batampos.co.id – Kursi legislatif untuk wilayah Kecamatan Tanjungpinang Timur yang masuk daerah pemilihan (Dapil) Tanjungpinang 2 ditetapkan 12 kursi. Jatah itu masuk dalam struktur kelembagaan legislasi pada pemilihan umum 2019 mendatang.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang, Robby Patria menjelaskan keputusan ini sudah final. Surat resmi KPU RI telah terbit bertanggal 4 April lalu. ”Itu juga sudah melalui hasil rekomendasi dan pertemuan sebelumnya bahwa jatah 12 kursi Tanjungpinang Timur itu mewakili 83.552 jiwa penduduknya,” jelas Robby, Minggu (8/4).
Sebelumnya, Tanjungpinang Timur hanya mendapat jatah 11 kursi. Dengan demikian bertambah satu kursi untuk diperebutkan calon legislatif dari parpol peserta pemilu.
Kendati demikian, secara keseluruhan, sebenarnya tidak ada penambahan jumlah kursi. Sebab satu kursi tersebut merupakan hasil pergeseran dari jatah kursi di Dapil Tanjungpinang 1 yang meliputi Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Kota.
”Jadi komposisinya tetap 30 kursi. Dapil 1 ada 10 kursi, Dapil 2 ada 12 kursi, dan Dapil 3 di Kecamatan Bukit Bestari 8 kursi. Jumlah alokasi kursi ini ditinjau dari masing-masing jumlah penduduk,” jelas Robbi.
Keputusan resmi ini, sambung Robby, tidak mengubah banyak hal persiapan yang akan dilakukan KPU menyambut pemilihan umum 2019 mendatang. Robby memastikan, pihaknya akan menyiapkan sebaik mungkin pelaksanaan pesta demokrasi itu.
Soal pengamanan ekstra di Dapil 2, Robby menjelaskan, itu bukan wewenangnya.
”Kajian apakah itu perlu atau tidak ada di Polres Tanjungpinang. Memang di sana itu nanti pemilihnya dan peserta pemilunya akan paling banyak. Kami hanya memastikan semua tahapan berlangsung dengan baik,” pungkas Robby. (aya)
Puluhan ribu penari membawakan tarian Rampai Batam pada acara Batam Menari di Sepuran Bundaran kantor BP Batam, Minggu (8/4). Acara Batam meneri memecahkan rekor MURI dengan jumlah penari dua puluh satu ribu lebih. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Pergelaran Batam Menari 2018 sukses digelar, Minggu (8/4) malam. Dengan melibatkan lebih dari 20 ribu penari, ajang tersebut berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori jumlah penari terbanyak.
Piagam penghargaan MURI langsung diserahkan usai acara oleh Senior Manager MURI Yusuf Madri kepada Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo selaku penggagas acara tersebut, tadi malam.
“Semoga ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lainnya. Selamat kepada Batam yang mendapatkan penghargaan ini,” kata Yusuf usai menyerahkan piagam.
Penyerahan piagam disaksikan oleh pencipta Tari Rampai Batam, Guruh Soekarno Putra dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Asman Abnur.
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo yang menerima penghargaan ini gembira bukan kepalang. “Ini membuktikan Batam itu kota yang asyik,” katanya.
Puncak acara Batam Menari dimulai sekitar pukul 21.00 WIB. Sebanyak 20.176 penari terlihat kompak membawakan Tari Rampai Batam. Sementara 150 instruktur tak kalah semangat dengan para peserta.
Tari Rampai Batam merupakan tarian yang mengkombinasikan tema kegembiraan yang diusung lagu pengiringnya dan dipadukan dengan gerakan tari yang lemah gemulai tapi dinamis.
Seluruh peserta tari kelihatan sangat gembira. Mereka menari dengan gerakan yang luwes dan menarik untuk dilihat.
Para instruktur menggunakan kostum khas Melayu sedangkan masyarakat yang ikut menari mengenakan kostum khas Batam Menari dengan beragam aneka warna.
Tari Rampai Batam berlangsung selama 15 menit pada awalnya. Namun MC Ivan Gunawan yang ternyata juga antusias merasa kurang puas kalau hanya sekali.
Ia kemudian meminta Tari Rampai Batam dilakukan sekali lagi. “Ayo sekali lagi dong. Masih bisa kan,” seru Ivan dari panggung utama.
