Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 12629

PT MSI Cetak Jutawan Waktu Singkat

0
Panitia OPP MSI foto bersama. F. Pantia OPP MSI untuk Batam Pos

batampos.co.id – PT Mahakarya Sejahtera Indonesia (MSI) menggelar open plan presentation (OPP) di Gedung Nasional pada Jumat (1/12), dihadiri lebih dari 300 member dan calon member yang didominasi oleh ibu rumah tangga.

“PT MSI merupakan perusahaan yang memiliki legalitas nasional yang bergerak dalam bidang berbagai produk kesehatan dan kecantikan yang dipasarkan secara network marketing. Selain telah memiliki sertifikat legal secara nasional, produk MSI juga telah memiliki perizinan resmi dari pemerintah. Seperti dari badan pengawasan obat dan makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta mengantongi setifikat halal. Sehingga aman untuk digunakan dan dikonsumsi,” ujar salah seorang member Diamond PT MSI Karimun, Winda.

Meski baru 3,5 tahun, kata Winda, PT MSI telah memiliki hampir 2 juta member dan juga telah memiliki pabrik di kawasan Depok, Jawa Barat. Bahkan, PT MSI menjadi salah satu perusahaan MLM di Indonesia yang memiliki reputasi tercepat yang mampu mencetak jutaan miliader-miliader baru di Indonesia. PT MSI juga memberikan peluang dahsyat untuk membantu mengubah financial keluarga.

“Seperti saya yang belum lama bergabung telah empat kali mendapatkan reward dari PT MSI. Reward yang keempat saya dapatkan pada saat kegiatan hari itu (Jumat, red) berupa satu unit sepeda motor. Sebelumnya, juga telah mendapatkan barang-barang elektronik. Tapi yang jelas, dengan keikutsertaan saya di PT MSI bisa membantu ekonomi keluarga,” jelas Winda.

Dikatakannya, MSI memiliki marketing plan yg sangat mudah dan sederhana. Sehingga siapa saja bisa bergabung di MSI. Selain itu, di MSI tidak ada istilah tutup poin dan tidak ada sistem poin yang hangus. Untuk itu, cepat atau lambat reward pasti akan didapat. Untuk bisa bergabung di MSI, sangat mudah. Cukup pilih salah satu paket produk otomatis menjadi member. Dalam acara OPP juga dihadiri Muhammad Daud selaku owner PT MSI.

“Kehadiran pemilik perusahaan disambut antusias oleh semua mitra MSI. Sebab Muhammad Daud merupakan seorang pelopor dari kesuksesan MSI. Selain itu, juga dihadiri peraih reward tertinggi dari Batam, yakni Iis Afniarti yang mendapatkan mobil Mitsubishi Pajero yang harganya sekitar Rp 400 juta dan Nadia Shinta peraih Toyota Avanza senilai Rp 150 juta. Termasuk rekan saya, Tia dan Nona. Keduanya mendapatkan reward motor senilai Rp 15 juta. Selain itu, juga ada juga peserta yang menerima reward dalam bentuk laptop dan smartphone,” papar Winda.

Diakhir acara OPP, lanjut Winda, dilakukan pembagian doorprize yang membuat suasana meriah. Apalagi, owner PT MSI Muhammad Daud memberikan undian tambahan 10 paket Biospray secara gratis dan promo lainya. Termasuk join 3HU gratis dua paket cream dior dan diskon 50 persen untuk ke Jepang bagi yang closing hari itu. Dia bersama ratusan peserta benar-benar merasa berkarya indah di MSI. Sebab, MSI bisa dijalankan oleh siapa saja tanpa harus meningglkan pekerjaan utama. (san)

UUAB Kundur Belum Bisa Tambah Pelanggan Baru

0

batampos.co.id – Manager Usaha Unit Air Bersih (UUAB) Perusahaan Daerah (Perusda) cabang Tanjungbatu Kundur belum bisa menambah pelanggan sambungan baru. Hal ini disebabkan kondisi waduk penampungan air yang masih bergantung pada musim penghujan.

