Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 12403

Polisi Masih Dalami Mikol Ilegal dalam Kontainer

0
Ratusan kardus mikol yang diamankan Kementrian Perdagagangan di Kantor Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Bintan, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kasus selundupan lima kontainer, 4 diantaranya milik Pelni yang diamankan Unit Reskrim Polsek Bintan Timur di Pelabuhan Sei Kolak, Pelabuhan Pelindo di Kijang, Kecamatan Bintan Timur, Sabtu (3/3) lalu diantaranya bermuatan 10 ribuan botol minuman beralkohol (mikol) tetap dilanjutkan.

Usai jumpa pers kasus tangkapan narkoba, siang kemarin, Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang menyampaikan kepada awak media bahwa kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

Karena pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi. “Itu lagi pendalaman, pengembangan dan penyelidikam lebih lanjut,” kata dia.

Jika sudah tiba waktunya untuk diekspos, Boy berjanji akan mengeksposnya. “Saya kasih tahu itu jika sudah waktunya untuk diekspos,” kata dia.

Kepada awak media, ia menyampaikan dalam penanganan kasus ini dirinya tidak sedikitpun berupaya menutup-nutup atau sampai tidak terbuka dalam kepada awak media. “Bukan berarti Kapolres menutup nutupi kasus ini atau tidak terbuka kepada teman teman,” kata dia.

Ketika dilempar pertanyaan sudah berapa saksi dan perkembangan terkini? Boy tersenyum sembari meninggalkan awak media. Salah seorang sumber kepada Batam Pos menyebutkan selain pengusaha hiburan malam Tanjungpinang berinisial MT alias AI diperiksa. Polisi pun telah memeriksa pegawai Kantor Pos Tanjungpinang inisial SW dan anak buahnya HR karena dugaan menyelundupkan barang produk nonsni ke Jakarta.

Kepala bidang usaha Pelni Tanjungpinang Putra dihubungi kemarin mengatakan, pihaknya belum mengetahui siapa penyewa kontainer milik Pelni. “Kita masih tunggu dari Polsek, karena kami belum tahu siapa pemilik barang,” kata dia.

Ia berharap kasus ini cepat selesai supaya kontainer milik Pelni segera dikembalikan dan bisa dipergunakan kembali. Sebelumnya kasus ini bermula saat pihak kepolisian menunda pemuatan lima kontainer ke kapal KM Doloronda di pelabuhan Kijang karena dicurigai bermuatan barang barang selundupan, Sabtu (3/3).

Usai Selasa (6/3) dipoliseline, Rabu (7/3) lima kontainer dipindahkan ke Mapolres Bintan. Kamis (8/3) dilakukan pembongkaran dan rampung pada Jumat (9/3). Dari pembongkaran itu ditemukan barang barang nonsni mulai kosmetik, sex toys, mainan anak anak, pakaian dan 10ribuan botol mikol dari 13 merek.(met)

Lappan Natuna Bangkitkan Tradisi Balap Jung

0

batampos.co.id – Menyambut kalender pariwisata yang dihelat pemkab Natuna tahun ini, berbagai elemen masyarakat turut berpartisipasi salah satunya Lembaga Promosi Pariwisata Natuna (Lappan) Natuna.

Mereka akan menggelar lomba Jung pada bulan Mei mendatang. Sekaligus upaya melestarikan dan menghidupkan kembali tradisi masyarakat Natuna dimasa silam.

Ketua Lappan Natuna, Zaharudin mengatakan, Jung merupakan perahu tanpa awak dengan ukuran mini. Ukuran panjang jung sekitar 40 hingga 50 centimeter dengan lebar sekitar 10 hingga 15 centimeter.

Perahu mini tersebut dilengkapi dengan layar setinggi 1 sampai 1,5 meter dan penyeimbang selebar 1 meter. Kemudian di bagian buritan terpasa moncong lancip sepanjang 1 meter.

“Kita sudah pastikan pada musim angin Timur Laut nanti perlombaan Jung digelar. Lokasinya di wilayah pantai Tanjung,” kata Zaharudin kemarin.

Menurutnya, tahap pertama perlombaan itu akan digelar di tingkat lokal. Dengan peserta dari beberapa Kecamatan di Pulau Bunguran. Hanya saja penontonnya bisa sja berskala internasional. Pada perlombaan itu kecepatan jung akan jadi penilaian utama.

