Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12502

Puluhan Papan Reklame Teronggok Tak Terawat akan Dilelang

0
Bekas reklame di samping kantor bersama Pemko Batam, Senin (13/3). Dinas BP2RD Pemko Batam akan melelang bekas reklame tersebut apabila pemilik tidak mengambil barang tersebut. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana melelang puluhan papan reklame yang kini teronggok di tanah kosong samping Gedung Bersama Batamcenter. Namun sebelum dilelang, pemilik masih diberi waktu untuk mengambil papan reklame hingga pertengahan tahun 2018.

Kondisi puluhan papan reklame itu tampak tak terawat. Bahkan, banyak bagian tiang papan reklame berukuran besar yang sudah terlihat berkarat dan hancur. Papan reklame itu seakan dibiarkan terongok begitu saja tanpa pelindung hingga terkena panas matahari dan hujan.

Kepala Badan Pengelolaan dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam Raja Azmansyah mengatakan puluhan papan reklame itu adalah hasil penertiban saat pelebaran ruas jalan tahun 2017. Karena tak dibongkar pemiliknya, papan reklame itu terpaksa diamankan di samping Gedung Bersama Batamcenter.

“Itu papan reklame yang kami tertibkan saat pelebaran jalan. Jumlah pastinya saya tak tahu persis, namun ada puluhan mulai ukuran besar hingga kecil,” Kata Raja kepada Batam Pos, Selasa (13/3) di Batamcenter.

Dikatakannya, papan reklame itu sengaja dibiarkan begitu saja agar bisa segera dijemput pemiliknya. Namun hingga kini hanya beberapa reklame saja yang dijemput pemiliknya. Padahal pengumuman untuk menjemput papan reklame sudah pernah dilakukan.

“Sudah ada yang menjemput, tapi hanya sedikit. Selebihnya belum dijemput dan hingga kini kami masih menunggu agar papan itu bisa dijemput,” terang Raja.

Menurut dia, puluhan papan reklame itu akan dilelang jika tak juga dijemput oleh pemiliknya. Apalagi pihaknya tak mungkin membiarkan papan reklame itu teronggok dan menumpuk hingga menganggu pemandangan.

“Kalau tak juga dijemput berati tidak terlalu penting bagi pemiliknya. Karena itu, kami usulkan untuk dilelang saja tahun ini, jadi batas waktu penjemputan hingga pertengahan tahun ini,” jelas Raja.

Jika sudah dilelang, maka hasil lelang akan dimasukan ke kas daerah. Disinggung mengenai nilai lelang nantinya, Raja belum tahu sebab harus melalui perhitungan dan survei harga.

“Kalau dijual berarti disamakan dengan harga besi tua,” pungkas Raja. (she)

Ruli Hambat Pembangunan Taman

0
Warga Tanjunguncang, Batuaji menikmati taman yang berada di lahan kosoang depan Komplek Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji. | Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemukiman liar masih menjamur di wilayah Kecamatan Batuaji. Data kecamatan tahun 2014 lalu ada sekitar enam ribu unit pemukiman liar di Batuaji. Ribuan rumah liar itu tersebar di empat kelurahan yang ada yakni Tanjunguncang, Bukit Tempayang, Buliang dan Kibing.

Jumlah tersebut belum berkurang banyak sebab upaya penertiban belum begitu maksimal. Sebab masih banyak ruli yang hingga kini belum ditertibkan. Pada tahun 2015 hingga 2016 saat camat masih dijabat oleh Rinaldi M Pane ada sekitar 70 unit ruli yang ditertibkan untuk pembangunan Masjid Agung di Tanjunguncang. Selanjutnya tahun 2017 saat camat dijabat oleh Fridkalter, penertiban pemukiman liar juga dilakukan di RKT kelurahan Buliang dan Kibing namun hanya sekitar 85 unit ruli.

