Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12599

Pesta Miras, 14 Remaja Diamankan

0
Belasan pelajar yang diamankan sedang didata di kantor Satpol PP Natuna. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Sebanyak 14 orang anak remaja digelandang oleh Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Natuna, dalam Operasi Patroli Rutin sekitar pukul 00.30 WIB, Minggu (12/02) malam kemarin. Bukanya belajar di rumah, malah keluyuran dan pesta miras.

Belasan remaja ini dijaring razia sedang pesta Minuman Keras (Miras) jenis tuak dan arak di Kawasan Pantai Kencana Ranai. Dan mengamankan barang bukti berupa 2 botol arak dan satu kantong miras jenis tuak.

Kasatpol PP Pemkab Natuna Dodi Nuryadi mengatakan, 11 remaja yang diamankan diantaranya masih berstatus pelajar sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat, serta satu orang mahasiswa.

Para remaja yang terjaring katanya, diberikan pengarahan dan pembinaan di Kantor Satpol PP secara persuasif oleh petugas. Selain itu juga dilakukan pendataan dan pemanggilan kepada orangtua ataupun wali, selanjutnya anak remaja dipulangkan ke rumah masing-masing.

“Saat ini untuk kasus anak remaja ini masih kita laksanakan dengan cara persuasif, namun jika dilain waktu masih dijumpai, akan kita berikan sanksi penindakan kedisiplinan sesuai tugas fungsi (Tusi) Satpol PP,” tegas Dodi.

Dodi mengatakan, patroli rutin yang digelar merupakan dalam rangka penertiban, keamanan dan menciptakan ketentraman dilingkungan masyarakat. Satpol PP juga menjalankan Peraturan daerah (Perda) tentang jam belajar malam dan pemberantasan Penyakit masyarakat (Pekat) di Natuna.

“Patroli ini merupakan kegiatan rutin, sesuai rencananya kedepan akan dilaksanakan 24 jam. Patroli rutin yang kita laksanakan merupakan langkah pengawasan, pengendalian dan pembinaan, khususnya guna menekan dan mencegah angka kenakalan remaja di daerah ini,” Terang Dodi Nuryadi.

Pada Patroli rutin yang digelar petugas melakukan pemantauan di lokasi-lokasi yang diindikasikan sering dijadikan tempat tongkrongan para remaja, diantaranya di kawasan Pantai Kencana, gedung serta bangunan kosong dan Gedung Olah Raga (GOR) di Kelurahan Bandarsyah.(arn)

Stok Daging Ayam Menipis

0
Yadi (kanan) melayani pembeli daging ayam di kedai miliknya, Senin (12/2). F. Syahid/Batam Pos.

batampos.co.id – Stok daging ayam di Kabupaten Kepulauan Anambas semakin hari semakin menipis bahkan diperkirakan akan habis pada hari ini Selasa (12/2). Salah satu pedagang di pasar Inpres Tarempa yang biasa membeli ayam dari Jakarta, Yadi, menjelaskan saat ini stok daging ayam di tokonya tinggal sekitar 200 kg.

“Kalau cuma 200 kg itu cuma bertahan hingga besok setengah hari saja, karena sudah banyak langganan,” ungkapnya kepada wartawan Senin (12/2).

Oleh karena itu dirinya akan menjual daging ayam tersebut kepada warung makan supaya lebih merata. “Kalau di jual kepada perorangan, cuma satu keluarga saja yang makan ayam, tapi kalau dijual kepada warung makan, maka semua warga bisa makan disana,” ungkapnya.

Salah satu sebab menipisnya stok daging ayam di Anambas yakni karena pada trip tol laut kali ini dirinya tidak bisa muat daging ayam dari Jakarta melalui tol laut. Pasalnya cool storage di tol laut sudah terisi penuh sehingga dirinya tidak bisa lagi muat daging ayam dari Jakarta. Padahal dirinya merupakan satu-satunya pedagang yang membeli daging ayam melalui tol laut.

Untuk mengatasi kelangkaan daging ayam, dirinya akan datangkan ayam dari Tanjupinang melalui kapal Pelni Bukit Raya. Namun baru akan tiba sekitar hari Rabu 14/2) selain itu harganya juga lebih mahal karena harga beli dari Tanjupinang lebih mahal.

