Minggu, 10 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12397

Seluruh Desa di Bintan Akan Punya BUMDes

0
Bupati Bintan Apri Sujadi menyalami perangkat desa di Kantor Bupati Bintan, Bandar Seri Bintan, Jumat (6/4). F. Koninfo untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan membuat gebrakan baru untuk menggerakkan ekonomi masyarakatnya. Salah satunya, membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di semua desa.

“Kita ada 36 desa, targetnya tahun ini BUMDes sudah terbentuk di semua desa hingga akhir tahun ini,” ujar Bupati Bintan Apri Sujadi, Jumat (6/4).

BUMDes ini diproyeksikan menjadi sebuah kekuatan ekonomi baru di wilayah perdesaan. Sumber dana BUMDes itu dari alokasi Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN sebesar Rp 30,903 miliar. Kemudian akan dikucurkan juga ke Anggaran Dana Desa (ADD) untuk 36 desa yang bersumber dari APBD Kabupaten Bintan sebesar Rp 50,075 miliar.

”Jadi, total keseluruhan anggaran Rp 83,978 miliar untuk 36 desa,” ungkapnya.

Rata-rata per desa di Kabupaten Bintan akan memiliki dana sebesar Rp 2,3 miliar. Oleh karena itu, tegas dia, BUMDes harus mempunyai peran dalam menggerakkan ekonomi desa.  “Makanya pengelolaan dan pemanfaatannya harus tepat dan berputar,” kata Apri.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bintan Ronny Kartika mengatakan, saat ini Kabupaten Bintan setidaknya sudah memiliki 32 BUMDes, hanya empat desa yang belum memiliki BUMDes.

”Bila 36 desa memiliki BUMDes dengan manajemen yang profesional, kami akan menjadi kekuatan baru perputaran ekonomi di desa,” tutur dia.

Jika ekonomi di desa berputar dengan baik, ia yakin akan menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Selain itu, jika desa sudah memiliki PADes, Kepala desa harus membuat program baru seperti bantuan beasiswa kepada anak-anak desa, tambahan insentif kepada RT dan RW di desa, serta program lain.

”Target akhirnya seluruh desa bisa mandiri dan mampu menghidupkan rumah tangganya sendiri,” pungkasnya.(met)

DLHK Gesa Izin Lingkungan

0

batampos.co.id – Ketua Komisi Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) Provinsi Kepri Yerry Suparna mengatakan, penyusunan izin lingkungan proyek tahun jamak Pemprov Kepri sampai pada tahap akhir. Apabila tidak ada halangan, izin tersebut akan dikeluarkan dua pekan ke depan.

“Dari hasil sidang 3 April 2018 lalu mengenai Rencana Pengelolaan Lingkungan/Rencana Pemantauan RKL/RPL sudah ada kesepahaman persepsi,” ujar Yerry Suparna menjawab pertanyaan Batam Pos, Jumat (6/4).

Pria yang duduk sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Kepri tersebut menjelaskan, Komisi Amdal khusus mega proyek ini terdiri dari berbagai unsur. Seperti akademisi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkungan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kepri, dan Pemko Tanjungpinang.

Dijelaskannya, hasil akhir dari Amdal ini nanti berupa izin lingkungan. Dengan adanya izin itu, Dinas Pekerjaan Umum, Pertahanan dan Tata Ruang Kepri baru bisa mengajukan pelaksanaan lelang. Kata Yerry, kunci terlaksana atau tidaknya mega proyek tersebut tergantung hasil Amdal.

“Semua ada proses yang harus dilalui. Makanya kita tidak bisa diburu waktu, karena apabila ada kesalahan. Akibatnya fatal,” tegas Yerry.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pertahanan dan Tata Ruang Kepri Abu Bakar mengatakan, pada prinsipnya pihaknya sudah menyiapkan kebutuhan administrasi untuk pengajuan lelang.

Salah satu syarat mutlak yang belum dilengkapi adalah izin lingkungan. “Jika sudah keluar, langsung kita ajukan lelang,” ujar Abu Bakar.

Proyek Gurindam XII yang digagas Pemprov Kepri atau sebelumnya disebut Proyek Jalan Lingkar akan dimulai 2018 ini dengan dana awal sekitar Rp 110 miliar. Pem­bangunan berkelanjutan tersebut akan berakhir pada 2020 mendatang dengan total anggaran Rp 530 miliar.