Jumlah ruli yang ditertibkan itu tak sebanding dengan total data pemukiman liar yang ada. Bahkan belakangan disinyalir malah kian bertambah sebab penghuni ruli yang ditertibkan itu kembali bermukim di pemukiman liar lainnya.

Dampak yang ditimbulkan akibat menjamurnya pemukiman liar ini juga menghambat pembangunan ruangan terbuka hijau di wilayah Batuaji. Wilayah Batuaji sendiri hingga kini masih minim dengan RTH (ruang taman hijau).

“RTH cuman dua saja. Itupun tak cukup berfungsi karena taman makam pahlawan sering disalah gunakan sama anak muda untuk memalak pengunjung,” kata Dewi Susanti, warga Batuaji, Selasa (13/3).

Dia berharap pemerintah bisa menertibkan ruli, terlebih ruli yang menempati row jalan seperti di depan pasar Melayu. “Lokasi itu bagus untuk di bangun RTH, dekat jalan raya,” katanya.

Sebelumnya, Kasi Trantib Satpol PP Kota Batam Imam Tohari, mengakui masih banyak pemukiman liar yang menjamur di kota Batam termasuk di wilayah Batuaji. Namun demikian penertiban belum bisa dilakukan secara serentak sebab masih fokus pada penertiban bangunan liar yang berada di lokasi penghijauan sebagai upaya penataan wajah perkotaan. “Kalau (penertiban) ruli sifatnya mendesak. Kalau lahan akan dibangun baru ditertibkan. Sekarang fokus ke penataan jalan dulu,” ujar Imam belum lama ini. (une)

Asosiasi Spa Minta Tarif Pajak Baru Ditunda

0
ilustrasi

batampos.co.id – Permintaan secara resmi penundaan pajak mulai bermunculan. Pada Senin (12/3), asosiasi spa dalam kesempatan audiensi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Batam meminta tarif pajak baru ditunda.

“Mereka minta penundaan tarif baru, tidak menolak tapi minta ditunda saja,”kata Kepala Badan pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah, Selasa (13/3).

Ia menyampaikan, hasil pertemuan akan disampaikan ke Wali Kota Batam Muhammad Rudi. Untuk diketahui dalam beberapa kesempatan Rudi mengaku tidak bisa menunda kenaikan pajak sebelum ada penyampaian secara resmi dari pengusaha terkait.

“Langkah apa yang akan diambil pimpinan, kita lihat nanti. Yang jelas aspirasi ini kami akan sampaikan,” ucap Raja.

Namun demikian, ia mengatakan karena aturan tentang baru ini telah disepakati dalam perda, perubahannya kelak harus melalui kesepakatan dengan DPRD Batam.

“Nanti perlu pertimbangan pembuat perda (DPRD Batam), kami inikan hanya pelaksana saja,”imbuhnya.

Ia mengatakan, sejatinya pembahasan tarif ini sudah lama dilakukan yakni dua tahun belakangan. Dalam penetapannya telah mendapat rekomendasi Gubernur Kepri Nurdin Basirun hingga Pemerintah Pusat.

‘Jadi bukan hanya kesepakatan kami di lokal saja,” terangnya.

Lagipula, kata dia, tarif kini masih dibawah ketentuan maksimal di dalam Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Dalam undang-undang tersebut, pada pasal 45 ayat 2 berbunyi “Khusus untuk Hiburan berupa pagelaran busana, kontes kecantikan, diskotik, karaoke, klab malam, permainan ketangkasan, panti pijat, dan mandi uap/spa, tarif Pajak Hiburan dapat ditetapkan paling tinggi sebesar 75% (tujuh puluh lima persen).

“Perda kita masih dibawah itu,”kata dia.

