batampos.co.id – Berawal dari keinginan agar anak-anak autis dapat lebih mandiri dan dapat memasuki dunia kerja, Riniatun mendirikan sebuah lembaga Autis Centre yang dinamai “Rumah Kita”.
Autis Centre yang berlokasi di Townhouse Winner Millenium Blok E2 No. 01-3A Batam Centre ini diresmikan pada Sabtu (5/5) kemarin, ditandai dengan syukuran dan doa bersama yang dihadiri oleh anak-anak panti asuhan dan sejumlah undangan lainnya.
“Alhamdulillah rencana kami untuk mendirikan autis centre bisa terlaksana. Semoga bisa membantu anak berkebutuhan khusus, terutama anak-anak autis,” kata Riniatun di sela-sela peresmian.
Rini tak sendirian mendirikan autis centre Rumah Kita. Ia bekerja sama dengan koleganya Jan Sang. Tahap awal ini autis centre yang didirikan baru memiliki fasilitas 5 ruang terapi dan 1 kelas kemandirian. Terapi yang dilayani antara lain terapi okupasi, terapi wicara, terapi perilaku, sensori integrasi dan keterampilan.
“Untuk kelas mandiri kami buka pada setiap Senin hingga Jum’at mulai pukul 8 pagi hingga 4 sore, dengan tenaga terapis yang telah bersertifikat. Untuk terapi bisa dilakukan pada malam hari, namun hanya sampai jam 8 saja,” ujar Riniatun.
Riniatun berharap Autis Centre Rumah Kita yang memiliki motto “Mengerti Merangkul Membina” akan bermanfaat bagi masyarakat dan berperan serta dalam program pemerintah untuk membantu anak-anak autis.
Sehingga anak-anak autis lebih bisa mandiri dan kelak dapat ikut memasuki dunia kerja. (*)
batampos.co.id – Sepekan jelang bulan suci ramadan harga beberapa komoditi di pasaran tradisional Batam masih tinggi. Bahkan untuk harga daging sapi beku, tidak mengalami penurunan sama sekali.
Di Pasar tradisional Tos 3000 Jodoh misalnya, harga daging sapi beku masih berada dikisaran Rp 87-90 ribu perkilonya. Bahkan untuk daging kerbau yang sempat ada di pasar sudah hilang.
Agus, pedagang daging mengatakan harga daging sapi beku masih belum turun yakni Rp 88 ribu perkilonya. Harga tersebut pun sudah berlangsung sejak dua bulan terakhir.
“Masih Rp 88 ribu perkilonya. Tak ada turun,” imbuhnya.
Menurutnya, keberadaan daging beku kerbau tak berpengaruh terhadap harga daging sapi beku. Buktinya, harga daging sapi tetap tak turun dan malahan sekarang daging kerbau sudah jarang dipasaran.
“Kemarin sempat jual daging kerbau, tapi peminatnya tak banyak. Jadi tak ambil lagi meski harganya memang lebih murah,” imbuh Agus.
Hal senada dikatakan Acua penjual daging sapi di kawasan Bengkong. Ia memprediksi harga daging sapi tak akan turun dalam waktu dekat, apalagi sepekan jelang bulan puasa.
“Biasanya jelang puasa harga daging sapi memang mahal. Turunnya paling habis lebaran,” imbuh Acua.
Disinggung mengenai daging kerbau, Acua mengaku hanya sekali memesan karena kurangnya peminat daging kerbau.
“Kalau tetap dipesan saya yang rugi, sebab banyak tak minat daging kerbau. Katanya susah diolah dan tekstur dagingnya beda dengan sapi,” jelas Acua.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Zarefriadi belum bisa dikonfirmasi terkait masih tetap tingginya harga daging sapi beku. (she)
batampos.co.id – Jajaran Polsek Sagulung kesulitan mengungkap siapa pelaku pembuang bayi perempuan yang ditemukan tewas membusuk diantara tumpukan sampah di pinggir sungai Kaveling Kamboja, Seipelenggut, Sagulung, Jumat (4/5) sore lalu.
