Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 12570

Malam Ini, Natal Oikumene Kristiani Kota Batam di Engku Putri

0

batampos.co.id – Panitia Natal Oikoumene Umat Kristiani Kota Batam bakal menyelenggarakan natal bersama di Engku Putri, malam ini mulai pukul 17.00 WIB. Perayaan natal bersama ini juga akan dimeriahkan oleh penyanyi dari ajang pencarian bakat Indonesia Idol, Sean Idol.

Menyambangi Batam Pos, Panitia Natal yang terdiri dari Ketua Umum, Pdt. Dr. Peringatan Zebua, MA.IE bersama Wakil Ketua, Pdt.Edi Sinurat dan Ketua PHT wilayah Batamcenter dan sekitarnya, Pdt Marihot Hutabarat menjelaskan acara ini bakal dihadiri oleh Gubernur Kepri, Walikota Batam dan para pejabat Kepri dan Kota Batam, serta pemimpin Kristen dan Katolik.

“Acara ibadah diisi dengan pujian dan penyembahan, paduan suara dari HKBP Distrik XX, Katholik, GMAHK (Advent), Duet Vios, Orkhestra GPT dan acara lainnya,” kata Peringatan Zebua, Selasa (26/12).

Tema natal tahun ini diambil dari Kolose 3:15, Hendaklah Damai Sejahtera Kristus Memerintah Dalam Hatimu. Panitia juga telah mengundang Pdt Dr Bambang Wijaya, tokoh Persekutuan Gereja dan Lembaga Injili Indonesia (PGLII) yang saat ini menjadi salah satu Ketua Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI). “Bapak Pendeta Bambang pendiri GKPB dan sering berkhotbah di televisi dalam dan luar negeri,” ujarnya.

Peringatan Zebua mengatakan dalam pelaksanaa natal tahun ini dirasakan kerjasama antar gereja-gereja di Batam melalui doa, semangat dan persembahan yang dikumpulkan di setiap gereja lokal.

“Kami juga telah mempersiapkan Natal Oikumene Kristiani Kota Batam tahun 2017 dengan melakukan 10 kali audiensi Gubernur Kepri, Walikota Batam, Ketua DPRD Batam, Ketua DPRD Kepri, Kapolresta dan pemimpin gereja yang ada di Batam, Ketua Majelis Daerah, tokoh-tokoh Kristen, pengusaha dan para pendeta,” jelasnya.

Dia mengundang seluruh umat kristiani se-Kota Batam untuk datang pada acara Natal Oikumene Umat Kristiani Kota Batam 2017 pada Rabu (27/12) malam ini. “Acara akan dimulai pukul 17.00 WIB dan terdiri dari pembukaan, ibadah dan acara umum dimulai pukul 21.00 WIB. Jadi kami mengharapkan kesediaan saudara-saudara untuk datang ke acara ini,” tutupnya. (cr18)

Dosen Pendidikan Agama Islam Produktif itu Bernama H. Muhammad Zaenuddin, S.Si, M.Sc

0

batampos.co.id – Pria ini memang tidak tercatat sebagai lulusan pendidikan formal Agama Islam, tapi Dosen Pengampu Pendidikan Agama Islam Politeknik Batam ini sudah menghasilkan satu Diktat dan empat buku serta tercatat mengisi di sepuluh jabatan berbeda dalam organisasi keagamaan dan kemasyarakatan sejak tahun 2000.

Bukan memutar haluan, tapi lebih kepada pengabdian. Rasanya kata ini cocok diberikan kepada pria bernama lengkap Muhammad Zaenuddin ini. Bergerak di bidang sosial keagamaan yang jauh dari kompetensinya di bidang Matematika dan Ekonomi adalah total untuk pengabdian. Tidak menyangka, ia berhasil meraih gelar Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) Produktif dari Kementerian Agama Republik Indonesia beberapa waktu lalu.

Ditemui di Gedung Baru Politeknik Negeri Batam, Dosen Pengampu Agama Islam ini menyambut hangat kedatangan wartawan koran ini. Ia perlahan menuturkan perjalanan karirnya, jauh sebelum meraih gelar tersebut. Tepatnya tahun 2000, ia diminta untuk menjadi tenaga pengajar di kampus ini. Ya, sudah 17 tahun ia menjadi dosen di Perguruan Tinggi Negeri satu-satunya di Batam ini.

