Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 12620

Akuisisi Pertagas ke PGN, Langkah Awal Holding Migas

0

batampos.co.id – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menyatakan terus berkomitmen mendukung program pemerintah di sektor energi. Salah satu di antaranya adalah rencana pemerintah untuk merealisasikan pembentukan holding BUMN.

“Kami berkeyakinan pembentukan holding BUMN dalam upaya melakukan konsolidasi pengelolaan gas bumi akan memberikan banyak manfaat bagi negara dan masyarakat banyak,” kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, di Jakarta, Rabu (6/12).

Seperti diketahui, Kementerian BUMN memiliki rencana untuk membentuk holding BUMN energi. Saat ini, selain PT PGN, BUMN energi yang ada di Indonesia adalah PT Pertamina (Persero). Rencananya, Kementerian BUMN memproyeksikan PT Pertamina sebagai induk holding migas.

Menurut Hutama, pada dasarnya PGN meyakini semangat pembentukan holding migas ini untuk mencegah dualisme pengelolaan hilir gas bumi domestik. “Pembentukan holding migas ini tentu sebagai salah satu cara menghindari duplikasi pengelolaan hilir gas bumi,” kata Hutama.

Saat ini, Pertamina memiliki anak usaha yang juga bergerak di bidang usaha gas bumi, yakni PT Pertagas. “Dengan holding ini, Pertagas akan dilebur ke PGN, kemudian PGN menjadi anak usaha dari PT Pertamina,” ujar Hutama. Hal ini mutlak dilakukan untuk mencapai tujuan holding.

Pernyataan Hutama merujuk skema yang pernah disampaikan oleh Kementerian BUMN dalam berbagai kesempatan. Menurut skema tersebut, saham seri B milik negara di PGN yang mencapai 57 % akan dialihkan ke Pertamina. Sementara itu, 100 % saham Pertagas akan dialihkan ke PGN.

PGN melihat penyatuan Pertagas ke PGN ini akan menjadikan satu entitas yang solid untuk mendukung pengelolaan energi nasional. “Selain dapat mempercepat pembangunan infrastruktur gas yang terintegrasi, penyatuan ini dapat mencapai distribusi gas yang lebih merata,” kata Hutama.

Meski demikian, sebagai perusahaan milik negara sekaligus perusahaan public yang tunduk terhadap peraturan OJK dan juga harus bertanggung jawab kepada pemegang saham minoritas, PGN menunggu proses yang masih berlangsung di pemerintah.

“Saat ini kami masih menunggu arahan dan terus berkoordinasi dengan pihak Kementerian BUMN terkait rencana PGN ke depan,” tutup Hutama. (arm)

BMGK: Batam masih Berpotensi Diguyur Hujan dan Dihembus Angin Kencang

0
ilustrasi

batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Hang Nadim Batam menyebutkan hujan lokal dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir serta angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Batam.

Hal ini disebabkan adanya daerah bertekanan rendah di sekitar utara Pulau Sumatera yang menyebabkan banyaknya massa udara yang menuju ke wilayah tersebut sehingga uap air di sekitar wilayah Kepri menjadi berkurang. Namun, prakiraan nilai kelembapan udara di lapisan atas yang cukup tinggi masih berpotensi membentuk awan-awan konvektif yang menghasilkan hujan.

“Secara umum kondisi cuaca esok hari, Rabu (6/12) diprakirakan berpotensi terjadi hujan lokal yang dapat disertai petir dan angin kencang,” kata Kasi Datin BMKG Hang Nadim, Suratman.

Kondisi ini, menurut dia, masih kondusif untuk akivitas transportasi darat dan udara, untuk transportasi laut dan aktifitas kelautan diimbau untuk berhati-hati terhadap gelombang laut yang tinggi di wilayah perairan Natuna dan Anambas.

“Serta arus laut yang kuat di seluruh wilayah perairan Kepri,” lanjut dia.

Untuk wilayah Batam suhu udara 25 derajat celcius sampai 32 derajat celcius, ditambah dengan kecepatan angin mencapai 30 KM per jam. Kelembaban 65 persen sampai 95 persen.

Sebelumnya, hujan deras dan angin puting beliung yang menerjang lima rumah di kavling, Sei Lekop, Batam. Akibatnya, kondisi enam rumah tersebut rusak parah. Atap rumah habis total diterbangkan oleh angin puting beliung. (rng)

Di Gedung Putih pun Ada Tikus

0
ilustrasi wahyu kokkang / jawapos

batampos.co.id – Gedung Putih, Amerika Serikat, ah siapa yang tidak tahu gedung megah itu. namun tahukan di gedung itu pun ditinggali keluarga tikus?!

Ya, gedung tersebut menjadi rumah beberapa keluarga tikus. Menurut mantan Kepala GSA Inspektur Jenderal Brian Miller, penyebabnya adalah usia bangunan Gedung Putih yang sudah sangat tua. Rumah yang halamannya selalu bikin iri perdana menteri Inggris itu dibangun pada 1792 dan dihuni sejak 1800. Lebih dari 200 tahun silam!

