Selasa, 19 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12588

Sultan Mahmud Riayat Syah Jadi Pusat Perhatian

0
Rombongan tapak tilas SMRS foto bersama. F. Dinas Kebudayaan Pemkab Lingga untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Sultan Mahmud Riayat Syah yang baru saja ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional, kini semakin banyak mendapat sorotan dari berbagai kalangan masyarakat untuk lebih mengenal pahlawan nasional. Seperti kunjungan 40 guru sejarah dari Kota Tanjungpinang untuk melakukan tapak tilas.

“40 guru sejarah bersama Kepala sekolah dan satu orang Kabid Pembina SMA dan Madrasah Aiyah melakukan kunjungan selama tiga hari di Daik Lingga,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga M Ishak kepada Batam Pos, Selasa (27/2) pagi.

Rombongan pengunjung yang dipimpin Encik Abdul Hajar tersebut langsung disambut hangat Pemerintah Kabupaten Lingga dengan jadwal di hari pertama mengunjungi tugu agrominapolitan dan serta berwisata ke Air Terjun Resun Daik Lingga.

Pada keesokan harinya, pada hari kedua, mereka mendapat panduan dari staf Dinas Kebudayaan Lazuardi langsung mengunjungi makam pahlawan nasional Sultan Mahmud Riayat Syah. Bahkan tidak hanya ke makam tersebut, seluruh rombongan juga dapat menyaksikan langsung sejumlah situs-situs dan bangunan peninggalan sejarah yang masih tertinggal.

“Selain jiarah ke makam SMRS, mereka juga mengunjungi bangunan bersejarah seperti Masjid Jami Sultan Lingga, Benteng Bukit Cening, Istana Damnah, reflika Istana Damnah dan moseum linggam cahaya,” kata Ishak.

Ishak menambahkan, Pemkab Lingga sangat berterimaksih kepada Pemerintah dan seluruh masyarakat Kepri yang telah mendukung perjuangan Kabupaten Lingga untuk mengajukan SMRS sebagai pahlawan nasional. Bahkan hingga kini, sejarah serta peninggalan berharga dari SMRS tersebut dapat menjadi pelajaran yang baik.

Sehingga, Ishak mengharapkan tiga Pahlawan Nasional dari Kepri yang pernah ada agar lebih diketahui oleh generasi penerus dengan memasukkan sejarah mereka dalam kurikulum muatan lokal. Sehingga perjuangan mereka menjadi penyemangat dan motifasi bagi seluruh penerus bangsa untuk memajukan Negeri.

Selain itu, rombongan juga meninjau rumah Tekad Tudung Manto yang terletak di Kampung Mentok dan Tanjungbuton. Beruntung mereka juga dapat mengikuti work shop tersebut di Balai Adat Melayu. Narasumber di workshop itu selain Kabid Pembinaan SMA-SMK, Atmadinata, Ketua LAM Kepri Kabupaten Lingga M Ishak dan lazuardi turut memberikan materi.

“Pemkab Lingga memastikan akan membuka pintu lebar-lebar kepada siapa saja yang ingin mengetahui lebih jauh tentang pahlawan nasional SMRS serta bagi siapa saja yang ingin melakukan tapak tilas sejarah SMRS,” ujar Ishak. (wsa)

BP Batam Rela Kehilangan Pendapatan, Asal …

0

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan tahun ini merupakan saat yang tepat untuk ekpansi usaha, khusunya bisnis aviasi. Bahkan BP Batam mengaku rela kehilangan pendapatan dari sektor lahan lewat pemberian insentif asalkan investornya serius dalam membangun.

“Contohnya Lion jika mau buat ekspansi Maintenance Repair and Overhaul (MRO) dan butuh uang sewa lahan lebih murah akan dikasih diskon. Asalkan serius membangun, kami rela kehilangan pendapatan,” ujarnya saat menjadi pembicara di acara Batam Economic Forum di Hotel Radison, Batam, Selasa (27/2).

Ia mengatakan hal tersebut karena menurutnya Batam sangat potensial untuk dikembangkan sebagai pusat bisnis aviasi di Indonesia. Makanya BP Batam sudah mempersiapkan ancang-ancang pembahasan hal teknis soal pemberian insentif baik itu diskon maupun insentif lainnya.

