Bupati Karimun Aunur Rafiq berdialog dengan pelajar dari luar Karimun. F. Tri Haryono/batampos.co.id
batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq, berharap Kongres Ikatan Osis SMP Nasional (IONAS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) ke-3, dan latihan dasar kepemimpinan 2018 ini supaya dapat melahirkan pemikiran yang bisa diberikan masukkan kepada Pemerintah Kabupaten Karimun. Salah satunya, yaitu membuat komitmen bahwa para pelajar maupun generasi muda harus sehat dan bebas dari narkoba.
“Nah, nanti hasilnya dapat mendukung regulasi dalam dunia pendidikan di kabupaten Karimun. Terutama, dalam memerangi narkoba yang ada di lingkungan sekolah maupun di masyarakat,” kata Rafiq, Rabu (14/3) di SMP Negeri 1 Karimun.
Dan dirinya, cukup memberikan apresiasi terhadap kabupaten Karimun terutama SMPN 1 Karimun sebagai tuan rumah kongres IONAS MPK III se Indonesia. Ini berarti, mutu pendidikan sekolah di Kabupaten Karimun tidak kalah dengan mutu pendidikan sekolah yang ada di luar Karimun.
“Kabupaten Karimun yang letaknya di perbatasan, sangat-sangat strategis bagi dunia investasi dan sebagainya. Jadi, anak-anak ku sekalian sebagai penerus pembangunan nanti. Mulai dari sekarang, persiapkan diri anda untuk menimba ilmu sebanyak mungkin,” pesannya.
Masih kata Rafiq, bahwa di Kabupaten Karimun di bidang dunia pendidikan sudah dapat menorehkan prestasi secara Nasional. Seperti sekolah sehat, mendapatkan predikat sekolah Adiwiyata dan sebagai. Ini berarti, dapat digambarkan bahwa dunia pendidikan di Karimun bisa sejajar dengan sekolah lainnya.
“Saya juga mengucapkan terimakasih kepada bapak Sugianto mantan kepala SMPN I Karimun yang sudah memberikan kontribusi besar di dunia pendidikan kabupaten Karimun. Dan diharapkan, pengantinya dapat meneruskan apa yang telah dihasilkan dari kepala sekolah yang lama,” ungkapnya.
Sementara tuan rumah penyelenggara Kongres IONAS-MPK ke-3 dan latihan dasar kepemimpinan 2018, yang juga kepala sekolah SMPN 1 Karimun Juprizal mengatakan, peserta yang ikut ada 10 sekolah yaitu dua sekolah SMPN dari Jakarta, Makasar, Bangka Belitung, SMPN 2 Binaan Tebing, SMPN 2 Karimun, SMPN I Meral, SMPN I Kundur, SMP Satap Durai dan SMPN I Karimun sebagai tuan rumah.
“Ini kali ketiga penyelenggaraan kongres IONAS-MPK yang sebelumnya dilaksanakan di Jakarta yang pertama di Makasar. Dengan perwakilan satu sekolah 5 orang termasuk pembina, acaranya selama tiga hari,” katanya.(tri)
batampos.co.id – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Daerah Kabupaten Natuna tahun 2019 mengusulkan berbagai pembangunan dan membutuhkan anggaran Rp 4,5 triliun.
Rencana pembangunan tersebut disepakati melalui pokok pikiran DPRD, OPD dan elemen masyarakat yang turut dalam Musrenbang tahun 2019 yang digelar selama tiga hari digedung Sri Serindit Ranai.
Sekretaris Bappeda Pemkab Natuna Indra Yones mengatakan, hasil kesepakatan rencana pembangunan daerah Natuna tahun 2019 diantaranya pengembangan dan penguatan potensi ekonomi daerah, peningkatan kualitas dan pengelolaan lingkungan hidup, pemerataan dan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan.
Sasaran lainnya dalam peningkatan pelayanan kesehatan, perluasan kesempatan kerja, percepatan pengentasan kemiskinan, pengembangan ekonomi kerakyatan, agrobisnis, peningkatan kawasan terisolir, peningkatan akses ke kawasan ekonomi, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pengedalian dan evaluasi pembangunan daerah Natuna.
Rancangan awal rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Kabupaten Natuna tahun 2019 terdiri dari 215 program dan 1.035 kegiatan dengan total dana yang dibutuhkan sebesar Rp 4.574 triliun.
