Kamis, 16 April 2026
Beranda blog Halaman 12404

Kapolda Kepri Meminta Batam Pos Berperan Aktif Menjaga Kamtibmas

0
Kapolda kepri Irjen Didid Widjanardi didampingi Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga berdialog dengan GM Batam Pos Guntur Marchista Sunan bersama jajaran direksi Batam Pos saat kunjungan ke Mapolda Kepri, Kamis (1/3/2018). | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi meminta Batam Pos berperan aktif menjaga kondisi yang kondusif, serta memelihara Kamtibmas (Keamanan dan ketertiban masyarakat). Hal ini disampaikan Kapolda Kepri saat kunjungan silaturahim jajaran managemen Batam Pos ke Mapolda Kepri, Kamis (1/3).

“Terimakasih selama ini telah menjaga dan memberitakan hal-hal yang positif,” kata Irjen Pol Didid Widjanardi.

Didid berharap ke depannya, kerjasama anatara Polda Kepri dengan Batam Pos bisa lebih ditingkatkan lagi. Sehingga kondisi yang aman, tenang dan nyaman bisa tercipta di Kepri. Dan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Terimakasih atas kerjasama Batam Pos selama ini, menjadi media partnernya Polda Kepri,” tuturnya.

Didid menuturkan sejak dirinya menjabat jadi Kapolda Kepri, tak sempat menyambangi media-media yang ada di Kepri. Hal ini dikarenakan kesibukannya dalam menjalankan tugas. Lalu juga harus menjalankan program seratus harinya.

Selama bertugas di Kepri, Didid telah berhasil memberantas judi, narkoba dan penyelundupan. Tiga poin tersebut jadi perhatian Didid selama menjabat sebagai tampul pimpinan Polda Kepri.

Terkait dengan rencana Batam Pos membuat edisi khusus HUT Polda Kepri ke 13, Didid menyambut baik hal ini. “Bagus sekali, saya akan support,” ucapnya.

General Manager Batam Pos, Guntur Marchista Sunan memiliki komitmen untuk menjaga kondisi Kepri. Ia memiliki keyakinan yang sama, dengan kondisi yang kondusif akan dapat meningkatkan perekonomian.

Ia mengucapkan terimakasih, atas dukungan dari Kapolda Kepri dalam pembuatan edisi khusus Batam Pos untuk menyambut HUT Polda Kepri.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri juga oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga, Pimred Batam Pos M Iqbal, Manager Iklan Batam Pos Try Agus, Manager Strategi Komunikasi dan Informasi Batam Pos Reza Pahlevi. (ska)

Rumah Mantan Wawako Terbakar

0
Petugas berusaha memadamkan api yang menyulut di salah satu kamar rumah mantan Wawako di jalan Bukit Raya Tanjungpinang, Kamis (1/3). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Rumah mantan Wakil Walikota (Wawako) Tanjungpinang almarhum Wan Nizar di jalan Bukit Raya Tanjungpinang nyaris terbakar, Kamis (1/3) sekitar pukul 08.30. Saat kejadian, rumah yang kini ditempati anaknya Wan Zakaria dalam keadaan kosong. Api yang menyulut salah satu kamar diduga berasal dari korsleting listrik.

“Saya dan keluarga lagi tidak di rumah, lagi pergi sarapan, tadi di telpon tetangga kalau rumah terbakar,” kata Wan Zakaria.

Zakaria menduga api berasal dari korsleting pendingin udara karena saat keluar rumah, ia tidak langsung mematikan kontak pendingin udara tersebut, hanya mematikan melalui remote kontrol.

“Ac, kasur dan lemari di kamar tamu sudah hangus terbakar, untung petugas cepat memadamkan api, ujarnya.