Kapolsek Sagulung AKP Yudha Surya Wardana menuturkan, pihaknya sudah berkerja maksimal dengan memeriksa sejumlah saksi hingga menganalisa hasil olah TKP namun belum ada hasil yang mengarah ke pelaku pembuang jenazah bayi itu sebab minim petunjuk.
“Petunjuk dari saksi (Lisna dan Linse) yang pertama menemukan bayi hanya sebatas penemuan mayat itu saja. Begitu juga RT/RW setempat juga tak tahu banyak,” ujar Yudha, Minggu (6/5).
Pelaku pembuang bayi perempuan itu kata Yudha, bisa dari mana saja. Itu karena lokasi penemuan bayi tersebut persis dipinggir sungai yang bisa saja terbawa arus air dari berbagai pemukiman warga di Sagulung dan Batuaji.
“Melebar memang kalau dianalisa dari hasil oleh TKP. Segala kemungkinan ada. Bisa saja orang datang dari daerah lain buang di sini ataupun buang di daerah lain namum terbawa arus dan terdampar di lokasi penemuan itu,” tutur Yudha.
Untuk kembali memastikan dari mana asal bayi naas itu, Polsek Sagulung kata Yudha akan melebar penyelidikan dengan meminta bantuan perangkat RT/RW di seluruh wilayah Kecamatan Sagulung termasuk Batuaji untuk sama-sama memantau warganya.
“Mana tahu RT/RW ada data-data siapa saja yang hamil dan melahirkan dalam sepekan terakhir ini. Kalau ada datanya tentu akan membantu kami untuk mendalaminya,” ujar Yudha.
Sementara untuk penyelidikan medis polsek Sagulung belum bisa berbuat banyak sebab belum ada hasil visum dan otopsi dari petugas medis di RS Bhayangkara Polda Kepri. “Masih kami tunggu ini. Termasuk umur dan penyebab kematian sang bayi belum kami dapat,” ujarnya.
Seperti yang diketahui, Lisna dan Linse dua wanita warga Kaveling Kamboja yang mencari bekas botol minuman di sungai belakang pemukiman mereka terperanjak kaget saat melihat sesosok mayat perempuan dalam kondisi kembung dan mengeluarkan bau busuk diantara tumpukan sampah tempat mereka mencari botol minuman bekas,Jumat (4/5) sore.
Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Sagulung untuk ditindak lanjuti. Hasil olah TKP Polisi mayat itu merupakan mayat bayi perempuan. Umur sang bayi belum bisa diprediksi sebab kondisi mayatnya sudah mengembang dan membusuk. (eja)
Pekerja menggesa pembangunan rumah di Seiharapan, Sekupang | Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Masyarakat masih menaruh minat yang cukup tinggi terhadap pembelian properti. Survei keyakinan konsumen yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menyebutkan, masyarakat masih optimistis untuk meningkatkan pengeluaran di sektor properti. Pada April lalu, tren penempatan kelebihan pendapatan dalam bentuk properti tercatat meningkat sejak Februari 2018.
’’Sebanyak 23,6 persen responden memilih penempatan dalam bentuk properti. Dalam 12 bulan mendatang, 6,9 persen responden menyatakan sangat mungkin untuk membeli, membangun, atau merenovasi rumah,’’ kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman, akhir pekan lalu. Sementara itu, 28,8 persen responden menyatakan mungkin akan membeli, membangun, atau merenovasi rumah.
Minat pembelian rumah pada awal tahun biasanya belum begitu tinggi. Namun, menginjak awal kuartal II hingga akhir tahun, biasanya masyarakat akan lebih antusias untuk membeli rumah.
Direktur Eksekutif PT Intiland Development Tbk Archied Noto Pradono mengatakan, pasar properti berkembang baik di Jakarta dan Surabaya. ’’Daya beli dan minat beli konsumen masih ada,’’ katanya.
Namun, lanjut dia, pengembang masih berjaga-jaga jika konsumen masih bersikap wait and see. Terlebih, tahun ini hingga tahun depan merupakan tahun politik. Mereka yang bersikap wait and see biasanya adalah kalangan menengah ke atas. Secara umum, Intiland menargetkan penjualan banyak disumbang oleh penjualan apartemen.
