Rabu, 29 April 2026
Beranda blog Halaman 12402

Perbaikan Drainase Legenda Malaka Tak Kunjung Direalisasikan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Revitalisasi drainase di Perumahan Legenda Malaka menuju Legenda Bali tidak kunjung dilaksanakan. Padahal, perbaikan drainase tersebut sudah sangat mendesak. Hampir setiap kali hujan, dua kawasan perumahan ini terendam banjir. Ironisnya lagi, usulan perbaikan drainase ini sudah tiga kali masuk di program prioritas musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) di tingkat kecamatan.

“Ini yang kita sesalkan, sudah sering diusulkan tapi tidak kunjung direalisasikan,” sesal Aman, anggota DPRD Batam, Selasa (20/3).

Diakui Aman, pada musrenbang tahun ini, usulan tersebut kembali disampaikan. Bahkan masuk lagi di program prioritas Pemko Batam. “Sejak 2016 lalu selalu jadi prioritas. Namun terbentur di pelaksanaan. Kasihan warga di sana. Bahkan usulan ini sudah berkali-kali juga disampaikan pada saat saya reses. Harapan masyarakat semoga di tahun perbaikan drainase tak tertunda dan bisa dilaksanakan,” harapannya.

Aman menambahkan, salah satu kendala perbaikan drainase ini adalah terbentur developer Perumahan Duta Mas. Sebab, aliran drainase melewati perumahan tersebut. Sehingga ketika dilakukan revitalisasi, Dinas Bina Marga beralasan harus seizin pengembang perumahan itu.

“Pemerintah seharusnya proaktif. Sebelum dibangun kordinasi dulu dengan pengembang Duta Mas. Jadi bukan nunggu eksekusi” tuturnya.

Sebagai warga disana, Aman tahu persis ketika hujan dua kawasan ini selalu menjadi langganan banjir. Persoalan ini selalu disampaikan dan selalu menjadi pemberitaan di media-media. Ada ribuan rumah disana. Sementara kondisi drainase sudah tak mampu lagi menampung air hujan.

“Legenda Malaka yang bukan titik akhir sudah banjir, bisa dibayangkan Legenda Bali yang jadi titik akhir pembuangan akhir,” ungkap Aman.

“Pemko harus segera menangani, jangan sampai usulan prioritas ini tertunda lagi,” jelasnya.

Ketua RT 04 atau Blok D Perumahan Legenda Bali, Budiyana mengatakan bahwa Blok D adalah muara banjir dari arah Legenda Malaka dan sekitaranya, karena kontur tanahnya paling landai. “Jadi, kalau hujan deras yang paling awal banjir, ya, di tempat kami,” kata Budi, kemarin.

Dia berharap pemerintah mengakomodir aspirasi mereka untuk menuntaskan permasalahan banjir yang menimpa mereka belasan tahun. “Kami mohon pemerintah mendengarkan keluhan kami,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga Sumber Daya Air, Yumasnur enggan berkomentar banyak terkait usulan prioritas ini. Ia mengaku akan mengecek dulu, apakah usulan ini masuk di skala prioritas musrembang di tingkat kota. “Besok, Rabu (21/3) musrembang tingkat kota. Bisa kita lihat apakah usulan ini masuk di program dinas bina marga. Kalau memang diusulkan tentu akan segera kita realisasikan,” katanya.(rng)

Peserta Lelang Ribuan Ponsel Kecewa

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pelelangan barang hasil sitaan negara yang diadakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di Mako Lanal Batam, Senin (19/3) lalu mendapatkan keluhan dari peserta lelang. Sebab, mereka menduga bahwa pelelangan itu tidak transparan dalam penentuan pemenang lelang.

Adapun lelang barang sitaan negara di Mako Lanal berupa satu unit speed boat, 3 unit mesin tempel berkapasitas 300 PK dan 6.960 unit ponsel hasil tangkapan Lanal Batam beberapa waktu yang lalu. Dalam lelang itu, 8 perusahaan mendaftar sebagai peserta lelang barang sitaan negara itu.