“Bisnis aviasi itu menarik. Tapi kami harus sampaikan dulu ke Dewan Kawasan (DK). Soal perizinan sudah sangat mendukung. Kami akan kawal dan fasilitasi biar cepat selesai perizinannya,” katanya.

Dalam masukan tersebut, Lukita juga mendapat masukan mengenai pengembangan bisnis aviasi. Secara kuantitas, Batam jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

Sedangkan Vietnam sudah memulai pengembangan bisnis aviasi secara komprehensif. Batam yang memiliki lokasi strategis sangat tepat dikembangkan sebagai hub aviasi di Asia Tenggara. Apalagi Batam sudah memiliki Lion dengan MRO-nya dan juga Garuda Maintenance Facility (GMF) yang juga akan membangun MRO.

Kemudian untuk pengembangan SDM unggul di aviasi, Batam sudah memiliki Politeknik Batam yang sudah membuka jurusan pendidikan penerbangan. Sehingga dengan demikian jalan terang sudah mulai terbuka lebar dan tinggal menunggu dukungan insentif baru untuk mempermulus jalannya.

Disamping itu, BP Batam juga akan berupaya untuk melibatkan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam menumbuhkan ekonomi Batam hingga 7 persen dalam dua tahun.

Namun rencana tersebut harus melibatkan pemangku kepentingan lainnya seperti Pemko Batam dan juga Pemprov Kepri.

BP Batam kata Lukita akan mempersiapkan lahan khusus untuk industri UKM.”Jika minta 10 hektare, kami siapkan asalkan serius,” jelasnya.

Dalam hal ini, ia mencontoh negeri jiran Singapura. Negeri singa memiliki industri UKM yang bergerak di sektor pembibitan ikan yang kemudian hasilnya diekspor.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo memberikan memberikan sambutan pada acara Batam Ekonomi Forum di Hotel Radison, Selasa (27/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Jika dibuat di Batam, maka bisa diekspor ke Singapura nanti. Untuk potensi lainnya sangat bagus karena Batam sudah menerapkan hidroponik sehingga sangat bagus untuk kembangkan industri UKM atau UKM berbasis pariwisata,” jelasnya,.

Senada dengan Lukita, Deputi II BP Batam, Yusmar Anggadinata juga mengatakan bahwa luas lahan yang ideal untuk mengembangkan UKM berkisar 20-30 hektar.

Disamping persiapan lahan yang memadai, BP Batam juga melihat potensi UKM bisa dimanfaatkan sedemikian rupa jika mengadopsi konsep pemanfaatan ruko sebagai kantor.

“Ada ribuan ruko dengan ratusan pemilik yang bisa dimanfaatkan. Nanti bisa dibikin blok tertentu yang khusus untuk buat sepatu atau baju atau jam tangan KW. Dalam satu blok ada sepatu buatan Thailand maupun China,” jelasnya.

Dengan begitu, maka warga asing punya tujuan datang ke Batam. Karena dengan model pengembangan seperti itu, maka Batam memiliki destinasi wisata yang dapat menjadi ikon baru khas Batam. (leo)

Waduk Bintan Tak Bisa Dinikmati Warga

0
Anggota Komisi II DPRD Bintan Zulkifli bersama Wakil Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo meninjau pembangunan Waduk Kawal di Kecamatan Gunung Kijang, Selasa (27/2) siang. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bintan Zulkifli kesal karena pembangunan sejumlah waduk di Kabupaten Bintan tidak memberikan manfaat bagi masyarakat Bintan. Produksi air baku dari sejumlah waduk di Bintan jsuteru mengalir ke Tanjungpinang.

“Pembangunan Waduk Kawal sudah dimulai, namun keberadaan waduk selama ini tak ada pengaruh ke masyarakat Bintan. Saya minta jangan hanya membangun waduk, namun manfaatnya harus dirasakan masyarakat Bintan,” kata Zulkifili saat meninjau pembangunan waduk Kawal di Gunung Kijang,Selasa (27/2) siang.

