Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 12422

Ikuti Kompetisi Yuk Nabung Saham di 2018

0

batampos.co.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kembali meluncurkan Kompetisi Yuk Nabung Saham 2018. Kompetisi ini adalah kelanjutan dari program yang telah dilaksanakan di tahun lalu untuk mendukung kampanye Yuk Nabung Saham yang telah dicanangkan BEI sejak 12 November 2015.

Peluncuran Kompetisi Yuk Nabung Saham 2018 juga dilakukan sebagai upaya untuk terus mengaktifkan investor dari 334 Galeri Investasi BEI serta memotivasi investor yang telah lulus dari program Sekolah Pasar Modal yang diadakan di seluruh wilayah Kantor Perwakilan BEI. Tujuan lain dari peluncuran Kompetisi Yuk Nabung Saham 2018 ini adalah untuk memberi apresiasi kepada Galeri Investasi BEI dalam mendukung kampanye Yuk Nabung Saham.

Seperti penyelenggaraan tahun sebelumnya, Kompetisi Yuk Nabung Saham 2018 ini diikuti oleh investor yang bertransaksi dengan dana milik masing-masing investor itu sendiri atau dana riil, dan bukan dana simulasi. Oleh karena itu kompetisi ini diharapkan dapat menstimulasi kegiatan edukasi yang disosialisasikan BEI sebelumnya yang berorientasi pada pengalaman nyata dalam bertransaksi saham, dan lebih jauh lagi akan merangsang peserta untuk mempraktikkan kedisiplinan menabung saham.

Pada tahun 2018 ini, Kompetisi Yuk Nabung Saham menargetkan sekurang-kurangnya akan melibatkan 4.000 investor yang aktif bertransaksi dari alumni Sekolah Pasar Modal dan sekurang-kurangnya 200 Galeri Investasi. Kompetisi ini juga akan mengoptimalkan promosi melalui media sosial peserta sehingga dapat tercipta euforia menabung saham yang tidak hanya akan meningkatkan jumlah investor, tetapi juga menambah jumlah investor aktif di BEI, serta mendorong peningkatan inklusi pasar modal.

Mulai tahun ini, Kompetisi Yuk Nabung Saham 2018 diselenggarakan untuk dua kategori investor. Pertama, adalah investor kategori Galeri Investasi – wilayah Kantor Perwakilan, yakni investor yang berasal dari seluruh Galeri Investasi BEI. Kedua, adalah investor kategori Umum – Nasional, yakni investor alumni Sekolah Pasar Modal baik Reguler maupun Non Reguler dari seluruh Indonesia.

Registrasi dari setiap peserta yang mengikuti Kompetisi Yuk Nabung Saham 2018 menggunakan akun Facebook atau Twitter pribadi. Setiap peserta secara rutin melaporkan transaksi sahamnya ke dalam aplikasi Kompetisi Yuk Nabung Saham.

Pada seleksi tahap pertama, aplikasi akan menghitung tingkat pengembalian hasil (return of investment/ROI), diversifikasi portofolio saham, dan mengukur kedisiplinan peserta bertransaksi untuk menentukan peringkat peserta. Setiap berakhirnya periode 3 bulanan, seleksi tahap kedua dilakukan dan peserta-peserta dengan rangking tertinggi dinilai analisanya oleh juri untuk menentukan pemenang dari Kompetisi Yuk Nabung Saham 2018.

Periode dari Kompetisi Yuk Nabung Saham 2018 adalah 9 bulan yang dimulai dari Maret hingga November 2018, dengan rincian periode pertama pada Maret hingga Mei 2018, periode kedua pada Juni hingga Agustus 2018, dan periode ketiga antara September hingga November 2018. Sama seperti tahun sebelumnya, kompetisi ini menawarkan berbagai hadiah menarik bernilai total ratusan juga Rupiah untuk pemenang periode 3 bulanan dan periode 9 bulan.(*)

 

Kemenpar Gelar Uji Kompetensi Perhotelan dan Restoran

0

batampos.co.id – Kementrian Pariwisata (Kemenpar) melalui Deputi bidang pengembangan industri dan kelembagaan kepariwisataan, menggelar uji kompetensi di sektor pariwisata bidang hotel dan restoran di Nagoya Mansion, Jumat (9/3). Kegiatan ini diselenggarakan atas kerjasama lembaga sertifikasi profesi (LSP) Pariwisata Rafflesia, Lampung.

