Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12408

Melalui TSP, Pengusaha Bisa Berperan Bangun Batam

0

batampos.co.id – Sosialisasi pelaksanaan tanggungjawab sosial perusahaan (TSP) Kota Batam digelar di Hotel Best Western Premier Panbil, Rabu (18/4). Dalam kesempatan ini, juga dilaksanakan pengukuhan Pengurus Forum TSP Kota Batam masa bakti 2018-2023 sekaligus peluncuran website dan logo Forum TSP. Situsnya yaitu http://tsp.batam.go.id. Serta penandatanganan nota kesepahaman antara Forum TSP dengan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Forum ini diketuai oleh pengusaha Batam, Johanes Kennedy Aritonang. Anggotanya merupakan perusahaan yang berasal dari pengusaha properti, jasa, komunikasi, media, pariwisata, hingga BUMN.

Melalui forum ini, para pengusaha dapat berperan serta membangun Batam. Karena, pemerintah memahami dana yang kini ada di pemerintah terbatas. Alhasil ada program yang tidak terkafer.

Walikota Batam, Muhammad Rudi memberikan gambaran, berdasarkan usulan masyarakat kebutuhan anggaran untuk pembangunan mencapai Rp 5 triliun, sementara APBD BAtam hanya Rp 2,5 triliun. Dan 38 persen digunakan untuk kebutuhan personel atau pegawai. Sedangkan sisanya digunakan untuk pembangunan, serta kegiatan lain seperti peningkatan kesejahteraan masyarakat, kegiatan sosial, dan sebagainya.

“Karena duit kita tak cukup. Maka kita duduk bersama, diskusikan bagaimana supaya pembangunan lebih cepat. Undang-undang mengatur ada CSR atau TSP ini. Maka kita bentuk hari ini Forum TSP. Yakinlah, bantuan ini tidak membuat kita jadi miskin,” kata Rudi.

Salah satu hal yang diharapkan Pemko Batam dari TSP adalah penghijauan kota. Saat ini Pemko Batam sedang lakukan pelebaran jalan. Sebagian besar pohon yang ada terpaksa dipotong karena terkena lahan pelebaran.

“Saat ini kita sedang lebarkan jalan. Kalau boleh, TSP dipakai untuk tanam pohon,” ujarnya.

Pengukuhan Pengurus-Forum TSP, Kota Batam (2018-2023)
| Humas Pemko Batam

Sementara Kepala BP Batam, Lukita mengatakan, dengan adanya Forum TSP, akan mendorong percepatan pembangunan di Batam. Diyakini, Batam kedepan akan semakin baik.

“Tidak hanya peran pemerintah kota dan BP Batam, dukungan perusahaan, akan memacu pembangunan. Khususnya terkait lingkungan hidup, UMKM dan kepeduliaan kepada masyatakat,” harap Lukita.

Keberadaan CSR diakui Lukita penting, karena walau Pemko dan BP punya anggaran, tapi penggunaanya tida fleksibel digunakan ditengah tahun. “Disini itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan CSR sebagai bagian upaya membangun Batam. Tadi pak John Kennedy sudah membisikkan, mulai penanaman pohon. Dengan tetap mendukung UMKM dalam menjalankan usaha,” ungkapnya.

Sementara Ketua panitia pelaksana, Zurniati mengatakan sosialisasi ini bertujuan agar perusahaan meningkatkan komitmen dan kepedulian serta sinergi dengan Pemerintah Kota Batam dalam melaksanakan TSP. “Juga agar TSP sesuai rencana pembangunan yang disusun Pemerintah Kota Batam,” kata Zurniati.

Selanjutnya, agar perusahaan mengetahui bidang-bidang kerja yang bisa disalurkan TSP. Di antaranya bidang bina lingkungan seperti pembangunan taman, penanaman pohon, dan sebagainya. Kemudian bidang pendidikan, kesehatan, peningkatan pendapatan masyarakat, infrastruktur kelurahan, dan pengentasan kemiskinan.

