Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 12365

DPRD Batam Dorong Sistem Parkir Berbasis Online

0
Seorang juru parkir sedsng mengatur kendaraan yang akan keluar dari area parkir dikawasan Nagoya, Senin (19/2/2018). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Di tengah berkembangnya usaha peparkiran saat ini, DPRD Kota Batam mendorong agar pelaporan pajak parkir dilakukan secara online. Hal ini guna untuk menghindari adanya kebohongan mengenai tarif parkir oleh beberapa pengelola parkir.

“Ke depan kita minta semua pengelola sudah online,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Batam, Nyanyang Haris Pratamura, kemarin.

Selain pajak parkir, pemko dinilai perlu merancang sebuah aplikasi yang akan digunakan untuk parkir di tepi jalan secara online. Sehingga perlahan bisa meninggalkan sistem parkir manual.

“Parkir online ini sebenarnya sudah ada dalam pembahasan,” tuturnya.

Nyanyang sendiri membantah jika sistem online ini bisa mengurangi tenaga kerja. Sebab, nantinya tenaga kerja juga dibutuhkan untuk sistem pengawasan.

“Tidak mengurangi, karena misalnya dari 800 unit titik mungkin nanti ada 200 petugas,” kata Nyanyang.

Namun demikian ia berharap pemko konsen terhadap rencana ini. Baik itu dalam menyediakan Sumber Daya Manusia dan mekanismenya.

“Teknisnya nanti pemko, kita harapkan 2019 semuanya sudah online,” sambung dia.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Yusfa membenarkan jika parkir online tersebut sedang dalam pembahasan dan proses. “Memang sudah disiapkan tahapan-tahapannya. Kita belum publikasikan karena masih sedang dalam proses. Kita belum ekspose,” ungkap Yusfa.

Ia pun mengaku belum ingin berkomentar mengenai sistem ini, mengingat masih pembahasan dan perencanaan di DPRD. “Jika aplikasinya selesai maka saya akan publikasikan. Kalau sekarang hasilnya belum ada, makanya belum berani menyampaikan,” ucapnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Batam, Firman Ucok Tambusai mengaku kecewa dengan sistem pengelolaan parkir. Sebab, masih banyak pengelola parkir yang mengindahkan perda. Kondisi ini, kata dia, sudah banyak dikeluhkan masyarakat kepada DPRD Batam.

“Misalnya dari segi tarif parkir, harusnya di perda tarif Rp 2 ribu. Dua jam selanjutnya naik Rp 1.000, tapi ini malah Rp 2.000, hal ini selalu dikelauhkan masyarakat ketika parkir di Mega Mall,” kata dia.

Pengelola parkir yang tak sesuai perda ini, kata Ucok, tidak menutup kemungkinan juga terjadi tempat lain. “Inikan jelas merugikan konsumen, sama saja menipu masyarakat. Padahal aturan kita sudah jelas, kenapa tidak diterapkan,” sesal Ucok.

DPRD sendiri, lanjut dia, sudah memanggil pengelola parkir tersebut. Namun disayangkan, yang hadir bukanlah sebagai pengambil keputusan. “Kita jadwalkan kembali untuk memanggil pengelola parkir, karena ini terang-terangan rugikan masyarakat,” jelasnya. (rng)

Radio Lapas Batam Bisa Diakses Melalui Facebook

0

batampos.co.id – Lembaga Pemasayarakat (Lapas) kelas II A Batam di Tembesi memiliki sarana penyampai informasi kepada warga binaan. Adalah radio Lapas Batam yang bisa diakses oleh siapa saja melalui akun Facebook Radio Lapas Batam. Melalui siaran radio tersebut warga binaan bisa saling menyapa dengaan sesama warga binaan yang di blok lain ataupun keluarga dan kerabat di luar Lapas.