Selain asosiasi spa, ia mengatakan hingga kini belum ada surat dari asosiasi lain. “Baru mereka, yang lain mungkin nyusul, kami belum dapatkan ini,”katanya.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengklaim penikmat hiburan tak mempersoalkan pengeluaran jika layanan pemilik hiburan baik. Ia menyampaikan, peningkatan layanan merupakan hal yang mutlak bagi pelaku usaha jasa hiburan agar usahanya tetap diminati, terlebih bagi wisatawan dan kalangan berkantong tebal. “Servis bagus, orang akan datang. Nambah 10 persen tak berap buat mereka, orang spa, boling kan orang berduit semuakan,” katanya, Senin (13/3).

Menurutnya, hal ini bukanlah pendapatnya pribadi melainkan sudah dibuktikan dengan keadaan. “Ini survei, survei membuktikan kalau service bagus orang akan tertarik,” kata dia.

Sementara itu, Pemerintah Kota Batam fokus mempersiapkan kebutuhan kepariwisataan di Batam seperti memperbaiki infrastruktur dan melalui Dinas Pariwisata Batam meningkatkan kualitas tempat umum, seperti pusat pembelanjaan. “Ada protes wisatawan ada mal yang kurang bersih, makanya saya perintahkan Dispar cek. Jalan juga kami perbaiki,” katanya.

Ditanya soal destinasi, Rudi mengaku sektor ini belum sepenuhnya tersentuh secara utuh karena kini pihaknya fokus terlebih dahulu membangun infrastruktur.

“Sambil jalan, destinasi ini belum tersentuh secara utuh. Tapi kalau soal destinasi pantai, tanahkan di BP Batam, ini yang kami harus dudukan dulu,” terangnya.

Soal kenaikan tarif pajak, ia mengatakan hingga kini belum mendapat surat resmi dari pengusaha. Disinggun soal perminttan audiensi pengusaha spa, Rudi mengaku tidak mengetahui hal ini. “Kalau suratnya sama sekda (Sekretaris Daerah Jefridin), biar sama sekda saja,” ucapnya. (adi)

Nagoya Bakal Dipercantik Mural

0
Seorang warga sedang melihat mural dikawasan Batamcenter, Selasa (13/3). Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkintam) Kota Batam berencana akan melanjutkan kegiatan mural di empat titik dikawasan Nagoya. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Empat titik di ruas jalan Teuku Umar Lubukbaja bakal dihiasi mural. Rinciannya di depan Graha Sulaiman, depan Masjid Al Falah, Seberang Hotel Evita dan di depan Plaza Telkom.

“Sekarang sedang tahap finalisasi desain, kali ini mengandeng Bank Mandiri,” kata Kepala Bidang Pertamanan Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkintam) Kota Batam Irwan, Selasa (13/3).

Irwan menyebutkan, setelah finalisasi desain pihaknya akan terlebih dahulu menyampaikan ke Wali Kota Batam Muhammad Rudi untuk dilihat terlebih dahulu. Ia menargetkan dua pekan pasca berita ini ditulis atau pekan ke empat bula Maret, pelukisan mural pada titik tersebut akan mulai dikerjakan.

“Untuk empat titik itu, pengerjaannya sekitar dua bulan. Seniman mural dipersiapkan pihak yang bekerjasama dengan kami,”kata dia.

Ia mengungkapkan, desain mural di pusat bisnis tersebut mengusung model desain WPAP atau Wedha’s Pop Art Potrait. Ia menerangkan konsep ini semisal desain gambar kotak-kotak dan diberi warna-warna khusus, pemural kelak akan membubuhi berbagai gambar ikon Kota Batam didalamnya.

“Misalkan, nanti ada gambar Welcome To Batam, Jembatan Barelang dan lain-lain,”terangnya.

Untuk diketahui, mempercantik kota denga melibatkan pihak ketiga ini Pemko Batam hemat anggaran. Karena operasionalnya dibiayai rekanan tersebut. Sebelumnya, satu titik yakni di Samping Perumahan Rosadele atau tepatnya di Simpang Gelael, Batamcenter sudah selesai yang dikerjasamakan dengan PT Perusahaan Gas Negara (PGN).

