Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12657

Pembangunannya Dibantu Kesultanan dan Kapitan Cina

0
Gereja Bethel atau Gereja Ayam menjadi salah satu banguna zaman belanda yang ada di Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.idMantan Wali Kota Tanjungpinang, Suryatati A Manan, pernah mengatakan, hanya di Tanjungpinang, tempat peribadatan antarumat beragama bisa saling berdekatan. “Bahkan, saling berhadapan,” ujar Bu Tatik.

Tempat peribadatan yang dimaksudkan wali kota perempuan itu adalah Masjid Raya Al-Hikmah, Vihara Bahtra Sasana, dan Gereja Protestan Indonesia bagian Barat (GPIB) Bethel. Ketiga tempat peribadatan itu hanya saling berjarak beberapa meter saja.

Bahkan, antara masjid dan gereja justru saling berhadapan. Bila ditilik dari beberapa referensi, kian bertambah pula kesan uniknya. Ketiga-ketiganya berusia lebih dari satu abad. Termasuk GPIB atau, yang oleh masyarakat Tanjungpinang acap disebut gereja ayam.

Disebut demikian karena ada bentuk ayam yang terbuat dari besi penunjuk arah angin yang terletak di puncak menara. Patung ayam ini dapat bergerak 180 derajat sesuai dengan arah angin.

Bangunan gereja yang berlokasi di JL. Gereja no 1 Tanjungpinang ini pertama kali dibangun sekitar tanggal 14 Februari 1835, dan selesai sekitar setahun kemudian. Hal ini merujuk dari catatan Pendeta Eberhardt Herman Rottger asal Jerman yang bertugas sebagai misionaris di Riouw (Tanjungpinang dari tahun 1833-1842).

Gereja pertama yang dibangun di Tanjungpinang ini, saat diresmikan, disebut De Nederlandse Hervormde Kerk te Tandjoengpinang (Gereja Protestan Belanda di Tanjungpinang). Kala itu, jemaatnya didominasi orang-orang Belanda dan tentara Belanda yang berdarah Indonesia.

Catatan tersebut, diterbitkan dengan judul Berichten omtrent Indie, gedurende een tienjarig verblijf aldaar (Laporan tentang Hindia, selama sepuluh tahun tinggal di sana). Tulisan tersebut diterbitkan oleh penerbit Ballot di Kota Deventer tahun 1846. E.H. Rottger, adalah tokoh penting yang terlibat dalam Pembangunan gereja ini.

Aswandi Syahri, sejarawan Kepri, pernah menjelaskan, Yang Dipertuan Muda (YDM) VII Kesultanan Riau-Lingga, Raja Abdurrahman, turut membantu pembangunan tempat ibadah umat kristiani ini, dengan menyumbangkan bahan-bahan material. Bantuan serupa juga disalurkan oleh Kapitan Cina.

“Ini sekaligus bukti bahwa masyarakat Tanjungpinang punya sikap toleransi antarumat beragama yang tinggi,” ujar Aswandi.

Hingga pada akhirnya, Pemerintah Kota Tanjungpinang menetapkan bangunan GPIB atau gereja ayam sebagai Benda Cagar Budaya (BCB), berdasarkan Undang-undang RI Nomor 5 tahun 1992. Karena lokasinya yang strategis dan berdekatan dengan pusat kota, tak heran bila hingga hari ini, masih banyak wisatawan yang mengunjungi gereja tua ini. Kendati hanya sekadar berfoto. (aya)

Polisi Tangkap Dua Agen TKI Ilegal

0

batampos.co.id – Jajaran Polsek Lubukbaja mengamankan dua agen pengerah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri secara ilegal. Dua agen yang telah diamankan itu yakni, Susiyani, 25 dan Paestha Debora, 25.

Kanit Reskrim Polsek Lubukbaja Iptu Awal Sya’ban Harahap mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap dua agen tersebut bermula dari laporan yang diterima Polsek Lubukbaja dari korban, Shandra Pratiwi, 20, Rabu (17/1) lalu.

“Korban membuat laporan tentang tindak pidana perdagangan orang atau tentang setiap orang perseorangan dilarang melaksanakan penempatan pekerja migran Indonesia atau mempekerjakan orang tanpa izin,” ujar Awal, Selasa (23/1).

Dijelaskan Awal, dalam laporannya Shandra bertemu dengan Susiyani dan Paestha Debora di kawasan Avava Mal, Jumat (5/1) lalu. Selanjutnya, Susiyani dan Paestha Debora menawarkan pekerjaan di Singapura terhadap korban.