“Berdasarkan hasil survie yang telah dirilis beberapa lembaga, Jung Natuna dinyatakan paling cepat di Asia. Kecepatannya bisa mencapai 40 knot. Jadi ninti bisa saja pagelaran itu dihadiri oleh pecinta Jung dari lintas negara,” ujar Deng.

Zaharudin mengatakan, pada masa kolonial (Belanda dan Jepang,red), lomba pacu Jung di Natuna merupakan salah satu ivent bergensi. Dengan itu Jung Natuna terkenal di Jepang hingga ke Belanda.

Seradu dan kaum kolonial tempo dulu menjadikan pagelaran ini sebagai ajang perjudian sehingga antusias pemain jung semakin tinggi dimasanya kolonial.

“Maka nanti pada acara itu kami akan melibatkan Muri untuk memberikan assisment pada semua sisi Jung Natuna. Kami berharap paling tidak sisi kecepatannya bisa masuk rekor Muri,” tandasnya.(arn)

Pemerintah akan Tutup 70 Pelabuhan di Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan penyelundupan di wilayah Kepri masih cukup tinggi. Di antara penyebabnya karena banyaknya pelabuhan tak resmi di Batam. Untuk itu, ia menegaskan pemerintah akan menutup setidaknya 70 pelabuhan ilegal tersebut, dalam waktu dekat.

“Akan dibereskan satu persatu,” kata Luhut saat meninjau lokasi labuh jangkar di Batam, Kamis (15/3).

Selain menutup pelabuhan tak resmi, Luhut mengatakan pemerintah pusat akan mengurangi lokasi labuh jangkar di Kepri dari 17 lokasi menjadi hanya tiga lokasi. Lokasi-lokasi tersebut antara lain berada di Pulau Nipah, Karimun, dan di Bintan.

“Tiga tempat ini nanti akan dikoordinasikan dengan daerah. Daerah Nipah itu bagus,” katanya.

Pengurangan titik labuh jangkar ini juga dimaksudkan untuk membatasi ruang gerak para penyelundup. Nantinya pemerintah pusat akan melibatkan Bakamla, TNI AL, Bea Cukai, dan Kementerian Perhubungan untuk merancang sistem pengawasan yang efektif.

“Kita mau buat efisien sehingga masalah penyelundupan itu bisa diatasi,” jelasnya.

Kekahawatiran Luhut terhadap kasus penyelundupan di Kepri bisa dipahami. Karena salah satu pulau terluar Kepri yakni Pulau Tolop sering menjadi lokasi labuh jangkar ilegal tapi ideal bagi kapal-kapal asing. Hal tersebut juga memudahkan bagi para penyelundup untuk bisa beraksi di dalam wilayah Kepri.

Luhut mengatakan dalam waktu dekat ia akan mengajak instansi terkait untuk rapat terkai hal ini. Dalam pandangan Luhut, ia menyukai Pulau Nipah sebagai lokasi labuh jangkar. Alasannya sederhana, karena lokasinya yang sangat strategis. Alasan tersebut dikemukakannya saat berkunjung ke sana Maret tahun lalu.

Disamping itu, Nipah memiliki kedalaman yang cukup ideal untuk menjadi pelabuhan transhipment dan juga memiliki lokasi yang relatif cukup mudah untuk direklamasi. Sedangkan Pulau Tolop sulit untuk direklamasi karena berdekatan dengan Pulau Belakangpadang, walaupun pulau tersebut langsung berhadapan dengan Singapura.

“Semua bisa dikoordinasikan, namun salahnya kita tak pernah terintegrasi kerjanya,” jelasnya.

Dalam benaknya, Pulau Nipah juga merupakan lokasi ideal untuk terminal depot minyak atau biasa disebut oil tanking.

“Pulau Nipah akan dimainkan menjadi area berlabuh kapal dan di situ mungkin akan dibuat oil tanking dan sebagainya. Sedangkan Pulau Tolop menurut saya masih dalam area Pulau Nipah,” katanya lagi.

Ia berjanji akan segera menyelesaikan hal ini karena Luhut menyadari potensi labuh jangkar di Kepri sangat besar.

Disamping penetapan lokasi labuh jangkar, pemerintah pusat juga akan segera membenahi pelabuhan di Batam. “Kami sudah melihat pelabuhan di Batam. Batam ini harus punya pelabuhan mumpuni, tidak seperti sekarang,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Gubernur Kepri Nurdin langkah pemerintah pusat membatasi lokasi labuh jangkar di Kepri sangat tepat.

