batampos.co.id – Sempat vakum dan berhenti selama dua tahun, Disk Jockey (DJ) Maya Chan siap beraksi lagi menghibur penikmat lagu remix di Kota Batam lewat kepiawaiannya dalam memainkan musik dengan menggunakan alat-alat DJ.
“Sudah hampir dua tahun vakum dulu karena urusan keluarga. Terakhir nge-DJ di event party di Karimun tahun 2015 lalu,” ujar pemilik nama lengkap Awalia Maya Putri ini.
DJ Maya mengawali karirnya sebagai DJ wanita sejak 2010 silam di Padang. Maya mengaku menyukai profesi DJ karena dia suka dan ingin membuat penonton menari dan bergoyang dengan musiknya.
Wanita asal Padang ini hanya butuh waktu dua minggu baginya belajar secara privat untuk bisa menjadi DJ.
“Gampang-gampang susah buat belajar DJ,” kata DJ Maya Chan.
Baginya berprofesi sebagai DJ wanita adalah suatu tantangan yang mengasyikkan. Tantangannya yaitu seorang DJ harus bisa meremix dan mencampur beragam jenis musik dengan aliran berbeda menjadi lagu baru yang enak didengar.
“Menjadi DJ lebih menantang daripada jadi model,” imbuh wanita 30 tahun yang juga pernah menjalani profesi sebagai model cat walk ini.
Sekarang setelah dua tahun vakum, DJ Maya Chan siap beraksi lagi menghibur penonton di Kota Batam dengan alunan musik yang ia kuasai seperti House, Electro, Progressive, Breakbeat dan lain sebagainya.
“Insha Allah, Desember ini saya akan kembali nge-DJ lagi,” tutur Maya.
Tentunya, setelah dua tahun sempat berhenti, Maya mulai mempersiapkan semuanya dari awal lagi sebelum tampil kembali.
“Nyiapin mental lagi karena sudah lama vakum. Harus sering-sering latihan lagi dan nguasain lagu-lagu yang lagi update saat ini,” tutupnya. (cr16)
Seorang pegawai Setwan DPRD Batam sedang melihat sejumlah mobil dinas anggota DPRD Batam, Jumat (6/10). Pemko Batam berencana akan menarik mobil dinas DPRD Batam tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Pemanfaatan mobil dinas eks pemakaian anggota DPRD Batam tidak dilelang, namun lebih dimungkinkan untuk dipakai oleh pejabat Pemko Batam.
“Kalau lelang, itu pikiran paling terakhirlah,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.
Ia menilai, kini masih banyak pejabat eselon tiga yang belum memiliki kendaraan operasional. Untuk itu, ke depan pihaknya akan mendata berapa jumlah pasti pejabat eselon tersebut yang perlu diberi kedaraan operasional.
“Kita akan petakan dulu, ada berapa yang belum dapat kendaraan operasional,” ujarnya.
Amsakar memastikan, setelah tuntas proses pengembalian pihkanya akan menarik mobil-mobil yang kini tengah terparkir di area parkir kantor DPRD kini. “Kita tarik, walau sementara kita hidup panaskan dulu,” terangnya.
Namun ia mengaku, pemanfaatan mobil-mobil ini terlebih dahulu perlu dibicarakan dengan Sekretari Daerah (Sekda) Jefridin maupun Wali Kota Batam Muhammad Rudi. “Kami akan rembuk internal dulu. Mobil-mobil itu sayang kalau tak terpakai,” ujarnya.
Penyampaian Amsakar agar mobil tidak dilelang, namun didistribusikan ke pejabat Pemko sejatinya berbeda dengan pendapat anggota DPRD Batam Udin P Sihaloho.
Apalagi melihat usianya yang mencapai belasan tahun, diprediksi bila dipertahankan akan memakan biaya perawatan yang lebih besar.
“Dari pada mubazir, kami minta agar dilelang,” kata Udin.
Hal ini bukan tanpa sebab, ketika mobil ini hanya terparkir, mobil itu akan menjadi besi tua dan tidak memiliki harga jual. Apalagi melihat tidak adanya tidak ada dianggarkan biaya perawatannya di APBD 2018.
“Kalau selama ini biaya perawatan dari kami. Kalau tak segera dilelang saya yakin akan jadi besi tua,” jelasnya. (cr13)
Yuk seru-seruan di Banyuwangi Night Festival atau Festival Kuwung (Pelangi) Banyuwangi. Acaranya dijamin paten. Dengan rute sejauh 2,5km, wisatawan akan dibius beragam seni dan budaya dari dalam dan luar Banyuwangi. Diikuti 500 pelaku seni yang akan menghadirkan pelangi di Banyuwangi, Sabtu (9/12/2017) malam ini.