Saat ini tercatat 800 rumah sebagai pelanggan UUAB Kundur. Pelayanan prima tetap diupayakan UUAB Kundur terhadap pelanggan yang ada.

“Saat ini kita (UUAB, red), belum bisa melakukan sambungan baru. Karena, persediaan waduk masih tergantung pada musim penghujan. Artinya, kalau turun hujan, persediaan air lumayan. Sebaliknya jika musim kemarau waduk bisa kering,” ungkap Manajer UUAB Perusahaan Daerah (Perusda) cabang Tanjungbatu Kundur, Zulkarnain, Senin (4/12) kemarin.

Sampai kini, lanjut pria yang akrab dipanggil Ikui, persediaan air masih cukup lancar. Selain itu, kondisi mesin pun tidak ada kendala. “Kondisi mesin air jika sebelumnya hanya menghasilkan 10 liter per detik, kini sudah meningkat menjadi 20 liter per detik,” ujarnya.

Diakuinya belakangan ada beberapa usulan penambahan pelanggan baru. Meski jumlahnya tidak banyak, namun masih dipending. Diharapkan tahun depan ada pendalaman waduk penampung air. Mengenai tarif, disebutkan Ikui, ada beberapa golongan yang dikenakan. Pertama sosial seperti hydrant umum, WC umum, dan kamar mandi umum. Kemudian, sosial khusus seperti yayasan sosial, sekolah, rumah sakit, tempat ibadah. Kedua non niaga seperti rumah tangga, dan instansi pemerintahan.
Ketiga niaga seperti kios, warung, tempat hiburan, dan kantor perusahaan. Keempat niaga besar seperti hotel, dan restoran. Kelima industri seperti pabrik makanan, dan minuman, pabrik es, dan pabrik kimia.

“Tarif yang dikenakan disesuaikan dengan batas pemakaian dari 0-10 meter kubik,” bebernya.

Hal yang sama juga disampaikan Dodi, pengelola sistem pengeloaan air minum (SPAM) Tirta Karimun di Kundur Barat, sejak dioperasikan April yang lalu sudah terdaftar sebanyak 400 sambungan rumah (SR) sebagai pelanggan. Bahkan belum lama ini juga ada penambahan tujuh rumah sebagai pelanggan baru, dan ada belasan sebagai pelanggan daftar tunggu. “Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti. Kita harapkan dukungan masyarakat agar kami dapat meningkatkan pelayanan,” harapnya. (ims)

 

Hari Armada, Lanal TBK Gelar Donor Darah

0
Aksi Donor darah yang digelar lanal TBK untuk memperingati Hari Armada 2017, Senin (4/12). F. Lanal TBK untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Tanjungbalai Karimun kemarin (4/12) menggelar kegiatan bakti sosial berupa donor darah, ziarah ke makam pahlawan dan gotong royong membersihkan areal perumahan warga, pantai dan sungai. Hal ini dilakukan untuk memperingati Hari Armada 2017.

“Kegiatan bakti sosial dalam bentuk donor darah dan juga kegiatan lainnya ini memang dilakukan sempena Hari Armada tahun ini dan serentak dilaksanakan diseluruh jajaran TNI AL di Indonesia. Dalam kegiatan ini kami bekerja sama dengan PMI Kabupaten Karimun dan dibantu 4 orang tim medis dari prajurit kami,” ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Totok Irianto.

Untuk peserta donor darah, kata Danlanal, tidak hanya sebatas dari jajaran Lanal Tanjungbalai Karimun. Tapi juga diikuti oleh instansi lain yakni Kodim 0317, Polri, ormas FKPPI, PP dan juga dari Jalasenastri. Hasil donor darah ini ada 87 kantong dan langsung diserahkan ke PMI untuk membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat Kabupaten Karimun.