“Lebih ditertibkan, sehingga gampang diawasi dan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi daerah,” ungkapnya.

Mengenai tiga lokasi labuh jangkar baru, Gubernur juga menilai sudah tepat. “Memang ada beberapa lokasi lego jangkar tapi akan jadi tidak menarik kalau terlalu banyaknya dan juga sulit dari segi pengawasan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk Pulau Tolop, ia mengatakan tidak direkomendasikan karena di sana merupakan alur pelayaran internasional. Untuk pelabuhan baru, Nurdin akan menawarkan pembangunan Pelabuhan Tanjungsauh.

Nurdin tampaknya tetap optimistis meski lokasi labuh jangkar di Kepri akan dikurangi. Apalagi hingga saat ini, pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri tak kunjung mendapat hak untuk memungut uang labuh jangkar di Kepri yang hingga saat ini masih dipungut Kementerian Perhubungan.

Mereka saat ini hanya menunggu Peraturan Pemerintah (PP) soal kewenangan pungutan labuh jangkar oleh Pemerintah Provinsi segera disahkan. Pemprov Kepri yakin karena potensi pendapatan labuh jangkar sangat besar. Hitung-hitungannya bisa mencapai Rp 300-400 miliar per tahun. (leo)

Niat Kabur, Seorang Pelaku Curanmor Tenggelam di Dam Mukakuning

0

batampos.co.id – NS terduga pencuri motor hilang saat menceburkan diri di sekitar Dam ATB Mukakuning, Seibeduk, Kamis (15/3). Saat ini pihak Badan Sars Nasional (basarnas) Kepri dan Kepolisian Perairan Polresta Barelang masih melakukan pencarian.

Kapolsek Seibeduk, AKP Sutrisno Saragih mengaku Ns berani menceburkan dirinya ke dalam Dam lantaran dikejar oleh pihak sekuriti PT ATB.

“Infonya dua orang. Korban yang bernama Khaerul Ali alias Roger selamat dan sudah diamankan di Polsek Sagulung sementara Ns ini masih hilang,” ujar Saragih dilokasi.

Dia mengatakan tidak tahu pasti bagaimana keduanya bisa berada di dalam kawasan Dam ATB di Mukakuning . Namun diduga keduanya merupakan pelaku pencurian motor yang tengah melarikan diri. Hal itu diakui juga oleh Kapolsek Sagulung, AKP Hendrianto. Dia mengatakan kedua pria yang menceburkan diri ke dalam dam tersebut merupakan pelaku curanmor.

Awal terungkap mereka pelaku curanmor adalah saat anggota polisi Polsek Sagulung sedang meringkus salah seorang yang juga pelaku curanmor di Rusun Mukakuning, Rabu (14/3) sekitar pukul 13. 00 WIB. Usai meringkus pelaku tersebut, tiba-tiba dua orang yang tengah mengendarai sepeda motor dari arah Batuaji berhenti dan lari pontang-panting masuk ke dalam Rusun.

Merasa ada yang janggal, anggota polisi itu pun melakukan pengejaran kepada keduanya, namun karena sudah terlalu jauh dan mereka masuk ke dalam hutan Dam Duriangkang, akhirnya dibiarkan. “Tapi motor yang ditinggal diamankan anggota, dan setelah dicek, ternyata motornya hasil curian, dan TKPnya di Sekupang,” jelas Hendrianto.

Hendrianto menyimpulkan keduanya melarikan diri lantaran takut ditangkap oleh anggota polisi. “Mereka takut ditangkap, ” katanya.

Sementara selama berada di dalam hutan Dam Duriangkang, kedunya bersembunyi sekitar dua jam. Lalu setelah dipergok oleh seorang satpam perusahaan ATB, keduanya lari kocar-kacir dan berniat menyeberangi danau. Namun naas, keduanya tak berhasil melarikan diri. Khaerul berhasil diselamatkan setelah hampir tenggelam sedangkan Ns menghilang saat berenang.

“Diduga dia (Ns, red) tak bisa berenang dan tenggelam,” ujar satpam ATB, Muhammad Said.

Setelah mengamankan Khaerul, pihak satpam pun menghubungi Polsek Seibeduk. Oleh Polsek Seibeduk yang mengira pelaku termasuk komplotan curanmor yang sebelumnya ditangkap oleh Polsek Sagulung lantas menghubungi mereka kembali.