“Harga modal sampai Rp 33 ribu per kilogram. Dijual ke pengecer Rp 35 ribu per kilogram. Pengecer mungkin bisa jual ke masyarakat lebih mahal lagi, mungkin bisa sampai Rp 37 ribu sampai Rp 38 ribu per kilogram,” ungkapnya lagi.

Namun kalau dirinya beli dari Jakarta melalui tol laut lebih murah karena harga beli lebih murah yakni sekitar Rp 28. 500 per kilogram dari agen disana. Dijual kepada pengecer seharga Rp 32 ribu per kilogram. “Pengecer bisa jual ke masyarakat sekitar Rp 35 ribu per kilogram tidak sampai Rp 40 ribu per kilogram,” jelasnya.

Yadi ingin pemerintah daerah melalui Disperindagkop Anambas agar menghubungi pihak tol laut supaya pedagang perorangan dari Anambas tetap bisa memuat ayam dari Jakarta melalui tol laut. Jangan sampai tol laut hanya dimanfaatkan oleh segelintir orang karena hal tersebut akan menjadikan harga barang menjadi tinggi karena ada sistem monopoli. “Ke depan kita minta pemerintah daerah ikut menangani masalah ini kalau tidak mau harga barang naik,” jelasnya.

Sementara itu salah satu pemilik restoran di Tarempa Yana, mengatakan, dirinya sudah seringkali mengalami hal semacam ini sehingga sudah bisa mengantisipasi masalah ini. Dikatakannya jika daging ayam tak ada di pasaran, maka pihaknya sudah siap untuk menjual makanan lain seperti lele goreng atau pecel lele, tahu atau tempe penyet, sup iga sapi dan sebagainya. “Ayam tak ada, yang lain masih banyak, ada lele, ikan, kerang, kangkung dan tempe,” ungkap Yana. (sya)

Nelayan Anambas Mengadu ke DPRD Kepri

0
Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak bersama nelayan Anambas yang melaporkan banyak pencurian ikan di perairan mereka. F. Humas DPRD Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Nelayan tradisional Kabupaten Anambas mengeluhkan maraknya aksi pencurian ikan oleh kapal-kapal berbendera Thailand. Tak hanya itu, kehadiran kapal-kapal pukat di perairan Anambas semakin mempersulit ruang gerak para nelayan Anambas.

Bahkan, keberadaan kapal pukat asal kabupaten Tanjung Asahan tersebut semakin berani, karena beroperasi di bibir pantai di sekitar Anambas. “Padahal ada aturan menyebutkan kapal-kapal besar beroperasi diatas 12 mil laut dan melarang kapal pukat beroperasi 3 mil dari pantai. Namun, pada kenyataannya mereka masuk di wilayah satu mil dari bibir pantai,” kata Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Anambas Dedi Syahputra, saat diterima Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, Senin (12/2).

Nelayan Kabupaten Anambas juga mengeluhkan kebijakan pemerintah pusat yang akan mendatangkan ribuan nelayan asal Pulau Jawa. Padahal, kata Dedi, nelayan Tradisional di Anambas masih banyak yang belum tersentuh kebijakan pemerintah pusat.

Ditempat yang sama, Ketua HNSI Tarmizi Az mewakili nelayan-nelayan Anambas meminta agar pemerintah segera menertibkan kapal-kapal tersebut. Tak hanya itu, pengawasan terhadap laut Anambas juga harus ditingkatkan. “Kami khawatir gesekan ini bisa semakin besar. Karena tahun lalu sudah ada nelayan Anambas yang meninggal ditabrak kapal-kapal besar itu,” kata Tarmizi.

Kabupaten Anambas, katanya merupakan Kabupaten terkaya di Provinsi Kepri. Potensi lautnya yang besar dan terbuka, menyimpan kekayaan alam yang belum terjamah. Sayangnya pencurian dan belum tegaknya aturan membuat Kekayaan Anambas dicuri terus.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak berjanji memerintahkan komisi terkait untuk turun ke Anambas. “Saya nanti akan coba berkoordinasi dengan aparat keamanan. Untuk pencurian ini akan menjadi perhatian kami,” kata Jumaga.