“Inilah yang membedakannya dengan festival lainnya. Bila festival lain menampilkan satu tematik budaya. Di Festival Kuwung ini beragam tradisi khas Banyuwangi akan dipertontonkan. Acaranya dijamin unik karena dilaksanakan malam hari, ” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Kamis (7/12/2017).
500 Pelaku seni Banyuwangi ini, akan membawakan tema sejarah perjuangan para raja yang pernah bertahta di Bumi Blambangan. Banyak fragmen heroisme yang dikemas dalam sendratari para peserta.
“Tema ini kita angkat seiring dengan peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba). Pada Desember 246 tahun lalu, terjadi perang besar Puputan Bayu antara rakyat melawan VOC (Belanda) yang kemudian diperingat sebagai Harjaba,” ujar Anas.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata MY Bramuda, menambahkan festival ini dikemas dalam sebuah parade dengan menampilkan kesenian yang lakonnya bersumber dari cerita perjuangan para tokoh raja zaman dahulu.
“Tema ini kita angkat seiring dengan peringatan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba). Pada Desember 246 tahun lalu, terjadi perang besar Puputan Bayu antara rakyat melawan VOC (Belanda) yang kemudian diperingat sebagai Harjaba,” kata Bram.
Parade ini nanti akan dibagi dalam lima kelompok besar. Masing-masing kelompok, kata Bramuda, akan membawakan lakon sejarah perjuangan masa lalu dengan sejarah yang berbeda. Seperti Payung Agung Prabu Tawangalun. Mengkisahkan kemerdekaan Macan Putih Blambangan dari pengaruh kekuasaan Mataram.
Lalu ada kisah Agunge Wong Agung Wilis, yang menceriterakan lepasnya Wong Agung Wilis dari penjara kerajaan Mengwi Bali, hingga Agung Wilis merebut kembali kekusaannya di Lateng. Jogo Pati Bela Pati yang mengisahkan peristiwa perang perlawanan rakyat Blambangan semesta di Tegal Peperangan Songgon. Serta lakon ‘Bedah Alas Tirto Gondo’, yang mengisahkan hutan tirtogondo menjadi kota baru Banyuwangi.
“Tiap kelompok akan membawa 100 orang pemain seni. Dalam setiap gerak dan lakon yang mereka tampilkan akan diiringi musik dan gending sesuai dengan ceritanya,” ujar Bram.
Tidak berhenti disitu saja, Festival Kuwung ini akan semakin berwarna dengan hadirnya seniman-seniman dari luar Banyuwangi. Mereka juga akan menampilkan kesenian khas dari kota masing-masing yang tidak kalah patennya.
“Kami juga mengundang Kabupaten Gianyar, Bali, Kota Kediri, Yogyakarta untuk menampilkan keseniannya. Jadi, festival ini akan meriah karena bisa menyaksikan kesenian daerah lain. Pastinya ini akan menambah wawasan kita tentang kesenian khas dari daerah lain, para seniman bisa saling sharing pengembangan kesenian daerah,” jelas Bram.
Banyuwangi merupakan daerah yang tidak hanya memiliki keindahan alam yang memukau, tapi juga seni budaya yang beragam. Seni budaya Banyuwangi yang khas menjadikannya sangat unik dan menarik untuk dinikmati.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun tersenyum ketika ditanya mengenai Banyuwangi. Menteri yang juga asli Banyuwangi tersebut mengatakan, Banyuwangi memiliki semua potensi yang membuat kabupaten ini bisa menjadi wisata dunia. Dengan pesona alam yang memukau serta seni budaya yang luar biasa menjadikan Banyuwangi semakin bersinar.
Menurut Arief sudah tepat jika Banyuwangi konsisten mengangkat tradisi budayanya menjadi sebuah atraksi yang menarik. “Ini penting, karena wisman yang datang ke Indonesia, 60 persennya karena tertarik budaya. Budaya itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan, itu kuncinya. Jadi silahkan datang ke Banyuwangi. Eksplor serta nikmati Banyuwangi,” ajak Arief Yahya.(*)
Seorang turis asal Tiongkok saat swafoto dengan landmark Welcome To Batam, Sabtu (2/9).Landmark Welcome To Batam menjadi salah satu tempat yang banyak dikunjungi baik oleh wisatawan lokar maupun dari Mancanegara. F Cecep Mulyana/Batam Pos
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Indonesia menggulirkan formulasi baru konsep wisata di tahun 2018 melalui destinasi digital. Konsep ini dipilih untuk mengakomodir kebutuhan generasi milenial di zaman now ini.
