Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 12569

Curi Kartu ATM, Beli Tiga Unit Ponsel

0

batampos.co.id – Unit Reskrim Polsek Meral Senin (25/12) malam pukul 23.45 WIB menangkap Ibend Chandra, pemuda warga Kelurahan Teluk Air, Kecamatan Karimun, setelah melakukan pencurian kartu ATM dan sebuah cincin emas milik Yanti, warga Baran, Kecamatan Meral.

“Sebelumnya korban tidak sadar telah kehilangan kartu ATM dan cincin yang ada di dompetnya. Tetapi Minggu (24/12) malam mendapatkan SMS dari salah satu bank yang isinya menyatakan telah dilakukan transaksi sebesar Rp 5,2 juta. Korban yang merasa tidak melakukan transaksi merasa curiga. Dan baru menyadari bahwa kartu ATM dan cincin yang ada di dompetnya telah hilang,” ujar Kapolsek Meral, AKP Syaiful Badawi, Selasa (26/12).

Kemudian, kata Syaiful, korban mengecek saldo rekeningnya dan mendapati telah berkurang Rp 20,5 juta. Ditambah dengan cincin emas yang hilang, korban menderita kerugian sebanyak Rp 22,6 juta. Berdasarkan laporan tersebut, polisi melakukan penyelidikan dan mendapati ada transaksi di salah satu toko penjualan ponsel yang pembayarannya menggunakan kartu ATM milik Yanti oleh Ibend Chandra.

Tersangka melakukan transaksi pembelian ponsel sebanyak tiga unit dengan jumlah pembayaran lebih dari Rp 10 juta. “Berdasarkan keterangan yang kami dapat di toko penjualan ponsel, maka Senin malam dilakukan penangkapan di tempat tinggal tersangka. Dari tangan tersangka ditemukan tiga unit ponsel yang baru dibelinya,” paparnya.

Kartu ATM yang dicuri, menurut pengakuan tersangka telah dibuang disemak-semak. Sementara sisa uang yang berhasil ditarik dari ATM sudah dihabiskan tersangka.
Meski demikian, lanjut Kapolsek, pihaknya tidak begitu saja percaya keterangan tersangka, sebab keterangannya masih berbelit-belit.

Tersangka mencuri kartu ATM milik korban Yanti setelah melihat jendela kamar korban terbuka. Pelaku juga tidak mengaku telah mengambil cincin di dompet yang sama. Oleh sebab itu, polisi akan melakukan penggeledahan di rumah tersangka untuk mencari barang bukti lainnya. (san)

Relokasi Pelabuhan Bongkar Muat Mandek

0
Aktivitas bongkar muat di pelabuhan Taman Bunga Karimun, F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Karimun dinilai tidak serius merelokasi pelabuhan bongkar muat Taman Bunga. Wacana relokasi pelabuhan bongkar muat ke Pelabuhan Parit Rempak sudah berlangsung dua tahun lalu, tetapi aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Taman Bunga masih berlangsung.

“Menurut saya, pemerintah tidak serius mengurus pelabuhan itu. Dua tahun sudah sejak diwacanakan, tapi belum juga bergerak,” sergah mantan anggota DPRD Karimun, Jurantiaz, Selasa (26/12) kemarin.

Apabila ada keseriusan, lanjut Juriantiaz, dipastikan relokasi tidak molor hingga dua tahun. Prosesnya bisa dilihat dan dievaluasi setiap semester maupun triwulan. Sehingga kendala-kendala yang ada dapat diselesaikan bersama stakeholder terkait. Dengan demikian relokasi bisa dilaksanakan dengan berbagai catatan oleh pemangku kebijakan dari Pusat.

“Anda bisa lihat sendiri, kondisi pelabuhan bongkar muat di Taman Bunga sudah tidak layak lagi. Dan saya tidak optimis Dirut BUP Karimun yang baru bisa menyelesaikan relokasi tadi,” tegasnya.

Sementara GM PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun Syahri Ramadhanan ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan relokasi ke Pelabuhan Parit Rampak. Karena hingga kini belum ada surat pemberitahuan dari BUP untuk relokasi.

“Kapan pun kami siap. Asalkan, semua persyaratan administrasi sudah lengkap. Maklum, kami (Pelindo-red) mencari profit di bidang jasa kepelabuhanan yang tetap bagi hasil ke Pemkab Karimun nantinya,” ungkapnya.