“Perusahaan yang melaksanakan TSP sesuai dengan rencana pembangunan Pemerintah Kota Batam akan diberikan reward,” kata dia. (adi)

Kapolda Kepri Pantau Keamanan dan Pertahanan di Natuna

0

batampos.co.id – Kapolda Kepri Irjen. Pol Didid Widjanardi melakukan kunjungan kerja Natuna, Rabu (18/4).

Kedatangan Kapolda disambut Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, Danlanud Raden Sadjad Kolonel (Pnb) Azhar Aditama, Dandim 0318 Natuna Letkol Inf Yusuf Rizal, Danlanal Ranai, Kolonel Laut (P) Harry Setyawan, Sekda Natuna Wan Siswandi, Anggota DPRD Natuna, PJU Kapolres Natuna dan ibu Bayangkari Polres Natuna di bandara Ranai.

Kapolda mengatakan, kunjungannya pertama kali di Natuna untuk melihat kesiapan aparat TNI polri dalam menekankan tugas pokok masing-masing.

Menurut Kapolda, semua kesatuan yang berada didaerah perbatasan ini perlu meningkatkan konsolidasi dan sinergiritas dalam menjaga menjaga keutuhan NKRI termasuk mendukung pembangunan daerah.

“Natuna ini merupakan daerah perbatasan yang jauh dari jangkauan pemerintah pusat. Selayaknya semua kesatuan dan pemerintah serta instansi terkait untuk saling konsolidasi dan tingkatkan sinergiritas,” kata Kapolda.

Keberadaan Natuna sambungnya, adalah daerah setrategis yang memiliki sumber daya alam yang melimpah seperti Migas dan Perikanan. Dan merupakan wilayah Kepri yang paling rawan terjadi ilegal fishing dan peredaran narkoba.

“Mengacu pada undang undang perikanan nomor 45 tahun 2009. TNI AL, KKP dan Kepolisian adalah unsur utama yang terlibat. Masing-masing unsur memiliki tupoksinya. Maka dari itu konsolidasi semua pihak perlu di tingkatkan,” tegas Kapolda di Bandara Ranai. (arn)

Kisah Kedai Sabu di Bengkong, Batam

0
Di sini remaja bisa cicipi sabu.

batampos.co.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) menggebek rumah A, di Bengkong Permai RT I RW 2 Blok A Nomor 5. Menurut salah seorang tetangga Adi, rumah itu dulunya ditempati oleh orang tua A. Namun, sejak menikah, orang tua A menghibahkan rumah itu kepada A.

“Orang tuanya tinggal di belakang rumah ini. Dia selama ini memang tinggal sendiri sejak pisah sama istrinya,’ katanya.

Namun, perjalanan rumah tangga A kandas, ia berpisah dengan istri dan anaknya. Sejak pisah, rumah yang didepannya ada bengkel dan terdiri dari tiga kamar itu kemudian dijadikan kosan.

“Dulu yang tinggal disini bapak-bapak. Kemudian dia pindah. Baru masuk anak-anak muda disana,” tuturnya.

Menurut Adi, beberapa orang remaja yang tinggal di kosan A itu baru pindah dua hari sebelum digerebek BNNP, Senin (16/4) sekitar pukul 02.00 WIB.

“Ada sembilan orang yang kemarin dibawa. Orang BNN tu datang pakai baju biasa aja, tapi bawa senjata laras panjang,” bebernya.

Adi mengaku sempat melihat penggerebekan itu. Sebab, pada malam penggerebekan itu, ia baru pulang dari rumah kawannya. Menurut dia, ada sembilan orang yang dibawa oleh pihak BNN.

“Mereka dibawa pakai satu mobil. Setelah digerebek, motor ada tinggal dua disini. Malam digerebek, siang senin baru diambil sama bapak-bapak,” katanya.

Dia menambahkan, selama ini dirinya tidak menyangka jika rumah yang ditempati oleh A itu dijadikan sebagai tempat mengkonsumsi narkoba kalangan remaja.

