batampos.co.id – Sebuah misi dari Presiden Xi Jinping yaitu memberantas korupsi, membuat penjara penuh dengan para narapidana. Menurut sumber dari penjara yang tidak ingin disebutkan namanya, tidak ada cukup ruang untuk menampung keluarga yang akan menjenguk.
Penjara Qincheng sudah penuh sesak dengan para koruptor sehingga tak mampu menampung keluarga yang akan menjenguk pada saat Imlek.
Qincheng sering dianggap sebagai kandang harimau. Menampung setidaknya 1,3 juta pejabat yang tersandung kasus korupsi dari kelas harimau hingga kelas lalat.
Jenderal Zhou Yongkang, politisi Bo Xilai, mantan pembantu presiden Ling Jihua, dan mantan jenderal Guo Boxiong, termasuk orang-orang yang ditahan di sana.
Biasanya, para narapidana yang berusia lebih dari 60 tahun dapat menantikan makan dengan anggota keluarga pada Tahun Baru Imlek. Namun, tidak untuk kali ini.
Kesengsaraan bertambah ketika pengunjung juga tidak diperbolehkan hadir pada dua minggu sebelum dan sesudah Tahun Baru Imlek.
Tidak seperti penjara ‘VIP’ untuk kerah putih yang dibayangkan oleh orang-orang, Qincheng dijaga ketat. Beberapa mantan narapidana mengungkapkan, mereka juga dianiaya di sana.
Qincheng adalah satu-satunya penjara di Tiongkok yang dikelola oleh Kementerian Keamanan Publik. Pemimpin prodemokrasi Tiananmen mengatakan, ketika dia dipenjara di Qincheng, tidak ada yang baik tentang penjara itu, bahkan untuk tamu VIP sekalipun.
Anies Baswedan sempat tak boleh ikut dalam penyerahan medali (Pemprov DKI)
batampos.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang tak boleh ikut turun ke lapangan bersama rombongan Presiden Joko Widodo (Jokowi), dalam seremoni penyerahan piala di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Padahal Persija Jakarta sebagai kampiun dalam ajang Piala Presiden 2018.
Padahal, Anies merupakan salah satu tamu yang diundang dalam final Persija vs Bali United. Selain itu, Anies selaku gubernur merupakan “tuan rumah”. Ironisnya, Anies tak bisa memberikan medali kepada pemain Persija yang notabene berbasis di Jakarta dan klub yang “dibelanya”.
Menengok ke belakang, situasinya berbeda sekali dengan gelaran Piala Presiden 2015 lalu. Pada partai puncak di tempat yang sama, dalam penyerahan gelar kepada Persib Bandung, Gubernur Jakarta kala itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), justru turut mendampingi Jokowi. Memakai jersey Persija, dia ikut menyerahkan medali kepada pemain Persib satu per satu. Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, pun turut serta.
Situasi yang mirip tapi degan rentang waktu tiga tahun, perbedaan perlakuan kepada Ahok dan Anies itu ikut menjadi viral dan ramai diperbincangkan di media sosial. Bahkan, salah satu anggota DPR, Fahri Hamzah, ikut mengomentarinya.
“Adegan ini kalau benar harus dijelaskan kepada publik oleh @KemensetnegRI . Kenapa gubernur DKI @aniesbaswedan Gak boleh ikut sementara pejabat Gak jelas pada ikut? Ahok aja diajak naik mobil RI1 padahal terdakwa…#NgawurKalian !!,” tulis Fahri dalam akun Twitter pribadinya.
Komentar salah satu warganet
Mengenai hal itu, pihak Istana Negara langsung memberikan klarifikasi. Menurut Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, situasi yang dialami Anies merupakan protokoler Pasukan Pengawal Presiden (Paspampres).
Anggota Paspampres yang menghalangi langkah Anies disebut menjalankan tugas dengan hanya mengizinkan pejabat yang namanya terdaftar, untuk ikut rombongan Presiden Jokowi dalam acara seremoni juara. Dalam hal ini, berarti nama Anies tidak masuk daftar.
Berikut penjelasan lengkap Bey Machmudin dalam keterangan tertulis:
“Usai pertandingan final Piala Presiden 2018, beredar video pendek saat-saat menjelang penyerahan piala. Dalam video terlihat anggota Paspampres mencegah Gubernur Jakarta Anies Baswedan untuk turun mendampingi Presiden.