Salah seorang tetangga korban, Madia mengatakan, dirinya melihat asap hitam disertai api yang keluar dari jendela rumah. Ia pun langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Saat membersihkan halaman rumah, saya lihat asap dan api dari jendela di lantai dua, saya langsung nelpon pemadam, tidak lama kemudian datang tiga mobil pemadam ,” ujar Madia.

Kabid Penanggulangan Kebakaran Satpol PP Nanang Herry mengatakan petugas pemadam berhasil memadamkan api yang membakar seluruh isi kamar sehingga api tidak menyebar ke ruangan lainnya. “Api kemungkinan berasal dari kontak listrik pendingin udara yang juga ikut terbakar,” jelasnya. (odi).

Orang Tua Ingin Penjarakan Anaknya

0
Dua pelaku pencurian Darwis dan Gusti Marwan digiring petugas di Mapolsek Bukit Bestari, Kamis (1/3). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Unit Reskrim Polsek Bukit Bestari membekuk Darwis,20, pencuri brankas milik orang tuanya sendiri. Pelaku ditangkap di perumahan Ganet Tanjungpinang, Kamis (22/2) lalu. Selain itu, polisi juga mengamankan Gusti Marwan,20 karena ikut membantu mencuri.

Penangkapan berawal dari laporan Tet Loi,52, orang tua pelaku yang melaporkan kehilangan brankas yang berisi uang sebesar Rp 16 juta dan sejumlah kalung emas senilai Rp 25 juta saat rumahnya di jalan Haji unggar Tanjungpinang dalam keadaan kosong.

Dari hasil penyelidikan, korban mencurigai anaknya, karena sering berselisih paham dengan korban dan tidak pernah pulang ke rumah sejak kejadian tersebut.

“Atas dasar kecurigaan tersebut, lalu kami tangkap pelaku untuk dilakukan pemeriksaan” jelas Kapolsek Bukit Bestari Kompol Arbaridi Jumhur melalui Kanit Reskrim Ipda Haris, Kamis (1/3).

Pelaku mengaku telah menghabiskan uang Rp 16 juta untuk membeli dua ponsel dan untuk kebutuhan sehari-hari. “Sebagian uang jasil curian digunakan ke dua pelaku untuk foya foya ke Batam,” ujarnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 363 ayat 1 Jo Pasal 367 ayat 2 KUHP Pidana Tentang Pencurian dan pemberatan dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara.

Sebelumnya pihak kepolisian telah berusaha melakukan mediasi dengan orang tua pelaku, namun orang tua pelaku enggan memaafkan dan tidak bisa menerima perbuatannya anaknya sendiri. “Orangtuanya tidak mau mencabut laporan polisi, jadi tetap kita lanjukan proses hukumnya,” kata Haris. (odi)

Dua Napi Lapas Tanjungpinang Kabur

0
Juhairi alias Kay Bin Mohd Ali. F. Lapas Tanjungpinang untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Dua narapidana Muhammad Efendi bin Herman, 33 dan Juhairi Ala bin Moh Ali, 48 berhasil kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA umum Tanjungpinang di Kilometer 18 Kijang, Bintan sekitar pukul 03.41 WIB, Kamis (1/3).

Satu dari dua napi yang berhasil kabur, petugas Lapas juga berhasil mengamankan satu orang napi bernama Kusni Pranata alias Bujang bin Hasibuan, 42 saat berupaya kabur mengikuti kedua rekannya.

Wakarupam Lapas Kelas IIA Umum Tanjungpinang, Zakaria mengatakan subuh itu mendengar suara orang manjat ke atas trafsel. Kemudian melaporkannya ke sipir yang bertugas.

Lalu sipir yang bernama Kurniawansyah bersama rekan sipir lainnya Tito bergegas mengecek ke ruang trafsel atau ruangan bagi narapidana yang dikenakan hukuman karena melakukan pelanggaran. Setelah dicek, ternyata dua orang napi sudah kabur.

