batampos.co.id – Bagi konsumen pecinta Matic premium, kini motor Honda telah menghadirkan motor matic premium PCX, Honda PCX ini telah dilengkapi panel meter full digital dengan tampilan canggih dan informatif, power charger dengan penggunaan daya maksimal 12W.
Smart Key System yang dikendalikan oleh remote dimana tidak perlu lagi menggunakan kunci mekanis untuk menghidupkan mesin dan mengunci stang.
Lampu depan dan belakang LED, Bagasi yang luas dengan kapasitas 28,8 liter dan dilengkapi dengan seat stopper.
Rem cakram belakang yang berfungsi untuk meningkatkan performa pengereman yang lebih nyaman dan stabil serta telah dilengkapi dengan Anti lock breaking system (ABS) untuk meningkatkan kestabilan dan keselamatan dalam pengereman.
Honda PCX ini sudah bisa dipesan di Capella Honda Bengkong,tepatnya di Bengkong Ratu Komp. Green Town Blok N No. 1-4 Bengkong Batam.
Bagi konsumen yang melakukan pemesanan saat ini berhak mendapat hadiah langsung Jaket Premium Honda PCX. (ptt)
Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Kota Batam, Lucky Agung Bintarto foto: Cecep Mulyana
batampos.co.id – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam mendeportasi 138 warga negara asing (WNA). Warga negara yang terbanyak dideportasi datang dari Vietnam sebanyak 74 orang.
“Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tahun 2016 sebanyak 104 orang,” kata Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Kota Batam, Lucky Agung Bintarto, Senin (12/2).
Selain WNA asal Vietnam, negara asal WNA yang paling banyak dideportasi antara lain ada yang dari Malaysia sebanyak 11 orang, Singapura sebanyak 12 orang, Thailand lima orang, Filipina Dua orang serta negara lainnya 34 orang.
Sedangkan untuk tahun 2016, WNA India paling banyak dideportasi sebanyak 26 orang. Selain India, ada juga dari Singapura 20 orang, Tiongkok 15 orang, Malaysia 10 orang Vietnam tujuh orang dan negara lainnya 26 orang.
Untuk penolakan izin masuk penumpang WNA, Lucky mencatat hingga Oktober 2017 ada sebanyak 313 orang. WNA yang ditolak terbanyak berasal dari India berjumlah 73 orang. Kemudian dari Tiongkok 60 orang, Singapura 33 orang, Filipina 25 orang, Bangladesh 14 orang, Sri Langka 14 orang, Malaysia 13 orang, Nepal 10 orang, Ghana delapan orang, Pakistas tujuh orang dan negara lain 56 orang.
“Untuk tahun 2016, penolakan izin masuk sebanyak 424 orang dan terbanyak datang dari Tiongkok sebanyak 107 orang,” ujarnya.
Lucky kemudian melanjutkan pada 2016, ada sejumlah WNA yang ditolak antara lain WNA dari India yang ditolak masuk ke Kota Batam sebanyak 82 orang, Singapura 50 orang, Sri Langka 31 orang, Filipina 18 orang, Pakistan 17 orang, Bangladesh 14 orang, Malaysia 14 orang, Mesir delapan orang, Eriteria tujuh orang dan negara lainnya 76 orang.
Setahun sebelumnya, jumlah WNA yang ditolak masuk ke Batam berjumlah 814 orang dan didominasi dari Tiongkok dengan jumlah 188 orang.
Kemudian India 138 orang, Singapura 155 orang, Filipina 80 orang, Bangladesh 55 orang, Malaysia 42 orang, Myanmar 20 orang, Sri Langka 19 ornag, Vietnam 19 orang, Thailand 13 orang dan negara lainnya 125 orang. “Di 2014 jauh lebih banyak yaitu 2.160 orang dan di dominasi WNA Singapura 507 orang,” katanya.(leo)
Kapolresta Barelang Kombes Hengki bersama Wakapolresta AKBP Mudji dan Kasat Narkoba Kompol Agung Gima menunjukan barang bukri narkoba jenis sabu dan ektasi saat ekspos di Mapolresta Barelang, Senin (12/2). F. Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang mengamankan seorang kurir narkoba, Sabirin Usman, 37, di perairan Pulau Setokok, Selasa (30/1), sekitar pukul 11.30 WIB. Dari penangkapan ini, diamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 6.219 gram dan 27.296 butir pil ekstasi.
Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, penangkapan ini bermula dari Satres Narkoba Polresta Barelang mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada transaksi narkoba di pulau Setokok. Dari informasi itu, selanjutnya dilakukan penyelidikan di Pulau Setokok.
“Dari informasi itu kita langsung menurunkan personil ke Pulau Setokok. Tidak lama disana, kita menemukan ada satu orang yang menguasai narkoba dan langsung kita amankan,” Kata Hengki, Senin, (12/2) pagi.
Dari penangkapan itu, polisi menyita 27.296 butir pil ekstasi merek Hello Kitty berwana merah muda yang dikemas ke dalam plastik bening dan enam paket sabu seberat 6.218 gram yang dikemas ke dalam bungkusan teh. Adapun barang haram itu disimpan di dalam karung beras berwarna kuning.
“Usai diamankan, tersangka yang beralamay di Pulau Terong, kecamatan Belakangpadang ini langsung kita bawa ke Satres Narkoba Polresta Barelang untuk dilakukan pengembangan,” katanya.
Dari pengakuan Sabirin kepada polisi, barang haram itu ia dapatkan dari seseorang warga negara Malaysia bernama Alex. Mereka melakukan transaksi narkoba itu di Out Port Limited (OPL). Usai transaksi, Sabirin terlebih dahulu menyembunyikan sabu itu di pulau kosong dan setelah dua hari atau pada saat situasi dirasa aman, Sabirin kembali ke pulau itu dan mengambil sabu tersebut untuk dikirimkan kepada seseorang bernama Abang di Palembang.
“Sampai saat ini, dua orang masih dalam pengejaran. Keduanya sudah masuk ke dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni pemilik narkoba di Malaysia dan penerima di Palembang,” tuturnya.
Selain itu, Sabirin juga mengaku telah dua kali menyelundupkan narkoba dari Malaysia. Namun, usaha keduanya menyelundupkan barang haram itu gagal setelah diamankan polisi. Dalam sekali pengantaran, Sabirin diberikan upah sebesar Rp. 40 juta.
“Narkoba ini langsung dibawanya langsung ke Palembang untuk diserahkannya kepada seseorang yang telah menunggu di Palembang,” beber Hengki.
Hengki menambahkan, Sabrin dijerat dengan pasal 114 ayat (2) dan 112 ayat (2) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun atau hukuman seumur hidup atau mati.
Sementara itu, dari pengakuan Sabirin saat ditemui di Satres Narkoba Polresta Barelang mengatakan bahwa dalam upaya penyelundupan pertama, ia membawa narkoba dengan jumlah yang sama dengan yang tertangkap pada Selasa (30/1) lalu.
“Sabu enam kilo dan ekstasinya segitu juga. Dua kali dan diupah empat puluh juta. Uangnya untuk enjoy (senang-senang, red),” aku pria pengangguran tersebut. (gie)
batampos.co.id – Kabar baik untuk Anda yang berprofesi sebagai PNS, guru atau karyawan yang bekerja di perusahaan BUMN.
Capella Honda Bengkong memberi penawaran berupa diskon tambahan sebesar Rp.350.000,- dari subsidi yang berlaku saat ini.
“Tambahan diskon tersebut berlaku untuk pembelian motor Honda secara tunai maupun kredit,” jelas Bakri pimpinan cabang kemarin.
Promo PNS, Guru dan BUMN tersebut juga diberikan bagi pembeli motor Honda CB150R Series. Bahkan, untuk diskon tambahan motor Sport Honda andalan tersebut lebih besar yakni Rp.1.000.000.
Untuk kredit motor tersebut konsumen cukup mengeluarkan DP hanya 2 juta saja untuk motor CB150R Street Fire, sementara untuk DP motor Beat hanya 650 ribu saja.
“Promo tersebut juga berlaku untuk anggota keluarga dalam 1 kartu keluarga,” jelasnya.
Nah, bagi masyarakat Batam jangan melewatkan promo-promo menarik ini yang ditawarkan Capella Honda Bengkong, segera hubungi kami atau langsung saja kunjungi showroom Honda di Jl. Bengkong Ratu Komp. Green Town Blok N No. 1-4 Bengkong Batam
batampos.co.id – Sejumlah proyek pelebaran jalan tahun anggaran 2018 sudah selesai proses lelang. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemko) Batam mulai mengerjakan hari ini, Selasa (11/2).