Ia juga berjanji untuk berkoordinasi dengan dinas terkait untuk mengoptimalkan Tempat Pengolahan Ikan (TPI) di Anambas. “Ini akan menjadi perhatian kami. Semoga, dengan dioptimalkannya TPI, masyarakat Anambas bisa sejahtera,” tutupnya. (atm)

PDAM Wajib Kantongi Izin Pengelolaan Air

0

batampos.co.id – Pengelolan air baku di kawasan hutan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Nusa Natuna yang kini belum mengantong izin menjadi perhatian Pemerintah. Pasalnya PDAM dapat dijerat undang-undang tentang kehutanan.

Kepala Kesatuan pengelolaan hutan Natuna dinas lingkungan hidup dan kehutanan Provinsi Kepri Tri Susilo Hadi mengatakan, semestinya PDAM sudah harus mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan. Karena intek dan jaringan induk PDAM berada kawasan hutan lindung.

Dikatakannya, sejak PDAM beroperasi belum mengantongi izin pengelolaan air baku di kawasan hutan lindung. Pemerintah Daerah sejak lama sudah menyurati PDAM, supaya mengurus ke dinas lengkungan hidup dan kehutanan provinsi. Namun belum pernah direalisasi.

“Kami sudah dua kali surati PDAM, supaya mengurus izin kelola air baku di kawasan hutan lindung. Mestinya sekarang izin pengelolaan air baku kawasan hutan sudah dikantongi. Secara hukum PDAM melanggar undang-undang tentang kehutanan, karena mengerjakan atau menggunakan dan atau menduduki, kawasan hutan secara tidak sah,” kata Susilo, Senin (12/2).

Dijelaskan Susilo, izin pengelolaan kawasan hutan di gunung Ranai dan sekitarnya dapat diproses di Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan. Jika luas kurang dari 5 hektare dapat diproses di dinas lingkungan hidup dan kehutanan provinsi. Namun saat ini izin
pengelolaan kawasan hutan lindung di wilayah gunung Ranai dan sekitarnya sudah sepenuhnya dikelola kelompok masyarakat.

“Jadi sekarang, PDAM tidak perlu lagi ke kementerian atau ke provinsi. Namun harus kerjasama dengan kelompok masyarakat yang sudah mengantongi izin usaha pengelolaan hutan kemasayarakatan,” jelas Susilo.

Secara teknisnys menurut Susilo, kerjasama antara PDAM dan kelompok masyarakat tersebut harus terutang dalam perjanjian kerjasama. Jika tidak, PDAM dapat dinilai mencuri air baku dari kawasan hutan lindung. Dan kelompok masyarakat yang mengantongi izin dapat kewenangan penuh mengelola kawasan hutan lindung sekitar 2 ribu hektare lebih.

Dikatakannya, kerjasama perusahaan dengan kelompok masyarakat juga dapat memberikan pendapatan kepada kelompok masyarakat. Ditambah selama ini PDAM juga tidak menyetor pajak air permukaan kepada pemerintah.

“Izin pengelolaan air baku kawasan hutan yang belum dikantongi PDAM ini memang menjadi perhatian BPK. Dan PDAM diminta memproses izin. Kami terakhir menyurati PDAM tahun 2015 lalu, supaya mengurus izin. Nah sekarng izin pengelolaan kawasan hutan sudah sepenuhnya kelompok masyarakat. PDAM hanya bisa kerja sama,” ujar Susilo. (arn)

Dapur Meledak, Ibu Rumah Tangga Tewas

0
Jenazah korban ledakan dipulangkan ke rumah duka dari RSUD Natuna, Senin (12/2). Keluarga korban terus menangis setelah insiden naas ini. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Lilawati,36, Ibu rumah tangga tewas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna, Senin (12/2). Warga Desa Teluk Buton ini mengalami luka serius di bagian perutnya.

Menurut keterangan warga setempat, sebelum ibu empat anak ini dilarikan ke rumah sakit. Lilawati sedang memasak ikan asap di pekarangan rumah. Beberapa menit kemudian, terjadi ledakan keras. Lilawati terkapar bersimbah darah.

Beberapa sumber mengatakan, kondisi korban mengenaskan saat dilarikan ke rumah sakit. Karena badan berlubang dan usus terburai. Bahkan suara ledakan di dapur korban terdengar keras seantero Desa Teluk Buton.

“Kejadiannya sekitar pukul 01.00 WIB. Dapurnya dibuat dari tanah, jadi masak ikan asapnya pun di luar rumah. Suami dan anaknya kebetulan di dalam rumah,” tutur Muhsin keluarga korban di rumah sakit.