Kalapas Batam Surianto menuturkan, media penyampai informasi itu menjadi sarana yang cukup penting untuk meningkatkan kekompakan dan keamanan di dalam Lapas. Kesuntukan warga binaan yang bisa menyulut terjadinya keributan teratasi dengan baik melalui radio tersebut.

“Ini bisa jadi sarana yang penting di sini. Saat mereka suntuk atau terbawa suasana yang tidak menyenangkan, kami hibur mereka dengan program saling sapa melalui radio ini. Mereka bisa menyapa atau titip salam bagi keluraga di luar ataupun sesama mereka di dalam,” tutur Surianto.

Radio yang sudah ada sejak tahun 2013 lalu itu kini dimanfaatkan dengan baik oleh warga binaan di sana. Mereka menyambut antusias sebab menjadi sarana hiburan mereka di saat suntuk. Setiap hari radio yang dimotori oleh Yogi dan Chika dua warga binaan itu memiliki sederet program siara rutin.

Pagi-pagi sekali radio tersebut menyiarkan lagu-lagu semangat untuk membangun warga binaan untuk berolahraga. Selanjutnya ada acara wejangan dari Kalapas ataupun petugas lain untuk memberi nasehat ataupun sosialisasi terkait hak dan kewajiban warga binaan.

“Kalau ada informasi penting terkait hak mereka kami sampaikan melalui siaran itu. Tak perlu kumpulkan mereka semua. Dari masing-masing blok mereka sudsah bisa dengar semua,” ujar Kepala Keamanan Lapas (KPLP) Iyan Patmos.

Selanjutnya radio tersebut memutarkan lagu senam dan dilanjutkan dengan program saling menyapa. “Kami ada acara rutin senam setiap pagi jadi lagu panduan diputar melalui radio ini,” ujar Iyan.

Untuk acara saling sapa, operator radio menerima pesan dari warga binaan untuk disiarkan melalui radio tersebut. Warga binaan bebas menyapa siapa saja asalkan tidak bertentangan dengan hukum ataupun aturan Lapas yang berlaku.

“Keluarga dari luar juga bisa titip pesan melalui akun facebook. Begitu juga sebaliknya,” tutur Iyan.

Yogi seorang operator menambahkan, melalui radio lapas itu mereka juga rutin memberikan informasi terkini kepada warga binaan.

Warga binaan sedang memandu radio yang berada Lapas Batam, Kamis (22/2). Radion ini yang bisa diakses oleh siapa saja melalui akun Facebook Radio Lapas Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Informasi itu berupa berita headline di media cetak atau online. Misalkan kelanjutan kasus (korupsi) e-KTP dan lain sebagainya kami bacakan buat teman-teman lain yang ada di dalam lapas ini. Biar mereka tak ketinggalan informasi,” tutur Yogi.

Berita-berita yang dibacakan tentu sudah melalui persetujuan dan cros cek dari petugas Lapas untuk menghindari menyebarnya berita hoaks atau provokator.

“Di sini kumpulan orang-orang dengan berbagai watak yang berbeda-beda jadi penyampaian informasi juga perlu kewaspadaan dan hati-hati sehingga tidak menimbulkan gesekan ataupun keributan satu sama lain. Semua dicros cek dulu sebelum disampaikan melalui radio itu,” tutur Iyan.

Sejauh ini diakui Iyan kehadiran radio tersebut cukup baik karena bisa menyatuhkan pendapat dan ide bagi warga binaan yang ada di dalamnya. Kedepannya pihak lapas akan berupaya untuk bisa menyiarkan radio tersebut melalui siaran streaming. “Dulu pernah berjalan (siaran streaming) tapi sudah berhenti. Ini lagi diupayakan lagi,” ujar Iyan.

Selain itu pihak Lapas juga akan menyambungkan siaraan radio lapas itu dengan radio yang ada di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) yang ada di Baloi. Tujuannya sama agar meningkat rasa percaya diri warga binaan pria itu dengan menyapa warga binaan wanita di LPP.