”Siapa pun tahu, rumah lama butuh banyak perawatan dengan biaya nggak sedikit,” ungkap Miller sebagaimana dikutip Huffington Post.

Tahun ini saja, ada empat laporan serangan serangga di Gedung Putih. Mulai kecoak hingga semut. Mantan Kepala Bidang Pers Sean Spicer bahkan pernah memergoki tikus di ruangannya.

”Saat brankas disingkirkan, aku menemui sobat kecil. Aku ingin ia mendapat meja kecil berukuran 3–4 kaki,” sindirnya kala itu.

Ternyata, hama tersebut mendiami bangunan itu sejak berdekade-dekade lalu. Dalam catatan Presiden Jimmy Carter pada 1977, dia menyatakan tikus-tikus Gedung Putih cukup rajin berkembang biak.

”Dua atau tiga bulan sekali, aku minta tikus itu diberantas,” tulisnya. (fam/c10/na)

Isdianto Berpeluang Gabung PDIP

0
Endri Sanopaka. F.Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Politik dan Ilmu Sosial (STISIPOL) Tanjungpinang, Endri Sanopaka mengatakan, keputusan Banmus DPRD Kepri berpotensi menimbulkan gugatan dimasa yang akan datang, terutama oleh partai pengusung atau gabungan partai pengusung. Karena merasa sudah menjalan ketentuan dengan mengusulkan nama calon.

“Saya melihat ini jadi ada tiga kubu, kubu DPRD Kepri, parpol pengusung, dan Gubernur Kepri sendiri. Kalau sudah sampai ada tiga kubu seperti ini dapat dipastikan proses pemilihan wagub akan alot,” ujar Endri Sanopaka, Selasa (6/12).
Menurutnya, kalaupun dalam paripurna nanti Isdianto ditetapkan sebagai wagub. Kemungkinan akan digugat dan pelantikannya akan tertunda. Sementara dari sisi Gubernur yang menyatakan bahwa Nasdem bertahan dengan pilihan calon yang diusungnya Isdianto dan Rini. Yakni bisa dilihat, adanya keinginan Gubernur untuk berpasangan dengan Rini. Pasalnya jika ingin dengan Isdianto sudah tentu tidak muncul nama Mustafa Widjaya.
“Jadi kalau Kamis ini dipaksakan Isdianto terpilih, kita sudah melihat potensi disharmoni antara Gubernur dan Wakil Gubernur. Saya rasa semua pihak harus punya semangat yang sama dalam membangun Kepri ke depan, bukan hanya dihadapkan pada gejolak politik saja. DPRD harus bijak melihat potensi disharmoni, termasuk tokoh tokoh politik Kepri,”
Ditegaskannya, kalau hanya untuk kemudian muncul konflik baru dimasa depan antara Gubernur dan Wakil Gubernurnya, lebih baik dihentikan semua proses pemilihan wagub. Menurutnya, sebenarnya bisa melihat apa yang terjadi selama ini dalam proses pemilihan wagub adalah merupakan kelihaian komunikasi politik dari Gubernur.
“Harusnya semua pihak legowo melepaskan kepentingan, baik DPRD ataupun partai pengusung termasuk tim sukses. Lebih baik kita berikan kebebasan kepada Gubernur menentukan pilihan dan kemudian diakomodir. Termasuk kalau Gubernur ingin sendirian tanpa wakil dapat dilakukan dengan mengajukan judicial review ke MK atas kewajiban memiliki wakil gubernur.
Ditambahkannya, Kepri ini kan bukan hanya milik mereka para elit politik saja, tapi milik semua masyarakat Kepri, jadi jangan korbankan kepentingan publik. Kalau elit tidak mahu mengalah, sebaiknya masyarakat memberikan sanksi sosial kepada semua elit yang berkepentingan,  baru nanti pada momentum politik 2019 atau pilgub mendatang dapat diberikan sanksi politik,dan mencatatnya sebagai pengingkaran atas kepentingan publik.
“Kita melihat potensi (Isdianto,red) bergabung ke parpol itu pasti, Karena salah satu posisi tawar memperkuat kedudukan adalah partai politik, dan barangkali sudah ada kesepakatan bahwa kalau yang bersangkutan didukung PDIP di pemilihan nanti maka akan bergabung,” tutup Endri Sanopaka.(jpg)

Felix Lewy Jawara Lomba Video Drone Sail Sabang 2017

0

Skygrapher Medan keluar sebagai juara lomba video drone (kamera udara) di Sail Sabang 2017. Felix Lewy, sang pemenang menampilkan pesona tersembunyi Pulau Weh, pulau terluar di ujung barat nusantara.