“Laporan yang kami terima, saat ini di PMI persediaan darah sedang kosong. Sehingga, donor darah yang dilakukan ini dapat membantu masyarakat. Selain itu, kebutuhan darah di daerah kita cukup banyak. Dalam satu bulan tidak kurang 350 sampai 400 kantong darah yang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Danlanal, untuk ziarah makam pahlawan, dilakukan di Pulau Kundur. Karena untuk Kabupaten Karimun letak makam pahlawan ada di sana. Kemudian, untuk gotong royong dilaksanakan di sekitar kota Tanjungbalai Karimun, Komplek TNI AL RE Martadinata Bukit Senang dan juga di air terjun Desa Pongkar Kecamatan Tebing. Kemudian, untuk pantai di sekitar Jalan Coastal Area dan Pantai Kolong, Kecamatan Karimun. (san)

Warga Tagih Janji BUP

0
Lantai dua Pelabuhan Sri Tanjung Gelam terlihat masih kosong. Warga berharap BUP Karimun membuat penginapan di lantai dua dan tinga pelabuhan tersebut. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Badan Urusan Kepelabuhanan (BUP) Karimun sudah lama memiliki rencana membangun penginapan di atas gedung Pelabuhan Sri Tanjung Gelam. Tetapi hingga kini, fasilitas penunjang pelayanan publik tersebut belum terealisasi.

Kepada Dirut BUP terpilih nantinya diharapkan fasilitas tersebut bisa diwujudkan. Agar masyarakat pulau bisa memanfaatkannya. “Sesuai janji pemimpin dahulu, setelah dibangun Pelabuhan Sri Tanjung Gelam akan difungsikan sebagai penginapan untuk warga maupun pegawai dari pulau. Nyatanya, sampai sekarang janji itu belum terealisasi,” ungkap tokoh masyarakat Kundur, R Jurantiaz, Senin (4/12).

Pemanfaatkan penginapan dengan harga terjangkau diyakini mampu membantu warga pulau ketika belum selesai urusan di Karimun. Selain itu, bisa menambah pendapatan bagi BUP Karimun yang secara otomatis bisa memberikan kontribusi ke daerah.

“Kan sayang gedung dibangun dengan dana miliaran rupiah tapi lantai dua terbiarkan begitu saja, tidak dimanfaatkan dengan benar. Harapan saya sebagai warga di pulau kepada Dirut BUP Karimun, agar bisa direalisasikan,” tuturnya.

Selain itu kata Jurantiaz lagi, walaupun penginapan maupun hotel cukup banyak di Karimun. Namun belum tentu warga yang ada di pulau mau menginap disana. “Saran saya sih, untuk tahap awal bisa dibantu dari Pemerintah Kabupaten Karimun. Apakah dipersiapkan lima kamar dahulu, kemudian ditambah lagi beberapa kamar,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, kondisi lantai dua dan tiga kondisinya masih lumayan bagus. Seperti kaca maupun fasilitas lainnya masih memadai walau belum dipergunakan. Sementara dari hasil seleksi Dirut BUP Karimun beberapa waktu lalu, ada dua orang yang telah memenuhi persyaratan menjadi calon Dirut BUP Karimun periode 2017-2021 yaitu, Fashida Dharma Yudastoro yang berasal dari luar Karimun dan M Syahrizal yang merupakan pelamar dari Kabupaten Karimun.

“Januari 2018 sudah ada Dirut BUP Karimun yang baru. Saya hanya melaksanakan tugas harian,” kata Plt Dirut BUP Karimun Hj Sensissiana. (tri)

Duel Para Raksasa

0

Sebelumnya, saya ucapkan selamat untuk Persebaya Surabaya, PSMS Medan, dan PSIS Semarang yang promosi ke Liga 1 musim depan.

Sepak bola merupakan olahraga paling digandrungi di negeri ini. Bahkan, setiap kesebelasan punya basis massa masing-masing. Jumlahnya begitu besar. Mereka militan. Benar-benar fanatik.

