Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 12621

Peningkatan SDM Harus Disertai Fasilitas

0
Personel Satpol PP dan Damkar saat mengikuti pelatihan beberapa waktu lalu. F. Wijaya Satria/Batam Pos.
batampos.co.id – Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Lingga Febrizal Taupik memastikan kualitas SDM Satpol PP Bunda Tanah Melayu dapat bersaing dengan SDM Satpol PP di daerah lainnya. Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Ical ini, setelah menggelar kegiatan pembinaan terhadap Satpol PP di Hotel Gapura, Dabo Singkep, belum lama ini.
“Kegiatan itu kami tujukan agar meningkatkan kualitas dan eksistensi Satpol PP dalam rangka menegakkan Perda dan peraturan kepala daerah,” kata Taupik kepada Batam Pos, Selasa (5/12) pagi.
Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Sabhara Polres Lingga tersebut juga diharapkan dapat membentuk SDM Satpol PP Kabupaten Lingga dapat bertindak sesuai dengan tupoksi mereka serata berlaku profesional sesuai dengan aturan yang ada.
Taupik juga memastikan seluruh personil Satpol PP Kabupaten Lingga turut mengikuti kegiatan sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Karena pembinaan yang dilakukan secara bertahap itu agar dapat memaksimalkan peserta dalam menerima materi yang diberikan.
“Setelah mengikuti kegiatan ini tentunya ke depan Satpol PP Kabupaten Lingga lebih memahami tupoksi mereka,” kata Taupik.
Namun Taupik mengatakan, peningkatan SDM personil mesti dibarengi dengan kesiapan fasilitas. Sehingga Satpol PP dapat berbuat lebih baik lagi dalam menjalankan tugas mereka tanpa ada kendala berarti yang menghambat perkembangan kinerja Satpol PP.
Untuk itu, Taupik mengharapkan perhatian Pemerintah dalam hal pemenuhan kebutuhan fasilitas Satpol PP.
“Saat ini saja kami tidak memiliki transportasi dalmas sehingga masih banyak kendala yang kami hadapi” ujar Taupik.
Selain fasilitas, Taupik juga menyampaikan terkait kekurangan personil. Sesuai dengan Permendagri no 60 tahun 2012 tentang penetapan personil Satpol pp menyatakan jumlah personil Satpol PP tingkat Kabupaten seharusnya minimal berjumlah 150 orang. Namun hingga saat ini jumlah Satpol PP di Lingga hanya berjumlah 106 anggaota saja. (wsa)

Komisi IV DPRD Batam Nilai Peralatan Medis RSUD Banyak yang Tak Layak Pakai

0

batampos.co.id – Peralatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah banyak yang sudah tidak layak pergunakan. Itu karena masa berlaku kalibrasi peralatan medis banyak sudah habis (expired).

Bahkan beberapa diantaranya sudah lewat sampai setahun namun masih dipergunakan. Tidak itu saja perlengkapan medis juga banyak yang belum lengkap sehingga berimbas pada tersendatnya pelayanan medis di rumah sakit bertipe B itu.

Persoalan ini ditemui oleh rombongan komisi IV DPRD Kota Batam yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD tersebut, Selasa (5/12) pagi. Untuk peralatan medis yang bermasalah diantaranya; mesin tensi meter di ruangan Unit Gawat Darurat (UGD) serta beberapa mesin untuk perawatan pasien di ruangan trauma center, yang mana masa kalibrasi sudah ekspire sejak September 2017 lalu. Begitu juga lima unit mesin cuci darah di Klinik cuci darah (Hemodialisa) yang sudah setahun expired namun masih dipergunakan, serta beberapa peralatan medis lainnya di ruangan PICU dan ICU belum dikalibrasi sama sekali.

“Padahal kalibrasi sangat penting. Ibarat kendaraan kalau tak ganti oli pada tanggal yang sudah kita tentukan tentu berbayaha bagi mesin kendaraan kita. Apalagi sampai setahun tak dikalibrasi kan berbahaya. Bukan mengangkat penyakit tapi malah tambah penyakit alat ini nanti. Hampir 80 persen peralatan di sini seperti itu semua,” kata anggota komisi IV DPRD kota Batam, Ricky Indrakari ditengah-tengah sidak tersebut, kemarin.

