Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12500

Kios Depan RSBK Meresahkan

0
Sejumlah kendaraan melintas depan kios yang di tepi jalan Budi Kemuliaan Seraya, Rabu (14/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Keberadaan belasan kios di depan Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) di kawasan Seraya mulai dikeluhkan. Tak hanya menganggu pejalan kaki, kendaraan yang parkir sembarangan juga menganggu pengguna jalan lainnya.

Seperti yang terlihat Rabu (14/3) siang, sejumlah kendaraan terutama roda dua parkir tak jauh dari badan jalan. Kondisi jalan yang kecil, membuat sejumlah pengendara yang melintas harus saling bergantian melewati jalur tersebut. Apalagi saat ada mobil yang parkir dipinggir jalan tersebut. Sementara pejalan kaki, harus melewati ruang kosong antara kendaraan yang satu dengan yang lain.

Sekretaris Satpol PP Kota Batam, Fridkalter Pardede mengatakan secara umum kios-kios yang berada dipinggir jalan umum itu akan ditertibkan. Namun, kapan waktu ditertibkannya tergantung dari prioritas pelebaran jalan atau keluhan warga.

“Ruli atau kios pinggir jalan cepat atau lambat pasti akan ditertibkan. Skala penertiban tergantung prioriras, seperti untuk pelebaran jalan,” ujar Fridkalter, kemarin

Menurut dia, untuk penertiban sesuai keluhan warga dapat disampaikan ke perangkat RT/RW atau dapat mengirimkan surat ke Lurah atau Camat Sekupang. Dari Camat dannti akan menyampaikan keluhan warga kepada Satpol PP untuk nantinya dilakukan penertibaan.

“Sampaikan keluhan kepada perangkat RT/RW atau Lurah dan Camat. Nantinya keluhan itu akan ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Disisi lain ia menjelaskan penertibaan kios saat ini masih terfokus ke titik jalan yang akan dilebarkan. Hal itu sesuai dengan intruksi dari Walikota Batam.(she)

Bupati Lingga Pastikan Pembangunan Smelter

0

batampos.co.id – Bupatai Lingga H Alias Wello memastikan investasi pembangunan Semelter bauksit di Kabupaten Lingga akan segera dilakukan usai pengesahan revisi perda RT/RW.Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat atas janji pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian dan juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Lingga.

” Saya optimis Bulan Agustus, komitmen kita pastikan itu usai pengesahan revisi ranperda RT/RW,” kata Alias Wello menjawab pertanyaan wartawan terkait kapan rencana di mulainya proyek pembangunan Semelter Alumina yang sempat terkendala rencana tata ruang dan wilayah dari salah satu investor dari negeri Tiongkok PT Shaanxi Youser Indonesia.

Sementara itu Direktur PT Shannxi Youser Indonesia Steven Ugo usai presentasi dihadapan pemerintah Kabupaten Lingga dan DPRD Lingga mengakui, pembangunan Semelter Alumina ini sebenarnya sudah di rencanakan setahun yang lalu.Namun proyek besar yang menelan anggaran triliyunan rupiah ini hampir Batal di laksanakan karena terbentur oleh peraturan daerah tentang RT/RW wilayah.

” Kalau mulai, kita sebenarnya sudah mau bangun tahun lalu, namun karena terbentur aturan tata ruang, jadi kita menunggu lah.Kemudian bapak bupati kita kasi kabar kalau tahun ini bisa.Makanya kita maju lagi,” kata dia menjelaskan, Rabu(14/03)

Di paparkannya untuk pembangunan sebuah semelter lengkap dengan fasilitas pendukung di Indonesia diperlukan waktu sekitar 3 tahun.Sementara itu di wilayah asalnya hanya diperlukan waktu satu tahun pekerjaan.

” Rencananya nanti sesuai permintaan kita bangun di daerah tidak Tanjung keruing .Dekat dengan pantai dan memudahkan tranportasi ,” ambahnya.