Terpisah, Plt Dirut BUP Karimun Sensissiana mengatakan dirinya tidak bisa memberikan pernyataan ke publik. Sebab tidak mempunyai kewenangan dalam mengambil kebijakan maupun keputusan atas relokasi pelabuhan bongkar muat Taman Bunga.”Nanti saja ya, tanya kepada Dirut BUP Karimun yang baru,” singkatnya.

Pantauan di lapangan, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Taman Bunga tetap berjalan seperti biasa. (tri)

Cegah Kebanjiran, Drainase Kantor Presiden Diperbaiki

0

batampos.co.id – Mulai 2018, kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta tidak perlu lagi khawatir kebanjiran. Sebab sejak Oktober lalu, Kementerian PUPR melakukan perbaikan besar-besaran pada sistem drainase Istana. Untuk mendukung perbaikan itu, Presiden Joko Widodo harus rela kantornya diungsikan ke Istana Bogor sepanjang bulan ini. Saat ini, perbaikan memasuki tahap akhir.

Selasa (26/12) kemarin, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melihat langsung progres perbaikan drainase tersebut. Sebagian besar pekerjaan telah selesai dilakukan. Targetnya, akhir tahun ini seluruh pekerjaan bisa selesai dan dilanjutkan pemeliharaan.

’’Mudah-mudahan setelah pekerjaan drainase ini selesai, kawasan istana Jakarta terbebas dari banjir,’’ terang Basuki di sela peninjauan, kemarin.

Perbaikan drainase dilakukan dengan beberapa jenis pekerjaan. Mulai pemasangan box culvert sebagai saluran utama sepanjang 1.535 meter. Kemudian, peasangan U Ditch atau saluran kecil sepanjang 2.172 meter, pembuatan area pemanen hujan, plus pengadaan pompa dengan kapasitas 750 liter per detik.

Pekerjaan dilakukan di sisi timur dan barat Istana. Sisi timur melingkupi Istana Merdeka, kantor presiden, dan biro umum. Sementara pekerjaan di sisi barat berbentul huruf L, dimulai dari Kantor Staf Presiden di gedung eks Bina Graha, halaman depan Istana Negara, kemudian berbelok ke selatan hingga sampai ke area Masjid Baiturrahim di sisi barat Istana Merdeka.

Pekerjaan tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat karena menyesuaikan jam kerja presiden. Setelah presiden pulang, barulah pekerjaan di sekitar Istana Merdeka dan kantor Presiden bisa dilakukan.

’’Tapi, sejak Presiden berkantor sebulan di Istana Bogor, pekerjaan dilakukan 24 jam,’’ lanjut drummer Elekyo Band itu. Pekerjaan bisa dilakukan lebih leluasa, dan kabel-kabel utilitas di bawah tanah bisa ditata ulang.

Sementara itu, Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo menuturkan, berdasarkan hitungan, saat ini progres pekerjaan sudah mencapai 93 persen.

’’Untuk antisipasi lapangan becek, kami sediakan mobil semprot untuk mebersihkan lumpur,’’ tuturnya. Sementara, mulai hari ini gundukan-gundukan tanah bekas galian di sejumlah titik akan diangkut.

Meskipun nanti istana akan bebas banjir, tetap diupayakanagar tidak berdampak pada kawasan di sekitarnya. Untuk diketahui, posisi Istana memang lebih rendah dari sungai ciliwung di sisi timur maupun sungai kecil di sisi utara. Bakal ada skenario ketika terjadi hujan dnegan intensitas tinggi.

Saat hujan, air tidak akan langsung dipompa ke sungai. Melainkan, disalurkan ke dua penampungan berkapasitas 57 dan 292 kubik. Bila debit sungai sudah normal, barulah penampungan tersebut dikuras dan airnya dibuang ke sungai. Di saat bersamaan, sebagian airnya juga bisa dimanfaatkan untuk menyirami halaman kompleks istana kepresidenan yang cukup luas.

Kompleks Istana kepresidenan Jakarta memiliki luas sekitar 68 ribu meter persegi. Termasuk di dalamnya adalah kompleks perkantoran sekretariat negara, kantor wakil presiden, dan kantor Dewan pertimbangan Presiden.