Menurut salah seorang peserta lelang, Dharman mengatakan bahwa awalnya ia mendapatkan informasi resmi dari website lelang dan kemudian ikut daftar sebagai peserta lelang. Untuk dapat mengikuti sebagai peserta lelang, menurut peraturan yang berlaku Dharman menyetorkan uang sebesar Rp. 1,75 miliar ke negara dan diberikan tiket lelang.

“Dari sana informasinya bahwa lelang itu akan diadakan di Pangkalan TNI Angkatan Laut Batam. Kami datang pukul 08.00 WIB pagi dan tidak diizinkan masuk pihak angkatan laut karena ada pemeriksaan kendaraan,” katanya, Selasa (20/3) siang.

Kemudian, Dharman bersama dengan peserta lelang lainnya menunggu di depan pintu masuk. Kemudian, mereka diminta untuk memfoto copy seluruh berkas. Namun, setelah selesai foto copy berkas itu, mereka mendapatkan informasi bahwa lelang telah dilaksanakan dan sudah ada pemenangnya. Sehingga, peserta lelang tidak terima dan melancarkan protes.

“Ini sudah tidak transparan lelang disana. Kami duga ada mafia disana. Pejabat lelang kita tidak ada jumpa sama sekali disana. Setelah selesai foto copy berkas, lelang sudah selesai dan pemenangnya pun kami tidak tau siapa,” katanya.

Menanggapi hal ini, anggota KPKNL yang melaksanakan lelang pada saat itu mengatakan bahwa saat itu memang sudah dilakukan lelang yang dimulai pada pukul 11.00 WIB. Karena pada saat itu hanya dua peserta lelang yang hadir, Helmi menunda lelang hingga 30 menit sambil menunggu 6 peserta lainnya.

“Setelah diskors 30 menit dan belum datang, kita lanjutkan lelang dan pemenangnya dari PT Arta senilai Rp. 3,530 miliar kalau tidak salah saya. Kita hanya menyelenggarakan lelang dan sudah selesai sesuai dengan prosedur,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksamana Pertama Eko Suyatno mengatakan bahwa proses lelang itu sepenuhnya merupakan wewenang dari KPKNL. Sementara Lanal Batam hanya menyediakan tempat dilakukan lelang karena barang-barang itu berada di Lanal Batam.

“Kalau untuk mekanismenya saya tidak tahu, karena wewenang kantor lelang daerah. Saya hanya dapat laporan bahwa lelang itu telah dilaksanakan dan sudah ada pemenangnya. Kalau soal protes itu saya tidak tau,” kata Eko. (gie)

Sarden Merek IO Masih Dijual Bebas di Minimarket

0
foto: shinta / batampos

batampos.co.id – Ikan sarden kalengan yang dilarang beredar karena terindikasi adanya cacing pita ternyata masih dijual bebas di beberapa minimarket kawasan Bengkong, Batam.

Ketiga produk sarden yang dilarang edar oleh BPOM adalah Farmerjack, Hoki dan IO.

Namun yang paling banyak tersedia adalah merek sarden IO berat 425 gram yang dijual Rp 10.500 perkalengnya. Sedangkan merek Hoki berat 425 gram dijual Rp 9.200 per kaleng.

“Yang merek Farmerjack lagi kosong. Kalau banyak yang beli atau enggak saya tahu juga,” ujar pelayan Supermarket singkat. (she)

Perintah Wakil Walikota untuk Disperindag Pemko Batam

0
foto: shinta / batampos

batampos.co.id – Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Batam untuk menarik produk sarden kemasan yang terdeteksi mengandung cacing pita.

“Ini termasuk salah satu yang harus ditanggapi dengan cepat ya. Jangan sampai produk ini dikonsumsi oleh masyarakat karena kalau ada cacing. Ini perlu investigasi mendalam,” kata Amsakar usai menghadiri pembukaan Musrembang Kota, Rabu (21/3/2018).