 

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Riki Indrakari mengecek infus di salah satu ruanagn RSUD Ewmbung Fatimah, batuaji untuk mencuci darah saat sidak, Selasa (5/12). F. Dalil Harahap/Batam Pos

Selain mengamati peralatan medis, rombongan komisi IV yang dipimpin oleh ketua komisi Djoko Mulyono juga mengecek ketersediaan obat-obatan yang ada di rumah sakit tersebut. Hasilnya memang sama seperti yang dikeluhkan pasien selama ini. Stok obat di RSUD memang banyak yang kosong. Tidak saja obat untuk penyakit langkah, obat untuk penyakit umum seperti paracetamol (penurun panas) juga kosong di rumah sakit tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaholo obat-obatan satu ruanagn RSUD Ewmbung Fatimah, Batuaji saat sidak, Selasa (5/12). Obat-obatan di RSUD ini sering kosong dan pelayanannya lambat. F. Dalil Harahap/Batam Pos

“Ini pasti sudah berbulan-bulan seperti ini. Banyak loh Bu ,pasien yang keluhkan masalah obat ini. Paracetamol saja tak ada apalagi obat penyakit langkah lainnya,” kata Udin P Sihaloho, anggota dewan lain kepada petugas apoteker di ruangan apotek rawat inap RSUD.

Selain obat-obatan, dalam sidak tersebut rombongan dewan itu juga menemui Hemodialisa. Dimana klinik itu sudah tiga hari belakangan ini tak bisa melayani pasien cuci darah sebab selang transfusi darah untuk pasien sudah habis sejak, Senin (4/12) lalu.

“Iya memang tak bisa kami layani karena plat line (selang tranfusi darah) sudah kosong sejak kemarin. Hari ini ada lima pasien yang datang memang tak bisa kami layani,” tutur dr. Citra yang menangani klinik tersebut.

Kepada anggota Dewan, dr Citra mengatakan bahwa jauh-jauh hari sebelum peralatan medis itu habis pihaknya sudah menyampaikan ke manejemen RSUD namun belum ditanggapi.

“Kami sudah sampaikan pak, cuman belum diantar barang itu. Kami tak bisa layani karena pasien butuh selang itu,” tutur dr. Citra.

Manajemen RSUD kepada rombongan anggota Dewan tersebut tak berkelit dengan temuan-temuan yang menghambat pelayanan medis di RSUD. Namun demikian munculnya persoalan itu bukan karena kelengahan pihak manajemen. Wakil Direktur Umum dan Keuangan Sri Widjayanti kepada rombongan anggota Dewan menuturkan, untuk persoalan kalibrasi memang ada beberapa peralatan medis yang harus dikalibrasi langsung oleh perusahaan pembuat barang-barang tersebut. “Kita akui memang ada itu cuman tidak semua karena kelalain kami. Ada beberapa alat yang harus dikalibrasi oleh vendornya langsung. Ini yang sedang kami upayakan secepatnya. Kalau di ruangan ICU itu memang masih baru alatnya sehingga belum dikalibrasi,” jelas Sri.

Begitu juga terkait stok obat-obatan dan selang tranfusi darah yang kosong, Sri mengatakan persoalannya ada pada anggaran, yang mana klaim tagihan ke BPJS tidak membayar full sehingga berimbas kepada banyak hal termasuk pengadaan obat-obatan itu.

“Kami juga tak bisa berjalan sendiri. Kalau BPJS tak bayar full tentu banyak persoalan yang kami hadapi. Ini bukan sekali ini saja tapi sudah lama berlangsung,” tuturnya

Menanggapi penjelasan manajemen itu, rombongan anggota Dewan berencana akan memanggil pihak BPJS dan RSUD untuk sama-sama membahas persoalan itu.

