Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12557

DPRD Batam Minta Pemko Tagih Dana Bergulir

0
ilustrasi
foto: iman wachyudi / batampos

batampos.co.id – DPRD Kota Batam mengatakan dana bergulir yang belum kembali ke kas daerah sebagian dipinjam perorangan. Di mana satu orang peminjam rata-rata mendapat Rp 20 juta. DPRD Meminta agar Pemko tetap melakukan penagihan.

“Itu harus tetap ditagih, jangan dibiarkan begitu saja. Ingat program ini sangat bagus, tetapi karena tidak ada manajemen yang bagus, uang yang tidak kembali pun sangat besar,” kata anggota komisi II, Mulia Rindo Purba.

Menurutnya, program ini sangat bagus dan sangat membantu. Tetapi karena pengawasan yang kurang, banyak penerima pinjaman yang tidak jelas rimbanya. “Katanya banyak yang pindah dan tidak tau alamatnya. Lah lalu ketika memberikan pinjaman dulu, apakah asal diberikan begitu saja atau seperti apa,” katanya.

Dalam waktu dekat akan ada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Pemko Batam untuk membuka penerima dana bergulir yang macet tersebut. Harapannya, dengan RPD itu nantinya akan kelihatan aliran uang tersebut.

“Kalau sudah ketahuan kemana dana itu, kan bisa ditagih lagi. Paling tidak sebagian bisa kembai ke kas daerah,” katanya.

Wakil ketua komisi II DPRD Kota Batam mengatakan dana bergulir yang tidak tertagih itu sebagian besar dari perorangan. Kebanyakan sudah pindah alamat.”Jadi tidak bisa ditemukan alamatnya. Jumlahnya itu ratusan orang. Ada yang pinjam 10 juta tetapi rata-rata pinjam Rp 20 juta,” katanya.

Sementara itu, mantan kepala dinas PMPK-UKM Febrialin tidak mau terbuka terkait penerima dana bergulir tersebut. Tetapi ia mengatakan banyak penerima dana bergulir itu adalah perorangan dan koperasi.

“Ada perorangan dan ada juga koperasi. Kalau datanya, waduh saya tidak tahu. Tapi ada beberapa sebab kenapa menungak , ada yang alamatnya sudah tidak ada. Biasa juga karena sudah ada yang meninggal,” katanya.

Program dana bergulir ini pertama kali digulirkan 2001 lalu. Nilai yang sudah digelontorkan mencapai Rp 64,7 miliar. Penerimanya 1.906 pelaku usaha, 137 koperasi, dan 80 usaha ekonomi desa-simpan pinjam (UED-SP). (ian)

Kuota Rokok Ditentukan Berdasar Rekam Jejak dan Prestasi

0

batampos.co.id – Syarat untuk mendapatkan kuota rokok non cukai akan diperketat oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam. Caranya adalah bekerjasama dengan sejumlah instansi untuk menelusuri rekam jejak perusahaan yang telah mengajukan permohonan fasilitas.

“Sejumlah instansi yang diajak kerjasama antara lain Direktorat Jenderal Bea Cukai. Tujuannya adalah untuk mengecek raport perusahaan yang mengajukan kuota rokok non cukai,” papar Kasubdit Perdagangan Direktorat Lalu Lintas Barang BP Batam, Berlian Untoro, Senin (12/2) di Gedung BP Batam.

Bea Cukai akan memberikan data lengkap mengenai kepatuhan perusahaan terhadap pembayaran cukai rokok. Tingkat kepatuhan ini menjadi faktor utama dalam penentuan kuota.

Faktor lainnya yang akan diperrhatikan adalah kontribusi perusahaan terhadap ekspor Indonesia. “Ekspor semakin banyak maka makin banyak kuota. Kami punya formula khusus berdasarkan catatan prestasi. Evaluasi saat ini sudah selesai tinggal pimpinan saja menentukan kuota masing-masing perusahaan,” ungkapnya.

Selain megnecek profil perusahaan, BP Batam juga sudah menyiapkan sistem khusus untuk menjaga peredaran rokok non Cukai di Batam. Pabrikan wajib memasukan data jumlah rokok non cukai yang diproduksi ke dalam sistem tersebut. Setelah itu, mereka juga wajib mencatat distribusi rokok dari tingkat distributor hingga agen. Sehingga terpantau perjalanan rokok non cukai dari tingkat produsen hingga agen.”Sistem pelacakan tersebut sudah kami luncurkan karena menjadi bagian dari kewajiban kami dalam mengawasi dokumen,” paparnya.