“Mau gak kerja sebagai ladies club di hotel Singapura dengan gaji 45 dollar Singapura. Namun harus bekerja selama 25 hari,” ujar Awal menirukan perkataan kedua pelaku kepada korban.

Karena membutuhkan pekerjaan, akhirnya korban setuju atas tawaran keduanya. Namun, pekerjaan itu tidak jadi dilakukan oleh korban, karena Hotel Singapura itu tutup. Kemudian, kedua pelaku pun kembali menawarkan pekerjaan yang sama di Malaysia.

“Setelah sepakat, pelaku Paestha Debora berangkat ke Malaysia tanggal 12 Januari bersama korban melalui pelabuhan Batamcenter dan menggunakan kapal last ferry,” tuturnya.

Sesampainya di Malaysia sekitar pukul 21.00 WIB, Shandra dibawa Paestha Debora ke apartemennya yang berada di Kenanga Point, Malaysia. Besoknya atau pada hari Sabtu (13/1), Paestha Debora mengenalkan kepada seseorang yang dipanggil Botak di Petaling, Malaysia.

“Ternyata, setelah dikenalkan itu korban dipekerjakan sebagai PSK selama tiga hari. Karena tidak tahan, korban pun melarikan diri tanggal 16 Januari dengan naik taksi menuju ke pelabuhan dan balik ke Batam,” bebernya.

Sesampainya di Batam, korban langsung pulang ke rumahnya di Kompleks Niaga Anggrek Permai Lubukbaja dan membuat laporan polisi ke Polsek Lubukbaja, Rabu (17/1). Dari laporan itu, Unit Reskrim Polsek Lubukbaja langsung mengamankan keduanya di kawasan Avava.

Jajaran Polsek Lubukbaja mengekpos dua agen pengerah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke luar negeri secara ilegal yang diamankan, selasa (23/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Dia ini memang mencarikan pekerjaan kepada korban. Tersangka Susiati diberikan uang 300 Ringgit Malaysia dari Botak,” katanya.

Dari penangkapan ini, polisi menyita beberapa barang bukti, yakni satu buah paspor atas nama Shandra Pratiwi, empat unit ponsel dan satu lembar manifest bukti perjalanan korban dari Batam menuju Malaysia.

Hingga saat ini, jajaran Polsek Lubukbaja masih melakukan penyelidikan untuk mencari korban lainnya. Awal menambahkan, sejauh ini pihaknya baru menerima satu laporan polisi dan diduga masih banyak orang yang telah dipekerjakan dua tersangka ini ke luar negeri secara illegal.

“Kepada tersangka kita jerat dengan pasal 81 junto pasal 83 undang-undang tentang perlindungan pekerja migran Indonesia dengan ancaman selama 10 tahun penjara,” imbuhnya.

Sementara itu, dari pengakuan Paestha Debora, Sandra memaksanya untuk mencarikan pekerjaan di Malaysia. Sementara, Paestha berangkat ke Malaysia untuk membeli baju dan menjual lagi baju tersebut di Batam. Saat ia berangkat ke Malaysia, Sandra meminta ikut juga pergi ke Malaysia.

“Bukan Botak bos dia itu. Tapi Akong. Sampai disana diberi kerjaan seperti itu, memang dia maunya dia. Karena dia bilang sebelumnya sudah pernah kerja kayak gitu. Botak itu kasi duit sama aku karena aku mantan pacarnya dia,” akunya. (gie)

Berikut Jadwal Lengkap Seri Kedua Proliga 2018 Batam

0
Pemain-pemain putri Jakarta Elektrik PLN saat menggelar latihan di Gor Radja Jakfar Tiban, Selasa (23/1). Latihan tersebut langsung dipimpin pelatih kepala, Tien Mei yang memfokuskan perbaikan teknik receive. F. Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

batampos.co.id – Gelaran Proliga 2018 seri pertama di Yogyakarta pada 19-21 Januari 2018 telah usai. 12 kontestan yang terdiri dari dari lima tim putra dan tujuh tim putri ini bakal bersiap menghadapi seri kedua di Batam yang akan dihelat 26-28 Januari 2018.

Hasil mengejutkan terjadi selama seri pertama yang dilangsungkan di Gor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kemarin. Pasalnya, juara bertahan tim putri, Jakarta Eketrik PLN harus menelan dua kali kekalahan. Di partai pembuka, Jakarta Elektrik PLN harus menyerah kalah atas Jakarta Pertamina Energi dengan skor 0-3 (11-25, 7-25, 14-25).