Felix memberi judul “The Beautiful Sabang, Weh Island” . Video berdurasi 2:46 ini mengupas habis pesona keindahan Pulau Weh. Pantas bila karya Felix menempati peringkat satu, selain mengambil gambar dari udara, dia juga merekam pemandangan bawah air di Pulau Sabang. Sail Sabang sendiri dilaksanakan mulai tanggal 27 November hingga 5 Desember 2017.

Beberapa objek wisata di Pulau Weh seperti wisata pantai, air terjun, danau, pesona bawah laut, bahkan sampai pemandian air panas semakin memanjakan mata penonton, sekaligus membangkitkan rasa penasaran untuk berkunjung ke Pulau Weh.

Felix merangkum obyek wisata itu dengan apik antara lain: Pantai Ujung Kareung, pantai dengan terumbu khas karang bebatuan laut, Pantai Pasir Putih dengan ombak tenang, serta Pantai Lboih, dengan spot terbaik untuk diving dan snorkeling.

Musik latar dalam video “The Beautiful Sabang, Weh Island” ini menjadi penilaian tersendiri bagi juri. Felix memilih lagu How far I’ll Go oleh Alessia Cara. Alunan musik ini video ini secara langsung mewakili keindahan Panorama Pulau Weh.

Potongan gambar model cantik kala melalukan diving dan snorkeling dengan hamparan biota laut Pulau Weh membuat video ini terasa semakin hidup, benar benar melukiskan Pulau Weh sebagai surga tersembunyi di Provinsi Nanggoroe Aceh Darussalam.

Butuh waktu sekitar dua bulan bagi panitia untuk menyeleksi karya-karya tersebut sebelum mengetok palu, pemenang kompetisi ini. Hasil karya para peserta terlebih dahulu menjalani proses penjurian alot serta melibatkan tiga orang juri profesional di bidang masing-masing, mereka adalah Davi Abdullah, Hotli Simanjuntak dan Step Vaessen.

Kabid Pemasaran Dinas Budaya dan Pariwisata Aceh, Ramadhan menjelaskan, lomba video dan foto keindahan serta keunikan alam dan budaya Sabang drone ini digagas untuk menarik minat wisatawan nusantara dan mancanegara dalam menggali wisata bahari di Pulau Weh.

Lomba terbagi dalam dua kategori, lomba video drone dengan durasi terpendek satu menit dan terpanjang tiga menit dipadukan dengan ground video sebanyak 20 persen dari total durasi. Dalam kategori video drone, panitia mengizinkan peserta lebih dari satu orang, alias tim.

Sedangkan, lomba kategori foto drone, memiliki aspek peniliai teknis fotografi (tajam, terang, jelas), komposisi, kesesuaian dengan tema, estetika dan keunikan. Namun, untuk kategori ini, peserta hanya satu orang.

Kategori foto drone, karya Ahmad Ariska keluar menjadi juara . Ahmad memberi judul foto Pantai Iboih. Kemudian, Hermansyah menempati posisi runner -up dengan gambar berjudul Transparent Beauty.

Bagi Menteri Pariwisata Arief Yahya, lomba video drone dan foto ini adalah branding kuat untuk mempromosikan destinasi bahari di Pulau Weh. Video, foto dan tulisan bisa mempengaruhi opini publik terhadap macam -macam destinasi wisata.

“Sebanyak 60 persen orang paling suka melihat video atau gambar bergerak. Kemudian 35 persen foto dan lima persen orang masih suka membaca text, apalagi nanti foto-foto itu viral di sosial media, wah sangat bermanfaat sekali,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar juga menyebut, makna kemenangan itu adalah 3C. “Secara internal menaikkan Confidence Level. Secara eksternal memperkuat Credibility. Dan sudah lolos dari Calibration melalui global standart atau kriteria para juri yang berkelas dunia,” kata Arief. Selamat untuk para pemenang !

Berikut Daftar Juara Lengkap Video Drone dan Foto Drone

DAFTAR JUARA VIDEO DRONE

Juara 1 dengan judul “The beautiful Sabang, weh island” karya Felix Lewy

Juara 2 dengan judul “The sound of nature” karya Ricky Pratama

Juara 3 dengan judul “Ceritaku untukmu” karya Hendra Murdani

Tiga juara harapan dengan judul “Sabang benar-benar Indonesia” karya Ferdi, “Pesona pulau weh” karya Suhiel, Ahmad Ariska, Syahrial serta video dengan judul “The Journey Starts From Here” karya Alsa Bario Rusman.