“Biar lebih semangat lagi mereka selama menjalani masa pidana di sini. Sekarang di sini hanya warga binaan pria semua. Yang wanita sudah di LPP jadi biar mereka tetap saling berhubungan kami rencana akan sambungkan dengan radio LPP,” tutur Iyan. (eja)

Batas Desa Perlu Dipertegas

0
 Abdul Haris. F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas menggandeng Badan Informasi Geospisial (BIG) dalam melakukan Validasi batas desa dan Kecamatan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Pasalnya, data batas kecamatan dan desa ini merupakan salah satu acuan pemerintah pusat dalam menyalurkan anggaran.

Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengatakan, data batas desa dan Kecamatan saat ini telah ada lanjut Haris, meski demikian perlu dilakukan validasi, karena dengan keterbatasan yang ada saat melakukan pengukuran penentuan tapal batas yang lalu tentu tidak sebaik apabila menggunakan BIG.

“Pemuktahiran dan perapian data yang dilakukan nanti akan menjadi nilai plus bagi kita dimata pemerintah pusat,” ungkap Abdul Haris, Minggu (25/2)

Untuk menyokong hal itu, pihaknya telah melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan BIG baru-baru ini. Selain validasi data batas, dalam MoU tersebut juga tertuang kerjasama peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di Anambas. “Intinya kita minta bantu kepada BIG untuk mengukur pemetaan batas kecamatan dan desa,” kata Haris.

Pihaknya tambah Haris, meminta kepada BIG untuk melakukan pengukuran kembali agar data yang ada lebih konkrit. Anambas menjadi salah satu diantara kabupaten yang menggandeng BIG dalam pengukuran. “Selain kita ada Kabupaten lain di Provinsi Bengkulu yang juga melakukan MoU,” bebernya.

Langkah pemutahiran data Batas Desa dan Kecamatan ini sambung Haris, merupakan salah satu instruksi Presiden yang menegaskan untuk melakukan pendataan kembali batas Desa dan Kecamatan. “Pasang surut juga dapat merubah luas daerah,” sampainya.

Langkah ini juga tambah dia merupakan salah satu upaya menjaga Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia (NKRI), apalagi Anambas merupakan salah satu beranda depan Indonesia. “Ini momen yang baik agar Anambas menjadi prioritas pertama dalam pengukuran yang akan dilakukan oleh BIG,” tandasnya. (sya)

Siti Resmikan Rumah Aspirasi di Kepri

0
Anggota DPR RI Siti Sarwendah resmikan Rumah Aspirasi. F. Rengga/Batam Pos.

batampos.co.id – Anggota DPR RI, Siti Sarwendah resmikan rumah Aspirasi Masyarakat Kepri di Perumahan Citra Batam, Batam Center, Sabtu (24/2) pagi. Rumah Aspirasi ini akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang bisa menambah pengetahuan dengan berbagai keterampilan dan menampung ide-ide masyarakat.

“Rumah ini adalah gagasan DPR RI, yang kita bawa ke daerah-daerah. Dimana dijadikan tempat masyarakat mengadakan kegiatan yang sifatnya produktif, untuk menambah income keluarga, training of trainer, siapa saja boleh memanfaatkan rumah aspirasi masyarakat ini,” tutur Anggota DPR RI Komisi II Fraksi PAN, Siti.

Ia menambahkan rumah ini akan dibuat berbagai kegiatan keterampilan misalnya cara menanam sayur mayur, pembuatan kue kering, makakanan ringan, kerajinan dari bahan limbah, seperti dari kertas koran dibuat jadi celemek, tas, dan lain sebagainya.

“Tapi yang menjadi fokusnya saat ini membudidayakan hidroponik supaya ibu-ibu cinta dengan pertanian. Jadi dapat uang tak harus keluar rumah. Di rumah juga bisa,” ucap Siti.