“Kegiatan ini untuk pencapaian peningkatan SDM dalam negeri di sektor parisiwata, dimana di 2018 target sertifikasi SDM ini sebanyak 75 ribu orang untuk seluruh Indonesia,” ujar staf Deputi bidang pengembangan industri dan kelembagaan kepariwisataan, Diah.

Ia menjelaskan, Batam memiliki prospek pengembangan pariwisata yang baik di Indonesia, yang didukung dengan letak geografisnya dan program pemerintah kota yang juga menguatkan sektor kepariwisataan tersebut.

“Mengawali tahun (2018), uji kompetensi kali ini untuk pertama di Batam,” sebutnya.

Direktur LSP Rafflesia Pungki Nanda Raras mengatakan, dalam teknisnya, peserta dari tenaga kerja di bidang perhotelan dan restoran ini dipilih berdasarkan portofolio yang memenuhi persyaratan. “Tersedia hanya untuk 100 peserta, terdiri dari bidang front office, food & beverage, housekeeping, dan produk,” terang Nanda.

Lanjutnya, dimulai dari penyeleksian portofolio, wawancara langsung maupun tertulis, dan observasi atau praktek. “Tahap-tahap ujian itu harus memenuhi point tertentu untuk dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), dan akan berlaku selama tiga tahun,” paparnya.

Kadispar Kepri Buralimar yang membuka kegiatan tersebut mengharapkan, agar kegiatan ini dapat terlaksana secara rutin dan dengan kuota yang cukup besar untuk Kepri, mengingat dunia perhotelan dan restoran cukup banyak di Kepri.

“Untuk profesi di bidang perhotelan dan restoran di Kepri diperkirakan mencapai puluhan ribu orang. Dan kita harapkan semua tenaga kerja profesi ini dapat terferifikasi,” ungkap Buralimar. (nji)

Kasus Penipuan untuk Jadi Tenaga Honorer Memasuki Tahap I

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kasus dugaan penipuan calon pegawai honorer di Dishub Batam yang melibatkan seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan (Dishub) Batam, Nurdin Siregar sudah masuk tahap I.

“Sudah tahap satu. Sudah kita kirimkan ke Jaksa. Kasusnya masih berjalan sampai sekarang,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Arwin A Wientama, Jumat (9/3) kemarin.

Ia menjelasakan, sejauh ini penyidik telah menetapkan Nurdin Siregar sebagai tersangka. Dari hasil pemeriksaan dari saksi dan alat bukti yang dikumpulkan oleh penyidik, Nurdin merupakan pelaku penipuan dengan mengimingi korban bekerja sebagai tenaga honorer di Dishub Batam.

“Sejauh ini masih satu orang tersangka. Kita belum menemukan ada keterlibatan yang lainnya. Jika nanti ada dugaan keterlibatan yang lain tentunya akan kita lakukan pemeriksaan,” tuturnya.

Ditambahkannya, hingga saat ini jajaran Satreskrim Polresta Barelang hanya menunggu apakah berkas itu dikembalikan dengan petunjuk atau dinyatakan sudah legkap. Namun jika dikembalikan dengan petunjuk maka penyidik akan segera melengkapi sesuai dengan petunjuk jaksa tersebut.

“Kalau memang ada yang kurang dan perlu ada tambahan lagi, kita nanti akan panggil lagi saksi-saksi maupun korban. Kita berharapnya berkas itu bisa dinyatakan lengkap,” imbuh Arwin.

Dalam berita sebelumnya, kasus dugaan penipuan dengan modus dijanjikan untuk menjadi pegawai honorer di Dishub Batam ini bermula dari pihak kepolisian mendapatkan laporan dari Ardian, Senin (29/1) lalu. Ardian datang bersama dengan orang tuanya dengan membawa sejumlah bukti yang diantaranya bukti pembayaran kepada Nurdin.