Untuk memuluskan dan juga mendukung langkah ivestasi pembangunan Semelter Alumina ini, pihak perusahaan PT Shaanxi Youser Indonesia juga akan membangun pembangkit listrik berkekuatan 150 megawatt yang nanti juga bisa di nikmati oleh masyarakat.

” Kita bangun pembangkit listrik nanti 150 Mega kan kelebihanya nanti bisa juga dinikmati oleh masyarakat banyak,” ungkapnya.

Sejarah pengelolaan alumina oleh PT Shaanxi Youser Indonesia di negeri asalnya RRC sudah berlangsung lama.Mulanya mereka mengolah Bauksit menjadi Alumina dengan sistem tambang bawah tanah.Setelah sukses di tempat asal mereka mengembangkan investasi di berbagai negara termasuk Indonesia. (*)

Satpol PP dan Damkar Diminta Kawal Pemilu

0
Anggota Satpol PP Kota Batam membawakan tarian melayu Japin pada acara peringatan HUT Satpol PP di Dataran Engku Putri Batamcenter, Rabu (14/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Anggota Satpol PP Kota Batam menarikan Zapin Batam di Dataran Engku Putri Batam, Rabu (14/3). Tarian ini dipersembahkan dalam rangkaian acara Peringatan HUT Satpol PP ke-68, Hari Perlindungan Masyarakat ke-56, dan HUT Pemadam Kebakaran tingkat Kota Batam.

“Biarpun kami tegas dan berwibawa, kami juga pandai menari,” tutur pembaca narasi tari.

Inspektur upacara, Walikota Batam Muhammad Rudi membacakan pidato Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo. Pesan dari Mendagri pada HUT Satpol PP kali ini adalah meminta Satpol PP dan Linmas untuk kawal pelaksanaan Pilkada serentak.

“Perayaan ulang tahun kali ini bertepatan dengan tahun politik. Di tahun ini, ada dua agenda besar nasional yang akan digelar, yakni pemilihan kepala daerah serentak (Pilkada) dan tahapan pemilihan legislatif serta pemilihan presiden tahun 2019 yang juga digelar bersamaan,” ujarnya.

Kedua satuan ini harus lebih siaga di tahun politik. Sebagai perangkat daerah, Satpol PP dan Satlinmas diminta terlibat langsung dalam mengawal pesta demokrasi, terutama Pilkada.

Keterlibatan Satpol PP dan Satlinmas, memastikan ketertiban dan keamanan masyarakat tetap terjaga. Karena itu Mendagri minta Satpol PP dan Satlinmas lebih meningkatkan lagi kesiapsiagaannya.

Tugas yang sama juga dibebankan kepada Pemadam Kebakaran. Mendagri minta pemadam kebakaran sebagai bagian dari aparat pemerintah harus memiliki kesigapan untuk pastikan Pilkada serentak. Pilkada tahun ini akan digelar di 171 daerah yang terdiri 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten berjalan dengan lancar.

“Damkar bahkan memiliki tugas menghadirkan perlindungan masyarakat mewujudkan suasana teduh dalam masyarakat serta tetap siaga lindungi dan amankan objek vital pemerintah dan masyarakat,” kata dia.

Mendagri juga minta damkar dan seluruh pemangku kepentingan terkait, bekerjasama dalam penyelenggaraan Asian Games 2018. Agar perhelatan olahraga regional yang digelar di Jakarta dan Palembang itu berjalan lancar, tanpa terganggu asap kebakaran hutan.(yui)

Melihat Wisata Tanjungsetumu, Tanjungpinang

0
Bebatuan menjadi salah satu daya tarik wisatawan saat berkunjung ke pantai Tanjungsetumu, Tanjungpinang. F. Jailani/batampos.co.id

batampos.co.id – Kelompok sadar wisata di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang terus bergerak dalam membuat destinasi wisata di Tanjungpinang. Salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi adalah Tanjungsetumu, Dompak, Tanjungpinang.