Usulan tersebut nantinya bersumber dari dana APBD Natuna dengan rincian bidang sosial dan budaya sebesar Rp 556 miliar dengan 65 program dan 386 kegiatan, bidang ekonomi sebesar Rp 312 Miliar dengan 50 program dan 223 kegiatan, bidang pemerintah sebesar Rp 173 miliar dengan 49 program dan 247 kegiatan dan terakhir bidang infrastruktur dan pengembangan wilayah sebesar Rp 3.532 triliun dengan 51 Program dan 179 kegiatan.
“Sedangkan dana APBD Provinsi Kepri tahun 2019 Kabupten Natuna mengusulkan 336 kegiatan dengan anggaran sebesar Rp 1.383 Triliun. Untuk APBN tahun 2019 Kabupten Natuna mengusulkan 380 kegiatan dengan total anggaran sebesar Rp 5.442 triliun,” kata Indra Yones.
Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal dalam menutup Musrenbang tahun 2019 mengatakan, Musrenbang ini serta menyepakati program-program yang menjadi unggulan untuk di lakukan dan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang
Musrenbang tahun 2019 ini katanya, merupakan cerminan kualitas kerja aparatur pemerintah kepada masyarakat. Dan usulan rencana pembangunan akan lebih banyak ke APBN.
“Untuk program yang belum diakomodir agar segera masuk dalam RKPD tahun berikutnya. Seluruh OPD diharapkan bekerja lebih baik dan terarah agar Natuna lebih baik lagi,” kata Hamid Rizal.(arn)
batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri belum merevisi jumlah kuota taksi online di Batam. Sampai saat ini kuota taksi online masih 300 unit dan harus dibagi rata untuk 16 badan usaha dan koperasi yang sudah mengurus izin ke Dishub Kepri.
“Setelah izin prinsip keluar, tak bisa operasi langsung (beroperasi). Harus urus KIR dan lainnya dulu, seuai Permenhub 108-lah,” kata Kepala Dishub Kepri Jamhur Ismail usai rapat di Batam, Rabu (14/3).
Jamhur menjelaskan, dari 16 badan usaha dan koperasi yang telah mengurus izin, baru empat badan usaha yang sudah memenuhi syarat. Sementara 12 lainnya masih dalam tahap melengkapi berkas perizinan.
Ditambahkan, pihaknya akan melakukan pengawasan melekat terhadap operasional taksi online. Bekerja sama dengan kepolisian, Dishub Kepri akan menindak taksi online di luar 300 unit yang masuk kuota.
“Di luar 300 itu berarti ilegal. Yang ilegal akan ada penindakan,” katanya.
Menurut dia, nantinya taksi online akan diberi tanda khusus. Juga akan dipasang dasboard. Tanda khusus ini akan mempermudah pengawasan.
Selain itu, sebelum taksi online beroperasi, akan atur dulu terkait dengan tarif. Termasuk zonasi yang akan digunakan dalam menjemput penumpang. Misalnya, tidak boleh jemput di bandara. Nantinya akan diatur radiusnya berapa meter dari bandara, baru bisa menjemput penumpang.
Ke depan, aturan terkait taksi online akan diatur dalam Pergub. Tapi Pergub akan dikeluarkan setelah survei kebutuhan dan ketersediaan taksi sudah keluar. Sehingga 300 taksi online yang diizinkan beroperasi, akan jalan dulu sebelum Pergub terbit.
Jamhur menegaskan, kuota sebanyak 300 unit itu sifatnya sementara. Pihaknya akan menggelar survei dengan melibatkan konsultan independen untuk menghitung kebutuhan taksi online di Batam.
Gubernur Kepri Nurdin Basirun juga menegaskan kuota taksi Batam kemungkinan akan bertambah. “Kalau pun ada yang ditambah setelah ada kajian mendalam sesuai kebutuhan Kota Batam,” kata Nurdin usai Rapat Pembahasan Angkutan Sewa Khusus Kota Batam di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (14/3).
Penetapan kuota ini disampaikan agar pengelola dan penyedia aplikasi taksi online mengetahui kebutuhan taksi saat ini. Hal ini diharapkan juga mampu menyelesaikan polemik taksi online di Kota Batam. “Semuanya mengharapkan cepat diselesaikan. Tentu harus ada keputusan mengeluarkan izin taksi online,” tuturnya.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Batam Yusfa Hendri menambahkan, selain penetapan kuota, dalam rapat kemarin juga memutuskan empat poin. Yakni, seluruh aplikator diwajibkan untuk menerima angkutan taksi plat kuning yang masih layak operasional. Artinya, semua taksi pelat kuning dianjurkan memberikan pelayanan online seperti yang disediakan taksi berbasis aplikasi.
foto: cecep mulyana / batampos
“Kami minta supaya bergabung ke online, sehingga bisa memenuhi kebutuhan taksi online,” kata Yusfa.