Inovasi demi menjawab tantangan dan peluang bisnis di zaman yang serba digital ini terus digulirkan Kemenpar. Memenuhi kebutuhan generasi now akan eksistensinya di dunia maya, pemerintah pun tergerak untuk menyiapkan destinasi unik menarik di tahun 2018 mendatang.
Hal tersebut ditegaskan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam acara Rapat Koordinasi (Rakor) Crossborder 2017 di Hotel Alila, Jakarta, Jumat (18/12). Kata Menpar, pemerintah selalu fokus mengembangkan industri berbasis internet yang diselaraskan dengan keunikan tempat wisatanya.
“Memakai Generasi Pesona Indonesia atau Genpi sebagai model yang selalu berhasil, kami fokus ke dunia maya yang dikombinasikan dengan riil. Kami menyebutnya sebagai destinasi digital, destinasi Instagramable. Konsep ini baru ada di Indonesia dan ini menjadi yang pertama di dunia,” ungkap Arief.
Kemenpar sudah siap mengakomodir event-event terkait destinasi digital. Arief menambahkam, destinasi digital didesain untuk memenuhi kebutuhan keinginan eksistensi para generasi milenial. Artinya, lokasi destinasi digital memang didesain untuk memenuhi keinginan swafoto dengan background yang unik menarik.
“Generasi milenial selalu ingin mempromosikan diri bahkan hanya sekedar narsis di dunia maya. Mereka lebih banyak hidup dengan gadget. Tempat untuk destinasi digital itu yang penting indah saat difoto. Tapi, yang jelas konsepnya harus mendatangkan keuntungan ekonomi. Event-event Genpi itu selalu berhasil,” lanjutnya.
Memanfaatkan cash flow di dunia maya dari event, Genpi pun diklaim memperoleh keuntungan antara 15% sampai 30% dari setiap agenda yang digelarnya. Arief juga menyatakan, konsep destinasi digital juga menggunakan kebutuhan mendasar generasi milenial. “Kami selalu mencari tahu apa yang dimau oleh generasi milenial. Ternyata mereka ada keinginan untuk diakui sehingga kondisi ini berkembang sebagai ekonomi pengakuan,” tegasnya.
Baru menggulirkan secara resmi tahun depan, namun pemerintah sudah melakukan uji coba penyelenggaraan pariwisata berkonsep destinasi digital di beberapa lokasi di Indonesia.
Beberapa prototype dari konsep destinasi digital diantaranya di Pasar Karetan Semarang, Pasar Pancingan Lombok, Pasar Mangrove Batam, Pasar Siti Nurbaya Padang, Pasar Baba Boentjit Palembang, Pasar Tahura Lampung dan Pasar Kaki Langit Jogja. Tujuh pasar terus diuji coba hingga menemukan creative dan commercial values.
Arief juga mengingatkan, lokasi destinasi wisata juga harus didukung jaringan koneksi internet yang bagus. Sebab, internet juga menjadi salah satu pilar penting untuk mensukseskan konsep wisata berbasis dunia maya.
“Semua harus seperti yang diinginkan para anak muda ini. Internet dan drive itu harus bagus. Semua piranti harus memudahkan mereka memuatnya di digital media. Dan melihat berbagai peluang dan perkembangan ke depan, kami yakin konsep destinasi digital ini bertahan untuk waktu yang panjang,” tandasnya.
Memanfaatkan pesatnya perkembangan teknologi dan besarnya potensi market, bukan tidak mungkin target 100 konsep pariwisata melalui destinasi digital bisa di tahun 2018. Dan, mengembangkan konsep yang berdasar pada ketersediaan lokasi, bukan tidak mungkin pula beberapa destinasi wisata besar yang sudah ada di seluruh wilayah Indonesia bisa dikolaborasikan dengan konsep digital ini.
Seperti diketahui, yang melakukan perdana adalah #PasarKaretan. Gaung Pasar Karetan di RadjaPendapa Camp, Dusun Segrumung, Desa Meteseh, Kec Boja, Kab Kendal, mulai dilirik oleh berbagai lokasi. Ide kreativitas Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Jawa Tengah (Jateng) itu membuat industri mulai start merancang destinasi wisata baru berbasis ekonomi rakyat dan terjangkau untuk wisman.
Pasar Karetan di #RadjaPendapaCamp memberi banyak inspirasi. Selain produk-produk murah meriah, acaranya bernuansa hutan dan kehidupan asli pedesaan.
Selain itu ada juga sensasi tata tertib dan code of conduct yang diterapkan di Pasar Karetan Radja Pendapa. Peraturan ini sudah disosialisasikan di masyarakat sebagai tenant dan juga publik melalui media sosial.