Contohnya yang sudah ada, kata dia, Waduk Sei Pulai dan Waduk Sei Gesek. Masyarakat sekitar waduk sama sekali tidak menerima manfaat. “Sampai sekarang masyarakat masih bergantung air sumur. Ini konyol waduk di depan mata tapi mereka tidak menikmati airnya,” kata dia

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bintan Agus Wibowo mengatakan, Waduk Kawal dibangun di atas lahan sekitar 219 hektare di Kecamatan Gunung Kijang dan Toapaya. Hingga saat ini, progres pembangunannya telah mencapai sekitar 40 persen. Mengenai keinginan masyarakat terkait air bersih, ia akan berupaya memfasilitasi keinginan masyarakat dengan pihakPDAM Tirta Kepri.

Sehingga masyarakat di sekitar waduk dapat menikmati air bersih.”Saya pikir ini wajar, karena air baku diambil dari kampung mereka,” kata dia.

Sekedar diketahui, pembangunan waduk Kawal dengan anggaran sekitar Rp 84 miliar ditargetkan selesai pada 2019. Waduk dengan luas 219 hektare itu akan menghasilkan debit air sekitar 476,20 liter/detik. Produksi airnya akan melayani kebutuhan air bersih masyarakat Tanjungpinang.(met)

Tahun Ini Prioritas Pembangunan Kantor Camat Ungar

0
Enam tahun kantor Kecamatan Ungar masih menempati salah rumah warga yang disewa di jalan Abdul Latif Kelurahan Alai.

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq menegaskan, pembangunan kantor Camat Ungar diprioritaskan tahun 2018. Mengingat, sejak dimekarkan enam tahun lalu, aktivitas perkantoran Kecamatan Ungar masih menumpang di rumah warga di Jalan Abdul Latif Kelurahan Alai. Padahal, warga sudah menyiapkan lahan seluas dua hektare di Desa Sungai Buluh untuk pembangunan kantor camat tersebut.

“Saat ini masih dalam proses lelang. Kita harapkan selesai proses lelang pengerjaan proyek kantor Camat Ungar segera dilaksanakan,” tegas Bupati usai membuka Championship Grasstrack dan Motorcros di Tanjungberlian belum lama ini.

Sementara Camat Ungar Farida Syahdu mengatakan aktifitas pelayanan sehari-hari di rumah warga yang dijadikan kantor. Karena menempati rumah sehingga beberapa ruangan dibagi untuk pelayanan masyarakat dan kantor. Diakuinya selain berkantor di rumah warga kendala yang dialami masalah listrik siang hari tidak menyala. Sehingga untuk mengoperasikan komputer digunakan mesin generator set (genset).

“Meski sarana dan prasarana minim, tapi pelayanan masyarakat tetap berjalan normal. Terpenting, tidak mengurangi semangat kami untuk tetap memberikan pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Pantauan di lapangan, Kecamatan Ungar sendiri memiliki wilayah Kelurahan Alai, Desa Sungai Buluh, Desa Batulimau, dan Desa Ngal. Kecamatan Ungar dimekarkan pada Juni 2012 lalu, selama enam tahun kecamatan Ungar belum memiliki kantor yang permanen. Selain itu listrik hanya menyala di malam hari, kondisi ini diharapkan menjadi perhatian pemerintah kabupaten Karimun maupun Pemerintah Provinsi Kepri. (ims)

 

Tumbuhkan Generasi Cinta Lingkungan

0
Kadisdik Karimun Bakri Hasyim meninjau karya siswa SMPN 2 Karimun dari hasil daur ulang saat pameran, Selasa (27/2). F. Ichwanul/Batam Pos.

batampos.co.id – SMPN 2 Karimun menggelar pameran hasil karya siswa, Selasa (27/2) kemarin. Pameran untuk kali kedua ini, dibuka langsung Kepala Dinas Pendidikan Bakri Hasyim SSos MMPub.

Berbagai kreasi hasil karya siswa dari daur ulang sampah ditampilkan. Diantaranya dalam bentuk kerajinan, fashion show, hingga pemilihan duta lingkungan. Untuk lebih memeriahkan kegiatan, juga ditampilkan tarian, yel-yel cinta lingkungan, musik tradisional, hingga hiburan musik dan kreasi lainya yang diikuti oleh seluruh siswa.