Sementara itu, di luar properti, survei BI menunjukkan adanya penurunan dari rencana penempatan pendapatan berlebih ke deposito dan tabungan. Dalam 12 bulan mendatang, 45,4 persen responden menyatakan akan menempatkan kelebihan pendapatannya ke tabungan dan deposito. Namun, angka tersebut menurun dari survei pada Maret yang porsinya 46 persen.
Meski rencana penempatan dana dari masyarakat ke tabungan dan deposito menurun, hal itu masih bisa berubah. Sebab, BI membuka ruang kenaikan suku bunga BI 7 days reverse repo rate (BI-7DRRR). Jika kemudian BI menaikkkan suku bunganya, bunga deposito bank bisa ikut naik dan menarik minat masyarakat untuk menempatkan dananya ke deposito.
’’Di BUKU (bank umum kelompok usaha) III dan BUKU IV, bunga deposito cenderung landai, namun diproyeksikan akan naik,’’ ujar Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah. Rata-rata bunga deposito BUKU IV pada akhir Maret 2018 sebesar 5,39 persen. (rin/c4/sof/JPG)
batampos.co.id – Ini kisah tentang korban kecelakaan kerja yang tidak diperhatikan oleh pihak perusahaan…
Sebuah mobil sedan hitam melaju kencang di jalan masuk kaveling Baru, Kelurahan Seilangkai Sagulung, Kamis (3/5/208) sore. Laju mobil tersebut berhenti di depan sebuah rumah berlantai dua blok G RT02/RW 11.
Dari pintu depan mobil keluar seorang perempuan muda dengan langkah terburu-buru. Perempuan itu langsung membuka bagasi belakang mobil. Dari dalam bagasi itu perempuan itu mengambil sebuah tongkat besi yang dirancang untuk orang cacat. Diapun kembali menuju ke jok tengah mobil.
Masih dengan gerakan cepat wanita itu membuka pintu belakang mobil tadi. Dari jok belakang mobil itu duduk seorang pria dengan wajah yang penuh dengan bekas luka hingga ke bagian leher.
Wanita tadi lantas membopong pria yang berada di jok belakang keluar mobil sambil menyerahkan tongkat yang sudah ambil tadi. Pria yang tak bisa berjalan normal itu dituntun secara perlahan oleh wanita tadi ke teras rumah.
“Beginilah Mas rutinitas saya setiap hari. Tak bisa jalan normal dia makanya harus dipapah,” ujar wanita tadi kepada Batam Pos.
Wanita itu adalah Evi, isteri dari Weli pria yang dibopongnya tadi. Sudah lima bulan belakangan ini Evi harus repot mengurus Weli yang mengidap penyakit kanker ganas pada rongga hidungnya.
“Hampir setiap hari harus antar dia berobat. Kalau tak kerumah sakit, kami ke pengobatan alternatif,” ujar Evi.
Weli divonis kanker hidung semenjak dia masih bekerja sebagai teknisi di salah satu perusahaan galangan kapal ternama di Tanjunguncang yang masih eksis hingga saat ini. Pekerjaannya yang sering berhadapan dengan serbuk semen diduga menjadi pemicu kanker pada rongga hidungnya itu.
“Sebenarnya sudah lama saya rasa sakit pada rongga hidung, cuman baru tahu kanker lima bulan yang lalu saat saya periksa ke dokter,” ujar Weli.
Saat tahu sakitnya sudah kronis, Weli langsung memutuskan untuk rawat inap di salah satu rumah sakit swasta di Batam.
“Disuruh dokter harus operasi. Biayanya diatas Rp100 juta,” kata Weli.
Weli yang masih memiliki sedikit tabungan tidak punya pilihan lain. Meskipun kekurangan dana dia tetap menjalani operasi dengan harapan ada bantuan dari pihak perusahaan. Namun harapnnya itu meleset, sebab pihak perusahaan tak mau tahu dengan penyakitnya itu.
“Jangankan bantu Mas, datang tengok saja tak ada,” ujarnya.
Untuk menebus biaya operasi itu Weli harus meminta bantuan kepada kerabat dan keluarganya termasuk uluran tangan dari sejumlah komunitas keagamaan di Batam.