Di luar anggaran tersebut, kegiatan strategis ini juga didukung oleh Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Pemprov Kepri yang juga mencapai seratusan miliar. Total anggaran untuk Gurindam XII ini bisa mencapai Rp 600 miliar secara bertahap. Tahun 2018 ini, Pemprov Kepri mulai menimbun kawasan depan Gedung Daerah yang menjorok ke laut sekitar 150 meter.(jpg)

SMPN 3 Tanjungpinang Gelar Reuni Akbar

0

batampos.co.id – Ikatan Keluarga Besar Alumni (IKBA) SMPN 3 Tanjungpinang akan menggelar reuni akbar pada 28 April 2018. Kegiatan ini diberi nama Silaturahim Akbar, dan merupakan reuni akbar yang kedua kalinya, sepanjang berdirinya sekolah SMPN 3 Tanjungpinang yang beralamat di Jalan Sawi No. 16 belakang Meja Tujuh, Tanjungpinang itu.

Reuni akbar yang pertama kali dilakukan pada 2012 lalu di Tanjungpinang. Ketika itu, sekitar dua ribuan alumnus SMPN 3 Tanjungpinang hadir. Mereka berasal dari Tanjungpinang, Kepri, Bandung, Jakarta, Pekanbaru, Kalimantan, Jawa, bahkan ada yang dari Amerika, Singapura, dan Malaysia.

Reuni akbar yang kedua kali ini merupakan hasil kesepakatan dan komitmen serta tindaklanjut dari reuni akbar yang pertama dulu. Dalam kegiatan ini juga dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang dilaksanakan di Teluk Keriting.
Pembina kegiatan reuni akbar, Syamsul Bahrum mengatakan, kegiatan ini murni sebagai ajang silaturahmi, dan tidak ada kaitannya dengan politik. Apalagi salah satu calon yakni Lis Darmansyah merupakan alumnus SMPN 3.

“Kami akan undang juga Pak Syahrul, Ibu Suryatati, Ibu Maya dan Ibu Rahmah pada kegiatan malam puncak nanti dan mantan wakil wali kota lainnya serta Penjabat Wali Kota Tanjungpinang dan Gubernur Kepri,” tutup Syamsul Bahrum.(cca)

PTT dan THL Ikut BPJS

0

batampos.co.id – Kabid Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, UKM dan Perindustrian Lingga Wahyudi Eka Putra mengatakan bahwa MoU pendaftaran seluruh PTT dan THL di Kabupaten Lingga menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan sudah rampung. Tinggal menunggu penandatanganan dari kedua belah pihak.

“Tinggal mencari waktu yang tepat untuk ditandatangani bupati dan pihak BPJS,” kata Wahyudi, Jumat (6/4) pagi.

Selain itu juga dilakukan penan­datanganan bersama antara pihak BPJS dengan ba­gian Keuangan Pemkab Lingga. Karena ke depan terkait pembayaran iuran BPJS akan dilakukan bagian keuangan tersebut.

Dinas Tenaga Kerja, menurut Wahyudi, hanya sebatas men­gawal proses pendaftaran seluruh PTT dan THL yang ada di Pemkab Lingga menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang ada.

“Intinya kami terus berusaha untuk menyukseskan program BPJS Ketenagakerjaan pada tahun ini juga. Sehingga tidak lagi di luar aturan yang ada,” ujar Wahyudi.

Ditanya terkait jumlah PTT dan THL yang ada di Kabupaten Lingga, Wahyudi mengaku belum mendapat data dari BKD yang baru-baru ini melakukan uji kompetensi. Sehingga data jumlah PTT dan THL yang baru belum diterima dinas ketenagakerjaan.(wsa)

Teknologi Sederhana yang Tepat Guna

0
Salah satu peserta lomba Teknologi Tepat Guna (TTG) dari Kecamatan Palmatak memperlihatkan teknologi yang ia ciptakan. F. Syahid/batampos.co.id

batampos.co.id – Tujuh peserta ambil bagian dalam lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Kabupaten Kepulauan Anambas 2018. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Balai Pertemuan Masyarakat Siantan (BPMS) Tarempa. Acaranya dibuka Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Wan Zuhendra, Kamis (5/4).

Wan mengingatkan, jangan sampai kegiatan TTG hanya menjadi kegiatan seremonial semata tanpa input yang jelas. ”Jangan sampai kegiatan ini sia-sia,” katanya.