Pada 17 Januari 2013, saat banjir besar melanda Jakarta, kompleks Istana juga tidak luput dari dampaknya. Area Istana kebanjiran, dan di beberapa titik mencapai setengah meter. Foto Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggulung celana di koridor dekat Wisma Negara pun sempat viral saat itu. (byu/jpg)

Polisi Dalami Kasus Dugaan TKI Ilegal

0
Barang bukti TKI ilegal

batampos.co.id – Pihak kepolisian masih mendalami kasus dugaan menyelundupkan TKI ilegal, yang diamankan Sabtu (23/12) lalu. Dan memilah-milah barang bukti yang diamankan. “Kami akan dalami dulu keterlibatan orang-orang dalam kasus ini,” kata Kasubditgakum Ditrpolairud Polda Kepri AKBP Nur Santiko, Selasa (26/12).

Ia mengatakan barang bukti yang diamankan dari sebuah tempat di lantai 3. Tempat itu berdekatan dengan lokasi penangkapan terhadap ketiga orang pelaku penyelundupan TKI ilegal.

“Barang buktinya kami amankan, kami pilah mana yang masuk atau tidak. Kalau tidak, akan dipulangkan,” ucapnya.

Saat ini orang-orang yang diduga akan menjadi TKI ilegal, kata Nur sudah beberapa orang dipulangkan.

“Ada yang sudah pulang, saudaranya yang bawa. Pemulangan mereka ini, harus dibuktikan dengan tiket,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Muhammad Makrub Basuki alias Ceking, Abdul Wahab alias bacok dan Agus S Nasution, ditangkap pihak kepolisian. Penangkapan ini atas dugaan menyeberangkan 10 orang yang akan dipekerjakan sebagai TKI ilegal di Malaysia. Modus yang digunakan yakni memberangkatkan para TKI seolah-seolah mereka pelancong yang ingin berliburan ke Malaysia. Tapi sampai disana bukannya berlibur, tapi bekerja secara ilegal. Para calon TKI ini kebanyakan dari NTB, Madura, Jawa Timur dan Jawa Tengah.

“Setiap harinya mereka mengirimkan 30 hingga 80 TKI. Keuntungannya yang meraka dapat cukup besar, dari satu orang TKI saja mereka dapat keuntungan Rp 3 sampai 5 juta,” ujar Erlangga, Senin (25/12) lalu.

Terkait dengan 10 calon TKI ilegal ini yang akan naik Kapal MV Indo. Direktur Operasional H Ririn Syodikin Hairul mengatakan pihaknya tidak tahu mereka akan bekerja sebagai TKI ilegal.

“Kami tidak tanya, yang nanyakan imigrasi,” ujarnya.

Ia mengatakan tugas pihaknya hanya mengangkut penumpang yang membeli tiket dan telah melewati pemeriksaan dari imigrasi serta bea cukai.

“Kalau pihak-pihak terkait membolehka berangkat, kami berangkatkan penumpang itu. Urusan penumpang ke kami, hanya soal tiketing saja,’ ucapnya.

PT Bahtera Empatwisesa Shipping merupakan, perusahaan yang memiliki izin yang lengkap.

“Adapun persoanlan niat dari para penumpang mau berkunjung atau bekerja, itu bukan urusan kami,” tuturnya.

Ririn membantah pihaknya menyimpan paspor milik para penumpang. Dan ia juga membantah pihak kepolisian mengambil paspor dari laci milik perusahaanya. “Kalau dari PT Bahtera Empatwisesa Shipping tak ada. Mungkin dari PT Bahtera yang lain,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya akan berurusan soal tiket. “Paspor bukan urusan kami, Hanya tiket,” tegasnya. (ska)

Tabrak Karang, Kapal Kayu Karam

0
Kapal kayu KLM Cipta Baru karam setelah menabrak karang di perairan selat riau karang galang, depan perairan Tanjunguban pada Senin (25/12) sore. F. PPLP Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Kapal kayu KLM Cipta Baru I karam di Perairan Selat Riau Karang Galang, depan perairan Tanjunguban pada Senin (25/12) petang. Kejadian ini diketahui Selasa (26/12) sekitar pukul 12.30 siang kemarin.

Informasi yang dihimpun Batam Pos, kapal kayu yang bertolak dari Pekanbaru tersebut berlayar menuju Batam. Lambung kapal bocor setelah menabrak karang. Akibat kejadian itu, sebagian lambung kapal tenggelam karena masuk air.

Kepala Operasional PPLP Tanjunguban Sugeng Riyono yang dihubungi Batam Pos siang kemarin mengatakan, pihaknya telah menerjunkan tim KN Rantos P 210 menuju lokasi kapal yang tenggelam. Saat di lokasi awak kapal maupun dokumennya sudah tidak ada di atas kapal.

“Informasi dari pihak Syahbandar Batam, tidak ada korban jiwa dan diketahui kapal kayu berangkat dari Pekanbaru dengan tujuan Batam,” tukasnya.