DAFTAR JUARA FOTO DRONE

Juara 1 dengan judul “Pantai Iboih” karya Ahmad Ariska

Juara 2 dengan judul “Transparent beauty” karya Hermansyah

Juara 3 dengan judul “Floating in the crystal water” karya Wahyu Hidayat

Tiga juara harapan masing-masing dengan judul

“Peraduan Mentari Nusantara di 0 Km Indonesia” karya Rizki Amharriansyah, “Sabang Touches The World” karya Irfandi serta karya Carey Nataliady.(*)

10 Destinasi Nias yang Bakal Mendunia

0

Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) Marinus Gea mengatakan, pihaknya dalam hal ini tokoh masyarakat Nias sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Imigrasi, dan Kementerian Keuangan bahwa akan ada perubahan drastis dari akses masuk wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara dengan segala perangkatnya ke Kabupaten Nias. Hal tersebut akan mulai digenjot tahun 2018 mendatang.

Yang pertama adalah, imbuh Marinus, akan segera diperpanjang landasan Bandara Udara Binaka Nias agar bisa disambangi Pesawat jenis Airbus ke tanah Nias. “Dan ini sudah menjadi program kerja nasional presiden kita bapak Joko Widodo,”kata pria yang juga Anggota DPR RI dari Partai PDI Perjuangan tersebut.

Yang kedua, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait agar bisa dibuka penerbangan internasional ke Nias. “Jadi bukan hanya penerbangan langsung dari Jakarta nantinya, namun juga penerbangan internasional. Setelah itu semua terbuka, maka saya yakin perubahan drastis akan terjadi di Nias, masyarakat akan semakin sejahtera, destinasi juga akan semakin mendunia,” kata Marinus saat menghadiri HUT Nias 2017 yang digelar 4 Desember 2017 di Kabupaten Nias.

Sebagai pria yang juga asli Nias, perubahan signifikan sudah sangat terasa di Nias yang dihasilkan dari berkembangnya pariwisata Bahari di Nias. “Dahulu uang dari dalam Nias berputar di luar Nias, kini perputaran itu akan kami balik. Uang dari luar harus berputar di masyarakat kami. Hal ini akan memakmurkan. Saya juga sudah sampaikan hal ini dengan baik kepada Bupati dan semua pihak terkait, dan semuanya setuju bahwa pariwisata cara yang paling jitu,” ujar Marinus.

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar di bawah komando Arief Yahya yang konsisten mempromosikan Nias.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti sependapat bahwa semakin terbuka akses, maka destinasi semakin dikenal. Esthy memaparkan bahwa Nias sangat beruntung mendapatkan karunia Tuhan alam yang indah dan kaya. Kata Esthy, Kabupaten Nias, Nias Utara maupun Nias Selatan punya potensi, salah satunya yang dimiliki Kabupaten Nias tempat acara HUT Nias 2017 berlangsung.

Ada sekitar 10 destinasi wisata andalan untuk dikunjungi wisatawan. Baik yang sudah lama dibuka, maupun yang baru diperkenalkan. “Destinasinya keren-keren, coba aja deh datang ke Nias,”kata wanita berhijab itu.

1. Pantai Pulau Tello

Pantai Pulau Tello berlokasi di Kabupaten Nias Selatan. Kedua pulau ini memiliki persamaan, dua-duanya adalah surga para peselancar dunia. Menuju Pulau Tello, kamu dapat menyewa boat yang berangkat dari Pelabuhan Nias Selatan. Tak ayal, pantai ini kerap kali masuk dalam list para peselancar dunia. Mereka yang main ke Nias, pasti datang kedua tempat ini.

2. Bawomataluo

Desa Bawomataluo masih melestarikan tradisi dan ajaran leluhurnya, termasuk salah satunya adalah Lompat Batu. Tradisi ini adalah alat ukur untuk memantaskan seorang menjadi seorang pria dewasa. menjadi pria yang sudah matang, dari fisik, mental dan pikiran. Sedangkan di zaman dulu, merupakan suatu tes bagi calon prajurit kerajaan.

Dalam Lompat Batu, tantangannya melompati batu setinggi 2,1 meter. Mereka yang akan melompatinya akan berlari, lalu menginjak pijakan batu kecil dan melontarkan badan ke udara melewati batunya.

3. Pulau Asu

Pulau ini berada di bagian Nias Barat yang usut punya usut, merupakan salah satu pulau terdepan di Indonesia. Pulau kecil yang hanya dihuni puluhan orang saja, tapi bakal membuat kamu enggan pulang dari sana.

Pulau Asu sangat mempesona. Bukan cuma pantai, tapi bawah lautnya juga. Lihatlah terumbu karang beraneka ragam dan berwarna-warni, serta ikan-ikan yang menggemaskan. Bikin lupa daratan.

4. Museum Pusaka Nias

Museum Pusaka Nias dibangun oleh seorang misionaris yang bernama Johannes Hammerle. Dia datang ke Nias di tahun 1971, menetap di sana dan membangun Museum Pusaka Nias. Sebab selain menyebarkan agama, dia pun tergerak hatinya untuk menyelamatkan benda-benda bersejarah di Nias.

Ada sekitar 6 ribu koleksi di Museum Pusaka Nias. Batu-batu megalitikum yang berbentuk ukiran dan dijadikan perkakas rumah tangga di zaman dulu. Jangan lewatkan juga, melihat benda-benda yang dianggap sakti.