“Tindakan tersebut merupakan prosedur pengamanan karena Paspampres berpegang pada daftar nama pendamping Presiden yang disiapkan panitia. Paspampres hanya mempersilakan nama-nama yang disebutkan oleh pembawa acara untuk turut mendampingi Presiden Joko Widodo.
“Tidak ada arahan apapun dari Presiden untuk mencegah Anies. Mengingat acara ini bukan acara kenegaraan, panitia tidak mengikuti ketentuan protokoler kenegaraan mengenai tata cara pendampingan Presiden oleh Kepala Daerah.
“Selama pertandingan, Presiden Jokowi dan Gubernur Anies sangat menikmati jalannya pertandingan final. Keduanya menonton dengan rileks, sangat informal, serta akrab. Presiden menyampaikan selamat dan menyalami Anies saat Persija mencetak gol.
“Karena bukan acara resmi, Presiden juga masih perlu menunggu selama 15 menit di lapangan hingga selesainya pemberian penghargaan lain sebelum menyerahkan Piala Presiden kepada Persija.
“Jakarta, 18 Februari 2018 “Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden
batampos.co.id – Nilai investasi di Batam berdasarkan izin usaha pada tahun 2017 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan bila dibandingkan dengan tahun 2016.
Dalam catatan Badan Pengusahaan (BP) Batam, realisasi investasi berdasarkan izin usaha pada tahun 2017 berjumlah 1.116.895,10 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dari 73 proyek.
“Nilainya jauh lebih besar dibanding tahun 2016 yang membukukan angka 446.230,20 juta dolar Amerika dari 72 proyek,” kata Direktur PTSP BP Batam, Ady Soegiharto, Sabtu (17/2).
Perusahaan-perusahaan besar yang masuk ke Batam pada tahun 2017 antara lain PT Enerco RPO Internasional yang bergerak dibidang oil refinery dengan nilai investasi, 90 juta dolar AS. Perusahaan yang memanfaatkan fasilitas KILK ini merupakan perusahaan dalam negeri.
Ada juga perusahaan PT Esun International Utama Indonesia, yang bergerak dibidang daur ulang logam. Perusahaan yang berinvestasi sekitar 4 juta dolar AS ini, merupakan investor asal Singapura dengan memanfaatkan I23J dan KILK pada 24 Januari 2017.
Sementara perusahaan PT Infocus seperti disebutkan di atas, merupakan industri peralatan komunikasi tanpa kabel. Perusahaan gabungan Singapura dan Tiongkok. Demikian dengan PT Asus Technology Indonesia Batam, bergerak dibidang industri peralatan komunikasi tanpa kabel, dengan memanfaatkan fasilitas I23J.
Sementara perusahaan lain yang memanfaatkan I23J, adalah PT Indo Kreasi Grafika. Perusahaan ini bergerak di bidang industri kemasan dan kotak dari keras dan karton, dengan nilai investasi, 3,8 juta dolar AS. Perusahaan asal Malaysia ini masuk pada 2 Mei 2017.
Kemudian, ada PT Blackmagic Design Manufacturing, yang bergerak di bidang industri peralatan film dan broadcast. Nilai investasi perusahaan asal Australia yang masuk pada 12 April 2017 ini sekitar 4 juta dolar AS.
Untuk tahun 2018, sudah ada sejumlah investor yang masuk seperti PT Royal Newport Plastic, lalu PT Hongseng dan juga perusahaan dalam negeri yakni PT Energi Unggul Persada.
Ada juga industri yang melakukan perluasan seperti PT Cladtec Bi-Metal Manufacturing dengan nilai ekspansi sebesar 67 juta Dolar Amerika.
Untuk tahun 2018 hingga saat ini, total investasi masuk sudah mencapai 94 juta dolar AS.”Disamping itu Caterpillar akan melakukan ekspansi dan ada juga ada investor yang akan membawa perusahaan pendukung masuk ke Batam,” katanya.(leo)
batampos.co.id – Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang melalui Pelabuhan Ferry Internasional mengalami peningkat bila dibandingkan dengan libur Imlek tahun 2017 lalu. Hal ini disampaikan Pengelola Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang, Jumarly, Sabtu (17/1).
“Tahun ini banyak wisman barat, selain Singapura yang rutin datang melalui Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang,” kata dia.