“Kami biasa panggil abang gondrong. Dia selama ini biasa aja. Sering juga keluar ngobrol sama kami. Kalau anak remaja itu, dia ngumpul di depan rumah aja sambil main gitar. Kami tak ada curiga sama sekali,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos, rumah yang dijadikan sebagai tempat konsumsi narkoba itu berwarna ungu. Didepannya, terdapat sebuah bengkel sepeda motor berukuran sekitar 2×3 meter. Di depannya, terdapat pagar setinggi 1,5 meter. Pagar itu kini sudah dirantai dan digembok.

“Sejak digerebek sama BNN kemarin sudah tak ada lagi aktivitas di rumah itu,” imbuhnya. (gie)

Pelajar SMP di Ranai Terlibat Curanmor

0

batampos.co.id – Satreskrim Polres Natuna berhasil mengungkap pencurian sepeda motor (Curanmor) yang melibatkan seorang pelajar SMP di Ranai, JGS,14.

Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Edy Wiyanto mengatakan, pencurian diungkap setelah tersangka akan menjual sepeda jenis Yamaha Vega, namun berhasil diidentifikasi dilapangan oleh unit Jatanras.

“Kasus ini sudah diserahkan di Kejaksaan negeri Natuna, berkasnya sudah lengkap beserta tersangka dan barang bukti,” kata Wiyanto, Rabu (18/4).

Dikatakan Wiyanto, laporan kehilangan sepeda motor diterima polisi 28 September 2017. Dan pada 1 April lalu berhasil diungkap, setelah tersangka akan menjual hasil curian sepeda motor tanpa dokumen lengkap.

Dikatakan Wiyanto, butuh waktu pengungkapan dalam kasus pencurian tersebut. Karena setelah beraksi, tersangka menyimpan sepeda motor di semak-semak disekitar bukit Senubing berbulan-bulan. Baru bulan April dikeluarkan setelah dianggap kasusnya redup.

“Tersangka ini diamankan ketika berada di kamar penginapan, bersama rekannya. Tapi setelah diinterogasi, pelakunya adalah JGS,” ujarnya.

Dijelaskan Wiyanto, pelaku melakukan aksinya hanya mengunakan sebuah tang yang sudah dipersiapkan untuk membuka kap body tengah sepeda motor. Dan memotong kabel kunci kontak sepeda motor Yamaha Vega R 110cc dan kemudian menyalakan sepeda motor tersebut dan membawa sepeda motor tersebut ke daerah senubing dan kemudian disimpan di semak-semak.(arn)

Disperindag dan DPRD ke Spanyol Promosikan Produk Halal

0

batampos.co.id – Meskipun situasi ekonomi Kepri sedang tidak stabil, Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindrag) Provinsi Kepri bersama sejumlah legislator Komisi II DPRD Kepri memilih untuk tetap menghadiri kegiatan Halal Alimentaria Expo di Spanyol selama tiga hari. Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak mengatakan itu adalah kegiatan resmi.

Kadisperindag Kepri, Burhanuddin mengatakan kehadiran pihaknya pada kegiatan tersebut adalah untuk melakukan promosi olahan makanan dan minuman dari Kepri yang beredar di pasar ekspor. Langkah tersebut, katanya, adalah salah satu strategi untuk mempromosikan Kepri.

“Ini bukan kunjungan kerja, tetapi ada program tahunan dan misi dagang Kementerian Perdagangan (Kemendag),” ujar Burhanuddin menjawab Batam Pos, Rabu (18/4).

Ditegaskan Burhanuddin, keikutsertaan Kepri dalam program  pameran Halal Alimentaria Expo tersebut sepenuhnya ditaja oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Spanyol.

Lebih lanjut katanya, kegiatan tersebut diikuti oleh 123 negara.

“Setiap Provinsi diberi kesempatan secara bergiliran. Kita datang untuk berjualan hasil industri olahan makanan dan minuman halal yang ada di pasar ekspor,” tegas Burhanuddin.

Pria yang akrab disapa Boy tersebut juga mengatakan, jika tidak ada outputnya, pihaknya juga akan pikir-pikir untuk expo tersebut. Disebutkannya, produk-produk halal berupa olahanan makanan dan minuman yang diperkenalkan adalah berupa teh dan kopi.

“Sesuai permintaan Spanyol, yang kami tawarkan adalah teh dan kopi hasil produksi di Kepri yang sudah berada di pasar ekspor,” tutup Burhanuddin.

