Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12600

Polisi Enggan Menyebutkan Tersangka Pemilik Ponsel Ilegal

0
ilustrasi

batampos.co.id – Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto menuturkan pihaknya telah menetapkan satu orang tersangka, atas kepemilikan 3.066 ponsel ilegal yang diamankan Selasa (30/1) lalu.

Namun, Budi masih enggan menyebutkan nama tersangka dari pemilik ponsel.

“Belum ya, nanti. Kami masih penyelidikan,” katanya, Jumat (9/2).

Ia beralasan belum bisa menyebutkan nama pelaku pemilik ponsel ini, karena penyidik masih melakukan pengembangan. Dikhwatirkan bila nama ini disebut, dapat menganggu jalannya penyelidikan.

“Pokoknya kami sudah tetapkan satu tersangka,” ungkapnya

Penetapan tersanga ini, disertai dengan dilayangkannya Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke kejaksaan.

Pemilik ribuan ponsel ini, diduga melanggar pasal 32 ayat 1 Undang-Undang RI nomer 36 tahun 1999, tentang Telekomunikasi. Pasal itu menyebutkan perangkat telekomunikasi yang diperdagangkan, dibuat, dirakit, dimasukkan dan atau digunakan di wilayah Negara Republik Indonesia wajib memperhatikan persyaratan teknis dan berdasarkan izin sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sebelumnya diberitakan ribuan ponsel berbagai merek diamankan pihak kepolisian, di salah satu gudang ekpedisi di Sekupang, akhir bulan lalu. Pihak kepolisian telah memeriksa beberapa orang saksi, terkait atas ponsel-ponsel yang siap diedarkan di Batam itu. (ska)

Polisi Tidak Bisa Menindak Pedagang Beras yang Melebihi HET

0

batampos.co.id – Pihak kepolisian mengakui tidak bisa menindak pedagang beras yang menjual melebihi HET (harga enceran tertinggi). Hal itu diakui oleh Direktur Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol Budi Suryanto. “Tak ada sanksi (beras naik melebihi HET),” katanya, Jumat (9/2).

Karena pedagang melakukan itu, untuk mendapatkan keuntungan. Pedagang membeli beras dari distributor dengan harga yang jauh lebih besar dari biasanya. Begitu juga dengan distributor, membeli dari pengecer besar di Jawa dengan harga lebih tinggi

“Namun saya pastikan kenaikan ini hanya di beras premium saja,” ucapnya.

Agar harga beras ini kembali normal, Ditreskrimsus akan melakukan langkah koordinasi dengan Bluog dan Disperindag. “Kami sudah bekerja, tapi ini ibarat penyakit. Sudah diobati, tapi kan tidak bisa langsung sembuh,” ujarnya.

Ia mengatakan sudah mendata pasar-pasar yang menaikan harga beras melebihi HET. “Kami bekerjasama dengan Bulog, meminta mereka untuk melakukan operasi pasar di sana. Agar dapat menurunkan harga beras,” tuturnya.

Sebelumnya epala Bulog Sub Divre Batam, Agung Rohman menuturkan sudah melakukan operasi pasar sejak Desember tahun lalu. “Kami sudah lakukan, tapi hanya beras medium saja,” ujarnya. (ska)

Pemilu mendatang DPRD Batam Berisi 50 Kursi

0
ilustrasi
foto: rezaa herdiyato / batam pos

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam menggelar uji publik terkait penambahan daerah pemilihan (dapil) Batam dari 5 menjadi 6 pada pemilihan legislatif April 2019 mendatang.

“Uji publik berjalan lancar. Seluruh peserta setuju dengan pengajuan penambahan dapil ini,” kata Komisioner KPU Mangihut Rajagukguk usai uji publik dapil, Jumat (9/2).

Ia mengatakan uji publik dihadiri 16 calon peserta pemilu tahun 2019 mendatang, Bawaslu, KPU Provinsi serta akademisi dari universitas yang ada di Batam.

Selanjutnya KPU akan mengirim usulan enam dapil ini 14-27 Februari mendatang, untuk ditetapkan KPU RI paling lambat April 2018.