“Lanjutan di Gelael depan KFC kami sedang usahakan juga (rekanannya),”ucap dia.

Sementara itu, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan beberapa kegiatan mempercantik kota pihaknya terus mengandeng Corporate Social Responsibility (CSR). “Ini baru itu ya (mural), taman juga kami bukan kesempatan swasta untuk ikut serta, yang di setiap sisi Flyover Laluan Madani,” kata Rudi beberapa waktu lalu. (adi)

Kadisdik Dukung Polisi Berantas Sie Jie

0
ilustrasi

batampos.co.id – Maraknya aktifitas perjudian di kota Batam yang telah merambat hingga ke lingkungan perumahan menjadi perhatian serius dari Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri.

Kadisdik Kepri Arifin Nasir berharap agar aparat penegak hukum terkait segara mengambil tindakan tegas agar siswa atau pelajar pada umumnya tidak terjerumus dalam perjudian tersebut.

“Apapun bentuk judi itu bertentangan dengan filosifi pendidikan. Itu harus diberantas. Apalagi togel (sie jie) mudah didapatkan siapa saja termasuk anak-anak (sekolah) kita. Tak boleh dibiarkan,” ujar Arifin, Selasa (13/3).

Ini disampaikan Arifin, karena aktifitas perjudian tebak angka itu benar-benar mengkuatirkan. Dengan bermodal Rp 1.000 pelajar bisa berjudi dimana saja sebab penjualan angka judi togel tersebut mudah didapatkan.

“Kebijakan Kapolda untuk memberantas judi kami sangat dukung dan itu harus. Memajukan mutu pendidikan juga dimulai dari lingkungan. Kalau lingkungan tak sehat, tentu anak-anak akan berpengaruh sampai di sekolah,” ujarnya.

Kepada tenaga pengajar di sekolah, Arifin juga berharap agar lebih efektif lagi mengingatkan siswa atau muridnya tentang larangan perjudian dalam bentuk apapun.

“Guru-guru di sekolah juga harus peran aktif. Jalan malah jadi contoh (bejudi). Berikan pemahaman kepada anak-anak mana yang baik mana yang tidak baik. Judi itu haram yang dapat menghambat pendidikan,” tukas Arifin.

Selain guru dan aparat penegak hukum, untuk mencegah anak terlibat dalam aksi perjudian apapun, Arifin juga memintah perhatian serius dari semua warga termasuk orangtua yang memiliki anak usia sekolah.

“Masyarakat dan orangtua harus jadi contoh yang baik. Jangan malah dirumah bahas judi nanti anak ikut-ikutan judi. Di sekolah mengajarkan yang baik dirumah malah mengajarkan yang tidak baik. Ini harus tanggung jawab kita bersama,” tambahnya.

Seperti yang diketahui, belakangan warga menyuarahkan terkait maraknya aktifitas judi togel di kota Batam. Judi tebak angka ini kian mengkuatirkan sebab sudah merambat hingga pemukiman warga. Siapa saja dengan mudah membeli angka togel sebab penjual atau agen ada di mana-mana. Mulai dari tukang ojek, pemilik warung hingga masyarakat di lingkungan perumahanpun ada yang nekad menjadi agen atau bandar judi tersebut. (eja)

Pemko Batam Usul Sejumlah Proyek di KemenPUPR

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengusulkan sejumlah proyek prioritas untuk dikerajakan di 2019. Dari pembangunan jalan layang, pelebaran jalan nasional hingga penanganan banjir di sejumlah ruas jalan nasional.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Yumasnur mengatakan sejumlah proyek tersebut diusulkan dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) di Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) di Jakarta, beberapa waktu lalu.

“Sudah masuk di sistem mereka (kemen PUPR), kita menunggu realisasinya,” kata Yumasnur, kemarin.