Selanjutnya, Asosiasi Driver Online, aplikator dan juga badan usaha yang diberikan izin untuk melakukan seleksi perekrutan. Seperti yang disampaikan Wali Kota Batam, kata Yusfa, seleksi ini dilakukan secara transparan.
“Karena kuota sementara hanya 300 unit. Sementara driver online banyak, silakan diseleksi sendiri,” tuturnya.
Selain itu, tidak diperkenankan juga adanya pungutan di luar apa yang telah ditentukan. Karena nanti akan berpengaruh kepada tarif taksi. “Misalnya tarifnya sekian, karena bergabung di koperasi jadi sekian, ini nanti jadi masalah lagi,” sebut Yusfa.
Selanjutnya, lanjut Yusfa, aplikator tidak diperkenankan merekrut anggota baru di luar kuota 300.
Terkait penambahan kuota, kata Yusfa, akan mengikuti hasil kajian dari konsultan. Misalnya konsultan menyebutkan kebutuhan taksi di Batam ada 3.000 unit. Sementara saat ini di Batam sudah ada 2.000 taksi pelat kuning dan 300 taksi online. Berarti perlu ada penambahan lagi sekitar 700 taksi. Bisa saja diambil dari taksi online. Kebijakan seperti ini dilakukan secara nasional.
“Artinya bisa saja bertambah, sesuai hasil perhitungan konsultan,” paparnya.
Perusahaan aplikasi wajib menyampaikan rute operasional, data driver dan sebagainya. Sehingga dengan akses digital dasboard ini, Dishub bisa memantau pergerakan taksi.
Ketua Organda Kepri, Syaiful meminta pemerintah daerah harus tegas dalam menerapkan aturan yang sudah dibentuk. Ia juga mendesak agar Peraturan Gubernur (Pergub) mengenai angkutan sewa khusus segera dikeluarkan.
“Tujuan kita sama-sama menjaga kondusivitas Batam,” katanya.
Gesekan Terus Terjadi
Sementara di lapangan, gesekan antara pengemudi transportasi online dengan transportasi konvensional masih terus terjadi. Seperti yang terjadi di halte dekat kawasan Harbourbay, Batuampar, Rabu (14/3) siang dan di Pasar Fanindo Batuaji, kemarin.
Seorang pengemudi ojek online, Johan Prayitno, 41, menjadi korban penganiayaan di halte dekat kawasan Harbourbay, Batuampar. Diduga, Johan dianiaya oleh seorang pengemudi ojek pangkalan.
Johan mengatakan, awalnya ia sedang duduk di halte itu. Tiba-tiba, pelaku mendatanginya dan duduk di sebelahnya. Tidak berapa lama kemudian, pelaku meminta kepada Johan untuk tidak mangkal di kawasan Harbourbay.
“Dia minta saya tidak mangkal di sini. Kemudian saya jawab, emang kenapa tidak boleh mangkal di sini. Kemudian dia bilang, pokoknya kamu jangan mangkal di sini,” kata Johan.
Saat itu, terjadi perdebatan antara keduanya. Karena tidak mau memperpanjang masalah, Johan kemudian mengajak pelaku bicara baik-baik. Akan tetapi, pelaku menolak dan situasi semakin memanas. Pelaku pun berusaha mengambil sesuatu dari dalam bagasi sepeda motornya.
“Tidak tahu mau ambil apa dalam joknya. Saat itu langsung dilerai sama bapak-bapak yang ada di sana juga. Bapak itu bilang jangan ribut, kalian sama-sama cari makan. Setelah datang bapak itu, dia pergi,” katanya.
Setelah pelaku pergi meninggalkannya dan sepeda motornya, selanjutnya Johan menghubungi teman-temannya yang lain dengan maksud untuk menyelesaikan masalah ini secara baik-baik dengan pelaku. Selanjutnya, Johan pun mencari dan mendatangi pelaku seorang diri.
“Kemudian setelah ketemu, tiba-tiba dia langsung menyerang saya dengan rantai motor. Sempat saya tangkis, tapi kena juga kepala saya,” tuturnya.