“Kami berharap tidak ada masalah dengan usulan ini, sehingga bisa ditetapkan nantinya,” ujarnya.

Ia mengatakan penambahan dapil ini sesuai dengan PKPU nomor 7 tahun 2017, dimana daerah dengan jumlah penduduk satu hingga tiga juta mendapatkan DPRD sebanyak 50 kursi.

Berdasarkan Data Agregat Kependudukan pe Kecamatan (DAK2) yang diperoleh dari Pemerintah Kota Batam, saat ini jumlah penduduk Batam mencapai 1.062.250 jiwa.

“Itu artinya Batam mendapatkan jatah 50 kursi DPRD saat pemilihan nanti,” kata dia.

Keenam dapil yang diusulkan yakni

  • Batuaji sebanyak 6 kursi,
  • Sekupang dan Belakangpadang 7 kursi,
  • Bengkong dan Batuampar 8 kursi,
  • Lubukbaja dan Batamkota 12 kursi,
  • Nongsa; Seibeduk; Bulang; dan Galang 8 kursi
  • Sagulung 9 kursi.(yui)

Mengandalkan Kreativitas Bubur Remas

0

Setelah anak-menantu-cucu ke Makkah tinggal saya dan istri di Madinah. Kesakitan. Tergolek di tempat tidur. Mereka terus memonitor sakit saya.

Saya bisiki istri agar mengatakan kondisi saya baik-baik saja. Agar tidak mengganggu kekhusukan mereka melakukan umroh. Toh sudah banyak dokter asal Surabaya yang bisa dihubungi setiap saat.

Saya juga terus dikirimi foto atau video saat mereka tawaf dan sya’i. Termasuk foto Azrul yang lagi berlinang di dekat Ka’bah. Tapi saya hanya bisa melirik foto-foto itu sekilas.

Badan lemas. Perut masih agak sesak meski tidak seberat hari kedua. Nafas masih berat meski kini sudah bisa bernafas sambil berbaring. Dada dan punggung masih nyeri tapi tidak sesakit hari kedua.

Malamnya ada ide tradisional: kerikan. Saya minta istri mengeriki punggung saya. Tidak ada alat kerik. Dipakailah sendok. Istri memotret hasil kerikannya: penuh garis-garis merah hitam di seluruh punggung saya.

Tapi tidak menolong.

Saya praktis tidak makan apa pun selama dua hari ini. Untuk mengistirahatkan pencernaan. Makanan terakhir saya ya lentil India dan kurma mentah itu. Yang sudah habis terbuang dalam bentuk muntah.

Prof Teddy, istri dan anaknya terus menengok saya. Melakukan pemeriksaan, memberi obat dan menenangkan jiwa. Saya ceritakan padanya hasil pemeriksaan di rumah sakit Madinah. Bahwa jantung saya prima.

Maka fokus kami pun ke pencernaan yang bermasalah. Apalagi sejak makan kurma mentah itu saya belum bisa kentut. Belum bisa pup. Sudah tiga hari. Dan belum bisa makan. Perut terasa penuh.

Kehadiran para dokter Surabaya di kamar saya itu membuat saya tenang. Lalu membangun semangat untuk bisa ke bandara. Pulang ke Indonesia. Tapi tanpa energi tidak mungkin bisa melangkah.

Saya pun berpikir apa yang bisa saya makan. Tentu makanan yang lembut. Jangan yang aneh-aneh. Sayangnya tidak ada peralatan untuk masak bubur. Tidak ada yang disuruh beli makanan lunak. Istri saya pun mengeluarkan kreativitasnya: mengambil nasi di restoran untuk dilembutkan.

Dilembutkan dengan cara bagaimana? Kan tidak ada ulek-ulek. Akhirnya nasi itu dimasukkan plastik. Diremas-remas sampai ludes. Lalu dipindah ke gelas. Ditambahkan air panas. Jadilah bubur hambar.

Demi mendapat energi untuk ke bandara. “Bubur remas” itu pun saya minum. Begitu lagi. Tiap dua jam istri saya meremas-remas nasi. Prof Teddy membekali saya obat. Untuk diminum setelah pesawat take off dari Madinah.