“Saya dapat info sekitar pukul 18.00 WIB, saya pun perintahkan anggota untuk menjemput pelaku yang selamat,” jelas Hendrianto lagi.

Kepada Hendrianto, pelaku yang selamat mengakui jika kendaraan yang diamankan memang hasil curian. Saat ini pelaku masih di tahan Mapolsek Sagulung, sementara pelaku yang tenggelam masih belum ditemukan.

“Menurut pengakuannya mereka habis nyabu juga kalah main jackpot. Karena masih pengaruh sabu, jadi pikiran mereka ling-lung dan ketakutan,” tutup Hendrianto. (une)

Bupati Natuna Kritik Kebijakan Gubernur

0
Abdul Hamid Rizal. F. Aulia Rahman/batampos.co.id

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengungkapkan kekecewaan kebijakan Gubernur Kepri, soal pemerataan anggaran ke daerah. Menurut Hamid, perhatian Provinsi kepada Kabupaten Natuna sudah berkurang. Dari alokasi anggaran pembangunan pun terus menurun.

“Anggaran Natuna dari Provinsi terus menurun, tahun ini dialokasi sekitar Rp 23 miliar. Tapi tahun depan kemungkinan menurun lagi,” ungkap Hamid Rizal saat penutupan Musrenbang 2019 di gedung Sri Serindit Ranai kemarin.

Sementara kebutuhan anggaran pembangunan kata Hamid Rizal, Natuna sangat besar. Dengan harapan mendapat lebih dari pemerintah Provinsi, mendukung percepatan pembangunan Kabupaten perbatasan.

“Saya dapat bocoran, tahun 2019 mendatang. Provinsi hanya berikan alokasi anggaran ke Natuna hanya Rp 6 miliar. Padahal Natuna sekarang masih bagian dari provinsi Kepri,” ujar Hamid Rizal.

Kondisi infrastruktur yang dibangun pemerintah provinsi saat ini, harus ada pemeliharaan, seperti jalan. Bahkan masih banyak pembangunan jalan bertatus provinsi yang belum tuntas.

“Sekarang Provinsi cenderung membesarkan anggaran ke Karimun. Padahal Natuna daerah penghasil Migas,” ujar Hamid.

Kepala Bappeda Pemkab Natuna Moestafa mengatakan, tuntutan pembangunan infrastruktur status alokasi anggaran dari Provinsi masih banyak diperlukan di daerah. Terutama pembangunan fisik jembatan hingga jalan.

“Sejumlah jembatan dan jalan berstatus provinsi, sekarang banyak kondisi rusak. Pemerintah daerah beharap ada perhatian dari Provinsi,” ujar Moestafa.(arn)

Gairahkan Aktivitas Sebelum Fajar

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak umat untuk membiasakan diri dengan aktivitas baik kaum muslimin. Aktivitas itu adalah bergerak sebelum fajar yang dimulai dari shalat Subuh berjamaah.

“Orang lain meniru Islam, bangun sebelum fajar untuk mengejar rezeki, meskipun mereka tidak ada kewajiban salat. Kita malah tidak mengikuti budaya itu. Tidur sampai lupa shalat dan kadang mengumbar aurat,” kata Nurdin saat Safari Subuh di Masjid Al Khoir Perumahan Anggrek Mas I Batam, Kamis (15/3).

Menurut Nurdin rata-rata mereka yang menggunakan budaya beraktivitas sebelum fajar selalu lebih maju. Karena itu, Nurdin berpesan agar kebiasaan baik ini dijalankan segera. Apalagi ketika anak-anak dikatih untuk itu.

Aktivitas tersebut, juga membuat masjid menjadi semakin makmur. Menurut Nurdin, jika ingin melihat kemakmuran suatu daerah, lihatlah kemakmuran masjidnya. Lihat ketika waktu shalat tiba, seberapa banyak jamaah yang shalat di mesjid itu.

Nurdin mencontohkan, jika di suatu desa terpencil terdapat masjid megah dan indah, kemungkinan masyarakatnya selalu memakmurkan masjid itu. Apalagi jika subuh, masjid itu penuh jamaahnya.

Menurut Nurdin, dengan selalu shalat berjamaah, akan terjalin silaturahmi. Dengan silaturahmi, rezeki untuk masjid pun mengalir.