 

Isak tangis keluarga pun tidak terbendung setelah tim medis rumah sakit menyatakan Lilawati tidak tertolong. Jenazah pun langsung dipulangkan ke rumah duka menggunakan mobil jenazah.

Sementara pihak kepolisian masih mendalami dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Belum dipastikan pemicu ledakan, yang disebutkan warga seperti ledakan misiu.

Seperti diketahui, di Desa Teluk Buton Kecamatan Bunguran Tengah, merupakan kawasan latihan tempur militer. Namun belum dipastikan, bahan yang meledak sejenis peledak dari misiu atau bukan. “Anggota masih melakukan olah TKP,” ujar Kasat Reskrim AKP Wijaya.
(arn)

TNI AL Menjadi Andalan Menjaga Perbatasan

0

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, kehadiran TNI Angkatan Laut di Natuna sangat diandalkan menjaga keamanan dan kenyamanan di laut Natuna Utara berbatasan laut Cina Selatan.

Pulau Natuna kata Ngesti, memiliki ciri khas tersendiri dari daerah lain di Indonesia, terutama dalam segi cuacanya yang tidak bisa diprediksi. Sehingga kehadiran TNI AL beserta kapal perang di perairan pulau terluar di Natuna sangat diharapkan. Mengingat, aja rawan terjadi pencurian ikan oleh nelayan asing yang meresahkan nelayan lokal.

“Musim cuaca buruk akan terjadi setiap tahun yang menakutkan bagi nelayan tradisional. Tapi bagi nelayan asing adalah waktu yang tepat menjarah ikan di laut Natuna. Siasat nelayan asing ini, TNI AL sangat diandalkan di laut Natuna,” ujar Ngesti saat menghadiri pisah sambut Danlanal Ranai Kolonel Laut (P) Tony Herdijanto kepada Letkol Laut (P) Harry Setyawan di rumah makan Sisi Basisir, Sabtu (10/02) malam kemarin.

Menurutnya, personil TNI yang ditugaskan di Natuna, merupakan orang-orang pilihan yang siap untuk menghadapi segala tantangan yang terjadi di Natuna, secara letaknya berada ditengah negara-negara di Asean.

Ngesti menyebutkan, Natuna mulai diperhatikan oleh Pemerintah Pusat, pasca terjadinya konflik internasional di Laut China Selatan, yang memang berbatasan langsung dengan Natuna.

Dikatakan Ngesti, di Natuna pembangunan di bidang Hankam dan perikanan terus di gesa. Tinggal migas, pariwisata serta lingkungan hidup. Untuk migas, Pemerintah Daerah berencana mengusul ke pusat, agar di Natuna di bangun kilang pengolahan. Sehingga terbuka lapangan kerja dan terdongkrak ekonomi masyarakat Natuna.

“Natuna merupakan daerah yang sangat diperhitungkan, lantaran menjadi beranda terdepan ujung Utara NKRI. Yang sekarang dipersiapakan menjadi pusat keamanan dan pertahanan diwilayah perbatasan,” ujar Ngesti.(arn)

Stok Beras Cukup untuk Dua Bulan

0
Wabup Karimun menunjukkan kualitas beras bulog yang kurang bagus belum lama ini. F. Humas untuk Batampos 

batampos.co.id – Satuan Tugas (Satgas) Pangan Kabupaten Karimun memastikan kebutuhan pokok masih tersedia di pasaran. Khususnya, untuk beras masih ada stok seribu ton lebih atau tepatnya 1.034,754 ton.

”Sejak dibentuk pada tahun lalu sampai dengan saat ini, kita dari Satgas Pangan mempunyai tugas melakukan pengawasan dan terhadap persediaan dan harga-harga kebutuhan pokok. Khusus untuk beras seperti kita ketahui bahwa makanan pokok tersebut diangkut dari Pulau Jawa. Yang saat ini persediaannya di tingkat distributor sampai dengan pedagang besar sebanyak 454,754 ton,” ujar Ketua Tim Tindak Satgas Pangan Kabupaten Karimun, AKP Lulik kepada Batam Pos, Senin (12/2).