Selanjutnya Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Rio Sitorus bersama petugas sipir lainnya mengejar ke Pos 4 yang berada di belakang ruang trafsel. Di sana mereka menemukan sejumlah kain yang diikat membentuk tali yang digunakan napi untuk kabur.

Kepala Lapas Kelas IIA Tanjungpinang, Haswen menjelaskan kedua napi itu kabur dengan cara memotong jeruji besi. Kemudian menggunakan kain yang diikat menjadi tali dan memanjat ke atas trafsel. “Kami masih melakukan pencarian. Diperkirakan mereka kabur ke arah kebun sawit,” jelasnya.

Kapolsek Gunung Kijang, AKP Dunot P Gurning mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyisiran. Diduga kedua napi masih berada di sekitar perkebunan sawit. “Saya dan anggota terus melakukan penyisiran sampai ke perkebunan sawit. Kami mengimbau kepada masyarakat, jika menemukan orang tak dikenal meminta minum atau makan. Tolong segera laporkan ke kantor polisi terdekat,” ungkapnya.(met)

Batam Menari Libatkan 16 Ribu Penari

0

batampos.co.id – Sebanyak 16 ribu peserta akan mewarnai penyelenggaraan event berskala internasional Batam Menari yang akan dihelat pada 8 April Nanti. Seniman terkenal Guruh Soekarno Putra telah merancang konsep koreografi bertajuk Rampai Batam yang bertujuan untuk menyatukan masyarakat Batam yang terdiri dari berbagai etnis nusantara.

“Koreografi yang saya ciptakan terdiri dari perwakilan empat unsur etnis yang ada di Batam, seperti Melayu, Minang, Batam dan China,” kata Guruh Soekarno Putra di Kantor Marketing Centre BP Batam, Kamis (1/3).

Guruh memaparkan bahwa konsep koreografi yang dirancangnya tidak akan terlalu rumit dan akan mudah diikuti. Karena target peserta nanti juga akan menyasar ke masyarakat Batam. Durasinya juga tidak lama-lama, hanya tujuh menit. Begitu juga dengan musiknya yang akan mengadopsi nuansa Melayu, Minang, China dan Batak.

“Jika nanti konsepnya dianggap sulit, maka akan disederhanakan saja. Kami sudah sebulan memulai persiapan dengan mengirim pelatih tari dari grup saya yakni Kinarya GSP,” ujarnya.

Sedangkan untuk nama Rampai Batam, Guruh mengatakan nama tersebut terinspirasi dari kelompok-kelompok bunga yang terdiri Melati, Mawar, Cempaka, Kenanga. Dan ketika digabungkan maka disebut Rampai.”Karena Batam terdiri dari multi etnis sehingga Rampai Batam akan menyatukan masyarakat Batam,” paparnya.

Ditempat yang sama, Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengungkapkan kalau penyelenggaraan event Batam Menari ini digelar dengan tujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi kemasyarakat lewat event pariwisata. Dan tujuan yang lebih besar lagi adalah untuk memecahkan rekor Museum Umum Rekor Indonesia (MURI) dalam jumlah peserta. Untuk lokasi belum ditentukan secara pasti, tapi sudah pasti akan diselenggarakan di Batamcentre.

Sebelumnya, rekor MURI masih dipegang oleh Pagelaran Tari Saman di Aceh pada Agustus 2017 dengan total jumlah peserta mencapai 12.262 peserta.

“Ini untuk menunjukkan kepada dunia jalinan kebersamaan multi etnis di Batam. Makanya kami libatkan masyarakat untuk ikut menari. Kami targetkan 16 ribu dengan mengharapkan unsur msayarakat bisa ikut secara sukarela,” harapnya.

Ia mengakui mengumpulkan jumlah peserta sebanyak itu dalam tempo sebulan bukanlah hal yang mudah. Belum lagi menyeiramakan gerakan tari dan harmonisasi dengan musik pengiring bukan pekerjaan mudah untuk dilakukan dalam waktu singkat.