“Kami ingin membangun budaya pasar yang bernuansa kreatif dengan atmosfer pariwisata. Jadi destinasi Instagramable,” ujar Don Kardono, Stafsus Menpar Bidang Komunikasi.
Aturan itu antara lain minimalisasi penggunakan bahan-bahan plastik, steroform, gelas kaca dan diganti dengan bahan-bahan yang berasal dari alam, yang ramah lingkungan.
Gelas dari bambu, mangkuk dari batok kelapa, poci tanah liat, piring daun pisang atau jati dan alas rotan. “Kembali ke tradisi zaman dulu,” kata Don.
Menpar Arief Yahya memang memberi keleluasaan bagi GenPI untuk berkreasi. Menciptakan atraksi baru yang anak muda banget. “Ada creative value dan juga commercial value! Itu yang akan membuat komunitas itu lebih abadi,” tutur Arief Yahya.
Pesan yang ingin ditumbuhkan oleh GenPI Generasi Pesona Indonesia adalah Go Green! Pasar yang tidak menambah beban kerusakan lingkungan, netizen yang ramah lingkungan, dan menjaga tradisi lama yang nyaris tidak populer lagi.
“Buat anak netizens, harus unik, fotogenik, langka dan penuh sensasi,” lanjut Don Kardono.
Penjual, petugas, semua mengenakan pakaian kerja ala Jawa. Sederhana, laik difoto untuk media sosial. Pakai iket, alias kain penutup rambut khas tradisi Jawa.
“Penataan makanan di rombong penjual juga artistik, kalau difoto bagus, sudah jadi obyek yang layak medsos. Tidak asal,” tutur Don Kardono lagi.(*)
batampos.co.id – Polda Kepri optimis kasus dugaan korupsi sistim akademik di Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) selesai di penghujung tahun.
“Akhir tahun ini, kami optimis kasus ini selesai,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Kepri AKBP Ponco Indriyo, Jumat (8/12).
Ada alasan yang menyebabkan Polda Kepri optimisi kasus ini selesai. Ponco mengatakan pihaknya telah melengkapi apa saja yang diminta pihak kejaksaan. Mulai dari meminta keterangan tambahan dari para tersangka, saksi dan dokumen.
“Semua arahan dari kejaksaan kami lengkapi,” ujarnya.
Ia mengatakan Selasa (5/12) lalu pihaknya sudah mengirimkan berkas yang sudah dilengkapi ke kejaksaan tinggi.
“Mudah-mudahan tak ada lagi yang perlu ditambahkan,” ucapnya.
Hingga berkas ini dikirimkan lagi, Ponco mengatakan masih belum ada tambahan. Empat orang tersangka itu yakni Wakil Rektor UMRAH Hery Suryadi, Direktur PT Jovan Karya Perkasa Henri Gultom, penyusun draft tender Ulzana Zizi dan Distributor Yusmawan.
Terkait dengan dua proyek di Umrah lainnya, Ponco mengatakan akan diusut tahun depan. Dua proyek lainnya di UMRAH yang diduga di Korupsi yaitu pengadaan barang sarana dan prasarana untuk studi kemaritiman. Dana untuk pengerjaan proyek ini sebesar Rp 40 miliar dikerjakan oleh PT KI. Lalu proyek pengadaan barang sarana dan prasarana untuk studi alternatif pada daerah kepulauan, dengan dana sebesar Rp 30 miliar. Proyek ini dikerjakan oleh PT AIT. (ska)
Polisi saat mengevakuasi mayat. foto: cecep mulyana / batampos
batampos.co.id – Pihak kepolisian hingga saat ini belum bisa memastikan penyebab kematian Suwito,30 yang ditemukan warga di selokan Sei Panas, Jumat (8/12) lalu. Walau ditemukan adanya luka dibagian kepala, pihak kepolisian belum memastikan apakah itu pembunuhan atau kecelakaan.
“Kami masih menunggu hasil otopsi dari dokter,” kata Kapolsek Batamkota Kompol Firdaus saat dihubungi Batam Pos, Sabtu (9/12).
Ia mengatakan luka dibagian kepala Suwito, belum bisa dipastikan akibat perbuatan yang disengaja atau tidak. Karena luka itu bisa akibat benturan dengan batu di selokan atau dipukul.
“Olah TKP (tempat kejadian perkara) sudah dilakukan, tapi kami belum mengambil kesimpulan. Setelah ada keterangan dari dokter, baru kami bisa menentukan,” ungkapnya.
Firdaus menuturkan bahwa pihaknya sudah mendapatkan alamat Suwito dan pekerjaanya. Selain itu, pihak kepolisian juga sudah mengantongi tempat tinggal orang tua dari Suwito.