Sedangkan di laga kedua, juara tiga tahun terakhir ini juga dipaksa takluk dari Bandung BJB Pakuan juga dengan skor 0-3 (22-25, 14-25, 18-25).

Dengan hasil tersebut, maka Jakarta Elektrik PLN masih terdampar di urutan keenam klasemen sementara Proliga. Sementara itu, Jakarta Pertamina Energi berada di puncak klasemen usai mengantongi dua kemenangan.

Jakarta Pertamina Energi benar-benar mendominasi di seri pertama ini. Tak hanya di tim putri, di tim putra, mereka juga mendominasi dengan duduk di singgasana klasemen dengan raihan dua kemenangan.

Humas Proliga 2018, Lutfi mengatakan, pembagian kekuatan pemain di bagian putra lebih merata tahun ini. Persaingan di bagian putri juga diyakini akan berjalan lebih seru karena pemain-pemain nasional lebih tersebar ke tim-tim peserta.

Tim yang paling terkena imbasnya adalah juara putri enam kali Proliga, Jakarta Elektrik PLN. Setelah ditinggal kapten mereka musim lalu sekaligus pemain timnas voli Indonesia, Aprilia Manganang yang telah hijrah ke Bandung BJB Pakuan.

“Sepertinya Jakarta Elektrik PLN tidak bisa mendominasi lagi di musim ini setelah ditinggal pemain-pemain bintangnya,” kata Lutfi kepada Batam Pos, Selasa (23/1).

Untuk itu, Jakarta Elektrik PLN akan bertekad tampil habis-habisan di seri kedua yang dilangsungkan di Sport Hall Temenggung Abdul Jamal Batam ini.

Anak asuh Tien Mei sudah tiba di Batam, Senin (22/1) kemarin dan langsung melakukan latihan Selasa (23/1) pagi ini di Gor Radja Jakfar Tiban.

Pemain-pemain Jakarta Elektrik PLN yang sebagian besar didominasi pemain-pemain muda hasil seleksi di daerah-daerah ini terus diasah kemampuan pemain guna menutupi kekurangan saat berlaga di Yogyakarta.

“Receive kami masih lemah. Blok dan passing juga belum benar-benar sempurna. Untuk itu pelatih sangat fokus membenahi sektor pertahanan di latihan kali ini,” ujar asisten pelatih Jakarta Elektrik PLN, Abdul Munib.

Ia menuturkan, timnya diyakini bakal lebih siap dibanding laga-laga sebelumnya. Terlebih Jakarta Elektrik PLN sudah bisa menurunkan dua pemain asingnya yakni Liu Mengnya dan Pu Rou asal Tiongkok.

Perlu diketahui, keduanya merupakan pemain timnas Tiongkok saat berlaga pada 19th Asian Womens Volleyball Championship 2017. Untuk Liu Mengnya, pemain yang berposisi sebagai open spike ini pernah mengantarkan Jakarta Elektrik PLN menjadi juara pada Proliga 2015 lalu.

“Dengan kedatangan kedua pemain ini diharapkan tim bisa lebih komplet, baik secara komposisi maupun permainan dan bisa menambah daya dobrak tim. Kami ingin bisa meraih poin di Batam setelah gagal total di Yogyakarta kemarin,” ungkap Abdul. (oza)

Berikut jadwal lengkap Seri kedua Proliga 2018 Batam :

Jumat (26/1/2018)
15.00 WIB (Putri) Bekasi BVN Vs Jakarta Popsivo Polwan
17.00 WIB (Putri) Bandung Bank BJB Pakuan Vs Gresik Petrokimia
19.00 WIB (Putra) Surabaya Bhayangkara Samator Vs Jakarta Pertamina Energi

Sabtu (27/1/2018)
15.00 WIB (Putri) Jakarta BNI Taplus Vs Jakarta Pertamina Energi
17.00 WIB (Putri) Jakarta Popsivo Polwan Vs Jakarta Elektrik PLN
19.00 WIB (Putra) Jakarta BNI Taplus Vs Bekasi BVN

Minggu (28/1/2018)
13.00 WIB (Putri) Jakarta BNI Taplus Vs Gresik Petrokimia
15.00 WIB (Putri) Bandung Bank BJB Pakuan Vs Jakarta Pertamina Energi
17.00 WIB (Putri) Bekasi BVN Vs Jakarta Elektrik PLN
19.00 WIB (Putra) Bekasi BVN Vs Palembang Bank SumselBabel

 

Raja Ariza Ingin Tempati Rumah Dinas

0

batampos.co.id – Raja Ariza yang baru dilantik sebagai Penjabat Wali Kota Tanjungpinang akan lebih banyak menghabiskan waktunya di Tanjungpinang. Agar semakin lancar dan nyaman dalam menunaikan kerjanya sebagai pemegang sementara kendali pemerintahan, ia berkeinginan bisa menempati rumah dinas wali kota yang ada di Senggarang.