Ia mengatakan, dari sejumlah proyek tersebut yakni pembangunan jalan layang di simpang Kabil Batamcenter. Pembangunan jalan layang kedua ini diprioritaskan karean pasca pembangunan jalan layang Simpang Jam, kondisi Simpang Kabil terjadi penumpukan kendaraan. Pemerintah Kota Batam sudah mengantongi desain jalan layang tersebut.

“Ini yang jelas salah satu prioritas kami,”ucapnya.

Selain itu, pembangunan jalur dua Jalan Diponegoro yang melintas dari Simpang Seiharapan Sekupang ke Simpang Basecamp Batuaji. Jalan ini untuk diketahui sudah tiga tahun mangkrak.

“Pembangunan ini penting, karean jalur ini menghubungkan dua lokasi industri yakni di Tanjunguncang dan di Seiharapan. Kini (satu jalur) padat,”ucapnya.

Tak hanya itu, penanganan banjir dengan membangun drainase di ruas jalan nasional juga diusulkan dengan harapan dapat terealisasi pada tahun 2019 mendatang. Menurut Yumasnur, ajuan ini karena setiap kali hujan mengguyur Batam ada beberapa ruas jalan nasional yang terdampak banjir.

“Soal banjir ini, kami ajukan juga penanganan banjir yang di Seibeduk dan Marina Sekupang,” paparnya.

Ia mengaku selain beberapa proyek tersebut, ada banyak hal yang juga yang Pemko Batam sampaikan ke KemenPUPR. Namun ia mengaku tidak hafal semua.

“Ada Banyak, saya tak hfal satu-satu,”pungkasnya. (adi)

Warga Ruli Kampung Tua Sei Binti Bongkar Sendiri Bangunan

0
Rumah Liar
F.Rezza Herdiyanto untuk Batam Pos

batampos.co.id – Warga Ruli Kampung Tua Seibinti, Kecamatan Sagulung mulai membongkar sendiri bangunan mereka. Hal itu lantaran mereka sudah mendapatkan ganti rugi dari perusahaan yang memiliki lahan tersebut. Selain itu, mereka yang memilih membongkar sendiri dengan maksud material bangunan itu dapat dimanfaatkan.

Ketua RT 02/12, Ruli Kampung Tua Seibinti, Asardi mengatakan sebanyak 127 Kepala Keluarga (KK) yang menempati ruli tersebut sudah mendapatkan uang saguh hati sebesar Rp 4,2 juta dari perusahaan dan kaveling berukuran 8×12 meter persegi setiap kepala keluarga.

“Warga yang dapat ganti rugi sebagian sudah mulai pindah dan membongkar sendiri rumahnya,” ujar Asardi kepada Batam Pos, Selasa (13/3).

Namun demikian, ada warga yang masih tetap tinggal dan enggan untuk berpindah. Salah satunya Asardi sendiri.

“Saya masih menunggu surat kelayakan pemukiman dari Dinas Perkimtan Batam, soalnya di kaveling yang akan kami tempati drainasenya belum bagus,” katanya.

Tak hanya itu, dari perusahaan sendiri juga belum memberikan batas waktu untuk pindah. Meski saat ini, aktivitas penimbunan lahan oleh perusahaan sudah dimulai.

“Kami belum didesak untuk pindah, rumah saya juga sedang dibangun,” jelasnya.

Sementara itu, pantauan Batam Pos, warga setempat terlihat tengah mengumpulkan material rumah yang sudah dibongkar. Sejumlah warga sengaja membongkar lebih cepat kendati belum ada desakan dari pemilik lahan.

“Nanti diusir kan nggak bagus, mending pindah sendiri,” kata Abdul salah seorang warga Ruli Kampung Tua Seibinti. (une)

Pengusaha Pariwisata Batam Tuntut Pemerintah Cari Solusi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kalangan pengusaha di sektor pariwisata menuntut agar pemerintah daerah segera menyelesaikan persoalan taksi di kota Batam. Kericuhan yang disebabkan perseteruan antara taksi online dan taksi konvensional ini sangat mengganggu kondusivitas iklim pariwisata di Batam.