Wali Kota Batam Muhammad Rudi salah satu yang akan diperlebar duluan tersebut seperti ruas jalan Raja Ali Fisabillah dari Flyover ke Simpang BNI juga ruas jalan Pembangunan dari Simpang Apartemen Harmoni-Simpang Baloi.
“Karena lelang dan kontrak sudah selesai, besok pagi (hari ini) yang di Simpang BNI dan di Nagoya itu sudah mulai dilebarkan,” kata Rudi usai meninjau pembersihan pinggir jalan Laksamana Bintan, Batamcenter, kemarin.
Khusus di ruas jalan arah Flyover-Simpang BNI, untuk diketahui kini masih ada beberapa bangunan yang berdiri di atas Right Of Way (ROW) yang belum ditertibkan. Rudi menagtakan, pihaknya akan menertibakan seiring pelebaran jalan tersebut.
“Kami sambil jalan saja,” ucapnya.
Hal lain yang kini tengah dilakukan, kata Rudi, seperti pembersihan pinggir jalan dari sisa penertiban seperti yang dilakukan di pinggir jalan Laksamana Bintan. Ruas jalan ini diproyeksikan akan mulai dikerjakan April mendatang.
Ia menambahkan, selain mulai mengerjakan proyek pelebaran jalan 2018 pihaknya sudah mulai membicarakan rencana pelebaran jalan untuk 2019 mendatang. Seperti jalan di depan Kantor Camat Batuaji, ruas jalan Ahmad Yani dari Simpang Kabil ke Simpang Panbil Seibeduk, jalan dari Citra Batam ke arah jalan Dang Merdu depan Sekolah Yos Sudarso, jalan dari Bengkong Bengkel ke Bengkong Laut.
“Kami berharap warga mulai membongkar sendiri bangunannya jika ada di atas ROW jalan. Dan saya minta pada camat dan lurah tidak boleh ada izin satu pun yang dikeluarkan di atas ROW jalan yang akan dilebarkan ini, baik permanen ataupun sementara,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA) Yumasnur menyampaikan, umumnya yang mulai dikerjakan adalah proyek lanjutan 2017. Selain, jalan dari Flyover ke Simpang BNI dan Simpang Apartemen Harmoni ke Simpang Baloi, proyek lanjutan 2017 yakni jalan Sriwijaya dari Underpass ke Simpang Irinco serta jalan dari Simpang Planet Holiday ke Simpang The Hill Hotel.
“Ini bulan ini semua akan dikerjakan. Yang di Simpang BNI sore ini (kemarin) alatnya mulai masuk, besok pagi (hari ini) langsung pengerjaan,” terangnya.
Ruas jalan lain, ia akui masih dalam proses lelang seperti dari Simpang Patung Kuda ke Simpang Bengkong Seken, Jalan Ahmad Yani dari Simpang MAsjid RAya ke Simpang Kabil serta jalan dari Simpang KDA ke Simpang RS Elisabeth Batamkota.
“Selesai lelang, pasti langsung kami kerjakan,” imbuhnya. (adi)
batampos.co.id – Penangkapan kapal Sunrise Glory yang membawa 1 ton lebih sabu pada Rabu (7/2) lalu menambah daftar panjang kasus penyelundupan narkoba di wilayah perairan Batam dan Kepri. Batam kerap dijadikan lokasi transit narkoba oleh jaringan internasional karena lokasinya yang strategis.
Kepala Bidang (Kabid) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri Bubung Pramiadi mengatakan, para bandar dan penyelundup narkoba memanfaatkan banyaknya pelabuhan tak resmi di Batam. Sehingga sabu dalam jumlah besar sekalipun dapat dengan mudah masuk ke Indonesia melalui Batam.
“Jalur belakang inilah yang perlu diwaspadai. Karena masuknya dalam jumlah yang banyak, nanti dari sini baru dikirimkan ke beberapa daerah lainnya,” ujar Bubung, Senin (12/2).
Sedangkan penyelundupan narkoba dalam jumlah kecil, biasanya memanfaatkan jalur pelabuhan resmi dan bandara.
“Lihat saja, narkoba yang dibawa dari luar negeri melalui pelabuhan internantional atau bandara, kurirnya hanya membawa ratusan gram saja,” ungkapnya.