Tanjungsetumu berada di ujung kawasan Tanjungsiambang, Dompak, Tanjungpinang. Keberadaanya tidak jauh, karena lebih kurang 30 menit dari Jembatan I Dompak, Tanjungpinang. Untuk menuju ke lokasi tersebut hanya bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua. Pasalnya untuk kendaraan roda empat, aksesnya hanya sebatas tiba di Kampung Tanjungsiambang.

Setelah tiba di Tanjungsiambang, perjalanan cukup mengikuti jalan setapak yang menuju langsung ke Tanjungsetumu. Secara geografis, lokasi wisata baru di Tanjungpinang tersebut berhadapan langsung dengan Pulau Penyengat, Tanjungpinang. Hamparan batu indah, dan pasir putih memberikan panorama tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung kesana.

Melalui hasil kreativitas kelompok sadar wisata, sejumlah spot foto sudah terbangun dengan rapih di sana. Selain itu, ada juga sejumlah batu dengan ukuran besar yang cat warna-warni oleh kelompok sadar wisata. Meskipun sempat menuai pro dan kontra, pembangunan destinasi wisata baru tersebut tetap menjadi magnet bagi wisatan untuk datang berkunjung ke sana.

“Wisatawan banyak yang berkunjung ke sini diakhir pekan atau hari libur,” ujar Usman salah seorang warga Tanjungsetumu, ketika berbincang-bincang dengan Batam Pos, Rabu (14/3).

Pria yang beraktivitas sebagai nelayan tradisional tersebut mengatakan, berkembanganya destinasi wisata di Tanjugsetumu ini, memang memberikan pengaruh. Ia juga memberikan apresiasi kepada kelompok-kelompok sadar wisata yang sudah memberikan warna disini.

“Meskipun belum terbangun dengan sempurna, tetap menjadi daya tarik,” papar Usman.

Lokasi yang berada di ujung tanjung tersebut juga menyuguhkan panorama lainnya. Yakni lalu lalang kapal-kapal yang menuju ke Tanjungpinang. Deburan ombak dan tiupan angin laut, bisa menjadi pengusir jenuh atau rasa lelah ketika bekerja.

“Lokasi begitu strategis, hanya saja akses yang perlu diperbaiki,” ujar Suhardi, salah seorang pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Buralimar mengakui tanpa adanya kreativitas kelompok sadar wisata di Tanjungpinang, Tanjungsetumu hanyalah sebuah tempat yang berada di ujung Pulau Dompak. Dikatakannya, belum lama ini, ia juga sudah turun ke lokasi. “Tanjungsetumu memang sedang menjadi perbincangan di dunia maya,” ujar Buralimar.

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kepri tersebut menjelaskan, untuk mendukung perkembangan wisata disana, pihaknya akan memberikan support. Bahkan siap bersinergi dengan kelompok-kelompok sadar wisata.

“Pulau Dompak memang diproyeksikan sebagai salah satu destinasi wisata ke depan,” tegas Buralimar.

Disinggung mengenai adanya pergunjingan sejumlah pihak, dengan dicatnya batu-batu di bibir pantai. Mengenai hal itu, Pejabat yang sudah malang melintang diberbagai posisi tersebut menegaskan, dirinya sudah memberikan rambu-rambu kepada kelompok sadar wisata.

“Batu yang dicat berada di tebing, bukan dibagian yang terpapar air pasang,” jelas Buralimar.

Menurutnya, memang perlu sesuatu yang unik. Sehingga bisa menjadi daya tarik wisata. Apalagi Tanjungpinang terbatas destinasi wisatanya.

Mengenai susahnya akses menuju kesana. Terkait persoalan tersebut, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum. Dikatakannya, sudah ada rencana, untuk membuka akses lebih baik. Sehingga memberikan kenyamanan bagi yang berkunjung.