Akibat kejadian itu, beberapa orang teman Johan langsung berlari menghampiri Johan. Sementara pelaku, langsung lari meninggalkan Johan yang sudah dalam kondisi luka di bagian kening sebelah kanan serta luka memar di lengan kirinya.
Usai kejadian itu, Johan langsung bergegas ke rumah sakit untuk mengobati lukanya dan membuat surat visum. Selanjutnya, Johan mendatangi Polsek Batuampar dengan membawa hasil visum itu untuk membuat laporan polisi dengan di dampingi rekannya sesama pengemudi ojek online.
Kapolsek Batuampar Kompol Arya Tesa Brahmana mengatakan pihaknya melakukan penyelidikan di lapangan untuk mengumpulkan bukti terkait kasus dugaan penganiayaan ini.
“Masih dalam penyelidikan. Untuk sementara, kita masih memintai keterangan dari saksi-saksi maupun keterangan dari korban,” ujarnya singkat.
Keributan antara pengemudi ojek online dan konvesional juga terjadi di Pasar Fanindo Batuaji, Batam, kemarin. Persoalannya sama, yakni masalah rebutan area pangkalan.
“Kalau ojek online tetap mengambil penumpang dari dalam Pasar Fanindo, lantas kami mau ambil penumpang dimana lagi,” kata Herman, pengemudi ojek pangkalan, kemarin.
Ia mengaku pihak ojek pangkalan tidak pernah melarang ojek online untuk masuk ke Pasar Fanindo jika hanya mengantar penumpang. Namun mereka meminta agar ojek online tidak mengambil penumpang dari pasar.
Sementara Amin perwakilan ojek online mengaku mengambil penumpang di Pasar Fanindo lantaran mendapatkan orderan dari dalam pasar tersebut. “Kalau ada yang memesan kami juga biasanya meminta agar calon penumpang menunggu di jalan raya tetapi itulah terkadang penumpang tidak mau,” kata Amin.
Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko yang menengahi kedua belah pihak tersebut meminta kepada mereka agar tidak ada lagi persoalan antara ojek pangkalan dan online. “Kalian ini sama-sama cari makan jangan selalu timbulkan masalah,” ujar Sujoko. (une/gie/rng/adi)
Gubernur H Nurdin Basirun mengajak semua pihak untuk mereformasi diri agar bisa berdaya saing. Tidak bisa lagi kota modern seperti Batam ini kelompok masyarakatnya berpikir dengan cara lama.
“Dengan perkembangan zaman saat ini, kita harus masuk dalam kemajuan itu. Ada masalah, kita duduk bersama mencari win win solution. Wali Kota dan semua pihak berusaha semaksimal mungkin agar kota ini bergairah lagi,” kata Nurdin saat membuka pertemuan membahas Angkutan Sewa Khusus Kota Batam, di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (14/3).
Sejak Maret 2017 memang mulai terpicu polemik keberadaan taksi online di Kota Batam. Berkali-kali perselisihan muncul yang membuat kota yang semakin bangkit pariwisatanya ini kenyamanannya agak terganggu.
Gubernur menegaskan agar tidak ada polemik berkepanjangan. Energi besar membangkitkan ekonomi daerah ini jangan tersia-sia karena masalah ini. Karena itu, Nurdin solusi yang didapat dalam pertemuan ini cepat dieksekusi.
“Batam banyak sekali perubahan, semakin tampak keindahan dan harus semakin nyaman. Peran masyarakat perlu untuk mendukung kenyamanan itu. Jangan memaksakan ego,” Nurdin mengingatkan.
Perjalanan kesuksesan Kota Batam, kata Nurdin harus didukung semua komponen masyarakat, termasuk transportasi. Persoalan harus diselesaikan dengan kebersamaan dan musyawarah. Karena, kata Nurdin, kalau mengedepankan siapa kuat, tak akan menyelesaikan masalah.
Nurdin mengajak semua pihak terkait transportasi ini mundur selangkah untuk maju 10 langkah. Sebagai orang Kepri, laksanakan petuah dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Dalam pertemuan itu, dihasilkan empat solusi yang diusulkan.
Pertama, Pemerintah Kota Batam, Pemprov dan FKPD mewajibkan aplikator untuk menerima seluruh taksi plat kuning yang layak beroperasi untuk bergabung ke aplikasi.