“Yuk kita shalat berjamaah, agar anak-anak meniru kita,” kata Nurdin.

Pada kesempatan itu Nurdin menyampaikan aktivitas dirinya yang akan bertolak ke Anambas untuk menghadiri acara MTQ. Dia berharap doa masyaeakay semoga anak-anak di Kepri yang mengikuti MTQ, sehat dan semakin pintar.

“InsyaAllah kelak mereka akan menjadi Alquran berjalan. Allah akan menolong sesuatu yang diawali dengan niat baik,” kata Nurdin. (bni)

Bank Riau Kepri Hibahkan Mobil Operasional

0
Direktur Operasional Bank Riau Kepri, Denny M Akbar (4 kanan) menyerahkan kendaraan operasional BAP kepada Sekda Kepri TS Arif Fadila di Kantor BAP, Kamis (15/3). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Akreditasi Provinsi Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Non Formal (BAP PAUD dan PNF) Provinsi Kepri mendapatkan hibah satu unit mobil

operasional, Kamis (15/3) kemarin. Mobil yang akan difungsikan sebagai kendaraan operasional sehari-hari ini bukan bantuan dari pemerintah daerah. Melainkan, dari
penyaluran dana peduli lingkungan Bank Riau Kepri.
Direktur Operasional Bank Riau Kepri, Denny M Akbar menuturkan hibah satu unit mobil ini merupakan wujud dukungan Bank Riau Kepri terhadap program-program pelayanan
yang dilangsungkan pemerintah daerah. “Kami ingin ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Hadir dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, TS Arief Fadilah. Bagi Arief, kepedulian Bank Riau Kepri patut diteladani bagi instansi lain dalam menyalurkan
dana peduli lingkungannya saban tahun.
“Utamanya dalam menjadi sarana pemenuhan kebutuhan yang selama ini belum mampu terpenuhi oleh pemerintah daerah,” ucapnya.
Arief berharap bantuan yang disalurkan ini kian menunjang kinerja BAP PAUD dan PNF Kepri dalam melaksanakan tugas-tugasnya saban hari. Mengingat kerja-kerja program
lembaga ini terbilang tidak boleh dipandang sebelah mata dalam menjamin mutu pendidikan PAUD dan PNF yang ada di tujuh kabupaten/kota.
Ketua BAP PAUD dan PNF Kepri, Nusariadi siap memenuhi imbauan tersebut. Selama ini, diakuinya, bahwasanya ketiadaan mobil operasional kerap menjadi kendala jajaran
petugas dalam bekerja.
“Apa yang diberikan Bank Riau Kepri ini menjawab kendalam kami selama ini. Kami akan lebih maksimal lagi dalam bekerja,” janjinya.(aya)

Sosialisasi Pencegahan Penggunaan Narkoba

0
General Manager PT Timah Tbk I Gede Adiputra foto bersama usai melaksanakan sosialisasi pencegahan penggunaan narkoba yang diselenggarakan, Kamis (15/3) kemarin. F. Imam Soekarno/batampos.co.id

batampos.co.id – PT Timah Tbk menggelar sosialisasi pencegahan pengunaan narkoba, Kamis (15/3) di wisma PT Timah. Kegiatan diselaraskan dengan penandatanganan MoU bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Karimun.

Sosialisasi diikuti seratusan karyawan PT Timah, pelajar, tokoh masyarakat, pemuka agama, pemuda dan dinas instansi. Hadir juga General Manager (GM) PT Timah wilayah Riau Kepri I Gede Adiputra, Kapolres Karimun AKBP Agus Fajarudin, Cabjari Kundur diwakili Senopati, dan Kasugbag BNN Karimun Despianti.

GM PT Timah wilayah Riau Kepri I Gede Adiputra menyebutkan, pihaknya mendukung sepenuhnya pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Hal itu dibuktikan dengan dilakukanya sosialisasi tentang pencegahan penggunaan narkoba yang dilaksanakan setiap tahunya. Sebagai bentuk dukungan karyawan PT Timah juga telah melaksanakan tes urine dan hal ini akan terus dilakukan. Bahkan PT Timah juga komitkan dan tegas memberhentikan bagi karyawan yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba.

“Saya harapkan melalui sosialisasi pencegahan penggunaan narkoba tidak ada lagi karyawan PT Timah Tbk yang terlibat dalam penggunaan dan penyalahgunaan narkoba,” tegas I Gede Adiputra.