Hal ini dibenarkan Sekretaris Daerah Tanjungpinang, Riono. Menurutnya, permintaan Raja Ariza itu sah-sah saja. Mengingat jabatannya sebagai Pj Wali Kota Tanjungpinang bukan sebulan atau dua bulan. Namun, Riono menyebutkan, permintaan itu belum dapat dikabulkan dalam waktu dekat.

“Karena kami harus meninjau dulu kondisi terkini rumah dinas itu, kami akan segera meninjaunya dalam waktu dekat ini,” ujar Riono, kemarin.

Peninjauan ini mesti dilakukan lantaran memang sebelumnya rumah dinas yang sudah selesai dikerjakan itu belum sempat ditinggali. Lis Darmansyah, wali kota sebelumnya, lebih memilih tinggal di rumah pribadinya di KM. 10 Tanjungpinang Timur. Karena itu Riono merasa dinas terkait mesti terlebih dahulu meninjau kondisi terkini rumah dinas agar ketika ditinggali Raja Ariza tidak ada masalah secara teknis.

“Nanti sudah tinggal di sana, tetapi airnya macet, kan repot juga. Makanya perlu ditinjau dulu,” ujar Riono.

Riono yakin pilihan Raja Ariza untuk menempati rumah dinas itu sesuatu yang tepat mengingat jarak dari rumah dinas ke kantor wali kota tidak terlalu jauh. Sehingga diharapkan turut meningkatkan kualitas pelayanan dan kerja yang dijalankan jajaran Pemko Tanjungpinang sampai menunggu wali kota terpilih dilantik.

“Secepatnya kami tinjau dulu. Nanti kalau mau ditinggali pasti juga ada doa selamatnya dulu juga, kan. Jadi semuanya bisa lihat lebih dekat rumah dinas wali kota itu,” pungkas Riono. (aya)

Pembunuh Deli Cinta Juga Dijerat Pasal Pencurian

0
Anggota Polsek Batuaji menggiring Dedi Purbianto pelaku pembunuhan Deli Cinta saat reka ulang pembunuhan di rumah Deli Cinta di Central Raya, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (18/1). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id– Berkas perkara pembunuh Deli Cinta Sihombing hampir rampung. Penyidik Polsek Batuaji yang menangani kasus pembunuhan tersebut menjerat Dedi Purbianto sebagi tersangka pembunuhan dengan dua pasal yakni 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan (curat) dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Untuk kasus pembunuhan Dedi dengan senjaga menghabisi nyawa ibu satu anak itu dengan cara mencekik leher korban. Sementara kasus curat Dedi diketahui membawa kabur televisi, mobil Toyota Rusah dan Ponsel korban.

Kapolsek Batuaji Kompol Sujoko menuturkan, berkas perkara kasus pembunuhan itu sudah hampir rampung dan dalam waktu dekat ini akan segera di limpahkan ke Kejaksaan Negeri Batam. “Sudah mau P21. Anggota masih terus bekerja untuk melengkapi berkas perkaranya” ujarnya, Selasa (23/1).

Penanganan perkara kasus pembunuhan itu diakui Sujoko, sejauh ini berjalan dengan baik. Terkait pembuktian motif pembunuhan yang diakui Dedi bahwa dia membunuh korban karena upah jasa gigolonya tak dipenuhi korban yang belum keluar, tidak mempengaruhi proses penyelidikan pokok perkara pembunuhan itu. “Tidak pengaruh itu, karena penyelidikan fokus ke pokok perkaranya yakni pembunuhan,” tutur Sujoko.