5. Pantai Toyolawa

Di Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara terdapat pantai yang masih sepi pengunjung dan punya keunikan. Namanya pantai Toyolawa yang memiliki pantai dengan pasir kemerahan!

Kontur pantai yang landai membuat anda dapat bersantai maksimal. Kadang jika beruntung dan cahaya matahari sedang bagus-bagusnya, warna merahnya terlihat begitu jelas.

6. Pantai Lugundri

Sama halnya dengan Pantai Sorake, Pantai Lagundri selain memiliki pemandangan pantai yang sangat luar biasa dengan pasir putihnya yang sangat bersih serta pemandangan sunset yang sangat menakjubkan, Ombak dipantai ini juga lumayan besar karena berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik dan juga tempat bertemunya teluk sehingga ombak yang datang akan semakin besar.

Pantai yang juga masuk 10 Tempat Surfing Terbaik Di Dunia ini memiliki gelombang hingga 7 – 10 meter dengan lima tingkatan. Banyak Peselancar kelas dunia datang ke tempat ini untuk berselancar dan mengikuti kejuaraan selancar Nias Open setiap tahunnya.

7. Pantai Sorake

Sorake adalah sebuah pantai wisata terindah di Pulau Nias. Pantai yang terletak di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara ini terkenal dengan ombaknya yang besar yang sangat cocok untuk kegiatan berselancar (surfing). Banyak peselancar mancanegara datang ke pantai ini untuk mengikuti lomba selancar atau Nias Open setiap tahunnya.

8. Muara Indah

Muara Indah adalah salah satu objek wisata yang berada di Pulau Nias. Letaknya yang berada di muara sungai menciptakan suasana ekostisme yang sangat menggoda. Tempat ini ramai dikunjungi wisatawan terutama pada malam hari.

Di tempat ini Anda dapat menikmati berbagai jenis makanan hasil tangkapan dari laut seperti ikan gerapu, cumi-cumi, udang, kepiting bakau dan berbagai jenis makanan laut lainnya sambil menikmati keindahan panorama alam di Muara Indah dengan berbagai fasilitas wisata bahari yang ada.

9. Desa Wisata Orahili

Desa Wisata Orahili merupakan wilayah megalithiukum tertua di Indonesia.Desa yang telah ada sejak 1.000 – 1.500 tahun sebelum masehi ini tepatnya saat Zaman Neolithicuk (Batu Muda). Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peninggalan megalitik di Desa Orahili seperti berbagai jenis dan bentuk patung manusia, batu yang ditata berdiri tegak, batu datar dan masih banyak lagi yang lainnya.

10. Pulau Hinako

Pulau Hinako yang terdiri dari 8 buah pulau yang saling berdekatan dengan ciri khas dan keunikan tersendiri sehingga menjadikan magnet yang sangat memukau bagi para wisatawan.

Di pulau ini Anda dapat melakukan kegiatan snoorkeling dan diving untuk melihat keindahan bawah laut pulau ini. Berbagai jenis terumbu karang, koral, ikan hias warna warni, menjadi suguhan yang menawan di bawah laut Kepulauan Hinako Nias. Selain itu Anda juga dapat melakukan kegiatan memancing dengan ikan berukuran besar yang sangat menantang.(*)