Sejauh ini belum jelas berapa kuota rokok non cukai yang dikelaurkan oleh BP Batam. Biasanya kuota ditentukan berdasarkan hasil survey kebutuhan rokok di Batam, ditambah dengan serapan rokok non cukai di pasar.

“Tahun lalu kami keluarkan kupta 400 juta Batang,” kata dia.

Direktur Lalu Lintas Barang Tri Novianto Putra mengugnkapkan, banyak perusahaan rokok dari Batam dan Jawa yang tertarik mendapatkan kuta rokok non Cukai di Batam. Namun BP batam tak mau sembarangan memberikan fasilitas, terutama kepada perusahaan yang belum jelas rekam jejaknya. Sudah ada 10 perusahaan ayng diblokir, karena melanggar aturan kepabeanan dan cukai.

Sementara terkait dengan pengawasan rokok bebas cukai, pihaknya juga akan terus koordinasi dengan Bea Cukai Batam dan Disperindag Kota Batam, untuk mencegah kebocoran. Pasalnya untuk untuk dilapangan memang menjadi tanggungjawab penuh penegak hukum.

“Kami hanya berwenang mengeluarkan kuotanya,” kata dia. (leo)

Maaf Warga Batam, Tak Ada Pasar Murah Ya ….

0
Siti, 23, karyawan toko Acen, Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji.
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Untuk mengatasi tingginya harga besar di pasaran saat ini, Pemko Batam tidak bisa berbuat banyak selain mengharapkan dibukanya kran impor. Bahkan untuk solusi jangka pendek, Pemko tidak akan menggelar pasar murah.

“Ya tidak ada solusi selain impor. Kalau untuk pasar murah belum bisa dilakukan karena memang masih belum ditenderkan,” kata kepala dinas perindustrian dan perdagangan, Zarefriadi, Senin (12/2).

Ia mengatakan tingginya harga beras saat ini karena memang pasokan yang masih kurang.

“Karena pasokan ini kurang maka banyak oknum pedagang yang menaikkan harga beras,” katanya.

Sementara untuk pengawasan harga beras, ia mengaku kalau staffnya tiap harus mengontrol harga Sembako di pasaran. Dan pelan-pelan ia akan mencoba menurunkan harga ini dengan cara mencari tahu siapa pedagang yang berinisiatif menaikkan harga barang.

“Setiap hari kami turun ke pasar. Kami ingin pastikan, harga di pasaran adalah harga yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” katanya. (ian)

Tingkat Hunian Hotel di Batam Turun hingga 55 Persen

0
ilustrasi. Foto: Ist

batampos.co.id – Ketidakstabilan dunia usaha di Batam berimbas pada tingkat hunian perhotelan di Batam. Karena banyak penghuni hotel datang dari tenaga kerja industri.

“40 persen hunian kamar hotel bergantung kepada orang yang selalu menginap lama atau long stay dari perusahaan manufaktur,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Perhimpunan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam, Muhammad Mansyur, Senin (12/2).

Mansur mengatakan industri hotel di Batam sangat bergantung dari industri manufaktur dan konstruksi. Alasanya sederhana karena perusahaan industri sering menginapkan karyawan luar kota atau luar negeri di hotel yang ada di Batam dalam waktu yang lama. Dan umumnya mereka bisa memesan 10 hingga 15 kamar hotel untuk tempat karyawannya menginap dengan jangka waktu bulanan hingga satu tahun.

“Tahun 2017 adalah saat terburuk dari industri perhotelan di Batam, karena tingkat hunian turun hingga ke angka 55 persen saja,” paparnya.

Namun karena banyak perusahaan besar tutup hingga memindahkan bisnisnya ke tempat lain maka dunia perhotelan terkena dampaknya. “Bahkan untuk menghemat biaya, ada yang memakai opsi lain yakni memindahkan penginapan karyawannya dari hotel ke rumah sewa yang harganya lebih murah,” ungkapnya.