Ia menambahkan produk yang akan dipasarkan tentunya harus terjamin mutu dan keamanannya. Pihaknya akan meminta Dinas Kesehatan Kota Batam bersama BPOM untuk membahas lebih lanjut tentang sarden ini.

“Jika diproduksi di Batam, tentunya ini tugas berat kami. Dinkes harusnya bergerak cepat ke tempat produksi dan memeriksa tempat pengolahan hingga sebelum di pasarkan,” ungkapnya. (yul)

 

Tambang Pasir Darat Kembali Marak di Dam Tembesi

0
Penambang pasir ilegal memuat pasir kedalam lori di dekat Dam Tembesi, Sagulung, Selasa (20/3). Biarpun sudah dirazia oleh Ditpam masih saja penambang liar ini beroperasi mengambil pasir. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Aktifitas tambang pasir darat di pinggir Dam Tembesi, Sagulung kembali marak. Penertiban dari petugas Direktorat Pengamanan Badan Pengusahaan (Ditpam BP) Batam beberapa waktu lalu tidak berdampak apapun. Bahkan lokasi tambang pasir yang sudah ditertibkan sebelumnya juga kembali beraktifitas normal. Lokasinya dekat Wihara dan akses jalan masuknya masih berupa pengerasa tanah.

Saat Batam Pos mendatangi lokasi tambang pasir tersebut, Selasa (20/3) siang, sejumlah pekerja terlihat sibuk mengangkat pasir dari lokasi tambang ke dalam truk yang parkir berjejer di pinggir lokasi tambang. Proses pengerukan pasir menggunakan mesin penyedot, namun aktifitas menaikan pasir ke dalam truk di lakukan secara manual. Di sekitar lokasi tambang juga bising dengan suara mesin penyedot pasir.

Lokasi tambang pasir tersebut telah menyerupai sebuah lembah sebab aktifitas penyedotan pasir menyebabkan lahan yang semula merupakan lokasi perbukitan berubah jadi lembah. Lingkungan sekitar lokasi tambang jadi tandus dan gersang.

Akfititas tambang pasir itu juga menyebabkan dataran rendah bagian bawah lokasi tambang pasir yang merupakan lokasi rawa-rawa bibir dam Tembesi juga tertimbun tanah. Tanah-tanah yang dibuang terancam mendangkal dan mempersempit pinggir dam. Kondisi pinggiran dam juga memprihatinkan sebab gerbang dan tandus.

Sejumlah pekerja di lokasi tambang pasir itu saat mengetahu kedatangan wartawan, tampak tak terima. Mereka memintah wartawan tidak mengambil gambar ataupun menulis aktifitas penambangan pasir tersebut. Mereka enggan berkomentar banyak dan memintah agar segera keluar dari lokasi tambang pasir itu.”Kami cuman cari makan. Tak usah tulislah,” ujar seorang pekerja.

Masih di lokasi yang sama, Batam Pos juga melihat lokasi tambang pasir lain yang berada di dekat perkebunan warga. Lokasi tambang pasir itu memang tak ada aktifitas siang kemarin, namun sejumlah truk pengangkut pasir dan satu unit alat berat parkir di dekat lokasi tambang itu. Beberapa pria yang diduga pekerja tampak menjaga ketat lokasi tambang pasir tersebut. Setiap warga yang datang ke lokasi tambang pasir akan dicegah termasuk Batam Pos. Mereka tak ingin aktifitas mereka diketahui banyak orang ataupun dilipur di oleh media.

Selain di lokasi tersebut, lokasi tambang pasir juga terlihat di bibir dam lainnya di belakang perumahan Medio Raya. Meskipun tak ada lagi aktifitas tambang lagi, namun di lokasi masih terlihat beberapa unit mesin penyedot pasir yang diletakan begitu saja dekat lembah yang dijadikan lokasi tambang pasir. Pipa-pipa penyedotan pasir hingga pembuangan air juga masih terpasang dengan baik. Tidak ada pekerja ataupun kendaraan proyek yang ditemui di lokasi tambang pasir tersebut.