Upaya penyidik untuk melengkapi bukti motif pembunuhan itu tetap dilakukan yakni dengan mengirim tiga unit ponsel ke bagian IT Mapolda Kepri untuk diselidiki. Ketiga ponsel itu, dua milik Dedi dan satu milik korban. Tiga ponsel itu akan dijadikan alat bukti untuk membuktikan motif pembunuhan seperti yang disampaikan Dedi, sebab menurut Dedi, dia berkenalan dengan korban melalui aplikasi Badoo yang ada di ketiga ponsel itu. “Tetap itu. Kami masih tunggu hasilnya dari Polda apakah ada percakapan atau tidak yang menguatkan pengakuan tersangka itu,” kata Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Yanto.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Deli Cinta Sihombing, 28 ditemukan tewas dengan posisi setenga telanjang di kamar tidur di rumahnya di perumahan Centra Raya, RT04/RW08, kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12). Tangan dan kaki ibu muda itu juga diikat tali gorden. Disampingnya juga terkurung Dw, putera pertamanya yang masih berusia tiga tahun. Dw selamat namun saat dijumpai warga kondisinya sudah lemas. Diduga dia sudah seharian dia terkurung bersama jenazah sang ibu di dalam kamar rumah tersebut.

Polsek Batuaji yang menanangi kasus kematian Deli itu akhirnya menetapkan dan membekuk Dedi Febrianto sebagai pelaku tunggal. Kepada polisi Dedi yang sehari-hari bekerja sebagai bar tender itu mengaku nekad membunuh Deli karena upahnya sebagai gigolo tak dibayar penuh oleh korban. (eja)

Nurdin Borong Keripik Pedas di Pasar Malam

0
Gubernur Kepri Nurdin basirun berfoto dengan masyarakat saat berkunjung ke Pasar Malam sempena imlek di Kawasan Pelantar 2, Tanjungpinang, Senin (22/1). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun meminta penataan kawasan pasar malam di Kota Tanjungpinang. Tujuannya agar semakin menarik dan menjadi salah satu tujuan wisata ketika orang berkunjung ke Ibu Kota Provinsi Kepri.

“Benah kawasan ini. Didekor, ditata sedemikian rupa. Jadikan objek wisata kota tua. Apalagi bila dibuat memesona saat malam hari,” kata Nurdin saat berkunjung ke Pasar Malam sempena Imlek di Kawasan Pelantar 2, Tanjungpinang, Senin (22/1) malam.

Pesan itu disampaikan Nurdin kepada Kadis Pariwisata Kepri Buralimar yang ikut dalam peninjauan itu. Hadir juga pada kesempatan itu Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, serta tokoh masyarakat Tionghua Bobby Jayanto dan Rudy Chua.

Kesenian Barongsai menyambut kedatangan Nurdin dan rombongan. Masyarakat yang hadir malam itu juga ikut menyambut kehadiran Nurdin. Mereka bersalaman dan mengajak Gubernur foto bersama.

Beberapa stand tampak disinggahi Nurdin. Gubernur terlihat menikmati piscok dan eskrim di salah satu stand. “Sini, ayuk makan bersama,” ajak Nurdin kepada masyarakat yang berkunjung ke stand tersebut.

Di stand-stand tertentu Nurdin terlihat berbelanja. Di antaranya belanja VCD dan lampu pajangan liontin. Nurdin juga berbelanja keripik pedas, keripik bawang, dan risol udang kering. Barang belanjaan itu diberikannya kepada masyarakat yang hadir di sekitar stand.
Nurdin mengucapkan selamat menyambut tahun baru Imlek kepada masyarakat Tionghoa yang merayakannya. Februari ini masyarakat Tionghoa menyambut Tahun Baru Imlek 2568.

Menurut Nurdin, setiap peluang pengembangan kepariwisataan harus dimanfaatkan seoptimal mungkin. Sebab, industri pariwisata akan terus tumbuh. Kepri sendiri akan terus menambah kunjungan wisatawan baik asing maupun domestik.
“Kita punya macam-macam objek wisata. Terus jual dan beri kesan baik pada tiap pengunjung,” kata Nurdin. (bni)

DPRD Diminta Cabut Perda Tak Pro Investasi

0
Gubernur Kepri NUrdin Basirun menghadiri rapat di Istana Negara, Jakarta. F Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau kembali mendapat tugas berat dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional yang akhir-akhir ini cenderung melembat. Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengatakan hal ini usai menghadiri rapat percepatan pelaksanaan berusaha di daerah yang dipimpin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/01).

Menurut Gubernur dalam Presiden berpesan bagaimana seluruh Provinsi di Indonesia bisa memaksimalkan setiap potensi yang ada di daerah masing-masing guna meningkatkan perekonomian nasional. Khusus di Kepri, sebagai daerah yang sangat strategis karena berbatasan dengan beberapa negara tetangga dan memiliki jalur perdagangan laut yang strategis, yakni Selat Malaka. Maka Presiden meminta agar jalur perdagangan dunia tersebut bisa dimaksimalkan perannya.