Tak menunggu lama, musik kembali beralun. Ribuan penari pun kembali antusias membawakan Tari Serampai Batam.
Acara ini kemudian dilanjutkan dengan penampilan dari Wali Band. Sebelumnya juga penampilan dari Zaskia Gotik dan Angel Percussion yang tak kalah menghibur penonton. Acara kemudian ditutup dengan pesta kembang api.
Momen Bangkitnya Sektor Pariwisata
Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo bersama Guruh Sukarno Putra dan Menpan RB Asman Abnur menunjukan Piagam MURI dari Museum Rekor Indonesia atas penyelenggaraan Batam Menari dengan jumlah peserta dua puluh satu ribu lebih peneri di Bundara Kantor BP Batam, Minggu (8/4). F Cecep Mulyana/batam Pos
Pencipta Tari Rampai Batam, Guruh Soekarno Putra, meyakini ajang Batam Menari 2018 bakal menjadi momen bangkitnya sektor pariwisata di Kota Batam. “Batam sempat jaya dulu, tapi surut. Saya berharap Batam Menari ini bisa mengembalikan kejayaan pariwisata di Kota Batam,” kata Guruh Soekarno Putra, tadi malam.
Menurut Guruh, Tari Rampai Batam bisa menjadi brand baru wisata budaya di Batam yang bisa ditawarkan kepada dunia. Guruh menekankan destinasi pariwisata yang mengutamakan kebudayaan daerah dapat menjadi aset utama dalam menari minat wisatawan mancanegara.
“Contohnya Bali dengan budaya dan keseniannya. Karena itulah, maka Bali bisa dikenal dunia. Sedangkan Batam yang hanya beberapa jengkal dari mancanegara perlu mempertimbangkan hal tersebut untuk hal yang sama,” paparnya.
Pria yang karib disapa GSP ini menambahkan, Tari Rampai Batam diciptakan dengan memadukan sisi spiritualitas dan budaya dalam sejumlah gerakan harmonis. Sebab kata dia, tarian bukan sekadar seni olah gerak tubuh. Tetapi juga melibatkan sisi spiritualitas sebagi bentuk rasa syukur kepada Tuhan.
Ia juga mengaku tidak menyangka bahwa tari yang diciptakan olehnya mendapat apresiasi yang begitu luar biasa dari masyarakat Batam. Capaian 22 ribu peserta merupakan angka yang luar biasa untuk jumlah peserta tari dalam sekali event.
“Tari Rampai Batam itu seperti melambangkan beragam bunga. Baunya memang beda tapi tetap saja harum. Sama seperti masyarakat Batam yang heterogen yang terdiri dari berbagai etnis,” katanya.
Hal senada disampaikan Senior Manager Museum Umum Rekor Indonesia (MURI) Yusuf Madri. Menurut Yusuf, pencapaian tersebut sangat luar biasa. Sebagai saran tambahan, ia mengatakan event Batam Menari ini perlu dilaksanakan setiap tahun dan juga dipadukan dengan berbagai unsur industri kreatif di Batam.
“Inilah yang menjadi identitas Batam yang dapat dijual ke wisman. Apalagi jika bisa dipadukan dengan ekonomi kreatif, akan baik hasilnya,” katanya.
Komposer Nino Gracia dan pedangdut Zaskia Gotik juga sangat bangga bisa ikut berpartisipasi dalam acara ini. Nino menyebut BP Batam sangat menghargai keragaman budaya nusantara dengan mengikutsertakan musisi nasional dan artis nasional dalam menyemarakkan Batam Menari ini.
“Terima kasih telah mengajak musisi. Dan semoga Batam Menari ini bisa bergema ke seluruh dunia,” katanya.
Sedangkan Zaskia Gotik yang tadi malam tampil seksi dalam balutan busana merah hati mengaku takjub dengan banyaknya peserta Batam Menari. (leo)
batampos.co.id – Penerapan konsep Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk Batam akan segera dipercepat. Badan Pengusahaan (BP) Batam akan merencanakannya untuk segera berjalan pada tahun 2019.
“Sebagaimana yang sudah disampaikan, kami berharap pada 2019 sudah diputuskan KEK sudah bisa dijalankan,” kata Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo di Mediacentre BP Batam, Sabtu (7/4/2018).