Beberapa warga sekitar mengaku sudah hampir sepekan belakangan ini aktifitas tambang pasir itu berhenti operasi. “Sebelum ada razia dari Ditpam itu, (tambang pasir) masih berjalan. Pasir itu diangkut pakai lori. Tapi sudah sepekan ini tak ada lagi,” tutur Semmy, warga Medio Raya.

Sebelum berhenti aktifitas tambang pasir di dekat panti asuhan Permate itu diakui warga sudah lema beroperasi. Lokasi sekitar yang semula lahan perbukitan sudah berubah jadi lahan yang curam karena lokasi tambang pasir berubah jadi lembah yang dalam.

Jika aktifitas tambang pasir tersebut dibiarkan, warga kuatir akan berdampak bagi lingkungan sekitar termasuk dam Tembesi yang belum sempat dipergunakan itu. “Bisa-bisa tutup lagi dam itu. Tanah yang disedot bersama pasir ditimbun ke lokasi dam,” ujar Semmy lagi. (eja)

Rapat Bersama Bahas Tambang Pasir Ilegal

0
Penambang pasir ilegal memuat pasir kedalam lori di dekat Dam Tembesi, Sagulung, Selasa (20/3). Biarpun sudah dirazia oleh Ditpam masih saja penambang liar ini beroperasi mengambil pasir. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menggelar rapat dengan pihak terkait untuk membicarakan masalah tambang pasir ilegal yang marak terjadi di Batam. Harapannya melalui rapat ini, aktifitas tambang pasir terutama yang ada di sekitar dam Tembesi bisa dihentikan.

“Kita akan bahas ini dengan para stakeholder. Kita undang semua pihak untuk membicarakan ini,” kata Direktur Pengamanan BP Batam Brigjen Suherman, Selasa (20/3).

Ia mengaku kecewa karena masih ada laporan mengenai tambang pasir ilegal yang masih beroperasi di dam Tembesi paska penertiban yang dilakukan beberapa waktu lalu. “Laporan akan ditindaklanjuti,” katanya.

Sementara itu, Susanto dari pihak Satuan Pemeriksa Internal BP Batam mengatakan, penertiban akan kembali dilakukan di dam tembesi. Ini untuk menjaga kerusakan yang paling parah di lokasi dam yang menjadi cadangan untuk air bersih di Batam.

“Kemungkinan kita akan melakukan penertiban lagi. Kalau yang sebelumnya mungkin sudah bocor makanya tak ada alat berat di lokasi,” katanya.

Sementara itu, anggota komisi I DPRD Kepri, Ruslan kasbulatov mengatakan PPNS Distamben Kepri harus bertangggungjawab atas kerusakan lagan tersebut. Ia berharap BP Batam mengundang PPNS Distamben Kepri.

“Masalah tambang adalah kewenangan provinsi. PPNS apakah tidak tahu masalah ini. Dan sudah sejauh mana tin dakan mereka. Ini perlu dipertanyakan,” katanya.

Ia mendukung digelarnya rapat yang diinisiasi BP Batam tersebut. Harapannya ada solusi dan langkah untuk menghentikan tambang pasir tersebut.

“Mari kita cintai alam. Ketersediaan air bersih harus terjamin. Tambang pasir di sekitar dam harus dihentikan,” katanya. (ian)

Dua Rumah Sakit Nyatakan A Kun Gangguan Jiwa

0
Tersangka Heriwan saat diamankan petugas rumah sakit Bintan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos.co.id – Kepolisian resmi menghentikan penyidikan kasus pembunuhan bapak kandung, Bong Jie kioeng,70, yang dilakukan oleh anak kandung Heriwan, 27, alias A Kun di Jalan Rahayu Kampung Barek Motor RT 003 RW 008 Kelurahan Kijang Kota Kecamatan Bintan Timur, Senin (12/3) lalu.

“Kasusnya sudah SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan),” ujar Kanit Reskrim Polsek Bintan Timur, Ipda Anjar Rahmad Putra, Selasa (20/3).