Kemudian, kata Lulik, jika ditambah dengan stok beras yang ada di Bulog Karimun sebanyak 580 ton, maka jumlah stok beras di wilayah Kabupaten Karimun lebih dari seribu ton. Dan, jumlah tersebut mencukupi untuk memenuhi kebutuhan beras untuk dikonsumsi oleh masyarakat Karimun untuk dua bulan ke depan. Selain itu, hampir setiap pekan satu atau dua kapal kargo dari Jakarta biasanya ada membawa beras.

”Jumlah stok beras sebanyak seribu ton tersebut berdasarkan update data terbaru hari ini (kemarin, red). Artinya, setiap hari anggota Sat Reskrim Polres Karimun yang tergabung dalam Satgas Pangan turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan kebutuhan pokok. Dengan sasaran pasar, distributor dan pedagang besar. Tujuannya selain melakukan pantauan juga jangan sampai terjadi kenaikan harga kebutuhan pokok yang dilakukan oleh spekulan, sehingga merugikan pembeli,” jelasnya.

Menyinggung tentang harga beras di pasaran, Lulik menyatakan, tidak ada kenaikan harga jual beras di pasaran, baik untuk jenis prermium dan medium. ”Harga terendah beras premium Rp12.700 per kg dan tertinggi Rp13.300. Sementara itu, untuk beras tipe medium harga terendahnya Rp9.600 per kg dan tertingginya Rp9.950 per kg. Intinya, harga beras dalam tiga bulan terakhir masih stabil,” paparnya. (san)

Pelajar SMK Vidya Sasana Karimun Gelar Baksos

0
Siswa SMK Vidya Sasana foto bersama disela kegiatan baksos yang mereka gelar sambut Imlek. F. Dok SMK Vidya Sasana untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Menyambut tahun baru Imlek 2569, para pelajar SMK Vidya Sasana Karimun, melakukan bakti sosial (baksos) melalui kegiatan OSIS para pelajar tersebut secara swadaya menyisihkan sedikit uang jajan harian untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Yang disejalankan dengan acara Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) anggota pramuka di halaman sekolah swasta Vidya Sasana, pada Sabtu dan Minggu lalu.

”Baksos menjelang imlek memang tiap tahun kita laksanakan. Tujuannya untuk menumbuh kembangkan rasa kepedulian para pelajar terhadap sesama umat manusia, yang direalisasikan dalam bentuk bantuan sembako,” jelas Kepala sekolah SMK Vidya Sasana Karimun Rahayu, kemarin (12/2).

Baksos kali ini disalurkan kepada warga yang kurang mampu di Sei Pasir, Baran, Meral, Batu Lipai dan warga Vidya Sasana yang bekerjasama dengan organisasi pemuda agama Budha. Yang diharapkan, kedepan menjadi contoh bagi adik-adik kelasnya dan keluarga besar SMK Vidya Sasana supaya lebih meningkatkan kepedulian kepada masyarakat yang kurang mampu.

”Yang jelas, momentum tahun baru imlek dimanfaatkan untuk sosial. Supaya, para pelajar ketika sudah tamat di SMK Vidya Sasana bisa membantu masyarakat yang kurang mampu,” tuturnya.

Sedangkan, Wakil Kepala Sekolah SMK Vidya Sasana Bidang Kesiswaan Yakobus Yanto mengungkapkan, selain baksos ada kegiatan perayaan imlek 2569 yang akan ditutup dengan pentas seni.

” Melestarikan budaya daerah melalui pentasi seni, terutama budaya melayu,” kata Yakobus.(tri)

Dua Hari, Terima 10 Laporan Kebakaran

0
Warga menyaksikan kebakaran di lahan seluas 4 hektare di Kecamatan Meral, Minggu (11/2). F Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Karimun mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar lahan ketika akan membuka lahan yang sedang ditumbuhi banyak ilalang. Karena, hal ini dapat menimbulkan kebakaran yang meluas. Selain itu, masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

”Saya sudah mendapatkan laporan dari Kasat Pol PP bahwa sejak Sabtu (10/2) dan Ahad (11/2) telah terjadi beberapa kali kebakaran. Dan, yang paling parah kebakaran lahan hutan tidak jauh dari Puskesmas Meral pada Ahad (11/2) malam. Karena, pemadamannya membutuhkan waktu berjam-jam. Apalagi, situasi saat ini sedang panas dan angin kencang, sehingga api dengan cepat mudah menjalar,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Senin (12/2).