Menurutnya wisman tersebut akan berlibur ke salah satu resort yang ada di Pulau Sugi, Kecamatan Moro, Karimun. Mereka biasanya rombongan dan memboyong keluarganya sekaligus untuk berlibur di pulau tersebut.
Ia menyebutkan pasca perayaan Imlek Jumat (16/2) jumlah pengunjung lebih banyak dibandingkan h-1. Berdasarkan data manifest penumpang, jumlah penumpang yang datang mencapai 4.220, sedangkan yang berangkat hanya 1. 244 penumpang.
Menurutnya, dibanding tahun lalu, kenaikan wisman yang masuk lewat PFS mencapai 50 persen. “Yah, mungkin ada destinasi-destinasi baru Kepri yang sekarsng tengah berkembang dan menarik keinginan wisman untuk berkunjung,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bus pariwisata juga terlihat ramai sejak pagi, untuk menjemput tamu mereka. Ia berharap tren positif ini bisa membangkitkan pariwisata yang ada di Batam, Kepri umumnya.
“Kalau ramai semua berimbas, mulai dari transportasi, perbelanjaaan, hingga penginapan,” tutupnya.
Sementara itu, antrian kendaraan hingga ke luar pelabuhan terlihat di Pelabuhan Domestik Sekupang. Konter-konter tiket terlihat juga ramai didatangi calon penumpang.
Kepala Pos Syahbandar PDS, Trino Palapa mengatakan jumlah penumpang yang melalui PDS masih ramai. Libur panjang ini juga dimanfaatkan mereka untuk berkumpul bersama keluarga mereka.
“Masih ramai yang mudik, sebagian memang mudik pasca perayaan tahun baru, karena mau sembahyang arwah di hari kelima imlek,” terangnya.
Menurutnya, pelayaran ramai juga terjadi di PFS, hingga sore kemarin sedikitnya 11 ribu lebih yang masuk dari h-3 jelang Imlek.
“Dua pelabuhan ramai, dan Alhamdulillah pelayaran berjalan dengan baik dan lancar dengan kondisi cuaca yang kondusif,” tutupnya.(yui)
Pengunjung mencari spot foto menarik di sekitar land mark Kebun Raya Batam yang berlokasi di Nongsa, Sabtu (17/2). Kebun Raya Batam menjadi destinasi wisata baru meskipun belum rampung pembangunannya. F. Yusuf Hidayat/Batam Pos
batampos.co.id – Selama ini masyarakat hanya mengetahui wisata Pantai Nongsa dan Pantai Melayu saja di daerah Nongsa. Tapi kian hari, kian banyak pilihan tempat wisata di daerah ini.
Kini yang terbaru ada wisata Kampung Terih, Kebun Raya Batam, pantai Bale-Bale dan wisata bakau. Tempat wisata baru ini, menjadi magnet baru. Sabtu (17/2), tempat-tempat ini dipenuhi masyarakat Batam yang memanfaatkan momen libur Imlek dan akhir pekan.
Salah seorang warga yang ditemui Batam Pos di Kebun Raya Batam, Yanti mengatakan mengatahui tempat-tempat wisata baru ini dari media sosial.
“Saya lihat cantik sekali tamannya, makanya tertarik ke sini,” kata warga Bengkong itu, Sabtu (17/2).
Yanti tidak sendirian, ia bersama temannya Uswah. Wanita kelahiran 27 tahun silam itu, mengatakan saat ini banyaknya pilihan wisata di Nongsa.
“Barusan saya dari Pantau Bale-Bale, bagus juga,” ungkapnya.
Pantauan Batam Pos di Kampung Terih, cukup banyak masyarakat yang mendatangi kampung wisata ini. Kampung yang gembar gemborkan menjadi destinasi wisata yang baru oleh Pemko Batam, cukup menarik minat masyarakat. Penataan kampung yang ciamik dan serta kekinian, melepaskan rasa penasaran masyarakat.
“Oooo jadi seperti ini. Awalnya penasaran, karena dapat kiriman foto Kampung Terih dari teman melalui WhatsApp. Ternyata sesuai dengan aslinya,” ucap Fahrur, 23.
Pemuda asli Riau ini menuturkan selama di Batam, tempat wisata di Kota Bandara Madani ini tak banyak.
“Dulu itu hanya jembatan Barelang, pantai di sekupang, Tanjungriau, Pantai Nongsa. Tapi sekarang ini sudah banyak pilihan, jadi tidak pusing lagi berakhir pekan di mana,” tuturnya.
