Penyidik PNS

0

batampos.co.id – Dinas Perdagangan dan Industri (Disprindag) Provinsi Kepri menyebar sejumlah Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) untuk membantu Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan untuk menarik tiga produk makarel yang mengandung cacing parasit. Dinkes Kepri mengharapkan kerjasama masyarakat dalam persoalan ini.

“Kita sudah instruksikan, seluruh PPNS Perindag di Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk turun ke lapangan,” ujar Kepala Disprindag Kepri, Burhanuddin di Tanjungpinang, Rabu (21/3).

Menurut Burhanuddin, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinkes dan BPOM terkait persoalan ini. Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Boy itu menjelaskan, Disperindag Kepri sudah meminta kerjasama pihak importir produk tersebut mendukung kebijakan yang dibuat.

“Sekarang ini, tidak berbicara untung rugi atau persaingan usaha. Jika memang ada mudarat yang ditemukan, lebih baik dicegah sebelum merugikan konsumen,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kepri, Tjetjep Yudiana mengatakan, pihaknya sudah menerbitkan surat imbauan ke setiap toko dan swalayan di tujuh kabupaten/kota di Kepri. Meskipun demikian, kerjasama masyarakat tetap diharapkan.

“Tim penyisir untuk menarik tiga produk sarden, OI, Jack Farmer, dan Hoki sudah bekerja hari ini,” ujar Tjetjep.

Masih kata Tjetjep, jika memang ada produk yang beredar, diharapkan laporan masyarakat ke Dinkes Kepri. Sehingga bisa membuat langkah-langkah penarikan. Diakuinya, untuk menarik tiga produk tersebut memang membutuhkan waktu. Apalagi sudah tersebar di tujuh kabupaten/kota di Kepri.

“Selama proses penarikan berlangsung, belum ada keresahan masyarakat,” jelas Tjetjep.

Sementara itu, Legislator Komisi II DPRD Kepri, Rudy Chua meminta Disperindag Provinsi Kepri dan BPOM memperketat pengawasan masuknya makanan-makanan kemasan dari luar negeri. Apalagi Kepri merupakan daerah yang banyak pintu masuk ilegal.

“Kita tidak ingin, produk yang beredar adalah hasil penyeludupan. Karena ini menyangkut nasib masyarakat sebagai konsumen,” ujar politisi Partai Hanura tersebut.(jpg)

Limbah Minyak dari Perairan International

0

batampos.co.id – Anggota DPRD Kabupaten Bintan, Raja Miskal mengatakan, pencemaran limbah minyak hitam (sludgr oil) di sejumlah resort di Lagoi merusak lingkungan dan menganggu habitat yang berada di kawasan laut Bintan.Terlebih, pencemaran itu berlaku di kawasan pariwisata yang sudah banyak menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bintan.

“Saya minta koordinasi harus dilakukan secara tegas, tidak sekedar membahas karena sudah berulang kali dibahas bahkan sudah ada tim di provinsi. Terus pemerintah pusat juga sudah beberapa kali turun ke sini, tapi jangan setelah itu diam. Kami butuh solusi,” kata dia menyebut pengawasan pemerintah pusat terhadap limbah lemah.

Bupati Bintan, Apri Sujadi menyebutkan, persoalan limbah minyak hitam bukan masalah baru. Persoalan tersebut sudah ia koordinasikan ke seluruh instansi vertikal dan horizontal. Tidak hanya itu, Pemkab Bintan juga telah membahas masalah ini dengan pemerintah pusat dan TNI-Polri.

“Sumber limbah berasal dari perairan internasional, karena itu kami butuh bantuan semua pihak. Terlebih kewenangan saat ini sudah di provinsi, tapi bukan berarti kami tutup mata, kami tetap melakukan sesuai kewenangan kami,” katanya.

Ia juga mengatakan, akan terus mendorong pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk segera menangani isu limbah minyak hitam itu. “Kita terus dorong kementerian untuk membahas secara bilateral, karena pencemaran ini berasal dari perairan internasional di beberapa negara Asean,” kata dia.