“Kita dan Malaysia sama-sama memiliki jalur Selat Malaka. Itu adalah jalur perdagangan dunia yang sangat strategis dan menguntungkan. Hanya saja kita belum memanfaatkannya dengan maksimal, sebagaimana Malaysia memanfaatkan jalut itu. Dengan memanfaatkan jalur Selat Malaka, Malaysia bisa mendongkrak perekonomiannya terutama di Johor dan Malaka hingga tumbuh sebesar 51 persen. Sementara kita, Indonesia, hanya tumbuh 10 persen. Potensi keberadaan jalur Selat malaka itu lah yang perlu kita maksimalkan perannya,” kata Nurdin.

Gubernur juga berharap beberapa kendala yang menghambat pembentukan kawasan Ekonomi Khusus bisa segera diselesaikan. Selanjutnya agar ada regulasi-regulasi yang mempermudah investasi di Kepri.

“Sekarang ini beberapa investasi tetap jalan, dan kita berharap segala kendala pembentukkan kawasan ekonomi khusus bisa diselesaikan. Seperti proyek di Galang Batang itu, atau PT. Bintan Alumina sampai sekarang sudah menyerap sekitar sekitar US$ 91 juta atau hampir mencapai Rp 36 triliun. Itu adalah potensi yang sangat besar. Ada juga jalur Selat Durian yang dijadikan pusat investasi oleh pengusaha Timur Tengah yang bergerak di bidang suplay minyak mentah. Disamping itu juga ada Pulau Asam yang siap menampung investor,” kata Nurdin lagi.

Oleh sebab itu, kata Nurdin, agar segala potensi tersebut tidak lepas dia meminta kepada Kementerian Kehutanan agar memproses masalah lahan bisa segera diselesaikan.
“Ini adalah moment untuk ekonomi kita bangkit. Tapi kalau masalah lahan ini tidak segera diselesaikan, takutnya nanti malah lepas lagi kesempatan yang kita miliki ini,” kata Nurdin.

Nurdin juga menegaskan, sebagaimana yang ditegaskan oleh Presiden di dalam rapat, untuk perbaikan ekonomi Kepri, Pemprov Kepri tidak mau lambat-lambat. Gubernur berharap 2018 ini juga sudah mulai memulih. “Kita tidak mau lambat. Presiden juga maunya cepat, dan 2018 ini harus sudah mulai pulih. Intinya ada komitmen dan kemudahan regulasi dalam berinvestasi,” katanya.

Dalam rapat ini Presiden Joko Widodo terus berupaya mempermudah izin berusaha dan investasi di dalam negeri. Pada kesempatan rapat ini, Jokowi tidak hanya memanggil seluruh Gubernur, namun juga ketua DPRD se-Indonesia. Sementara itu Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengatakan bahwa kepada para Gubernur dan Ketua DPRD, Jokowi meminta daerah mendukung upaya percepatan investasi dimulai dari memangkas birokrasi. “Presiden minta kita di daerah jangan membuat Perda yang justru mempersulit investasi. Kalau ada, segera dicabut atau direvisi,” kata Jumaga.

Bila perlu, sambung Jumaga, Pemerintah akan mencabut Undang-Undang, Keppres atau Permen yang berbelit-belit. Di Kepri, Pemprov dan DPRD sepakat menghapus perda-perda penghambat investasi. Tujuannya agar pengembangan ekonomi lokal lewat investasi dapat mendukung kinerja pertumbuhan ekonomi nasional.

“Oleh sebab itu, kita akan berupaya mendorong Gubernur menggerakkan sektor produktif dengan membangun infrastruktur dan mendorong investasi, terutama di Kepri ini, ” kata Jumaga.

Ia menambahkan ekonomi lokal yang bergerak dan terus tumbuh juga akan menciptakan nilai tambah dan pendapatan terutama bagi masyarakat miskin. Sehingga kesenjangan pendapatan dapat dipersempit.