Prosesnya sedang digesa menuju ke sana. BP Batam akan melibatkan berbagai stakeholder penting seperti Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Bea Cukai (BC), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Kadin Batam dan Kepri, Apindo Kepri dan lainnya.
Dalam pertemuan di Jakarta bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution telah disepakati bahwa upaya percepatan persiapan KEK Batam akan segera dilakukan.
“Kami sudah sampaikan dalam pertemuan itu dan kami juga ingin membahas lebih lanjut dengan pihak lainnya,” katanya.
Perlunya diskusi ini karena agar ketika KEK dilaksanakan, tapi tidak mengganggu kelancaran investasi yang selama ini sudah menunjukkan titik-titik kebangkitan.”Ini sesuai dengan keputusan Presiden agar segera dilakukan,” jelasnya.
Sedangkan Ketua Kadin Kepri Achmad Makruf Maulana menegaskan pihaknya hingga saat ini belum mengetahui konsep KEK seperti apa.
“Kami belum tahu bagaimana formula KEK saat ini, makanya kami masih mendukung Free Trade Zone (FTZ) karena jelas batas waktunya,” katanya lagi.
Disamping itu, ia meminta agar setiap keputusan yang menyangkut hajat hidup orang banyak seperti perubahan status dari FTZ ke KEK ini harus melibatkan kalangan pengusaha.(leo)
Kepala Dinkes Kota Batam Didi Kusumarjadi (Boni Bani/JawaPos.com)
batampos.co.id – Kepala Dinkes (Dinas Kesehatan) Kota Batam Didi Kusumarjadi bahkan menyampaikan ia sampai memberikan hukuman pada kepala puskesmas yang tidak menjalankan program-program Dinkes di wilayah mereka masing-masing. Termasuk edukasi kepada masyarakat perihal pentingnya gizi untuk anak-anak.
“Saya tekankan betul untuk menjalankan program kepada masyarakat. Kalau tidak mereka langsung saya jemur di depan kantor, biar kepanasan,” kata Didi ketika ditemui di Kantornya di Kecamatan Sekupang, Batam, pada Jumat (6/4).
Didi melanjutkan, apa yang menimpa Vania bocah yang belum genap satu tahun itu sejatinya merupakan kasus baru yang memang menjadi perhatian serius untuk dicari solusinya segera. Kasus Vania berakar dari ketidaktahuan ibunya bahwa diusinya yang baru berjalan dua bulan, Vania tidak boleh diberikan susu kental manis.
Untuk melakukan pencegahan agar kasus ini tidak lagi terjadi, kaser posyandu yang bersentuhan langsung dengan masyarakat diharapkan bisa melakukan sosialisasi lebih gencar lagi.
“Kalau sebelumnya beberapa warga ada yang tidak datang membawa anaknya ke posyandu. Maka petugas kita akan kita arahkan untuk mendatangi rumah warga untuk memberikan edukasi,” kata Didi lagi.
Dengan begitu, warga yang cenderung acuh terhadap himbauan kesehatan dan pengetahuan gizi anak ini tahu betapa pentingnya menjaga asupan gizi untuk anak-anak mereka. Kalaupun tidak, mereka setidaknya bisa menghindari hal-hal yang akan membuat anak-anak mereka mengalami gangguan kesehatan.
Sejauh ini, Didi mengungkapkan Dinkes Batam cukup maksimal dalam upaya menjalankan tugasnya di lapangan. Hal ini ditandai dengan sebaran petugas yang sudah ada di tiap kampung di Batam.
Hal ini memudahkan koordinasi lanjutan untuk dilakukannya tindakkan medis terhadap pasien-pasien yang harus mendapat perawatan di rumah sakit.
batampos.co.id – Calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendapat ancaman pembunuhan jelang Pilkada Jatim.
Kampanye hitam berupa ancaman itu ditemukan relawan Barisan Kawan (BKM) Khofifah – Emil Elistianto Dardak di media sosial.
Ancaman itu ditulis akun Dwi Handoko di Facebook. Posting-an tersebut tertulis “Orang seperti Khofifah harus “dibunuh”, jangan izinkan jadi gubernur karena melanggar”.
Ketua BKM, Harun Al Rasyid, menuturkan terdapat tiga akun dengan posting-an ancaman yang sama.
“Yakni akun Dwi Handoko di Instagram dan Facebook 13 Februari 2018,” ujar Harun.