Selain kegiatan keterampilan, Rumah Aspirasi ini juga menampung ide-ide masyarakat. Misalnya masukan-masukan kepada pemerintah supaya memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. Apalagi Batam ini rawan sekali dengan penyeludupan. Kepri ini harus di berikan perhatian yang khusus.

Alhamdulilah kami diterima di lingkungan ini. Agar bisa bersinergi memanfaatkan rumah aspirasi ini untuk masyarakat Kepri,” lanjutnya.

Ketua DPW PAN Kepulauan Riau, Hamid Rizal, yang hadir dalam acara tersebut mengucapkan terimakasih kepada Ketua RT dan warga Citra Batam yang sudah memberikan tempat. Dengan kehadiran ini semoga memberikan kebersamaan untuk memajukan Kepri.

“Kita harapkan dengan rumas apisasi ini bisa memotivasi bagi ibu-ibu menghasilkan kreatifitas sehingga nantinya bisa menambah income keluarga,” tutur Bupati Natuna itu. (rng)

Hanya Menggerogoti APBD, Lebih Baik Perusda Dibubarkan

0

batampos.co.id – Pabrik pengolahan rumput laut Kecamatan Bunguran Utara yang dikelola Perusahaan Daerah Natuna kini terbengkalai, seiring vakumnya perusahaan plat merah beberapa tahun terakhir.

Warga di Kecamatan tersebut menyayangkan terbengkalainya pabrik rumput laut tersebut. Padahal sebagian warga mengharapkan pabrik tersebut tetap berjalan untuk menunjang ekonomi masyarakat pesisir.

“Pabrik rumput laut itu sudah beroperasi dulunya. Petani rumput laut laut sangat terbantu, karena ada yang menampung. Tapi sejak beberapa tahun lalu, pabrik tutup,” ungkap Kadori, warga Kecamatan Bunguran Utara kemarin.

Warga setempat kata Kadori, mengharapkan tumbuhnya industri rumput laut, agar dapat menambah pendapatan masyarakat pada musim tertentu. Karena potensi rumput laut masih menjanjikan diwilayah perairan Kecamatan Bunguran Utara.

Sementara Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, Pemerintah daerah masih merencanakan kelanjutan Perusahaan Daerah tersebut, agar lebih produktif. Dan terdapat opsi lain untuk membubarkan perusahaan daerah karena tidak produktif.

“Selama ini Perusda tidak produktif, hanya bisa menyusui APBD. Mungkin lebih baik dibubarkan,” kata Hamid Rizal kemarin.

Menurutnya, lebih tepat Perusda diganti Badan Usaha, sehingga lebih fokus bidang usaha yang dikelola. Dan perusahaan tidak sepatutnya terus ditopang APBD. Usaha yang dikelola harus produktif dan berkelanjutan, membantu menambah pendapatan asli daerah (PAD).

“Solusi-solusi perusahaan daerah atau pembentukan badan usaha milik daerah ini masih dibicarakan,” ujar Hamid Rizal.(arn)

Pemkab Natuna Dorong Percepatan Pembangunan

0
Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal menghadiri rakor percepatan pembangunan daerah perbatasan yang digelar kemenko maritimdi Batam. Jumat (23/2). F. Humas Pemkab Natuna untuk Batam Pos

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, pemerintah daerah terus menggesa bebergai sektor percepatan pembangunan di Natuna kepasa Kemenko Maritim, dalam rapat koordinasi kebijakan pembangunan Infrastruktur konektivitas, Perikanan dan Energi di wilayah perbatasan dan pulau terluar yang diselenggarakan di Batam, Jum’at (23/2) kemarin.

Rakor tersebut kata Hamid Rizal, menyesuaikan nawa cita ke-3 Presiden Joko Widodo membangun daerah perbatasan, dan menggesa percepatan pembangunan daerah perbatasan yang terus dilanjutkan.