“Nanti kirim surat ke kami biar hearing bersama PBJS di Dewan. Ini tak boleh dibiarkan berlarut-larut. Percuma menyandang status tipe B sementara pelayanan amburadul seperti ini,” ujar ketua komisi IV Djoko Mulyono. (eja)

Selain Kesejahteraan Keluarga, PKK Harus Peduli Pendidikan

0
Bupati Bintan Apri Sujadi bersama ketua TP PKK Kabupaten Bintan Deby Apri Sujadi foto bersama para pengurus TP PKK Kabupaten Bintan dalam memperingati hari ibu ke 89 di conventional Hall Hermes Agro kilometer 25, Kecamatan Toapaya, Senin (4/12). F. Kominfo untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Bintan bersama pengurus TP PKK tingkat  Kecamatan menggelar berbagai lomba dalam memperingati hari ibu ke 89 di conventional Hall Hermes Agro kilometer 25, kecamatan Toapaya, Senin (4/12).

“Seharusnya dua minggu lagi karena khawatir berbenturan dengan acara lainnya, dimajukan,” ungkap ketua TP PKK Kabupaten Bintan, Deby Apri Sujadi.

Menurutnya, hari ibu yang mengusung tema peringatan hari ibu sebagai momentum kesetaraan gender sangat tepat dengan program program pemerintah Kabupaten Bintan,
di mana para kader PKK diminta untuk menyejahterakan keluarga baik mutu maupun kualitasnya. Terlebih lanjutnya, Kabupaten Bintan meraih penghargaan kabupaten sehat
yang diberikan secara langsung oleh Menteri kesehatan Republik Indonesia (RI) Nila
F Moeloek.

Selain hal itu, ia meminta para kader PKK Kabupaten Bintan untuk tidak kalah dalam mengukir prestrasi seperti Sekretaris Kecamatan Bintan Timur yang mendapat penghargaan tingkat nasional sebagai gugus paud dan ketua TP PKK Bintan Utara yang menerima penghargaan bunda paud kecamatan terbaik. “Jadi tak hanya fokus pada kesejahteraan keluarga, namun juga peduli pada dunia pendidikan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan begitu banyak kegiatan yang dilakukan TP PKK Kabupaten Bintan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Terutama dalam rangka membantu program-program pembangunan yang dicanangkan oleh pemerintah kabupaten bintan. “Kita akan terus bersinergi, sehingga apa yang akan kita perbuat untuk Kabupaten Bintan akan dapat dicapai untuk generasi ke
depan yang lebih baik,” ungkapnya

Dengan momentum ini, ia meminta semua pihak mengenang kembali besarnya jasa dan peran orang tua terhadap keberhasilan putra dan putri. “Bayangkan jika seluruh orang tua mampu menjadikan anaknya sebagai generasi emas, generasi yang mampu bersaing dan mengukir prestasi maka kualitas sumberdaya manusia yang ada di daerah kita akan dapat maju dan berkembang,” tuturnya.

Ia juga meminta prestasi yang sudah diukur sebaiknya dijaga dan dirawat agar Kabupaten Bintan melalui organisasi wanita yang ada dapat terus merajut prestasi yang tiada henti untuk generasi kabupaten Bintan ke depan. (cr21)

Anwar Ketangkap Sembunyikan Sabu 169 Gram Dalam Anus

0
ilustrasi

batampos.co.id – Untuk yang kesekian kalinya, petugas Bandara Internasional Hang Nadim, Batam kembali mengamankan kurir sabu dari Malaysia. Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea dan Cukai Batam, Raden Evy Suhartantio menjelaskan, Anwar Sakda diamankan Selasa (5/12/2017).

“Dia merupakan penumpang pesawat Lion Air dengan tujuan ke Aceh. Dia kita amankan sekitar jam sebelas siang di Bandara Hang Nadim,” ujar Evy kemarin sore.

Dijelaskan Evy, penangkapan terhadap Anwar bermula dari kecurigaan petugas yang melihat gerak-gerik Anwar yang mencurigakan sebelum masuk ke pintu pemeriksaan (X-Ray). Selanjutnya, petugas Bandara Internasional Hang Nadim melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap Amiruddin.

“Dari hasil pemeriksaan, didapatkan empat paket sabu yang disimpan oleh pelaku di dalam anusnya. Untuk total barang bukti sabu yang kita amankan seberat 169 gram,” bebernya.