“Sampai sekarang Pak tak ada bantuan dari perusahaan. Cuman hak-hak saya sebagai mantan pekerja saja yang dikasih,” ujarnya.
Penderitaan Weli akibat serbuk kimia dari tempat kerjanya itu belum berakhir. Setelah dioperasi, Weli masih harus menjalani pengobatan lanjutan termasuk ke salah satu rumah sakit ternama di Malaysia.
“Sudah habis-habisan kami ini. Bagaimana lagi, saya tak bisa begini saja. Setiap minggu harus kontrol ke rumah sakit. Kadang ke Malaysia,”tuturnya. (eja)
batampos.co.id – Seorang perempuan Warga Negara Asing (WNA) asal China, Wu Xinxin alias Wendi, 23, mencoba bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 3 Hotel Goodway, Batuampar, Minggu (6/5) sekitar pukul 08.30 WIB.
Belum diketahui penyebab Wendi nekat bunuh diri dengan cara melompat dari jendela kamar yang ia tempati. Dari pengakuan kerabat korban, saat melakukan aksi itu Wendi sedang dalam keadaan ilusi dan kemudian hendak melompat dari jendela kamarnya.
“Waktu mau ditangkap sama sekuriti dan kawan-kawannya, dia (Wendi, red) jatuh. Dia disini pelajar dari Jakarta. Nanti penanggung jawab dari Jakarta mau datang,” kata Joko saat ditemui di Rumah Sakit Harapan Bunda.
Kapolsek Batuampar AKP Ricky Firmansyah mengatakan, korban masih hidup dan dirawat di Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB). Dari keterangan beberapa orang saksi kepada polisi, awalnya mereka mendengar suara ribut-ribut. Setelah dicek ternyata ada hendak melompat dari lantai untuk tiga.
“Saat kejadian itu, saksi ini sedang sarapan di samping Hotel Goodway. Tiba-tiba, terdengar suara meminta tolong karena adanya seseorang yang ingin mencoba bunuh diri,” kata Ricky.
Usai mendengar adanya suara meminta tolong itu, selanjutnya kedua warga yang sedang sarapan itu sempat melihat Wendi yang sudah berdiri di bibir tembok. Kemudian, mereka meminta pertolongan kepada sekuriti Hotel Goodway untuk mengambil kasur sebagai alas apabila korban melompat dari kamar hotelnya.
Saat beberapa orang mencari kasur, tiba-tiba Wendi terjatuh. Warga yang berada dibawa mencoba menangkap Wendi dengan menggunakan tangan. Akibatnya dua warga yang menangkap Wendi itu mengalami cedera di bagian punggung dan hidung mereka.
“Kemudian Korban bersama dengan dua warga itu dibawa ke rumah sakit Harapan Bunda guna mendapatkan pertolongan medis,” tuturnya.
Ricky menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam kasus percobaan bunuh diri ini. Sementara Wendi, alami luka robek dibagian kepala serta mengalami cedera di bagian pinggangnya. Sejauh ini, pihak kepolisian masih mengusut penyebab Wendi melakukan aksi itu.
“Dua warga yang menolong saat itu sudah diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit setelah mendapatkan perawatan. Sementara korban, informasinya juga sudah dibawa pulang setelah jalani perawatan,” imbuhnya. (gie)
Ilustrasi Turis luar negeri main cable ski atau olahraga air di danau Waterfront Marina City, Sekupang. | Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) akan semakin diperketat oleh Kantor Imigrasi Kelas II Belakangpadang. Pasalnya, di daerah perbatasan banyak pernikahan campuran sehingga menyebabkan banyaknya lalu lintas keluar masuk dari WNA ke wilayah Indonesia.
“Kami akan melaksanakan operasi gabungan dalam waktu dekat ini. Mengingat padatnya lalu lintas orang asing masuk lewat Belakangpadang,” ujar (Plh) Kepala Seksi Wasdakim Imigrasi Belakangpadang, Sasmita Adhitya di Sekupang kemarin.
Letak geografis Belakang Padang yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia menyebabkan pernikahan lintas negara mudah terjadi. Dan secara kultur budaya pun sangat erat hubungannya.