Tulisan ancaman bunuh terhadap Khofifah juga ditulis akun SatrioPiningitCerita dan Srisultangerucakra.
Harun menjelaskan, temuan tersebut didapat setelah tim cyber-nya melakukan patroli dan penyisiran media sosial terkait posting-an yang menyangkut nama cagub-cawagub Pilkada Jatim, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak.
“Hasilnya, ditemukan posting-an tersebut,” ungkapnya.
Politikus dari Partai Golkar ini mengatakan, temuan itu akan disampaikan kepada tim hukum Khofifah – Emil agar segera ditindaklanjuti di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).
“Karena tindakan itu sangat tidak elok dan keji, sehingga harus diproses hukum,” imbuhnya.
Namun, Harun meminta agar semua pendukung Khofifah – Emil menahan diri menanggapi posting-an tersebut.
“Kami harap para pendukung Khofifah – Emil tidak terprovokasi kampanye hitam dan bisa menjalankan nilai demokrasi dengan jujur dan adil, walaupun posting-an tersebut merupakan tindakan sangat keji dan mencederai nilai demokrasi, tapi kami harap jangan terpancing,” tambah Harun.
Harun memastikan, serangan kampanye hitam tidak akan memengaruhi elektabilitas Khofifah – Emil di Pilkada Jawa Timur, karena masyarakat sudah cerdas dan bisa memilih kandidat yang punya kapasitas memimpin Jatim. (end/jpnn/jpg)
batampos.co.id – Penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) masih menuai penolakan. Regulasi anyar itu berpotensi memancing eksodus TKA masuk ke Indonesia. Selain itu, kebijakan mempermudah masuknya TKA di kelas jabatan elite perusahaan asing, membuat pengawasannya semakin sulit.
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay, mengatakan di dalam Pasal 10 Ayat 1 Perpres tersebut dinyatakan, “Pemberi kerja TKA tidak wajib memiliki rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) untuk duduk di direksi atau anggota dewan komisaris”.
Saleh mengatakan, aturan itu memang bakal membuat TKA semangat untuk datang dan bekerja di Indonesia.
’’Tetapi apakah mereka betul-betul sesuai dengan kriteria Perpres, tunggu dulu. Tergantung dari kinerja pengawasan tenaga kerja,’’ katanya, Minggu (8/4).
Namun, sayangnya, Saleh mengatakan pengawasan tenaga kerja di Indonesia masih lemah. Apalagi jika yang diawasi adalah perusahaan asing.
’’Apa pengawas tenaga kerja kita mau atau bisa periksa petinggi perusahaan asing? Jangankan untuk diperiksa, pendamping mereka dari tenaga kerja lokal saja kelihatannya sulit,’’ jelasnya.
Selain itu, dia juga sependapat bahwa kebijakan baru itu tidak mendukung program alih teknologi dari perusahaan asing kepada SDM Tanah Air. Melalui kebijakan tersebut, posisi kunci yang terkait dengan penggunaan teknologi, riset, dan pengembangan bisa jadi akan diisi oleh TKA.
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa keberadaan tenaga kerja asing (TKA) itu berkaitan dengan investasi asing yang masuk ke Indonesia. Dalam investasi itu dibutuhkan modal, skill, dan lahan.
”Jadi hukumnya ialah satu tenaga asing bisa membuka setidak-setidaknya 100 lapangan pekerja. Kalau tidak ada tenaga asing itu tidak ada lapangan kerja,” kata JK di Jakarta, Jumat (6/4).
Dia mencontohkan di perusahaan Toyota dulu setidaknya jumlah TKA mencapai 40 orang. Kini hanya tinggal sekitar tiga orang saja. Nah, orang asing tersebut sebagai bentuk alih teknologi untuk mendidik tenaga kerja Indonesia. saat ini malah semua direksinya semua orang Indonesia.
”Jadi bukan menyaingi tenaga kerja di Indonesia. Justru membantu tenaga kerja di Indonesia untuk skill sehingga industri bisa maju,” ungkap dia.
Mempekerjakan TKA untuk posisi strategis itu bukan hanya dilakukan di Indoenesia. JK mencontohkan Thailand yang juga menggunakan strategi mempekerjakan TKA untuk bekerja di negara tersebut. Imbasnya pun bagus untuk perekonomian negara itu. ”Di Thailand 10 kali lipat jumlah tenaga asingnya daripada kita. Sehingga industrinya, ekspornya lebih banyak dari kita,” ungkap dia.