Sementara itu, legislator Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah yang ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan, kegiatan Halal Alimentaria Expo adalah tempat bertemunya antara penjual dan pembeli atau pengusaha. Menurutnya, Kepri adalah sebagai laluan ekspor tentu harus berani bermain dipasar tersebut.

“Tidak dipungkiri, sebagai pintu ekspor tentu harus kita manfaatkan setiap peluang yang ada,” ujar Iskandarsyah.

Legislator Dapil Karimun itu menjelaskan, salah satu tolok ukur baiknya pertumbuhan ekonomi suatu daerah adalah dilihat dari nilai ekspor. Atas dasar itu, Komisi II DPRD Kepri mendorong Kepri untuk berani dalam mengambil peluang yang ada sekarang ini.

“Kegiatan berlangsung selama tiga hari, dari 16 sampai 19 April. Jadi harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan Kepri di pasar internasional, khususnya dalam bidang olahanan makanan dan minuman yang halal,” papar Iskandarsyah.

Terpisah, Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak tidak menampik kepergian sejumlah Anggota Komisi II DPRD Kepri bersama Disperindag Kepri. Menurut Jumaga, kegiatan tersebut adalah resmi dan bisa memberikan output yang baik bagi pasar ekspor Kepri ke depan. (jpg)

KPU Tanjungpinang Seriusi Hak Pilih Warga Binaan

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang menyeriusi hak pilih warga binaan di Lapas Kelas IIA Tanjungpinang. Dalam rapat kordinasi, Rabu (18/4) kemarin, diketahui bahwasanya ada 63 warga Tanjungpinang yang tinggal di sana, namun tidak memiliki KTP elektronik maupun surat keterangan kependudukan, yang merupakan syarat mutlak memilih pada Pilkada Tanjungpinang tahun ini.

Ketua KPU Tanjungpinang, Robby Patria menerangkan, dari data yang diperoleh dari pihak Lapas Tanjungpinang ada 165 orang.

“63 memiliki NIK Tanjungpinang, 6 orang bukan warga Tanjungpinang, 96 orang belum memiliki NIK. Jadi nanti kami minta bantu Dinas Kependudukan Tanjungpinang untuk mengecek apakah 96 orang itu sudah memiliki NIK atau belum. Karena data yang kita pegang hanya nama tahanan tanpa diketahui NIKnya,” ujar Robby.

Dalam waktu dekat ini, KPU ingin lebih intensif lagi berkoordinasi lagi dengan pihak Lapas, maupun Disdukcapil Tanjungpinang, utamanya mengenai regulasi penerbitan surat keterangan untuk 63 warga binaan.

“Karena tanpa KTP el dan Suket, tak bisa milih. Ini yang jadi masalah serius warga binaan. Karena KTP mereka tidak ada dipegang,” katanya.

Sayangnya, dalam rapat koordinasi kemarin, Kepala Disdukcapil tidak hadir. Padahal, kata Robby, keberadaan pihak Disdukcapil sangat penting mengenai kelanjutan nasib warga Tanjungpinang yang tinggal di Lapas.

“Harusnya Pak Kadisduk hadir. Karena ini data akan KPU serahkan ke Disduk untu dibantu dicari,” pungkas Robby. (aya)

BNNP Kepri Imbau Orang Tua Periksakan Anak ke BNN sebab …

0
Petugas BNNP Kepri mengawal para tersangka narkoba saat ekspos di Kantor BNNP Kepri di Nongsa, Selasa (17/4). Petugas BNNP Kerpri mengamankan barang bukti sabu 3.440,5 gram dengan tersangka 7 orang. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Selama beroperasi dua tahun, jumlah pelanggan kedai sabu milik A di Bengkong Permai RT I RW 2 Blok A Nomor 5 diperkirakan mencapai ribuan anak atau remaja usia sekolah. Apalagi paket konsumsi sabu secara langsung itu terbilang murah, Rp 50 ribu untuk tiga kali hisap dan berlaku kelipatannya.