Ardian mengaku dimintai uang sebesar Rp 25 juta untuk bisa masuk menjadi tenaga honorer di Dishub Batam. Karena tidak mempunyai uang dengan sebanyak itu, Ardian baru memberikan uang sebesar Rp 17,5 juta. Uang sebanyak itu, diberikan Ardian dalam dua tahap dengan Rp 10 juta bayar langsung dan sisanya melalui transfer di bank.

Belakangan korban merasa ditipu karena apa yang dijanjikan oleh pelaku tidak ditepati. Sebab saat itu Nurdin Siregar menjanjikan bahwa Ardian akan mulai bekerja pada akhir Desember 2017 kemarin. Namun, kerjaan yang ditunggu-tunggu itu tidak kunjung datang. Hingga akhirnya ia melaporkan kejadian ini ke polisi. (gie)

Dinsos-PM Cari Distributor Beras

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Disos-PM) Kota Batam, Hasyimah mengatakan akan mencari distributor untuk bantuan beras kepada warga miskin jika beras dari Bulog tidak bagus kualitasnya.

“Jika berkutu kita tak ambil,” kata dia, Jumat (9/3).

Selama ini untuk bantuan non tunai warga miskin menerima beras 10 kilogram dengan harga Rp 110 ribu dan didistribusikan ke penerima termasuk di pulau.

“Kalau kondisi beras mereka (Bulog, red) seperti yang diberitakan saat ini kami akan mencoba mencari distributor lain yang menyanggupi sesuai dengan hargan yang ditentukan pemerintah,” terang mantan Kepala Sekolah SDN 007 Sekupang ini.

Hasyimah mengakui karena Batam bukan daerah penghasil, pihaknya memang kesulitan untuk mendapatkan beras yang bagus dengan harga murah, namun demikian jika Bulog memang benar-benar tidak memiliki beras yang bagus, tentu pihaknya harus berusaha mendapatkan beras tersebut, agar bantuan untuk warga miskin tetap berjalan.

Dinsos-PM sebagai fasilitator dan pengawas berhak menentukan distributor beras yang akan diberikan kepada masyarakat. Jadi tidak menutup kemungkinan distributor lain untuk mengakomodir kebutuhan warga miskin penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Tahun ini sedikitnya 32.493 peneriman manfaat BPNT di Batam. Setiap bulannya penerima mendapatkan batuan Rp110 ribu yang bisa ditebus berupa beras dan gula.

Sebelumnya, Komisi II DPRD Batam menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) di Gudang Bulog Batam, Batuampar, Rabu (7/3). Hasilnya, dari 1.186 ton beras di bulog hanya 386 ton yang bisa didistribusikan kepada masyarakat. Sisanya 800 ton berkualitas buruk, sehingga harus diproses ulang dulu sebelum dilakukan distribusi.(yui)

Sekda Minta Pemilik Warnet Patuhi Aturan

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam bersama beberap instansi terkait menggelar razia di beberapa warnet yang ada di Sekupang, Kamis (8/3) malam. Dari razia tersebut tim gabungan ini mengamankan satu unit komputer karena warnetnya tidak kooperatif saat dimintai keterangan jam operasional.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam Jefridin yang ikut dalam razia tersebut mengatakan saat ini banyak warnet yang beroperasi di luar ketentuan yang diatur Pemko Batam.

Berdasarkan Peraturan Walikota, warnet boleh buka pukul 06.00-21.00 WIB pada Senin-Jumat, dan 06.00-22.00 WIB di akhir pekan. Tapi nyatanya banyak yang beroperasi hingga lewat tengah malam.

“Kita mulai sidak saja jam 10 malam (22.00) mereka masih buka. Bahkan ada yang buka sampai jam 1 (01.00) malam,” kata dia.

Untuk itu, ke depan pihaknya meminta kamera pengintai yang ada di warnet bisa terkoneksi dengan kamera pengitai atau CCTv milik Pemko Batam dan kepolisian, guna bersama-sama mengawasi warnet yang beroperasi hingga tengah malam ini.