Menanggapi tentang Perpres Tenaga Kerja Asing (TKA) yang akan dipermudah pemerintah, pelaku usaha mengungkapkan bahwa hal tersebut cukup positif. Namun meski demikian, pelaku usaha menyebutkan bahwa tidak perlu ada kekhawatiran masyarakat tentang banjirnya tenaga kerja asing yang akan mengisi di perusahaan-perusahaan Indonesia.
”Tentu tidak ada perusahaan yang mau mempertahankan tenaga kerja yang mahal. Contohnya saja di industri perhotelan, pengunaaan tenaga kerja ekspatriat di hotel-hotel bintang lima sudah bekurang, operator asing juga sudah menggunakan tenaga lokal,” ujar Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi Sukamdani, saat dihubungi, kemarin.
Paspor Tenaga Kerja Asing (TKA) sedang diperiksa pihak imigrasi. Foto: Dokumen JPNN
Menurut Hariyadi, perusahaan perlu biaya ekstra untuk membayar tenaga kerja asing mulai dari akomodasi, tiket pulang ke negara asal, sampai beberapa juga meminta untuk biaya anaknya sekolah di Indonesia. Hal yang perlu dicatat sebagai hal yang positif dalam hal ini, adalah upaya pemerintah untuk mempermudah prosedur dan proses pengurusan tenaga kerja asing.
Memang dalam industri tertentu, lanjut Hariyadi, tenaga asing masih banyak dibutuhkan. Terutama untuk perusahaan yang kepemilikannya adalah joint venture, atau perusahaan patungan antara Indonesia dan luar negeri.
”Dalam kasus itu memang beda cerita, karena kalau kepemilikan dia pasti pengin kontrol,” ujar Hariyadi.
Salah satu industri yang top management-nya diisi oleh orang asing adalah industri otomotif. Hampir sebagian besar agen pemegang merk (APM) otomotif di Indonesia, posisi presiden direktur-nya diisi oleh orang Jepang.
”Memang akan sangat tergantung preferensi kedua pihak, apalagi perusahaan Jepang itu punya hirarki long term employment, sehingga itu mereka pertahankan. Tapi secara keseluruhan mereka juga akan menempatkan orang lokal di posisi strategis salah satunya untuk menghemat,” tambah Hariyadi.
Sementara itu, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto, menjelaskan bahwa kemudahan Perpres Tenaga Kerja Asing tak lantas membuat perusahaan-perusahaan mendatangkan tenaga asing. Sebab, hal itu akan sangat bergantung pada kompetensi yang dibutuhkan pada suatu posisi jabatan.
”Memang saat ini posisi presdir TAM diisi oleh orang Jepang. Kan ini berdasarkan share holder. Tapi siapapun yang berkompeten bisa menjadi presdir. Sebelum diisi orang Jepang, presdir TAM orang Indonesia, Pak Jhonny Darmawan, yang sangat baik menjalankan peran membawa banyak model termasuk Avanza. Intinya tergantung kompetensi yang dimiliki,” ujar Soerjo.
Soerjo menambahkan bahwa pemerintah mempermudah tenaga kerja asing harus dilihat dari sisi positif bahwa itu akan menunjukkan hubungan investasi yang baik. Selain itu, juga akan banyak membantu perusahaan Indonesia untuk melakukan lokalisasi.
”Jika kita hanya berkutat pada orang kita sendiri, maka untuk melakukan lokalisasi tidak bisa cepat berkembang. Kita membutuhkan masukan dari orang luar yang punya pengalaman lebih,” ujarnya. (wan/jun/agf/JPG)
batampos.co.id – Masyarakat Tiban Lama dan Tiban Indah, Kecamatan Sekupang semangat ikut gotong royong (goro), Minggu (8/4). Fokus kegiatan kerja bakti kali ini adalah membersihkan sungai atau drainase alam di lingkungan tersebut.
“Hari ini kita gotong royong di Tiban Indah dan Tiban Lama. Tapi bukan berarti di kelurahan lain tidak ada goro. Kelurahan lain juga melaksanakan, tapi di lingkungan warga saja. Karena goro ini sudah menjadi kegiatan rutin di Sekupang tiap minggu,” kata Camat Sekupang M Arman.
Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad yang hadir dalam goro tersebut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam upaya penanganan banjir di Kota Batam.
“Sebentar-sebentar di Seibeduk, Sagulung, banjir. Tahun sekarang semua sudah mulai terurai. Dan cara menguraikan titik banjir antara lain melalui partisipasi, mobilisasi masyarakat untuk bahu membahu goro di lingkungan masing-masing,” kata Amsakar.
Tak ketinggalan ikut kerja bakti ialah Kapolsek Sekupang, Kompol Oji Fahroji.
batampos.co.id – Pelaksanaan Ujian Nasional untuk SMA sederajat dilaksanakan, Senin (9/4). Sejumlah sekolah SMA di Batam sudah melakukan persiapan jelang ujian nasional. SMAN 1 Batam misalkan, telah siap melaksanakan UNBK di sekolahnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang kurikulum SMAN 1 Batam, Sikkat Manulang mengatakan persiapan UNBK meliputi persiapan jaringan, listrik, dan komputer. “Sudah siap 100 persen tinggal pelaksanaannya saja,” ujar Sikkat, Minggu (8/4).
Dia mengatakan ada 461 orang siswanya yang akan menghadapi UNBK. Pihak sekolah menyiapkan empat ruangan laboraturium komputer beserta dengan 160 unit komputer. “Komputer cadangan juga sudah dipersiapkan,” katanya.
Dia berharap UNBK yang berlangsung selama empat hari tersebut berjalan dengan lancar. “Kami juga sudah surati pihak PLN agar tidak ada gangguan listrik nantinya,” jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Arifin Nasir juga memastikan ketersediaan dan kesiapan jaringan internet di lokasi sekolah. Arifin menyebutkan ada 48 SMA yang mengikuti UNBK. Di Batam sendiri ada 22 SMA yang melakukan UNBK mandiri, 2 SMA menumpang.
“Batam memiliki peserta UNBK paling banyak jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya,” kata Nasir.
Dia mengungkapkan demi kelancaran UNBK, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan PLN agar tidak ada gangguan listrik nantinya. “Soalnya kan online jadi kalau arus listrik terkendala takutnya mengganggu kosentrasi anak-anak,” tutupnya. (une)
Hilda Herasmus, dari Sekretariat Himpunan Kawasan Industri Kepri, menjadi pembicara di hadapan Siswa dan Siswi SMKN 5 Batam di Sagulung yang mengikuti pelatihan soft Skill dan Kiat sukses seleksi masuk dunia kerja yan diadakan oleh bursa kerja khusus oleh SMKN 5 Batam, Sabtu (7/4). F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 5 Batam di Sagulung gelar pelatihan Soft Skill dan Kiat Sukses Seleksi Masuk Dunia Kerja kepada siswa kelas XII angkatan ketujuh selama lima hari dimulai, Sabtu (7/4) hingga Kamis (12/4). Ini bertujuan untuk mematangkan kemampuan soft skill siswa kelas XII yang sebentar lagi akan tamat dan memasuki dunia kerja.
Kepala SMKN 5 Batam Agus Sahrir mengatakan, melalui pelatihan ini siswa yang baru saja menyelesaikan Ujian Nasional (UN) itu akan dilatih tentang tata cara melamar kerja hingga tingkah laku atau atitude sebagai pekerja yang berkompeten jika nanti langsung diserap sebagai tenaga kerja. “Selama ini belajar terkait materi dan kemampuan kerja. Padahal di dunia kerja tidak saja kemampuan yang dibutuhkan tapi juga atitide. Kalau atitude tidak bagus tentu akan bermasalah juga nantinya,” ujar Agus saat membuka pelatihan tersebut, Sabtu (7/4).
Siswa yang mengikuti pelatihan tersebut sebanyak 342 orang yang memiliki oreantasi untuk bekerja jika mereka lulusa nanti. Mereka akan dibekali oleh pemateri dari berbagai perusahaan yang berkompeten di kota Batam. “Pematerinya tentu dari pihak Industri. Ada tiga perusahaan yang mau manjadi pemateri,” ujar Agus.