“Makanya sebagai langkah awal kami akan identifikasi dulu kelompok masyarakat paguyuban dan sebagainya. Lalu kami akan memilih 150 instruktur yang akan dilatih intensif dan kemudian tiap instruktur akan melatih 100 orang peserta,” ujarnya.

Tim dari BP Batam juga sudah bergerak untuk mengumpulkan peserta. Lukita menargetkan agar seluruh elemen masyarakat bisa ikut serta. Karyawan BP Batam juga akan ikut.

BP Batam juga sudah bergerak untuk mempromosikan acara ini keluar negeri agar wisman asing juga ikut menari. Namun ketika ditanya mengenai target wisman yang ingin dicapai lewat even ini, Lukita mengatakan tidak akan mematoknya.

“Yang terpenting dari acara ini agar bisa menjadi kalender tahunan. Dan kemudian diingat orang, hal tersebut yang paling penting,” ucapnya.

Dalam acara ini, BP Batam juga akan membagikan stan-stan gratis kepada UKM agar bisa ikut menjajakan kulinernya.”Karena even ini dari BP Batam untuk masyarakat. Agar pertumbuhan ekonominya bisa bergerak,” katanya.

Sedangkan mengenai estimasi biaya, Lukita mengatakan dananya bisa mencapai Rp 7 miliar. Tapi BP Batam tidak akan sendiri, mereka akan melibatkan sponsor untuk membiayai 70 persen pendanaan.(leo)

Kebakaran Lahan Cemaskan Hati Perusahaan Sekitar

0
Mobil pemadam dari BP Batam dan Pemko turun untuk memadamkan api yang melalap lahan kosong di Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (1/3). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Lahan kosong di dekat kawasan lokalisasi Teluk Pandan, Sintai terbakar, Kamis (1/3) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Tidak ada kerugian material, namun kebakaran tersebut membuat aktifitas perusahaan galangan kapal di sekitarnya sempat terhenti. Manajemen perusahaan dan pekerja berhamburan keluar untuk memadamkan api. Mereka kuatir kebakaran itu akan melebar hingga ke lokasi perusahaan.

Pantauan di lapangan, kekuatiran serupa juga dirasakan oleh penghuni kawasan lokalisasi Sintai. Mereka sempat keluar dari dalam tempat tinggal mereka karena kuatir api merambat hingga ke tempat mereka.

“Asap sampai sini, makanya keluar kami. Takut (kebakaran) sampai sini,” ujar Heni, seorang penghuni lokalisasi tersebut.

Senada disampaikan Rudi, pekerja yang lokasinya tak jauh dari lokasi kebakaran. Rudi dan kawan-kawan sempat keluar perusahaan karena kebakaran itu, namun tidak berlangsung lama sebab kebakaran ternyata tidak meluas hingga ke lokasi perusahaan mereka.

“Takut merambat makanya keluar kami,’ katanya.

Namun kekuatiran pekerja galangan dan penghuni lokalisasi itu tidak terjadi. Empat unit mobil pemadam kebakaran cepat mengatasi kobaran api tersebut. Dalam waktu sekirar 30 menit api berhasil dipadamkan.

“Untungnya ada akses jalan masuk (ke lokasi lahan yang terbakar jadi mudah menyiram,” ujar seorang petugas pemadam kebakaran yang tak mau namanya disebutkan.

Infomasi yang didapat di lapangan, kebakaran lahan kosong dengan luas sekitar satu hektare itu diduga sengaja dibakar oleh orang lain untuk kepentingan pembebasan lahan, sebab lahan tersebut merupakan lahan perkebunan dan keramba pelihara ikan.