“Suwito ini tinggal di Baloi Kolam Rt 08 Rw 16, dan kerja di salah satu gudang daerah Simpang Jam. Dan kami sedang meminta keterangan orangtua korban yang tinggal di Piayu,” tuturnya.
Identitas Suwito ini terungkap, kata Firdaus karena teman satu tempat kerjanya mendatangi Polsek Batamkota.
“Kami akan meminta keterangan dari temannya juga. Untuk menanyakan kapan terakhir kali melihat korban,” ujarnya.
Saat olah TKP pihak kepolisian menyesalkan rusaknya tempat kejadian. Hal ini dibenarkan oleh Firdaus. Karena warga banyak mendekati tempat kejadian untuk memfoto korban.
“Padahal ramai, tapi tak ada yang mau jadi saksi,” ucapnya.
Ia berharap teka teki kematian dari Suwito ini bisa terungkap. “Anggota saya sudah pada jalan semua. Perkembangan terbaru nanti akan disampaikan,” pungkasnya. (ska)
batampos.co.id – Gelombang protes terhadap pengakuan Amerika Serikat atas Jerussalem sebagai ibukota Israel terus mengalir. Klaim sepihak negeri Paman Sam itu dinilai akan mengancam stabilitas keamanan di Timur Tengah, bahkan dunia.
”Komite Palestina PBB menganggap bahwa keputusan Amerikat Serikat tersebut berdampak luas pada keamanan kawasan dan dunia,” kata Wakil Tetap RI New York Dubes, Triansyah Djani, Jumat (8/12).
Triansyah mengatakan, dari New York Indonesia juga menggunakan jalur di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengecam pengakuan Amerika Serikat tersebut. Apalagi Indonesia menjadi Wakil Ketua di Biro Komite Palestina PBB. Sesuai mandat Resolusi SMU PBB 3376, komite yang terdiri atas 50 negara anggota dan peninjau itu bertujuan untuk terus menggalang dukungan negara-negara anggota PBB bagi perjuangan bangsa Palestina.
“Pengakuan sepihak AS atas Jerusalem sebagai ibukota Israel harus dikecam dan ditolak, karena bertentangan dengan komitmen dunia bagi penyelesaian damai konflik Israel-Palestina,” katanya.
Dia menyampaikan, pernyataan itu juga disampaikan pada pertemuan khusus Komite Palestina PBB membahas langkah AS tersebut, di New York, Kamis (7/12) waktu setempat. Selain Indonesia ada Namibia, Kuba, Nikaragua, Afghanistan, Malta, dan Kuba yang menjadi wakil ketua atau anggota Biro Komite Palestina PBB. Sedangkan ketuanya adalah Sinegal.
Sementara di Tanah Air, Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, jadi sasaran kemarahan massa. Ratusan masa dari Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama (IPNU), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), serta jaringan aktivis kampus dan alumni 212 terlihat memadati seberang jalan depan Kedubes AS di siang yang terik, Jumat (8/12).
Bendera merah putih dan bendera Palestina dikibarkan bersama spanduk penolakan terhadap kebijakan Trump yang kontriversial itu. Misalnya Say No to Trump, NU mengutuk Amerika Serikat dan Israel atas pengambilalihan Kota Jerusalem, dan usir Dubes Amerika dari Indonesia.
Aksi damai yang dijaga ratusan polisi itu sempat diwarnai dengan pembakaran ban yang dengan segera dipadamkan petugas kepolisian. Polisi juga terlihat menyiapkan tiga mobil water canon dan kawat berduri. Lalu lintas disekitar aksi tidak terlalu macet. Sedangkan tampak dari luar, masih ada pekerja yang sedang memperbaiki gedung kedubes AS di selatan Monumen Nasional itu.
Ketua Umum IPNU Asep Irfan Mujahid mengungkapkan, mereka sebenarnya ingin agar ada perwakilan dari Kedubes AS yang keluar dan memberikan pernyataan. Tapi, hingga sore menjelang tidak juga ada yang datang. Karena aksi itu sejak semula diniatkan untuk damai, mereka pun tidak memaksakan lebih jauh lagi.
”Kami menyatukan langkah pada hari ini untuk melakukan aksi dan protes besar-besaran. Tidak hanya hari ini disini tapi di kota lain juga,” ujar dia di sela-sela aksi.
Dia juga menuntut Presiden Joko Widodo lebih serius untuk mengecam tindakan Presiden Amerika Serikat. Misalnya dengan memulangkan Dubes AS ke negaranya bila AS tetap bersikukuh mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel. ”Kami minta pemerintah meninjau kembali hubungan diplomatik dengan Amerika. Harus tegas Jokowi kalau usir, usir sekalian,” tegas dia.