Bagi para suporter, klub melambangkan banyak hal. Gengsi, kebanggaan, nama baik, persaudaraan, hingga yang paling ekstrem adalah harga diri. Tak jarang, ada kelompok suporter yang memiliki fanatisme berlebihan terhadap klub yang didukungnya. Sampai-sampai, mereka tidak akan bisa dan mau terima kalau yang didukungnya kalah. Ujung-ujungnya rusuh.

Dari tahun ke tahun, sepak bola Indonesia terus mengalami pembenahan. Meskipun sempat disanksi FIFA, namun pelan-pelan kompetisi digelar dengan lebih profesional. Meskipun beberapa kontroversi masih mewarnai sepak bola di negeri ini. Terlepas dari itu semua, kompetisi saat ini lebih baik ketimbang di era Perserikatan dulu. Pengelolaan klub yang profesional, manajemen berpengalaman, pelatih berkualitas tinggi, hingga pemain berbanderol miliaran rupiah menjadi daya tarik tersendiri.

Saat ini, kompetisi sepak bola resmi di Indonesia terbagi menjadi tiga. Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Tahun depan, kabarnya akan ada Liga 4, kasta terendah sepak bola nasional.

Untuk diketahui, Liga 1 dengan segala kontroversinya telah menasbihkan tim debutan Bayangkara FC sebagai juara. Sedangkan Persebaya Surabaya menjadi juara Liga 2. Di laga final yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bajul Ijo–julukan Persebaya–menang dramatis atas Ayam Kinantan–julukan PSMS Medan–melalui babak perpanjangan waktu yang berakhir 3-2. Satu klub lain yang menyusul Persebaya dan PSMS adalah PSIS Semarang. Laskar Mahesa Jenar–julukan PSIS–sukses mengalahkan klub kejutan Martapura FC 6-4.

Yang menarik, ketiga klub tersebut merupakan kekuatan tradisional sepak bola Indonesia. Mereka merupakan “si anak hilang”. Dulunya mereka adalah klub-klub kuat yang terlempar dari kasta tertinggi sepak bola nasional.

Di era Perserikatan, ketiganya pernah mencicipi gelar juara. PSMS menjadi tim tersukses dengan lima gelar juara, diikuti Persebaya empat kali juara, dan PSIS satu kali. Total juara itu belum termasuk kompetisi Galatama dan Liga Indonesia (Ligina).

Dengan bergabungnya Persebaya, PSMS, dan PSIS, total ada sembilan klub legendaris yang akan berlaga di Liga 1 musim depan. Mayoritas dari mereka adalah para jawara. Koleksi gelar mereka adalah sebagai berikut:

Persija Jakarta dengan raihan 10 gelar, Persebaya 8 gelar, Persib Bandung 7 gelar, PSM Makassar 6 gelar, PSMS Medan 5 gelar, Persipura Jayapura 4 gelar, dan PSIS Semarang 1 gelar. (Note: jumlah gelar merupakan akumulasi dari era Perserikatan, Galatama, dan Ligina)

Sedangkan dua klub legendaris lainnya, Persela Lamongan dan Perseru Serui belum pernah juara.

Di Liga 1 musim depan, mereka akan berhadapan dengan pendatang baru alias non-Perserikatan. Meskipun tergolong tim baru, namun mereka diklaim memiliki modal besar. Sehingga mampu bertarung di level tertinggi sepak bola nasional. Contohnya saja Bhayangkara FC dan Bali United yang menjadi juara serta runner up Liga 1 musim ini.

Meski bukan kategori klub dengan sejarah panjang, namun mereka tidak bisa dipandang sebelah mata. Liga 1 musim ini jadi bukti rontoknya klub para jagoan lawas negeri ini.