Setelah lulus memperoleh S1 dari Institut Teknologi Bandung jurusan matematika, ia dipercaya mengajarkan Agama Islam. Bukan tanpa alasan, hal itu karena ia pernah 12 tahun di pesantren. Zaenuddin pernah menempuh pendidikan non formal yakni di Pondok Pesantren Darul Falah, Jekulo, Kudus. Kemudian tercatat sebagai lulusan Madrasah Ibtidaiyah dan Tsanawiyah MMH Margoyoso, Pati dan Madrasah Diniyah Takhasus Darul Falah Kudus.

Di sela kegiatan mengajarnya waktu itu, ia kemudian menempuh pendidikan Magister Ilmu Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (UGM). Dan saat ini, pria kelahiran Pati, Jawa Tengah ini tengah menyelesaikan gelar doktornya di UGM untuk Studi Kebijakan. Karena itu, dosen yang ramah ini selalu dimintai beberapa media sebagai nara sumber untuk hal terkait ekonomi dan sosial.

“Beberapa tulisan saya baik tentang ekonomi, sosial dan agama juga pernah mengisi rubrik Opini di Batam Pos beberapa tahun lalu,” kata Zaenuddin, Selasa (28/11).

Setidaknya sudah 10 buku yang berhasil ia tulis. Sebanyak 5 buku tentang agama, lalu sisanya tentang ekonomi dan sosial. Untuk buku agama pertama adalah Diktat Kuliah Pendidikan Agama Islam. Kemudian dilanjutkan Buku Wisata Spiritual Menuju Tuhan tahun 2002 dan buku sebanyak 142 halaman berjudul Menggoyang Pikiran Menuju Alam Makna tahun 2003.

Di tahun yang sama, 2003, ia juga menulis sebuah buku berjudul Membangun Wacana Intelektual, Perspektif Keagamaan, Sosial Kemasyarakatan dan Politik. Buku ini dipublikasikan secara nasional, dengan kerjasama Politeknik batam dan Pustaka Pelajar. Zaenuddin juga kembali menulis buku setebal 172 halaman yang berjudul Membumikan Islam Rahmatan lil Alamin di Tanah Melayu. Kali ini dia menjadi narasumber, penyunting dan editornya sendiri. Sama, buku yang diterbitkan November 2015 ini juga dipublikasikan secara nasional juga.

Tidak salah rasanya memberikan gelar Dosen PAI Produktif se nasional pada pria kelahiran Pati 14 Februari 1976 silam ini. Karena ia juga aktif dalam berbagai organisasi keagamaan dan kemasyarakatan di antaranya Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kepri dan sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua. LPPOM MUI Provinsi Kepri, sebagai Wakil Direktur I dari 2006 hingga sekarang.

Dewan Hakim Musabaqah Makalah Al Quran MTQ Kota Batam tahun 2014 dan 2016. Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Dewan Pendidikan Kota Batam tahun 2016. Pembina Rumah Tahfiz Baitul Quran Batam tahun 2015 hingga sekarang. Ketua Pengurus Yayasan SMK Maarif NU Kota Batam dan masih banyak jabatan struktural lainnya.

Selain menjadi pengampu dan pengajar pertama mata kuliah agama sejak tahun 2000 di Politeknik Batam, ia juga merintis kegiatan masjid Kampus tersebut dan pendirian Ikatan Mahasiswa Muslim Politeknik Batam (IMMPB) dan menjadi pembinanya selama tahun 2000 hingga 2010.

“Saya juga aktif mengisi kegiatan ceramah, kajian dan diskusi baik di dalam kampus maupun di luar. Konsennya kepada penekanan pemahaman islam yang moderat, serta untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan keindonesiaan,” terangnya.

Di tengah keaktifannya dalam bidang agama Islam, ia merasa beruntung sekaligus bersyukur karena selalu dikelilingi oleh orang-orang yang cinta pada agama Islam. Sebut saja adik laki-lakinya dan sang istri yang selalu mendukung pengabdiannya tersebut. Ahmad Syaifuddin merupakan lulusan Universitas Al Azhar, Mesir. Sementara istrinya, Fatimatul Zahro merupakan perintis Rumah Tahfidz Baitul Quran Batam adalah lulusan S1 dan S2 Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Karena itu, pada waktu diminta menjadi tenaga dosen tahun 2000 di Politeknik Batam, saya menerima karena bisa langsung berkonsultasi kepada adik, istri dan teman-teman saya,” ujarnya.