Kepala Dinas Pendidikan Bakri Hasyim mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan SMPN 2 Karimun. Terlebih hasil kreatif siswa dalam memanfaatkan sampah untuk didaur ulang menjadi hasil karya yang bermutu.

“Kita patut berbangga dengan anak didik, khususnya SMPN 2 Karimun, yang mampu mendaur ulang sampah menjadi haril karya kreatif bernilai. Ini menunjukkan kerjasama yang baik dalam penguatan pendidikan keluarga,” ungkap Bakri Hasyim.

Tidak cukup mengapresiasi, Kadisdik yang hadir bersama jajarannya turut membeli sejumlah hasil karya para siswa yang ditampilkan. Pun begitu dengan para undangan, serta orangtua siswa juga ikut membeli hasil karya yang dipamerkan.
“Bagus-bagus semua hasil karya siswa SMPN 2 Karimun,” sebut Bakri.

Sementara Kepala SMPN 2 Karimun Salawati SPd menjelaskan, tujuan pameran adalah memupuk peserta didik mencintai lingkungan dengan pandai mengolah 3R (Reuce, Reduce, recycle) sampah menjadi berdaya guna. Hasil kreativitas dari daur ulang sampah tadi mampu dikomersilkan.

“Selain pameran, kegiatan ini mewujudkan sekolah Adiwiyata yang ramah, dan berbudaya lingkungan,” bebernya.

Untuk tahun 2017, SMPN 2 Karimun predikat penghargaan sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten. Atas keberhasilan itu, SMPN 2 Karimun bersama empat sekolah SMPN lainnya akan bersaing Adiwiyata tingkat provinsi.

“Cinta lingkungan, menjaga kebersihan, menumbuhkan karakter, kompetensi dan problem solving masalah lingkungan merupakan pembelajaran berbasis adiwiyata yang dikembangkan di SMPN 2 Karimun. Tidak cukup di tingkat kabupaten, kami berharap meraih penghargaan serupa di tingkat provinsi, bahkan nasional seperti sekolah lainnya,” ujar Salawati penuh harap. (enl)

Bentuk Astaka MTQ Meral Menyesuaikan Zaman

0
Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim menyalami qori dan qoriah. F. Dok Humas Pemkab Karimun untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim menutup pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Meral yang berlokasi di lapangan Gg Merdu Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Senin malam (26/2). Bupati kagum terhadap peranan seluruh elemen masyarakat Meral yang bahu membahu dalam mensukseskan MTQ tingkat kecamatan Meral selama tiga hari.

“Bentuk astakanya cukup bagus yang menyesuaikan zaman sekarang. Sehingga, tidak tertinggal nilai historis syiar agama islam tetap kental dengan mempertahankan nuansa khas melayu,” kata Anwar Hasyim.

Dengan selesainya pelaksanaan MTQ tingkat Meral, diharapkan syiar agama Islam tetap dilanjutkan. Terutama bagi generasi muda, yang harus terus meramaikan masjid dengan melakukan dakwah dan belajar mengaji. Sehingga, bisa dijadikan benteng bagi generasi muda untuk menjauhi pergaulan bebas maupun narkoba yang sedang marak-maraknya sekarang ini.

“Selamat kepada kafilah kelurahan Meral Kota. Teruslah, tingkatkan syiar agama Islam di wilayah masing-masing. Semoga kecamatan Meral, bisa mengulang prestasi di tingkat MTQ Kabupaten Karimun,” ungkapnya.

Sementara itu Camat Meral Irwan Dinovri mengungkapkan, dirinya mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat yang berkomitmen mensukseskan pelaksanaan MTQ tingkat kecamatan Meral berlokasi di lapangan Gg Merdu Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral. Mulai dari pembuatan astaqa, stand bazar, pengerahan kafilah saat pawai takruf dan sebagainya.

“Yang paling cukup berat saat pembuatan astaqa MTQ. Bagaimana, konsep astaqa dari usulan lima kelurahan diambil jalan tengahnya yang cukup bagus-bagus usulannya,” tuturnya.