Kegiatan yang dibuka oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim, Ridwan Djamaluddin tersebut untuk mengevaluasi apa yang telah dilaksanakan, apa yang dicapai dan apa saja yang masih diperlukan oleh daerah perbatasan Natuna dan Anambas.

Rakor yang diselenggarakan di Gedung BP Batam tersebut dihadiri oleh para direktur dan kepala bidang dari Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian ESDM dan juga perwakilan dari PT. PLN Wilayah Sumatera.

Hamid Rizal mengatakan, Rakor tersebut sangat penting dalam mensinergikan program pusat dan daerah, mendukung program percepatan pembangunan dibidang pariwisata dan perikanan.

“Mewujudkan percepatan pembangunan tidak akan dapat dicapai jika hanya mengandalkan APBD yang bersifat fluktuative. Oleh karenanya, kegiatan seperti ini merupakan momentum tepat bagi menyampaikan harapan dan dukungan yang dibutuhkan kepada pemerintah pusatm” kata Hamid Rizal kemarin.

Dimatakan Hamid Rizal, beberapa usulan yang disampaikan pada kesempatan Rakor tersebut adalah pada sektor perikanan. Yakni penambahan Coldstorage, dukungan teknologi budaya pada Balai Benih.

Sementara disektor perhubungan mengusulkan disegerakannya pengoperasian Tol Laut antar pulau, penyediaan rambu-rambu pelayaran, pengoperasian Kapal Roro, pembukaan rute penerbangan Jakarta Pontianak Natuna dan Pelabuhan Exit Entry Point.

Pada dektor Pariwisata, pemerintah daerah mengajukan pembangunan sarana dan prasarana pendukung objek-objek wisata, pembangunan Maindland di Pian Penyu.

“Daerah juga usulkan dibidang kelistrikan. Untuk pengadaan lahan dari PLN, membangun lokasi pembangkit listrik yang akan mendukung seluruh proggram pemerintah,” ujar Hamid Rizal.(arn)

Pelayanan Pustu Memprihatinkan

0

batampos.co.id – Ketua Komisi I DPRD Natuna, Wan Sofian menegaskan, sejumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) ditemukan masih mengalami kekurangan dalam memberikan pelayanan karena kekurangan sarana pendukung kesehatan minim sekali.

“Pelayanan Pustu perlu dibenahi. Petugas di Pustu pun mengakui saat kami reses ke Desa Desa. Mereka sulit berikan pelayanan karena minimnya sarana penunjang pelayanan kesehatan di Pustu,” ungkap Sofian, Sabtu (24/2).

Menurutnya, beberapa Pustu yang dilihat perlu dilengkapi dan dibenahi diaerah pelosok, dengan kondisi yang sangat prihatin. Pelayan kesehatan pun hanya seadanya.

Selain Pustu, ada persoalan-persoalan lain yang mesti diselesaikan oleh pemerintah terutama sekali dari sisi layanan dan sarana kesehatan. Karena Puskemas juga harus jadi perhatian pemerintah untuk ditingkatkan pelayanan.

“Kami akan memberikan masukan banyak kepada mereka mengenai layanan kesehatan,” ujarnya.

Temuan pada masa reses ini kata Sofian, akan disampaikan kepada Dinas Kesehatan dalam rapat kerja DPRD dalam waktu dekat.

Dikatakannya, banyak masukan yang perlu dibenahi di sektor layanan kesehatan baik secara fisik maupun non fisik. Dikawatirkan dapat berdampak pada kelancaran layanan kesehatan.