Sama halnya, ketika menerima Surat Edaran Apresiasi Pendidikan Islam untuk Guru dan Dosen dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Zaenuddin berdiskusi dengan orang terdekatnya sebelum melangkah maju mengikuti seleksi ini. Surat tertanggal 1 November tersebut akan memberikan penghargaan kepada guru dan dosen yang telah berjasa dalam pembinaan dan pengembangan PAI pada sekolah dan perguruan tinggi umum di Indonesia.

Dua kategori untuk guru PAI inovatif dan Dedikatif, satu lagi untuk dosen PAI produktif. Dosen PAI yang dimaksud adalah dosen pengampu mata kuliah PAI pada perguruan tinggi umum yang memiliki produktivitas karya ilmiah di bidang moderasi keagamaan, penuh inspirasi dan loyalitas terhadap peneguhan ideologi NKRI yang dikembangkan pada perguruan tinggi umum.

Beberapa kriterianya adalah pengampu mata kuliah PAI sekurang-kurangnya 10 tahun terakhir berturut-turut. Memiliki karya tulis di bidang moderasi keagamaan, baik buku, artikel maupun tulisan lain yang telah diterbitkan di media cetak atau elektronik. Berkontribusi dalam menumbuhkan paham keislaman yang moderat baik di lingkungan perguruan tinggi umum maupun masyarakat. Tidak terlibat aktif dan atau simpatisan organisasi yang dilarang oleh Pemerintah. Tidak cacat moral dan hukum.

“Kebetulan saya sudah menjadi Dosen Pengampu PAI lebih dari 10 tahun, jadi hanya saya yang memenuhi syarat dan mengikuti seleksi ini,” ujarnya.

Waktu itu, dua hari menjelang tanggal akhir penutupan 17 November 2017. Zaenuddin kemudian mempersiapkan segala berkas yang ada, termasuk biodata diri sebagai salah satu penilaiannya. “Saya mulai mencari-cari karya ilmiah terkait keagamaan. Beruntungnya semua diarsipkan rapi di perpustakaan kampus dan saya masih memiliki file buku-buku yang sudah diterbitkan tersebut,” ungkapnya.

Dengan sisa waktu yang ada, Zaenuddin mengemasi segala dokumen yang diperlukan. Melalui usulan diri tersebut, berkas yang dikirim kemudian di cross check oleh Tim Direktorat PAI untuk menentukan nominator terbaik untuk masing-masing kategorinya. Tanggal 20 November, nominator terbaik diumumkan melalui website www.pendik.kemenag.go.id. Selanjutnya diundang ke Jakarta untuk presentasi dan dinilai oleh Tim untuk menentukan peserta terbaik.

Sebanyak 13 nominator untuk guru PAI Inovatif, 7 guru PAI Dedikatif dan 10 Dosen PAI Produktif diumumkan. Dalam list tersebut, nama H. Muhammad Zaenuddin, S.Si, M.Sc berada satu nominasi dengan dosen besar UPI Bandung, UNY Yogjakarta, STKIP Nu Indramayu, ITB Bandung, UI, Universitas Muhammadiyah Makasar dan Universitas Negeri Jakarta. “Suatu kebanggaan buat saya masuk nominasi ini dan diundang ke Jakarta untuk menjalani proses seleksi selanjutnya,” ujar Zaenuddin.

Bertolak ke Jakarta, ke 10 nominator Dosen PAI Produktif selanjutnya harus mempresentasikan diri mereka, mengapa layak menyandang gelar tersebut. Masing-masing nominator diberikan waktu 15 menit untuk presentasi kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab.

Cukup melelahkan karena tahapan tanya jawab inilah yang bakal menguras waktu. Zaenuddin sendiri harus membuktikan karya ilmiahnya kurang lebih selama 1 jam lamanya. “Kami ditanya seberapa intektual kami, seberapa produktif dan seberapa besar kontribusi kami kepada masyarakat melalui karya ilmiah tersebut,” jelasnya.

Pertanyaan yang pasti diungkapkan juri adalah mengapa dirinya yang sebenarnya bukan lulusan Pendidikan Agama Islam lantas mau berkontribusi. Mengingat kembali, ia merupakan lulusan S1 Matematika, S2 Ilmu Ekonomi dan saat ini menempuh pendidikan Doktor Studi Kebijakan di UGM.

“Karena saya dikelilingi orang beragama yang baik. Saya melakukannya berdasarkan pengabdian kepada PAI. Saya sadar terlebih sebagai dosen, mahasiswa adalah target pengajaran yang salah tentang islam,” kata Zaenuddin.