Musim depan, sembilan klub Perserikatan itu akan berhadapan dengan pendatang baru. Selain Bhayangkara dan Bali United, ada Madura United, Barito Putera, Borneo FC, Arema FC, Mitra Kukar, Sriwijaya FC, dan PS TNI.

Bisa dipastikan, Liga 1 musim depan akan membuka kembali sejarah lama. Persaingan klub-klub elit dengan nama besar. Sebut saja resistensi antara Bonek–pendukung Persebaya–dengan Aremania yang merupakan pendukung Arema FC. Belum lagi duel klasik antara Persib melawan Persija. Dan duel-duel bergengsi lainnya.

Memanasnya kompetisi musim depan bisa dilihat dari aktivitas transfer. beberapa klub Perserikatan sudah mulai tancap gas. Contohnya saja Persib Bandung dan Persija yang mulai membangun kekuatan mereka. Tak mau ketinggalan, non-Perserikatan juga mulai gencar belanja pemain. Madura United, Bali United, dan Barito Putera terlihat paling aktif.

Sangat layak ditunggu duel para juara tersebut. Saya pun secara pribadi berharap kompetisi bisa segera digulir. Sehingga, dapat menyaksikan secara langsung duel para raksasa di Liga 1. ***

 

Guntur Marchista Sunan
General Manager Batam Pos

Pemko Tanjungpinang Evaluasi Pelayanan

0
Anak penyandang disabilitas main drama beberapa waktu lalu. Hingga kini pemerintah belum bisa menyediakan fasilitas umum yang ramah penyandang disabilitas di Tanjungpinang. foto:Dok Batam Pos

batampos.co.id – Setiap tahun, Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang tidak pernah alpa memperingati Hari Disabilitas Internasional. Senin (4/12) kemarin, perayaan yang dihadiri Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah ini dilaksanakan di Aula Bulang Linggi, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.

Lis menyebutkan, peringatan Hari Disabilitas Internasional ini merupakan momentum tepat untuk mengevaluasi diri sendiri dan secara instansi mengenai pelayanan yang telah diberikan sejauh ini kepada para penyandang disabilitas yang ada di Tanjungpinang.

“Sebab anak-anak berkebutuhan khusus memiliki berkah tersendiri, sebagaian dari mereka ada yang memiliki prestasi luar biasa. Di hari disabilitas inilah menjadi momen untuk kita melakukan evaluasi,” ujar Lis.

Diakui Lis, Pemko Tanjungpinang terus berupaya dan berusaha sebaik mungkin memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas. Khusus penyandang disabilitas berat yang membutuhkan pengobatan atau pemeriksaan kesehatan, akan terus diberikan layanan kesehatan dengan cara jemput bola.

Lis menegaskan, pelayanan jemput bola ini, karena keterbatasan dan kesulitan penyandang disabilitas untuk datang langsung ke rumah sakit atau puskesmas terdekat.

“Apalagi mayoritas penyandang disabilitas merupakan warga kurang mampu. Selain memberikan layanan kesehatan, kita juga bisa melihat perkembangan kondisi mereka. Inilah bentuk perhatian kita kepada penyandang disabilitas di Kota Tanjungpinang. Pemerintah juga berusaha untuk meningkatkan fasilitas untuk penyandang disabilitas,” ujarnya.

Untuk itu, Lis mengimbau kepada seluruh Camat, Lurah, RT/RW, dan masyarakat agar melaporkan, jika ada penyandang disabilitas di wilayahnya, yang butuh perhatian dari pemerintah. Ia juga minta Dinas Sosial untuk melakukan pendataan secara kontinyu bagi penyandang disabilitas, agar mereka bisa diberikan tindakan medis yang lebih baik.

“Peran kita sebagai pemerintah memberikan kontribusi dan membantu penyandang disabilitas dan penyakit lainnya. Karenanya, ia ingin berusaha menjadikan Kota Tanjungpinang sebagai tempat yang ramah, bersahabat, nyaman serta penuh rasa keakraban dan kebersamaan,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Agustiawarman menjelaskan peringatan hari disabilitas ini diikuti sebanyak 170 orang penyandang disabiltas dari kelurahan se Kota Tanjungpinang.

