Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 12628

Cabai Merah Lambungkan Inflasi

0

batampos.co.id – Indeks kelompok bahan makanan jadi penyebab utama kenaikan inflasi di Tanjungpinang dan Batam pada bulan lalu. Komoditas dengan andil paling berpengaruh dalam daftar indeks ini adalah cabai merah. Di Batam cabai merah menyumbang inflasi sebesar 0,08. Sementara di Tanjungpinang sebesar 0,05.

Sehingga gabungan dua kota ini pada November lalu, menunjukkan terjadinya inflasi sebesar 0,10 persen. Dengan rincian di Batam terjadi inflasi 0,11 persen sedangkan Tanjungpinang sebesar 0,04 persen.

Peningkatan inflasi yang juga disebabkan oeh cabai pada akhir November lalu, masih terus berdampak pada awal Desember ini. Di Tanjungpinang harga cabai merah bahkan menyentuh harga Rp 58 ribu per kilonya. Padahal harga normal biasanya berkisar Rp 40 ribuan.

Kepala Badan Pusat Statistik Kepri, Panusunan Siregar membenarkan fenomena itu. Kata dia, cabai merah memang berada di peringkat tinggi sebagai komoditas dalam indeks kelompok bahan makanan yang mempengaruhi inflasi bulan lalu. “Dan tidak menutup kemungkinan pengaruhanya akan terasa sampai bulan ini,” ujarnya.

Menurutnya, tinjauan dan kerja sama dengan wilayah pemasok harusnya telah dilakukan dua bulan sebelum prediksi kemungkinan bakal terjadi kelangkaan atau kenaikan komoditas. Sehingga lonjakan inflasi tidak sempat terjadi, yang akhirnya menyulitkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.

“Memang TAPD saat ini sedang kerja sama dengan pemasok. Ya, sudah lebih baiklah daripada tidak sama sekali,” ungkapnya.

Lina, salah seorang pedagang sembako di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, amat merasakan imbas dari kelangkaan cabai merah yang membuat harganya melambung. “Harga cabai memang lagi naik. Setau saya karena panennya lagi kurang bagus karena musim hujan terus,” tutur Lina.

Kenaikan harga terjadi pada semua jenis cabai. Tidak hanya cabai merah saja yang biasanya kisaran Rp 40 ribu kini sudah menjadi di atas Rp 55 ribu. Cabai rawit, kata Lina, juga sedemikian. Dari yang semula biasanya hanya Rp 27 ribu, kini per kilonya sudah dibandrol mencapai Rp 38 ribu. (aya)

Pesona Borobudur Bius Media dan Blogger Korea

0

Borobudur itu memang keren.

Memang world class.

Memang wow.

Situs yang kerap memuat artikel dan foto geografi, sejarah, dan budaya terkemuka di dunia, National Geographic, sampai ikutan menobatkan Borobudur di top 3 Iconic Adventure dunia. Bagi yang penasaran, buruan deh ke Borobudur. Dijamin Anda bakal happy.

Kalau tak percaya, tengok saja aktivitas famtrip media dan blogger Korea di Borobudur. Semuanya kompak terpana. Semuanya kompak dibuat takjub. Tak ada satupun rombongan yang terlihat boring saat berada di area candi Budha terbesar di dunia itu. “Wow, besar dan megah. Ini luar biasa indahnya,”kata Cho Sub, salah seorang peserta famtrip media dan blogger Korea dengan wajah terperangah.

Seluruh peserta famtrip yang dikoordinir Kemenpar dan Kedubes RI di Korea itu terlihat serius menyimak desain dan detil candi Budha terbesar di dunia yang rumit. Apalagi, ditambah dengan relief yang kaya cerita dan filosofi. Kemegahannya pun dinilai tak kalah dengan popularitas Machu Picchu di Peru dan Petra di Jordania.

Sebanyak 2.672 ukiran relief dan 600 patung dan stupa Buddha yang ada di sana dinilai sebagai keajaiban karya manusia. Tak bisa ditemui di belahan dunia manapun. “Ini momen luar biasa. Mengunjungi salah satu candi terbesar di dunia. Selama ini saya telah banyak mendengar serta membaca tentang kemegahan Candi Borobudur. Ternyata memang luar biasa,” lanjutnya.

Kekagumannya memang bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu dari UNESCO Heritage Site, Candi Borobudur merupakan tempat wisata yang tidak biasa. Candi Budha terbesar di Dunia terlihat begitu anggun dan megah laksana bunga teratai. Tokoh-tokoh dunia pun sudah banyak yang datang ke sana.

Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama sudah pernah menginjakkan kaki ke Borobudur. Begitu juga pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, aktor Richard Gere, pesepak bola David Beckham, Aktor hingga Charlie Chaplin. Semua pernah menapakkan kaki di candi yang megah tersebut.

“Indonesia sangat beruntung punya candi yang demikian hebatnya. Kalau sedang berlibur ke Yogyakarta dan sekitarnya, saya sangat anjurkan datang ke Borobudur,” ucapnya.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu juga ikut mengamini. Baginya, Borobudur memang hebat. Levelnya sudah kelas dunia. “Sengaja kita ajak mereka ke sana untuk merasakan atmosfir magis dari candi Budha terbesar di dunia tersebut. Setelah meraka melihat dan merasakan langsung, mereka pasti akan langsung memviralkannya. Blogger ke jutaan followernya, sementara media ke pembaca setianya,” kata VJ –sapaan akrab Vinsensius Jemadu.

Respon Menpar Arief Yahya sangat positif. Blogger dan media-media top Korea diyakininya akan membuat Candi Borobudur lebih mendunia. “Indirect impact dan media value blogger dan media Korea itu luar biasa. Apalagi Borobudur sudah diakui dunia merupakan sumber inspirasi. Warisan budaya dunia dengan logo UNESCO. Jadi terimakasih atas pujiannya terhadap Borobudur. Salam Wonderful Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Cicipi Kuah Beulangong saat Sail Sabang 2017

0

Sail Sabang 2017 meninggalkan kesan yang mendalam. Selain even bahari yang keren, kulinernya juga dipuji banyak kalangan. Salah satunya, suguhan 18 kelompok kuliner khas Aceh pada Festival Kuah Beulangong di komplek stand kuliner Aceh di Pelabuhan CT-3 BPKS, Kota Sabang, akhir pekan silam.

“Ternyata sangat laku. Masing-masing kelompok memasak 1 beulangong (kuali, Red). Dan dinikmati oleh sekitar 10-ribuan pengunjung, termasuk para rombongan kementerian. Banyak yang penasaran dan berniat datang lagi ke Sabang,” kata penyelenggara stand kuliner Aceh, Wan Windi Lestari, Senin (4/12).

Kuah Beulangong sendiri adalah makanan khas masyarakat Aceh. Bahan utamanya bisa daging sapi, daging kambing, atau daging kerbau yang dicampur dengan buah nangka. Sebagian ada juga yang menggunakan pisang kapok.

Masakan semacam kari tersebut membutuhkan bumbu yang cukup banyak. Seperti kelapa gongseng, kelapa giling, cabai merah, cabai kering, cabe rawit, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar gongseng, kemiri, lengkuas, dan masih banyak bumbu lainnya yang semuanya digiling. Dan yang pasti semua perpaduan bumbu tersebut dijamin akan menggoyang lidah para penyantapnya.

Sebagai kuliner yang menjadi simbol pemersatu masyarakat Aceh. Makanan ini kerap dihadirkan pada saat kenduri (selamatan, Red). Ragam bahan dan teknik masaknya menjadi simbol kekuatan dari kebersamaan masyarakat Aceh. karena proses memasak dan menyantap kuah beulangong selalu dilakukan bersama-sama dan gotong royong. Hal inilah yang membuat masyarakat Aceh selalu kompak dan rasa kebersamaan selalu ada.

Anda boleh penasaran, juga boleh tidak percaya. Tapi soal rasa, nuansanya pasti beda. Ini tidak bisa ditipu. Tidak bisa dimanipulasi. “Silakan datang ke Aceh dan buktikan sendiri kedahsyatan lezatnya Kuah Beulangong,” timpal Menpar Arief Yahya.

Menpar yang juga sudah banyak merasakan kuliner lezat khas Aceh terlihat sangat yakin bahwa Aceh sangat layak mendapatkan predikat kota kuliner. Destinasinya kaya akan formasi makanan yang hebat-hebat. Sulit dicari tandingannya di kota lain. Kalaupun ada, sensasi rasanya pasti beda.

“Kuliner itu dimasukkan dalam kategori karya budaya, cultural value, bersama shopping and fashion, heritage dan seni. Komposisi bumbu, lama menanak, alat masak, semuanya diatur dengan rasa. Karena produk budaya, maka kekuatan Aceh sebagai destinasi pariwisata adalah karya budayanya. Dan kuliner adalah salah satu produknya,” kata Mantan Dirut PT Telkom yang hobi blusukan mencari kuliner khas itu.