Sekdakab Bintan, Adi Prihantara menambahkan, masalah tahunan ini telah dilaporkan ke Pemprov Kepri bahkan ke Pangdam ketika melakukan lawatan ke Kabupaten Bintan. “Sudah juga dilaporkan ke Presiden,” ujarnya.

Hanya, persoalannya titik dan sumber limbah belum bisa ditelusuri dengan baik. Oleh karena itu, pihak Pemkab Bintan sedang menjajaki kerja sama dengan Lembaga Penerangan dan Antariksa (Lapan) untuk pemasangan alat yang mampu mendeteksi titik dan sumber sumber limbah.

“Kita sulit bergerak karena terbatas anggaran. Sejauh ini kita cuma memantau dan memohon kepada pemerintah provinsi dan pusat supaya menyelesaikan masalah limbah di Bintan,” katanya.

Sementara itu, Kadispar Bintan Luki Zaiman Prawira mengklaim, pencemaran limbah Bintan belum berpengaruh terhadap angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di kawasan pariwisata tersebut. “Belum berpengaruh, mudah-mudahan ke depan tidak menganggu,” jawab Luki.

Meski belum memberikan pengaruh terhadap kunjungan wisatawan, ia berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kepri serta pemerintah pusat mampu menangani persoalan ini dengan serius. Terlebih, kewenangan terhadap zonasi laut diantaranya limbah sudah diambil alih oleh Pemerintah Provinsi Kepri.(met)

5 Hektare Hutan di Seibeduk Terbakar

0
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Kebakaran hebat terjadi Kampung Mangsang RT 04 RW 03 Kelurahan Mangsang, Seibeduk.

Diperkirakan luas wilayah yang terbakar telah mencapai 5 hektar.

Menurut warga setempat, Maryono, kebakaran terjadi sejak Rabu (21/3) sekitar pukul 10.00. wib.

“Diduga ada warga yang bakar,” kata Maryono kepada Batam Pos di lokasi kejadian.

Pantauan Batam Pos api yang membakar hutan lindung tersebut membuat warga setempat kalang kabut. Banyak warga yang tak berani meninggalkan rumah mereka.

Api juga semakin menyebar, lantaran angin yang cukup kencang.

“Mau kerja mereka tak berani,” katanya.

Petugas Pemadam kesusahan memadamkan aoi mengingat medan yang susah. (ali/une)

DBH Non Migas Bintan Rp 6 Miliar

0

batampos.co.id – Dana Bagi Hasil (DBH) pajak non Migas yang disalurkan Pemprov Kepri ke Kabupaten Bintan pada 2018 hanya berkisar Rp 6 miliar lebih. Kabupaten Bintan merupakan daerah penerima DBH terendah kedua dari kabupaten/kota se-Kepri.

“Jujur kami sedih jika bicara anggaran provinsi,” kata dia saat memberi sambutan pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kabupaten Bintan di Hotel Bhadra Bintan, Rabu (21/3).

Padahal saat ini, lanjut Apri Pemkab Bintan fokus melakukan pembangunan di segala bidang, terlebih sektor pariwisata. APBD Bintan sekitar Rp 1 triliun lebih tak akan bisa sekaligus menyelesaikan persoalan pembangunan di Kabupaten Bintan. Karena itu diperlukan dukungan anggaran dari Pemprov Kepri.

“Mudah-mudahan ini bisa disampaikan Anggota DPRD Kepri Dapil Bintan ke Pemprov Kepri. Yang penting (anggaran,red) proporsional,” ungkapnya.

Apri juga menyinggung pelaksanaan MTQ 2019 tingkat provinsi kepri yang akan dipusatkan di Kabupaten Bintan. “Tentunya ada beban anggaran yang harus kami siapkan. Kami berharap Pemprov (membantu anggaran) jangan sikit-sikit, karena itu kami membutuhkan komitmen Pemprov Kepri,” tukasnya.(met)

27 Maret Mendatang, Presiden Lantik Isdianto sebagai Wakil Gubernur Kepri

0
(ki-ka): Jumaga Nadeak, Tjahjo Kumolo, Nurdin Basirun dan Isdianto

batampos.co.id – Isdianto akan dilantik sebagai Wakil Gubernur Kepri di Istana Presiden minggu depan oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Kepastian itu setelah Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengangkatan Wakil Gubernur Kepri sisa masa jabatan 2016-2021.