“Kemarin kami sudah melakukan reses, banyak temuan di Desa-Desa terutama sekali disisi pelayanan kesehatan. Dalam waktu dekat ini akan kami panggil dulu kepala Dinas Kesehatan untuk mengkoordinasikan temuan reses dilapangan,”ujar Wan.(arn)

LAM Lantik Kepengurusan Jemaja

0
Ketua Lam Kabupaten Anambas, Datok Sri Setia Amanah melantik sejumlah pengurus LAM Kecamatan Jemaja di Aula Kantor Camat. F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Kepulauan Anambas melantik kepengurusan LAM tingkat Kecamatan Jemaja, di aula Kantor Camat Jemaja, Sabtu (24/2). Pelantikan Kepengurusan tingkat kecamatan ini merupakan yang pertama kali ditingkat kecamatan, kecamatan lain akan menyusul.

“Alhamdulilah, pelantikan kepengurusan LAM Kecamatan Jemaja berjalan dengan lancar, semoga ketua terpilih dapat menjalankan amanah masyarakat khusus adat istiadat melayu di kedepankan,” kata Datok Sri Setia Amanah selaku Ketua LAM Kabupaten Kepulauan Anambas Herdi Usman, Minggu (25/2).

Diakuinya, pembentukan dan pelantikan kepengurusan LAM di Jemaja merupakan kecamatan terjauh jadi dilaksanakan pertama kali. “Ada lima kandidat awalnya mendaftar sebagai calon ketua, tapi dengan hasil musyawarah kemarin, satu terpilih. Pada hari Senin (26/2) akan dilakukan pembentukan kepengurusan LAM Kecamatan Jemaja Timur,” sebutnya.

Sementara itu Ubaidilah selaku ketua terpulih LAM Kecamatan Jemaja mengatakan, dirinya tidak menyangka akan mendapatkan amanah yang dinilai olehnya cukup berat, tapi dengan adanya dukungan dari semua elemen dan masyarakat adat istiadat melayu di Kecamatan Jemaja pada umumnya dirinya akan berusaha mengemban amanah tersebut.

Ia juga menilai bahwa nilai-nilai budaya ketika masuk zaman modern mulai tergerus dan harus segera diperbaiki demi meningkatkan peradaban yang lebih baik lagi.

Katanya, banyak hal yang menjadi perhatian LAM, nantinya salah satu contoh, saat ini tentang tata cara atau petatah petitih adat istiadat pernikahan dengan tata cara adat istiadat sudah tidak berarturan dan selalu dicampur adukan. Hal itu akan menjadi program pertama pihaknya memperbaiki dan mengembalikan dengan pola yang telah diatur sejak zaman terdahulu.

“Kami akan menjalankan amanah yang diemban, meskipun amanah ini sangat berat dan penuh tantangan. Berkat kerja sama yang baik dan dukungan yang kuat maka saya yakin akan bisa bersama-sama dengan penggurus lain bisa membangkitkan kembali budaya yang sudah hilang tergerus oleh zaman,” tuturnya. (sya)

Terus Berbagi kepada Masyarakat, Gubernur Puji Preti

0
Gubernur Kepri Nurdin basirun saat bersama sejumlah pengurus Preti Batam di Restoran Sydney HOtel, Batam, Sabtu (24/2) siang. F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengapresiasi Perempuan Tionghua (Preti) Kota Batam dengan aktivitas-aktivitas sosialnya. Bertindak nyata dan berbagi dengan sesama sangat bermanfaat buat sesama.

“Apa yang bisa kita bantu kepada masyarakat, lakukanlah sesuai dengan kemampuan kita,” kata Nurdin saat bertemu dengan sejumlah pengurus Preti Batam di Restoran Sydney Hotel, Batam, Sabtu (24/2) siang.

Pertemuan itu dalam rangkaian perayaan Imlek tahun ini. Hadir pada kesempatan itu Selvy Pembina Preti Batam, Mina Ketua Preti Batam dan sejumlah anggota. Hari itu juga mereka sedang persiapan bermain angklung untuk tampil pada perayaan Imlek Marga Tan di Pekanbaru, Riau.

Nurdin ikut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Tjetjep Yudiana, Kasisperindag Burhanuddin, Kadis Perikanan dan Kelautan Edy Sofyan, Karo Humas Protokol Penghubung Nilwan.