Silakan mencoba, bagi yang belum pernah. Silakan bernostalgia, bagi yang sudah familiar dengan kuliner khas Aceh.

“Jangan lupa, apload semua kuliner lezat khas Aceh ke akun media sosial masing-masing. Selamat berlibur, Selamat berwisata kuliner! Salam Wonderful Indonesia,” ucap Menpar Arief Yahya. (*)

Pariaman Triathlon 2017 Bikin Pariaman makin Dikenal

0
ilustrasi couple run

Pariaman Triathlon 2017. Ajang yang untuk pertama kalinya digelar ini berlangsung sukses. 144 atlet yang juga datang dari sejumlah negara seperti Prancis, New Zealand, Hungaria, Jepang, Spanyol dan Portugal ini terlihat antusias.

Mereka sangat menikmati berkompetisi di alam terbuka sambil menjelajahi keindahan yang ada di kota Pariaman.

“Karena memang inilah yang menjadi kelebihan dari ajang sport tourism. Para peserta tidak hanya berkompetisi, tapi mereka bisa sambil menikmati suguhan alam yang ada. Dan Pariaman punya suguhan alam yang tak kalah indah,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pariaman, Elfis Chandra.

Ia mengatakan, dalam rute yang dihadirkan kemarin, para peserta tidak hanya menikmati Pantai Kata. Tapi juga diajak melewati berbagai keindahan lainya di Kota Pariaman. Seperti Pantai Gondoriah dan Pantai Cermin.

Pantai Gondoriah misalnya. Inilah pantai di pusat kota Pariaman dengan pemandangan pulau-pulau kecil di hadapannya. Setidaknya terdapat gugusan 6 pulau kecil yang terlihat bagaikan menghias cakrawala. Keenam pulau itu adalah Pulau Kasiak, Pulau Angso, Pulau Tangah, Pulau Ujung, Pulau Gosong dan Pulau Bando.

Posisinya yang strategis, ditambah dengan konturnya yang landai serta pemandangan yang indah, membuat pantai ini selalu jadi buruan wisatawan. Pantai ini juga yang selalu menjadi penyelenggaraan puncak event budaya Tabuik.

Selain itu, di pantai ini juga terdapat jalur kereta yang menghubungkan ke Kota Padang.

Tidak hanya berdampak pada destinasi yang ada, even ini dikatakan Elfis juga memberikan dampak langsung pada industri yang ada di Kota Pariaman. Para peserta yang didampingi tim ataupun keluarga, membuat tingkat hunian hotel di Pariaman meningkat tajam.

Bahkan okupansinya juga berdampak pada hotel-hotel di sekitar Pariaman.

“Selama pelaksanaan Pariaman Triathlon 2017 hotel penuh, bahkan dari sebelum acara berlangsung. Karena mayoritas peserta datang dari beberapa hari sebelumnya,” ujar Elfis.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti mengatakan, inilah dampak yang diharapkan dari penyelenggaraan sebuah event. Bahwa manfaatnya langsung dirasakan oleh masyarakat ataupun industri.

Meski event hanya berlangsung dua hari, namun masa tinggal para peserta rata-rata lebih dari dua hari. Mereka kemudian manfaatkan waktu usai bertanding untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Pariaman

“Dengan masa tinggal lebih lama, tentunya perekonomian di Kota Pariaman bisa terangkat,” ujar Esthy didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan Kementrian Pariwisata, Ni Putu G. Gayatri.

Esthy berharap, visi menjadikan Kota Pariaman menjadi tujuan Wisata harus digeber bersama.

“Potensi wisata Kota Pariamana terus ditingkatkan setiap tahun, kita juga akan tuntas pembangunan pinggiran pantai untuk menunjang potensi wisata ini,” kata dia.

Ia pun berharap melalui penyelenggaraan acara ini, pariwisata di Kota Pariaman dapat semakin dikenal. Sehingga tingkat kunjungan wisatawan juga meningkat.

“ Usai event ini, terjadi peningkatan kunjungan wisatawan. Baik nusantara maupun mancanegara,” ujar Esthy.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya juga menyambut positif ajang triathlon yang menggabungkan tiga cabang olahraga atletik, yakni sepeda, renang dan lari ini

“Sudah saatnya potensi wisata Kota Pariaman menuju Go Internasioanl, layak dikunjungi wisatawan mancanegara, dan masyarakat Pariaman telah siap,” ujarnya.

