
batampos.co.id – Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri mengamankan dua orang kurir asal Malaysia, Senin (5/3) lalu. Modus kedua orang ini menyembunyikan 162 gram sabu itu, dengan memasukan ke dalam tubuh melalui anus.
“Kami berhasil mengamankan Ms,24 dan Tr,28 di Pelabuhan Batamcenter,” kata Direktur Ditresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Yani Sudarto, Selasa (6/3).
Penangkapan kedua orang tersangka ini, kata Yani bermula dari informasi yang diterima kepolisian, yang menyebutkan pengiriman narkoba oleh kurir narkoba. setelah dilakukan kroscek, ternyata informasi tersebut benar.
Yani mengatakan jajarannya berkoordinasi dengan Bea Cukai, Polres Bintan dan Polsek KKP Barelang, melakukan pengintaian terhadap dua kurir yang disebut akan masuk ke Batam.
“Benar informasinya, kami menangkap dua orang ini. Awalnya tidak ditemukan apa pun di tubuh mereka. Namun anggota di lapangan tidak kehilangan akal. Di lakukan rontgen di RS Awal Bros, dan ditemukan adanya dua bungkus plastik hitam dalam tubuh kedua orang ini,” ucapnya.
Kedua orang tersangka, kata Yani saat ini sedang diperiksa. Terkait dengan jaringan ini, Yani mengatakan penyidiknya masih kesulitan meminta keterangan dari kedua orang ini.
“Karena masih memilih bungkam,” ungkapnya.
Avsec Hang Nadim Mengamankan 1 Kg Sabu
Petugas Satuan Pengamanan Bandara (AVSEC) Hang Nadim kembali menggagalkan penyelundupan sabu seberat 1,004 gram, Selasa (6/3). Sabu itu oleh Sadam Balqiah, 29, rencananya akan dibawa ke Padang dengan menggunakan pesawat Lion Air JT 144. “Kami amankan Sadam ini di SCP pertama, pintu masuk ke dalam terminal. Sabu itu kami temukan dalam tasnya,” kata Direktur Bandara Internantional Hang Nadim, Suwarso, Selasa (6/3).
Suwarso menerangkan Sadam berusaha menyelundupkan sabu dengan memanfaatkan kepadatan penumpang saat di pintu masuk terminal keberangkatan Hang Nadim. “Saat itu memang sedang ramainya, lalu saat semua orang sudah mengambil tas miliknya. Namun ada satu tas yang belum di ambil, dan dari awal petugas sudah curiga akan tas itu,” ungkapnya.
Namun petugas bersabar menunggu pemilik tas ransel warna hitam tersebut. Lalu, Sadam dengan cepat mengambil tas dan berencana bergerak menuju ke konter cek in. Tapi sebelum bergerak, petugas langsung mencegat Sadam.
“Petugas menanyakan apa isi tas Sadam. Dan Sadam ini bilang tak ada, lalu Avsec berkoordinasi dengan Bea Cukai untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Suwarso.
Saat tas ransel itu dibongkar, petugas menemukan dua plastik sabu yang dibungkus celana jeans. “Saat di periksa di bandara, dia tidak mengakui apa pun. Dan lebih memilih diam. Kami sudah serahkan ke Bea Cukai atas tangkapan ini,” pungkas Suwarso. (ska)




batampos.co.id – Proyek peningkatan saluran drainase di samping perumahan Griya Surya Kharisma, kelurahan Kibing, Batuaji tidak berjalan maksimal. Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar itu sepertinya asal-asalan saja sebab tak ada kelanjutan sekalipun belum rampung.
batampos.co.id – Wakil Wali Kota Amsakar Achmad meminta anggota DPRD Batam kelak tak memaksakan pokok pikiran tertentu untuk direalisasikan dalam APBD 2018, jika masih ada rencana lain yang lebih dibutuhkan masyarakat.
batampos.co.id – Maraknya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan pejabat pemerintah, tidak terkecuali legislator, Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otoda) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Soni Sumarsono meminta anggota DPRD tak melakukan pelanggaran serupa.
batampos.co.id – Sebagai televisi lokal pertama dan terbesar di Kepulauan Riau, Batam TV terus berinovasi. Hal tersebut merupakan salah satu komitmen managemen Televisi lokal yang bernaung di Jawa Pos Multi Media (JPM).