Sidak dilakukan di empat usaha warnet di Kelurahan Tiban Baru, Tiban Indah, dan Patam Lestari. Pada sidak ini, tim yang turun menemukan bahwa sebagian besar warnet melanggar aturan jam operasional.

Warnet yang melanggar aturan langsung diberi peringatan. Jika melanggar kembali, akan diberi sanksi tidak boleh perpanjang izin usaha. Sedangkan bagi warnet yang belum memiliki izin, diberi waktu untuk mengurus izin ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

“Masing-masing pengusaha juga ada tanggungjawab sosial. Bentuknya itu melarang anak sekolah main di warnet saat jam belajar atau malam hari sekolah. Kita minta ikuti aturan, sesuai Perwako,” sebutnya.

Sekretaris Dinas Kominfo Batam, Amiruddin mengatakan tim yang turun terdiri dari Camat, Lurah, Dinas Kominfo, Satpol PP, dan Bagian Tata Pemerintahan. Menurutnya untuk pengawasan lebih kepada tugas Camat, Lurah, dan Satpol PP. Sedangkan Kominfo mengawasi dari sisi konten internetnya yakni tidak boleh mengakses situs berbau pornografi.

“Saat sidak ada satu warnet yang kita ambil komputernya karena pemiliknya tidak kooperatif,” kata Amir.(yui)

Rapimnas Demokrat, Hari Ini, Dibuka

0

batampos.co.id – Rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Demokrat bisa menjadi pintu menuju pencalonan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pemilihan presiden (pilpres). Apalagi, dalam acara yang dibuka hari ini di Sentul International Convention Center (SICC) itu, Demokrat juga mengundang Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Selama ini memang berembus kabar tentang kedekatan Jokowi-AHY. Kabar itu menguat setelah beberapa lembaga survei menempatkan Jokowi-AHY sebagai salah satu pasangan calon presiden-wakil presiden yang memiliki elektabilitas tinggi. Poltracking Indonesia misalnya. Dalam rilis hasil surveinya 18 Februari lalu, mereka menyebutkan bahwa elektabilitas pasangan Jokowi-AHY menembus 43 persen. Lebih unggul daripada pasangan Prabowo Subianto-Anies Baswedan yang mencatat 30,3 persen. Itu disertai catatan hajatan pemilihan tersebut hanya diikuti dua pasangan.

Sinyal politik semakin kuat setelah Selasa (6/3) AHY bertemu dengan Jokowi di istana kepresidenan. Kendati pertemuan tersebut tidak menyinggung soal pilpres, AHY mengakui bahwa koalisi pilpres sangat mungkin terjadi antara Demokrat dan Jokowi.

Sesuai rencana, Jokowi akan membuka rapimnas yang berlangsung selama dua hari itu. ”Iya, besok (hari ini, red) dibuka oleh Pak Presiden,” ujar Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron. Meski demikian, dia menegaskan bahwa kehadiran Jokowi bukan bentuk dukungan Partai Demokrat dalam agenda pilpres. Herman memastikan, tidak ada agenda deklarasi capres dalam rapimnas.

”Konteksnya adalah konsolidasi,” ujarnya.

Namun, Herman tidak menampik terkait peluang rapimnas menetapkan AHY sebagai calon Demokrat untuk pilpres. Sebab, rapimnas juga akan mendengarkan suara dan aspirasi dari daerah. ”Misal kemudian ada dorongan kuat sekali dari seluruh peserta, ya kita lihat besok,” tandasnya.

Dia menjelaskan, layaknya agenda rapat nasional, rapimnas Demokrat mengagendakan konsolidasi dari pusat ke daerah. Demokrat tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga kecamatan akan hadir dalam rapimnas. Agenda lain adalah sosialisasi strategi pemenangan pemilu.

”Seutuhnya strategi sudah disiapkan DPP, ini disosialisasikan dan dimantapkan struktur dari DPP, DPD, DPC, dan DPAC,” terang Herman.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono akan menyampaikan pidato politik. Pidato politik itu memiliki sejumlah substansi yang patut dilaksanakan para pengurus dan kader Partai Demokrat.