Kata Nurdin, jika melakukan aktivitas sosial lagi, sila berkoordinasi dengan berbagai OPD tersebut. Barangkali ada aktivitas yang bisa dibantu, seperti tenaga kesehatan dan lainnya.

Nurdin pads kesempatan itu juga menyampaikan terus jaga kebhinekaan yang ada di tanah Kepri ini. Keberagaman adalah berkah yang menjadi perekat dan penguat bangsa ini.

Apalagi ada 714 suku di Indonesia dan Kepri sebagai miniatur NKRI suku bangsa tersebut hidup rukun serta saling mendukung.

“Kita jaga daerah ini tetap damai dan nyaman,” kata Nurdin.

Pada kesempatan itu, Mina Ketua Preti Batam mengatakan mereka dalam waktu dekat juga akan melakukan sejumlah kegiatan sosial. Mereka sedang memetakan pulau-pulau yang nantinya akan dikunjungi.(uma)

Usulkan Gasing Menjadi Warisan Nusantara

0
Warga Memainkan gasing saat persatuan Pemuda Merawang dan Lembaga Adat Melayu Lingga menggelar pertandingan gasing Lingga beberapa waktu lalu. F. Wijaya Satria/Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga bersama pengurus pelestarian permainan rakyat Kabupaten Lingga dan unsur lainnya terus berupaya agar nilai-nilai Kebudayaan serta tradisi yang pernah ada agar tetap terjaga. Sehingga generasi penerus dapat mengetahui tradisi peninggalan le dahulu.

“Beberapa waktu lalu kami bersama unsur terkait, Kades Merawang, Persatuan Pemuda Merawang dan Lembaga Adat Melayu Lingga menggelar pertandingan gasing Lingga,” kata Kepala Dinas Kabupaten Lingga M Ishak, Minggu (25/2) pagi.

Tujuan penyelenggaraan pertandingan gasing ini selain untuk memberikan pengenalan tradisi kebudayaan kepada generasi muda, permainan ini juga sebagai bentuk menciptakan iven-iven yang mungkin menjadi rutin sehingga dapat memberikan hiburan kepada masyarakat.

Ishak yang juga sebagai ketua LAM Kabupaten Lingga mengatakan, LAM tentunya memiliki tanggungjawab dan fungsi yang luas. Selain melestarikan Budaya seperti tepuk tepung tawar, adat perkawinan Melayu, pakaian dan permainan seperti gasing, LAM juga dapat membantu Pemerintah Kabupaten Lingga dalam meningkatkan geliat perekonomian masyarakat.

“Contohnya, pada pertandingan gasing yang telah kami adakan itu, terbukti perekonomian masyarakat sedikit meningkat. Banyak warga yang berjualan makan khas dan sebagainya yang laku keras,” ujar Ishak.

Kegiatan yang di prakarsai pemuda Merawang serta LAM Merawang ini tentunya mendapat perhatian dari Dinas Kebudayaan serta LAM Kabupaten Lingga agar dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Sedangkan pada sisi sosial, pertandingan gasing ini juga memberikan nilai positif kepada masyarakat Kabupaten Lingga. Selain hiburan, permainan gasing ini juga digemari seluruh lapisan masyarakat dari usia anak hingga orang dewasa, sehingga menjadikan kegiatan penjalin tali silaturahmi yang baik.

Gasing Lingga memang terkenal unik dan berbeda dari gasing-gasing lainnya. Selain bentuk cara bersaing gasing juga terbilang unik. Untuk itu, Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga berencana akan mengajukan ke Kemendikbud melalui Pemprov Kepri agar gasing Lingga menjadi warisan benda nusantara.

“Tahun ini ada 28 jenis permainan serta kebudayaan Melayu yang telah kami usulkan. Insya Allah, bila berhasil separuh saja kami merasa sangat bersyukur,” kata Ishak. (wsa)