batampos.co.id – DPRD kota Batam mendukung Pemko Batam yang terus menyalurkan dana bergulir. Tetapi diharapkan penyalurannya bisa tepat sasaran. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang banyak kredit macet. Bahkan totalnya diperkirakan nilainya mencapai Rp 6,5 miliar.
“Jangan terulang seperti kasus-kasus sebelumnya. Banyak penerima yang tidak jelas. Bahkan keberadaannya kini tak diketahui oleh Pemko,” kata anggota komisi II DPRD Kota Batam, Mulia Rindo Purba, Jumat (16/2).
Apalagi menurut Rindo, jumlah penerima dana bergulir di 2018 hingga Februari baru belasan orang tetapo nilainya sudah miliaran. Artinya setiap peminjam mengajukan pinjaman besar.
“Kalau saya berharap pinjaman per orang jangan terlalu besar dan yang meminjam harusnya UMKM bukan badan usaha yang sudah besar. Intinya saya berharap, dana bergulir ini harus tepat sasaran,” katanya.
Politikus Gerindra tersebut akan tetap mendorong untuk dilakukan rapat dengan Pemko Batam untuk membuka siapa-siapa saja pihak yang tidak membayar dana bergulir. Ia berharap Pemko menyiapkan datanya saat RDP berlangsung. Termasuk pemohon dan penerima dana bergulir di tahun ini.
“Harus transparan semua. Jangan ada yang ditutupi. Siapkan datanya lengkap dan semua anggota dewan butuh itu,” katanya.
Menurut Rindo, Pemko harusya serius nenangani dana bergulir ini. Alasannya, masih banyak pelaku usaha kecil yang membutuhkan suntikan dana. Dimana pelaku UMKM saat ini bisa menjadi penopang ekonomi di Batam.
“Jadi menurut saya pinjaman per orang itu sekitar Rp 10 juta sampai Rp 20 juta. Harus diutamakan pengusaha yang sangat kecil saja, jangan pengusaga yang sudah kategori besar,” katanya.
Sementara kabaghumas dan protokol Pemko Batam Yudi Admaji mengatakan saat ini sudah ada puluhan yang mengajukan diri untuk dana bergulir. Saat ini tim masih melakukan verifikasi. Di mana total pinjaman yang diajukan bilernilain miliaran rupiah.
“Program ini sangat membantu masyarakat kecil makanya ini tetap dipertahankan. Untuk program tahu ini l, Pemko menyiapkan miliaran rupiah,” katanya. (Ian)
Calon penumpang memedati pintu Keberangkatan Hang Nadim Batam, Rabu (14/2). Menjelang libur perayaan tahun baru Imlek penumpang yang menggunakan pesawat mengalami peningkatan. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Selama mudik Imlek tahun ini, ada lima kota yang menjadi tujuan para pemudik. Rute pesawat ke lima kota itu selalu dipadati penumpang dari H-3 Imlek hingga kini.
“Medan, Jakarta, Padang, Pontianak dan Surabaya, selama arus mudik Imlek daerah ini selalu dipadati penumpang,” kata Direktur BUBU Internantional Hang Nadim Batam, Suwarso, Jumat (16/2/2018).
Suwarso menuturkan saat arus balik nanti, penumpang dari lima kota ini juga yang akan mendominasi di Bandara Internantional Hang Nadim.
“Kami memperkirakan arus balik itu Minggu (18/2) sore dan Senin pagi (19/2),” ucap Suwarso.
Selama arus mudik Imlek, Suwarso mengatakan hanya ada satu kejadian yang cukup menganggu di Hang Nadim. Dan itupun akibat cuaca buruk yang melanda Kota Jakarta.
“Kemarin (15/2), banyak pesawat yang delay dari Batam menuju Jakarta. Terpaksa harus menunggu, hingga cuaca di sana membaik. Jarak pandangnya tidak memungkinkan untuk mendarat,” tuturnya.
Bandara Hang Nadim tidak hanya dipadati oleh penumpang yang berangkat saja. Tapi juga penumpang yang datang.
“Pergerakan penumpang 14 Februari, datang 9.311 orang dan berangkat 9.001. Tanggal 15 Februari, datang 7.830 dan berangkat 8.260,” ujarnya.