“(Perusahaan) yang punya lahan ini yang bakar sepertinya. Mana ada orang di sini mau bakar. Ini kebun mereka kok,” ujar Tedi, warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kebakaran itu. (eja)

Curi Sepeda Motor Karena Ketagihan Main di Warnet

0
Ilustrasi ailinstock

batampos.co.id – Kelompok remaja putus sekolah yang dibekuk Polsek Batuaji atas kasus pencurian sepeda motor, Minggu (18/2) masih mendekam di sel tahanan Mapolsek Batuaji. Mereka ada dua belas orang dan hanya satu yang suda diatas umur yakni Ghawi, pemuda 18 tahun. Sementara 11 orang lain yakni Fr, Am, Al, Fhr, Hs, Ern, Ab, Im, San, Az, Bs masih dibawa umur dengan rata-rata usia 14-16 tahun.

Penyidik Polsek Batuaji telah merampungkan berkas perkara mereka dan sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Batam.

“Mereka (umumnya) masih dibawah umur jadi masa penahanan hanya tujuh hari. Berkasnya sudah P21 jika tak ada halangan akan segera disidangkan,” ujar Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko, Kamis (1/3).

Penanganan perkara kasus ranmor yang melibatkan anak dibawa umur itu disebutkan Sujoko juga melibatkan pihak Balai Pemasyarakatan (Bapas) sesuai dengan aturan yang berlaku. “O iya itu harus. Penanganan tetap beda karena masih dibawa umur,” tuturnya.

Dari hasil penyelidikan anggotanya, kata Sujoko sejauh ini para pelaku tersebut hanya mengaku sebagai pelaku ranmor saja. Sementara dugaan lain terkait pelaku kriminal jalanan belum ditemui bukti yang kuat. “Mereka tak mengaku (sebagai pelaku kriminal jalanan). Hanya curi motor saja mereka,” ujar Sujoko.

Total sepeda motor yang dicuri oleh komplotan ini diakui Sujoko, lebih dari sepuluh unit namun demikian, yang sesuai dengan laporan kehilangan sepeda motor di Kepolisian hanya lima unit.”Tiga di Sagulung, dua di Batuaji. Mereka mengaku sudah sering (mencuri sepeda motor) tapi tak ingat berapa banyak,” katanya.

Berdasarkan pengakuan para pelaku sambung Sujoko, para pelaku ini nekad mencuri sepeda motor karena sudah terbiasa menghabiskan waktu di warung internet. “Mereka kecanduan game online. Tak ada duit makanya nekad nyolong motor orang. Motor curian dijual dengan harga yang murah agar bisa main warnet,” terang Sujoko.

Fhr seorang tersangka yang pernah dipenjara karena kasus serupa (residivis) mengakui hal itu. Mereka mencuri sepeda motor hanya untuk bersenang-senang. Sepeda motor curian dijual murah agar uang hasil penjualan itu dipergunakan untuk sewa warnet. “Sering di Tembesi dan Genta kami main (warnet),” ujar Fhr.

Kelompok mereka kata Fhr merupakan kelompok remaja putus sekolah yang tak memiliki kesibukan yang lain selain bermain warnet. Mereka terbiasa bermain warnet karena memang tidak ada larang bagi mereka untuk berlama-lama di warnet bahkan sampai larut malam.

Menanggapi itu Sujoko kembali mengingatkan kepada seluruh warga Batuaji yang memiliki anak remaja atau usia sekolah agar jangan pernah lengah mengawasi aktifitas anak di luar rumah ataupun sekolah. Pengawasan dan perhatian orangtua sangat dibutuhkan untuk menghindari anak berhadapan dengan hukum seperti itu. “Kuncinya di orangtua. Masa anak main sampai malam tak dicari. Itukan pembiaran. Ini harus disadari oleh kita semua. Jaga anak kita baik-baik,” imbau Sujoko.