Untuk bisa bertahan hidup, banyak hotel menerapkan strategi baru untuk menarik minat pengunjung. Salah satunya adalah memberikan diskon besar-besaran atau banting harga.

“Akibatnya tingkat hunian hotel tidak merata. Karena tamu pastinya memilih hotel yang tarifnya lebih murah,” ungkapnya.

Menurut dia, peran pemerintah untuk menetapkan regulasi ayng berpihak pada pemerataan tingkat hunian hotel sangat dibutuhkan. Salah satunya dengan menjalin kemitraan ketika Pemerintah menggelar kegiatan MICE di Batam.

“Untuk even-even skala besar melalui pintu PHRI. Nanti PHRI yang mengatur akomodasi untuk kegiatan tersebut. Jadi tak door to door lagi. Karena seluruh hotel yang ada di Batam ini berada dalam naungan PHRI,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam, Febrialin mengatakan Batam tidak bisa terlalu banyak berharap dari sektor pariwisata untuk mendongkrak ekonomi. Alasannya adalah karena tingkat kontribusi yang rendah terhadap PDRB.

Dari data yang dipaparkan Febrialin, manufaktur masih memberikan kontribusi terbesar, yakni 55,46 persen. Diikuti sektor konstruksi 19,47 persen. Perdagangan besar dan eceran sekitar 6,24 persen. Transportasi dan pergudangan 3,58 persen, jasa keuangan dan asuransi sekitar 3,5 persen.

Sementara sektor akomodasi dan makanan, termasuk pariwisata menduduki peringkat 6 dalam struktur PDRB Kota Batam. Sekitar 2,34 persen.

“Karena kontriusinya bear terhadap PDRB, maka ketika sektor ini jatuh dampaknya juga lebih terasa ke semua sektor,” jelasnya.

Febrialin mengatakan, pihaknya tengah berupaya menaikan peran sektor pariwisata terhadap PDRB Kota Batam. Targetnya sektor ini bisa menduduki peringkat 3 hingga 4 dalam kontribusinya terhadap PDRB dalam dua tahun kedepan.

“Pariwista adalah sektor paling sustainable untuk didorong perannya terhadap PDRB,” kata dia. (leo)

e-KTP Lancar, Permintaan SKCK di Polsek Batuaji Meningkat

0
Warga mengurus SKCK di unit intelkam Polsek Batuaji
Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pengurusan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) di Kecamatan Batuaji mulai berjalan lancar. Warga tak perlu lama lagi menunggu pengurusan fisik e-KTP seperti tahun-tahun sebelumnya. Itu karena belum lama ini, kecamatan Batuaji mendapatkan 10 ribu blangko e-KTP. Sekitar sembilan ribu berkas pengurusan e-KTP yang masuk dari tahun 2016 lalu mulai dicetak secara bertahap. Sebagian besar warga mulai bernapas legah karena e KTPnya sudah jadi.

Lancarnya pengurusan e-KTP itu langsung berdampak pada meningkatnya permintaan pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) di Polsek Batuaji. Warga yang sudah lama menantikan fisik e-KTP berlomba-lomba melengkapi berkas lamaran pekerja mereka termasuk SKCK.

Petugas pelayanan SKCK Polsek Batuaji Kiki mengakui, adanya peningkatan permintaan pengurusan SKCK sejak lancarnya percetakan fisik e-KTP di kecamatan Batuaji itu. “Iya memang agak ramai. Sudah seminggu ini. Hari ini sudah 50 an berkas yang masuk,” ujar Kiki, Senin (12/2).

Suasana tersebut diakui Kiki memang berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang mana permintaan SKCK paling banyak 30 berkas setiap harinya. “Itupun sudah termasuk yang KTP luar pakai surat domisili di sini,” ujarnya.

Namun semenjak lancarnya pengurusan e KTP di Kecamatan, pemohon SKCK umumnya adalah pemegang e KTP yang beralamat di Batuaji.

Pantauan Batam Pos di lapangan, terlihat antrean panjang di loket pelayanan SKCK Polsek Batuaji sepanjang hari kemarin. Warga terlihat silih berganti mendatangi loket tersebut. Antrean pemohon kian bertambah panjang sebab pelayanan SKCK sempat terhenti karena listrik padam.