Ia mengatakan penumpang yang datang ke Batam tidak hanya ingin merayakan imlek saja. Tapi juga ingin memanfaatkan momen libur akhir pekan yang cukup panjang.
“Penumpang yang berlibur ke Batam dan Singapura, itu ramai banget,” tuturnya.
Di Bandara Internantional Hang Nadim, Jumat (16/2) pukul 10.00 penumpang dari luar Batam menyesaki terminal kedatangan Hang Nadim. Salah seorang penumpang dari Pontianak, Yogi Yolanda,29 menuturkan kedatanganya ke Batam hanya untuk berlibur.
“Mumpung panjang,” tuturnya sembari tersenyum.
Pria berdarah Minang ini mengungkapkan selain menikmati objek wisata di Batam, Ia merencanakan Sabtu (17/2) akan bertolak menuju ke Malaysia.
“Malaysia lalu Singapura, Minggunya (19/2) baru balik ke Batam. Lalu langsung balik lagi ke Pontianak,” ungkapnya. (ska)
batampos.co.id – Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto menambah jumlah personelnya di pintu-pintu masuk wisatawan Mancanegara ke Batam. Penambahan jumlah personel ini guna mengantisipasi lonjakan wisman yang masuk ke Batam.
“Hari biasa kami tempatkan personel itu sekitar 16 orang untuk Pelabuhan International Batamcenter, tapi saat imlek kami perbantukan personel per pelabuhan itu sekitar 7 orang petugas. Pelabuhan lainnya juga kami tambah sekitar 6 hingga 7 personel,” katanya, Jumat (16/2).
Ia mengatakan ditambahnya personel ini, agar dapat melayani para wistawan yang masuk ke Batam.
“Wisman yang masuk ke Batam itu biasanya banyak saat imlek. Makanya personel ditambah, saat lonjakan datang. Kami sudah siap,” tuturnya.
Berdasarkan pengalaman Lucky saat menjadi perwakilan Imigrasi Indonesia di Singapura, toko-toko di negara itu banyak yang tutup. Sehingga warga Singapura banyak yang memilih berlibur ke beberapa tempat, salah satunya Batam. Dari informasi didapatnya dari anggotanya di lapangan, Wisman dari Singapura memadati beberapa pelabuhan international yang ada di Batam.
“Hari ini saja, jumlah wisatawan yang datang ke Pelabuhan Internantional Batamcenter 12 ribu orang, berangkat 7 ribu orang,” ucapnya.
Akibat membludaknya jumlah penumpang di Pelabuhan Internantional Batamcenter ini, agak menyulitkan patugas imigrasi dalam bidang pelayanan. Lucky menuturkan walau pihaknya menambah jumlah petugas, tapi konter yang disediakan tak mencukupi untuk melayani Wisatawan mancanegara yang datang ke Batam.
“Di Pelabuhan Batamcenter itu ada sekitar 10 konter, idealnya itu harusnya 14 hingga 16 konter. Saat seperti ini, akibatnya overload. Dalam satu waktu, yang datang bisa 6 sampai 8 kapal,” tuturnya.
Ia berharap pengelola Pelabuhan Internantional Batamcenter, dapat memberikan ruang lebih. Sehingga pihak imigrasi bisa menempatkan 14 konter di sana.
Sementara itu di Pelabuhan Internantional Harbourbay, penumpang yang datang itu sebanyak 5442 orang dan berangkat 1435 orang. Di Pelabuhan Internantional Sekupang hingga pukul 15.00 (16/2) penumpang yang datang sebanyak 3120 orang dan berangkat 910 orang.
“Selain dari Singapura, Wisatawan yang datang itu dari Malaysia juga,” ucapnya. (ska)
Chenchu Reddy, 45 tahun, seorang petani India mendirikan sebuah poster besar Sunny Leone, seorang bintang porno India untuk menjaga hasil panennya.
Ia memiliki tanaman sayuran yang luas di di Banda Kindi Palle, sebuah desa di Distrik Nellore India di negara bagian Andhra Pradesh. Baru-baru ini, petani tersebut mengatakan, tanamannya mulai mendapat perhatian penduduk setempat.
“Tahun ini, saya memiliki panen di 10 hektar tanah saya. Ini menarik perhatian penduduk desa, “kata Reddy kepada Hindustan Times via Russian Today, amis, (15/2).