Jika merujuk jumlah remaja yang diamankan saat penggerebekan kedai tersebut, Senin (16/4) lalu, yang mencapai sembilan anak (semua positif mengkonsumsi sabu), maka bila dirata-ratakan pelanggan yang datang sembilan anak per hari, sebulan bisa 270 anak. Jika dikalikan dua tahun, maka bisa menembus angka 6.480 anak. Jika diambil 20 persen saja dari jumlah itu karena ada pelanggan sama berulang datang mengkonsumsi, angkanya tetap di atas 1000-an anak.

Begitupun jumlah sabu yang dihabiskan dalam sehari. Jika merujuk pada barang bukti yang tersisa yang diamankan BNN saat penggerebekan, yakni 0,70 gram, maka kalau sehari saja menghabiskan 0,70 gram, sebulan bisa 21 gram. Jika dikalikan dua tahun bisa sampai 504 gram. Namun bisa jadi lebih besar dari angka itu. Tergantung seberapa banyak pelanggan dan seberapa sering mereka datang mengkonsumsi sabu.

“Angka pastinya jumlah pelanggan dan jumlah konsumsi sabu yang sudah dihabiskan selama dua tahun ini belum bisa kami dapat, karena pemilik kedai ini sekarang irit bicara. Ngakunya sedikit-sedikit saja. tapi kami akan terus korek informasi dari dia,” ujar Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan, Rabu (18/4).

Richard juga mengatakan penting bagi BNN untuk mengetahui data dan jumlah pelanggan kedai sabu itu karena BNN akan memetakan langkah-langkah yang akan diambil untuk memutus ketergantungan anak-anak yang menjadi pelanggan kedai sabu itu.

“Jangan sampai mereka kecanduan. Kalau kecanduan mereka bisa cari di tempat lain,” ujar Richard.

Karena A masih bungkam, langkah yang diambil saat ini oleh BNN adalah, meminta kesadaran para orang tua di Batam, khususnya di sekitar kedai sabu untuk menanyakan ke anak-anak mereka, apakah pernah jajan sabu di kedai tersebut atau tidak.

“Kalau jawaban anak pernah jajan di kedai itu, segera bawa ke BNNP Kepri untuk diperiksa kadar ketergantungannya. Jangan sampai terlambat. Bahaya kalau sudah jadi pecandu akut,” kata Richard.

Orang tua tak perlu khawatir jika datang membawa anaknya memeriksakan diri di BNNP Kepri. Richard menjamin anak tersebut tidak akan diproses hukum, meski hasil pemeriksaan menunjukkan pernah mengkonsumsi sabu dan sudah mulai ketergantungan.

“Kami meminta ini demi mengantisipasi saja. Saat ini masih belum terlambat. Kalau hasil positif narkoba, saya berjanji anak-anak yang datang ke sini tidak akan di proses hukum,” tegasnya.

Richard mengatakan, anak-anak yang sudah terlanjur pernah mencicipi narkoba hingga ketergantungan, tidak memerlukan hukuman penjara. Mereka mnembutuhkan pengobatan melalui rehabilitasi di BNNP Kepri dan LOKA Rehab Nongsa.

“Kami lakukan ini, agar anak tersebut bisa berhenti mengguna narkoba. Dan tidak coba-coba narkoba melalui cara lainnya. Mari tes urine di sini, kerahasiaan identitas anak kami jamin,” ujar Richard.

Richard bahkan membuka peluang tes urine itu bukan hanya dari kalangan pelanggan kedai sabu tersebut, tapi dari mana saja. Orang tua yang curiga anaknya pernah mengkonsumsi narkoba bisa bawa anaknya tes urine di BNNP Kepri. “Sekali lagi untuk antisipasi, jangan sampai jadi pecandu akut,” tegasnya.

Lalu bagaimana nasib sembilan anak yang diamankan dari kedai sabu Bengkong saat penggerebekan? Richard mengatakan kesembilan anak itu positif menggunakan sabu. Saat ini, kesembilan anak ini masih menjalani assement untuk menentukan tingkat kecanduannya. “Apakah rendah, sedang, atau sudah tinggi,” ujarnya.

Assement tersebut sangat penting karena menyangkut tindakan rehabilitasi yang dibutuhkan anak-anak remaja tersebut.