Dikutip dari bukunya yang berjudul Membangun Wacana Intelektual, Perspektif Keagamaan, Sosial Kemasyarakatan dan Politik. Seorang intelektual muslim haruslah memiliki atau
menunjukkan kekuatan-kekuatan mental dan pemahaman yang baik. Kekuatan pikiran yang dengannya kita mengetahui, menalar dan berpikir. Di samping juga berarti sebagai seseorang yang memiliki potensi tersebut secara aktual.

Secara konseptual sesuai dengan Q.S Ali Imran 190 s.d. 195 yang dimaksud dengan intelektual muslim adalah seseorang yang memiliki ciri dan sifat, Pertama, Berzikir atau mengingat Tuhan
dalam segala situasi dan kondisi, Kedua, Memikirkan atau memperhatikan fenomena alam raya, yang pada saatnya memberi manfaat ganda, yaitu memahami tujuan hidup dan kebesaran Tuhan serta memperoleh manfaat dari rahasia alam raya untuk kebahagiaan dan kenyamanan hidup duniawi, Ketiga, Berusaha dan berkreasi dalam bentuk nyata, khususnya dalam kaitan hasil-hasil yang diperoleh dari pemikiran dan perhatian tersebut.

Menyambung kriteria penjurian adalah dosen yang memiliki inovasi, inspirasi dan loyalitas dalam penyelenggaraan dan kegiatan penddikan agama Islam. Mendedikasikan dirinya dengan penuh kesadaran, perjuangan, pengorbanan, dan keteladanan demi menyelenggarakan PAI. Memiliki produktivitas karya ilmiah, penuh inspirasi dan loyalitas terhadap peneguhan ideologi NKRI yang dikembangkan pada perguruan tinggi umum, ia jelas memiliki kriteria tersebut.

“Dengan 10 nominasi dalam kategori tersebut, saya lebih menganggap seleksi ini sebagai silaturahmi antara dosen senior dan guru agama saja sembari mendapatkan ilmu baru,” ujarnya.

Malam, tepatnya 24 November 2017. Diumumkanlah 5 orang peserta terbaik kategori Dosen PAI Produktif yang akan menerima penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam dari Menteri Agama pada malam penutupan penyelenggaraan The Internetional Islamic Education Expo (IIEE) Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, di ICE BSD Tangerang Banten.

Dr Marzuki, M.Ag dari UNY Yogyakarta, Dr Yedi Purwanto, M.Ag dari ITB Bandung, Dr Drs Nurwahidin, M.Ag dari Universitas Indonesia, Sari Narulita dari Universitas Negeri Jakarta dan nama Dosen Pengampu PAI Politeknik Batam itu pun dibacakan.

“Alhamdulilah, saya termasuk dalam daftar tersebut sebagai peserta terbaik dan menerima penghargaan Dosen PAI Produktif Kementerian Agama RI,” ungkap Zaenuddin. (cr18)

Pemko Batam Targetkan Bebas Jalan Rusak pada 2019

0
Pengendara berhati-hati melintasi jalan yang berlubang di jalan Marina CIty, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (14/12). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam menargetkan tak ada lagi jalan di tingkat kelurahan yang tak tersentuh perbaikan pada 2019 mendatang. Untuk itu melalui Dinas Perumahan Rakyat, Pemukiman dan Pertamanan (Disperkimtan) Batam gencar memperbaiki infrastruktur jalan hingga kelurahan.

“Semenisasi jalan di kelurahan dianggarkan sekitar Rp 50 miliar pada 2018 nanti untuk seluruh Batam,” kata Kepala Disperkimtan, Herman Rozie.

Menurut Herman, penganggaran ini diluar dari program Pecepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK) pada tahun tersebut. Untuk diketahui, pada 2018 rata-rata setiap kelurahan mendapat kucuran dana PIK sebesar Rp 1,2 miliar.

“Jalan dan drainase di kelurahan juga harus diperbaiki, karena fokusnya paling tidak 2019 tak ada lagi jalan di kelurahan tak tersentuh perbaikan,” paparnya.

Hal ini dilakukan seiring semangat Wali Kota Batam Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Amsakar Achmad meningkatkan infrastruktur, termasuk jalan dan drainase.

Saat peresmian jalan layang Madani, beberapa waktu lalu Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan Pemko Batam menganggarkan Rp 360 miliar untuk perbaikan jalan se Batam.

“Umumnya sekitar 10 titik jalan. Termasuk dari sini (Fly Over Laluan Madani) ke arah Simpang BNI, kami bangun lima lajur,” katanya.