Ia mengatakan sudah memiliki jadwal untuk menghabiskan akhir pekannya. “Sabtu ini saya di Kampung Terih, besok saya ke Kebun Raya Batam. Minggu depannya, saya mau ke pantai yang ada di Galang. Informasinya ada pantai cantik juga di sana,” ucapnya.
Bagi Fahrur, dengan banyaknya pilihan wisata di Batam, akan membuat masyarakat tak lagi tertarik ke luar negeri. Karena di Kotanya sendiri, masih banyak tempat-tempat yang didatangi.
“Dulu kan banyak berakhir pekan ke Malaysia, Singapura, karena tempat berlibur di Batam ini terbatas. Kalau sekarang sudah banyak pilihan, jadi pasti tak bosan lagi,” ungkapnya.
Pemuda yang bekerja di daerah kawasan Nagoya itu berharap Pemerintah Daerah terus meningkatkan jumlah destinasi wisata. Tentunya tak hanya menarik wisatawan lokal, tapi juga mancanegara.
“Semakin banyak orang berwista ke daerah sendiri, yah makin meningkatkan pendapatan masyarakat sendiri. Dari pada ke luar negeri, membuat kaya orang sana saja,” ungkapnya. (ska)
Ayu menunjukan produk yang dijual secara online kepada temannnya. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Tutupnya ratusan toko pasca perayaan Imlek di Batam ternyata berdampak kepada penjual online. Banyak penjual online yang harus menunda pengiriman karena belum bisa mengambil pesanan dari pembeli.
Rata-rata penjual online di Batam merupakan reseller yang bergantung pada toko-toko tas di kawasan Nagoya dan Baloi. Apalagi pemilik toko tas kebanyakan dari masyarakat Thionghoa yang sedang merayakan pergantian tahun.
Anis, salah satu penjual onlineshop tas di Batam mengatakan telah ada pemberitahuan kepada pelangganya jika pengiriman pesanan tak bisa tepat waktu. Hal itu dikarenakan stok barang yang dipesan (tas atau parfum, red) belum bisa dikirim.
“Kami hanya bilang pengiriman agak lama, karena gudang persediaan tas tutup. Namun pasti barang terkirim,” terang wanita yang sudah dua tahun bergelut dengan bisnis online.
Dikatakan Anis, ia menjadi reseller beberapa toko di kawasan Nagoya dan Baloi (Pasar Pinuin). Namun karena libur imlek, seluruh toko yang biasa menjadi tempat ia berlangganan tutup.
“Ada beberapa tempat, tiap toko beda-beda model dan harga juga,” ujar Anis.
Hingga sekarang, menurut Anis masih banyak warga luar daerah yang mencari tas online dari Batam. Hal itu dikarenakan harga yang lebih murah dan kualitas lebih baik dari daerah lain.
“Masih banyak, namun tidak seperti dua tahun lalu. Kalau sekarang yang beli bisa dihitung, beda dengan dulu,” jelasnya.
Tak hanya penjual online shop, sejumlah warga juga kesulitan dalam membeli peralatan elektronik karena pada tutupnya toko-toko elektronik. Karena toko-toko yang tutup tak hanya di kawasan bisnis center, tapi juga di pusat perbelanjaan mal.
“Mau cari sesuatu, tapi toko elekronik banyak tutup. Mudah-mudahan tutupnya tak lama,” kata Ibenk.
Pantauan Batam Pos, Sabtu (17/2) siang kawasan Bisnis center Nagoya terlihat sepi. Hal itu juga terlihat dari sepinya kendaraan yang kerap parkir di pinggir jalan. Bahkan, kawasan itu tak terlihat adanya juru parkir. (she)
Ria seorang pedagang sayur Tos 3000 Jodoh menunjukan cabai rawit Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Harga cabai di pasar tradisional Batam kembali naik meski tidak terlalu signifikan. Dari minggu lalu yang hanya Rp 35 ribu naik menjadi Rp 45 ribu perkilonya. Sementara untuk harga beras, belum mengalami penurunan harga atau tetap berada diatas harga eceran tertinggi (HET).
Seperti yang terlihat di Pasar pagi Tos 3000, Jodoh, harga cabai dijual bervariasi oleh para pedagang, tergantung darimana asal cabainya. Seperti cabai dari Medan ditawarkan dengan harga Rp 38 ribu perkilo. Menurut Adit, harga tersebut memang naik dibanding minggu lalu yang hanya Rp 35 ribu per kilo.