Sebelumnya, Richard membeberkan bandar dan jaringan narkoba saat ini pasarnya tak hanya menyasar orang dewasa, tapi semua kalangan. Termasuk pelajar. Bahkan, data BNN menunjukkan, dari 26 ribu pecandu narkoba aktif di Kepri, 20 persen dari kalangan remaja dan mahasiswa. jumlahnya sekitar 5.200 orang.

Kondisi ini cukup mengkhawatirkan. Ia berharap peran aktif masyarakat membantu BNN dan kepolisian memberantas peredaran narkoba. “Kami sudah bentuk relawan anti narkoba di lingkungan pendidikan, keluarga, dan masyarakat,” ungkapnya.

Di bentuknya relawan ini, bertujuan mempersempit ruang gerak para bandar narkoba di Kepri. “Program ini kami jalankan terus, continue,” ucapnya.

Selain itu, ia berharap juga bantuan dari pemerintah daerah agar berperan aktif memberantas peredaran narkoba di Kepri, Batam khususnya. “Bila semua bergerak, tentunya pencegahan narkoba ini bisa lebih baik lagi,” tuturnya.

Kepedulian Warga Minim

Ketua Komisi I DPRD Batam bidang hukum dan pemerintahan, Budi Mardiyanto, mengatakan penggerebekan kedai sabu di Bengkong yang menyajikan sabu langsung pakai dengan tarif murah yang menyasar remaja usia sekolah, menunjukkan kecilnya kepedulian dan peran perangkat pemerintah di lingkungan setempat, seperti RT/RW. Sehingga mereka tak tahu di lingkungannya terdapat kedai yang menyajikan narkoba untuk remaja usia sekolah, padahal kedai itu sudah dua tahun beroperasi.

“Atas kejadian tersebut, seharusnya antarwarga atau tetangga harus sudah saling peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Kalau ada hal yang janggal atau mencurigakan, segera dicari tahu,” ujar Budi.

Selain itu, yang utama adalah faktor pengawasan dan kepedulian orang tua terhadap pergaulan anaknya di luar yang sangat minim sekali. Sehingga anak bisa sampai mengenal narkoba hingga ketagihan mengkonsumsinya.

Hal yang sama juga dikatakan anggota Komisi I DPRD Batam lainnya, Harmidi. Atas kejadian tersebut, menurutnya, bisa jadi momentum untuk menghidupkan kembali kegiatan pengawasan di lingkungan masyarakat yang dipelopori perangkat RT/RW.

“Kalau di masyarakat, kuncinya di RT/RW lah yang harus mampu mengajak warganya untuk lebih peduli. Jangan cuek. Kalau cuek ya kejadian seperti di Bengkong itu, ada kedai sabu sudah beroperasi dua tahun dengan pasar anak sekolah, tapi tak ketahuan,” ujar Harmidi mengakhiri.

(gas/ska/eja)

Kisah Pak Kapolresta Barelang tentang Judi Bola yang Berhasil Dibongkar

0
Kapolresta Barelang menunjukan barang bukti beserta para tersangka perjudian saat ekspos di Mapolresta Barelang, Rabu (18/4). Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari dua tempat yang bisa pada kasus perjudian. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang dalam beberapa hari terakhir menggerebek perjudiann jenis bola pimpong dan gelanggang permainan (gelper) di Kota Batam. Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan 7 orang tersangka dan beberapa barang bukti.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, pengungkapan pertama dilakukan oleh jajaran Sat Reskrim Polresta Barelang, Jumat (13/4) sekitar pukul 16.00 WIB, terhadap perjudian jenis gelper di wilayah Simpang DAM.

“Kita melakukan penyeldikan berdasarkan informasi masyarakat bahwa ada praktek judi jenis gelper,” kata Hengki.

Dari hasil penyelidikan itu, ternyata benar bahwa adanya praktik perjudian dan mengamankan 4 orang tersangka yang merupakan pemain, wasit dan penanggung jawab di lokasi kejadian. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti uang sebesar Rp. 4 juta, satu unit server mesin ketangkasan serta satu unit mesin ketangkasan.