Kedua, diminta kepada aplikator dan Asosiasi Driver Online (ADO) untuk menseleksi keanggotaan Angkutan Sewa Khusus sesuai dengan kuota yang diberikan oleh Gubernur (kuota sementara yang akan diberikan kepada badan usaha adalah sebanyak 300 unit).
Ketiga, aplikator tidak boleh melakukan perekrutan driver online baru dan memberikan akses aplikasi kepada driver serta mengacu kepada hal sebagaimana disebutkan dalam poin satu dan dua.
Keempat, penambahan kuota akan diberikan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Kepri setelah ada kajian dari konsultan yang ditunjuk oleh Provinsi Kepri.
Menurut Nurdin pemerintah selalu berada di tengah. Semua harus mendukung sesuai dengan aturan yang berlaku. Karena semua pihak ingin masalah ini selesai dan tidak merugikan pihak manapun.
“Semua ingin penegakan hukum. Pak Kapolres siap untuk itu,” kata Nurdin sambil menambahkan dia ingin persoalan taksi online di Batam ini menjadi rule model penyelesaiannya untuk berbagai daerah di Indonesia.
Pada pertemuan itu hadir Wali Kota Batam H Muhammad Rudi, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad, Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki, Kepala Kejaksaan Negeri Batam Roch Adi Wibowo, Kepala Pengadilan Negeri M Syahlan, Organda Kepri Syaidul, perwakilan taksi pangkalan atau konvensional, Perwakilan asosiasi angkutan umum, Asosiasi Driver Online (ADO), Aplikator Grab, Go-car dan Uber serta perwakilan dari Danlanal Batam, Kodim Batam serta Marinir Satria Bumi Yudha.
Wali Kota Batam HM Rudi mengajak semua pihak jangan melihat secara sepotong-sepotong, karena bisa tidak menyelesaikan masalah. Batam ini baru bangkit lagi dan jangan memburuk karena kejadian-kejadian yang membuat tak nyaman.
“Batam ini milik kita semua. Kalau ribut ribut sepi pelabuhan, tak ada orang datang. Kalau ada masalah kita dudukkan bersama sama. Kita membangun Batam, perlu dukungan transfortasi yang baik,” kata Rudi.
Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengajak semua pihak menuntaskan masalah ini dengan kepala dingin. Jangan sia-siakan waktu datang dalam pertemuan ini namun tidak tuntas.
“Pertumbuhan ekonomi sedang meningkat. Kota ini harus sukses, harus maju. Jangan berkontribusi menjatuhkan pertumbuhan ekonomi daerah ini,” kata Kapolresta.
Hengki yang menyiapkan kertas kerja hingga pukul dua dini hari untuk menuntaskan masalah ini mengatakan tindakan tegas akan dilakukan terhadap pelanggaran kesepakatan. Dia menegaskan harus ada komitmen bersama mengakhiri permasalahan ini.
“Kalau ada persekusi akan ditindak tegas,” kata Hengki. Pada kesempatan itu, Hengki juga mengingatkan agar seluruh angkutan untuk tidak lalai dengan kewajiban membayar pajak.
Pewarta berfoto bersama di geladak KRI Teluk Celukan Bawang 532, Rabu (14/3). F. Anggota TNI AL untuk batampos.co.id
batampos.co.id – Kapal Perang milik TNI Angkatan Laut, KRI Teluk Celukan Bawang 532 dan sejumlah KRI lainnya rutin melakukan patroli di perairan Natuna Anambas. Kegiatan ini guna memastikan kondisi perairan tetap dalam kondisi aman terkendali.
Komandan KRI Teluk Celukan Bawang 532, Rama Rimerar Putra, memastikan saat ini kondisi Laut Natuna-Anambas aman dan kondusif dari aktivitas kapal ikan asing pencurian ikan. “Laut kita aman,” ungkapnya saat temu media di KRI Teluk Celukan Bawang yang berlabuh di Pelabuhan Tarempa Rabu (14/3).
Menurutnya, patroli yang mereka lakukan hingga ke perairan utara atau perbatasan Indonesia dengan Vietnam dan rig petronas perbatasan Indonesia dengan Malaysia.
Rama Rimerar yang didampingi oleh Palaksa Lanal Tarempa Mayor Laut (P) Budi Dermawan, menerangkan KRI Teluk Celukan Bawang bertugas sebagai armada pendarat bagi pasukan Marinir TNI AL dan juga sebagai kapal pengangkut logistik serta patroli keamanan laut.