“Capek-capek kerja promosikan Batam. Karena kericuhan yang terus berulang ini, wisman jadi takut datang ke Batam,” kata Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kepri Denni Rade Situmeang kepada Batam Pos, Selasa (13/3).

Pemberitaan-pemberitaan negatif yang dimuat di media tentang kericuhan taksi di Batam akan dibaca oleh negara-negara tetangga. Imbasnya sungguh menyesakkan bagi dunia pariwisata di Batam karena dengan sedikit kabar negatif saja, banyak wisman menunda kedatangannya ke Batam.

“Di media sosial (medsos) infonya sudah tersebar luar, tidak sedikit tamu yang sedang berada di Batam bertanya-tanya apa yang terjadi. Sedangkan yang mau datang batalkan kedatangannya,” jelasnya lagi.

Ia mengungkapkan situasi ekonomi yang tengah sulit saat ini sudah sangat mempengaruhi tingkat okupansi hotel di Batam. Sehingga banyak yang menjalani praktek banting harga agar dapat menarik minat wisman.”Hotel-hotel yang sudah buat promosi gencar jadi sia-sia karena kericuhan ini. Promosi destinasi pun jadi sia-sia,” jelasnya.

Denni hanya meminta agar pemerintah tegas mencari solusi selesaikan permasalahan ini. Kericuhan yang terjadi di Harbour Bay kemarin sudah cukup menjadi pedoman pemerintah agar hal-hal seperti ini tak terjadi lagi kedepannya.

Sedangkan Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepri, Tupa Simanjuntak mengatakan sudah saatnya pemerintah daerah cepat menentukan sikap terkait polemik tersebut.

“Disamping itu, masyarakat juga jangan ikut-ikutan memviralkan isu kericuhan ini ke media sosial. Kita sebenarnya harus memperkenalkan bahwa Batam itu orangnya ramah dan sopan santun. Kembali ke zaman dulu lah,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi niat Pemerintah Kota (Pemko) Batam dan BP Batam yang gencar mengembangkan pariwisata di Batam.

“Tapi jika ingin membuat event, maka buatlah event yang meningkatkan kunjungan wisman, bukan hanya untuk menghibur masyarakat Batam saja,” sarannya.(leo)

BP Batam Ikuti Pameran Asia Pasific Maritime 2018 di Singapura

0

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menjadi salah satu perserta Asia Pasific Maritime (APM) 2018 dengan tajuk Conecting You with the Shipbuilding & Marine, Workboat and Offshore Community in Asia di Marina Bay Sands, Singapore, (14/3/2018).

pada kesempatan itu Menteri Perhubungan dan Kesehatan Singapura, Lam Pin Min mengunjungi stand BP Batam.

“Ya Batam menjadi tetangga terdekat Singapura, Batam dan Singapura harus menjadi jaringan penghubung untuk meningkatkan sektor maritim dan bersama sama mengakselerasi pertumbuhan ekonomi,” Kata Lam Pin Min saat mengunjungi stand BP Batam.

Dalam sambutannya Lam menyampaikan bahwa kegiatan APM 2018 merupakan tempat yang tepat bagi para pelaku industri maritim diseluruh wilayah Asia untuk promosi peningkatan hubungan kerja dan menjalin konektivitas dengan para pelaku usaha dibidang industri maritim baik dari swasta maupun pemerintahan.

“melalui Asia Pacific Maritime 2018 diharapkan dapat memberikan kontribusi lapangan pekerjaan, meningkatkan konetivitas, dan hubungan kerja sama serta kesempatan pelaku usaha industri maritim di wilayah Asia dan dalam meningkatkan pertumbuhan industri maritim” ucapnya dalam membuka APM 2018.