Sementara Kapolres Karimun AKBP Agus Fajarudin menegaskan jika masalah penyalahgunaan narkoba menjadi tanggungjawab bersama. Untuk itu pihaknya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut peduli terhadap peredaran narkoba yang sudah menghantui di masyarakat. Terutama orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak dan melihat sifat keseharian. Diakunya pengaruh narkoba sangat besar terutama masalah kehidupan sosial dan ekonomi di tengah masyarakat.

“Di wilayah Karimun selama satu tahun ini sudah ada sekitar 3 kilogram sabu yang kita amankan. Bahkan di perairan Batam juga telah diamankan 1,6 ton sabu-sabu. Melihat besarnya peredaran narkoba mari kita perangi bersama-sama untuk katakan tidak pada narkoba,” terang Kapolres.

Diakhir acara sosialisasi pencegahan penggunaan narkoba Kapolres Karimun Agus Fajarudin juga mendeklarasikan anti berita hoax (berita bohong). (ims)

 

Peserta Dimotivasi Jadi Pemimpin

0
Narasumber ketika memberikan materi di kongres IONAS MPK III dan latihan dasar kepemimpinan di SMAN Karimun. F. Tri Haryono/batampos.co.id

batampos.co.id – Kongres Ikatan Osis SMP Nasional (IONAS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) ke-3 dan latihan dasar kepemimpinan 2018 kembali dilanjutkan, Kamis (15/3) di SMPN 1 Karimun. Agenda kali ini, membahas dunia pendidikan, menjadi seorang wirausahawan serta bagaimana seorang pemimpin yang harus menjadi tauladan bagi anggotanya.

Selain itu, pemilihan pengurus kongres IONAS ke IV dan pengenalan serta presentasi sekolah dari peserta yang sekaligus pertukaran ide juga ikut dibahas.

“Dari 10 sekolah yang ikut, mereka diberikan kesempatan untuk mengeluarkan ide terhadap dunia pendidikan. Yang langsung berdiskusi dengan narasumber maupun para pelajar lainnya,” kata Romi Noviza ketua panitia IONAS MPK ke 3, kemarin (15/3) di SMPN 1 Karimun.

Narasumber yang dihadirkan dari bidang kewirausahaan yaitu Yusriana Susanti, bidang kepemimpinan Paizah dan hipnoterapi Rica Irma Dhiyanti serta dari Dinas Pendidikan Karimun.

“Kalau dilihat antusias para pelajar cukup tinggi, terutama yang berasal dari luar Karimun. Walaupun, mereka baru kenal tapi kesan pertama keakraban antar pelajar sudah terjalin bagus,” ungkapnya.

Pada hari pertama para perwakilan sekolah dari 10 sekolah melakukan kunjungan ke kantor DPRD Karimun, Pemkab Karimun, masjid Agung dan objek wisata yang ada di Karimun. Dan kegiatan tersebut, disejalankan dengan pagelaran kesenian SMPN 1 Karimun. Dari 10 perwakilan peserta, di antaranya dua sekolah SMPN dari Jakarta, Makasar, Bangka Belitung, SMPN 2 Binaan Tebing, SMPN 2 Karimun, SMPN I Meral, SMPN I Kundur, SMP Satap Durai dan SMPN I Karimun sebagai tuan rumah.

Alhamudlillah, Kabupaten Karimun khususnya SMPN I Karimun dipercaya sebagai tuan rumah kegiatan ini. Yang secara otomatis, ada nilai tambah bagi sekolah kita. Dan paling penting, memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk bertukar informasi dunia pendidikan maupun kebudayaan masing-masing sekolah,” kata Romi.

Pantauan di lapangan, para pelajar dari masing-masing sekolah sedang serius mendengarkan penyampaian narasumber. Baik secara lisan maupun dilakukan praktek dalam penyampaian materi dari narasumber. (tri)

Kendalikan Jaringan Narkotika Internasional dari Lapas

0
Kapolres Bintan, AKBP Boy Herlambang, Kalapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Misbahuddin, dan Kasatres Narkoba Polres Bintan AKP Joko, ekspos tangkapan narkoba di Mapolres Bintan, Kamis (15/3).

batampos.co.id – Tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas IIA Tanjungpinang kilometer 18 Kijang, Tju Ang Pio alias Ampio, 37, yang diamankan Sipir Lapas, Rabu (28/2) lalu terlibat jaringan narkotika internasional.