Sebelumnya, Presiden Jokowi dihadapan para Gubernur dan Ketua DPRD mengatakan bahwa Indonesia sudah tertinggal jauh dari segi kemudahan berinvestasi. Malaysia, Thailand, Vietnam bahkan melompat meninggalkan negara-negara Asean lain. Sekarang, tinggal Kamboja saja yang masih berada di belakang Indonesia. Kondisi ini harus segera diatasi. Indonesia harus segera berbenah dan mengejar ketinggalan dari negara-negara tetangga tersebut. (bni)

Bintan Genjot Pendapatan Kendaraan

0
SATU unit mobil pelayanan samsat keliling yang akan melayani masyarakat di tujuh kecamatan di Kabupaten Bintan. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos.co.id – Untuk mengenjot potensi pendapatan pajak kendaraan di kabupaten bintan, Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Provinsi Kepulauan Riau mengoperasikan mobil samsat keliling di tujuh kecamatan. Mulai dari Kecamatan Bintan Utara, Seri Kuala Lobam, Teluk Sebong, Teluk Bintan, Toapaya, Bintan Pesisir hingga Gunung Kijang.

Program tersebut diharapkan mampu memenuhi target pendapatan dari sektor pajak kendaraan yang mencapai Rp 19,5 miliar. “Dari pajak kendaraan bermotor Rp 10 miliar dan biaya balik nama kendaraan bermotor Rp 9,5 miliar,” kata Syamsul usai meresmikan pengoperasian mobil samsat keliling di Tanjunguban, Bintan, Selasa (23/1).

Aapalagi lanjut Syamsul, tujuh kecamatan tersebut memiliki potensi pajak kendaraan yang sangat besar. Berdasarkan data Samsat Tanjunguban, total kendaraan di tujuh kecamatan tercatat mencapai 74.644 unit, terdiri dari 67.902 sepeda motor dan 6.742 mobil.

Selain menggenjot pendapatan, pengoperasian samsat keliling untuk memudahkan pelayanan terhadap masyarakat. “Terutama masyarakat yang tinggalnya jauh dari kantor samsat,” bebernya.

Kasatlantas Polres Bintan AKP Anjar Yagota mengatakan, pelayanan mobil samsat keliling sangat membantu masyarakat yang akan membayar pajak kendaraan. “Pelayanan menjadi dekat, petugas kami yang datang ke masyarakat,” kata dia.

Ia juga berharap, pelayanan mobil samsat keliling ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak. “Mmembayar pajak merupakan kewajiban masyarakat,” ungkapnya. (met)

Rampungkan Gerbang Kantor Bupati, Pemkab Minta Bantuan Swasta

0
PENGGUNA jalan melintas di gerbang utama kantor Bupati Bintan di Bintan Buyu, kemarin. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos. 

batampos.co.id – Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Bintan akan meminta perusahaan swasta mengalokasikan dana CSR-nya untuk merampungkan pembangunan gerbang utama Kantor Bupati Bintan di Bandar Seri Bentan, Bintan Buyu.

“Tak dilelang lagi, kita akan upayakan dana CSR perusahaan yang ada di Bintan,” ungkap Kabid Permukiman Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Bintan, Bayu Wicaksono, Selasa (23/1) siang.

Ia menjelaskan, pekerjaan yang belum selesai yakni pemasangan frame sisi kanan dan kiri bagian dalam dari arah kantor bupati bintan di Bintan Buyu. Selain itu, interior dan pemasangan lampu di bangunan gerbang utama tersebut. “Satu paket terdapat tiga pekerjaan,” katanya.

Anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tiga pekerjaan itu, menurut Bayu mencapai Rp 200 juta. Sebelumnya, pembangunan gerbang utama kantor bupati bintan belum rampung hingga batas akhir Desember 2017 lalu. (met)

Krisis Obat masih Melanda RSUD Batam, Direktur: Sudahlah Jangan Terlalu Banyak Tanya

0
ilustrasi

batampos.co.id – Krisis obat-obatan yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji masih berlangsung sampai, Selasa (23/1/2018) siang. Keluhan kekecewaan pasien terus berdatangan sampai siang, kemarin. Manajemen RSUD belum bisa berbuat banyak sebab bantuan obat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri belum mencakupi semua kebutuhan pasien yang berobat ke sana.

Suasana rumah sakit bertipe B itu kemarin, masih seperti hari-hari sebelumnya. Masih banyak resep obat pasien yang ditolak di apotek rumah sakit tersebut. Pasien BPJS masih diharuskan membeli obat di luar rumah sakit, meskipun tidak semuanya.

Risna misalkan, pasien rawat jalan yang menjalani pengobatan gangguan pernapasan, harus membeli salah satu jenis obat di luar. Itu karena apotek di rumah sakit itu belum semuanya memiliki obat yang dibutuhkan Risna.