Terpisah, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan bahwa krisis di Jerusalem itu bisa berpengaruh pada kondisi perekonomian dunia. Dikhawatirkan harga minyak dunia bisa terkerek naik bila konflik benar-benar terjadi.
”Kalau terjadi konflik besar lagi, pasti terjadi lagi harga minyak naik, atau perdagangan menurun. Pasti ada efek tidak langsung kemudian,” ujar JK usai memberikan penghargaan Paramakarya di Kementerian Ketenagakerjaan, Jumat (8/12).
Pagi harinya, JK bertemu dengan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman AL Thani di Istana Wakil Presiden sekitar pukul 09.00. Pada pertemuan itu juga dibahas tentang rencana pertemuan Organisasi Kerjasama Islam yang digelar dalam waktu dekat. Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menghadiri pertemuan tersebut.
”Ya tentu semua menyesalkan (pernyataan Presiden Trump, red) itu, mengutuk itu,” ungkap JK. (byu/jun/jpg)
batampos.co.id – Sebelas tahun silam, untuk kali pertama seorang marsekal dipercaya menjadi pemimpin tertinggi TNI. Dia adalah Marsekal Djoko Suyanto. Kemarin, Jumat (8/12), untuk kedua kalinya TNI memiliki panglima berlatar belakang seorang marsekal. Dia adalah Marsekal Hadi Tjahjanto, yang dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara.
Pelantikan Hadi langsung dilakukan sehari setelah Paripurna DPR menyatakan setuju atas pencalonan arek Malang itu. Dia dilantik dengan dasar Keppres Nomor 83/TNI Tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima TNI. Namun, jadwal resmi pelantikan Hadi baru diumumkan pukul 14.00 kemarin. Pada jam itu pula undangan pelantikan disebar. Pelantikan sendiri berlangsung pukul 17.00, dan dihadiri sejumlah pejabat.
Sejumlah menteri seperti Menkopolhukam Wiranto, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menkeu Sri Mulyani. Dari Mabes TNI, tampak Jenderal Gatot Nurmantyo, KSAD Jenderal Mulyono, dan KSAL Laksamana Ade Supandi.
’’Saya sekarang Pati (Perwira Tinggi) Mabes TNI,’’ ujar Gatot usai pelantikan Hadi.
Hadi yang kemarin mengenakan pakaian kebesaran TNI AU berwarna biru tampak tidak terlalu terbebani dengan tanggung jawab barunya. Seperti biasa, dia menyunggingkan senyum khasnya yang berhias kumis tebal saat ditemui wartawan usai pelantikan.
’’Saya berterima kasih kepada senior saya, Jenderal Gatot Nurmantyo yang telah membimbing saya untuk bisa sampai ke pucuk pimpinan,’’ ujar Hadi.
Yang jelas, tutur Hadi, dia akan melanjutkan program-program yang sudah ada di era Gatot. Salah satunya, mengambil peran dalam program pembangunan nasional. Sudah ada program pembangunan di sejumlah wilayah terutama pulau-pulau terluar yang akan melibatkan TNI.
’’Program prioritas pembangunan di Natuna, Tarakan, Morotai, Biak, Merauke, dan selaru. Itu akan kami lanjutkan,’’ lanjut alumnus AAU 1986 itu.
Sementara, untuk pembaruan alutsista, Hadi menyatakan TNI sudah punya pedoman, yakni Minimum Essential Force (MEF). Saat ini, MEF sudah masuk pada rencana strategis tahap kedua periode 2014-2019.
’’Kita menunggu saja apa yang harus segera dipenuhi,’’ tutur Hadi.
Beberapa alutsista yang saat ini sedang ditunggu adalah pesawat tempur dan transport, radar, hingga kapal selam. Pada renstra kedua, target pemenuhan MEF adalah 30 persen. Maka, pada akhir 2019 harus bisa dicapai sehingga secara total MEF bisa mencapai 60 persen. Sementara, 40 persen sisanya akan dituntaskan pada renstra ketiga yang berakhir pada 2024.
Disingung soal hajatan politik yang akan dihadapi dalam dua tahun ke depan, Hadi menyatakan hanya akan berfokus pada keamanan. TNI akan mem-back up Polri secara penuh untuk memastikan Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 berjalan tanpa gangguan.
’’Kami akan netral terhadap jalannya pemilihan. Netralitas di atas segala-galanya,’’ janjinya.
Sementara itu, Gatot enggan berbicara lebih jauh mengenai pekerjaan rumah yang dia tinggalkan untuk Hadi. Dia beralasaan, Hadi sudah resmi menjadi atasannya.