Dari Dalam Lapas, warga Dabo, Lingga itu memesan narkotika jenis sabu ke jaringan Bangkok, Thailand, dan Malaysia. Sehingga tidak heran jika pelaku sering menggunakan barang haram itu di dalam lapas.

Atas informasi tersebut pihak kepolisian langsung melakukan pengembangan.Pihaknya memancing tersangka lain dengan cara memesan sabu melalui ponsel tersangka. Pesanan itu diterima dan dibawa dua orang kurir dari Malaysia ke Batam melalui Pelabuhan Internasional Batamcenter, Batam, Senin (5/3).

“Ampio adalah “pilot” (yang mengendalikan sabu),” ujar Kasatres Narkoba Polres Bintan, AKP Joko usai jumpa pers di Mapolres Bintan, Kamis (15/3).

Setelah dipastikan membawa sabu dari Malaysia, Polres Bintan bersama Ditresnarkoba Polda Kepri langsung menangkap kedua kurir sabu tersebut. Saat diamankan, petugas menemukan paket sabu seberat 1,6 ons.

Sabu dibungkus dalam plastik kemudian dimasukkan dalam kondom dan dilapisi kembali oleh kondom, baru dioles dengan lotion atau baby oil. “Karena itu wilayah hukum Polda, kedua kurir diserahkan ke Polda Kepri untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Sebenarnya lanjut Joko, pihaknya nyaris mengagalkan penyelundupan narkotika jaringan Ampio dari Bangkok.
“Sebelum ditangkap, SMS di hape tersangka ada transaksi narkoba Bangkok ke Indonesia,” jelasnya.

Informasi awal kata Joko, akan masuk sabu tujuan Batam. Rencananya kurir sabu dari Johor Baru itu terbang ke
Bangkok untuk mengambil sabu. Mereka rencananya terbang kembali ke Johor Baru lanjut ke Batam. Rupanya ke empat kurir sabu itu batal ke Batam dan mengalihkan rutenya ke Bali.

“Kami sudah koordinasi dengan Bea Cukai dan Imigrasi, tapi para kurir itu merubah rute ke Bali. Mereka diamankan kepolisian Bali di Bandara 11 Maret lalu,”ujarnya.

Selain Ampio, Polres Bintan juga mengamankan kurir pemasok narkoba ke dalam lapas, Husni Thamrin Rokan alias Adel di Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang, 17 Februari lalu. Informasi saat itu, Adel yang sudah sering memasok sabu ke lapas akan kembali membawa sabu pesanan ke Lapas.

Dari informasi itu, polisi akhirnya membekuk Adel saat turun dari kapal. “Awalnya dia akan turun ke Tanjunguban, tapi mengalihkan rute ke Tanjungpinang. Infonya ada orang suruhan dari Lapas akan menjemput barang haram itu, namun informasi ini masih dikembangkan,” kata dia.

Dari tangan Adel disita sabu seberat 239,92 gram, dari 2 paket ukuran sedang dan 5 paket ukuran kecil serta 1 unit hape merek nokia dan 1 unit hape android merek Samsung.Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang mengatakan, dua pelaku kasus narkotika telah diamankan. Untuk kasus dengan pelaku Adel, pihaknya masih akan terus mengembangkan.Sedangkan pelaku Ampio, kata dia merupakan limpahan tangkapan dari Lapas narkotika Kelas IIA Tanjungpinang.

Terhadap kedua pelaku akan dikenakan pasal 112 ayat 2 dan pasal 114 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.”Ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal hukuman mati,” kata Kapolres.

Kalapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang, Misbahuddin mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengamanan sesuai SOP. Namun berbagai cara dilakukan para pelaku untuk menyelundupkan narkoba ke dalam lapas. Atas kejadian tersebut ia berjanji akan meningkatkan pengawasan di dalam lapas.

Sebelumnya, pihak Lapas Kelas IIA Tanjungpinang melakukan razia di Kamar Blok B Nomor 21, Rabu (28/2) lalu. Dari kamar tersebut, petugas mendapatkan narkoba jenis sabu dan dua buah hape yang diketahui milik Ampio. Pelaku kemudian dibawa ke Mapolres Bintan dan berhasil membongkar jaringan narkoba yang dikendalikan pelaku. (met)