Kapal tersebut merupakan buatan Jerman yang diproduksi 1978 yang lalu. Meski sudah sekitar 40 tahun usianya, tapi mampu mengangkut personel hingga 200 orang dan mampu membawa 7 unit tank. “Kecepatan kapal ekonomis 12 knot dan kecepatan maksimal 18 knot dan diawaki 58 pelaut,” jelasnya.
Palaksa Lanal Tarempa, Mayor Laut (P) Budi Darmawan menambahkan, selama adanya kebijakan penenggelaman kapal ikan asing oleh pemerintah pusat telah memberikan efek jera bagi pencuri ikan dari negara tetangga. “Aktivitas pencurian ikan sangat berkurang. Apalagi dikuatkan dengan melakukan patroli,” tambahnya.
Budi, menerangkan, sambil beristirahat di Pelabuhan Tarempa, KRI memberikan kesempatan kepada para pelajar dan masyarakat umum untuk mengenal lebih jauh apa itu KRI dan jiwa kemaritiman. Para pelajar akan dibawa mengelilingi kapal dan diperkenalkan bahwa ini salah satu kapal perang milik Indonesia. Saat ini yang sudah mendaftar yakni siswaSMP 5 Batu Tambun. “Mereka akan meninjau KRI pada hari ini Kamis (15/3),” terang Budi. (sya)
batampos.co.id – Persiapan untuk pagelaran Batam Menari yang akan digelar pada 8 April mendatang semakin ramai diikuti masyarakat Batam. Total perkiraan jumlah masyarakat yang akan mengikuti acara ini dengan mendaftar di website www.batammenari.com mencapai 2.640 orang.
“Nama-namanya sudah terdata di website. Mereka yang telah mendaftar akan dilatih di 25 titik lokasi,” kata Plt Kasubdit Humas BP Batam, Rabu (14/3) di ruang kerjanya.
Diluar dari masyarakat yang telah mendaftar lewat website resmi event Batam Menari, peserta juga datang dari karyawan BP Batam sebanyak 3.000 orang. Lalu ditambah lagi dari pelajar SMA sebanyak 4000 orang.
“Kami memang membatasi jumlah peserta pelajar hanya dari SMA saja. Selain itu event ini juga akan diikuti oleh peserta dari sanggar-sanggar tari di Batam,” katanya.
Para peserta dilatih oleh 170 instruktur terlatih yang akan mengajarkan gerakan Tari Rampai Batam dalam satu melodi. Setiap 50 peserta akan dilatih oleh dua atau tiga instruktur. Hingga saat ini, tempat untuk berlatih tersebar di 25 titik yakni di lapangan parkir BP Batam, pelabuhan, Rumah Sakit BP Batam, Perumahan Bida Asri, Taman Sari Tiban, Seri Harapan, Rumah Sakit Awal Bros (RSAB), Megamall, rusun-rusun BP Batam, sekolah-sekolah dan lainnya.
“Untuk latihannya biasa dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu pagi,” ujarnya.
Untuk akhir pekan nanti, BP Batam akan menggelar latihan bersama untuk Batam Menari di lapangan yang berada di depan Landmark Welcome to Batam. Event Batam Menari ini juga akan diikuti oleh wisman asing. Untuk mewujudkannya, BP Batam sudah menjalin kerjasama promosi dengan Kedubes Indonesia di lima negara Asia Tenggara. Promosi ini ditujukan agar target menjaring 16.000 peserta dapat tercapai sehingga dapat memecahkan rekor MURI yang sebelumnya dicapai oleh event menari di Aceh.
“Negara-negara tersebut antara lain Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei dan Filipina. Kami sudah mengundangnya jadi tinggal menunggu feedback dari sana,” jelasnya.
Partisipasi warga negara asing sangat penting karena event ini nanti akan dimeriahkan oleh tarian-tarian dari negara-negara tetangga tersebut.
“Acara Batam Menari ini akan dilakukan di Bundaran BP Batam. Sebelum acara ini, maka akan dimulai dengan acara Car Free Night sehari sebelumnya,” pungkasnya.(leo)
Ribuan unit rumah warga di kawasan Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Kota, Kamis (14/9). Perda tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan zonasi Kota Tanjungpinang sangat penting untuk penataan kota di Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Tanjungpinang, Surjadi meminta jajaran anggota legislatif agar dapat mengesahkan Ranperda Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) dalam waktu dekat. Hal ini jadi penting lantaran substansi RDTR yang sudah dikantongi dari Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional punya tempo kedaluwarsa.