”Seluruh substansi kegiatan dan bagaimana menyongsong 2019 akan disampaikan Pak SBY dan Mas AHY,” jelasnya. (bay/c10/oni/jpg)

WNI Bobol Bank Singapura

0
ilustrasi

batampos.co.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim menangkap seorang perempuan berinisial BFH karena diduga terlibat dalam pembobolan rekening nasabah Bank DBS Singapura, Jumat (9/3). Dalam aksinya, warga negara Indonesia (WNI) tersebut bekerja sama dengan suaminya, MCI, yang berkewarganegaraan Nigeria.

Direktur Dittipideksus Bareskrim, Brigjen Agung Setya, menjelaskan sindikat pembobol bank internasional tersebut bekerja dengan modus meretas email milik nasabah Bank DBS. Setelah diretas, pelaku membuat email palsu untuk memerintahkan Bank DBS mengirim uang ke sejumlah rekening. ”Perintah ke bank melalui email itu direspon bank, karena tidak mengetahui kalau email itu palsu,” paparnya.

Akibatnya, uang milik nasabah Bank DBS Singapura senilai 1,8 juta berhasil dibobol. Uang itu kemudian dikirim ke tiga nomor rekening. Yang salah satunya merupakan rekening Indonesia milik BFH.

Namun, dua rekening lainnya berada di Tiongkok dan Taiwan. ”Untuk yang di Indonesia, telah ditangkap BFH di Kelapa Gading, Serpong, Karawaci,” terang jenderal berbintang satu tersebut.

Menurutnya, BFH berperan sebagai penampung uang hasil pembobolan bank. ”Caranya dengan membuat rekening dengan KTP palsu,” jelasnya.

Uang hasil kejahatan itu diambil secara bertahap sebanyak 22 kali. Uang itu digunakan untuk pasangan suami istri ini dan berbagai kegiatannya. ”Sayangnya, suaminya MCI ini masih dalam pengejaran,” tuturnya ditemui di kantornya, kemarin.

Menurutnya, kemungkinan besar sindikat ini juga melakukan berbagai pembobolan lain. Sebab, setelah diperiksa jejak rekeningnya memang kerap kali mendapatkan transfer uang dari luar negeri. ”Untuk itu kami akan selidiki lebih dalam, apakah ada kejahatan lain yang dilakukan,” katanya.

Total ada 17 rekening yang dimiliki oleh pelaku dari berbagai bank di Indonesia. Tentunya, hampir semuanya menggunakan identitas palsu. ”Kami lihat ada apa di rekening lainnya,” tuturnya.

Dia menjelaskan, untuk bisa mendapatkan uang hasil kejahatannya, penyidik menjerat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Sementara baru ada Rp 40 juta yang berhasil disita. ”Akan ditelisik lagi,” ungkapnya.

Yang juga penting, Bareskrim akan berupaya bekerja sama dengan kepolisian Tiongkok dan Taiwan untuk bisa mengungkap tuntas kasus tersebut. ”Indonesia tidak boleh dijadikan tempat melakukan kejahatan,” tegasnya. (idr/jpg)

BP Batam: Manfaatkan Lahan atau … Kembalikan

0
Warga memanfaatkan tanah kosong di Sagulung untuk belajar menyetir mobil, Selasa (25/7). Di Batam ini banyak tanah kosng yang belum tidak dibangun. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam kembali memanggil para pemilik lahan tidur untuk menanyakan komitmen dan rencana bisnisnya. Jika tak segera dimanfaatkan, BP Batam mengancam akan mencabut izin alokasi lahan yang telah diberikan kepada para pengusaha.

Data BP Batam menyebut, saat ini ada 7.777,01 hektare lahan di Batam yang telantar. Lahan tidur tersebut tersebar di 2.737 lokasi.

Sejauh ini BP Batam sudah memanggil para pemilik lahan di 212 lokasi dengan luas 1.816,45 hektare. Dan yang belum dipanggil berjumlah 2.525 lokasi dengan luas 5.960,55 hektare. Di luar dari daftar ini, lahan yang sudah dibangun berjumlah 72 lokasi seluas 440,51 hektare.