Tiga Partai Mendukung, Satu Menolak

0
batampos.co.id – Partai Demokrat, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Gerindra menjadi tiga partai pengusung Sani-Nurdin (Sanur) yang mendukung digelarnya Pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) Kepri dengan calon tunggal. Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menolak dilakukan pemilihan, jika hanya ada satun Cawagub.
“Peraturan DPRD Kepri Nomor 2 Tahun 2017 merujuk pada UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016. Tatib yang disusun bahasanya sudah sangat jelas, artinya pemilihan oleh DPRD Kepri terhadap dua calon, bukan satu,” ujar Ketua PKB Kepri, Abdul Basith menjawab pertanyaan Batam Pos, tadi malam.
Ia melihat ada tingkah aneh Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kepri yang menyepakati pemilihan Wagub Kepri pada Kamis (7/12) mendatang, tanpa melihat laporan ataupun rekomendasi yang dikeluarkan oleh Panitia Khusus (Pansus) Wagub Kepri. Menurut Basith, dengan keputusan tersebut, Banmus DPRD Kepri tidak menghargai adanya keberadaan pansus dalam persoalan ini.
“Untuk apa dibentuk Pansus Wagub, jika fungsinya tidak dihargai. Pansus ditunjuk untuk melaksanakan tahapan-tahapan yang sudah dirancang. Etisnya adalah Banmus membuat keputusan, dengan mempertimbangkan saran dan masukan dari Pansus,” tegas Basith.
Masih kata Basith, keputusan Banmus jelas menabrak aturan yang sudah ada. Karena mekanisme pengisian Cawagub pengganti juga sudah diatur dalam tatib. Sehingga apabila ini dipaksakan, akan menjadi celah hukum timbulnya gugatan. Disinggung apakah PKB akan melakukan gugatan pada persoalan ini ? Mengenai hal itu, Basith mengungkapkan PKB belum ada melakukan pembicaraan ke arah sana.
“Tetapi desas desus yang berkembang adalah, sudah banyak pihak yang akan melakukan gugatan. Karena belum ada yurisprudensinya, bahwa calon tunggal bisa dipilih menjadi Kepala Daerah atau Wakil Kepala Daerah,” tutup Basith.
Sikap PKB yang menolak tidak diikuti partai pengusung lainnya. Partai Demokrat justeru mendukung keputusan Banmus DPRD Kepri. Sekrtaris Partai Demokrat, Husnizar mengatakan, sikap tegas Banmus adalah merupakan keputusan politik bersama seluruh Fraksi di DPRD Kepri. Demokrat sebagai parpol pengusung menyetujui agenda paripurna yang sudah diagendakan.
“Kami menghormati keputusan fraksi-fraksi di DPRD yang sudah menjadwalkan agenda pemilihan, dan kami secara bersama-sama tentu setuju, agar pelaksanaan paripurna Pilwagub ini dilaksanakan pada Kamis mendatang,” ujar Husnizar Hood.
Wakil Ketua II DPRD Kepri tersebut menjelaskan, persetujuan Fraksinya karena sebelumnya mekanisme dan jadwal telah disusun oleh Panlih Wagub Kepri. Bukan karena bentuk kekecewaan terhadap Gubenur yang tidak kunjung mengajukan nama Mustafa Widjaja sebagai Cawagub pengganti Agus Wibowo. Ditegaskannya, pembicaraan pada tingkat partai pengusung Sanur sudah menemui jalan buntu.
“Meskipun Gubernur menyurati DPRD Kepri, tetap saja tidak ada keputusan yang didapat. Artinya proses yang dilalui sudah menemui jalan buntu. Sehingga kami mengembalikan kepada Panlih dan DPRD,” papar Husnizar.
Disebutkannya, jauh sebelum pengajuan Mustofa Widjaja sebagai cawagub pengganti Agus Wibowo, DPRD Kepri sudah beberapa kali menyurati Gubernur agar segera mengajukan Cawagub pengganti ? Tetapi Gubernur tidak memberi jawaban yang pasti akan mengusulkan atau tidak pengusulan satu nama Cawagub lagi.
“Posisi Fraksi Demokrat mendorong saja, karena tidak mungkin jadwalnya dibatalkan lagi. Apalagi semua upaya sudah dilakukan, tetap saja hasilnya nihil,” jelas Husnizar.
Sekretaris Partai Gerindra Kepri, Onward Siahaan mengatakan, apabila kapasitasnya sebagai pengurus partai, Gerindra sampai sejauh ini tetap komitmen dengan mengusul nama Isdianto-Fauzi Bahar. Apalagi sebelum keputusan itu, Gubernur sebagai user menyatakan setuju dengan dua nama tersebut. Akan tetapi pada perjalannya, keinginan partai pengusung dengan Gubernur berbebeda.
“Sehingga tidak ada titik temunya untuk satu nama Cawagub pengganti Agus Wibowo. Keputusan Banmus juga tidak ada melanggar aturan, karena proses sudah dilalui,” ujar Onward
Legislator Komisi II DPRD Kepri tersebut menjelaskan, posisi Wakil Gubernur bukan merupakan ban serap. Tetapi punya peran penting dalam membantu tugas Gubernur. Khususnya dalam mewujudkan visi-misi program kerja yang sudah disusun. Apalagi dengan melihat letak geografis Kepri yang luas, sehingga harus ada pembagian tugas yang tepat.
“Tanpa adanya Wagub, pergerakan Gubernur akan sangat terbatas. Bahkan beberapa agenda sidang terkendala, karena kesibukan Gubernur,” papar Onward.
Disinggung mengenai tidak adanya rekomendasi Pansus Wagub untuk melanjutkan tahapan pemilihan. Legislator Dapil Batam itu menjelaskan, apabila tidak ada halangan, besok (hari ini,red) Pansus akan menggelar rapat evaluasi. Sehingga setelah itu, kesimpulannya akan disampaikan ke pimpinan DPRD Kepri. Karena Pansus bukan hanya Ketua tetapi ada anggota.
Pria yang juga praktisi hukum tersebut menjelaskan, terobosan politik yang dilakukan DPRD Kepri terkait pemilihan Wagub nanti bisa menjadi yurisprudensi bagi daerah-daerah lain. Lebih lanjut katanya, apabila tidak ada keberanian untuk menorobos kebentuan yang ada, maka proses Wagub Kepri akan stagnan atau jalan ditempat.
“Tidak ada yang salah dengan keputusan Banmus. Karena menilai, semua proses sudah berjalan. Kenyataanya hanya ada satu nama Cawagub yang melengkapi persyaratan. Tentu dia punya hak untuk mendapatkan kepastian hukum,” jelas Onward.
Terpisah, Ketua PPP Kepri, Sarafudin Aluan mengatakan, PPP sebagai parpol pengusung menyerahkan sepenuhnya pelaksanaan pemilihan Wagub Kepri ke DPRD Kepri, sebagaimana yang telah dijadwalkan Banmus pada Kamis (7/12). Legislator Komisi I DPRD Kepri tersebut tidak ingin, energi yang terbuang sia-sia tanpa ada hasilnya.
“Apapun yang dilakukan DPRD, PPP akan ikut dari pada pusing mikirin. Karena persoalannya sudah terlalu berlarut-larut,” ujar Syarafudin Aluan.
Wakil Rakyat Dapil Tanjungpinang tersebut menjelaskan, penyerahan sepenuhnya pada keputusan DPRD Kepri,sesuai dengan upaya yang telah dilakukan. PPP sebagai partai pengusung Sanur sudah membuat keputusan politik. Yakni dengan mengusung Mustafa Widjaya sebagai Cawagub pengganti Agus Wibowo. Kenyatannya tidak didukung dengan sikap Gubernur.
“Daripada menunggu yang tidak jelas, dan kepercayaan diantara parpol pengusung hilang. Jalan terbaiknya adalah menyerahkan ke DPRD Kepri melalui mekanisme yang telah ditetapkan oleh Panlih,” papar Aluan.
Sebelumnya, mengenai adanya keputusan Banmus, Ketua Partai NasDem Kepri, Nurdin Basirun menegaskan, kewenangan untuk memilih adalah ranahnya DPRD Kepri.  “Kita hormati jika memang itu yang menjadi keputusan DPRD Kepri. Yang jelas, bagaimana progres ditingkat partai pengusung sudah kita sampaikan lewat surat resmi,” papar Nurdin Basirun.
Disinggung mengenai adanya ultimatum DPRD Kepri yang mewajibkan Gubernur hadir pada saat pemilihan nanti. Mantan Bupati Karimun tersebut mengatakan, apabila tidak ada kegiatan penting ia akan menghadiri kegiatan itu nanti. “Keputusan untuk memilih adalah ranahnya DPRD. Jika memang itu yang terbaik, kita hormati,” jelas Nurdin. (jpg)