Sementara Direktur Pengembangan Kinerja BP Batam Purnomo Andiantono menyambut baik pertisipasi BP Batam dalam kegiatan tersebut. Senada dengan Lam Pin Min, Andi mengatakan keberadaan pihaknya adalah sebagai bagian dari pemerintah yang memiliki peran sebagai penghubung kebutuhan industri. Menurutnya pengembangan sektor industri pariwisata dan khususnya shipyard saat ini dirasa perlu dilakukan untuk terus menciptakan peluang ekonomi baru dikawasan Batam.

“BP Batam selain untuk memasarkan pengembangan aeromarinetropolis Bandara Hang Nadim dan pelabuhan Kabil juga untuk mengikuti seminar skala internasional seperti logistik,shipyard, dan digital ekonomi sehingga nantinya dapat menjadi acuan rumusan kebijakan,” ucapnya.

Andi yang dalam kesempatan mewakili Deputi Perencanaan dan Pengembangan BP Batam menjelaskan perkembangan industri shipyard di Batam perlu dibarengi dengan peningkatan inovasi teknologi sehingga lebih kompetitif mengikuti permintaan pasar. Lebih lanjut Ia berharap keikutsertaan pihaknya dengan menggandeng Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA) dapat mendorong permintaan komponen dan sparepart kemaritiman baik permintaan kapal baru maupun perawatan kapal.

“lebih dari 100 perusahaan galangan kapal berada di Batam dan 50-60 nya tergabung di BSOA dan mudahan mudahan bisa langsung terjadi bisnis to bisnis saat mengikuti pameran ini,” harapnya.

APM 2018 sendiri dalam penyelenggaraanya telah memasuki edisi ke 15. Digelar selama tiga hari, 14 sd 16 Maret 2018 diikuti lebih dari 60 negara dengan peserta pameran mencapai 1500 dan target 30.000 pengunjung termasuk calon investor potensial. (*)

Bea Cukai Tambah Pegawai untuk Random Checking

0
foto: beacukai

batampos.co.id – Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea Cukai Tipe B Batam berjanji akan mempermudah proses random checking untuk barang yang masuk ke dalam kawasan perdagangan bebas Batam.

Random checking ini bertujuan untuk melihat potret barang di pelabuhan. Prosesnya akan kita evaluasi,” kata Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (Kabid BKLI) KPU Bea Cukai Tipe B Batam Raden Evy Suhartantyo, Selasa (13/3).

Bea Cukai akan menambah pegawainya untuk mempercepat proses random checking. Pemeriksaan maksimal paling lama akan memakan waktu tiga hari saja.”Tapi dalam tempo dua hari akan segera kami selesaikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bagi perusahaan yang mengimpor barang yang sensitif atau peka cahaya agar bisa diperiksa di gudang perusahaan saja bisa mengajukan surat ke kepala kantor. Ra

“Pemeriksaan di gudang itu bisa tapi ajukan surat ke kepala kantor. Contohnya jika barangnya sensitif, maka tim kami akan memeriksanya di gudang,” paparnya.

Proses untuk mempercepat layanan ini merupakan amanah dari Presiden. Apalagi di Batam yang notabene merupakan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas yang harus dipermudah segala proses perizinan dan dokumentasi terkait barang masuk dan keluar.

Selama ini proses random checking memang sering dikeluhkan pengusaha di kawasan industri. Pasalnya jika barang yang diimpor itu sifatnya sensitif maka tak boleh lama-lama berada di pelabuhan. Jika terlalu lama diperiksa, maka barangnya bisa rusak.

“Proses random checking itu lebih baik dilakukan di pabrik saja, jangan di pelabuhan. Karena di pelabuhan bisa lebih dari tiga hari,” ungkap Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri Oka Simatupang.

Ia berharap pemerintah pusat dapat menetapkan regulasi-regulasi yang mempermudah proses perizinan berusaha karena merupakan amanah dari Presiden.(leo)