Untuk itu, kata Bupati, dia mengingatkan dan menghimbau kepada seluruh masyarakat jika memang akan membuka lahan, maka caranya tidak dibakar. Memang, tidak ada tempat tinggal warga yang menjadi korban, namun jika tidak dipadamkan, maka tidak menutup kemungkinan kebakaran akan meluas. Untuk itu, tadi (kemarin, red) dia sudah menginstruksikan seluruh camat agar melakukan rapat koordinasi denghan setiap lurah dan kepala desa di masing-masing wilayah kerja untuk membahas dan mengantisipasi kebakaran lahan.

Kepala Satpol PP TA Rahman secara terpisah menyebutkan, sejak dua hari lalu ada 10 kali laporan masyarakat tentang kebakaran lahan dan hutan. ”Dan memang yang paling parah itu di belakang Puskesmas Meral. Karena, kebakaran pukul 20,30 WIB dan kemudian pukul 22 WIB api berhasil dipadamkan. Namun, tidak lama kemudian ada lagi yang menghubungi pemadam kebakaran bahwa apinya hidup kembali. Sehingga, mobil kembali bergerak ke lokasi kebakran dan api baru bisa dipadamkan pukul 23.30 WIB,” ungkapnya.

Bukan hanya itu, Sambung TA Rahman, pukul 03.30 WIB dini hari tadi (kemarin, red) pihaknya kembali mendapatkan laporan bahwa telah terjadi kebakaran lahan di Sungai Raya atau tidak jauh dari Komplek Perumahan Taman Mutiara Karimun, Kecamatan Meral. Dan, yang terbakar juga lahan. Pemadaman di lokasi tersbeut baru selesai pukul 05.00 WIB.

”Saat ini, permasalahanya bukan petugas di lapangan. Tapi, bahan bakar solar untuk mobil pemadam kebakaran sulit didapat. Hal ini disebabkan di SPBU Poros sedang putus. Beruntung tadi pagi bisa dapat membeli di SPBU Sungai Raya 120 liter. Tapi, apakah mencukupi untukm operasional dua unit mobil pemadam kebakaran atau tidak belum bisa dipastikan. Jika kondisi kebakaran dalam satu hari berada di tuiga atau empat lokasi yang jaraknya cukup jauh dari kantor kita,” jelasnya.

Kapolsek Meral, AKP Syaiful Badawi membenarkan bahwa pada Ahad malam telah terjadi kebakaran besar di lahan berukuran sekitar 4 hektar. ”Dugaan sementara penyebabnya karena adanya oknum masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Meski demikian, kita tetap akan melakukan penyelidikan. Apakah benar-benar ada yang membuang puntung rokok atau sengaja dibakar,” paparnya. (san)

Suku Asli Waseng Belum Nikmati Listrik

0
Warga di pelabuhan pelantar, akses masuk ke pemukiman suku asli Waseng, Kelurahan Tanjung Berlian Kecamatan Kundur Utara, kemarin. F. Imam Soekarno/Batam Pos.

batampos.co.id – Sebanyak 20 Kepala Keluarga (KK) warga suku asli Waseng, Kelurahan Tanjungberlian, Kecamatan Kundur Utara, hingga kini belum mendapatkan penerangan listrik. Selama ini pemukiman suku asli Waseng mengandalkan penerangan dari mesin diesel milik pribadi.

Dahlan, suku asli Waseng mengaku warganya sangat mengharapkan penerangan listrik dari PLN. Selama ini, memanfaatkan mesin diesel untuk penerangan sehari-hari. Selain itu akses jalan menuju kampung asli juga perlu mendapat perhatian. Pemukiman warga Waseng bergabung dengan RT 10 Kampung Jawa, Kelurahan Tanjungberlian.

“Kepinginnya ada penerangan listrik dari PLN seperti yang dirasakan warga masyarakat lainya. Mudah-mudahan ke depanya ada perhatian terhadap masyarakat suku asli Waseng,” harap Dahlan, Senin (12/2) kemarin.

Selain belum adanya penerangan listrik, akses jalan menuju pemukiman suku asli Waseng merupakan jalan tanah merah. Warga sangat mengharapkan perhatian pemerintah untuk mempermudah akses jalan juga penerangan listrik. (ims)