Berikut daftar pemenang Pariaman Triathlon 2017:

Kelas Olimpic Distance Putra;

Juara I

Andy Wibowo dengan catatan waktu 1 jam 55 menit,

Juara II

Muhammad Taufik dengan catatan waktu 2 jam 5 menit 2 detik

Juara III

Alberd dengan catatan waktu 2 jam 6 menit 2 detik.

 

Kelas Olimpic Distance Putri;

Juara I

Rosanna Bille dengan catatan waktu 2 jam 13 menit 43 detik

Juara II

Eva Desiana dengan catatan waktu 2 jam 16 menit 34 detik

Juara III

Inge Prasetyo dengan catatan waktu 2 jam 21 menit 58 detik

 

Kelas Sprint Distance Putra;

Juara I

Andi Gumilang dengan catatan waktu 1 jam 1 menit 32 detik

Juara II

‘Rori Satria Putra dengan catatan waktu 1 jam 2 menit 11 detik

Juara III

Hari Rohman dengan catatan waktu 1 jam 2 menit 34 detik.

 

 

Kelas Sprint Distance Putri

Juara I

Sarah Virginia dengan catatan waktu 1 jam 11 menit 2 detik

Juara II

Tara Kumari Subba dengan catatan waktu 1 jam 15 menit 12 detik

Juara III

Luthfilah Reindra Madjid dengan catatan waktu 1 jam 17 menit 1 detik.

 

Kelas Duathlon Putra;

Juara I

Ridwan dengan catatan waktu 1 jam, 6 menit 38 detik

Juara II

Rori Satria Putra dengan catatan waktu 1 menit 38 detik

Juara III

Rahmat Azwar dengan catatan waktu 1 jam 9 menit 24 detik.

 

Kelas Duatlon Putri;

Tara Kumari Subba dengan catatan waktu 1 jam 40 menit 2 detik

Sajingan Aruk Tampilkan D’Masiv dan Juwita Bahar

0
foto: @4yaSoraYA

Sajingan Aruk, Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) akan menampilkan D’Masiv pada 9 Desember 2017.

Sementara Juwita Bahar akan menggoyang Aruk pada 10 Desember 2017.

“Tanggal 9 dan 10 Desember 2017 ini, kami gelar Festival Cross Border di Sajingan, Aruk, Kalimantan Barat,” kata Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti, Minggu (8/12)

Esthy berharap kali ini, lebih wow. Lebih menghidupkan ekonomi masyarakat lokal, karena sudah dipromosikan terlebih dahulu.
Hiburannya dijamin paten. Karena di tengah acara, Kemenpar ikut menggandeng artis yang cukup popular di Negeri Jiran. Yang pertama D’Masiv. Satunya lagi Juwita Bahar. Selain mendatangkan artis-artis Ibukota, juga akan digelar pameran kuliner dan UMKM, kesenian tradisional masyarakat Dayak, seni tari kolaborasi, dan penyanyi atau band lokal.

“Basis penggemar D’Masiv di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia dan
Indonesia-Kuching sangat kuat dan solid. Bahkan boleh dibilang fanatik. Grup band pelantun lagu “Jangan Menyerah” ini juga memiliki basis masa besar di Kalimantan,” ujar Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Buatan Ni Putu Gayatri.

Pedangdut Juwita Bahar juga tidak kalah terkenalnya. Basis fansnya di boder area juga lumayan besar. Dan selama ini, musik dangdut selalu terbukti ampuh mendatangkan banyak penonton baik dalam negeri maupun
dari negara tetangga.

Acaranya tak pernah sepi, maklum jarang sekali ada konser musik dengan bintang-bintang yang ngetop di layar kaca, yang orang-orang perbatasan (baik di Indonesia maupun di Malaysia) bisa melihatnya, tampil. “Sensasi menonton live itu jauh lebih seru
ketimbang menyisihkan waktu dan biaya untuk nonton konser. Jadi silakan daang ke Aruk,” ajaknya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga seirama. Dia mengatakan, membalut wisata perbatasan melalui musik adalah cara tepat untuk mengundang wisatawan cross border. “Untuk menciptakan crowd memang perlu bahasa universal, dan musik adalah salah satu jawabannya,’ ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Dari rekam jejak yang ada, festival musik di border area memang selalu sukses mendatangkan crowd. Kikan, Slank, Jamrud, Wali, Siti Badriah, selalu sukses mendatangkan banyak orang ke border area.