’’Tidak etis saya memberikan nasehat kepada Pak Hadi,’’ tuturnya.
Gatot menuturkan, seluruh program di TNI dibuat bersama-sama oleh kepala staf angkatan bersama mabes TNI. Ada program tahunan, ada pula program lima tahunan. Setiap saat dilakukan koordinasi antarpimpinan, sehingga masing-masing sudah mengerti apa yang harus dikerjakan.
’’Markasnya tinggal jalan kaki saja, jadi tidak masalah,’’ tambahnya. (byu/jpgroup)
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam berjanji akan terus memperbaiki sistem perizinan supaya lebih mudah dan cepat. Dengan sistem perizinan yang baik, investasi ke Batam dipastikan akan meningkat. Sehingga ekonomi di kota industri ini akan tumbuh pesat.
“Dari awal BP Batam berkomitmen untuk mempermudah urusan investor,” kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Kamis (7/12) lalu, di Batamcenter.
Lukita membeberkan, saat ini, BP Batam tengah mematangkan sistem online untuk sejumlah perizinan. Ke depannya, semua perizinan di BP Batam diupayakan bisa diproses secara online.
Kemudian, BP Batam akan memaksimalkan kehadiran Mal Pelayanan Publik (MPP) di Gedung Sumatera Promotion Center di Batamcenter untuk meningkatkan kualitan layanan perizinan. Nantinya, perizinan di MPP akan semakin cepat karena akan dilengkapi dengan sistem yang mendukung konsep sistem perizinan terintegrasi atau single submission.
“Kami ingin pelayanan (bisa diselesaikan) secepatnya,” imbuhnya.
Jika sistem pelayanan dan perizinan sudah dibenahi, ia yakin daya saing Batam akan terus naik. Sehingga Batam akan kembali menjadi primadona bagi para penanam modal, baik asing maupun domestik.
Lukita juga melihat agenda Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia 2017 di Batam yang akan dibuka oleh Presiden Jokowi merupakan momentum yang tepat untuk mempromosikan Batam. “Sangat bagus itu. Pesertanya sendiri ribuan dan Bapak Presiden datang. Jadi bisa melihat secara langsung dinamisnya ekonomi Batam,” paparnya.
Lukita menilai, Batam ibarat permata yang diabaikan. Untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk berbenah supaya pamor Batam sebagai daerah tujuan investasi kembali berkilau.
Sementara kalangan pengusaha optimistis kondisi ekonomi Batam akan semakin membaik jika sistem perizinan terus dibenahi. Apalagi hal ini didukung dengan sinergi yang baik antara BP Batam dengan Pemko Batam.
Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin Hasibuan, menilai saat ini komunikasi BP Batam dengan Pemko Batam jauh lebih baik. Hal ini dianggap mampu memberikan dampak positif bagi dunia usaha di Batam.
Abidin juga meniliai keberadaan MPP di Batam sebagai bentuk komitmen pemerintah memperbaiki kualitas pelayanan dan perizinan di Batam. “MPP ini merupakan terobosan luar biasa,” kata Abidin.
Jika melihat perkembangan yang ada, Abidin optimistis ekonomi Batam tahun 2018 nanti akan tumbuh minimal 5 persen. Dengan catatan, semua pihak mau bersinergi dan terus memperbaiki mutu pelayanan dan perizinan. “Saya optimistis paling kurang lima persen. Tahun depannya baru tujuh persen,” jelasnya.
Senada dengan Abidin, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kepri, Cahya mengungkapkan saat ini benang kusut persoalan dunia usaha di Batam mulai terurai. Menurut dia, ini karena gebrakan-gebrakan baru yang dilakukan pimpinan BP Batam.
“Artinya dalam waktu dekat, uang akan berkucuran lagi ke Batam. Ekonomi akan tumbuh lima persen tahun depan. Saya optimistis itu,” jelas Cahya
Cahya sependapat, jika kualitas layanan dan perizinan menentukan tingkat pertumbuhan ekonomi. Ia memberi contoh pada layanan Izin Perlihan Hak (IPH) di BP Batam yang sempat tersendat, beberapa waktu lalu. Menurut dia, buruknya layanan IPH ini menjadi salah satu biang utama merosotnya ekonomi Batam tahun 2017.