Jumat (9/3) kemarin, BP Batam kembali memanggil 15 pemilik lahan tidur di wilayah Batamcentre. Namun dari 15 yang dipanggil, hanya tujuh pengusaha yang hadir. Ketujuh pengusaha tersebut semuanya bergerak di bidang properti.

“Kami fokus di Batamcentre, baru setelahnya akan kami panggil yang ada di Kabil,” kata Deputi III BP Batam Dwianto Eko Winaryo, Jumat (9/3) di Gedung Marketing BP Batam.

Dari hasil pertemuan kemarin, para pemilik lahan tidur berjanji akan segera memanfaatkan lahannya. Mereka juga memaparkan rencana bisnis masing-masing ke BP Batam.

Eko menjelaskan, sebelumnya BP Batam telah membatalkan atau mencabut izin alokasi ke-15 lahan tersebut. Namun pembatalannya bersifat prioritas. Dengan kata lain, dalam tempo waktu tertentu setelah dibatalkan, pemilik lahan tidur bisa mengajukan kembali permohonan kepada BP Batam untuk memiliki lahan tersebut tentu saja dengan sejumlah syarat harus dipenuhi termasuk membuat rencana bisnis terpadu.

“Lalu kami juga ingin melihat modalnya, minimal 30 persen modal harus punya. Memang bukan sebuah syarat mutlak, tapi itu menunjukkan kalau mereka punya modal. Kami melakukan ini agar lahan bisa dimanfaatkan secara maksimal,” ucapnya.

Sayangnya, Eko masih merahasiakan ke-15 pengusaha pemilik lahan tidur tersebut. “Mohon maaf saya tak bisa kasih tahu nama-nama perusahaannya,” katanya.

Eko memaparkan, bahwa dari hasil verifikasi yang telah dilalui, ternyata pelemahan ekonomi global memang menyebabkan banyak pemilik lahan tidur ragu membangun lahannya. “Mereka takut buat rumah karena takkan ada yang beli,” jelasnya.

Namun ia juga mengatakan bagi pemilik lahan tidur yang dalam rencana bisnisnya ingin membangun permukiman tidak boleh berlama-lama. “Rencana pembangunan kalau empat tahun itu terlalu lama. Karena biasanya setengah tahun itu sudah selesai,” jelasnya.

Lalu akan dilihat juga tahapan perencanaannya, apakah pembangunan dilakukan secara bertahap atau langsung. Tujuannya adalah melihat kemampuan perusahaan tersebut dalam berinvestasi jangka panjang. “Baru kami juga akan evaluasi tata ruangnya sesuai Perpres 87/2011, karena ada lahan yang bisa alih fungsi,” katanya lagi.

BP Batam kata Eko akan selalu membantu pemilik lahan tidur mencari solusi dalam memanfaatkan lahannya. “Pertama jika punya modal bisa memaparkan rencana bisnisnya. Kedua jika kekurangan modal bisa ajak partner dan ketiga jika tak bisa sama sekali, maka kembalikan saja ke BP Batam,” paparnya.

Untuk yang tidak sanggup membangun, maka uang wajib tahunan otorita (UWTO) nya akan dikembalikan sesuai sisa tahun dari sewa lahan yang ditempati. “Ini momentum untuk kembali membangkitkan ekonomi Batam dengan memaksimalkan lahan-lahan yang ada,” tambahnya.

Berikutnya, BP Batam akan memanggil pemilik-pemilik lahan tidur di wilayah Kabil. Pada umumnya, peruntukan lahan di sana adalah untuk industri. Menurut dia, saat ini lahan untuk industri harus segera dimanfaatkan, karena banyak calon investor yang berminat menanamkan modalnya di Batam.

Termasuk investor asal Tiongkok yang berminat merelokasi industri mereka ke Batam. Menurut Eko, ini merupakan peluang bagi Batam. Meski begitu, pihaknya akan tetap selektif dalam menerima investasi, khususnya investasi asing.