“Begitu artis-artis terkenal tampil, maka batas-batas terirorial atau wilayah
negara itu bukan menjadi faktor. Mereka akan menyeberang, untuk mendapatkan hiburan yang belum tentu sebulan sekali itu. Jadi silakan datang ke Aruk. Silakan nikmati hiburan paten ala Wonderful Indonesia,” ungkapnya. (*)

Helicity Siap Sukseskan Wonderful Joy Flight

0

Program Wonderful Joy Flight yang diluncurkan PT Whitesky Aviation.

“Saat ini kami meluncurkan program Wonderful Joy Flight, yakni program keliling Jakarta dengan biaya terjangkau,” ujar CEO PT Whitesky Aviation, Denon Prawiraatmadja dalam peluncuran Helicity di Wisma Aldiron Pancoran, Jakarta, Senin (4/12).

Turut hadir dalam peluncuran itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, dengan didampingi Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Dadang Rizki Ratman dan tim Co Branding, Priantono Rudito, Yuswohady, dan Vita Datau.

Denon menjelaskan, Wonderful Joy Flight akan berlangsung dari 5 Desember 2017 hingga 5 Januari 2018. Nantinya penumpang akan dibawa untuk terbang di atas Pulo Mas, Tanjung Priok, Ancol, Kota Tua, Senayan hingga Semanggi.

Denon mengatakan, program ini merupakan bagian dari pihaknya untuk memperkenalkan layanan Helicopter City Transport (Helicity). Layanan ini akan melengkapi keberagaman moda transportasi yang saat ini sudah ada.

“Helicity akan melayani area Jakarta dan kota penyangga disekitarnya. Seperti Kepulauan Seribu, Banten hingga Bandung. Rute-rute tersebut telah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan Indonesia,” ujar Denon.

Menurutnya, kemajuan transportasi di sistem Indonesia sudah sedemikian pesat seperti dengan segera diresmikannya kereta bandara, kemudian segera menyusul mass rapid transit (MRT), light rapid transit (LRT) hingga kereta cepat Jakarta-Bandung.

“Tidak terkecuali Helikopter yang akan berfungsi sebagai transportasi antar kota di Indonesia dan menjadi bagian dari perkembangan sistem transportasi perkotaan,” ujar Denon.

Untuk bisa mendapatkan layanan ini, Helicity mematok harga mulai dari Rp 7 juta per helikopter untuk durasi terbang selama 15 menit. Saat ini layanan masih untuk dalam kota Jakarta dan sekitarnya.

“Dalam waktu hanya 15 menit helikopter akan sanggup mencapai titik tertentu seperti dari Cengkareng ke Semanggi, BSD ke daerah Sudirman maupun titik lain di dalam Kota Jakarta dan sekitarnya,” kata Denon.

Denon optimistis layanan ini akan mendongkrak industri pariwisata tanah air. Sebab sektor pariwisata sangat erat kaitannya dengan moda transportasi.

Bersama Kementerian Pariwisata, PT. Whitesky Aviation sebelumnya juga telah melakukan kerja sama co-branding dalam meningkatkan brand Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia.

“Helicity melengkapi moda transportasi di Indonesia. Selain cepat, keberadaan Helicity juga bisa dimanfaatkan untuk mendukung sektor pariwisata yang affordable atau terjangkau,” kata Denon.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik hadirnya layanan transportasi Helicity dari PT Whitesky Aviation. Ia mengatakan, pengembangan transportasi sangat erat kaitannya dengan pariwisata.

Terlebih Whitesky Aviation sebelumnya juga telah melakukan co-branding dengan memasang logo Wonderful Indonesia di dalam bodi helikopter.

“Ke depan, Whitesky bisa mengembangkan dengan paket wisata helikopter. Benchmarkingnya sebagai contoh adalah Heli Hiking, Coastal Experience, City Sight Seeing dan Island Hopping,” ujar Menpar Arief Yahya dalam sambutannya.

Ia pun menyarangkan Helicity untuk bisa memfikuskan awal pemasaran dan operasionalnya untuk pangsa pasar Bali, Jakarta dan Kepulauan Riau. Hal itu karena daya beli masyarakat atau wisatawannya sudah mumpuni.

Menpar juga berpesan agar Helicity juga menggunakan rumus 3A, akses, akomodasi dan atraksi. Maka Helicity harus menjual produk transportasi dalam bentuk paket pariwisata yang termasuk akomodasi dan atraksi.