“Hal itu tentu saja memerlukan kepekaan yang tinggi dari Imigrasi Belakang Padang untuk melaksanakan fungsi pengawasannya. Makanya harus bekerjasama dengan lurah dan KUA untuk dapat melaporkan jika terdapat warga belakang padang yang mendaftarkan pernikahan dengan warga negara asing,” jelasnya.
Selain karena faktor pernikahan campuran, kasus penangkapan narkoba juga menjadi pemicunya.
Contohnya seperti penangkapan sabu seberat 1 ton pada 7 Februari lalu di Pulau Nipah serta sabu sebanyak 1,6 ton pada 20 Februari lalu di Perairan Pulau Meriam.
“Isu tersebut menjadi isu strategis untuk semakin memperketat pengawasan orang asing di Belakangpadang,” pungkasnya. (leo)
Sejumlah pesawat saat parkir di Bandara Hang Nadim Batam. | Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Persiapan mudik lebaran juga dilakukan pada sektor udara. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melakukan pemeriksaan di 36 bandara untuk melihat keamanan dan kenyamanan pelayanan penerbangan.
Menurut data yang dimiliki Kementerian Perhubungan pada musim lebaran tahun lalu, penumpang pesawat mencapai 5,29 juta jiwa. Tahun ini kementerian tersebut memprediksi jika jumlah penumpang akan naik sebesar 8,47 persen atau menjadi 5,75 juta penumpang. Untuk itu persiapan harus lebih baik dari tahun sebelumnya.
Menurut Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, inspeksi yang dilakukan sejak akhir April hingga minggu depan tersebut bertujuan untuk melihat kekurangan di masing-masing bandara. Entah itu dari sarana, standar prosedur operasional, maupun sumber daya manusia yang akan memberikan layanan.
Inspeksi keselamatan dan pelayanan bandar udara yang dilakukan di 36 lokasi bandar udara tersebut dilakukan oleh Direktorat Bandar Udara (DBU) dan Kantor Otoritas Bandar Udara (KOBU).
”Untuk keselamatan, inspeksi akan mengacu pada Peraturan Dirjen Perhubungan Udara nomor KP 220 tahun 2017 tentang Petunjuk teknis peraturan keselamatan penerbangan sipil terkait dengan sertifikasi dan registrasi serta pengawasan keselamatan operasi bandar udara. Sementara untuk pelayanan akan mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 178 tahun 2015 tentang standar pelayanan pengguna jasa bandar udara,” kata Agus.
Pemeriksaan yang dilakukan diantaranya pada runway, taxiway, dan apron. Selain itu juga pada marka, lighting, manajemen operasi apron, manajemen keselamatan apron, serta pemeriksaan daerah pergerakan. Sementara itu, inspeksi terkait layanan untuk memastikan kesiapan kapasitas fasilitas dan pelayanan terminal penumpang. ”
Hasilnya belum final jadi belum bisa diumumkan,” tuturnya.
Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan jika pihaknya akan menambah jumlah penerbangan. Mulai dari memberikan ekstra flight, menambah jam operasional bandara, hingga meminta maskapai untuk menggunakan pesawat berbadan lebar. ”Hingga saat ini belum ada maskapai yang meminta ekstra flight. Biasanya di mingu-minggu terakhir sebelum lebaran baru mengajukan,” bebernya. (lyn)
batampos.co.id – Sebanyak 1.300 turis Singapura mengadakan kunjungan ke Batam, Sabtu (5/5). Seluruh turis tersebut tampak antusias mengunjungi taman rusa di Kampung Pacific di kawasan Pacific Palace Hotel.
“Ada 33 bus besar yang mengadakan kunjungan ke hotel kami. Mereka sangat antusias dengan mini tur yang kami tawarkan,” ujar Assistant Director Pacific Palace Hotel, Desy Juliaty kepada Batam Pos di kawasan Jodoh kemarin.
Desy menyebutkan, sebanyak 1.300 turis Singapura ini merupakan grup tur dari media terbesar Singapura, Media Corp yang memilih Batam sebagai tujuan tur wisata mereka dalam merayakan Mothers Day.
“Jadi, para tamu kami ini sebagian besar adalah keluarga yang membawa ibu-bapak mereka berwisata ke Batam,” jelas Desy.