Titik-titik lain seperti Simpang BNI ke Underpass, Simpang BNI ke Simpang Frengky, Simpang Frengky ke Simpang Tarempa. Lainnya yakni Simpang Patung Kuda ke Bengkong seken, lalu jalan depan Kampung utama ke Simpang Kolekta, Simpang Kolekta ke Polsek Lubukbaja, dari Polsek Lubukbaja ke Simpang Baloi ke Seiladi, jalan dari Kantor Wali Kota ke Simpang Kabil serta Simpang KDA ke arah Camat Batamkota. (cr13)

Realisasi Program BSPS Sudah 100 Persen

0

batampos.co.id – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun Anggaran 2017 untuk Kabupaten Karimun mendapatkan 611 unit rumah, di bawah pengawasan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Kebersihan (DPKPK) Karimun. Hingga saat ini sudah selesai pengerjaannya secara swadaya dengan tiga kategori yaitu rehab berat sebesar Rp 15 juta, sedang Rp 10 juta dan ringan Rp 7,5 juta, dalam bentuk material bangunan yang diberikan kepada penerima BSPS.

Alhamdulillah, secara umum sudah selesai 100 persen. Artinya, pemanfaatan program BSPS yang rata-rata berada di pulau sangat dirasakan oleh oleh masyarakat dengan serius membangun rumahnya,” jelas Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Kebersihan Karimun Rosmawati, kemarin (25/12).

Sebanyak 611 unit rumah yang mendapatkan program BSPS pada tahun ini, tersebar di empat kecamatan 11 desa/kelurahan yaitu Kecamatan Belat, Buru, Kundur dan Kundur Barat. Sementara hingga saat ini rehab rumah sudah ada yang selesai 100 persen dan ada juga yang sedang dalam tahap perbaikan.

“Untuk tahun 2018 nanti kami sudah mengusulkan 1.075 unit rumah untuk 8 kecamatan di luar Pulau Karimun. Mudah-mudahan dapat terealisasi, supaya bisa masyarakat menikmati rumah layak huni,” harapnya.

Program BSPS dari Pemerintah Pusat, kata Rosmawati lagi, sangat dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), untuk meningkatkan keswadayaan dalam pembangunan atau peningkatan kualitas rumah beserta prasarana, sarana dan utilitas umum (PSU).

“Tinggal melengkapi persyaratan yang diminta oleh Pemerintah Pusat agar bisa mendapatkan program tersebut untuk warga yang ada di hinterland,” katanya.

Sementara itu salah satu penerima bantuan BSPS, Jelani, warga Lubuk Puding, Kecamatan Buru merasakan manfaat program BSPS dari Pemerintah Pusat. Rumahnya yang dulu beratapkan daun rumbia dan dinding papan yang sudah rapuh, sekarang sudah permanen dengan memaksimalkan bantuan sebesar Rp 15 juta.

“Saya sangat bersyukur sekali mendapatkan bantuan ini, sekarang sudah lebih nyaman tinggal di rumah bersama istri dan anak,” katanya. (tri)

BSM Kembali Salurkan Dana Umat Rp 124 Juta

0
Camat Karimun, Arpan, foto bersama dengan Kepala Pukesmas Tanjung Balai Karimun, perwakilan dari Dinas Kesehatan Karimun dan anak yatim. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang (BSM Capen) Tanjungbalai Karimun, kembali menyalurkan dana umat melalui Lembaga Amil Zakat Nasional Bangun Sejahtera Mitra Umat (LAZNAS BSM) dengan program “Mengalirkan Berkah” yang mencapai Rp 124 juta ke masjid Al Furqon jalan A Yani Gang Perdamaian RT01/RW02 Kelurahan Sei Lakam Barat Kecamatan Karimun, sebagai masjid binaan Capen BSM Tanjungbalai Karimun, Sabtu (23/12) lalu.

Sebelumnya pada tahap awal pertama bantuan pembangunan masjid Al Furqon sebesar Rp 24 juta. Kemudian dilanjutkan dengan sunatan massal sebanyak 40 orang dengan nilai bantuan sebesar Rp 30 juta, untuk bantuan pendidikan anak yatim ada 100 anak dan kaum duafa sebesar Rp 50 juta dan pelayanan kesehatan bagi warga sekitar sebesar Rp 20 juta.

“Sesuai dengan moto kita yaitu BSM tumbuh, sehat, peduli. Artinya, keberadaan BSM di Kabupaten Karimun bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, ” jelas Branch Manager Bank Syariah Mandiri KCP Tanjung Balai Karimun Anton Susilo.