“Mereka ini beroperasi buka tutup dengan memanfaatkan kelehangan petugas,” ujarnya.

Kemudian, pada hari Minggu (15/4) lalu, jajaran Satreskrim Polresta Barelang kembali menggerebek perjudian jenis bola pimpong di salah satu tempat hiburan malam, Pesona Pub dan KTV sekitar pukul 23.30 WIB.

“Dalam penangkapan itu kami amankan tiga orang tersangka. Mereka merupakan pemain, wasit dan penanggung jawab lokasi,” tuturnya.

Dari penggerebekan ini, polisi mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp. 1,5 juta, beberapa lembar voucher dengan nilai 100 poin, satu buah tabung yang berisikan bola pimpong sebanyak 24 buah, satu unit layar LCD dan satu unit kamera.

Terhadap 7 orang tersangka itu dikenakan pasal 303 junto pasal 303 bis KUH Pidana dengan ancaman hukuman selama 10 tahun penjara dan minimal 4 tahun penjara.

Hengki menambahkan, Polresta Barelang beserta dengan Polsek jajaran akan terus berkomitmen dalam melakukan pemberantasan seluruh bentuk perjudian di Kota Batam, dengan terus melakukan pemantauan secara terus menerus.

“Kami Polresta Barelang akan tetap komitmen dalam memberantas judi. Apapun bentuk judinya. Pasti akan kita tindak tegas,” imbuhnya. (gie)

BP Batam Stop Alokasi Lahan KSB

0
Warga memanfaatkan tanah kosong di Sagulung untuk belajar menyetir mobil, Selasa (25/7). Di Batam ini banyak tanah kosng yang belum tidak dibangun. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Permintaan akan Kaveling Siap Bangun (KSB) ke Badan Pengusahaan (BP) Batam tetap banyak. Tetapi BP Batam tegas menolak pengalokasian lahan untuk KSB. Saat ini juga BP Batam sedang melakukan penataan KSB di Batam.

“Tegas kita katakan bahwa alokasi untuk KSB dihentikan. Memang tetap ada permohonan yang masuk. Tetapi tidak akan dilayani,” kata Direktur Lahan, Imam Bachroni, Rabu (18/4).

Imam mengatakan saat ini BP Batam sedang melakukan evaluasi mengenai kepemilikan KSB. Penataan juga terus dilakukan. Termasuk mengimbau kepada semua pemilik kaveling untuk segera membangun, sesuai dengan persyaratan saat menerima alokasi kaveling.

“Kita terus melakukan pemetaan melalui drone. Masih sangat banyak kaveling yang tidak terbangun,” katanya.

Ia mengatakan saat ini ada sekitar 80.000 alokasi KSB kepada warga. Tersebar di semua kecamatan di Batam.

“Bahkan saat ini dari pengusaha juga tetap ada permintaan KSB ini. Warga yang paling banyak. Tetapi berapa yang belum terbangun, masih terus kita evaluasi,” katanya.

Menurut Imam sesuai ketentuan setia KSB yang dialokasikan harus dibangun. Dan seharusnya KSB yang diberikan kepada perorangan bukan untuk diperjualbelikan.

“Kalau penataan KSB ini sudah selesai kita lakukan, maka akan kita lakukan tindakan tegas kepada warga yang tidak membangun kavelingnya,” ujarnya.

Seorang warga Ruli Danaumerah, Batuaji, Rinto ditemui di parkiran kantor BP Batam kemarin, mengatakan hendak memohon permintaan KSB. Di mana ada info yang ia dengar masih ada KSB yang tidak dibangun di daerah Sagulung.

“Saya mau minta KSB tetapi tidak tahu apakah akan diberikan atau tidak. Dari pada saya tinggal di ruli terus Pak,” katanya.

Ia mengaku nekad hendak memohon alokasi lahan setelah mendapat penjelasan dari keluarganya di daerah dapur 12. “Katanya KSB bisa diminta. Mudah-mudahan diberikan,” katanya.