Kepada pihak instansi pemerintah terkait, Sujoko juga berharap agar rutin melakukan pengawasan dan penindakan terhadap warnet yang menyalagi aturan. “Kalau sampai ada anak usia sekolah main berjam-jam dan dibiarkan itu sudah melanggar aturan. Tindak tegas saja warnet seperti itu,” tutur Sujoko. (eja)

Ressy Lina Senang Hitam dan Putih

0

batampos.co.id – Prinsip ReNa, menekuni sebuah usaha tak sekedar cari untung. Baginya mempekerjakan orang adalah bentuk rasa peduli sesama.

Mantan wanita karir eks sales marketing hotel yang kini berdikari dengan punya usaha binatu ini menilai mempekerjakan orang sebagai karyawan pada usahanya adalah kebanggaan tersendiri. Melalui KD Laundry yang kini ia pekerjakan tiga orang.

“Jadi bisa bantu orang juga, apalagi sekarang enggak gampang cari kerja. Dan saya merasa bisa membantu perekonomian keluarga mereka,” ucapnya.

Pemilik nama lengkap Ressy Lina ini mengatakan karyawan adalah saudara, ia tidak ada ingin ada ‘gap’ dengan karyawan dan merasa diri bos hingga harus semena-mena dengan bawahan.

“Anggap mereka teman atau saudara penting bagi saya. Saling menghargai memang harus tapi jangan sampai buat mereka segan atau takut,” kata wanita yang suka mengoleksi magnet kulkas setiap kali traveling ini. Sudah banyak magnet kulkas yang ia koleksi, dan banyak dari mancanegara seperti Mexico dan USA.

Wanita kelahiran 15 Januari berbintang Capricorn ini, tipikal yang tidak pelit ilmu. Walaupun itu terkait usaha yang dilakoninya kini pada karyawan-karyawannya.

“Saya mau share apapun experience yang saya punya. Jadi enggak pelit ilmu. Why not? selagi itu bermanfaat bagi yang membutuhkan,” kata dia.

Apa tidak takut tersaingi, ReNa jelas meyakini setiap manusia punya rejeki masing-masing dari tuhan. Berbagi pengalaman dan ilmu tidak akan mengurangi rejekinya.

“Hidup itu harus selalu disyukurin, apapun yang kita dapatkan sekarang ini,” imbuh wanita memfavoritkan warna putih dan hitam ini. (adi)

Bos IMF Datang, Rupiah Melemah, Ada Apa?

0

batampos.co.id – Rupiah terus melemah. Kamis (1/3), kurs tengah Bank Indonesia (BI) melemah 0,63 persen ke level Rp 13.793 per dolar AS (USD). Di pasar spot, rupiah sempat diperdagangkan di harga Rp 13.810. Sejauh ini, kurs rupiah terhadap USD masih menjadi yang terendah dalam setahun terakhir.

Sejak awal Januari 2018 hingga kemarin, tingkat volatilitas (daya tarik pasar) terhadap rupiah sekitar 8,3 persen. Sementara sejak awal Februari 2018, nilai rupiah telah terkoreksi 2,8 persen.

Kepala Pengelolaan Departemen Moneter Bank Indonesia (BI) Doddy Zulverdi mengatakan, BI tak tinggal diam ketika rupiah mencapai Rp 13.800. Dengan cadangan devisa yang dimilikinya, BI langsung mengintervensi pasar dengan turut masuk ke pasar uang. “Itu kan terkait taktik dan strategi, kapan kami masuk ke pasar, meski tidak setiap detik. Berapa volume kami masuk, berapa volume intervensinya, itu rahasia. Yang penting, sekarang rupiah sudah berangsur keluar dari Rp 13.800,” tutur Doddy.

Melemahnya rupiah kali ini, menurutnya, murni faktor eksternal dan tidak mencerminkan fundamental perekonomian dalam negeri. Sebab, perekonomian Indonesia sejauh ini sudah menunjukkan perbaikan. Misalnya pertumbuhan ekonomi yang tak terlalu pesat, namun masih mampu tumbuh positif 5,07 persen. Inflasi sepanjang 2017 3,4 persen dan Februari 3,18 persen justru menunjukkan penurunan. Neraca pembayaran pada 2017 masih surplus USD 10 miliar, meski perkembangan ekspor sempat tersendat pada awal tahun ini.