Reddy mengatakan, orang-orangan sawah yang biasanya itu tidak efektif. Maka dari itu, ia pikir ia harus lebih kreatif.
Tidak lupa, dia juga menyertakan sebuah kalimat dalam bahasa Telugu yang berbunyi,
“Jangan menangis atau iri pada saya.”
“Trik saya berhasil. Sekarang Tidak ada yang menganggu hasil panen saya,” katanya.
Mudik dengan boat pancung tujuan Pulau Buluh, Bulang dari Pelabuhan Sagulung, Jumat (16/2). F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Warga keturunan Tionghoa yang tinggal di Batam mudik ke pulau asal mereka, salah satunya adalah Pulau Buluh. Pantauan Batam Pos, ratusan umat Tionghoa ini memadati Pelabuhan Rakyat Sagulung, Jumat (16/2).
Menurut Jesica Ling, warga Batam yang berasal dari Pulau Buluh, setiap perayaan Imlek ia memang kerap berkunjung ke rumah keluarganya yang masih tinggal dan bertahan di pulau tersebut.
“Di sana (pulau Buluh, red) masih ada mama. Saya dan saudara kerja dan tinggal di Batam,” ujarnya kepada Batam Pos.
Tak hanya berkunjung untuk bertemu keluarga, Jesica yang membawa serta keempat keluarganya tersebut juga berniat untuk sembahyang di vihara yang ada di pulau tersebut.
“Sekalian sembahyang sama-sama keluarga, biar Imleknya semakin terasa,” katanya.
Dia mengatakan mudik ke pulau asal memang salah satu momen yang tak bisa dilupakan oleh umat Thionghoa. Terlebih dia dan keluarganya.
“Seperti umat muslim yang mudik ke kampung, kami pun begitu saat perayaan Imlek,” jelasnya.
Vina, warga Tionghoa asal pulau Buluh juga demikian. Bahkan ia mengaku berkunjung ke pulau asalnya sehari sebelum hari Imlek.
“Rayakan imlek bareng keluarga di pulau,” katanya.
Ia mengaku setiap tahun tetap berkunjung ke pulau asalnya.
“Saya tidak lupa sama tempat asal. Makanya saya bawa semua anak-anak saya biar mereka tahu dimana mamanya asal, dan di sana juga masih banyak sanak saudara,” jelasnya.
Jefri, pengelola Pelabuhan Rakyat Sagulung, mengatakan sejak pagi ratusan umat Tionghoa sudah berdatangan. Rata-rata mereka berkunjung ke pulau terdekat seperti Pulau Buluh, Pasir, Todak dan pulau terdekat lainnya untuk merayakan Imlek.
“Setiap imlek memang ramai. Sama seperti umat muslim yang mudik ke pulau asalnya,” ucapnya.
Dia mengatakan sebagian besar mereka pergi lalu kembali pada sore hari. “Jarang yang nginap. Soalnya dekat,” tutupnya. (une)
Seorang warga Tionghoa saat melakukan sembahyang di malam perayaan Tahun Baru Imlek di Vihara Tua Pek Kong Winsor Batam, Kamis (15/2) F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Perayaan malam tahun baru imlek dimanfaatkan ratusan warga Thionghoa untuk bersembahyang di Toapekong, Windsor Lubukbaja, Kamis (15/2) malam. Selain bersembahyang, sejumlah warga juga menikmati pesta kembang api yang berlangsung sekitar 15 menit.
Ricie li, warga Baloi mengaku datang bersama keluarganya untuk sembahyang kepada para dewa. Tujuannya agar di tahun baru, kehidupan mereka bisa lebih baik dan bisa membantu sesama.
“Sembayang ini bukan untuk diri sendiri dan keluarga, tapi untuk kesejateraan semuanya. Semoga lebih baik lagi di tahun Anjing Tanah ini,” terang Ricie yang juga mengajak kedua orang tuanya.
Menurut dia, usai bersembahyang , ia bisa menikmati pesta kembang api dengan suasana imlek yang kental di Toapekong tersebut. “Senang saja sembayang disini, karya suasana imleknya lebih terasa disini,” jelas Ricie.