“Untuk jumlah penyandang disabilitas terdaftar di Kota Tanjungpinang, sebanyak 549 orang, 2 orang diantaranya meninggal dunia, dan 46 orang penyandang disabilitas berat,” sebutnya. (aya)

Pusat Gelontorkan Rp 18 Miliar

0
Alat berat melakukan pematangan lahan di proyek pembangunan
jalan lintas barat lanjutan di jalan Tirta Madu, belum lama ini. F. Slamet/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah pusat telah menyetujui anggaran sebesar Rp 18 miliar untuk melanjutkan proyek pembangunan jalan lintas barat lanjutan atau jalan lintas timur dari kilometer 23 kijang ke kilometer 16 Toapaya pada tahun 2018.

“Dana alokasi khusus reguler turun Rp 41 miliar menjadi Rp 18 miliar,” ungkap kadis pekerjaan umum dan penataan ruang kabupaten bintan junirianto kepada batam pos yang ditemui di kantornya pada Senin (4/12) siang kemarin.

Dana transferan pusat itu, kata Juni, sudah positif untuk kegiatan proyek lanjutan pembangunan lintas barat, di antaranya memangkas beberapa bukit di batu 16 Toapaya, dan pematangan jalan maupun pengaspalan jalan beberapa kilometer. “Sesuai
mandat pak Bupati, kami diminta segera menyelesaikan dan diharapkan selesai pada tahun 2019,” tukasnya.

Sekedar diketahui total anggaran yang diperlukan sesuai ded pembangunan jalan lintas barat lanjutan sekitar Rp 155 miliar. Dari anggaran itu, pemerintah pusat pada tahun 2016, telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 40 miliar dan tahun depan
dialokasikan sekitar Rp 18 juta, sehingga anggaran yang diperlukan
masih sekitar Rp 97 miliar. (cr21)

Cabai Merah Lambungkan Inflasi

0

batampos.co.id – Indeks kelompok bahan makanan jadi penyebab utama kenaikan inflasi di Tanjungpinang dan Batam pada bulan lalu. Komoditas dengan andil paling berpengaruh dalam daftar indeks ini adalah cabai merah. Di Batam cabai merah menyumbang inflasi sebesar 0,08. Sementara di Tanjungpinang sebesar 0,05.

Sehingga gabungan dua kota ini pada November lalu, menunjukkan terjadinya inflasi sebesar 0,10 persen. Dengan rincian di Batam terjadi inflasi 0,11 persen sedangkan Tanjungpinang sebesar 0,04 persen.

Peningkatan inflasi yang juga disebabkan oeh cabai pada akhir November lalu, masih terus berdampak pada awal Desember ini. Di Tanjungpinang harga cabai merah bahkan menyentuh harga Rp 58 ribu per kilonya. Padahal harga normal biasanya berkisar Rp 40 ribuan.

Kepala Badan Pusat Statistik Kepri, Panusunan Siregar membenarkan fenomena itu. Kata dia, cabai merah memang berada di peringkat tinggi sebagai komoditas dalam indeks kelompok bahan makanan yang mempengaruhi inflasi bulan lalu. “Dan tidak menutup kemungkinan pengaruhanya akan terasa sampai bulan ini,” ujarnya.

Menurutnya, tinjauan dan kerja sama dengan wilayah pemasok harusnya telah dilakukan dua bulan sebelum prediksi kemungkinan bakal terjadi kelangkaan atau kenaikan komoditas. Sehingga lonjakan inflasi tidak sempat terjadi, yang akhirnya menyulitkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya.

“Memang TAPD saat ini sedang kerja sama dengan pemasok. Ya, sudah lebih baiklah daripada tidak sama sekali,” ungkapnya.