“Kalau bisa jauh sebelum September. Karena jika tidak, bisa kedaluwarsa dan mesti mengulang dari awal lagi pengajuan substansinya itu,” ujar Surjadi, Rabu (14/3).
Surjadi juga menjelaskan, Ranperda satu ini beda dengan perda lain. Karena setelah disahkan ada pembahasan lagi di tingkat provinsi untuk persetujuan gubernur. Tidak sampai di situ saja. “Tapi juga harus mendapatkan pengesahan dari Mendagri. Makanya, kami minta jauh sebelum September,” ujar Surjadi.
Mengenai protes-protes yang sempat menjadi kendala pengesahan pada tahun lalu, Surjadi menuturkan, segala masukan itu sudah ditampung dan diakomodir sesuai dengan kapasitasnya. Sepanjang tidak menyalahi aturan yang ada, kata dia, tetap akan dibahas dan dicari jalan keluarnya.
“Kami berharap bisa cepat. Karena tahun lalu sudah dilangsungkan pembahasan dengan Pansus. Tahun ini semestinya sudah bisa difinalkan,” harap Surjadi.
Sebelumnya, Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga menyebut, Ranperda RDTR menjadi prioritas pengesahan tahun ini. Politisi Partai Golkar ini menegaskan, kesibukan riuh-rendah Pilkada tahun ini tidak boleh mengurangi integrasi jajaran anggota legislatif dalam bekerja. “Ranperda RDTR sudah jadi prioritas. Insyallah, bisa disahkan tahun ini,” pungkasnya.(aya)
Petugas dari Mapolsek Bukit Bestari menggiring Mulyadi dan Zikri ke ruang tahanan, Rabu (14/3). F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Dinginnya dinding penjara tidak membuat seseorang jera dari tindakan kriminal. Seperti Mulyadi, 22 dan Zikri, 20, dua resedivis yang belum lama ini bebas dari penjara, kembali dibekuk Unit Reskrim Polsek Bukit Bestari, Selasa (6/3). Pelaku diamankan beserta barang bukti yakni satu unit sepeda motor hasil kejahatannya dan sejumlah spare part motor.
Berawal dari laporan kehilangan sepeda motor Honda Beat milik Farel di jalan Senayang Tanjungpinang, tidak butuh waktu lama, petugas langsung mengamankan kedua pelaku di dua tempat berbeda.
“Pelaku baru seminggu bebas dari penjara,” jelas Kapolsek Bukit Bestari Kompol Arbaridi Jumhur melalui Kanit Reskrim Ipda Haris Baltasar, Rabu (14/3).
Modus yang digunakan pelaku dengan berkeliling pada malam hari di tempat tempat sepi. Bila ada sepeda motor tidak terkunci keduanya langsung melakukan aksinya dengan cara mendorong sepeda motor tersebut. Lalu pelaku mengganti plat dan nomor mesin motor dengan menggunakan amplas. Kemudian mengganti warna sepada motor dengan cat pylox.
“Pelaku mengaku memodifikasi motor untuk digunakan sehari-hari,” kata Haris.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal 363 Ayat (1) KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. “Pelaku diancam hukuman 7 tahun penjara,” kata Haris. (odi)
batampos.co.id – Nur Ismi Wahyudinie saat ini tengah meniti karir sebagai staf administrasi di Kampus Politeknik Batam. Meski sibuk dengan rutinitas kerjanya, tak membuat dara yang akrab disapa Mimis ini puas.
Dara manis ini ternyata punya usaha sampingan yang fokus ia geluti sejak tiga tahun lalu. Namun menurutnya, usaha itu sudah ia mulai sejak masih duduk dibangku kuliah.
“Saat kuliah sudah mulai bikin handmade kecil-kecilan. Pas 2015, baru fokus bikin hantaran. Itu pun nekat setelah ada permintaan kalau ingin hantaran bikinanku,” terang gadis kelahiran Batam, 2 Februari 1992 silam.
Usaha anak pertama dari dua bersaudara ini ternyata dapat dukungan kedua orangtuanya. Ia pun mulai membagi waktu antara pekerjaan dan usahanya. Jika banyak pesanan, ia akan mengerjakan hantaran itu usai pulang kerja. Namun saat santai, hantaran itu baru dikerjakan pada Sabtu dan Minggu.
“Alhamdulillah mama mendukung, kadang dibantu mama juga. Biasanya bikin sendiri, karena beda tangan beda hasil juga. Dalam seminggu bisa mengerjakan 5 pesanan dan Alhamdulillah sudah bisa membagi waktu dengan kerjaan lain,” imbuhnya.