Samsudin seorang pemohon mengaku baru mengurus SKCK karena e-KTPnya baru didapat akhir pekan lalu. “Hari Jumat kemarin baru dapat, makanya hari ini langsung urus SKCK untuk melamar (pekerjaan),” ujar warga Puskopkar, Batuaji itu.

Camat Batuaji Ridwan mengakui jika percetakan fisik e KTP di kecamatan Batuaji saat ini sudah berjalan normal. Itu karena pihaknya sudah mendapat 10 ribu blanko dari pemerintah pusat belum lama ini.”Berkas yang masuk ada sekitar sembilan ribu dan alhamdulilah saat ini kita punya 10 ribu blanko. Semua akan dicetak secepatnya,” ujar Ridwan. (eja)

Motor Matic Premium, Ya Honda PCX

0

batampos.co.id – Bagi konsumen pecinta Matic premium, kini motor Honda telah menghadirkan motor matic premium PCX, Honda PCX ini telah dilengkapi panel meter full digital dengan tampilan canggih dan informatif, power charger dengan penggunaan daya maksimal 12W.

Smart Key System yang dikendalikan oleh remote dimana tidak perlu lagi menggunakan kunci mekanis untuk menghidupkan mesin dan mengunci stang.

Lampu depan dan belakang LED, Bagasi yang luas dengan kapasitas 28,8 liter dan dilengkapi dengan seat stopper.

Rem cakram belakang yang berfungsi untuk meningkatkan performa pengereman yang lebih nyaman dan stabil serta telah dilengkapi dengan Anti lock breaking system (ABS) untuk meningkatkan kestabilan dan keselamatan dalam pengereman.

Honda PCX ini sudah bisa dipesan di Capella Honda Bengkong,tepatnya di Bengkong Ratu Komp. Green Town Blok N No. 1-4 Bengkong Batam.

Bagi konsumen yang melakukan pemesanan saat ini berhak mendapat hadiah langsung Jaket Premium Honda PCX. (ptt)

Imigrasi Deportasi 74 Warga Vietnam

0
Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Kota Batam, Lucky Agung Bintarto
foto: Cecep Mulyana

batampos.co.id – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam mendeportasi 138 warga negara asing (WNA). Warga negara yang terbanyak dideportasi datang dari Vietnam sebanyak 74 orang.

“Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tahun 2016 sebanyak 104 orang,” kata Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Kota Batam, Lucky Agung Bintarto, Senin (12/2).

Selain WNA asal Vietnam, negara asal WNA yang paling banyak dideportasi antara lain ada yang dari Malaysia sebanyak 11 orang, Singapura sebanyak 12 orang, Thailand lima orang, Filipina Dua orang serta negara lainnya 34 orang.

Sedangkan untuk tahun 2016, WNA India paling banyak dideportasi sebanyak 26 orang. Selain India, ada juga dari Singapura 20 orang, Tiongkok 15 orang, Malaysia 10 orang Vietnam tujuh orang dan negara lainnya 26 orang.

Untuk penolakan izin masuk penumpang WNA, Lucky mencatat hingga Oktober 2017 ada sebanyak 313 orang. WNA yang ditolak terbanyak berasal dari India berjumlah 73 orang. Kemudian dari Tiongkok 60 orang, Singapura 33 orang, Filipina 25 orang, Bangladesh 14 orang, Sri Langka 14 orang, Malaysia 13 orang, Nepal 10 orang, Ghana delapan orang, Pakistas tujuh orang dan negara lain 56 orang.

“Untuk tahun 2016, penolakan izin masuk sebanyak 424 orang dan terbanyak datang dari Tiongkok sebanyak 107 orang,” ujarnya.

Lucky kemudian melanjutkan pada 2016, ada sejumlah WNA yang ditolak antara lain WNA dari India yang ditolak masuk ke Kota Batam sebanyak 82 orang, Singapura 50 orang, Sri Langka 31 orang, Filipina 18 orang, Pakistan 17 orang, Bangladesh 14 orang, Malaysia 14 orang, Mesir delapan orang, Eriteria tujuh orang dan negara lainnya 76 orang.

Setahun sebelumnya, jumlah WNA yang ditolak masuk ke Batam berjumlah 814 orang dan didominasi dari Tiongkok dengan jumlah 188 orang.