Sepanjang penerbangan saya tidur. Tidak minum. Tidak makan. Rupanya itu obat tidur. Agar saya tidak menderita sepanjang penerbangan Madinah-Jakarta.

Begitu mendarat di Juanda saya tidak boleh pulang. Langsung masuk rumah sakit. Saya sampaikan hasil pemeriksaan di RS Madinah: jantung prima, paru baik, dan tidak ada masalah dengan jantung.

Keluhan saya: perut sesak, dada nyeri, punggung sakit dan nafas berat. Sudah empat hari tidak bisa kentut dan tidak pup. Kenyataan itu membuat dokter kian fokus ke pencernaan. Maag saya diduga bermasalah.

Saat Pimred Jawa Pos Nurwahid, menjenguk saya di RS ternyata juga punya problem yang sama. Maka dia pun menyarankan agar saya minum tajin. Bahkan Nurwahid menegaskan di Redaksi Jawa Pos banyak yang terkena penyakit yang sama. Ah, berarti ini penyakit wartawan. Beberapa redaktur yang ikut menengok membenarkan kata-kata Nurwahid itu.

“Kalau begitu kita bisa bentuk paguyuban penderita maag,” kata saya.

Semua tertawa.

Sejak itu istri saya rajin membuat tajin. Mudah. Di Surabaya peralatannya lengkap. Tidak perlu meremas-remas nasi dalam plastik. Tiap dua jam saya minum tajin.

Robert Lai teman baik saya yang di Singapura terus memonitor keadaan saya. Dia terus mendesak saya agar ke Singapura. Saya tidak mau. Ini kan hanya urusan pencernaan. Pasti bisa teratasi.

Begitu saya ngotot tidak mau ke Singapura dia pun mengusulkan agar saya makan makanan tertentu. Orang di Tiongkok, dan orang Tionghoa di seluruh dunia, menjalani itu untuk pengatasi sakit maag.

Dia tidak tahu bahasa Inggrisnya apa. Dia hanya tahu istilah itu dalam bahasa Kanton. Dia juga tidak tahu bahasa Mandarinnya apa. Lalu saya minta Robert menceritakan proses pembuatan makanan khusus untuk orang maag itu.

Dari situ saya menarik kesimpulan bahwa makanan yang dimaksud tidak lain adalah tajin!

“Saya sudah melakukannya dua hari ini,” kata saya. “Istri saya bisa buat.”

Robert pun tertawa ngakak.

Selama tiga hari di rumah sakit saya tetap tidak bisa kentut. Tidak bisa pup. Berarti total tujuh hari. Perawat sudah mengusahakan memasukkan obat lunak ke lubang dubur. Dua kali. Tetap tidak berhasil. Hari berikutnya perawat memasukkan cairan tertentu ke dalam dubur. Sampai dua kali. Juga tidak berhasil.

Malamnya saya putuskan untuk meditasi. Menarik nafas panjang lewat hidung, menahannya di dada, dan menghembuskannya lewat mulut. Begitu terus sampai 99 kali. Sebanyak asma’ul husna. Sampai hitungan ke 40 saya kelelahan. Tapi saya teruskan.

Obat sudah tidak bisa mengatasi.

Pada tarikan nafas ke 60 saya hampir jatuh tertidur. Saya paksakan sadar. Sampai akhirnya mencapai 99 kali.

Paginya saya bisa pup. Tidak sulit sama sekali. Juga tidak keras. Saya tidak tahu apa hubungannya dengan meditasi.

Saya pun minta pulang. Dokter mengijinkan. Dirawat istri saya di rumah. Anak-anak saya belum pulang.

Tajin terus diproduksi. Dimasukkan termos. Tiap dua jam saya teguk.