“Sudah masuk dalam rencana kerja. Semoga tidak ada masalah lahan untuk membuka akses ke sana,” tutup Buralimar. (jpg)

Ditpam Bakar Alat Pipa dan Penampung Pasir

0
Anggota Ditpam BP Batam menertibkan tambang pasir ilegal di Tembesi, Sagulung dengan membakar peralatan tambang dan merubuhannya, Rabu (14/3). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dua tambang pasir ilegal yang ada di dalam kawasan Dam Tembesi, Kecamatan Sagulung dihentikan Rabu (14/3), lantaran tidak mengantongi izin sekaligus merusak lingkungan . Pihak BB Batam dan anggota Direktorat Pengamanan (Ditpam) Batam yang mendatangi langsung lokasi tidak menemukan satu pun aktivitas pekerja tambang. Namun dari lokasi penambangan pasir tersebut ditemukan sejumlah peralatan untuk menggali pasir.

Sejumlah alat seperti pipa untuk mengalirkan pasir diamankan kemudian langsung dibakar di lokasi itu. Demikian juga tempat penampungan pasir yang terbuat dari rangakaian kayu dan bambu yang dibongkar dan dibakar anggota Ditpam. Sementara mesin penyedot pasir hanya dibiarkan begitu saja dan tidak diamankan.

Kepala Ditpam Batam Brigjen Pol Suherman mengatakan razia tambang pasir ini menindaklanjuti laporan masyarakat atas aktivitas tambang yang sudah sangat meresahkan. Sebab dampak lingkungan atas aktifitas itu telah merusak lingkungan sekitar termasuk air di dalam Dam Tembesi.

“Hari ini ada dua yang kita razia. Satu tambang kita beri surat teguran,” kata Suherman dilokasi.

Suherman mengatakan masih banyak lokasi tambang pasir liar di Batam. Salah satu lokasi yang paling parah adalah di daerah Nongsa dan Tembesi. Diakuinya, pihaknya belum bisa menertibkan seluruh tambang liar tersebut.

“Penertiban ini bertahap. Nggak bisa langsung semua, kita pelan-pelan saja,” katanya.

Ditanya sejak kapan tambang liar tersebut beroperasi, Suherman mengaku sudah bertahun-tahun. Hal itu karena titik kerusakan lingkungan cukup banyak, bukit-bukit pun sudah hampir rata. (une)

Sari Jadi Korban Pencurian Dengan Modus Pecah Kaca Mobil

0
Anggota Polsek Batuampar melihat kondisi mobil yang jendelanya pecah akibat menjadi korban pecah kaca dikawasan Batuampar, Rabu (14/3). Akibat kejadian itu, sejumlah barang berharga milik korban raib dibawa kabur. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Seorang warga Perumahan Permata Baloi menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca mobil. Peristiwa itu terjadi di parkiran Sekolah Monte Senna, Batuampar, Rabu (14/3) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban bernama Sari, 36 diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp. 2 juta akibat aksi kriminal itu.

Saat ditemui di Mapolsek Batuampar, pada saat itu awalnya Sari hendak mengantarkan makan siang untuk anaknya yang duduk di bangku Sekolah Dasar. Sesampainya di Sekolah Monte Senna, Sari memarkirkan mobil Toyota Rush BP XXXX GF miliknya di parkiran sekolahan dan meninggalkan tasnya di dalam mobil.

“Ada empat mobil yang parkir disana. Mobil saya parkirnya nomor dua dari kanan. Kejadiannya cepat sekali tadi. Cuma sekitar 20 menit,” kata Sari.

Diceritakannya, sesampainya di Sekolah Monte Senna dan memarkirkan mobilnya, Sari langsung bergegas menuju ke sekolah untuk mengantarkan makan siang kepada anaknya. Namun, tidak lama berselang, Sari mendapati kaca depan sebelah kiri mobilnya dalam keadaan pecah dan tas berisi barang berharganya hilang.