Trump Akui Yerusalem sebagai Ibukota Israel

0

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Rabu, (6/12) waktu setempat.

Ia juga akan merelokasi Kedutaan Besar AS ke kota tersebut.

Keputusan Trump akan menggagalkan upaya perdamaian dan memicu kerusuhan regional. Trump sudah mulai menginformasikan keputusannya ini sejak Selasa kemarin. Ini jelas memicu protes dari beberapa negara sebab langkah tersebut akan mengorbankan umat Islam dan mengganggu kemajuan perdamaian antara Israel dan Palesina.

Sekutu AS, Prancis juga menentang upaya Amerika mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Perubahan kebijakan AS tersebut membuat para pemimpin dunia khawatir. Bahkan Kementerian Luar Negeri AS juga memberi memo rahasia ke Kedutaan Besar AS di Timur Tengah yang memperingatkan adanya potensi unjuk rasa anti-Amerika.

Seperti dilansir Washington Post, Selasa, (5/12), Penasihat Presiden Palestina, Nabil Shaath berdiskusi dengan Presiden Mahmoud Abbas. Dalam kesempatan itu, Abbas mengatakan, ia tidak akan menerima keputusan Trump memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem.

Abbas juga memperingatkan Trump bahwa ia sedang bermain-bermain dengan kaum ekstremis.

“Namun rupanya Trump tak peduli. Ia terus bersikukuh akan melakukan kehendaknya,” kata Shaath.

Raja Salman bin Abdul Aziz juga memperingatkan Trump jika langkah yang diambilnya untuk merelokasi Kedutaan Besar AS ke Yerusalem berbahaya. Ini merupakan provokasi yang mencolok terhadap umat Islam di seluruh dunia.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan, pengakuan Amerika terhadap Yerusalem akan menjadi garis merah bagi umat Islam di dunia. Ini mungkin memaksa Turki memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel yang baru saja diperbarui setelah absen enam tahun. (Washington Post/iml/JPC)

Kabupaten Lingga Layak Miliki Karantina Hewan di Pulau Bakung

0
Bupati Lingga memberikan cinderamata kepada barasumber Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo

batampos.co.id – Mimpi Pemerintah Kabupaten Lingga mewujudkan kawasan karantina hewan di Pulau Bakung, Desa Pasir Panjang Kecamatan Senayang, segera terwujud.