Para turis tersebut sejak pukul 08.00 WIB kemarin sudah memadati kawasan Hotel Pacific Palace. Mereka sangat antusias dan menyebut hotel tersebut unik dan menarik. Belum lagi mini tur yang ditawarkan hotel yakni menikmati taman rusa. Dimana, para turis secara bergantian bisa melihat dan berinteraksi langsung dengan 26 rusa dan beberapa angsa.
Tak hanya itu, para turis juga bisa menikmati aneka jajanan dan produk lokal khas Batam di Kampung Pacific di kawasan foodcourt belakang hotel.
“They want it so much,” ujar Desy.
Desy menyebutkan, kedatangan 1.300 turis Singapura ini menjadi dukungan mereka dalam memajukan industri pariwisata dan perhotelan di Kota Batam.
“Atraksi-atraksi yang kami hadirkan seperti wisata rusa, bazaar kampung nelayan, workshop menghias cookies bersama keluarga dimana semua bahan kami persiapkan, dan juga menghadirkan cookies berbentuk hotel kami. Itu semua kami hadirkan pertama kali sekaligus untuk memperkenalkan atraksi wisata ini kepada umum,” jelas Desy.
Suatu kebahagiaan tersendiri baginya, bisa menerima banyaknya tamu dengan menciptakan sendiri mini tur untuk memanjakan mereka.
“Membuat sesuatu yang unik. Yang di Singapura tak ada. Pasti Singaporean akan tertarik mengunjunginya. Selain mendatangkan wisatawan, juga turut mendongkrak hotel kita. Senang sekali. Mereka menginap di hotel berbentuk cruise, menikmati aneka hiburan yang ditawarkan hingga acara puncak dengan dinner bersama. Saya kira ini sangat menguntungkan dan bisa semakin menjadikan Batam tercinta menjadi kota wisata yang sebenarnya,” ujar Desy.
Selain menikmati mini tur, para turis dari Media Corp tersebut juga akan menikmati jamuan makan malam mewah yang dihibur langsung bintang tenar asal Singapura, Xiang Yun.
“Tujuan utama mereka berkunjung ke Batam adalah merayakan Mothers Day. Kami bangga mampu handle Media Corp Singapura,” jelas Desy.
Para turis ini menginap di beberapa hotel besar di Batam, seperti di Travelodge, Radisson, Planet Holiday, Aston Hotel, Formosa, dan lain-lain.
“Khusus di hotel kami, hanya ada 100 tamu yang menginap. Fully booked. Tapi acara hiburan kami sediakan sebagian besar di sini,” tutup Desy. (cha)
batampos.co.id – Pelaporan gratifikasi tampaknya masih belum menjadi kebiasaan kepala daerah (kada). Buktinya, diantara 548 daerah di Indonesia, hanya 72 yang tercatat pernah melaporkan gratifikasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Jadi, ada 476 kada yang tidak pernah lapor. Bahkan, khusus selama 2018 ini, baru 13 kada yang pernah melapor gratifikasi.
Direktur Gratifikasi KPK Giri Suprapdiono memaparkan, sejak lembaganya berdiri, Wali Kota Semarang tercatat paling sering melaporkan setiap pemberian yang diterima. Jumlah laporannya sebanyak 31. Kemudian di urutan kedua adalah kada DKI Jakarta sebanyak 29 laporan. Baik itu gubernur maupun wakil gubernur.
“Jadi sejak KPK berdiri, hanya 72 (kepala daerah) yang pernah melaporkan gratifikasi,” ujarnya kepada Jawa Pos, kemarin (5/5).
Berdasar data tersebut, hampir semua pimpinan wilayah di DKI Jakarta pernah melaporkan gratifikasi. Selain gubernur dan wakilnya, juga pimpinan daerah di tataran pemkot. Seperti pemkot Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur dan Jakarta Pusat. Hanya Jakarta Selatan yang tercatat sama sekali belum pernah melapor gratifikasi ke KPK.
Sementara di provinsi lain, seperti Jawa Timur (Jatim), misalnya, diantara 38 kabupaten/kota, sejauh ini hanya delapan yang tercatat pernah melapor. Yakni di tataran pemprov (gubernur dan wakil gubernur), empat kada kabupaten (Jombang, Situbondo, Sumenep, dan Trenggalek), dan tiga kada kota (Malang, Mojokerto dan Surabaya).