Menurutnya, kegiatan ini untuk mengasah kreativitas masyarakat yang mempunyai nilai guna. Di mana pemerintah berusaha mencari penemu atau pencipta yang yang mampu menciptakan teknologi yang murah, tetapi mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wan mengharapkan setelah ada pemenang, harus ada sinergitas lintas dinas untuk membina pemenang. Karena selain menjadi wakil Anambas pada TTG tingkat Provinsi Kepri, pemenang juga berkesempatan tampil pada TTG tingkat nasional yang akan digelar di Pulau Dewata, Bali.

“Jangan sampai terputus, ini dapat dibina dan hasil karyanya dapat dimanfaatkan masyarakat,” tegasnya.

Wan mencontohkan, alat membuat kerupuk sangat diperlukan di Anambas, mengingat daerah ini merupakan penghasil ikan yang bisa diolah menjadi kerupuk.
“Alatnya bisa dipatenkan lalu diproduksi banyak dan dapat dibagikan kepada masyarakat sehingga menjadi teknologi yang bermanfaat,” ujarnya.

Ketua panitia lomba Arnov menjelaskan, awalnya ada delapan peserta yang akan ikut, namun satu di antaranya tidak jadi. Teknologi yang dibuat ketujuh peserta yakni teknologi pembuatan pakan ternak untuk penggemukan sapi dan pakan ternak ayam.

Mereka perwakilan Kecamatan Jemaja. Selanjutnya alat pemotong kerupuk, briket batok kelapa yang dijadikan bahan bakar, umpan gurita dan alat pemisah cengkih dari tangkai dipersembahkan perwakilan Kecamatan Palmatak, Lampu yang diubah menjadi bel pemanggil guru dari Kecamatan Siantan Selatan.

Lomba ini dibuka untuk umum dengan modal di bawah Rp 2 juta. Teknologi yang dipertandingkan tahun sebelumnya boleh lagi diikutsertakan. “Tapi syaratnya harus ada perkembangan ke arah yang lebih baik,” ungkapnya.

Untuk dewan juri diambil dari tenaga lokal seperti Dinas Pertanian, Kesehatan, Dinas Koperasi dan Dinas Sosial. “Hadiah pertama Rp 10 juta, kedua Rp 7 juta dan ketiga Rp 5 juta,” ujarnya.(sya)

Intimidasi Penumpang, Pengendara Taksi Terancam di Skors

0
Bandara Internasional Hang Nadim terus berbenah meningkatkan fasilitas dan pelayanannya. Tampak sejumlah kendaraan antre menaikkan penumpang yang baru keluar dari pintu kedatangan, Selasa (25/7). F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Permasalahan antara taksi online dan konvensional merembet hingga ke Bandara Internantional Hang Nadim Batam. Akibat paranoidnya pengendara taksi konvensional di bandara, beberapa kali penumpang menjadi korban intimidasi. Karena disangka akan menggunakan taksi online.

Hal ini diamini oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso.

“Kami telah menskors dua orang pengendara yang berlaku seperti itu (mengintimidasi penumpang,red),” katanya saat ditemui Batam Pos, Jumat (6/4).

Terkait dengan prilaku pengendara taksi di bandara, Suwarso mengatakan sudah mewanti-wanti para pengendara taksi. Dan selalu meminta ke para pengendara taksi, bila menemukan hal yang janggal seperti pengendara taksi online mengambil penumpang di bandara.

“Yah laporkan ke pihak berwenang, ke kami atau Polsek Bandara. Jangan main hakim sendiri,” ucapnya.

Sesuai aturan di Hang Nadim, pengendara taksi online tidak diperbolehkan mengambil penumpang di kawasan bandara. Namun boleh mengantarkan penumpang.

“Sesuai kesepakatannya begitu, tak bolah ambil. Antar yah silahkan,” ujarnya.

Walaupun sudah ada aturan jelas, masih tetap saja ada beberapa pengendara taksi online yang mencoba mengambil penumpang di bandara. Sehingga beberapa kali terjadi tindak persekusi yang dilakukan pengendara taksi konvensional kepada pengendara taksi online yang nekad mengambil penumpang.

Namun aksi ini tak hanya berdampak pada pengendara taksi online saja. Sering juga pengendara taksi konvensional mengitimidasi penumpang, karena dicurigai akan memesan taksi online. Hal itu terjadi, Kamis (5/4) lalu sehabis aksi mogok taksi konvensional.
Sekelompok orang taksi konvensional mengintimidasi penumpang yang akan naik kendaraan roda dua di parkiran bandara.