Kemudian India 138 orang, Singapura 155 orang, Filipina 80 orang, Bangladesh 55 orang, Malaysia 42 orang, Myanmar 20 orang, Sri Langka 19 ornag, Vietnam 19 orang, Thailand 13 orang dan negara lainnya 125 orang. “Di 2014 jauh lebih banyak yaitu 2.160 orang dan di dominasi WNA Singapura 507 orang,” katanya.(leo)

Ada 6,2 Kilo Sabu dan 27 Ribu Ekstasi

0
Kapolresta Barelang Kombes Hengki bersama Wakapolresta AKBP Mudji dan Kasat Narkoba Kompol Agung Gima menunjukan barang bukri narkoba jenis sabu dan ektasi saat ekspos di Mapolresta Barelang, Senin (12/2). F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang mengamankan seorang kurir narkoba, Sabirin Usman, 37, di perairan Pulau Setokok, Selasa (30/1), sekitar pukul 11.30 WIB. Dari penangkapan ini, diamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 6.219 gram dan 27.296 butir pil ekstasi.

Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, penangkapan ini bermula dari Satres Narkoba Polresta Barelang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada transaksi narkoba di pulau Setokok. Dari informasi itu, selanjutnya dilakukan penyelidikan di Pulau Setokok.

“Dari informasi itu kita langsung menurunkan personil ke Pulau Setokok. Tidak lama disana, kita menemukan ada satu orang yang menguasai narkoba dan langsung kita amankan,” Kata Hengki, Senin, (12/2) pagi.

Dari penangkapan itu, polisi menyita 27.296 butir pil ekstasi merek Hello Kitty berwana merah muda yang dikemas ke dalam plastik bening dan enam paket sabu seberat 6.218 gram yang dikemas ke dalam bungkusan teh. Adapun barang haram itu disimpan di dalam karung beras berwarna kuning.

“Usai diamankan, tersangka yang beralamay di Pulau Terong, kecamatan Belakangpadang ini langsung kita bawa ke Satres Narkoba Polresta Barelang untuk dilakukan pengembangan,” katanya.

Dari pengakuan Sabirin kepada polisi, barang haram itu ia dapatkan dari seseorang warga negara Malaysia bernama Alex. Mereka melakukan transaksi narkoba itu di Out Port Limited (OPL). Usai transaksi, Sabirin terlebih dahulu menyembunyikan sabu itu di pulau kosong dan setelah dua hari atau pada saat situasi dirasa aman, Sabirin kembali ke pulau itu dan mengambil sabu tersebut untuk dikirimkan kepada seseorang bernama Abang di Palembang.

“Sampai saat ini, dua orang masih dalam pengejaran. Keduanya sudah masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni pemilik narkoba di Malaysia dan penerima di Palembang,” tuturnya.

Selain itu, Sabirin juga mengaku telah dua kali menyelundupkan narkoba dari Malaysia. Namun, usaha keduanya menyelundupkan barang haram itu gagal setelah diamankan polisi. Dalam sekali pengantaran, Sabirin diberikan upah sebesar Rp. 40 juta.

“Narkoba ini langsung dibawanya langsung ke Palembang untuk diserahkannya kepada seseorang yang telah menunggu di Palembang,” beber Hengki.

Hengki menambahkan, Sabrin dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan 112 ayat (2) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau hukuman seumur hidup atau mati.

Sementara itu, dari pengakuan Sabirin saat ditemui di Satres Narkoba Polresta Barelang mengatakan bahwa dalam upaya penyelundupan pertama, ia membawa narkoba dengan jumlah yang sama dengan yang tertangkap pada Selasa (30/1) lalu.

“Sabu enam kilo dan ekstasinya segitu juga. Dua kali dan diupah empat puluh juta. Uangnya untuk enjoy (senang-senang, red),” aku pria pengangguran tersebut. (gie)

Kabar Baik untuk para Guru, PNS dan Pegawai BUMN

0

batampos.co.id – Kabar baik untuk Anda yang berprofesi sebagai PNS, guru atau karyawan yang bekerja di perusahaan BUMN.

Capella Honda Bengkong memberi penawaran berupa diskon tambahan sebesar Rp.350.000,- dari subsidi yang berlaku saat ini.