“Naik tiga ribu perkilonya, kalau minggu lalu masih Rp 35 ribu perkilo,” ujar Adit pedagang cabai di pasar Tos 3000.
Sedangkan untuk cabai asal Yogyakarta dijual dengan harga Rp 40 ribu perkilo. Hal itu dikarenakan kualitas cabai yang dinilai lebih pedas dan segar. Cabai rawit dijual Rp 36 ribu perkilonya dan cabai setan lebih mahal Rp 48 ribu perkilo.
“Sebenarnya sama-sama pedas, cuma katanya cabai Jogja lebih enak dan pedas,” terang Adit lagi.
Begitu juga dengan harga bawang merah jawa berkisar Rp 22-28 ribu perkilo tergantung besar dan kecilnya. Namun harga bawang burma lebih sedikit murah Rp 18 ribu perkilonya.
Di kawasan pasar Bengkong, harga cabai merah kriting dan rawit ditawarkan rata-rata Rp 45 ribu perkilonya. Sedangkan cabai setan Rp 50 ribu perkilo.
“Naik sedikit aja, minggu lalu Rp 40 ribu sekilo,” ujar Uni penjual cabai dan sembako di Bengkong.
Sementara harga beras di toko-toko kelontong kawasan Bengkong masih belum turun. Harga beras yang ditawarkan rata-rata berkisar Rp 13.500 keatas, tergantung jenis berasnya.
“Harga beras masih sama, belum ada turun,” terang Uni lagi. (she)
Sebuah tagboat berserta tongkang terbalik dipelabuhan CPO Kabil, Senin (5/2). Kejadian tersebut diduga akibat dihantam ombat dengan angin kecang. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Kapal Tongkang Bintan I memuat 2.500 ton koral yang kandas Minggu (4/2) lalu berhasil di evakuasi. Tak hanya kapalnya, sebagian besar barang muatan kapal itu juga telah dikirimkan ke pemesanannya, Eco Green.
“Waktu yang diberikan Syahbandar itu kemarin, hanya 15 hari. Tapi dalam waktu seminggu kami berhasil kembalikan Tongkang Bintan I ke posisi seharusnya. Kapal ini sudah stabil, beberapa kerusakan sudah diperbaiki,” kata Pemilik PT Berkas Estafet Abadi (BEA), Raja Junaedi, Sabtu (17/2).
Perusahaan yang biasa bergerak dalam bongkar muat ini, belum pernah sekalipun melakukan pekerjaan untuk mengangkat kapal kandas.
“Ini pertama kalinya, karena beberapa perusahaan menolak. Tapi pekerjaan ini kami sanggupi,” ucapnya.
Ia mengatakan proses evakuasi Kapal Tongkang Bintan I ini, dimulai dari menguras isi air yanh masuk di dalam kapal. Setelah air yang masuk berhasil dikeluarkan, pihak PT BEA melakukan perbaikan terhadap kapal.
“Pekerjaan pengapungan ini hanya 4 hari saja. Kapal kembali ke posisi seharusnya, dan kami membongkar isi kapal,” ucapnya.
Setelah berhasil mengevakuasi Kapal Tongkang Bintan I ini, Wakil Direktur PT BEA Sari Afriani mengungkapkan pihaknya akan mengangkat kapal Tug Boat Hongkin.
“Ini kami perkirakan butuh waktu 3 atau 4 hari saja,” ujarnya.
Teknik untuk mengevakuasi kapal ini, kata Sari hampir sama saat mengapungkan Kapal Tongkang Bintan I.
“Nanti di pompa airnya dulu. Diperbaiki kerusakan, baru diangkat,” tuturnya.
Sari menuturkan ribuan koral itu kiriman dari PT SMS untuk Eco Green. Koral itu direncanakan untuk pembangunan jeti atau pangkalan kecil.
“Pekerjaan kami lainnya adalah melakukan pengerukan. Karena koral yang tumpah, menyebabkan pendangkalan,” tuturnya.
Sebelumnya Kepala Pos Syahbandar Kabil Mesdi meminta pemilik kapal mengevakuasi Tongkang Bintan I dalam waktu 15 hari.