Hingga Selasa (5/12) sore kemarin, Anwar masih menjalani pemeriksaan oleh pihak Bea dan Cukai Batam. Selanjutnya, Anwar akan diserahkan pihak Bea dan Cukai ke pihak yang berwenang guna pengembangan lebih lanjut.

“Tangkapan hari ini diduga temannya yang kemarin (Senin, red) kita tangkap. Tapi apakah mereka satu jaringan atau bagaimana, silahkan ditanyakan langsung kepada pihak yang melakukan pengembangan,” imbuhnya.

Sementara dari pengakuan Anwar, ia sudah dua kali melakukan penyelundupan sabu ke Batam dari Malaysia. Untuk dapat masuk ke Batam, ia melalui pelabuhan rakyat dan kemudian melanjutkan perjalanannya menuju ke Aceh.

Menurut dia, ini merupakan yang kedua kalinya ia membawa barang haram itu dari Malaysia dan masuk ke Indonesia. Namun, dalam usahanya yang kedua ini gagal setelah diamankan petugas bandara.

“Saya diupah 16 juta untuk bawa barang ini sampai ke Aceh. Saya tidak kenal sama siapa yang menyuruh saya ini,” ujar pria yang bekerja sebagai buruh bangunan di Malaysia ini. (cr1)

Listrik di Rumah Bupati Sering Mati

0

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengatakan, pemadaman listrik tidak terjadwal di Ranai belakangan sering terjadi dan dibuat geram.

“Di rumah saya saja tiap hari listrik mati, perlu dipertanyakan juga ini PLN. Katanya daya dimiliki sudah melebihi dari pemakaian pelanggan, kok sering mati-mati,” kata Hamid Rizal saat peresmian SPBU Nelayan di Desa Sepempang kemarin.

Kebetulan saat peresmian tersebut, pejabat BPH Migas dan Pertamina dan didampingi Bupati, listrik padam. Sehingga pada saat pengisian bahan bakar perdana terpaksa hanya sebatas simulasi. Apalagi SPBU nelayan belum dilengkapi mesin diesel untuk sumber listrik cadangan.

Hamid mengaku, pemadaman listrik terjadi termasuk dikediamannya sudah tidak lagi dihitung setiap harinya. Dan mulai timbul curiga, kenapa penyebabnya.

Menurut Hamid, pemadaman listrik tidak terjadwal belakangan ini pihak PLN beralasan terjadi gangguan pada jaringan.

“Tapi kita muncul curiga, kok bisa setiap hari jaringan kena pelepah kelapa. PLN sudah dapat dukungan penambahan daya, kami pemerintah daerah berharap pelayanan listrik PLN bisa lebih maksimal kedepannya,” harap Hamid Rizal.(arn)

Distribusi Gula di Tangan Bulog

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disprindag) Provinsi Kepri, Burhanuddin mengatakan kewenangan untuk mengelola distribusi gula sudah menjadi tugas Badan Urusan Logistik (Bulog). Tetapi bagaimana teknisnya di lapangan masih belum disimpulkan.

“Direktorat Jendral Perdagangan Dalam Negeri memang sudah mengeluarkan surat edaran. Ada beberapa poin penting dalam surat tersebut,” ujar Burhanuddin menjawab pertanyaan Batam Pos, kemarin.

Disebutkannya, lewat rapat perekonomian beberapa waktu lalu, diputuskan hanya Bulog yang dapat menjual gula dalam bentuk curah ke pasar tradisional. Kemudian pada pelaksanaanya, Bulog dapat bekerjasama dengan pelaku usaha lainnya.

“Meskipun dikendalikan oleh Bulog, pelaku usaha tetap diberikan kewenangan untuk menjual gula kepada konsumen dalam kemasan 1 Kg,” paparnya.

Lebih lanjut katanya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Disprindag Kabupaten/Kota di Kepri. Apabila tidak ada halangan, dalam waktu dekat, pihak Bulog akan menggelar pertemuan dengan distributor dan Disprindag Kabupaten/Kota untuk mensosialisasikan hal ini.