Anggota Komisi VII DPR Satya Widya Yudha menuturkan harga minyak dunia yang cenderung naik dan melemahnya nilai tukar rupiah akan mempengaruhi APBN 2018. Dengan kondisi dua hal itu pemerintah punya dasar untuk mengajukan perubahan postur APBN 2018

“Saya menyarankan paling tidak bulan April ini. Kita lihat kecenderungan kenaikan harga minyak, agar tidak salah prediksi,” ujar Satya, kemarin.

Harga BBM selain premium memang murni diserahkan pada mekanisme pasar. jadi pertamax, pertalite dari Pertamina dan super dari Shell akan mengalami kenaikan disaat harga minyak dunia naik.

Sementara solar disubsidi 500 rupiah per liter. Sedangkan premium, keputusan pemerintah dan DPR harganya tak disubsidi namun dievaluasi setiap 3 bulannya. Meskipun, dia tidak yakin harga premium akan naik. “Saya lihat kemungkinan untuk naik kecil pada tahun politik ini,” katanya.

Pakar ekonomi Fahmy Radhi mengungkapkan harga minyak dunia yang terus naik berdampak langsung pada harga BBM di Indonesia. Karena sebagian besar BBM berasal dari impor. Kondisi itu sekaligus berdampak pada pelemahan rupiah. Lantaran kondisi ekspor Indonesia juga masih belum terlalu memadai.

“Karena tinggi rendahnya rupiah itu sangat tergantung ekspor impor. Di satu sisi ekspor menurun. Sementara impor naik,” ungkap dia, kemarin.

Dia memprediksi rupiah bisa melemah hingga Rp 14 ribu per satu USD. ”Kita memang masih hasilkan minyak tapi BBM kita diimpor. Sehingga butuh valuta asing untuk biayai impor itu,” tambah dia.


Akademisi dari Universitas Gadjah Mada itu mengungkapkan pemerintah harus segera mengubah asumsi-asumsi dasar dalam APBN seperti harga minyak 48 USD per barel. Termasuk pula nilai tukar rupiah. Semua itu perlu disesuaikan dengan kondisi terkini. ”APBN harus diketati lagi. Kencangkan ikat pinggang,” kata dia.

Ketua Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayuran Segar Indonesia Khafid Sirotuddin mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah cukup memukul semua sektor ekonomi di Indonesia. “Memukul semua sektor ekonomi yang berbahan baku impor maupun yang menggunakan dolar,” ujarnya. Untuk importir hal ini tentu saja cukup merugikan.

“Nangka jual USD 3, terima USD 3. Belinya menggunakan dolar jualan pakai rupiah,” imbuhnya. Begitu pun bagi eksportir yang tetap harus menggunakan dolar untuk keperluan logistik saat pengiriman barang ke luar negeri.

“Semua biaya pakai dolar. Shipping, demo rate menggunakan dolar. Pusing,” katanya. Apalagi saat ini nilai ekspor buah dari Indonesia masih belum begitu tinggi. Dia menambahkan situasi ini cukup meningatkannya terhadap tahun 1997.

“Waktu itu rupiah juga mengalami pelemahan setelah kehadiran salah satu direktur dana moneter internasional (International Monetery Fund/IMF). Saat ini pun juga. Ada apa?” tuturnya.