Sekelompok orang ini menduga pengendara roda dua yang menjemput penumpang tersebut adalah suruhan taksi online. Wanita dengan setelan hitam itu menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah memesan taksi online. Pengendara roda dua itu diminta saudaranya untuk menjemputnya di bandara.

Pengendara taksi bandara itu tidak menerima alasan dari penumpang tersebut. Mereka tetap kukuh menyatakan kalau perempuan itu memesan taksi online. Untuk membuktikan bahwa perempuan itu tidak memesan taksi online, sekelompok orang ini meminta perempuan itu memperlihatkan ponselnya, melihat apakah ada aplikasi online atau tidak. Tapi saat diperiksa, tak ada ditemukan pemesanan taksi online.

Beberapa orang yang melihat kejadian itu hanya geleng-geleng kepala. “Macam polisi periksa orang berbuat kejahatan saja,” kata seseorang masyarakat yang diketahui bernama Asmoro.

Saat mendengar ada kejadian seperti ini, Suwarso mengatakan akan lebih melakukan sosialisasi ke para pengendara taksi konvensional. Selain itu juga, pihak tak segan-segan akan memberikan tindakan tegas.

“Saya pastikan ada perbuatan ini, sanksinya di skors. Sekali lagi saya himbau, kalau ada serahkan ke pihak berwenang,” pungkasnya. (ska)

1.200 Prajurit TNI Akan Ditempatkan di Natuna

0

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, Natuna memerlukan penambahan pasar. Ini menyusul akan ada penempatan pasukan di Natuna.

Dikatakan Ngesti, berdasarkan informasi yang diterima, tahun ini TNI akan menempatkan sekitar 1.200 prajurit dari tiga kesatuan, yakni TNI AL, TNI AD, dan TNI AU di Natuna. Jumlah tersebut menurutnya harus didukung keberadaan pasar dan sarana penunjang lainnya.

Misalnya, di Desa Sepempang akan ada penempatan 800 prajurit Batalyon komposit TNI AD. Sementara di Sepempang tidak terdapat pasar untuk memenuhi kebutuhan. Ditambah jumlah masyarakat yang cukup ramai.

“Ada juga ditempatkan di Desa Setengar, karena penempatan prajurit marinir dan TNI AD, sekitar 200 orang, serta penempatan kompi Armed di Teluk Buton,” kata Ngesti, Jumat (6/4).

Kebutuhan dibangunnya pasar sangat penting. Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pihak TNI agar membantu pembangunan. “Pasar harapannya dibangun TNI dan dikelola masyarakat, mudah-mudahan pihak TNI bersedia,” ujarnya.

Menurut Ngesti, keberadaan pasar sangat membantu masyarakat, terutama para petani sayur mayur. Pemberdayaan petani akan lebih optimal dengan kebutuhan pasar yang akan meningkat.

“Masyarakat didorong untuk memaksimalkan lahan dan industri pangan. Karena hasil pertanian lokal akan diperlukan dan jumlah kebutuhan semakin besar,” sebut Ngesti. (arn)

Serap Pokok Pikiran dari Kabupaten/Kota

0

batampos.co.id – Pengesahan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan mulai terasa implementasinya. Pemerintah daerah setingkat kabupaten/kota kini diminta mengajukan pokok-pokok pikiran kebudayaan dari khazanah khas daerahnya.

Agar pekerjaan ini semakin mantap, Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Kepri didapuk sebagai koordinator lokakarya klaster 5 yang diikuti perwakilan dari provinsi Riau, Jambi, Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau.

Kepala BPNB Kepri Totok Sucipto menjelaskan, kegiatan lokakarya ini diselenggarakan serentak se-Indonesia dalam 20 klaster. “Dan BNPB Kepri menjadi koordinator klaster 5 di Tanjungpinang,” ungkap Totok, Kamis (5/4) malam di Hotel CK Tanjungpinang.

Lebih lanjut Totok menjelaskan, lokakarya ini juga bertujuan agar ketika pemasukan pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah dari masing-masing kabupaten/kota tidak terjadi kesalahan. Selain itu, pokok pikiran ini pula yang kelak akan menjadi pijakan dasar bagi pemerintah daerah menentukan kebijakan berkenaan kegiatan pembangunan kebudayaan di daerahnya.

“Jadi sudah ada dasarnya. Sudah terukur dan bisa dilihat dari lembar-lembar pokok pikiran ini,” jelas Totok.