“Ada empat jenis obat, hanya tiga yang ada. Satu jenis saya harus beli di luar,” ujar Risna.

Direktur RSUD Embung Fatimah Batam Ani Dewiyana saat dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. Melalui via telepon Ani hanya menegaskan bahwa kekosongan obat-obatan tersebut mulai diatasi secara bertahap.

Drg Ani Dewiyana

Sudahlah jangan terlalu banyak tanya. Sudah mulai kami atasi persoalan ini,” ujar Ani.

Disinggung terkait bantuan obat dari Pemprov Kepri Ani mengaku, sudah mulai didatangkan secara bertahap. Namun demikian Ani belum bisa pastikan apakah obat bantuan tersebut bisa mengcover semua kekosongan obat yang terjadi selama ini atau tidak.

“Sudah ada, paket (obat) untuk pasien BPJS,” kata Ani.

Apakah obat bantuan Pemprov tersebut mencakupi semua kebutuhan obat pasien BPJS di RSUD, Ani kembali menolak untuk berkomentar.

“Jangan sampai ke sanalah. Yang pasti sudah mulai diatasi,” tuturnya lagi.

Disinggung terkait dari tahun berapa rincian hutang RSUD ke vendor-vendor penyuplai obat-obatan sebelumnya yang mencapai Rp 7,6 miliar, lagi-lagi Ani enggan berkomentar.

“Aduh macam mau investigasi ini. Tak usahlah (rincian) yang itu. Saya lagi sibuk ini,” kata Ani lagi.

Sebelumnya saat rapat dengar pendapat dengan komisi IV DPRD Batam, Jumat (19/1) lalu, Ani menyebutkan krisis obat yang terjadi di RSUD selama ini dikarenakan vendor-vendor penyuplai obat sebelumnya sudah menghentikan suplai obat-obatan mereka ke RSUD. Itu terjadi karena RSUD masih hutang sekitar Rp 7,6 miliar ke vendor-vendor tersebut.

Untuk mengatasi krisis obat-obatan itu, pihaknya kata Ani memiliki solusi jangka pendek yakni meminta bantuan ke vendor-vendor lain yang ada di Tanjungpinang. Selain itu Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga telah memintah bantuan ke Pemprov Kepri untuk sama-sama mengatasi persoalan itu.

Petugas Mulai Depresi

Peliknya persoalan yang dihadapi manajemen RSUD sebenarnya sudah lama berlangsung. Tidak saja persoalan obat-obatan tapi juga peralatan medis hingga administrasi keuangan ikut bermasalah.

Penghujung tahun 2017 lalu, puluhan sekuriti di rumah sakit tersebut melakukan aksi protes sebab gaji mereka tunggak selama empat bulan. Begitu juga, pada Agustus 2017 lalu, dokter yang praktek di rumah sakit berpelat merah itu juga melakukan aksi mogok praktek sebab insentif jasa medik mereka tak dibayar oleh manajemen. Persoalan itu cukup rumit sebab tunggakan uang jasa medik tersebut mencapai Rp 2 miliar. Dalam proses penyelesaian,diketahui tunggakan terjadi karena manajemen di rumah sakit tersebut kurang baik sehingga tagihan ke BPJS tak bisa diklaim. RSUD kehabisan anggaran sehingga tak bisa membayar uang jasa medik petugas medis saat itu.

Selain itu pada awal Desember lalu, hal yang mengejutkan ditemui oleh rombongan Komisi IV DPRD Kota Batam saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sana. Dalam sidak tersebut rombongan anggota Dewan itu menemui banyak persoalan seperti kekosongan stok obat pasien BPJS sampai pada peralatan medis yang bermasalah karena masa kalibrasi telah berakhir.

Deretan-deretan persoalan itu diduga pemicu terjadinya krisis obat-obatan yang terjadi beberapa pekan terakhir ini.

Sejumlah petugas medis saat dimintai tanggapan mengaku cukup sulit menjelaskan ribetnya persoalan yang ada di rumah sakit bertipe B itu. Meskipun menjalani rutinitas seperti biasa namun masing-masing petugas di sana mengaku memikul beban yang cukup berat untuk mengurai persoalan itu.

“Kalau ditanya persoalan susah mau jelasin. Intinya makin kurus kami di sini karena persoalan-persoalan itu. Stres kami dibuat,” ujar seorang petugas medis di bagian adminitrasi dengan nada canda, kemarin. (eja)