“Tambahan diskon tersebut berlaku untuk pembelian motor Honda secara tunai maupun kredit,” jelas Bakri pimpinan cabang kemarin.

Promo PNS, Guru dan BUMN tersebut juga diberikan bagi pembeli motor Honda CB150R Series. Bahkan, untuk diskon tambahan motor Sport Honda andalan tersebut lebih besar yakni Rp.1.000.000.

Untuk kredit motor tersebut konsumen cukup mengeluarkan DP hanya 2 juta saja untuk motor CB150R Street Fire, sementara untuk DP motor Beat hanya 650 ribu saja.

“Promo tersebut juga berlaku untuk anggota keluarga dalam 1 kartu keluarga,” jelasnya.

Nah, bagi masyarakat Batam jangan melewatkan promo-promo menarik ini yang ditawarkan Capella Honda Bengkong, segera hubungi kami atau langsung saja kunjungi showroom Honda di Jl. Bengkong Ratu Komp. Green Town Blok N No. 1-4 Bengkong Batam

Hari Ini, Proyek Jalan 2018 Mulai Dikerjakan

0

batampos.co.id – Sejumlah proyek pelebaran jalan tahun anggaran 2018 sudah selesai proses lelang. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai mengerjakan hari ini, Selasa (11/2).

Wali Kota Batam Muhammad Rudi salah satu yang akan diperlebar duluan tersebut seperti ruas jalan Raja Ali Fisabillah dari Flyover ke Simpang BNI juga ruas jalan Pembangunan dari Simpang Apartemen Harmoni-Simpang Baloi.

“Karena lelang dan kontrak sudah selesai, besok pagi (hari ini) yang di Simpang BNI dan di Nagoya itu sudah mulai dilebarkan,” kata Rudi usai meninjau pembersihan pinggir jalan Laksamana Bintan, Batamcenter, kemarin.

Khusus di ruas jalan arah Flyover-Simpang BNI, untuk diketahui kini masih ada beberapa bangunan yang berdiri di atas Right Of Way (ROW) yang belum ditertibkan. Rudi menagtakan, pihaknya akan menertibakan seiring pelebaran jalan tersebut.

“Kami sambil jalan saja,” ucapnya.

Hal lain yang kini tengah dilakukan, kata Rudi, seperti pembersihan pinggir jalan dari sisa penertiban seperti yang dilakukan di pinggir jalan Laksamana Bintan. Ruas jalan ini diproyeksikan akan mulai dikerjakan April mendatang.

Ia menambahkan, selain mulai mengerjakan proyek pelebaran jalan 2018 pihaknya sudah mulai membicarakan rencana pelebaran jalan untuk 2019 mendatang. Seperti jalan di depan Kantor Camat Batuaji, ruas jalan Ahmad Yani dari Simpang Kabil ke Simpang Panbil Seibeduk, jalan dari Citra Batam ke arah jalan Dang Merdu depan Sekolah Yos Sudarso, jalan dari Bengkong Bengkel ke Bengkong Laut.

“Kami berharap warga mulai membongkar sendiri bangunannya jika ada di atas ROW jalan. Dan saya minta pada camat dan lurah tidak boleh ada izin satu pun yang dikeluarkan di atas ROW jalan yang akan dilebarkan ini, baik permanen ataupun sementara,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Yumasnur menyampaikan, umumnya yang mulai dikerjakan adalah proyek lanjutan 2017. Selain, jalan dari Flyover ke Simpang BNI dan Simpang Apartemen Harmoni ke Simpang Baloi, proyek lanjutan 2017 yakni jalan Sriwijaya dari Underpass ke Simpang Irinco serta jalan dari Simpang Planet Holiday ke Simpang The Hill Hotel.

“Ini bulan ini semua akan dikerjakan. Yang di Simpang BNI sore ini (kemarin) alatnya mulai masuk, besok pagi (hari ini) langsung pengerjaan,” terangnya.

Ruas jalan lain, ia akui masih dalam proses lelang seperti dari Simpang Patung Kuda ke Simpang Bengkong Seken, Jalan Ahmad Yani dari Simpang MAsjid RAya ke Simpang Kabil serta jalan dari Simpang KDA ke Simpang RS Elisabeth Batamkota.

“Selesai lelang, pasti langsung kami kerjakan,” imbuhnya. (adi)