Anjar menjelaskan, dua rumah sakit yakni RSAL Tanjungpinang dan RS Budi Kemuliaan Batam telah mengeluarkan keterangan medis yang menyatakan bahwa pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

Selanjutnya, pihak Dinas Sosial Kabupaten Bintan akan mengambil alih kasus ini dan akan merehabilitasi A Kun ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Pekanbaru. A Kun menurut rencana akan diterbangkan ke Pekanbaru dua pekan mendatang. “Saat ini masih ditahan di sel. Kami masih menunggu petugas Dinsos menjemput dia (pelaku),” katanya.

Diberitakan sebelumnya, usai kabur dari rumah sakit, pelaku mengamuk dan membunuh bapak kandungnya menggunakan kayu balok. Sebelum membunuh, dia sempat berkelahi dengan abang kandungnya Herman dan korban sekitar pukul 03.00 dini hari.

Usai mengamuk, polisi bersama warga membawa A Kun ke rumah sakit dengan tangan dan kaki diborgol. Untuk menenangkannya petugas kesehatan memberikan obat penenang, namun obat itu tidak bekerja maksimal hingga akhirnya A Kun kabur dan kembali ke rumah lalu membunuh bapak kandung.(met)

Tabrak Pohon, Pemotor Tewas di Batuaji

0
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Kecelakaan maut terjadi di jalan R Suprapto Batuaji. Jaka Permana tewas setelah sepeda motor Honda Beat BP 3831 QH yang dikendarainya menabrak pohon di pinggir jalan depan rumah Sakit Graha Hermine, kelurahan Buliang, Rabu (21/3) sekitar pukul 09.30 WIB.

Pemuda 25 tahun itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji namun nyawanya tak tertolong. Pria dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Provinsi Indragiri Hilir itu mengalami pendarahan hebat di bagian kepala sebab kepala bagian belakangnya pecah.

Informasi yang didapat di lapangan kecelakaan maut itu diduga karena kepanikan korban yang menyenggol pengendara lain sebelum kecelakaan terjadi.”Katanya sih tadi dia tabrak orang (pemotor lain) di depan Puskpokar sana, dia ketakutan dan berusaha kabur,” ujar Fadli, seorang warga di lokasi kejadian.

Diduga karena kepanikan itulah korban tidak bisa mengendalikan laju sepeda motornya sehingga menabrak pohon penghijau yang berada di lokasi kejadian. Setelah menabrak pohon korban terpelanting hingga ke dalam parit. Sepeda motornya ringsek berat.

Petugas medis di kamar Jenazah RSUD membenarkan jika korban sudah meninggal dunia. “Sampai di sini sudah meninggal. Kepalanya pecah,” ujar seorang petugas di kamar Jenazah.

Sampai berita ini diketik, jenazah korban masih di kamar jenazah RSUD. Belum ada keluarga yang datang melihat korban. Petugas Unit Lakalantas Polresta Barelang masih melakukan olah TKP terkait kejadian itu dan belum menyimpulkan apapaun terkait penyebab kecelakaan maut itu. (eja)

Kuota Impor Daging untuk Batam sebanyak 2.631 Ton

0
ilustrasi

batampos.co.id – Batam mendapat jatah kuota impor daging beku sebanyak 2.631 ton untuk periode Oktober 2017 – Juli 2018. Jatah tersebut diberikan pemerintah kepada empat perusahaan. Yakni,

  • PT Kharisma Karya Kartika,
  • PT Dewi Kartika Inti,
  • PT Batam Frozen Food
  • PT Aneka Tata Niaga.

“Kuota impor daging beku ditentukan oleh Kementerian Perdagangan sedangkan kami hanya mengeluarkan izin impor saja,” kata Direktur Lalu Lintas Barang Badan Pengusahaan (BP) Batam Tri Novianto, Selasa (20/3).

Masih seperti sebelumnya, daging-daging itu diimpor dari tiga negara yakni Selandia Baru, Australia dan Spanyol.

“Daging-daging itu diimpor keempat perusahaan yang sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Perdagangan,” katanya.