Sementara itu, ketua DPD REI Khusus Batam Achyar mengataka bahwa BP Batam seharusnya mengevaluasi dan menarik KSB yang tidak kunjung dibangun. Di mana saat ini banyak KSB yang terlantar padahal seharusnya bisa dialokasikan untuk perusahaan pengembang perumahan.

“KSB yang tidak dibangun itu bisa dialokasikan lagi kepada pngembang yang benar-benar mau dan bersedia melakukan pembangunan,” katanya.

Menurut Achyar saat ini banyak KSB yang diperjualbelikan oleh masyarakat. Padahal seharusnya, KSB itu awalnya diberikan kepada warga yang belum memiliki rumah.

“KSB itu untuk dibangun. Tetapi saat ini malah sangat banyak yang untuk dibisniskan orang per orang,” katanya. (ian)

HIPMI Kepri Dukung Program Pemerintah Bangun Ekonomi

0
Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Yaser Palito melantik pengurus BPD HIPMI Kepri yang ditandai dengan penyerahan pataka kepada Ketua HIPMI Kepri Huzeir Zul di Hotel Planet Holiday, Selasa (17/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kepri Huzeir Zul mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengembangkan ekonomi di Kepri.

“Kami mendukung program Gubernur, Pemko dan BP Batam yang tengah membangun infrastruktur untuk menggenjot ekonomi,” katanya usai Pelantikan Pengurus Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi Kepri di Hotel Planet Holiday, Selasa (17/4) malam.

Huzeir mengatakan organisasi pengusaha yang dipimpinnya akan menularkan virus usaha ke kalangan pengusaha muda agar tumbuh menjadi pengusaha yang tangguh.

“Makanya kami bentuk Hipmi Perguruan Tinggi. Karena jika ada mahasiswa berminat untuk berwirausaha, maka begitu tamat orientasinya adalah buka usaha bukan mencari kerja lagi. Begitu juga dengan Hipmi Peduli,” paparnya.

Saat ini, banyak kendala yang dihadapi oleh pengusaha muda di Kepri antara lain akses permodalan. Lalu peran yang minim dalam setiap proses pembangunan ekonomi di Kepri.

“Kami sudah bertemu dengan Presiden dan paparkan sejumlah kendala yang dihadapi. Contohnya porsi pengusaha muda yang minim sekali perannya dalam pembangunan ekonomi dan infastruktur,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah akan melibatkan lebih banyak lagi pengusaha muda khususnya yang tergabung dalam Hipmi.”Kita sambut baik arahan Pemda yang mau bersinergi dengan Hipmi. Nah nanti kami dan Pemda akan buat perencanaan yang lebih konkrit lagi,” tuturnya.

Sedangkan Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri akan berupaya membangun kebersamaan dan komunikasi dengan para pengusaha muda.

“Pengusaha itu urat nadi pertumbuhan ekonomi daerah. Sehingga harus dibangun komunikasi dan kebersamaan. Setelah itu, pengusaha juga jangan manja. Jangan mau ditenteng, disuap atau didorong. Sekarang sudah lebih mudah dengan adanya Mall Pelayanan Publik (MPP),” ujarnya dalam kata sambutannya yang mencapai satu jam.

Wakil Ketua Hipmi Pusat Yaser Palito juga berharap agar Hipmi Kepri bisa tumbuh berkembang karena posisinya yang sangat menguntungkan.

“Saran saya sektor pariwisata dan perikanan belum disentuh. Jika tak disentuh hanya karena alasan infrastruktur, itu soal klasik. Kesempatan harus diambil. Jangan sampai teman-teman Hipmi jadi penonton karena diambil oleh pengusaha asing.” jelasnya.

Ia juga berpesan kepada Pemda agar membenahi situasi iklim usaha di Kepri.”Jaga agar tetap kondusif karena nanti tahun 2030 ada bonus demografi di Kepri. Sehingga nanti tenaga kerja dari Kepri akan banyak,” paparnya.

Dan terakhir, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo sangat berharap agar Hipmi Kepri bisa berada di depan dalam membuat langkah terobosan bangkitkan ekonomi di Batam.

“Kami juga butuh bantuan ide dari pengusaha muda agar bisa segera bergerak membangun ekonomi,” harapnya.(leo)