Robert Lai terus mendesak agar saya ke Singapura. Dia sudah atur dokter ahli pencernaan terbaik di sana. Sudah pula punya jadwal apa yang akan dilakukan untuk saya: begitu tiba akan dilakukan pemeriksaan, lalu keesokan harinya akan dilakukan pemeriksaan perut dengan cara memasukkan peralatan ke dalam perut. Dimasukkan dari tenggorokan dan dari dubur. Dari situ akan lebih jelas apa sebenarnya yang terjadi di dalam perut saya.

Yang seperti itu di Surabaya juga bisa.

Sejak keluar dari RS saya kembali tidak bisa kentut dan tidak bisa pup. Selama tiga hari lagi. Tajin terus melewati tenggorokan tapi perut terus sesak. Setelah tiga hari di rumah saya tidak tahan omelan.

Akhirnya saya putuskan: ke Singapura.

 

oleh: Dahlan Iskan

KRI Sigurot-864 Sergap MV Sunrise Glory dalam Tempo 30 Menit

0

batampos.co.id – Ketika KRI Sigurot-864 menangkap kapal MV Sunrise Glory, mereka tengah melaksanakan tugas Operasi Pengamanan Perbatasan Indonesia – Singapura 2018. Adalah Mayor Laut (P) Arizona Bintara yang memimpin seluruh awak kapal perang tersebut. Ketika diwawancarai kemarin, dia menjelaskan bahwa proses penyergapan kapal pengangkut sabu lebih dari satu ton itu tidak lama. Bahkan tidak lebih dari satu jam.

“Kami pengejaran (sampai penyergapan) setengah jam. Kemudian pemeriksaan sekitar dua jam,” ucap dia.

Prosesnya berlangsung ketika KRI Sigurot-864 tengah berpatroli di perairan Selat Philips.

“Kami menemukan kapal berbendera Singapura melintas keluar dari alur yang disediakan untuk internasional,” terang Arizona. Lantaran merasa bertanggung jawab dan berwenang melaksanakan pemeriksaan, pengejaran dilakukan.

“Karena ada sedikit upaya untuk melarikan diri. Kami kejar dengan merapat dan kami laksanakan pemeriksaan,” beber dia. Meski sama sekali tidak ada perlawanan maupun kontak senjata, dia dan anak buahnya tetap mengamankan kapal tersebut.

Sebab empat awak kapal yang menumpang di kapal itu tidak membawa dokumen lengkap. Bahkan diduga menggunakan dokumen palsu. Untuk itu, dia langsung melapor kepada komando atas. Dari sana perintah membawa kapal tersebut ke pangkalan terdekat keluar.

“Perintahnya dibawa ke (Lanal) Batam. Saya bawa ke Batam,” imbuh Arizona.

Melalui pemeriksaan lanjutan di Batam, diketahui bahwa kapal tersebut membawa muatan sabu dengan berat mencapai satu ton. Atas keberhasilan itu, kemarin Arizona berikut anak buahnya dan beberapa petugas BNN, Polri, serta Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu mendapat penghargaan dari panglima TNI.

Keberhasilan KRI Sigurot-864 menggagalkan penyelundupan satu ton sabu mendapat apresiasi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto. Minggu (11/2) Hadi bertolak ke Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Batam untuk bersua dengan seluruh awak kapal perang tersebut. Dia mengaku bangga lantaran dengan segala keterbatasan, anak buahnya mampu bekerja maksimal. Bagaimana tidak? Apabila berhasil diseludupkan dan beredar, seluruh sabu yang dibawa kapal MV Sunrise Glory itu berpotensi mengancam jutaan nyawa.

Hadi menjelaskan bahwa dengan wilayah yang didominasi perairan, alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AL memang belum sepenuhnya ideal. Namun, kondisi itu tidak lantas membuat prajurit matra laut minim prestasi.

“Masih bisa operasi sesuai kemampuan yang ada,” ungkap orang nomor satu di institusi TNI tersebut. Sukses menggagalkan sabu dengan jumlah luar biasa banyak adalah salah satu bukti nyata. Sebab, keberhasilan itu tidak diperoleh dengan mudah. Mengingat kapal MV Sunrise Glory sudah lama menjadi incaran aparat.