Lanjut Irwan lagi, selain itu para pelaku seni yang ikut memeriahkan acara pembukaan maupun penutupan MTQ kecamatan Meral dari sanggar pelangi Budaya Studio yang menurunkan 150 penari. Dimana, para penari tersebut rata-rata pelajar dan sekaligus pameran teaterikal dari Jakarta yaitu Junet dengan tema selimut putih yang menceritakan tentang kehidupan dunia saat pembukaan.

“Inilah sebagai bentuk kebersamaan, antara pemerintah kecamatan Meral dengan seluruh elemen masyarakat mulai dari tokoh masyarakat, pemuda hingga para pelajar,” ucapnya. (tri)

Pengurus Parpol Dilatih Urus Administrasi Keuangan

0
Wakil BUpati Karimun Anwar Hasyim saat membuka bimtek Parpol, Selasa (27/2). F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim berpesan kepada seluruh pengurus Partai Politik (Parpol) yang saat ini sudah menjadi peserta Pemilu 2019. Ada 14 Parpol harus mempersiapkan laporan pertanggungjawaban secara administrasi. Tujuannya, tidak lain untuk mendapatkan dana bantuan Parpol dari Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun sesuai jumlah suara yang diraihnya.

”Nah, dalam bimtek inilah silahkan para Parpol untuk bertanya bagaimana pembuatan laporan bantuan keuangan dari Pemerintah untuk Parpol. Ada narasumber BPKP yang disampaikan nanti, manfaatkan kesempatan ini,” kata Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim, kemarin (27/2).

Lanjutnya, bantuan dana Parpol yang diberikan oleh Pemerintah Daerah harus benar-benar lengkap administrasinya. Sehingga, apabila tidak lengkap secara otomatis tidak dibayarkan oleh Pemerintah Daerah. Dan menunggu di tahun berikutinya, dengan syarat apabila laporan keuangannya sudah diselesaikan pada tahun sebelumnya.

”Besar kecil yang diterima oleh Parpol bantuan dari Pemerintah, administrasinya harus lengkap. Itu sudah ada aturan mainnya, contoh barang sudah ada Parpol Nasdem,” ungkapnya.

Sementara itu Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Karimun Rizal Aidy kegiatan bimbingan teknis bantuan keuangan dan pelaporan keuangan Parpol bertujuan untuk melakukan pembenahan terhadap kelengkapan administrasi permohonan bantuan keuangan yang diajukan oleh Parpol yang memiliki keterwakilan di DPRD kabupaten Karimun.

”Yang jelas kita berharap, tidak adalagi pengurus Parpol yang tidak membuat laporan keuangan tentang penggunaan bantuan dana Parpol oleh Pemerintah,” ujarnya.

Sehingga kata Rizal lagi, untuk meningkatkan penerapan dan kemampuan pengurus Parpol dalam pengelolaan sistem keuangan di Parpol sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan demikian, kedepannya pengurus Parpol bisa meningkatkan tanggungjawab dalam pengurusan administrasi keuangan.

”Makanya, kita hadirkan narasumber dari BPKP Kepri dan Badan kesatuan Bangsa dan Politik Karimun,” tuturnya.

Dimana peserta kegiatan tersebut, diikuti 14 Parpol yang ikut Pemilu 2019 dengan total keseluruhannya ada 35 peserta dari perwakilan Parpol.(tri)

Penerima PKH Harus Bisa Kelola Keuangan

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq ketika menyerahkan bantuan sosial non tunai kepada penerima PKH tahap pertama. F. Dok Humas Pemkab Karimun.

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq, Selasa (27/2), menyalurkan bantuan sosial non tunai tahap pertama melalui Program Keluarga Harapan (PKH) tahap pertama di gedung Nilam Sari Tanjungbalai Karimun. Sebelumnya, dilakukan test langsung kepada para penerima PKH dengan diskusi.

“Kita test dulu nih perima bantuan PKH. Hasilnya, cukup bagus rasa nasionalisme terhadap bangsa Indonesia masih tetap ada,” kata Rafiq.

Bagi keluarga yang menerima PKH diharapkan, agar dapat mengelola keuangan di dalam keluarga. Sehingga, benar-benar dapat dirasakan manfaatnya terhadap bantuan dari Pemerintah. Seperti, untuk keperluan kesehatan, pendidikan, peningkatan gizi bagi yang memiliki balita dan sebagainya.