Sejumlah narasumber yang berkompeten memberikan dukungan serta solusi dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait kawasan karantina sapi. FGD dilaksanakan di Hotel Harmoni, Nagoya, Rabu (6/12) pagi.

Salah satu narasumber yang hadir pada FGD tersebut, Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menyatakan turut mendukung mewujudkan kawasan karantina hewan di Pulau Bakung.

Bahkan Wakil Ketua Badan Legestatif tersebut memberikan semangat kepada Pemerintah Kabupaten Lingga dan instansi terkait lainnya agar lebih fokus saling mendukung mencapai kepentingan bersama ini.

“Indonesia sebagai negara terpadat penduduknya nomor empat di dunia saat ini masih mengalami kekurangan protein hewani. Sehingga program kawasan karantina ini sebenarnya kebutuhan bangsa,” ujar Firman dalam memberikan materinya.

Selain itu, Firman juga memberikan dukungan untuk melawanan musuh yang akan muncul dari pihak-pihak yang selama ini menikmati hasil dari proses impor daging dari negara-negara penghasil daging. Dia memberikan gabaran bahwa hingga saat ini banyak oknum-oknum LSM menjadi kaki tangan negara penghasil daging siap untuk menjegal kawasan karantina hewan ini.

Tekad kuat ini disampaikan Firman karena pulau karantina ini sebagai peluang bagi negara untuk menyelamatkan devisa karena selama ini Indonesia sebagai negara konsumen daging dari negara luar. Potensi ini juga dapat menjadi sumber devisa karena dapat menciptakan peluang ekspor daging ke negara lainnya.

“Saya berharap ini dapat menjadi pencapaian program swasembada daging nasional sehingga menjadi program bersama daerah, instansi terkait dan pusat,” kata Firman.

Sedangkan terkait masalah tata ruang yang selama ini menjadi kendala, Firman memastikan Komisi IV DPR RI telah melakukan pemetaan terhadap tata ruang Kepri dan akan melakukan pembahasan tata ruang yang kedua di internal mereka.

Sementara itu di lokasi yang sama, Bupati Lingga Alias Wello mengharapkan dari kegiatan FGD ini menjadikan seluruh elemen terkait bahu membahu dan memberikan solusi untuk tercapainya kawasan karantina hewan di Pulau Bakung.

“Kami berusaha melibatkan semua pihak agar cita-cita ini dapat cepat terwujud,” kata Alias Wello.

Sebab, lanjut Bupati yang akrab disapa Awe ini, dari 604 pulau yang ada di Kabupaten Lingga, hanya 98 pulau yang telah berpenghuni. Jika potensi pulau yang ada dapat dimanfaatkan tentunya dapat menjadi sumber pemasukan serta berdampak pada perkembangan daerah.

Untuk itu, Alias Wello menggandeng tim dari Universitas Gajah Mada untuk melakukan kajian serta survei Pulau Bakung terkait kondisi lahan, ketersedian pangan seperti tumbuhan dan air.

Menurut Wakil ketua Tim penelitian dari Universitas Gajahmada Nafiatul Umami salah seorang ahli dalam bidang pastura dan hijauan nutrisi menyampaikan materi terkait hasil penelitian yang telah mereka lalukan. Nafiatul mangatakan, kondisi air di pulau Bakung hampir menempati posisi layak konsumsi. Kondisi itu karena belum ditempati hewan sebelumnya.

“Tumbuhan hijau juga banyak tersedia di lokasi tersebut, sehingga dapat menjadi pakan ternak,” ujar Nafiatul. (wsa)

Buron Polisi, dengan Tuduhan Suka ngGembosi Ban Mobil

0
Ilustrasi (Wahyu Kokang/Jawa Pos)

batampos.co.id – Seorang buron di Prancis, sebut saja namanya Louis diburu bertahun-tahun.

Gara-gara hobinya yang tidak umum.

Yakni, menggembosi ban mobil orang pada malam hari.

Louis punya skill istimewa untuk bikin ban mobil kempis. Dia bisa melakukannya dalam waktu sangat singkat.

Di Bordeaux, domisili sekaligus tempatnya beroperasi, dia mampu menggembosi 70 ban dalam semalam. Hal itu dia lakukan sejak 2011. Selama melakukan hobinya, pria 45 tahun tersebut mengklaim telah menggembosi sekitar 6.000 mobil.

Lantas, kenapa tidak segera ditangkap?

’’Sulit mengejarnya. Sosoknya sulit terekam CCTV. Selama beraksi, dia tidak meninggalkan DNA,’’ tegas kepolisian sebagaimana dikutip AFP.

Sejak 2014, mereka terus memburu penjahat nokturnal tersebut. ’’Kami lega karena akhirnya dia bisa kami ringkus,’’ ujarnya.

Hingga kini, tidak diketahui motif Louis menggembosi ban mobil orang. Ya, namanya juga hobi.

Kadang tidak dapat dimengerti. (Global News/fam/c14/na)