Selain sudah jadi target sejak tahun lalu, kapal tersebut juga bukan pertama kali masuk wilayah Indonesia dengan tujuan serupa. Yakni menyelundupkan sabu. Berdasar data dari Badan Narkotika Nasional (BNN), setidaknya sudah tiga kali kapal itu masuk Indonesia. Namun, baru kali ini aparat berhasil menangkapnya.

“Hal itu adalah salah satu bagian dari prestasi bersama,” ucap Hadi. Sebab, TNI AL tidak bergerak sendiri. Mereka juga dibantu oleh BNN, Polri, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan instansi lainnya.

Lantaran setara dengan menyelamatkan jutaan nyawa, keberhasilan menggagalkan penyelundupan sabu tersebut dinilai tepat sebagai momentum untuk terus meningkatkan kerja sama antara TNI dengan instansi lainnya.

Bukan hanya pasar besar bagi bandar di dalam negeri, melainkan juga bagi pemasok dari luar negeri. “Didukung oleh produsen dan pengedar lintas negara,” kata Hadi.

Untuk itu, tindakan tegas dan keras harus terus dilakukan. Jangan sampai, narkotika semakin merajalela dan merusak bangsa. Dia pun mendorong BNN, Polri, serta instansi lain yang lebih concern mengurus masalah narkotika terus bergerak. TNI memastikan bakal selalu mendukung mereka.

“Sehingga upaya mereka (bandar dan pengedar) melalukan penyelundupan di wilayah NKRI bisa dihalau seperti yang kita lihat (di kasus kapal MV Sunrise Glory,” tambah panglima.

Selaras dengan keterangan Hadi, Ketua DPR Bambang Soesatyo menyampaikan bahwa kerja sama antara TNI, Polri, BNN, Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu, serta instansi lainnya harus diteruskan. Bila perlu semakin diperkuat. Tidak hanya itu, pejabat yang akrab dipanggil Bamsoet itu pun meminta aparat menindak tegas seluruh dalang dibalik peredaran narkotika di tanah air. Termasuk yang berperan dalam upaya penyelundupan menggunakan kapal MV Sunrise Glory.

“DPR menyarankan tenggelamkan kapal ini (MV Sunrise Glory) dan hukum mati pelakunya,” kata dia tegas.

Sementara itu, Kepala BNN Komjen Budi Waseso menuturkan bahwa sinergi antara instansinya dengan TNI, Polri juga instansi lain penting untuk menekan potensi masuknya narkotika melalui berbagai jalur. Dengan kerja sama yang baik, peluang bandar memasok narkotika semakin kecil. Kemudian peluang untuk memutus jaringan yang ada juga kian besar apabila kerja sama antar instansi kuat. “Jaringannya harus kami musnahkan dan berantas,” ucap dia. Tidak sampai di situ, kerja sama dengan otoritas di luar negeri juga tidak kalah penting.

Pria yang dikenal dengan panggilan Buwas itu mencontohkan, sabu yang berupaya diseludupkan menggunakan kapal MV Sunrise Glory. BNN mendapat tambahan informasi berkat kerja sama dengan otoritas di luar negeri. “Info yang kami dapat (sabu) itu sebenernya berasal dari Tiongkok. Dan kami bekerja sama kemarin dengan Australia. Mereka juga menginformasikan kepada kami,” beber dia. Selain itu, informasi tambahan juga dia peroleh dari otoritas di Thailand. Namun demikian, dia belum bisa membeberkan secara detail jaringan yang mengatur penyelundupan tersebut.

Sebab, Buwas mendapat informasi kapal itu memuat sabu sebanyak tiga ton. Hanya saja, dia belum tahu pasti dua ton sabu lainnya berada di mana. “Sedang kami kembangkan bersama TNI AL. Masih dicari kerena informasi yang kami dapat pertama adalah tiga ton dari kapal itu,” bebernya. Dia pun membenarkan bahwa kapal yang tertangkap saat menyamar menggunakan bendera Singapura tersebut bukan kali pertama masuk Indonesia dengan tujuan menyelundupkan sabu. “Jadi, kami akan dalami, kami kembangkan seluruhnya,” kata dia tegas.