Melalui program mengalirkan berkah ini, bisa dapat memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Dan lebih dekat lagi kepada para nasabah, yang selama ini tetap mempercayakan kepada BSM Capen dalam urusan perbankan. Dengan diberikan kemudahan dan fasilitas kepada nasabah, kedepannya bisa memberikan nilai tambah kepada masyarakat yang membutuhkan.

”Bantuan yang kita salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui jasa perbankan dengan prinsip Syariah. Yang berpedomam kepada Sunah dan Al-Quran, hingga saat ini secara Nasional BSM salah satu Bank Syariah terbesar di Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan Camat Karimun Arpan mengucapkan terimakasih atas bakti sosial dari BSM Capen Tanjungbalai Karimun kepada warganya. Sehingga, pemanfaatannya bisa dirasakan langsung. Terutama disaat liburan anak-anak sekolah, dengan memanfaatkan sunatan masal bagi keluarga yang kurang mampu.

”Terimakasih kepada pihak BSM Capen Tanjungbalai Karimun yang telah mengisi waktu liburan anak-anak sekolah dengan sunatan masal,” singkatnya.

Pantauan di lapangan, aksi sosial yang dilakukan oleh BSM Capen Tanjungbalai Karimun dibarengi dengan sunatan masal dan pengobatan secara gratis kepada warga sekitarnya.(tri)

 

5 Aplikasi Wajib untuk Pemilik iPhone

0
Senior Vice President Apple Philip W. Schiller saat memperkenalkan iPhone X (Apple.com)

batampos.co.id – Untuk Anda yang memiliki iPhone generasi terbaru wajib rasanya memiliki aplikasi keren berikut ini.

Pertama, Edison Mail. Aplikasi email Apple dinilai sangat rawan disusupi, apalagi jika Anda adalah pengguna Gmail. Sebagai gantinya, unduh Edison Mail. Aplikasi tersebut dinilai lebih cepat serta penuh dengan fitur bermanfaat, seperti pelacakan penerbangan otomatis, penyortiran email cerdas, dan isyarat cepat.

Edison Mail juga baru saja menambahkan fitur “Asisten Keamanan” baru (untuk Android dan iOS). Fitur tersebut diklaim dapat membantu mengidentifikasi apakah akun email Anda telah disusupi kebocoran data atau peretasan.

Kedua, Google Maps. Dari kabar yang beredar, Apple Maps sudah mengalami perbaikan belakangan ini. Namun untuk menghindari resiko tersesat, ada baiknya memilih aplikasi peta yang disediakan oleh Google, yakni Google Maps.

Sebab, aplikasi bawaan Google ini memang sudah terkenal dengan kemapuannya dalam menunjukan jalan yang lebih baik. Kemudian Google Maps juga memberikan opsi jalan terbaik ketimbang aplikasi sejenis lainnya.

Ketiga, Dark Sky. Aplikasi cuaca default bawaan iOS memang baik-baik saja, tapi aplikasi lain semisal Dark Sky menawarkan Anda pilihan yang lebih baik. Dark Sky akan memberikan ramalan cuaca hiper-lokal yang akan memberi tahu Anda dengan tepat, sehingga Anda akan tahu kapan harus membuka payung. Opsi lain seperti perlukah membawa jas hujan atau tidak ketika Anda meninggalkan rumah.

Keempat, TweetBot. Suka atau tidak, Twitter masih merupakan aplikasi sosial media yang menjadi bagian besar dari kehidupan manusia. Meski begitu, aplikasi resmi Twitter seringkali membuat rumit, juga sulit untuk menemukan postingan baru dari relasi Anda.

Tweetbot membantu untuk lebih sederhana dengan umpan kronologis langsung, tidak ada iklan. Hanya ada pemberitahuan langsung. Hal ini tentu baik untuk Anda yang benci dengan hal-hal yang rumit. Terlebih di ponsel yang katanya sangat pintar.

Terakhir, Motion Stills. iOS 11 telah menambahkan beberapa opsi baru untuk mengubah foto langsung menjadi video singkat yang berputar berulang-ulang. Namun cara terbaik untuk membuat GIF cepat tetap dari Google. Menggunakan Motion Stills tetap menjadi salah satu cara yang paling menghibur untuk memanfaatkan fitur gambar bergerak ini.