“Sekarang IPH ada komitmen dari BP Batam untuk selesaikan dengan cepat dengan cara yang mudah. Sekarang waktunya adalah tujuh hari selesai. Dan tadinya ada 20 syaratnya nanti akan diciutkan. Sehingga tak terlalu rumit lagi nanti,” paparnya.
ilustrasi
Targetkan Pajak Rp 380 Miliar
Optimisme juga dirasakan jajaran Pemko Batam dan DPRD Batam. Mereka berpendapat, komitmen BP Batam memperbaiki dan membenahi sistem administrasi lahan akan berdampak pada pendapatan daerah dari sektor pajak Bea Perolehan Hak Tanah Bangunan (BPHTB). Karenanya, Pemo Batam menargetkan pajak BPHTB 2018 sebesar Rp 380 miliar.
Padahal bila melihat realisasi di tahun 2017, proyeksi BPTB sebesar Rp 350 miliar sudah dipastikan tak tercapai sejak pembahasan APBD perubahan dimulai. Target itu kemudian diturunkan jadi Rp 250 miliar sehingga terjadi defisit anggaran. Bahkan meski sudah diturunkan jadi Rp 250 miliar, tetap saja target tersebut tak tercapai.
Sampai awal Desember 2017, pendapatan asli daerah yang bersumber dari pajak BPHTB baru terealisasi sekitar Rp 159 miliar.
Kepala Badan Pengelolaan Pajak Dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah, mengatakan adanya kebijakan tentang lahan di BP Batam dianggap cukup responsif, dan memberi keyakinan untuk berivestasi.
“Kami optimis ada beberapa proyek properti yang akan dibangun di 2018. Inilah yang jadi alasan kami menetapkan target di angka tersebut,” kata Raja, Jumat (8/12).
Kebijakan lahan yang dimaksud dia ialah revisi Peraturan Kepala (Perka) BP Batam Nomor 10 menjadi Perka BP Batam Nomor 27 tentang Penyelenggaraan Pengalokasian Lahan. Selain itu ia juga menilai saat ini pengurusan IPH sudah mulai lancar.
“Detailnya saya tak hafal. Tapi dua alasan itu yang jadi asumsi kami,” tutur Raja.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Batam, Sallon Simatupang, juga menyampaikan hal senada. Menurutnya, adanya pergantian pimpinan dan kebijakan di BP Batam diyakini bisa menyelesaikan persoalan lahan dan investor di Kota Batam.
“Saat membahas dengan tim anggaran Pemko Batam kami juga meyakini pergerakan ekonomi di tahun 2018 meningkat,” jelasnya. (rng/hgt/leo)
batampos.co.id – Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam dituding telah bertindak sewenang-wenang, dan tidak sesuai prosedur dalam melakukan penyitaan Kapal Motor (KM) Kawal Bahari, Rabu (15/11) lalu. Hal ini disampaikan kuasa hukum KM Kawal Bahari Basri Rudi Sirait, selaku pemohon yang mempraperadilkan PSDKP Batam dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Jumat (8/12).
Ia menganggap perbuatan yang dilakukan PSDKP Batam tidak berdasarkan KUHP yang berlaku. “Kapal kita adalah kapal kargo. Perinzinannya kapal kargo, tetapi muatannya adalah ikan. Muatan ikan boleh saja, siapa saja boleh memuat, selama itu tidak melanggar undang-undang dan sah-sah saja,” jelas Rudi usai persidangan.
Meskipun demikian, lanjutnya, PSDKP tetap menganggap bahwa kapal itu kapal perikanan. Namun sesuai dengan kebenarannya kapal tersebut, bukanlah kapal perikanan, melainkan kapal kargo.
Rudi menyebutkan, dalam praperadilan tersebut ada tiga tuntutan permohonan yang diajukan. Yakni terkait penangkapan yang sudah menyalahi aturan, dimana pihak PSDKP telah memaksa kapten kapal, yaitu Basri untuk keluar dari kapalnya.
Karena berdasarkan Undang-undang (UU) yang berlaku, lanjutnya, hal itu sudah melanggar Pasal 138 dan Pasal 331 UU Pelayaran. “Barang siapa memaksa kapten kapal ke luar dari kapalnya saat berlayar dia dapat dihukum 2 tahun penjara dan denda Rp 300 juta,” ungkapnya.
Kepala Kantor Pangkalan PSDKP Batam, Slamet mengatakan, Praperadilan ditunda karena pihaknya belum mendapat berkas dan dalil-dalil dari pemohon. Untuk itu pihaknya akan mempersiapkan dulu jawaban atas permohonan pemohon. “Kita hargai permohonan pemohon. Yang jelas penangkapan yang dilakukan oleh kami sudah sesuai dengan prosedur SOP-nya,” ujarnya sambil meninggalkan ruang persidangan.
Dalam persidangan tersebut, Majelis Hakim Iriati Khoirul Ummah menunda persidangan hingga Senin (11/12) mendatang dengan agenda mendengarkan jawaban dari Termohon PSDKP Batam. (cr20)