Menurutnya, hasil buah tangan itu sudah bisa dirasakan sejak duduk dibangku kuliah, meski dengan pendapatan masih kecil. Namun kini, karena pesanan sudah mulai banyak ia pun sudah mulai menikmati hasil dari jerih payahnya. Bahkan bulan April nanti, Mimis berencana membuka usahanya di sebuah ruko.
“Alhamdulillah sudah bisa mandiri sejak kuliah dan sekarang sudah bisa bantu-bantu orangtua. Rencananya bulan April nanti juga mau buka usaha di ruko, selama ini kan masih di rumah,” pungkas anak pasangan Hadi Suryoso dan Yun Firda ini. (she)
Ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Deby Maryanti menyerahkan bibit cabai kepada ibu-ibu rumah tangga. F. Kominfo Pemkab Bintan untuk Batam Pos
batampos.co.id – Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten Bintan diajak memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam. “Pekarangan rumah bisa dimanfaatkan untuk menanam cabai di pot,” ujar Ketua Penggerak PKK Kabupaten Bintan, Deby Maryanti, Rabu (14/3).
Menurut Deby, kegiatan memanfaatkan pekarangan sudah jarang dilakukan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Padahal kegiatan ini bisa meringankan beban belanja ibu rumah tangga akibat lonjakan harga sejumlah bahan pangan, terutama cabai.
Bila masyarakat gemar membudidayakan tanaman cabai secara mandiri di perkarangan rumahnya, maka dipastikan tidak akan terjadi lonjakan permintaan yang menyebabkan fluktuasi harga cabai.”Sehingga ibu-ibu bisa mengurangi pengeluaran. Terutama saat harga cabai mahal,” ujarnya.
Dikatakan Deby, cabai salah satu komoditas penyumbang fluktuasi di Indonesia. Bahkan setiap tahunnya disaat-saat bulan tertentu, hampir dipastikan masyarakat selalu dihebohkan dengan kenaikan harga cabai.”Terutama saat menjelang bulan ramadan. Harga cabai cenderung naik karena permintaan yang tinggi,”ungkapnya.(met)
Bupati Bintan, Apri Sujadi bersama Kadisdik Bintan, Tamsir menyapa siswa disalah satu SMP Negeri di Tanjunguban, Rabu (14/3). F. Kominfo Bintan untuk Batam Pos
batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Bintan, Tamsir mengatakan sebanyak 2.544 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kabupaten Bintan siap menghadapi Ujian Nasional (UN) yang digelar mulai tanggal 23 hingga 26 April mendatang. “Tingkat SMP 2.312 siswa dan tingkat Mts 232 siswa,” kata Tamsir, Rabu (14/3).
Tamsir menjelaskan, tahun ini ada 10 sekolah yang akan melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sedangkan sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) sebanyak 31 sekolah.
Jumlah sekolah yang akan melaksanakan UNBK tahun ini sambungnya, meningkat dibandingkan tahun lalu. Dimana tahun lalu hanya 5 sekolah yang UNBK.”Tahun ini sudah ada 10 sekolah yang siap melaksanakan UNBK,” ungkapnya.
Ke depan Tamsir berjanji, akan melengkapi sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan UNBK seperti komputer dan internet.Tamsir mengingatkan, tahun lalu Kabupaten Bintan berada diperingkat ke-3 kelulusan se-Provinsi Kepri dengan nilai rata-rata 51,60. “Kita harapkan tahun ini prestasi serupa bisa lebih meningkat,” harapnya.
Bupati Bintan, Apri Sujadi mengingatkan seluruh siswa SMP maupun Mts agar mempersiapkan yang terbaik dalam mengikuti UN. “Saya berharap tahun ini lulus 100 persen. Karena tahun 2017 kemarin, kita (Bintan, red) meraih peringkat tiga dari kelulusan rata-rata nilai se-Provinsi Kepri,” ungkapnya.
Apri berharap di tahun 2018 ini, para siswa mampu meningkatkan prestasi dengan mempersiapkan materi, mental, dan fisik. Apri juga berpesan, agar siswa peserta UN beristirahat cukup dan meninggalkan gadget-nya untuk sementara. “Takutnya asik main hape terus. Sampai lupa belajar. Saya juga minta Satpol PP untuk menertibkan jam belajar malam,” ungkapnya. (met)