“Contohnya penawaran produk diving di Pulau Bawah Kepri, agar dilakukan kerja sama antara Helicity dan Travel Operator tersebut agar membuat penawaran sepaket dengan transportasi helikopter agar affordable,” ujarnya.

Selain itu Menpar juga menawarkan gagasan berupa Nomadic Tourism, yaitu Caravan Tourism, Glam Camp, dan Home Portable yang apabila dikombinasikan dengan Paket Helicity akan menjadi sangat menarik.

Layanan Helicity saat ini memiliki empat armada Helikopter yang terdiri atas 1 Airbus seri 130, 1 Bell seri 429 dan 2 Bell seri 505.

Persiapan Helicity sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2015. 254 Helispot telah siap di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Rencana Whitesky Aviation adalah memiliki 30 armada helikopter dalam 5 tahun ke depan.(*)

Wonderful Indonesia Kembali Tebar Pesona di Melbourne

0

Kementerian Pariwisata (kemenpar) membidik pasar Australia dengan menghelat Business Gathering mulai 14- 15 Desember di Melbourne, Australia.

Selama ini, Wisatawan Mancanegara (Wisman) dari Negeri Kangguru menempati peringkat 4 dalam daftar penyumbang Wisman terbanyak ke Indonesia. Kemenpar terus menggarap pasar ‘seksi’ ini sebelum tutup tahun 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara I Gde Pitana menjelaskan, Desember sudah memasuki peak season. Kemenpar terus bergerak untuk memanfaatkan momentum mengaet Wisman di akhir tahun.

Kemenpar mengundang travel agent, tour operator, media, semua masuk dalam daftar undangan untuk menebar virus Wonderful Indonesia di Australia.

“Jarak Australia dan Indonesia tidak terlalu jauh dan ketertarikan wisatawan mancanegara asal Australia terhadap daya tarik dan destinasi-destinasi pariwisata Indonesia, sangat besar. Apalagi, 90 persen masyarakat Australia memiliki jadwal berlibur dan memiliki daya beli tinggi untuk paket liburan,” ujar I Gde Pitana.

Didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu di Jakarta, Senin (4/12), Pitana menyebut, promosi besar- besaran di Australia ini untuk menangkal isu- isu negatif soal status Gunung Agung.

“Target kami menghimbau dan memberi informasi kepada wisman asal Australia Bali sudah aman, erupsi sudah menurun, jarak Gunung Agung ke Denpasar itu 65 Km. Promosi Bali is back. Target 15 juta, kalau tidak ada gangguan lain tentu saya optimistis, ini harus terus digenjot,” ujar I Gde Pitana.

Dalam gathering ini, tambah Vinsensius Jemadu, Kemenpar menghelat pemaparan tentang destinasi wisata Indonesia, pertunjukkan tari tradisional Indonesia dan juga pembagian souvenir khas Indonesia.

Kementerian besutan Arief Yahya, berharap promosi di Australia ini dapat mendongkrak citra pariwisata Indonesia di mata masyarakat Australia terutama di kota Melbourne.

“Kota Melbourne dipilih karena, di sana menjadi pusat bisnis dan perbelanjaan terbaik di Negeri Kanguru, lokasi ini sangat strategis untuk menjual wisata di Indonesia. Sehingga diharapkan dapat berkontribusi pada meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Australia ke Indonesia,” ujar pria dengan akrab disapa VJ itu.

Kemenpar memang akan terus menggenjot promosi dan penjualan langsung dengan target negara-negara tetangga Indonesia seperti Australia. Selain dapat menyambangi tanah air dengan waktu singkat, Australia juga sudah sangat mencintai budaya Indonesia. ”Kami goda mereka terus untuk datang ke Indonesia,” kata VJ.

Menteri Pariwisata Arief Yahya terus mendorong promosi Wonderful Indonesia di Australia. Kemenpar menargetkan bisa menarik 1.816.000 kunjungan wisman dari Negeri Kangguru.

Target tahun ini naik 29% dari target 2016 yang dipatok di angka 1,4 juta. Langkah yang ditempuh bertumpu pada tiga aktivitas: branding, advertising, dan selling. Hanya saja tahun ini aktivitas selling lebih ditekankan karena brand Wonderful Indonesia dipandang sudah kuat di Australia.