Hal ini diungkapkan Ketua DPRD Kepri usai menghadiri pertemuan dengan Gubernur dan Dirjen Otonomi Daerah (Otda).

“Hasil pertemuan dengan Mendagri, Dirjen Otda, Gubernur dan Saya sebagai Ketua DPRD, disampaikan bahwa Keppresnya sudah ditandantangani Presiden. Dengan demikian, Kepri sudah memiliki Wagub definitif,” kata Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Kamis (22/3).

Untuk waktu pelantikan, Jumaga menjelaskan bahwa pihak Istana menjadwalkan pada tanggal 27 Maret 2018 mendatang.

“Tadi diberitahukan bahwa hari Selasa tanggal 27 (Maret) di Istana,” jelas Jumaga.

Dengan telah keluarnya Keppres ini, DPRD mengucapkan terimakasih atas responsifnya Presiden dan Kemendagri mempercepat proses pelantikan ini. Sedangkan kepada Isdianto, Jumaga meminta untuk dapat segera bersinergi sesegara mungkin.

“Kami berharap, Gubernur dan Wagub dapat segera berkoordinasi dan saling mengisi sehingga pembangunan di Kepri ini dapat meningkat,”tegas Jumaga.

Ditempat terpisah, Isdianto bersukur usaha yang sudah dilakukan semua pihak akhirnya dapat terwujud.

“Alhamdulillah, seluruh usaha yang sudah kita lakukan diridhoi Allah,” kata Isdianto.

Ia juga berjanji untuk segera berkoordinasi dengan Gubernur agar akselarasi tugas dan wewenang menjalankan pemerintahan dapat cepat.

“Saya siap mengemban tugas dan membantu tugas-tugas yang diberikan Gubernur kepada saya,” tutup Isdianto. (ptt)

DPRD Kepri Minta BP batam untuk Bentuk Tim Khusus

0
Penambang pasir ilegal memuat pasir kedalam lori di dekat Dam Tembesi, Sagulung, Selasa (20/3). Biarpun sudah dirazia oleh Ditpam masih saja penambang liar ini beroperasi mengambil pasir. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – DPRD Provinsi Kepri meminta BP Batam bekerjasama dengan Distamben Kepri membentuk tim khusus mengawasi tambang pasir ilegal di Batam. Ini akan meminimalisir terjadinya penambangan pasir ilegal yang merusak lingkungan di Batam.

“Tim khusus ini penting. Ini satu-satunya cara untuk mengatasi dan meminimalisir tambang pasir ilegal ini,” kata anggota komisi I DPRD Kepri, Ruslan Kasbulatov.

Ia mengatakan dalam tim ini bisa dimasukkan pihak penegak hukum lainnya. “Tapi intinya harus ada tim yang rutin patroli tiap hari. Menurut saya kalau sudah seperti ini maka tak ada penambang pasir ilegal,” katanya.

Menurut Ruslan, kalau dengan cara ini masih ada penambang, berarti patut dicurigai ada pihak-pihak yang bermain. Di sinilah kehadiran PPNS untuk melakukan penindakan.

” PPNS jangan diam saja. Dan setahu saya belum ada selama ini yang diperiksa terkait tambang pasir ilegal ini. Padahal tambang pasir ilegal sudah belasan tahun beroperasi di Batam,” katanya.

Ia berharap semua pihak untuk bisa menjaga lingkungan hidup, terutama untuk daerah sekitar dam. Apalagi Batam daerah investasi, maka ketahanan air dan listrik menjadi keharusan.

“Masa kita biarkan sumber air kita rusak. Daerah dam tembesi itu sudah rusak parah. Kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi,” katanya.

Sementara itu, Direktur pengamanan BP Batam Brigjen Suherman mengatakan, saat ini pihaknya sudah merencanakan mengumpulkan stakeholder untuk mencari solusi mengenai tambang pasir ilegal ini. Harapannya, akan ada solusi sehingga tidak ada lagi penambangan pasir ilegal terutama sekitar dam.

“Ini akan kita bahas. Dan kita akan mencari solusi mengatasi masalah ini,” katanya. (ian)