Tri menjelaskan, selain daging, ketiga importir itu juga memasok lidah, bibir, hati, jantung dan paru-paru. Selain mensuplai daging lembu kata Tri, Australia juga memasok daging biri-biri dan kambing. Daging sapi dari Spanyol dipasok sebanyak 415 ton, lalu daging dari Australia sebanyak 1871 ton dan daging dari Selandian Baru sebanyak 2216 ton.

Jumlah ini meningkat dibanding periode September 2016 hingga Maret 2017 lalu, saat itu Batam mendapat jatah kuota impor daging beku sebanyak 2.251. Impor berasal dari tiga negara, yakni Australia, Selandia Baru, dan Spanyol.

Perusahaan yang mendapatkan izin impor saat itu antara lain PT Kharisma Karya Kartika, PT Dewi Kartika Inti, dan PT Batam Frozen Food. “Ketiganya mengajukan kuota langsung ke Kementerian Perdagangan setelah kembali baru meminta izin impor dari BP Batam,” tambah Tri.

Untuk PT Kharisma mendapat kuota daging impor sebesar 836 ton, kemudian PT Dewi Kartika Inti dapat kuota 750 ton, dan PT Batam Frozen Food sebesar 665 ton. Namun ketiga perusahaan tidak serta merta bisa melakukan impor sekaligus karena periode impor dibagi per semester.

Sedangkan untuk daging sapi lokal, Novi mengatakan tidak ada pembatasan dan bukan wewenang BP Batam dalam menentukannya.“Mengapa pusat menentukan kuota impor. Karena untuk menjaga industri dalam negeri agar tetap berkembang,” katanya. (leo)

Pencemaran Limbah Minyak Makin Luas

0
Limbah minyak hitam mencemari pesisir pantai di kawasan wisata Lagoi, Selasa (20/3). Hampir semua pantai resort di Lagoi, Bintan tercemar limbah hitam ini. F. Iskindo Kepri untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Pencemaran limbah minyak hitam atau sludge oil di Kawasan Pariwisata Lagoi, Kabupaten Bintan semakin meluas. Sepekan terakhir setidaknya lima resort tercemari limbah minyak hitam ini. Diantaranya Bintan Lagoon, Club Med, Ria Bintan, Banyan Tree dan Nirwana Gardens .

“Hampir semua pantai resort tercemar limbah minyak hitam,” ungkap seorang pekerja salah satu resort di Lagoi, Edy. Saat ini sejumlah pekerja di masing-masing resort sedang melakukan pembersihan pantai.

Ketua DPW Ikatan Sarjana Kelautan Indonesia (Iskindo) Provinsi Kepri, Renal pantai resort di Lagoi hampir setiap hari diserang limbah minyak hitam. Karena itu, ia meminta tindakan nyata dari pemerintah dan instansi terkait. “Menurut saya pengawasan di perairan Kabupaten Bintan dan khususnya perairan Lagoi mesti ditingkatkan misalkan melakukan patroli gabungan di Perairan Lagoi,” katanya.

Ia juga berharap pemerintah dan aparat menyelidiki asal muasal atau sumber pencemaran limbah minyak hitam. Serta meminta pelakunya ditindak dan diberikan sanksi yang tegas. “Penegakkan hukum harus dilakukan supaya pelaku lainnya jera dan tidak membuang limbah minyak hitam sembarangan,” tegasnya.

Kabid Pengendalian Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan, Hasyim mengatakan, masalah ini telah dibahas di tingkat Kementerian. Bahkan telah dibentuk tim penanggulangan tumpahan minyak di tingkat Provinsi Kepri yang diketuai oleh Gubernur Kepri. Nantinya, akan dibentuk tim penanggulangan tumpahan minyak di masing masing kabupaten/kota.

Sebelumnya, Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan Asri mengatakan, sejauh ini penanganan di lapangan adalah mengumpulkan limbah ke dalam drum yang disediakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. “Usai dikumpulkan, limbah kemudian dibawa ke tempat pengolahan limbah di Batam,” tukasnya.(met)