Yang pasti, sambung Buwas, jaringan yang mengendalikan penyelundupan tersebut merupakan jaringan internasional. Mereka kerap menyelundupkan narkotika dalam jumlah besar. Termasuk dua kali penyelundupan yang mereka lakukan sebelumnya. “Jumlahnya besar-besar,” ucap dia. Untuk itu, pengembangan terus dilakukan agar proses yang dilakukan oleh BNN bersama TNI, Polri, dan instansi lainnya tidak berhenti sampai menggagalkan penyelundupan saja. Melainkan sampai jaringannya terbongkar tuntas. (syn/jpg)

 

Harga Burger Rp 40,8 Juta

0

YANG pengin memanfaatkan Valentine’s Day buat melamar kekasih, Pauli bisa jadi pilihan. Cukup beli burger di restoran di Boston, AS, itu, bakal dapat hadiah cincin pertunangan.

Tentu burgernya nggak murah: 3 ribu dolar AS atau sekitar Rp 40,8 juta. Nah, cincin 14 karat dengan frame berlian yang didesain Neil Lane, desainer perhiasan terkemuka, tersebut bakal kintil di dalamnya.

”Sudah ada beberapa orang yang sangat tertarik dengan tawaran kami,” kata Paul Barker, pemilik Pauli, seperti dikutip ABC News kemarin WIB (8/2). (*/c10/ttg/jpg)

DPRD Batam Kecewa, Hanya 9 SMP Negeri UNBK Tahun Ini

0

batampos.co.id – Komisi IV DPRD Kota Batam menyoroti minimnya Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri yang menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di tahun ini. Sebab, dari 45 SMP negeri, hanya sembilan sekolah saja yang bisa melaksanakan ujian berbasis komputer tersebut.

“Sesungguhnya kami kecewa dengan pelaksanaan UNBK tahun ini. Seperti yang disampaikan Pak Muslim (Kepala Dinas Pendidikan) memang tak ada perubahan, hanya 9 sekolah saja, Padahal kriteria sekolah maju itu berbasis teknologi,” sesal Aman, anggota Komisi IV DPRD Batam, Jumat (9/2).

Diakui Aman, tidak ada penambahan sekolah yang menerapkan UNBK disebabkan ketersedian perangkat ujian di masing-masing sekolah. Padahal, kata dia, DPRD Batam sudah jauh-jauh hari mendorong agar Dinas Pendidikan menganggarkan pengadaan komputer di beberapa SMP untuk menghadapi UNBK.

“Kita minta komputer dan perangkat wifinya dianggarkan. Tapi kemudian tidak disetujui dinas pendidikan,” katanya.

Ia menambahkan, bila dibandingkan dengan daerah lain yang sebagian besar sekolah negerinya sudah menerapkan UNBK, Batam sangat jauh tertinggal. Kondisi ini tentu sangat berbanding terbalik dengan target pemerintah pusat yang menargetkan 75 persen sekolah di Indonesia menerapakan UNBK.

“Persentasenya sangat kecil sekali, hanya 12 persenan. Bayangkan hanya enam sekolah negeri, tiganya lagi menumpang dari 45 sekolah,” paparnya.

Aman berharap pemerintah daerah lebih konsen dalam persiapan UBNK, apalagi UNBK sudah menjadi program nasional pemerintah pusat.

Siswa dan siswi SMPN 37 Tembesi, Sagulung sedang belajar,
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

“Banyak sekolah yang belum bisa menerapkan UNBK, dan itu tidak disikapi serius oleh pemerintah. Bahkan dianggap kurang penting oleh dinas,” sesalnya.

Terkait alasan defisit anggaran yang pernah disampaikan dinas sebelumnya, Aman menilai sah-sah saja, tapi bukan mengorbankan apa yang mendesak atau dibutuhkan.