Hal senada diungkapkan Kasatpolair Polres Bintan AKP Norman DJ kepada Batam Pos membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan, kapal dari Pekanbaru itu karam setelah menabrak karang sehingga membuat lambung kapal bocor dan kemasukan air. “Saat anggota tiba di lokasi tak ada lagi awak kapal maupun muatannya,” katanya singkat.

Terkait kejadian ini, ia mengimbau kepada masyarakat yang melakukan aktivitas di laut agar mewaspadai cuaca buruk yang bisa sewaktu waktu melanda terlebih saat ini telah memasuki musim angin utara. (cr21)

Masyarakat Pilih Libur ke Pontianak, Batam dan Singapura

0

batampos.co.id – Menjelang liburan tahun baru 2018, sebagian masyarakat Natuna lebih memilih berlibur di luar daerah. Sebaliknya di Natuna malah sepi.

Padahal, seperti diketahui di Natuna banyak tempat lebiran selama ini dihembuskan Dinas Pariwisata. Sepertinya Natuna belum siap menjadi destinasi pariwisata. Buktinya, sebagian lebih memilih Batam, Singapura maupun di Pontianak tempat berliburan.

Ramainya liburan diluar Natuna ini tercatat saat rute Kapal Pelni pekan lalu, sekitar 1.500 penumpang meninggalkan Natuna dengan tujuan Pontianak. Sama halnya penerbangan Natuna tujuan Batam, mengalami peningkatan, sebaliknya Batam Natuna masih sepi.

Sepinya di Ranai khususnya menjelang liburan tahun baru juga dirasakan pengelola sejumlah hotel. Semestinya Natuna yang menjadi perhatian Presiden dengan lima pilar salah satunya pariwisata, Natuna menjadi tujuan berlibur masyarakat.

Ketua Apindo Natuna Joni Puas menilai, dengan kondisi saat ini harusnya Pemda Natuna lebih cepat berbenah, sebab momen seperti ini seharusnya bisa menguntungkan daerah serta masyarakat kecil di sekitaran wisata Natuna.

“Tapi sekarang berbalik, uang di Natuna lebih banyak dihabiskan di luar Natuna. Hotel-hotel saja kosong,” ujar Joni kemarin.

Menurutnya, dengan pembenahan tempat wisata di daerah. Akan menguntungkan pengusaha di Natuna, rupiah akan tetap beredar di masyarakat di daerah. Namun saat ini tempat berlibur yang repsentatif belum dimiliki.

Joni mengatakan, kepada Pemkab Natuna, Apindo berharap agar cermat dalam mempoles wisata Natuna, karena kondisi wisata alam, pantai dan sebagainya di Natuna sangat cantik. Namun karena tidak ada polesan dan kurang promosi, maka wisata Natuna menjadi tidak diminati dan tidak dikenal dengan baik oleh publik.

“Wisata di Natuna lokasinya seperti tidak dibenahi. Kita punya pantai tapi penunjang tidak ada, tentu membuat bosan, termasuk wisatawan lokal,” ujarnya.(arn)

Ranperda RDTR Segera Disahkan

0
Ribuan unit rumah warga di kawasan Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Kota. Perda tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan zonasi Kota Tanjungpinang sangat penting untuk penataan kota di Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BPPD) Tanjungpinang, Surjadi menaruh optimisme tinggi peraturan daerah tentang Rencan Detil Tata Ruang (RDTR) akan disahkan dalam waktu dekat ini. Ia menyebutkan, Pansus yang membahas ranperda ini sudah memahami konstruksi dan substansi RDTR.

“Juga sudah diskusi dengan pihak kementerian terkait dengan beberapa titik yang dianggap krusial sudah kita lakukan konsultasi publik,” ujar Surjadi, Rabu (26/12).

Konsultasi publik yang dilangsungkan sambung Surjadi, juga sudah melibatkan para pengusaha yang perusahaannya berdiri di kawasan yang semestinya bukan masuk sebagai lahan usaha. Kata Surjadi, hal semacam ini akan ada beberapa yang didelineasi.

“Pada prinsipnya RTRW itu harus dipatuhi. Pada saat bersandingan dengan RDTR, tidak ada hal-hal yang secara prinsip melanggar RTRW. Tapi kami juga harus memperhitungkan, berbagai masalah yang dihadapi berbagai pihak. Karena tata ruang ini kan untuk penataan. Bukan rintangan pembangunan,” tegas Surjadi.