“Daya tarik Indonesia di samping keindahan alam dan kekayaan budaya, tentu saja fasilitas bebas visa kunjungan yang berlaku sampai 30 hari. Wisman Australia yang hendak berwisata ke Indonesia pun tak perlu repot mengurus visa,” ujar Arief.(*)

Target Kunjungan Turis Asing Diprediksi Meleset

0
Sejumlah wisatawan berakhir pekan di Kawasan Wisata Lagoi Bay Bintan, Minggu (20/8). F.Yusnadi/Batam Posata

batampos.co.id – Hingga Oktober 2017, jumlah kunjungan wisman baru mencapai 11,6 juta kunjungan.

Sementara, Pemerintah menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2017 sebesar 15 juta orang.

Artinya, dalam dua bulan waktu yang tersisa, pemerintah harus mampu menarik wisman sebanyak 3,4 juta orang. Sayangnya, upaya tersebut masih memunculkan pesimisme. Alasannya, jumlah kunjungan wisman Oktober mengalami penurunan 4,54 persen dibanding September 2017.

Di samping itu, dalam beberapa pekan terakhir Indonesia tengah diguncang meletusnya Gunung Agung, Bali. Hasilnya, sejumlah penerbangan dibatalkan dan bandara di Bali dan sekitarnya harus ditutup.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suhariyanto mengatakan, bencana yang terjadi di Gunung Agung diharapkan tidak berlangsung hingga akhir Desember. Sebab, jika terus berlangsung, pihaknya pesimis target 15 juta wisman tercapai.

“Pertanyaannya, November sama Desember dengan ini tercapai tidak 15 juta? kita harus tunggu Desember. Kalau lihat tren jumlah peningkatannya pesat, tapi ini kalau Gunung Agung dampaknya kita harapkan tidak terjadi terus menerus,” ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (4/12).

Meski demikian, dirinya tetap optimis target tersebut bisa tercapai. Hal itu mengacu dari perbaikan jumlah kunjungan wisman dari Januari hingga Oktober 2017. Tercatat bahwa Agustus mengalami jumlah kunjungan terbesar yakni 1,4 juta kunjungan.

“Kedua, sampai Januari-Oktober 2017 itu jumlah wisman 11,6 orang. Kalau kita lihat bulan ke bulan, selama 2017 yang paling tinggi Agustus 1,4 juta,” pungkasnya. (ce1/hap/JPC)

Mengenal Arek Malang, Calon Tunggal Panglima TNI

0
KSAU Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, (Dok. JawaPos.com)

batampos.co.id – Siapa sosok Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, calon tunggal Panglima TNI yang ditunjuk Presiden Joko Widodo?

Hadi akan menggantikan Gatot Nurmantyo yang sudah purna masa baktinya pada Maret 2018 nanti.

Dilansir dari berbagai sumber, pria dengan berkumis tebal itu kelahiran Malang, 8 November 1963. Karirnya berawal dari Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur.

Hadi juga merupakan lulusan Akademik Angkatan Udara (AAU) tahun 1986 dan Sekolah Penerbang TNI AU tahun 1987.

Karier Hadi meroket saat melakukan pendidikan penerbang sebagai komandan flight Skadron Pendidikan 101 Lanud Adi Soemarno pada 1997. Setahun berikutnya, Hadi menjabat kepala seksi Bingadiksis Dispers lanud tersebut. Kemudian, dia menjabat Komandan Batalyon III Menchandra Akademi TNI.

Pada tahun 1999, Hadi menjabat instruktur penerbangan Lanud Adi Sucipto. Setelah itu, dia dipercaya menjadi Kepala Seksi Keamanan dan Pertahanan Pangkalan Dinas Operasi Lanud Adi Sucipto.

Karir Hadi bisa dibilang cukup cemerlang. Dia meraih tiga bintang lebih cepat meninggalkan para seniornya. Dalam waktu tiga tahun, Hadi tercatat dua kali mendapat promosi.

Pada Oktober tahun 2016 lalu Hadi mendapat promosi dari Sekretaris Militer Kepresiden, kemudian menjadi Irjen Kementerian Pertahanan. Dalam kurun waktu tiga bulan, Hadi tercatat dua kali mendapat promosi jabatan.

Hadi meraih bintang satu saat dipercaya menjadi Direktur Operasi dan Latihan Basarnas (Dirops dan Lat Basarnas) 2011-2013. Lalu dia ditempatkan sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI AU 2013-2015 dan Komandan Lanud Abdulrachman Saleh 2015.