“Dalam tas itu ada SIM, KTP, ATM, surat emas sama gelang kaki, uang satu juta di dalam dompet. Jadi dompet saya itu ada di dalam tas. Jadi tasnya itu yang ambil,” tuturnya.

Usai mendapati kaca depan kiri mobilnya pecah dan barang berharganya hilang digondol pencuri, Sari langsung menuju ke Mapolsek Batuampar untuk membuat laporan polisi dengan ditemani oleh beberapa orang kerabatnya. Sari pun langsung dimintai keterangannya oleh penyidik Polsek Batuampar untuk mengetahui kronologis kejadian itu.

“Sudah, laporannya sudah saya buat di Polsek. Saya menyayangkan surat-surat berharga saya yang hilang,” imbuhnya.

Sementara, Kanit Reskrim Polsek Batuampar Ipda Yohanes Bonar Adiguna mengatakan bahwa sejauh ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti dan saksi-saksi dari lapangan. Diduga, pelaku pecah kaca itu telah memantau mobil Sari sebelum melancarkan aksinya.

“Itu masih dugaan awal kita. Nanti akan kita kembangkan kembali berdasarkan hasil lidik di lapangan dan melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi kejadian,” ujarnya singkat. (gie)

Kran Impor untuk Batam belum Dibuka

0
Sejumlah pekerja melakukan bongkar muat di pelabuhan Batuampar, Beberapa waktu lalu. | Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Hingga kini, Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum mendapat respon terkait ajuan impor khusus Batam dari Kementrian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia.

“Belum ada (balasan),”kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, singkat.

Selain menunggu balasan dari Kemendag RI, Rabu (14/3) kemarin sejatinya dijadwalkan dengar pendapat (Hearing) dengan Komisi VI DPR RI. Namun belakangan jadwal tersebut batal karean komisi terkait memiliki agenda rapat yang lain. Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan, rencana hearing tak hanya diikuti Wali Kota Batam namun juga Gubernur Kepri Nurdin Basirun serta Kepala BAdan Pengusahaan (BP) Batam Lukita Dinarsyah Tuwo.

“Nanti gubernur saja yang jelaskan ya. Rencananya kami akan paparkan impor beras lima tahun lalu, sekarang mungkin bisa masukan. Mau sampaikan itu sebenarnya, tapi tak jadi,”ucapnya

Sementara itu, ajuan impor khusus tak hanya untuk Batam, Pemprov Kepri juga mengajukan hal serupa untuk Kepri secara umum. Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengaku hal ini juga yang akan disampaikan ke Komisi VI terlebih dahulu pada heraring yang gagal, kemarin. Namun dalam waktu dekat ini, pihaknya akan ke Jakarta lagi.

“Kemarin ke Jakarta, tapi pulang dulu. Saya pentingkan ini ( pembahasan taksi online) dulu. Belum rapat, kebetulan ketua Komisi VI (DPR) lagi diluar kota. Nanti akan ke Jakarta lagi secepatnya. Kita mengajukan beras untuk se-Kepri,” kata Nurdin.

Sementara itu, Ketua Komisi VI DPR RI, Teguh Juwarno walau tak menyebutkan secara spesifik impor khusus BAtam, ia mengaku kran impor perlu, terutama untuk komoditi tertentu seperti beras. Impor beras harus dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kepastian cadangan beras pemerintah pada rangka yang aman.

“Sehingga tidak lagi dipermaikan spekulan,” kata Ketua Komisi VI DPR RI, Teguh Juwarno usai meninjau Mall Pelayanan Publik (MPP), Kamis (8/2).

Teguh juga memaparkan faktor lainnya yang menyebabkan terjadinya impor beras adalah ketidaksinkronan antara data produksi dan data suplai. Selama ini Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman selalu mengklaim bahwa Indonesia sudah bisa melakukan swasembada. Namun kenyataannya di bahan dasar nasi itu justru kerap kosong di pasar-pasar dan menyebabkan harganya menjadi relatif fluktuatif.