Namun Bubung mengakui, sampai saat ini BNNP Kepri tidak memiliki kapal untuk mengawasi pelabuhan-pelabuhan yang menjadi jalur penyelundup narkoba. Untuk itu, pihaknya memaksimalkan pengawasan melalui tim interdiksi yang terdiri dari TNI AL dan Bea Cukai.
Sementara Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman memastikan penyelundupan sabu seberat 1 ton 30 kg kapal MV Sunrise Glory terhubung dengan penyelundupan 1 ton sabu kapal Wanderlust. Kedua kapal tersebut berasal dari satu jaringan.
WaKasal Laksamana Muda (Laksda) Achmad Taufiqoerrochman (kiri) berbincang dengan Arman Depari (baju biru).
Mantan Panglima Armada Barat (Pangarmabar) TNI AL tersebut menjelaskan, nakhoda Sunrise Glory ternyata merupakan mantan nakhoda Wanderlust yang ditangkap petugas Bea Cukai di Perairan Pulau Mapur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu 16 Juli 2017 lalu.
Nakhoda ini beberapa kali menggunakan Wanderlust untuk masuk ke Indonesia. ”Nahkoda ini suruhan dari sindikat, tiap awak kapal tidak saling kenal,” kata Taufiqoerrochman saat ditemui di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kemarin.
Jumlah sabu yang dibawa kapal Sunrise Glory ini awalnya mencapai 3 ton. 1,3 ton diturunkan di Perth, Australia. Lalu, 1 ton 30 kg berhasil diamankan TNI AL dan BNN. Sisanya, 670 kg itu masih dalam pencarian. ”Yang pasti ada sebuah kapal lain yang diduga terhubung dengan kapal Sunrise Glory,” ungkapnya.
Menurutnya, kapal lain ini sedang dianalisa posisinya berada di mana. Ada tujuh perwira TNI AL yang saat ini sedang bekerja untuk mencari kapal tersebut. ”Keliatannya kapal lain ini sama sindikatnya,” terangnya.
Dari modus kapal Sunrise Glory, diketahui rentannya kejahatan terjadi menggunakan kapal laut. Kapal Sunrise Glory ini diketahui memiliki surat izin penangkapan ikan (SIPI) yang diduga palsu. ”SIPI-nya hanya fotokopi-an yang tertera berlaku 2017 hingga 2018,” paparnya.
Sementara Menteri KKP Sui Pudjiastuti menjelaskan, SIPI palsu itu menggunakan tandatangan mantan Dirjen yang sudah pensiun sejak 2009. Dengan modus ini, dapat diartikan bahwa dibalik kejahatan ini merupakan sindikat yang terkoordinir dengan rapi. ”Ini sindikat besar,” paparnya.
Yang lebih mengkhawatirkan, kapal asing dari Taiwan sebenarnya tercatat sudah ratusan kali masuk ke Indonesia. Hampir semuanya dengan cara yang ilegal. ”Kerugian Indonesia jelas sangat besar,” terangnya.
Sebab, kapal asing yang melakukan illegal unreported unregulated fishing itu kerap kali tidak hanya melakukan kejahatan mencuri ikan, namun juga melakukan berbagai kejahatan lain. Seperti penyelundupan narkotika, membawa hewan langka dan perdagangan manusia. ”Dulu ada kapal yang mencuri ikan di dalamnya ada hewan langka, burung Kalimantan ada juga hiu,” tuturnya.
Dengan begitu dapat diartikan kapal asing yang melakukan pencurian itu juga melakukan kejahatan internasional antarnegara. ”Jelas motifnya untuk semakin mendapatkan untung,” paparnya.
Sementara itu, Central Narcotics Bureau (CNB) Singapura memantikan kapal Sunrise Glory bukan kapal Singapura, meskipun saat ditangkap kapal itu mengibarkan bendera Singapura. Lembaga pemberantasan penyalahgunaan narkoba di Singapura itu menyebut bendera yang dikibarkan kapal Sunrise Glory itu palsu.
Melalui keterangan resmi, CNB menyebut kapal Sunrise Glory terdaftar sebagai kapal dari Kaoshiung, Taiwan. Nama asli kapal tersebut adalah Sun De Man No.66. Kemudian nama tersebut diganti menjadi Sunrise Glory untuk mengelabuhi aparat. (ska/idr/jpg)
Memasuki tahun politik ini, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPU) Kota Batam mengusulkan penambahan daerah pemilihan (dapil).