Bagi perusahan-perusahaan yang di RTRW pada zona peruntukannya tidak sesuai, sambung Surjadi, nanti akan diberikan warna yang beda. “Tapi dia harus ada kompensasi yang disusun dalam perwako nanti,” pungkas Surjadi. (aya)

Keluarga Deli Yakin Deli Dibunuh Terkait Perampokan

0
Dedi Pebrianto, 28, saat diperiksa di Mapolsek Batuaji, Senin (25/12). Dedi Pebrianto adalah pelaku tunggal pembunuh Deli Cinta di rumahnya di Perumahan Central rata, Tanjunguncang, Batuaji. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Keluarga besar Deli Cinta Sihombing, korban pembunuhan pada Kamis (21/12) lalu, meyakini korban dibunuh bukan karena masalah tarif kencan. Mereka menyebut semua pengakuan pelaku, Dedi Purbianto, kepada penyidik hanya cerita yang direkayasa.

Saudara korban, Budi Sihombing, mengatakan Dedi berbohong saat memberikan keterangan kepada penyidik dan awak media. Menurut dia, motif pembunuhan adiknya adalah murni perampokan.

“Kami belum percaya sepenuhnya,” kata Budi Sihombing, Selasa (26/12).

Untuk itu ia meminta polisi menyelidiki kasus tersebut lebih dalam. Menurutnya, di antara petunjuk yang bisa digunakan polisi adalah ponsel milik korban. Hingga saat ini ponsel merek Samsung J5 milik korban belum ditemukan.

“Yang ditemukan polisi sebagai alat bukti itu ponsel mamaknya,” ujar Budi.

Ia mengatakan, dari dalam ponsel itu polisi bisa mengetahui apakah ada percakapan sebelumnya antara korban dengan pelaku. Sebab seperti pengakuan pelaku, keduanya sering berkomunikasi melalui aplikasi kencan.

“Kalau memang benar cerita adik saya dibunuh karena itu (tarif kencan, red), polisi harus menemukan handphone adik saya, biar kita tahu apakah ada percakapan semacam itu di dalam HP-nya,” papar Budi.

Hal senada disampaikan ibu korban, Dorel. Menurut Dorel, putrinya itu dibunuh karena pelaku ingin menguasai hartanya. Kecurigaan ini muncul karena korban pernah mengaku jika kunci rumahnya hilang. Pengakuan itu disampaikan dua pekan sebelum ia dibunuh.

“Ini feeling seorang ibu yang melahirkan dia,” ungkap Dorel.

Kecurigaan lain diungkapkan keponakan korban, Bobby. Menurut dia, saat ia mengecek rumah korban pada Kamis (21/12) lalu ia menemukan ember berisi pakaian yang baru dicuci. Bobby menduga, pelaku mendatangi rumah korban saat Deli baru selesai mencuci.

Bobby juga melihat ada rambut berserakan di dapur rumah korban.

“Mungkin bou (tante, red) saya ini dihabisi ketika siap mencuci. Kemudian diseret sampai kamar, makanya ada rambut beserakan di lantai,” kata Bobby yang diiyakan oleh Dorel dan Budi.

Sementara suami korban, Afius Agustinus, dipertemukan dengan Dedi Purbianto, Selasa (26/12). Alfius mengaku sakit hati dan meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

Polisi dan warga mengevakuasi mayat Deli Cinta korban pembunuhan di Perumahan Central raya, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12). F Dalil Harahap/Batam Pos

“Saya tak pernah sekalipun mengenal pelaku ini. Saya juga tak pernah jumpa atau tahu wajahnya. Tengok dia saja saya sudah males,” ujar Alfius.

Ia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian terkait hukuman yang nantinya dijatuhkan kepada pembunuh istrinya itu.

“Intinya saat ini saya ingin fokus mendidik anak saya dengan baik, ingin membesarkan anak saya dengan kasih sayang sepenuhnya,” terang Alafius.

Mantan Pengedar Narkoba

Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko bersama anggotanya menggiring Dedi Pebrianto, 28, kedalam mobbil saat di Mapolsek Batuaji, Senin (25/12). Dedi Pebrianto adalah pelaku tunggal pembunuh Deli Cinta di rumahnya di Perumahan Central rata, Tanjunguncang, Batuaji. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Di mata sejumlah temannya, Dedi Purbianto dikenal sebagai manta pengedar narkotika di sejumlah kelab malam sebelum akhirnya menjalani pekerjaan sebagai gigolo. Hal ini disampaikan ES, seorang teman yang juga pernah menampung Dedi di rumahnya.