“Sebenarnya kalau mau jujur masih ada anggaran di pos lain yang bisa dialihkan ke UNBk, dan tak direspos dengan baik,” jelasnya. (rng)

Lahan KSB Harus Diaudit

0
Tampak Kaveling di Sagulung yang semakin padat rumah-rumahnya, Senin (6/3). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kebutuhan rumah di Batam sangat mendesak tiap tahunnya. Penyebabnya bukan hanya untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi penduduk Batam yang bertambah terus tiap tahunnya. Tapi juga untuk menampung penduduk dari rumah liar sebagai bagian dari penataan kota yang ingin dilakukan oleh pemerintah daerah di kota Batam.

“Dalam satu tahun, ada 1.500 pembangunan rumah subsidi di atas tanah seluas 15 hektare. Sedangkan jumlah penduduk ruli ada 83 ribu. Kalau tidak mulai dari sekarang, kapan lagi mau memulainya,” kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan, Sabtu (10/2).

Memang untuk mengukur jumlah rumah yang bisa dibangun saat ini dengan jumlah penduduk yang membutuhkan sangat timpang perbandingannya. Belum lagi jika ditambahkan dengan kenyataan bahwa lahan di Batam tinggal sedikit. Namun jika tak ada langkah awal dari sekarang, maka ditakutkan persoalan ini akan semakin melebar.

Achyar mengatakan pihaknya tengah mencoba berkomunikasi dengan BP Batam terkait hal ini. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan menginventarisis lahan yang telah dihibahkan untuk menjadi Kavling Siap Bangun (KSB).

Sebelumnya, BP Batam memang pernah mengalokasikan lahan untuk dijadikan KSB kepada warga gusuran dari ruli. Namun sayangnya langkah tersebut tidak disertai dengan penataan yang semestinya, sehingga terjadi praktek seperti pemindahan ruli ke KSB yang kemudian dijual kembali.

Sedangkan ada juga KSB yang tidak dibangun-bangun tapi malah dijual tanpa sepengetahuan BP Batam. Padahal lahan KSB yang belum dibangun dalam jangka waktu tertentu akan dibatalkan haknya. Makanya Achyar yakin masih banyak lahan KSB kosong yang belum terdata. Atau lahan-lahan KSB yang pada prakteknya dijadikan ruli bisa saja digusur untuk kemudian dialokasikan untuk pembangunan pemukiman vertikal.

“Kami sudah berkali-kali bicara dulu supaya lahan KSB yang ribuan hektare itu segera diaudit. Mana tahu ada yang kosong. Sehingga bisa dibangun rumah subsidi,” jelasnya.

Penataannya nanti juga harus mempertimbangkan unsur kenyamanan, dimana lahan bekas KSB yang dimanfaatkan jadi rumah subsidi juga harus menyertakan fasilitas yang menunjang kehidupan masyarakatnya.

“Harus dikasih fasilitas dengan perbandingan 60 persen lahan untuk pemukiman dan sisanya untuk dibangun fasilitas seperti sekolah, taman, tempat ibadah dan lainnya,” paparnya.

Persoalan rumah liar (ruli) memang menjadi prioritas Badan Pengusahaan (BP) sebagai prioritas jangka pendek. Namun untuk mengatasinya, BP Batam perlu komitmen dari Pemko untuk bersama-sama menyelesaikannya.

“Kami ingin bersama-sama dengan Pemko selesaikan ruli. Kami sediakan lahan dan bangun rusun dan fasilitas pendidikan bersama Pemko Batam,” kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo.

Lukita mengatakan akan berupaya memetakan lahan-lahan yang tepat untuk pembangunan ruli di kota Batam. Dan BP Batam akan mengusahakan lokasinya berada dekat dengan kawasan usaha.”Tujuannya adalah untuk memudahkan mereka mencari kerja dan mendapatkan tempat tinggal yang legalitasnya jelas. Ini merupakan opsi bagus,” jelasnya lagi.

Menurut Lukita, keberadaan ruli sangat terkait erat dengan rumah liar. “Kami ingin sejak awal dilakukan pencegahan dengan pengamanan terhadap legalitas lahan yang ada,” jelasnya.