“Lumayanlah dananya. Kalau dikelola dengan baik, pasti bisa dinikmati bersama keluarga. Yang utama adalah, keperluan untuk pendidikan dan kesehatan,” pesannya.

Dan pada tahun 2019 mendatang, bagi penerima PKH direncanakan akan di sejalankan dengan pembagian paket sembako dari Pemkab Karimun. Artinya, selain mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat juga mendapatkan bantuan paket sembako dari Pemkab Karimun.

“Insyallah, bagi bapak dan ibu penerima PKH akan mendapatkan bantuan tambahan yang cukup lumayan dari kita (Pemkab Karimun-red),” tuturnya.

Sementara itu Plt kepala Dinas Sosial Karimun Syahruddin mengungkapkan total penerima PKH tahun 2018 mencapai 5.400 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Yang disalurkan secara bertahap yaitu empat kali, dimana tahap pertama, kedua dan tiga masing-masing menerima bantuan sebesar Rp 500 Ribu dan tahap terakhir atau ke empat hanya Rp 390 Ribu.

“Ini program dari kementerian sosial RI di tahun 2018, untuk kabupaten Karimun dari 5.400 KPM atau Rp 1.890 Ribu per Keluarga,” ucapnya.

Sedangkan, untuk wilayah pulau Karimun besar mencapai 542 PKH, yaitu kecamatan Karimun 45 orang, Meral 186 orang, Meral Barat 224 orang dan Tebing 87 orang.
“Alhamdulillah, bisa saya belanjakan untuk kebutuhan anak sekolah dululah,” kata salah seorang penerima bantuan. (tri)

Berkebaya, Kenakan Sepatu Boot, Sidak Drainase

0
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meninjau saluran air di Darmo Indah Selatan. | Dida Tenola/JawaPos.com

batampos.co.id – Berkebaya, mengenakan sepatu boot. Begitulan penampilan Walikota Surabaya Tri Rismaharini pagi ini.

Ia melakukan sidak saluran air, Rabu (28/2) pagi. Ada beberapa lokasi yang menjadi perhatian wali kota perempuan pertama di Kota Pahlawan tersebut.

JawaPos.com berkesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Sejak pagi buta, Risma bersama jajarannya sudah bersiap di kediamannya di kawasan Wiyung. Rombongan berangkat tepat pukul 05.00 WIB.

Sekitar lima mobil melaju beriringan menuju lokasi pertama di Jalan Darmo Indah Selatan. Meskipun memakai kebaya, Risma sudah mempersiapkan peralatan tempur. Salah satunya adalah sepatu bots warna oranye.

Di Darmo Indah Selatan, Risma langsung mengecek sebuah sungai kecil yang membentang di tengah area perumahan. Sambil memegang handie talkie, Risma berkomunikasi dengan anak buahnya. “Ini perlu dilebarkan,” ucapnya.

Selepas dari sana, Risma kemudian mengarah ke Jalan Balongsari. Di sana, dia meninjau saluran air yang tertutup. Banyak sampah yang menyumbat saluran tersebut. Alhasil kerap menimbulkan genangan yang meluber ke jalan.

Risma juga sempat berbincang dengan salah seorang warga bernama Mat Tohir. Dia bertanya apakah daerah tersebut masih banjir. “Tolong sampeyan juga jaga kebersihan. Itu loh sampahnya numpuk,” pinta Risma.

Ditanya JawaPos.com, Mat Tohir mengatakan bahwa banjir yang terjadi di tempat tinggalnya biasanya kiriman. Daerah Balongsari lokasinya lebih rendah. “Jadi ini nyambungnya ke sungai yang ada di sana. Biar di sini gerimis tapi di sana deras, sini tetap banjir,” ujarnya.

Melalui handietalkie, Risma kemudian memerintahkan agar saluran air tersebut dibersihkan. Selanjutnya, Risma bergeser ke Jalan Raya Sememi. Dia mendatangi proyek box cluvert yang tak kunjung rampung.

Politikus asal PDIP itu kemudian menemui salah seorang kontraktor proyek bernama Karwito di depan SMA Wachid Hasyim. Risma terlihat serius mendengarkan paparan Karwito.