Sementara Tari, warga Batamcenter mengaku datang ke lokasi hanya untuk menikmati perayaan imlek dan menanti pesta kembang api. Apalagi menurutnya, pesta kembang api di Toapekong lebih bervariasi dibanding lokasi lain.
“Saya tak sembahyang, hanya menikmati hiburan saja dan menanti pesta kembang api,” terang Tari.
Pesta kembang api di Toapekong berlangsung sekitar 15 menit. Jenis kembang api yang disajikan pun beragam dengan warna-warni menarik. Jejeran lampion dan pernak pernik imlek lainnya membuat suasana perayaan imlek terasa sangat kental.
Tak hanya pada malam hari, ratusan warga juga bersembahyang pada hari pertama Imlek. Rata-rata mereka datang pagi hari agar sembahyang lebih fokus karena tak harus antre. (she)
Memasuki Tahun Baru Imlek sejulah toko di Komplek Bumi Indah terlihat mulai tutup karena pemilkinya yang sebagian besar akan merayakan Tahun Baru Imlek, Kamis (15/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Pusat kawasan bisnis center di Kawasan Nagoya, Lubukbaja sepi Jumat (16/2) karena hampir semua ruko tutup. Namun suasana berbeda terlihat di kawasan mal-mal yang ada di Nagoya.
Seperti di Nagoya Hill, ribuan pengunjung memadati salah satu mal terbesar di kawasan Nagoya tersebut. Hampir semua tempat makan di Nagoya Hil penuh oleh pengunjung. Bahkan banyak dari pengunjung yang tidak dapat tempat parkir mobil dikarenakan seluruh parkiran penuh.
Dian warga Seipanas mengaku sengaja datang ke Nagoya Hil untuk janjian bersama temannya. Namun saat memasuki area tersebut, Dian harus kecewa karena tidak dapat memarkirkan mobilnya di area parkir Nagoya Hil.
“Semua tempat parkir penuh, padahal saya sudah ke tingkat paling atas, semua penuh. Terpaksa parkir diluar kawasan karena memang mau ketemu teman,” terang Dian.
Tak hanya kecewa dengan tempat parkir, ia juga harus antre untuk mendapati tempat makan yang nyaman dan enak. Dimana hampir semua tempat makan dipenuhi pengunjung.
“Pada penuh, bingung mau duduk dimana. Benar-benar ramai, mungkin karena hari libur,” jelas Dian.
Suasana yang sama juga terlihat di pusat perbelanjaan Megamall. Nah, di mal ini tak hanya dipadati warga lokal, namun juga wisatawan asing yang baru sampai ke Batam dari Pelabuhan Internasional Batamcenter. Hal itu terlihat dari bawaan mereka yang cukup banyak dan menenteng sebuah ransel.
“Megamal ramai juga. Susah juga cari tempat parkir,” terang Agas.
Meski mal padat, jalanan Batam terlihat sepi tidak seperti biasa. Arus lalu lintas pun terlihat lancar tanpa macet. (she)
Pesta kembang api menyemarakan perayaan Malan tahun Batu Imlek di Vihara Tua Pek Kong, Jumat (16/2). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Keberagaman dalam persatuan tampak pada malam Tahun Baru Imlek 2569 di Komplek Bumi Indah Nagoya, Kamis (15/2) malam lalu. Perayaan Imlek dimulai secara resmi dengan dibukanya mata naga oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD).
Tak hanya suguhan barongsai yang memang khas warga Tionghoa, pada perayaan Imlek ini juga ditampilkan Tari Zapin dari sanggar Wan Sendari. Bahkan tamu penting diarak ke panggung utama dengan iringan barongsai dan di bagian depannya cogan, kipas raja Melayu.
Wali Kota Batam Muhammad Rudi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Batam khususnya yang turut meramaikan malam perayaan Imlek tersebut. Bukan saja warga Tionghoa tapi juga warga Batam umumnya, dari berbagai suku dan agama.
“Kebersamaan ini sangat kita harapkan. Kita adalah satu dalam kehidupan demi menjaga keamanan. Dan Batam butuh keamanan untuk pembangunan,” ujarnya.
Pembangunan di Batam, kata Rudi, juga bisa berjalan baik berkat kerja sama FKPD. Badan Pengusahaan (BP) Batam memberikan lahan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang merencanakan, DPRD yang mengesahkan anggaran. Dan aparat keamanan baik TNI maupun Polri bersama menjaga pelaksanaan di lapangan.