Sejak pekan lalu, Managing Director IMF Christine Lagarde berada di Indonesia. Ia disambut Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Lagarde bahkan sempat dibawa blusukan ke Pasar Tanah Abang. IMF adalah lembaga yang memberi pinjaman kepada Indonesia dalam skema yang sangat ketat pada krisis moneter tahun 1997. Akibatnya beragam kebijakan ekonomi pemerintah Indonesia ‘diatur’ IMF. Utang pada IMF lunas di zaman pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Pengamat Ekonomi INDEF Bhima Yudhistira menuturkan, pelemahan kurs rupiah ini akan berisiko menurunkan daya saing produk Indonesia baik domestik maupun ekspor. Sebab, beberapa sektor industri bergantung oleh impor bahan baku dan barang modal. Jika dolarnya mahal, biaya produksi pasti naik ujungnya harga barang jadi lebih mahal. Sementara konsumsi domestik masih stagnan, maka hal tersebut akan berpengaruh pada profit pengusaha juga.

“Resiko berikutnya karena pelemahan rupiah beban pembayaran cicilan dan bunga utang luar negeri pemerintah maupun korporasi makin besar. Resiko gagal bayar apalagi utang swasta yang belum di lindung nilai (hedging) akan naik,” jelasnya.

Bhima melanjutkan, risiko berikutnya adalah sebagai negara net importir minyak mentah, maka posisi Indonesia akan sangat sensitif terhadap pergerakan dolar. Jika dolar menguat terhadap rupiah, harga BBM akan tertekan baik yang subsidi maupun non subsidi. Efeknya penyesuaian harga BBM berbagai jebis diprediksi akan terus dilakukan. Tercatat impor minyak Indonesia sebanyak 350-500 ribu barel per hari karena produksi dalam negeri tak mencukupi konsumsi BBM. (rin/jun/vir/ken/oki)

Walikota Batam Usulkan Pembangunan Jalan Sekupang – Batuaji ke KemenPUPR

0
Proyek pembangunan jalan dua jalur di jalan Diponegoro yang menghubungkan Sekupang-Batuaju terhenti. | Dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Walikota Batam, Muhammad Rudi mengusulkan kelanjutan pembangunan jalan Sekupang menuju Batuaji kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR).

“Kemarin saya jumpa beliau dan saya sampaikan soal jalan ini (Sekupang-Batuaji),” kata Rudi saat membuka Musrembang di Hotel Vista, Sekupang, Kamis (1/3).

Ia menyebutkan jalan tersebut sebelumnya dibangun oleh pihak provinsi, namun sudah beberapa tahun ini tidak ada kelanjutannya.

“Besok (hari ini, red) beliau akan datang ke Batam. Saya akan jemput langsung,” sebut Rudi.

Ia berharap, pemerintah pusat bisa membantu Pemerintah Kota Batam damal membangun infrastruktur terutama jalan. Jika jalannya sudah lebar dan bagus ini akan menjadi salah satu faktor dalam memajukan dunia pariwisata.

“Alhamdulillah dua tahun kami memimpin banyak hal positif yang sudah dirasakan masyarakat karena pembangunan yang kami lakukan,” tambah mantan anggota DPRD Batam ini.

Selain jalan Sekupang menuju Batuaji, Rudi juga berencana melakukan pelebaran jalan dari arah Batamcenter menuju simpang Muka Kuning tahun depan. Pelebaran ini dilakukan karena tingkat kemacetan yang sudah cukup parah akibat tingginya mobilisasi kendaraan di jalur tersebut.

“Itu sudah macet sekali, makanya akan kami lebarkan juga tapi yang dari Batamcenter menuju Muka Kuning saja dulu. Yah, bertahaplah,” ucapnya.

Ia menambahkan, rencana Pemko Batam untuk membangun ring road atau jalan lingkar untuk saat ini belum bisa terealisasi karena berbagai kendala. “Ternyata bangunnya ga mudah, jadi belum jadi jalan tembus itu,” sebutnya.

Sebagai penggantinya, tahun depan Pemko Batam mencoba untuk menata jalan yang ada di Tiban Princes, Sekupang. “Nanti kami akan tambah lajurnya hingga menuju ke arah laut. Semoga ini bisa menjadi awal untuk membangun ring road nantinya,” tutup Rudi.(yui)