Usai memaparkan kepada Risma, Karwito sedikit menceritakan kepada JawaPos.com apa yang sudah dibahasnya dengan orang nomor satu di Metropolis tersebut. Fokus penggarapan proyek box cluvert di sana terbagi dalam beberapa bagian. “Jadi ini nanti pembangunannya tidak dilakukan di satu titik. Dibagi-bagi (ke beberapa titik) biar cepat selesainya,” ucapnya.

Tak hanya saluran air, Risma juga melakukan sidak ke kantor pelayanan publik. Usai meninjau box cluvert, Risma bergegas ke Kecamatan Tandes. Hingga sekitar pukul 07.30 WIB, Risma masih berada di Kecamatan Tandes.

Berdasar pengamatan JawaPos.com, sekilas Risma terlihat gregetan melihat kondisi kantor kecamatan tersebut. “Iki kok kotor kabeh, rek. Yoopo arek-arek iki. (Ini kok kotor semua. Bagaimana anak-anak ini),” ucap Risma. (did/JPC)

Rakernas ke 3 ADEKSI di Batam

0

batampos.co.id –  DPRD Batam jadi tuan rumah Rakernas ke 3 ADEKSI.

Sebanyak 1000 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Se Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Dewan Kota Seluruh Indonesia (ADEKSI) akan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-3 di Kota Batam. DPRD Kota Batam selaku tuan rumah dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut telah melakukan berbagai persiapan dan kebutuhan mulai dari tranportasi, fasilitas kesehatan, pendistribusian undangan pembukaan maupun gala dinner. Kegiatan yang akan berlangsung di Swiss Bell Harbourbay Hotel,5-8 Maret 2018.

Peserta Rakernas Adeksi Ke-III Tahun 2018 merupakan unsur pimpinan dan anggota DPRD Kota se-Indonesia yang berjumlah lebih kurang 1000 orang. Rakernas akan membahas program-program kerja Adeksi Tahun 2018. Memperoleh pemahaman mengenai peran DPRD dalam menciptakan dan mewujudkan tahun politik yang cerdas,edukatif dan kontruktif.

Merumuskan program kerja ADEKSI demi terwujudnya DPRD Kota yang berkinerja efektif dan akuntabel dalam kerangka pelaksanaan mandat perwakilan rakyat demi percepatan pembangunan nasional.

Menurut Sekretaris Steering Commitee Rakernas ADEKSI III, Anna Morinda,SE,MM kegiatan akan dibuka langsung oleh Ketua DPR-RI, H.Bambang Soesatyo,SE,MBA yang juga sebagai Keynote Speaker. Selain itu juga narasumber yang akan diundang., Menteri Kominfo, Gubernur BI, Kapolri, Ketua KPU Pusat dan Peneliti Senior Pusat, Prof.Dr.R. Siti Zuhro,MA.

Lebih lanjut Hanna Morinda yang juga Ketua DPRD Kota Metro, Lampung menyatakan, ADEKSI melaksanakan tiga kegiatan utama yakni memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan pengembangan kapasitas anggotanya, kegiatan advokasi dan penyediaan layanan informasi dan publikasi. ADEKSI melakukan kerjasama dan didukung oleh lembaga lain baik dari dalam maupun luar negeri yang memiliki misi dan visi yang sejalan, diantaranya terciptanya tata pemerintahan lokal yang baik (good local governance), peningkatan kualitas hidup masyarakat di daerah melalui peningkatan kualitas demokrasi di tingkat lokal.

Nuryanto, Ketua DPRD Batam

Di tempat yang sama Nuryanto,SH,MH, Ketua DPRD Kota Batam yang hadir pada rapat persiapan Rakernas Adeksi Ke-III Tahun 2018 menyampaikan, pihaknya akan mendukung penuh kegiatan Rakernas Adeksi Ke-III Tahun 2018 di Kota Batam, Seluruh OPD dan Pemerintah Kota Batam sudah disampaikan agar dapat mendukung penuh kegiatan yang akan berlangsung selama 3 hari nantinya.

“Koordinasi dan komunikasi saangat diperlukan dan diharapkan berjalan dengan baik dan kondusif,” terang Nuryanto yang juga Ketua Panitia Pelaksana Rakernas Adeksi Ke-III. (rilis)