BP Batam menginginkan lahan yang telah dialokasikan harus segera diusahakan sesuai dengan ketentuan BP Batam yang mengharuskan lahan dibangun dalam kurun waktu 270 hari yang tertera dalam Surat Perjanjian (SPJ). Karena pada kenyataannya, banyak ruli berdiri diatas lahan terlantar karena pemiliknya tak kunjung membangunnya.

“Jangan didiamkan lagi. Namun untuk selesaikan masalah ruli ini, kami perlu duduk bersama dengan Pemko Batam,” ujarnya.(leo)

Master Plan Pulau Batam Tetap Utamakan Maritim

0
Sejumlah kapal saat labur jangkar diperairan Pelabuhan Batuampar, Jumat (9/2). F Cecep Mulyana/Batam pos

batampos.co.id – Master plan Batam yang akan diumumkan BP Batam tak lama lagi diyakini akan merampungkan pengembangan Batam yang terintegrasi dengan pengembangan Rempang, Galang dan pulau di sekitarnya.

“Master plan nanti tetap akan kembangkan Batam sebagai kota maritim dengan tujuan akomodir perkembangan global ke Batam,” ucap Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo belum lama ini.

Reklamasi di sekitar Batam akan dilakukan sesuai dengan arahan Peraturan Presiden (Perpres) 87/2011.. Kemudian ditambah dengan pengembangan jaringan infrastruktur untuk bandara dan pelabuhan laut antar pulau serta melengkapi transportasi darat dengan Light Rail Transit (LRT) dan moda transportasi lainnya.

Pengembangan ekonomi digital dan industri kreatif yang bernilai tambah tinggi akan dilakukan untuk mengakomodir semakin berkembangnya digitalisasi di dunia saat ini..”Bersamaan dengan pengembangan pariwisata maritim dan wisata alam di wilayah Barelang,” katanya.

Makanya pembangunan pelabuhan peti kemas di Tanjungsauh juga akan menjadi rencana prioritas. Begitu juga dengan pembangunan pembangkit energi arus laut di dekatnya. Nantinya arus laut akan dikombinasikan dengan hydrogen untuk menghasilkan arus listrik.

BP Batam juga berencana akan membendung laut untuk memabngun waduk. Sedangkan wilayah Rempang dan Galang akan digadang sebagai satu kesatuan konsep perencanaan, indsutri, perdagangan dan jasa, pariwisata dan infrastrukturnya.(leo)

Batam Butuh Pasar Tambahan

0
ilustrasi pasar di Batam.
Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana meminta lahan baru kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam. Dimana nantinya lahan itu difungsikan untuk pembangunan pasar milik pemerintah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam Zarefriadi mengatakan Kementrian pusat berjanji akan membantu anggaran pembangunan pasar tipe c di Kota Batam. Namun, Pemko diminta menyiapkan terdahulu lahan untuk pembangunan pasar tipe c.

“Nah karena kami tak punya lahan, maka minta BP mengalokasikan lahan baru untuk pasar tipe c,” terang Zaref, kemarin.

Syarat luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan pasar kurang lebih 3000 meter persegi. Lokasi lahan juga diharapkan dekat dengan pemungkiman warga sehingga mudah dijangkau.

“Kalau pasar ini ada, diharapkan dapat meminimalisir adanya pasar kaget dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Zaref.

Menurut dia, jumlah pasar legal di Batam tidak sebanding dengan jumlah masyarakat Kota Batam. Ia pun berpendapat hal itu yang menjadi penyebab harga kebutuhan sulit ditekan. Apalagi Pemko hanya memiliki 6 pasar diantaranya pasar Seroja, pasar Hangtuah, pasar Jodoh, Pasar Seiharapan, Pasar Belakangpadang

“Pasar pemerintah hanya ada 6. Dan seperti apa legalitasnya juga sedang kami diskusikan dengan stakeholder terkait, seperti Dinas Pertanahan, Dinas Aset dan BP Batam,” jelas Zaref.

Sementara untuk status pasar Pasar induk Jodoh, tengah menunggu keputusan resmi dari Kementrian. Jika sudah ok, maka pasar tersebut bisa segera dibangun dan dikelola.

“Jadi, harus di clearkan semua dulu,” pungkas Zaref. (she)