Menurut ES, Dedi juga dikenal sebagai sosok pria yang suka berganti pasangan. “Siapa dulu yang tak kenal sama Dedi di kelab malam seperti pub ataupun diskotek. Hampir tiap hari perempuan-perempuan cantik bisa didapatnya, bisa dibikinnya suka sama Dedi,” ujar ES.

ES sendiri mengaku pernah jadi korban aksi penipuan Dedi. Saat itu sempat diajak berbisnis oleh Dedi. ES mengaku percaya begitu saja dengan Dedi, karena ajakan Dedi kala itu sangat meyakinkan.

“Saya dimintai uang untuk patungan bisnisnya. Dia menjanjikan keuntungan beberapa persenlah tiap bulannya nanti,” ujar ES.

Setelah ditunggu sebulan hingga dua bulan Dedi tak kunjung memberikan uang keuntungan bisnis seperti yang dijanjikan. Saat itu, Dedi beralasan kalau bisnisnya hancur karena ketahuan polisi.

“Bisnis yang dimaksud Dedi itu ternyata bisnis narkoba, itu menurut pengakuan Dedi sendiri ke saya saat itu,” katanya. (cr19/gas)

Bupati Ancam Sanksi ASN yang Perpanjang Libur Natal

0

batampos.co.id – Bupati Bintan, Apri Sujadi meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tidak memperpanjang libur Natal 2017. Seluruh ASN diwajibkan masuk kantor, Rabu (26/12).”Bagi ASN yang sengaja menambah libur atau mengambil cuti tanpa alasan yang jelas akan diberikan sanksi,” kata Bupati Bintan Apri Sujadi, Selasa (26/12) kemarin.

Karena, lanjut Apri, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum akhir tahun. Diantaranya pertanggungjawaban keuangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selain itu OPD yang berhubungan dengan pelayanan langsung terhadap masyarakat seperti pelayanan di rumah sakit, puskesmas hingga kebersihan harus selalu siaga. “Supaya pelayanan berjalan maksimal dan dan berjalan sebagaimana semestinya,” ungkapnya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Bintan Irma Annisa mengaku menerima arahan Bupati Bintan Apri Sujadi
tentang hari libur dan cuti bersama Natal 2017. Ia meminta kepala OPD tetap memantau dan mengawasi para pegawai sebelum dan setelah pelaksanaan libur nasional dan cuti bersama.

Termasuk unit kerja yang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada
masyarakat, ia menekankan agar pimpinan unit kerja juga mengatur
penugasan pegawai.”Walaupun libur dan cuti bersama, pelayanan tetap jalan. Tetap adayang ditugaskan,” ujarnya menambahkan.

Sebagaimana diketahui, menindaklanjuti surat keputusan bersama Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia, Pemkab Bintan menetapkan cuti bersama pada hari Selasa (26/12) bagi ASN, Senin (25/12). Rabu (27/12) hari ini, ASN di Pemkab Bintan sudah kembali masuk kerja seperti biasa. (cr21)

Warga Bengkong Kolam Ditangkap di Hang Nadim

0
Sup saat ditangkap di Hang Nadim.

batampos.co.id – Pagi ini Rabu, (27/12/2017) petugas Avsec bandara Hang Nadim sibuk.

Petugas keamanan Bandara ini kembali menggagalkan shabu seberat 531 gram dalam 2 kantong plastik putih.

Serbuk putih itu disembunyikan di dalam sepatu merk Nike.

Berikut kisahnya….

Sekira pukul 06.45 Wib seorang pria bernama Sup, 34, warga Bengkong Kolam, Batam masuk ke terminal bandara melalui security check point 1.

Petugas di sana merasa curiga dengan olah tubuh Sup.

Oria itu berjalan amat lambat.

Petugas pun bertindak dengan memeriksa secara manual tubuh calon penumpang ini.

Petugas meminta ia membuka sepatu.

Trala….. benar saja, di dalam sepatu tersebut terdapat bungkusan yang diduga shabu.

Pemeriksaaan dilanjutkan secara cermat di ruang bea dan cukai bandara.

Darinya petugas mendapati uang Rp 2.708.000,- dan tiket pesawat citilink QG-841 jurusan Batam – Jakarta yang akan terbang pada pukul 08.40 wib.

Sup segera digiring ke kantor Bea dan Cukai di Batu Ampar untuk selanjutnya akan diserahkan ke Satnarkoba Polda Kepri. (ska)