“Ditengah situasi seperti ini Kementerian Pertanian mengambil inisiatif untuk melakukan impor beras,” katanya. (adi)

Ditanya Satpam, Ketakutan lalu Nyemplung ke Dam

0
Tim SAR sedang mencari mayat laki laki yang diduga maling motor nyemplung ke Dam Mukuning. Pencarian dinantu oleh Polair Polresta Barelang dan Polsek Seibeduk.

batampos.co.id – Seorang lelaki yang diduga maling motor nyemplung ke Dam Mykakuning, Rabu (15/3/2018).

Kejadian nahas ini bermula ketia pria tersebut masuk area objek vital ATB. Oleh satpam ia ditanya kenapa masuk wilayah ATB. Rupanya pria itu ketakutan lalu mencoba berenang ke dam.

Rupanya ia tidak kuat, akhirnya tenggelam.

Sementara pri aitu menghilang di air. Seorang lagi diamankan di Polsek Sagulung. (ali)

Bule Inggris Kena Tilang di Batam

0

Ajun Komisaris Polisi Kartijo menilang bule dari Inggris atas nama Williem. Penilangan dilakukan karena tidak bisa menunjukkan STNK. Williem melanggar pasal 288 ayat 1 undang undang no 22 tahun 2009. Penilangan dilakukan saat razia pajak kendaraan oleh Dispenda bersama Satlantas Polresta Barelang di Tiban Centre, Kamis (15/3).

foto/teks: dalil harahap / batampos

Berkas Korupsi Dinsos 3.000 Halaman Diserahkan ke Jaksa

0
Kasat Reskrim, AKP Lulik Febyantara (kiri) dan Kanit Tipidkor mengantar berkas penyidikan perkara korupsi Dinsos Karimun, Selasa (13/3). F. Sandi/batampos.co.id

 

batampos.co.id – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Sat Reskrim Polres Karimun, menyerahkan berkas penyidikan perkara tindak pidana korupsi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karimun ke jaksa di Kantor Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun, kemarin (13/3).

Berkas yang diserahkan ke jaksa, merupakan berkas penyidikan atas nama tersangka Ardianysah yang merupakan ASN di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karimun yang diduga telah melakukan tindak pidana korupsi di dinas tersebut mulai dari 2014 sampai dengan 2016. “Berkas yang kita serahkan cukup tebal yang jumlahnya lebih dari 3 ribu halaman,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara.

Berkas penyidikan untuk tersangka Ardiyansyah ini cukup tebal. Karena, hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik dugaan korupsi itu dilakukan selama hampir dua tahun. “Jadi, semua temuan penyelewengan keuangan di Dinsos dimasukkan semuanya. Kemudian, juga keterangan para saksi ahli dan juga para saksi dari internal Dinsos,” terang Lulik.

Penyelewengan dana administrasi umum (Adum) di Dinsos selama dua tahun tersebut setelah dihitung BPKP maka jumlah kerugian negaranya mencapai Rp 3,1 miliar lebih. “Penyerahan berkas yang kita lakukan ini merupakan tahapan dari proses hukum yang sedang berjalan,” ujar Lulik.

Penyerahan berkas ini merupakan tahap pertama. Jika dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum, akan dilakukan tahap dua. Berupa penyerahan berkas, barang bukti dan tersangka ke jaksa.

Sesuai berita di koran ini, kasus dugaan tindak pidana korupsi di Dinsos Kabupaten Karimun ini, penyidik Sat Reskrim Polres Karimun telah menetapkan dua orang tersangka. Yakni, Ardiyansyah yang ketika 2014-2016 bertindak sebagai bendahara di dinas tersebut. Kemudian, polisi juga menetapkan Indra Gunawan yang merupakan Kepala Dinsos ketika itu. Dari kasus ini, polisi juga menyitya satu unit mobil pribadi milik Indra Gunawan yang diduga berasal dari hasil tindak pidana korupsi. (san)