“Harus penuhi regulasi. Perusahaan yang bawa masuk limbah B3 tidak boleh asal masuk,” paparnya. (leo)

Tiga Kontainer Isi Barang Selundupan Selesai Dibongkar

0

batampos.co.id – Pembongkaran 3 kontainer dari 5 kontainer usai diamankan pihak kepolisian di Pelabuhan Pelindo Kijang, dilanjutkan, Jumat (9/3) kemarin. Sebelumnya Kamis (8/3), dua kontainer berhasil dibongkar. Isinya antara lain ribuan botol minuman beralkohol, mainan anak anak, pakaian asal Taiwan.

Pantauan di lapangan, pembongkaran kontainer ketiga dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Pembongkaran kontainer keempat dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB dan pembongkaran kontainer terakhir atau kelima dimulai sekitar pukul 18.00 WIB. Buruh angkut dari pelabuhan Sei Kolak, Kijang, Kecamatan Bintan Timur, terlihat masih diperbantukan untuk membongkar muatan kontainer.

Pembongkaran kali ini disaksikan Wakapolres Bintan Kompol Dandung PW dan Kabag Ops Polres Bintan Kompol Hari Yayono, Kapolsek Bintan Timur AKP Abdul Rahman serta perwira di jajaran Polres Bintan. Turut hadir Kadis Perindag, Koperasi dan UMKM Kabupaten Bintan Dian Nusa dan penyidik PPNS Disperindag Kabupaten Bintan Setia Kurniawan.

Usai dibongkar, petugas kepolisian langsung mendata muatan ratusan kilo yang disusun di bawah tenda. Isinya dari beberapa kontainer usai dibongkar terdiri barang dari produk SNI dan Nonsni seperti pakaian anak anak dan dewasa dan mainan anak anak, kosmetik, obat obatan, mesin dan alat alat elekrik, bahkan ada seks toys.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang ditemui usai salat Jumat di salah satu masjid di jalan lama Lintas Tengah, tepat di Kampung Lome memprediksi, pembongkaran akan selesai dalam waktu dua hari. Dua kontainer telah dibongkar pada Kamis (8/3) dan tiga kontainer akan selesai dibongkar Jumat (9/3).

Sejalan pembongkaran, pihak kepolisian langsung mendata item barang yang berada di masing masing kontainer. “Jumlah Mikol yang sudah ditemukan sekitar 10.956 botol dari 13 merek, kemungkinan akan bertambah tapi jelasnya nanti setelah semua selesai didata, karena saat ini kita masih mendata. Semalam juga anggota melaporkan menemukan seks toys,” kata dia.

Selain hal itu, ia menyampaikan, menurut rencana Senin mendatang pihak Ditreskrimum Polda Kepri akan ke Polres Bintan. Tujuannya untuk memeriksa beberapa muatan yang diamankan dari lima kontainer. “Senin nanti mereka turun ke polres. Rencananya eksposnya nanti langsung Pak Kapolda,” kata dia.

Disinggung berapa banyak saksi yang sudah diperiksa, ia mempersilakan langsung ke penyidik. “Itu ke kasat saja,” kata dia.

Wakapolres Bintan Kompol Dandung ketika akan ditanya soal jumlah muatan, enggan komentar. “Jangan tanya ke saya,” seloroh dia meninggalkan awak media.
Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan juga memilih diam saat ditanya berapa saksi yang sudah diperiksa.. “No comment,” kata dia.

Namun demikian pantauan Batam Pos, beberapa saksi telah dimintai keterangan. Sehari sebelumnya, pegawai Pelni Cabang Tanjungpinang Ganda yang bertugas sebagai koordinator lapangan di Pelabuhan Pelindo Kijang bersama wanita cantik disebut sebagai perantara atau pengurus barang berinisial Li telah memberikan keterangan.

Selain keduanya, ada dua lagi lelaki ikut dimintai keterangan terkait kasus penyelundupan barang barang ilegal tersebut. Bahkan Jumat kemarin, Suganda masih terlihat mondar mandir di Reskrim Polres Bintan. Sebelumnya, lima kontainer diamankan Reskrim Polsek Bintan Timur di Pelabuhan Pelindo, Kijang, Sabtu (3/3) siang.