Itulah lima aplikasi pendukung yang tepat digunakan iPhone generasi terbaru Anda. Sesuaikan aplikasi dengan kebutuhan Anda sehingga perangkat Anda akan menjadi lebih personal.

(ryn/JPC)

Pesona Pulau Cinta di Pantai Lubuk

0
Pantai Lubuk Kecamatan Kundur ini menjadi lokasi tujuan wisata baru di Karimun. F. Imam Soekarno/Batam Pos.

batampos.co.id – Libur akhir tahun dimanfaatkan warga mengunjungi sejumlah tempat wisata di Pulau Kundur. Di antaranya wisata alam Bukit Patung Teluk Radang, Kota Virus Desa Kundur, dan makam Keramat di Gadingsari.

Belakangan wisatawan mulai tertarik dengan pesona Pulau Cinta yang berada di Pantai Lubuk Kecamatan Kundur. Pulau Cinta menjadi daya tarik bagi muda-mudi, remaja, hingga pasangan muda untuk untuk mengikat janji setia.

Selain untuk menikmati panorama pantai dan keindahan bongkahan batu di Pulau Cinta, pengunjung juga memanfaatkan untuk mengikat janji cinta mereka dengan mengunci gembok cinta. Destinasi Pulau Cinta dan gembok cinta ini layaknya wisata jembatan Hohenzollern Cologne di Jerman. Meskipun tergolong masih baru dirintis namun wisata Pulau Cinta yang dilengkapi dengan Naggai Beach Resort selalu dipadati pengunjung dari Pulau Kundur maupun luar pulau untuk berselfie ria.

Naim, pengelola wisata Pantai Cinta dan Nanggai Beach Resort menuturkan, hadirnya wisata Pulau Cinta untuk memberikan hiburan bagi masyarakat Pulau Kundur maupun luar Pulau Kundur. Dikatakannya, selama ini di Pulau Kundur belum ada satu objek wisata yang menjadi daya tarik tersendiri dan tujuan bagi masyarakat. Padahal di Pulau Kundur memiliki banyak destinasi wisata. Sehingga hadirnya wisata Pulau Cinta ini diharapkan menjadi ikon Pulau Kundur dan menjadi tempat wisata tujuan bagi wisatawan lokal maupun internasional.

“Pulau Cinta merupakan bukit bebatuan yang menjorok ke laut. Untuk sampai di Pulau Cinta kita dihubungkan dengan jembatan kayu sehingga pengunjung meniti jembatan tersebut. Untuk berkunjung di Pulau Cinta pengunjung hanya dikenakan uang masuk Rp 10 ribu dan akan mendapat gembok cinta untuk diikat di jembatan cinta tersebut,” terang Naim, Minggu (24/12) lalu.

Diakui Naim, saat ini hampir setiap hari ratusan pengunjung baik datang ke Pulau Cinta. (ims)

Hotel Bintan Penuh Selama Libur Natal dan Tahun Baru

0

batampos.co.id – Libur natal 2017 membuat tingkat hunian kamar hotel di Kabupaten Bintan meningkat. Seperti di kawasan pariwisata Lagoi di, resort yang berjumlah 1.800 kamar sudah terisi penuh.

General Manager (GM) Administrasi PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) mengatakan, tingkat hunian hotel di kawasan Pariwisata Lagoi meningkat selama libur Natal sampai pergantian tahun mendatang. “Kamar hotel terisi semua,” ujarnya singkat.

Saat ini, ia menyebutkan, jumlah kamar di sejumlah resort di kawasan pariwisata Lagoi mencapai sekitar 1.800 kamar. Hingga 2020 pihaknya menargetkan penambahan 4 ribu unit kamar seiring pembangunan Bandara Internasional Bintan Resort Airport di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam.

CEO Gallant Venture Frans Gunara mengatakan, izin prinsip pembangunan Bandara Internasional Bintan telah dikeluarkan pihak kementerian. “Untuk pematangan lahan sudah selesai, segera akan dilakukan bangun
infrastruktur,” tukasnya.

Sementara itu, Kadispar Bintan Luki Zaiman Prawira mengatakan, angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kabupaten Bintan pada tahun ini meningkat sekitar 16 persen. Hingga november 2017 sudah lebih dari 300 ribu wisatawan mancanegara yang berkunjung ke  Bintan.