Turut hadir sebagai narasumber kunci adalah Dirjen Kebudayaan Kemendikbud RI Hilmar Farid. Dalam paparannya, Hilmar menjelaskan pokok-pokok pikiran yang diajukan dari pemerintah daerah, kelak mestinya bisa menjadi pertimbangan kerja-kerja pembangunan dan pelestarian khazanah kebudayaan di masing-masing daerah.

Selain itu, sambung Hilmar, ke depannya, dari pokok-pokok pikiran ini juga dapat ditinjau tingkat urgensi dari masing-masing khazanah. Hal ini akan dibahas langsung dalam Kongres Kebudayaan yang diwacanakan akan dilangsungkan November mendatang.

“Jadi penyusunannya dari level kabupaten/kota harus sudah jelas dan tepat. Sehingga memudahkan ketika nanti diajukan sampai ke tingkat nasional,” ujar Hilmar.

Secara prinsip, pokok pikiran kebudayaan daerah adalah dokumen yang memuat kondisi faktual dan permasalahan yang dihadapi daerah. Diharapkan dari dokumen ini dapat menjadi acuan dalam pemajuan kebudayaan di masing-masing provinsi yang tergabung dalam klaster 5.(aya)

Tunggu Kehadiran Operator Selular

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Kepulauan Anambas Jefrizal mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu operator selular yang akan menggunakan jaringan fiber optik Palapa Ring Barat (PRB).Menurutnya, berdasarkan informasi, operator selular yang akan memanfaatkan PRB yakni Telkomsel dan XL.

“Kemungkinan besar dua provider itu,” ungkapnya, Jumat (6/4).

Selain itu, ada juga PT Telkom yang akan memperkuat memperkuat kapasitas bandwidth mereka dengan menggunakan jaringan fiber optik PRB. Setelah itu, barulah semua operator ini akan memperluas jangkauan dan layanan yang pada gilirannya menambah pelanggan.

Dikatakannya, provider mana saja yang akan memanfaatkan PRB, harus menarik kabel dari NOC ke perangkat milik mereka. Ini yang masih dibahas. Pasalnya jika ditarik lewat darat, penempatan kabel harus digali. Sementara tanah di Tarempa banyak bebatuan. “Kalau digali susah, bisa jadi ditarik kabel melalui udara dengan memasang tiang,” jelasnya.

Ia menambahkan, selama satu bulan terhitung sejak Menteri Kominfo Rudiantara datang 26 Maret lalu, jaringan 4G dipasang Telkomsel di NOC bisa dipakai untuk umum. Namun setelah itu, internet gratis tersebut akan ditutup. “Itu sebagai promosi,” ujarnya.

Sebelumnya, Rudiantara meminta pemerintah daerah memberikan kemudahan izin kepada provider mana saja yang akan memanfaatkan fiber optik Palapa Ring Barat.(sya)

Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Gesa Pembangunan Masjid Agung Batam

0
Pekerja menggesa pembangunan Masjid Agung II sampai malam hari di Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (5/4). masjid Agung II ini bisa menampung jamaah sebanyak 15 ribu dan terbesar di Sumatra. Diperkirakan 2019 rampung pengerjaannya. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Batam terus menggesa pengerjaan Masjid Agung Batam yang berada di Tanjunguncang, Batuaji.

Kepala DCKTR Batam, Suhar mengungkapkan pengerjaan sudah berjalan 20 persen, tahun ini pihaknya menganggarkan sedikitnya Rp 94 miliar dengan target penyelesaian mencapai 40-45 persen di akhir 2018 ini.

“Alhamdulillah pengerjaan berjalan dengan lancar, cuaca juga mendukung pengerjaan,” kata dia, Jumat (6/4).

Ia menjelaskan sesuai dengan target tersebut, masjid yang mengusung konsep wisata ini sudah bisa dinikmati bangunan hingga kubah masjidnya di akhir tahun nanti.

“Target lainnya masjid ini sudah bisa masyarakat gunakan untuk salat id tahun depan,” ujar mantan Kepala Bidang Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam ini.

Suhar menjelaskan masjid dibangun memiliki satu menara utama dan lima menara kecil. Selain bangunan utama masjid yang bisa menampung jamaah hingga 18.563 jamaah. Konsep wisata religi yang melekat pada Masjid Agung Batam ini mengharuskan masjid dilengkapi fasilitas yang bertaraf internasional.

Suhar menambahkan selain pengerjaan masjid Agung Batam, pihaknya juga tengah mempersiapkan rencana revitalisasi Masjid Raya Batam. “Ini juga tahun depan kami sudah mulai pengerjaannya. Sekarang desainya tengah kami persiapkan,” terangnya.(yui)