“Jika memang itu keputusan yang terbaik, tentu kita didaerah harus mendukung. Karena memang peran Bulog sangat strategis untuk mengatur peredaran kebutuhan pokok,” jelas Burhanuddin.

Ditanya dengan adanya surat tersebut, otomatis menghapus kewenangan distributor-distributor gula yang sudah ada. Mengenai hal itu, pria yang akrab disapa Boy tersebut belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut.

“Teknisnya nanti tentu Bulog yang akan memberikan penjelasan. Karena rapat koordinasi masih belum dilakukan ditingkat daerah,” tutup Burhanuddin.(jpg)

Tiap OPD Wajib Kelola Website dan Media Sosial

0

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Natuna kini tengah getol mempublikasi kegiatan pemerintahan di masing-masing OPD. Bahkan Bagian Humas Pemkab Natuna menggelar training membuat siaran pers kepada sejumlah pegawai di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD) di kantor Bupati Natuna, Selasa (5/12).

In house training dalam penulisan psiaran pers dan pengelolaan media sosial di lingkungan Pemkab Natuna tersebut dibuka Asisten adminitrasi Izwar Asfawi, untuk memberikan wawasan awal setiap peserta menjadi Humas dimasing-masing OPD.

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkab Natuna Budi Dharma mengatakan, untuk menambah peran aktif dalam pemanfaatan perkembangan teknologi dan informasi serta komunikasi yang berbasis web dan media sosial.

Dikatakan Budi, peran humas di masing-masing OPD sangat membantu memberikan informasi kepada masyarakat secara langsung. Melalui website maupun media sosial, perkembangan kegiatan dan kebijakan di OPD dapat diketahui masyarakat.

Training in house ini menjawab keterbukaan informasi, bagi penyampaian kemajuan pembangunan di setiap OPD,” sebut Budi.

Menurut Budi, selama ini banyak kegiatan pemerintahan di masing-masing OPD tidak diketahui masyarakat. Sehingga dengan pengelolaan website masing-masing OPD dan media sosial dengan baik, dapat memberikan informasi yang positif dan mndidik.

“Dalam catatan kami, belum semua OPD memiliki website, dan tahun depan diwajibkan semua OPD pengelolaan website yang baik untuk penyampaian informasi. Tentu akan membantu pemerintah tahun daerah secara langsung dan bisa mempermudah investasi nantinya,” jelas Budi.(arn)

SPBU Nelayan, Beli Solar Boleh Pakai Jerigen

0

batampos.co.id – Diresmikannya dua SPBU nelayan di Desa Sepempang dan Sabang Mawang Natuna sejumlah nelayan mengaku sangat terbantu. Kebutuhan nelayan dipermudah, karena penyaluran bahan bakar solar dikhususkan untuk nelayan. Bahkan nelayan boleh membeli pakai jerigen di SPBU Nelayan.

Kepala Bagian Migas Pemkab Natuna Faisal Firman mengatakan, untuk pembelian solar kebutuhan nelayan secara teknisnya tetap memerlukan rekomendasi dinas teknis terkait. Dan diawasi Pemerintah Daerah.

“Dan nelayan boleh menggunakan jerigen membeli solar di SPBU nelayan. Namun dengan membawa rekomendasi dari instansi terkait, seperti kartu nelayan,” katanya, Selasa (5/12).

Hal ini katanya, karena SPBU Nelayan dibangun disarankan, bukan ditengah laut. Karena segmennya untuk penjualan kepada nelayan. Rekomendasi tersebut menghindari penyalahgunaan BBM satu harga diberlakukan pemerintah didaerah perbatasannya seperti Natuna.

“Tapi kami masih menunggu kordinasi pertamina, dinas perikanan dan bagian migas untuk rekomendasi itu, tentu belinya pakai drum tak boleh di SPBU,” ujar Faisal.