Setelah mengikuti kegiatan peserta pelatihan diharapkan mendapat pengetahuan yang lebih sehingga nanti tidak kewalahan saat bersaing untuk mendapatkan lapangan pekerjaan. “Kalau kemampuan oke ditambah atitude bagus tentu akan diterima. Dua-duanya harus imbang. Nggak bisa kalau skill saja tanpa atitide yang baik,” pesan Agus.
Koordinator acara pelatihan Noviarti menambahkan, pelatihan tersebut juga sejalan dengan program revitalisasi SMK yang dicanangkan Presiden RI Joko Widodo untuk mencetak lulusan siap kerja. Sebagai sekolah kejuruan SMKN 5 juga harus memikirkan cara yang tepat untuk menggiring siswa-siswi mereka agar nantinya langsung diserap sebagai tenaga kerja. “Inilah salah satu wujud pelaksaan program revitalisasi SMK itu. Sekolah punya tanggung jawab untuk mempersiapkan anak-anak ini dengan baik agar nantinya tidak jadi pengangguran,” ujar Noviarti.
Untuk mewujudkan program tersebut, selama di sekolah siswa juga sudah disiapkan secara matang terkait kemampuan kerja mereka nanti. Salah satunya adalah menggandeng kerja sama dengan industri untuk membuka kelas industri di SMKN 5 Batam. “Itu sudah berjalan yakni kelas Cyclect (PT Cyclect),” ujar Noviarti.
Senada disampaikan oleh Sekretariat Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Hilda Herasmus yang datang sebagai pemateri. Menurutnya pelatihan seperti itu sangat penting untuk mempersiapkan kemampuan siswa dalam memasuki dunia kerja. “Persaingan kerja semakin ketat saat ini, sekolah-sekolah yang beroreantasi kerja harus benar-benar mempersiapkan segala sesuatu dengan baik. Pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan agar anak-anak ini tidak kakuh saat memasuki dunia kerja nanti,” tuturnya.
Dia juga berharap agar persiapan tenaga kerja lokal seperti yang dilakukan SMKN 5 ini harus lebih baik lagi kedepannya. “Bila perlu kita sebagai pekerja lokal harus dilevel teratas. Memang agak berat tapi harus dimulai dari sekarang. Anak-anak seperti ini harus benar-benar dipersiapkan. Kalau nggak kalah (bersaing) kita nanti dengan tenaga kerja asing,” ujarnya. (eja)
TPA punggur menjadi satu-satunya menjadi tempat pembuangan akhir sampah di Kota Batam, foto beberapa waktu lalu, Dinas Lingkungan Hidup Pemko Batam akan melakukan menghitung ketahanan TPA yang diperkirakan hanya bertahan lebih kurang 5 tahunan. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjadi referensi bagi daerah lain terkait penerapan sistem non tunai retribusi sampah yang mulai diterapkan tahun ini.
“Alhamdulillah apa yang kami kerjakan ternyata mendapat sambutan baik dari daerah lain. Hal ini terbukti banyak yang mau belajar soal penerapan non tunai ini,” kata Kepala DLH Batam Herman Rozi, Sabtu (7/4).
Sebelumnya pihaknya mendapatkan kunjungan dari Kota Samarinda yang ingin belajar soal penerapan retribusi non tunai ini.
“Mereka ingin menerapkan sistem yang sama di daerahnya. Kami sangat terbuka tentunya. Karena masih baru, kami tentu sangat menyambut antusias hal seperti ini,” ujarnya.
Ia mengatakan memasuki bulan keempat pelaksanaannya, pemasangan stiker non tunai sudah ada di 10 perumahan yang ada di Sekupang. Jumlah ini meningkat dari awal tahun yang hanya tiga perumahan.
“Memang belum seluruh objek retribusi sampah bisa non tunai,” terang mantan Camat Lubukbaja ini.
Dalam hal ini, Herman menambahkan penerapan retribusi non tunai ini merupakan upaya dalam memaksimalkan pendapatan dari sebelumnya.
“Jadi kalau non tunai kami bisa melihat potensi uang yang didaptkan dari objek retribusi. Jika selama ini ada kebocoran itulah yang kami tutup,” tambah mantan Kepala Dinas Perumahan dan Pertamanan Kota Batam ini.
Ia menyebutkan tahuni ini pihaknya ditargetkan bisa mendapatkan Rp 30 miliar dari retribusi sampah. Hingga Februari lalu, DLH baru bisa mendapatkan Rp 5 miliar.