Secara perorangan, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Sandiaga Uno tercatat sebagai pejabat daerah paling banyak melaporkan gratifikasi ke KPK sepanjang 2018. Yakni sebanyak 22 laporan. Mayoritas dinyatakan milik negara setelah melalui proses analisis di Direktorat Gratifikasi KPK.
Gratifikasi yang menjadi milik negara itu antara lain, tempat bakar dupa atau mabkhara dari China Water Industry Group Limited, Wine Tokaji jenis 2002 L5 dengan kandungan alkohol 11 persen yang diproduksi J & J Ostrozovic Volka TRNA 233, serta satu paket berisi sarung tenun, sajadah, parfum Gaharu, Fawah dan Arabian Oud, dan kemeja batik tulis.
Bukan hanya itu, gratifikasi Sandiaga lain yang disita negara adalah patung Pegasus dan Globe by Veronese Design serta Persija Water (Persija 20 dus). Ada pula pemberian kebaya encim Wella House, dasi sutera dan pocket square Savile Row Company, plakat berbentuk microphone, buku Asmaul Husna terbitan Emqies, serta kain batik dan tenun merek Danar Hadi.
”Total pelaporan gratifikasi kepala daerah sejak Januari sampai April 2018 sebanyak 35 laporan,” kata Giri. Secara umum, penyelenggara negara dan pegawai negeri wajib melaporkan gratifikasi kepada KPK paling lambat 30 hari kerja. Bila melebihi batas waktu itu, gratifikasi dianggap suap. “Gratifikasi tidak perlu untuk mempengaruhi keputusan. Tidak perlu juga untuk prasyarat diminta. Jadi harus ditolak, kalau tidak bisa menolak ya dilaporkan,” tegasnya.
KPK sejatinya memberikan kemudahan pelaporan gratifikasi. Yakni melalui aplikasi gratifikasi online (GOL) yang bisa diunduh di Apps store. Setiap kada yang tidak bisa menolak gratifikasi bisa menggunakan aplikasi tersebut tanpa harus datang ke KPK. “Kami berupaya membangun sistem pengendalian gratifikasi, bagaimana mengendalikan gratifikasi, syukur-syukur (gratifikasi) ditolak,” imbuh dia.
Irjen Kemendagri Sri Wahyuningsih mengatakan, gratifikasi merupakan delik korupsi yang sulit dideteksi, karena posisi penyelenggara daerah bersifat pasif. Beda dengan pemerasan yang mana penyelenggara daerah bersifat aktif.
“Atau suap yang ada unsur saling menguntungkan timbalik balik,” terang dia saat dihubungi Jawa Pos kemarin.
Walaupun demikian, tutur dia, Kemendagri sepakat untuk mengalakkan pelaporan gratifikasi. Menurut Wahyu, sapaan akrab Sri Wahyuningsih,rendahnya pelaporan gratifikasi disebabkan karena kesadaran penyelenggara daerah masih rendah. “Mereka menganggap saat menerima gratifikasi atau hadiah hal itu tidak melanggar aturan karena tidak dalam posisi memberikan pelayanan,” jelasnya.
Penyebab lainnya, ungkap dia, pemda belum mempunyai kebijakan daerah terkait pengelola gratifikasi.
Oleh karena itu, pihaknya bersama KPK akan berupaya mendorong pemda membentuk unit pengendalian gratifikasi (UPG) dan membuat peraturan kepala daerah (Perkada) pengelolaan gratifikasi.UPG merupakan unit ad hock yang bertugas mengelola laporan gratifikasi di tingkat SKPD, termasuk menyusun peta layanan rawan gratifikasi, dan sosialisasi.
Wahyu menambahkan, secara internal, Kemendagri memasukkan isu gratifkasi dalam kebijakan pengawasan tahunan. Pada saat pertemuan forum Inspektur se- Indonesia bulan lalu, kementeriannya telah mengenalkan standar nasional sistem manajemen antisuap sesuai SNI 370001 untuk diterapkan secara bertahap.(tyo/lum)