Sementara pihak Depot Pertamina Natuna di Selat Lampa, menyatakan pembelian kebutuhan nelayan menggunakan jerigen sudah diberlakukan di SPBU Pertamina di Ranai. Namun pembelian dibatasi, satu hari diberikan sebanyak 30 liter solar, dan Pertamina menambah kuota solar sebanyak 2,5 kilo liter setiap hari untuk nelayan.(arn)

Polres Karimun Buka Nomor Darurat 110

0

batampos.co.id – Polres Karimun menyiapkan nomor layanan 110 untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ada di seluruh Kabupaten Karimun. Nomor yang disiapkan ini dapat digunakan oleh warga untuk memberikan laporan atau informasi yang berkaitan dengan keamananan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).

“Kami siapkan nomor 110 ini tidak lain untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dan sebagai salah satu program Kapolri yang disebut profesional, modern dan terpercaya (Promoter). Dengan nomor ini, masyarakat di mana saja bisa memberikan laporan atau pengaduan kepada polisi. Khususnya yang bersifat insedentil atau mendadak,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Agus Fajaruddin, Selasa (5/12).

Dikatakan Kapolres, jika sewaktu-waktu di suatu pemukiman warga ada kejadian, maka warga yang ingin melaporkan tidak kesulitan lagi untuk menghubungi polisi. Karena nomor 110 bisa dihubungi melalui berbagai jenis media telekomunikasi. Bisa melalui ponsel pintar dan ponsel biasa, serta tidak dikenakan biaya atau gratis. Laporan ke nomor tersebut secara otomatis akan masuk ke server command yang ada di pusat data Polres Karimun.

“Sekali pun masyarakat yang melapor itu bukan di Pulau Karimun, maka tetap akan ditindaklanjuti. Karena, selain pusatnya ada di Polres Karimun, juga ketika ada laporan masuk, maka secara otomatis dapat diketahui laporan tersebut berasal dari mana dan akan langsung dihubungkan ke Polsek terdekat. Bahkan setiap laporan yang masuk dapat dimonitor oleh Mabes Polri,” jelasnya.

Melalui nomor layanan 110, lanjut Kapolres, diharapkan masyarakat akan semakin dekat dengan polisi, sebagai perpolisian masyarakat. Selain itu, yang terpenting situasi dan kondisi tetap aman dan kondusif. Polisi juga dengan cepat dapat merespon laporan dari masyarakat. (san)

Proyek Selesai Baru 85 Persen

0

batampos.co.id – Menjelang akhir tahun anggaran, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Karimun mengingatkan kepada rekanan atau perusahaan yang sedang mengerjakan proyek agar segera menyelesaikan pekerjaannya.

“Memang sudah menjadi kewajiban kami untuk mengingatkan kepada perusahaan kontraktor yang sedang mengerjakan proyek fisik yang berasal dari dinas dan sumber biayanya dari APBD agar segera menyelesaikan pekerjaannya. Selain itu, staf kami yang bertugas melakukan pengawasan juga sudah kembali turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan,” ujar Kepala DPUPR Kabupaten Karimun, Zulfan, Selasa (5/12).

Sampai dengan awal bulan ini, katanya, persentase pekerjaan yang sudah selesai dari seluruh proyek yang ada di dinasnya mencapai 85 persen. Artinya, masih ada 15 persen lagi yang belum selesai. Waktu penyelesaian juga hanya tinggal bulan ini saja. Tepatnya sebelum 24 Desember 2017. Masih ada waktu 3 pekan lagi untuk diselesaikan.

“Kami optimis kalau seluruh pekerjaan bisa selesai seluruhnya pada tahun ini. Apalagi, kami melihat pekerjaan yang sulit atau dengan nilai yang cukup besar yang dikerjakan pada saat APBD murni 2017 sudah 90 persen selesai. Dan, saat ini hanya tinggal proyek yang nilainya tidak besar. Seperti, semenisasi yang berasal dari APBD perubahan 2017. Untuk kontraknya sudah selesai semua dan sedang dalam tahap dikerjakan,” jelasnya.

Hanya saja, lanjut Zulfan, karena ketentuan semenisasi harus dengan beton ready mix, saat ini perusahaan kontraktor yang mengerjakan proyek semenisasi harus antri. Hal ini disebabkan jumlah alat ready mix itu terbatas. Selain itu, kondisi cuaca juga dalam dua pekan terakhir sering hujan. (san)