“Kami juga bersatu, demi membangun Batam dan demi ekonomi masyarakat yang lebih baik,” kata Wali Kota.
Rudi mengatakan tahun ini Pemko Batam masih melanjutkan pelebaran jalan, khususnya kawasan Nagoya dan Batamcentre. Sedikitnya tujuh penggal jalan besar yang dikerjakan pemerintah tahun ini. Jika pembangunan jalan ini selesai, pemerintah berharap menarik semakin banyak wisatawan ke Batam.
“BP bangun destinasi, kami perindah kota, kita yang menjaga. Insya Allah pariwisata ramai,” sebutnya.
Selain itu, Pemko Batam juga sudah mendesain penataan Komplek Bumi Indah, tempat berlangsungnya acara. Kawasan belanja ini akan ditutup atap yang bersambung dari bangunan ke bangunan. Lokasi ini akan dibuat tertutup bagi kendaraan. Sehingga pengunjung bisa jalan kaki dengan nyaman dan satu toko ke toko lain.
Pedagang-pedagang kaki lima juga akan disiapkan tempat untuk berjualan, yakni di Pasar Induk Jodoh. Saat ini proses peralihan aset sedang dilakukan antarinstansi pemerintah. Setelah proses ini selesai, Pasar Induk akan segera dibangun ulang dengan desain baru yang lebih modern.
“Kalau selesai, seluruh pedagang di Nagoya-Jodoh saya pindahkan ke sana. Artinya Nagoya lebih bersih,” sebut Rudi.
Ketua PSMTI Kepri Eddy Hussi mengatakan perayaan Imlek tak cuma digelar di Batam, tapi juga kabupaten/kota lain di Kepri. Seperti di Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun.
Kegiatan sosial lain juga sudah dilakukan dalam rangka menyambut tahun baru Imlek. Di antaranya bedah rumah, donor darah, dan sebagainya. Berbagai kegiatan tersebut bisa terselenggara berkat dukungan 19 yayasan marga Tionghoa yang ada. (mta)
Penumpang memasukkan barang bawaannya didalam X-Ray di Pelabuhan Domestik Sekupang, Rabu (14/2). Pegawai Ditpam BP Batam yang bertugas di PDS kena operasi tangkap tangan (OTT) oleh Polresta Barelang. F Dalil Harahap/Batam Pos
batampos.co.id – Dua tersangka dugaan kasus pungutan liar (pungli) di Pelabuhan Domestik Sekupang yang dilakukan pegawai Direktorat Pengamanan (Ditpam) BP Batam tidak ditahan Polresta Barelang.
Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengatakan, tidak ditahannya kedua tersangka oknum Ditpam BP Batam dikarenakan ancaman hukuman di bawah lima tahun penjara. Dan juga karena barang bukti yang disita pihak kepolisian di bawah Rp 5 juta.
“Kedua tersangka dikenakan dengan ancaman hukuman tiga tahun dan jumlah barang bukti sebesar Rp 1,5 juta,” kata Hengki, Jumat (16/2).
Dikatakan Hengki, meski kedua tersangka tidak ditahan. Proses hukum yang menjerat mereka tetap berjalan. Selain itu, karena status keduanya yang merupakan Apartur Sipil Negara (ASN), kecil kemungkinan untuk mereka melarikan diri dan melakukan perbuatan lainnya.
“Mereka kan Aparatur Sipil Negara di BP Batam. Tak mungkinlah melarikan diri,” kata Hengki.
Hengki menyebutkan, saat ini pihaknya sedang memfokuskan pemeriksaan terhadap kedua tersangka untuk mengetahui siapa saja yang menikmati uang ini. Sebab, pungli ini diduga sudah dilakukan oleh kedua tersangka beberapa kali.
“Dari kedua tersangka ini, apakah berkembang lebih jauh dan atau sampai dua orang tersangka ini. Kita lihat saja perkembangannya,” sebut Joko.
Seperti diketahui sebelumnya, Herlan Sadri dan Yani, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Satreskrim Polresta Barelang usai menerima uang dari salah satu penumpang sebesar Rp. 1,5 juta, Rabu (14/2). Dari hasil pemeriksaan, Polisi pun akhirnya menetapkan keduanya sebagai tersangka.