Setelah itu, Hadi mendapatkan lagi promosi ketika menduduki posisi Sekretaris Militer Presiden 2015-2016. Namun, kurang lebih satu tahun, Hadi kembali dipromosikan menjadi Irjen Kementerian Pertahanan tahun 2016. Setelah itu, dia dipromosikan ke jenjang tertinggi, menjadi Kepala Staf TNI AU (KSAU).

Sekadar informasi Hadi Tjahjanto ditujuk oleh Presiden Jokowi sebagai calon tunggal Panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan pensiun pada Maret 2018 nanti. (ce1/rdw/JPC)

Melalui Tulisan, Syifa Empat Kali Dapatkan Royalti

0
Syifa Balqish. F. Dokumentasi Pribadi untuk Batam Pos.

batampos.co.idNamanya Syifa Balqish. Meski baru duduk di bangku kelas VIII Akhwat Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT), namun berbagai prestasi berhasil ditorehkan. Hasil karya tulisannya berhasil diterbitkan oleh percetakan nasional.

Sedari kelas III sekolah dasar, Syifa Balqish sudah memiliki bakat menulis cerita pendek (cerpen). Hobinya itu ditekuni dengan terus mengasah kemampuan menulis. Meski banyak karya yang dihasilkan, namun gadis cantik ini, masih belum berani mengirimkan cerpennya untuk dicetak.

Tekad besar ingin menjadi penulis, akhirnya Syifa Balqish memberanikan mengirim cerpennya ke salah satu percetakan nasional. Hasilnya, sungguh membanggakan. Cerpennya diterima, dan siap diterbitkan oleh percetakan tersebut. Dari hasil karya tulisan itu, Syifa Balqis sudah empat kali memperoleh royalti.

Saat ditemui, gadis berkulit putih menggunakan jilbab dan berkacamata ini mengisahkan, sejak duduk dibangku SD sudah hobi menulis cerpen. Dengan memanfaatkan kertas bekas orangtuanya yang tidak terpakai. Kerta tadi dimanfaatkan untuk menuangkan inspirasi dan ide-ide yang terekam dalam pikiran dengan membuat cerpen dari berbagai kisah. Sehingga kebiasaan menulis cerpen tidak terasa, terus mengalir secara alami hingga menginjak SMP baru memberanikan hasil karyanya dikirim ke percetakan Nasional.

Dan salah satunya yang sudah terbit berjudul My Sister My Love atau kecil-kecil punya karya, yang diperuntukan bagi anak-anak dengan desain caver cukup menarik perhatian pembaca yang menkonbinasikan warna dan bentuk gambar dua wanita berhadapan. Dengan bergandengan tangan, bertanda sebagai persaudaraan dan persahabatan yang tidak bisa dipisahkan.

Alhamdulillah, sekarang sudah mendapatkan empat royalti dari hasil karya tulisan saya. Dan ini sebagai pendorong semangat saya, untuk terus berkarya melalui tulisan-tulisan,” kisahnya putri bungsu dari pasangan Dr Ade Kristiawan, Kepala Puskesmas Tanjungbalai Karimun dan Hj Yeli Amd keb SE, Kasi Perlindungan Hak Perempuan Dinas PP, KB, PP dan PA Karimun.

Selain hobi menulis, Syifa juga menyukai buku berbahasa korea, inggris dan jepang. Disela-sela belajar dirinya tetap meluangkan waktu untuk menulis, yang cita-citanya nanti ingin menjadi dokter seperti orangtuanya. Dengan motto hidup, segala sesuatu yang bisa kita bayangkan adalah nyata. Suatu saat nanti, bisa tercapai menjadi dokter sekaligus penulis yang handal ditingkat Nasional.

Selain itu juga, dirinya suka membuat experimen dari bahan-bahan bekas kotak untuk dijadikan mainan anak-anak, seperti rumah kardus, tempelan untuk kamar perempuan dan sebagainya. Sedangkan, prestasi yang telah diraihnya mulai kecil menjadi juara pertama dalam lomba menyusun balok tingkat PAUD se kabupaten Karimun. Kemudian, juara pertama fashion show busana muslim ditingkat PAUD kabupaten Karimun. Hingga, saat ini ada dua lagi hasil karya tulisannya yang akan terbit kembali, setelah My Sister My Love.

“Bukunya sudah beredar di berbagai gerai buku diseluruh Indonesia. Saya mengajak teman-teman ayo, sejak sekarang kita berani berkreasi disegala bidang dan hobi. Biar kelak bisa mandiri, serta menjadi kebanggan keluarga dan masyarakat,” ungkapnya. (tri)