“Kapal ini kandas akibat cuaca. Tapi kami sudah peringatkan pemiliknya secepatnya di angkat kapalnya,” tutur Mesdi. (ska)
ORANG muda itu berlari dan melompat ke dalam trem yang sudah melaju dengan setengah kecepatan normalnya. Nyaris saja terjatuh, jika saja ia tak sempat berpegangan pada tepian pintu trem. Naila terkesiap, dan dengan serta-merta ia mengatupkan buku yang sedang ia baca. Tambah terkesiap ketika matanya dan mata orang muda itu bertembung. Mata yang cerdik, berani dan hidup. Menyala nyalang. Apalagi ketika orang muda itu lalu duduk tepat di sampingnya. Trem sedang agak kosong menjelang tengah hari seperti itu. Banyak tempat duduk lain, tapi si orang muda tadi, justru memilih duduk di dekat dia.
“Hai, Adik…”
Naila memalingkan muka ke arah lain. Ia tak tahu apakah upayanya berpura-pura tak mendengar sapaan itu berhasil. Si orang muda tadi mengulangi sapaannya. Naila menangkap kesungguhan pada sapaan itu. Itu bukan ikhtiar untuk menggoda.
“Aku bukan adikmu…”
“Tentu saja bukan. Aku tahu siapa saja adikku. Eh, siapa namamu?”
Ah, ternyata orang muda ini pun dari jenis yang sama dari kebanyakannya, tukang rayu juga.
“Huh, sok tahu. Kalau namaku jelek bagaimana? Kau akan menilai aku jelek, sejelek namaku?”
“Mana mungkin orangtuamu memberi nama yang jelek kepada anaknya yang secantik kamu.”
Naila masih berusaha bertahan untuk tidak tersenyum, sebelum akhirnya pertahanannya bungkas. Untunglah orang muda itu sedang melihat tidak ke arahnya, tapi ke arah pintu masuk.
Trem melambat pada sebuah halte, berhenti sebentar, lalu bergerak normal lagi setelah beberapa penumpang naik, beberapa pegawai kantor, pedagang pisang dengan keranjang yang sudah kosong, seorang anak indo-Belanda, pengasuhnya, dan Nyai, ibu si anak indo itu, serta dua orang patroli polisi khusus. Politie Inlichtingen Dienst. PID!
“Dik, tolong. Jangan lihat ke sana. Itu ada polisi dua orang. Tolong saya, jika nanti mereka bertanya berpura-puralah sebagai adikku…”
Tentu saja Naila menolak. “Ah, apa-apaan…!”
“Baiklah, terima kasih…” orang muda itu lekas berdiri. “Eh, ngomong-ngomong, namaku Adnan Manik. Kau boleh mengingatnya. Adnan. Manik. Kita jumpa lagi nanti. Pasti jumpa lagi. Saya yakin namamu secantik wajahmu. Karena aku belum tahu namamu, maka saya akan mengingat kecantikan wajahmu…..”
Orang muda itu bergerak gesit, segesit ketika ia melompat ke dalam trem. Ia dengan cepat menelurusi lorong gerbong trem. Naila melihatnya melompat turun, ketika dua orang polisi tadi tiba-tiba saja sudah berdiri di depannya.
“Siapa orang itu?”
“Saya tidak tahu, Tuan!”
“Kenapa dia tiba-tiba pergi?”
“Saya tidak tahu, Tuan!”
“Tadi kami lihat Nona bicara dengan dia.”
“Dia menggoda saya. Mengajak berkenalan.”
“Oh, jadi Nona tahu siapa nama dia?”
Naila terdiam dalam menimbang apakah ia kasih tahu nama lelaki itu, tapi jangan-jangan itu bukan namanya juga…. “Tidak. Saya tidak tahu.”
“Benar?”
“Sungguh, Tuan…”
“Baiklah. Awas, kalau sampai kami tahu Nona berbohong. Nona, mesti hati-hati. Banyak orang pergerakan berbahaya musti kami tangkap.”
“Tuan mau tangkap saya? Tangkap saja! Tapi lapor dan minta izin dulu pada ayahku…”
Setelah memberikan sebuah selebaran, polisi itu berlalu. Dan Naila, tiba-tiba dipenuhi semacam perasaan puas, entah datang dan menyelinap dari mana, karena telah menyelematkan orang muda, eh, tadi siapa namanya? Adnan? Adnan Manik? Ia mengamati selebaran dari polisi tadi, foto besar wajah lelaki muda – yang bukan Adnan, tapi ganteng juga, mirip Clark Gable – dan tulisan DICARI! ORANG BERBAHAYA: SOETRISNO, BERHADIAH f100!