KPU Kota Batam mengusulkan ada enam dapil untuk Pemilu 2019, yaitu Batuaji sebanyak enam kursi, Sekupang dan Belakangpadang tujuh kursi, Bengkong dan Batuampar delapan kursi, Lubukbaja dan Batamkota 12 kursi, Nongsa Seibeduk Bulang dan Galang delapan kursi sementara Sagulung sebanyak sembilan kursi.
Tak hanya dapil, jumlah kursi di tiap dapil pun ada yang berubah dibanding Pemilu 2014 lalu. Dimana pada Pemilu 2014, Batam hanya memiliki lima dapil, yakni dapil satu meliputi Bengkong dan Batuampar dengan jumlah kursi 9. Dapil dua meliputi Lubukbaja dan Batam Kota sebanyak 12 kursi.
Dapil tiga Nongsa, Bulang, Sungai Beduk, Galang, 9 kursi. Dapil empat Sagulung, 8 kursi. Sementara dapil lima meliputi Belakangpadang, Sekupang, dan Batuaji dengan 12 kursi.
Usulan penambahan dapil ini sangat penting dan perlu, meski ada yang mungkin masih kontra. Ada beberapa alasan yang mendasari perlunya penambahan dapil ini, diantaranya pertumbuhan penduduk dan penyebaran penduduk Batam.
Kota Batam sebagai daerah industri memiliki pertumbuhan penduduk yang cukup pesat, mencapai delapan persen tiap tahun. Ini termasuk tertinggi di Indonesia.
Tahun 2006 lalu, jumlah penduduk Batam hanya sekitar 800.000 orang. Jumlah ini makin meningkat, dan tahun ini menurut data Pemerintah Kota Batam, jumlah penduduk Batam sudah mencapai 1.062.250 jiwa. Ini tergolong tinggi untuk Batam yang hanya memiliki luas sekitar 415 km per segi.
Pertumbuhan ini didorong tingginya angka kelahiran dan perpindahan penduduk dari daerah lain ke kota industri.
Seiring perkembangan kota dan munculnya perumahan-perumahan baru, penduduk Batam pun tak lagi terfokus pada satu kawasan dan mulai menyebar ke berbagai sudut Batam.
Kondisi ini tentu sangat berpengaruh pada jalannya pesta politik, Pemilu 2019 yang segera digelar.
Menurut Data Agregat Kependudukan per Kecamatan (DAK2) Kota Batam, jumlah penduduk Batam saat ini 1.062.250 jiwa, dengan begitu jumlah kursi DPRD sebanyak 50 kursi. Ini sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dimana pada pasal 191 ayat 2 mengatur, bila jumlah penduduk di antara 1 juta hingga 3 juta, maka jumlah kursi DPRD sebanyak 50 kursi.
Data penduduk dan penyebaran penduduk yang makin luas ini, menjadi hal penting untuk disikapi terkait perlunya penambahan daerah pemilihan untuk kelancaran Pemilu 2019 ini. Penambahan dapil ini, bisa memberi kesempatan kepada warga untuk lebih berpartisipasi saat pemilu dan lebih memeratakan jumlah kursi di wilayah Batam. (*)
“Sekarang, mana teleponku. Aku mau nelpon Ibuku sekarang.”
Kalimat ini yang ditulis oleh netizen bernama Kurniawan Dwi Septian usai nonton iklan Traveloka ‘Wander with Wonder’. Video yang berkisah tentang perjuangan seorang Ibu yang membesarkan anaknya seorang diri ini sekarang sedang viral di dunia maya.
Kisahnya sangat menyentuh. Sederhana, namun memiliki makna yang sangat dalam pada hubungan anak dan orang tua. Membuat mereka yang selama ini jauh dari Ibunya, mendadak ingat untuk menelepon orang tua mereka di rumah.
Dengan alur kisah yang manis dan hangat, video ini tidak terasa seperti sebuah iklan yang dibuat untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Rasanya lebih seperti sebuah pengingat, bahwa jangan lupakan orang tua dan berusahalah untuk membahagiakan mereka dalam keadaan apa pun.
Ketika melihat sosok anak dalam iklan ini, tampak bahwa ia belum sangat sukses. Namun kehidupannya bersama sang Ibunda sudah lebih baik daripada sebelumnya. Dengan rumah yang lebih bagus, meski tidak mewah.