Lina, salah seorang pedagang sembako di Pasar Bintan Center Tanjungpinang, amat merasakan imbas dari kelangkaan cabai merah yang membuat harganya melambung. “Harga cabai memang lagi naik. Setau saya karena panennya lagi kurang bagus karena musim hujan terus,” tutur Lina.

Kenaikan harga terjadi pada semua jenis cabai. Tidak hanya cabai merah saja yang biasanya kisaran Rp 40 ribu kini sudah menjadi di atas Rp 55 ribu. Cabai rawit, kata Lina, juga sedemikian. Dari yang semula biasanya hanya Rp 27 ribu, kini per kilonya sudah dibandrol mencapai Rp 38 ribu. (aya)

Pesona Borobudur Bius Media dan Blogger Korea

0

Borobudur itu memang keren.

Memang world class.

Memang wow.

Situs yang kerap memuat artikel dan foto geografi, sejarah, dan budaya terkemuka di dunia, National Geographic, sampai ikutan menobatkan Borobudur di top 3 Iconic Adventure dunia. Bagi yang penasaran, buruan deh ke Borobudur. Dijamin Anda bakal happy.

Kalau tak percaya, tengok saja aktivitas famtrip media dan blogger Korea di Borobudur. Semuanya kompak terpana. Semuanya kompak dibuat takjub. Tak ada satupun rombongan yang terlihat boring saat berada di area candi Budha terbesar di dunia itu. “Wow, besar dan megah. Ini luar biasa indahnya,”kata Cho Sub, salah seorang peserta famtrip media dan blogger Korea dengan wajah terperangah.

Seluruh peserta famtrip yang dikoordinir Kemenpar dan Kedubes RI di Korea itu terlihat serius menyimak desain dan detil candi Budha terbesar di dunia yang rumit. Apalagi, ditambah dengan relief yang kaya cerita dan filosofi. Kemegahannya pun dinilai tak kalah dengan popularitas Machu Picchu di Peru dan Petra di Jordania.

Sebanyak 2.672 ukiran relief dan 600 patung dan stupa Buddha yang ada di sana dinilai sebagai keajaiban karya manusia. Tak bisa ditemui di belahan dunia manapun. “Ini momen luar biasa. Mengunjungi salah satu candi terbesar di dunia. Selama ini saya telah banyak mendengar serta membaca tentang kemegahan Candi Borobudur. Ternyata memang luar biasa,” lanjutnya.

Kekagumannya memang bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu dari UNESCO Heritage Site, Candi Borobudur merupakan tempat wisata yang tidak biasa. Candi Budha terbesar di Dunia terlihat begitu anggun dan megah laksana bunga teratai. Tokoh-tokoh dunia pun sudah banyak yang datang ke sana.

Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama sudah pernah menginjakkan kaki ke Borobudur. Begitu juga pendiri Facebook, Mark Zuckerberg, aktor Richard Gere, pesepak bola David Beckham, Aktor hingga Charlie Chaplin. Semua pernah menapakkan kaki di candi yang megah tersebut.

“Indonesia sangat beruntung punya candi yang demikian hebatnya. Kalau sedang berlibur ke Yogyakarta dan sekitarnya, saya sangat anjurkan datang ke Borobudur,” ucapnya.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu juga ikut mengamini. Baginya, Borobudur memang hebat. Levelnya sudah kelas dunia. “Sengaja kita ajak mereka ke sana untuk merasakan atmosfir magis dari candi Budha terbesar di dunia tersebut. Setelah meraka melihat dan merasakan langsung, mereka pasti akan langsung memviralkannya. Blogger ke jutaan followernya, sementara media ke pembaca setianya,” kata VJ –sapaan akrab Vinsensius Jemadu.