Tak hanya itu, ia juga menyebutkan, tiga event di Bintan masuk dalam agenda pariwisata nasional, diantaranya Tour de Bintan dan Triathlon. (cr21)

Pengukuhan Kepengurusan MUI Tanjungpinang 2017-2022

0

batampos.co.id – Keberadaan Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Tanjungpinang diharapkan bisa terus menjadi penyejuk kehidupan umat beragama di Tanjungpinang. Wali Kota Lis Darmansyah menyampaikan, dengan peran yang lebih baik dan terus ditingkatkan, niscaya MUI Tanjungpinang bisa menjadi penyejuk di tengah kehidupan masyarakat multikultural di Tanjungpinang.

“MUI harus mampu membimbing dan membina umat Islam dalam kehidupan beragama, memberikan nasehat, menjadi penghubung antara ulama dengan pemerintah serta sebagai wadah yang mewakili umat Islam dalam hubungan dan konsultasi antar umat beragama,” terang Lis, Senin (25/12) ketika mengukuhkan pengurus MUI Kota Tanjungpinang.

MUI Tanjungpinang, sambung Lis, mesti menjunjung tinggi fungsi dan perannya agar mampu menangkal penyebaran paham-paham radikalisme, terorisme, liberalisme, dan komunisme di Tanjungpinang.

“Jadilah penyejuk di saat kita mengalami kekeringan, dan jadilah pendingin di saat kita kehausan. Jangan sampai agama menjadi pemecah, tetapi jadikan agama sebagai alat pemersatu. MUI harus terus memperkuat perpaduan basis keagamaan dan keilmuan terkini, guna menghasilkan kebijakan yang terpadu menuju kemaslahatan umat,” pesan Lis.

Berdasarkan hasil musyawarah MUI tingkat Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang, Ustaz Bambang Maryono, terpilih sebagai Ketua MUI Kota Tanjungpinang masa khidmat 2017-2022. Dia mengatakan, kepengurusan baru di bawah kepemimpinanya akan bekerja lebih semangat lagi dalam membangun ukhuwah dan memajukan Kota Tanjungpinang melalui pondasi spritual.

“Kami akan bekerja seoptimal mungkin dalam membina keumatan di Tanjungpinang. Kepengurusan MUI yang beranggotakan tokoh pendidikan dan para ulama ini diharapkan bisa lebih memperkuat MUI di masa yang akan datang,” ujarnya.

Ketua MUI Provinsi Kepri, KH. Abdul Karim Ahmad menjelaskan, kepengurusan MUI ini perlu dikukuhkan dan dikuatkan supaya ketika bekerja, ada rasa tanggung jawab sepenuhnya dari tugas yang dijalankan setiap anggotanya.

“Saya minta kepada pengurus MUI yang baru dikukuhkan, segera bekerja dan menyesuaikan diri dengan fungsinya, bekerjalah dengan baik, jadikan rapat kerja daerah ini sebagai pedoman dalam menyusun dan melaksanakan program kerja lima tahun kedepan,” pesannya. (aya)

16 Siswa Tambelan dapat Bantuan

0
Robby Patria. F. Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Sebanyak 16 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTS) di Tambelan mendapat beasiswa bulanan. Uang ini merupakan hasil iuran warga Tambelan yang tergabung dalam Kerukunan Warga Tambelan yang tersebar di banyak daerah di Indonesia.

Koordinator penyalur beasiswa, Robby Patria mengharapkan bantuan ini dapat meringankan beban biaya pendidikan bagi warga yang kurang mampu dalam menyekolahkan anaknya. “Karena beasiswa ini berlaku selama tiga tahun, dengan rincian Rp 200 ribu per bulan,” terang Robby.

Ditambahkan Robby, sejumlah warga Tambelan baik berada di Tanjungpinang, Bintan, Natuna, Bali, Batam dan Jakarta ikut andil menjadi orang tua asuh kepada 16 anak tersebut. Sistemnya beasiswa diberikan enam bulan sekali kepada pihak Yayasan Pendidikan Islam yang mengelola MTS Tambelan.

“Ini bentuk kepedulian kita agar MTS Tambelan yang berusia 65 tahun itu tetap eksis dalam menyelenggarakan proses pendidikan yang berkualitas,” ujarnya.

Lain daripada itu, Robby juga berharap ke depan, madrasah ini dapat berstatus negeri. Hingga kini, kata dia, berkas penegerian MTS Tambelan sudah diserahkan ke Kementerian Agama Wilayah Kepri kepada Kementerian Agama di Jakarta.

“Mudah-mudahan karena letak MTs Tambelan ini di wilayah perbatasan dan terpencil menjadi dasar kuat pemerintah untuk dijadikan sekolah negeri,” kata dia. (aya)