Namun, sang anak berusaha untuk membahagiakan Ibunya. Ia membelikan tiket pesawat ke Prancis. Negara yang selama ini hanya dinikmati oleh sang Ibu dari film kesukaannya. Tampak bahwa si anak tulus menyayangi Ibunya, kemudian berusaha untuk membuat Ibunya juga bahagia.
Beberapa netizen menyebut kisah dalam video ini seperti perjalanan hidup mereka bersama sang Ibunda. Dan, tidak sedikit yang menangis karenanya.
“Saya sudah tidak punya ibu, sekarang cara untuk membahagiakannya adalah mendoakannya,” ujar @fitrianto2001 dengan emoticon tersenyum.
Tak sedikit pula yang menyebut iklan ini sangat menyentuh. Membuat anak-anak yang terlalu sibuk dengan dunia mereka, kembali mengingat orangtua yang sudah merawat dan membesarkan. Bahkan, ada yang menyatakan iklan ini sebagai pengingat agar tidak pernah lupa untuk membahagiakan orang tua.
Bagaimana dengan kamu? Sudahkah menonton video dari Traveloka yang bisa menjadi pengingat kepada orang tua ini?
batampos.co.id – Ingin beli motor? Sila ke Capella Honda Bengkong.
Dalam rangka menyambut Hari Raya Imlek 2.569 yang jatuh pada bulan Februari 2018 ini, Capella Honda Bengkong menawarkan setiap pembelian motor Honda khususnya Matic, akan mendapat Angpao. Demikian terang Bakri, pimpinan cabang kemarin.
Semua angpao yang sudah disediakan pasti ada isinya, hadiah yang paling besar yakni Emas 5gr.
Selain emas 5gr, juga terdapat smartphone Android Xiaomi, Jam Tangan Alexander Christie, Power Bank dan hadiah menarik lainnya.
“Tidak hanya hadiah-hadiah menarik, angpaonya juga ada potongan angsuran 1 kali atau diskon angsuran bulanan,” sambung Bakri.
Selain promo Hadiah Cabutan Angpao, untuk setiap pembelian kredit diatas 2 tahun type Honda GTR150R, Sonic 150R Series, CB150R Street Fire Series dan CBR150R Series mendapatkan potongan 1 kali angsuran.
“Sehingga konsumen bisa lebih hemat 1 bulan angsuran,” tambahnya.
Nah, bagi masyarakat Batam jangan melewatkan promo-promo menarik ini yang ditawarkan Capella Honda Bengkong, segera hubungi kami atau langsung saja kunjungi showroom Honda di Jl. Bengkong Ratu Komp. Green Town Blok N No. 1-4 Bengkong Batam (ptt)
batampos.co.id – Rancangan Peraturan Daerah (Perda) Perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bintan pada tahun 2018 akan segera dibahas Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bintan.
“Kalau drafnya masuk dari Pemkab, kita akan segera membahasnya,” kata Wakil ketua II DPRD Kabupaten Bintan, Trijono yang ditemui di kantor DPRD Kabupaten Bintan, Senin (12/2)
Trijono mengatakan, pembahasan RTRW nantinya akan melihat berbagai masukan dan pertimbangan dari berbagai pihak termasuk usulan dari Pemkab Bintan. Misalkan, melihat potensi pulau yang saat ini banyak digunakan resort padahal kawasan hutan dan pertanian. “Kalau pertimbangannya kuat ke pariwisata kemungkinan akan menjadi kawasan pariwisata, namun jika kuat kawasan pertanian maka tetap jadi kawasan pertanian,” katanya.
Terlebih, lanjutnya, saat ini, Pemkab Bintan tengah mengembangkan daerah pertanian, karena di daerah Kecamatan Toapaya, Bintan sebelumnya sudah dilakukan penanaman padi dan berhasil panen raya perdana.
“Nanti dibahas dulu, harus ada kajian dan kami harus pastikan wilayahnya yang diusulkan, baru kami turun ke lapangan untuk mencocokkan RTRW tersebut, misalkan pariwisata di pulau, yang selama ini RTRW-nya kawasan pertanian dan kawasan hutan, kalau mau dijadikan kawasan pariwisata harus ada pertimbangan lebih dan dikaji dahulu,” tukasnya. (met)