Respon Menpar Arief Yahya sangat positif. Blogger dan media-media top Korea diyakininya akan membuat Candi Borobudur lebih mendunia. “Indirect impact dan media value blogger dan media Korea itu luar biasa. Apalagi Borobudur sudah diakui dunia merupakan sumber inspirasi. Warisan budaya dunia dengan logo UNESCO. Jadi terimakasih atas pujiannya terhadap Borobudur. Salam Wonderful Indonesia,” kata Menpar Arief Yahya. (*)

Cicipi Kuah Beulangong saat Sail Sabang 2017

0

Sail Sabang 2017 meninggalkan kesan yang mendalam. Selain even bahari yang keren, kulinernya juga dipuji banyak kalangan. Salah satunya, suguhan 18 kelompok kuliner khas Aceh pada Festival Kuah Beulangong di komplek stand kuliner Aceh di Pelabuhan CT-3 BPKS, Kota Sabang, akhir pekan silam.

“Ternyata sangat laku. Masing-masing kelompok memasak 1 beulangong (kuali, Red). Dan dinikmati oleh sekitar 10-ribuan pengunjung, termasuk para rombongan kementerian. Banyak yang penasaran dan berniat datang lagi ke Sabang,” kata penyelenggara stand kuliner Aceh, Wan Windi Lestari, Senin (4/12).

Kuah Beulangong sendiri adalah makanan khas masyarakat Aceh. Bahan utamanya bisa daging sapi, daging kambing, atau daging kerbau yang dicampur dengan buah nangka. Sebagian ada juga yang menggunakan pisang kapok.

Masakan semacam kari tersebut membutuhkan bumbu yang cukup banyak. Seperti kelapa gongseng, kelapa giling, cabai merah, cabai kering, cabe rawit, bawang putih, jahe, kunyit, ketumbar gongseng, kemiri, lengkuas, dan masih banyak bumbu lainnya yang semuanya digiling. Dan yang pasti semua perpaduan bumbu tersebut dijamin akan menggoyang lidah para penyantapnya.

Sebagai kuliner yang menjadi simbol pemersatu masyarakat Aceh. Makanan ini kerap dihadirkan pada saat kenduri (selamatan, Red). Ragam bahan dan teknik masaknya menjadi simbol kekuatan dari kebersamaan masyarakat Aceh. karena proses memasak dan menyantap kuah beulangong selalu dilakukan bersama-sama dan gotong royong. Hal inilah yang membuat masyarakat Aceh selalu kompak dan rasa kebersamaan selalu ada.

Anda boleh penasaran, juga boleh tidak percaya. Tapi soal rasa, nuansanya pasti beda. Ini tidak bisa ditipu. Tidak bisa dimanipulasi. “Silakan datang ke Aceh dan buktikan sendiri kedahsyatan lezatnya Kuah Beulangong,” timpal Menpar Arief Yahya.

Menpar yang juga sudah banyak merasakan kuliner lezat khas Aceh terlihat sangat yakin bahwa Aceh sangat layak mendapatkan predikat kota kuliner. Destinasinya kaya akan formasi makanan yang hebat-hebat. Sulit dicari tandingannya di kota lain. Kalaupun ada, sensasi rasanya pasti beda.

“Kuliner itu dimasukkan dalam kategori karya budaya, cultural value, bersama shopping and fashion, heritage dan seni. Komposisi bumbu, lama menanak, alat masak, semuanya diatur dengan rasa. Karena produk budaya, maka kekuatan Aceh sebagai destinasi pariwisata adalah karya budayanya. Dan kuliner adalah salah satu produknya,” kata Mantan Dirut PT Telkom yang hobi blusukan mencari kuliner khas itu.

Silakan mencoba, bagi yang belum pernah. Silakan bernostalgia, bagi yang sudah familiar dengan kuliner khas Aceh.

“Jangan lupa, apload semua kuliner lezat khas Aceh ke akun media sosial masing-masing. Selamat berlibur, Selamat berwisata kuliner! Salam Wonderful Indonesia,” ucap Menpar Arief Yahya. (*)