Lima kontainer itu seyogyanya akan dimuat ke kapal KM Doloronda tujuan Tanjungperiok, Kijang. Namun sebelum dibuat, pihak kepolisian menahan lima kontainer itu dan meminta pengelola pelabuhan PT Pelindo Tanjungpinang di Kijang menunda pemuatan lima kontainer ke atas kapal.

Kepala Perwakilan Pelindo di Kijang, Khoiruddin Lubis mengatakan, saat itu pihaknya menghubungi pihak Pelni, sebab kontainer itu pemiliknya Pelni. Sementara pihak Pelni, Putra mengatakan, pihaknya tidak tahu pemilik barang tersebut, meski diakui kontainer milik Pelni dipesan untuk mengangkut barang.

“Kita sudah minta isi formulirnya namun saya belum menerimanya. Syukurlah tidak sampai dimuat ke atas kapal, karena akan bermasalah untuk Pelni,” kata dia saat itu.
Usai diamankan dan disegel, Rabu (7/3) lima kontainer dipindahkan dari pelabuhan ke Mapolres Bintan. Pantauan terakhir, hingga sekitar pukul 18.47, pihak kepolisian selesai mendata barang yang dimuat dari kontainer kelima. (met)

Cakupan FTZ BP Bintan capai 64.600 ha

0
Bupati Bintan Apri Sujadi menghadiri rapat pembahasan usulan SOTK BP Batam di Kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (8/3). F. Kominfo Bintan untuk batampos.co.id 

batampos.co.id – Cakupan wilayah Free Trade Zone (FTZ) Bintan di bawah Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Bintan akan makin luas. Sebab, BP Tanjungpinang akan dinormalkan, karena selama ini dalam Peraturan Pemerintah sebatas mengatur FTZ Batam, Bintan dan Karimun (BBK).

Luas BP Bintan nantinya mencapai sekitar 64.600 hektare (ha) terdiri 62.000 ha wilayah Kabupaten Bintan dan 2.600 ha. Cakupan wilayah ini dibahas dalam rapat pembahasan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Badan Pengusahaan (BP) Bintan di Ruang Rapat Utama Lantai 4, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Tanjungpinang, Kamis (8/3).

Turut hadir dalam pembahasan itu, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Bupati Bintan Apri Sujadi, Pj Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza. Apri Sujadi mengatakan, rapat itu menindaklanjuti Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 2017 tentang perubahan Atas Peraturan Pemerintah nomor 47 tahun 2017 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan.

Dalam rapat itu, kata Apri membahas usulan pembentukan struktur pelaksana dan kewenangan BP Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Bintan ke depan.
Sesuai PP itu, ia menyebut, wilayah BP Bintan meliputi sebagian Kabupaten Bintan dengan luas 62.000 ha dan wilayah Kota Tanjungpinang sekitar 2.600 ha.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Bintan, Saleh Umar mengatakan, usulan SOTK BP Kawasan Bintan akan ditetapkan oleh Kemenpan RB. Karena tidak.mungkin ada dua BP di kawasan bebas perdagangan dan pelabuhan Bintan.

Maka dalam rapat itu, katanya dibahas terkait sirgenitas pembentukan struktur dan kewenangan. “Tugas .dan kewenangan nantinya dibagi sesuai realisasi anggaran di masing masing wilayah baik Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang,” ujarnya.

Ia juga berharap, SOTK BP Kawasan Bintan nanti mampu meningkatkan efektifitas kinerja BP, baik dalam keuangan, kepegawaian, pembangunan maupun pelayanan publik.
Selain itu, pembentukan SOTK baru nantinya semakin sinergi antara BP Bintan dan Pemkab Bintan dalam hal perizinan, pengelolaan lahan, pembangunan dan peningkatan investasi di pulau Bintan.

Untuk diketahui tahun ini, BP Kawasan Bintan menerima anggaran APBN sebesar Rp 82,384 miliar. Dana itu antara lain akan direalisasikan untuk proyek jalan lintas barat lanjutan. (met)