Sejumlah kapal sedang melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Tarif logistik Batam menuju Singapura dan sebaliknya memang dikenal mahal dan menjadi salah satu penghambat kemajuan industri di Batam.
Menurut Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, Daniel Burhanudin, penyebabnya bisa dirujuk melalui empat persoalan utama.
“Pertama biaya pelabuhan, kedua jumlah muatan yang tersedia, ketiga jarak dan yang paling penting, terakhir konsep transaksi logistik (freight terms, red),” kata Daniel Burhanudin, Sabtu (17/2).
Berdasarkan biaya pelabuhan maka setiap kapal yang memiliki isi atau tidak sama sekali jika memasuki pelabuhan akan dikenakan sejumlah biaya yang besarannya sama.
“Biaya-biaya tersebut antara lain biaya pilotage, uang labuh, uang sandar dalam arti akan menjadi beban pelayaran,” ungkapnya.
Lalu mengenai jumlah muatan. Di Batam, jika jumlah kontainer kurang dari jumlah minimal kontainer yang telah ditentukan, tarifnya tetap dihitung berdasarkan jumlah minimal kontainer. Contoh jika batas minimal 20 ton, dan kapal hanya membawa 15 ton, maka tarif yang dikenakan sesuai dengan tarif 20 ton.
“Perhitungan muatan berdasarakan jumlah minimum sehingga harganya akan mahal,” ungkapnya.
Kemudian, masalah jarak juga menjadi problema.
“Besaran jarak akan berpengaruh kepada bahan bakar yang merupakan komponen terbesar dari biaya,” katanya.
Kombinasi dari ketiga persoalan di atas sangat menentukan dalam negosiasi dan transaksi. Secara umum, freight terms yang banyak berlaku adalah transaksi searah door to door dan door to port.
“Di dalam door to port, maka pengangkut menerima ongkos angkutan sampai dengan terbongkar di pelabuhan sehingga angkutan dari pelabuhan ke gudang, pemilik barang harus negosiasi sendiri,” ujarnya.
Nilai negatifnya adalah pemilik barang harus menggolkan sendiri tarifnya dengan transporter lokal. Sedangkan nilai positifnya, biaya transportasi lokal tidak di-markup oleh pelayaran.
Kemudian, dengan konsep door to door yang sekarang digunakan, maka pemilik barang akan terima bersih di gudangnya. Sedangkan urusan transportasi dari pelabuhan ke lokasi pemilik barang dilakukan perusahaan lokal, tetapi penagihan ke pelayaran di Singapura.
“Dan pelayaran yang menagih pemilik barang, dimana bukan rahasia umum penagihan transport lokal di Batam di-markup oleh forwarder Singapura,” jelasnya.
Maka, Daniel mengambil kesimpulan, tarif logistik Batam menuju Singapura secara door to door adalah sebesar 700 Dolar Singapura per unit untuk kontainer berukuran 40 feet.
“Namun yang menikmati mahalnya tarif tersebut adalah forwarder Singapura,” ujarnya.
Untuk menurunkan tarif logistik, maka konsep door to door harus diganti door to port. Kemudian tarif angkutan dari pelabuhan ke lokasi pabrik harus ditagih ke forwarder Singapura.
“Penerapannya nanti harus dikawal dengan peraturan-peraturan BP Batam dan syahbandar,” katanya lagi.
Sedangkan, Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan, untuk kontainer berukuran 20 feet tujuan Batam-Singapura tarifnya mencapai 500 dolar AS. Tarif tersebut jauh lebih mahal dibandingkan dari Jepang, Korea, dan Tiongkok dengan tujuan yang sama, yakni Singapura.
“Dari Jepang ke Singapura hanya 280 dolar AS. Begitu juga dari Korea dan Tiongkok, padahal jarak Batam ke Singapura hanya 18 kilometer,” kata Lukita.
Penyebab mahalnya tarif kontainer dari Batam ini, kata Lukita, dikarenakan minimnya kapasitas Pelabuhan Batuampar. Sehingga kapal bertonase besar tidak bisa bersandar di pelabuhan tersebut.
“Isu-isu yang kami terima itu terkait biaya logistik. Makanya kami sadar bahwa Pelabuhan Batuampar memang harus diperbaiki,” ujarnya.(leo)