Modus pungli yang dilakukan para tersangka yakni meminta sejumlah uang kepada penumpang Pelabuhan Domestik Sekupang agar barang-barang yang seharusnya tidak boleh dibawa ke luar Batam, agar bisa keluar ke daerah lainnya. Awalnya, kedua tersangka meminta uang sebesar Rp. 2 juta. Namun, penumpang itu hanya sanggup membayar Rp. 1 juta.
Karena dinilai terlalu kecil, kedua tersangka kembali meminta uang sebesar Rp. 500 ribu. Sehingga total yang diminta oleh kedua tersangka sebesar Rp. 1,5 juta. Kedua tersangka juga mengancam akan membawa barang penumpang tersebut ke Kantor Bea Cukai untuk ditahan.
Dari OTT tersebut, pihak Kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa 10 unit laptop dan uang sebesar Rp. 1,5 juta.
Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 12 undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dalam undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi.
Jadi Pelajaran
Ketua DPRD Batam, Nuryanto berharap terjadinya kasus OTT di Pelabuhan Sekupang bisa menjadi pelajaran bersama.
Imbauan itu ia tujukan tidak hanya untuk bagian Ditpam BP Batam. Tetapi semua pihak terutama bagian pelayanan masyarakat, agar bebas dari pungutan apapun.
“Stop pungli. Penangkapan itu menjadi pelajaran agar oknum pejabat lain tidak melakukan pungli dalam memberikan pelayanan masyarakat,” kata Nuryanto.
Selain itu, jika diperlukan sistem yang bisa menekan angka pungutan liar, seperti sistem online.
“Kami mengimbau semua pihak, pejabat, lembaga, instansi untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Nuryanto melanjutkan, semangat dari memberikan pelayanan terbaik itu, tidak lain dimaksudkan untuk memperbaiki dan memberikan kebaikan untuk Kota Batam sendiri. Selain di Ditpam BP Batam, OTT tim saber pungli juga pernah menyasar ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam. Orang yang diamankan merupakan mereka yang memiliki kedudukan.
“Harusnya ini jadi pelajaran, agar tidak ada lagi sampai terjadi kasus serupa,” ungkapnya.
Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto, meminta penindakan hukum dari instansi terkait. Hal itu dilakukan agar terjadi kedisiplinan dan tidak terulang lagi di kemudian hari.
“Yang namanya kesalahan tetap harus dihukum, apapun itu,” pungkasnya.
Sebelumnya tim saber pungli Sat Reskrim Polresta Barelang melakukan OTT terhadap dua oknum Ditpam BP Batam, Herlan Sadri dan Yani, Rabu (14/2) pukul 11.00 WIB. Mereka diamankan di depan pintu x ray lantai dua pelabuhan Domestik Sekupang saat menerima uang Rp 1,5 juta dari salah seorang penumpang.
Uang itu diduga sebagai uang pelicin, agar barang-barang yang seharusnya tidak boleh keluar Batam bisa keluar ke daerah lainnya. (rng/gie)
batampos.co.id – Ingin memberikan penjelasan kepada dunia bahwa gender tidak menjadi halangan bagi siapapun yang ingin melayani negara ini, Militer Filipina mengangkat perwira transgender pertama pada Rabu, (14/2).
Gerarldine Roman, transgender pertama yang terpilih menjadi anggota kongres sebagai reservis.
“Geraldine adalah perwira transgender pertama di Angkatan Bersenjata Filipina,” kata Juru Bicara Departemen Pertahanan, Arsenio Andolong seperti dilansir AFP, Jumat, (16/2).
“Perang dan bencana tak melihat jenis kelamin. Setiap orang harus membela dan melayani masyarakat dan negara kita, ” tambahnya.
Roman terlahir dari keluarga politisi di Manila, ia mengubah gendernya pada tahun 1990-an.
Kesuksesan dalam bidang politiknya dipuji oleh aktivis LGBT di tengah masyarakat Manila yang konservatif. Masyarakat yang menolak perceraian dan menolak pernikahan sesama jenis.
Pada tahun 2017, militer Filipina mengumumkan, pihaknya akan menerima pelamar LGBT asalkan mereka mempunyai martabat.