Jumat, 26 Juni 2026
Beranda blog Halaman 12657

Harga Bawang Putih Naik Rp 10 Ribu

0

batampos.co.id – Harga bawang putih di beberapa pasar di Kabupaten Bintan melonjak naik hingga Rp 10 ribu per kilogramnya. Biasanya dijual Rp 30 ribu, sekarang Rp 40 ribu per kilogramnya. Naiknya harga bawang putih tersebut akibat stok berkurang karena tertahan di Kota Batam.

“Lagi bermasalah, karena tertahan di Batam Tapi sudah dalam proses tindak lanjut,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bintan, Khairul.

Khairul berharap, persoalan bawang putih sebagai barang impor yang masuk melalui kawasan FTZ Batam segera selesai. Agar pendistribusian bawang putih ke Bintan segera dilakukan. Sementara itu, ketersediaan pangan beberapa komoditi dilaporkan cukup untuk beberapa bulan ke depan. Seperti ketersediaan stok beras mencapai 4.813.925 kilogram (Kg) dengan kebutuhan 1.474.397 Kg per bulan maka bisa dipastikan cukup untuk 98 hari ke depannya.

Sedangkan untuk ketersediaan stok minyak goreng mencapai 540 kilo liter dengan konsumsi per bulan mencapai 182 kilo liter, maka cukup untuk 95 hari ke depannya.”Beberapa komoditi juga kita pantau, seperti ketersediaan gula, telur ayam, daging sapi, cabai rawit, cabai merah masih aman. Meski harganya fluktuatif mengikuti pasar,” ungkapnya.

Kemudian untuk komoditas harga barang, harga cabai merah keriting naik berkisar Rp 2 ribu dengan harga pasaran Rp 52 ribu per kilogram. Namun harga cabai hijau turun Rp 4 ribu dengan harga pasaran Rp 36 ribu per kilogramnya.

Bupati Bintan, Apri Sujadi meminta beberapa dinas terkait, untuk memastikan stok bahan pangan, khususnya persiapan menjelang bulan suci Ramadan 1439 H sekitar kurang lebih 1 bulan lagi.”Persiapan stok bahan pangan harus sudah diantisipasi sedini mungkin,” ujarnya.

Apri meminta, Dinas terkait agar sedini mungkin dilakukan sidak ke gudang-gudang yang ada di Kabupaten Bintan. Tujuannya untuk memastikan stok dan kualitas bahan makanan yang tersedia.”Saya minta, Dinas terkait turun langsung ke lapangan. Cek betul-betul ketersediaan stok pangan,” pungkasnya.(met)

KPK Buru Koruptor di Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id – Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan supervisi kasus-kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Kamis (5/4). Salah satu perkara yang disorot adalah kasus korupsi pengadaan fasilitas listrik di Bandara Internasional Hang Nadim, Kota Batam.

“Tiga terdakwa sudah divonis bersalah. Tetapi satu di antaranya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kepri, Wiwin Iskandar, Kamis (5/4).

DPO tersebut atas nama Agus Mulyana, terpidana kasus korupsi pengadaan genset dan lampu penerangan landasan pacu di Bandara Hang Nadim Batam. Supervisi KPK dalam kasus ini adalah membantu Kejati Kepri memburu DPO tersebut.

Agus telah divonis empat tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Tanjungpinang pada 17 Januari 2016. Saat itu, sidang vonis digelar tanpa kehadiran terdakwa (in absentia).

Selain vonis empat tahun penjara, pengadilan juga menjatuhkan denda Rp 150 juta subsider tiga bulan penjara. Namun hingga kini Kejaksaan Tinggi belum berhasil mengeksekusi Agus.

Terkait dukungan KPK itu, Wiwin mengaku mengapresiasinya. Selain itu, pihaknya juga masih terus berupaya menemukan dan menangkap Agus Mulyana.

“Penyidik Kejati Kepri terus bekerja untuk mengungkap keberadaan terdakwa Agus sampai saat ini,” tegas Wiwin.

Sementara Juru Bicara (Jubir) KPK, Febri Diansyah mengatakan supervisi hukum yang dilakukan KPK ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Unit Koordinasi dan Supervisi Penindakan (Korsupdak) KPK di Kepri. Selain kasus Hang Nadim, Febri menyebut saat ini terdapat 31 perkara tipikor di Kepri yang disupervisi.

“Secara umum penanganannya berjalan lancar,” ujar Febri di Jakarta.

Menurut Febri, salah satu kasus yang telah inkracht namun belum dapat dilakukan eksekusi karena terpidana masuk DPO termasuk yang akan didukung. Korsupdak KPK akan membantu pencarian DPO dalam korupsi pengadaan fasilitas listrik di Bandara Internasional Hang Nadim.

Selain itu, jelas Febri, supervisi ini juga merupakan upaya untuk optimalisasi penanganan perkara dalam rangka menjalankan fungsi trigger mechanism. Menurut dia, KPK akan mendukung pencarian keterangan ahli, asset tracing, hingga bantuan pencarian buron (DPO).

“Tadi tim KPK diterima oleh kepala dan wakil kepala Kejaksaan Tinggi Kepri, aspidsus, dan jajaran,” papar Febri.

Ia melanjutkan, kerjasama yang kuat antara KPK, Polri, dan Kejaksaan akan semakin memperkuat upaya untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi di Indonesia. Apalagi, kasus korupsi di daerah saat ini mengalami peningkatan.

“Keterbukaan dan sinergi seperti yang dilakukan di Kepri ini diharapkan dapat menekan perilaku korup di sana. Hal yang sama juga dilakukan di sejumlah daerah lain,” tutup Febri. (jpg)

Calon Polisi Serbu Polres Tanjungpinang

0
Petugas memeriksa berkas calon anggota polisi di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (5/4). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Polres Tanjungpinang membuka pendaftaran penerimaan anggota Polri tahun 2018, khusus putra putri terbaik Tanjungpinang. Pendaftaran yang dibuka sejak 26 Maret hingga 12 April 2018 ini ramai peminat untuk seleksi Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara PTU, Polwan, Tamtama, Bintara TI, Bintara Musik, Bintara Kimia, dan Bintara Penerbangan.

Kabag Sumda Polres Tanjungpinang, Kompol Zanie Parlinggoman Rajagukguk mengatakan dari 191 orang calon polisi, 143 orang diantaranya calon Polisi laki-laki (Polki), 48 orang Polisi Wanita (Polwan), dan 8 orang mendaftar Akpol. Semua calon polisi telah melakukan pendaftaran secara online.

Zanie menjelaskan, semua calon mendaftar melalui website http://www.penerimaan.polri.go.id. Setelah itu pendaftar wajib melengkapi berkas administrasi dan diserahkan ke Mapolres Tanjungpinang untuk diperiksa.”Seleksi awal dan pemeriksaan berkas dilakukan secara transparan,” ujarnya.

Selain itu ada persyaratan lainnya yang harus dilengkapi yakni Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), Surat Kesehatan, Warga Negara Indonesia (WNI), lulusan SMA sederajat dan sudah berusia 18 tahun. “Calon Polisi yang diterima, harus bersedia ditempatkan di seluruh Indonesia,” pungkas Zanie.(odi)

Pemasangan PJU Terkendala Zonasi Kelistrikan

0

batampos.co.id – Pemerintah kabupaten Karimun, pada tahun 2018 telah menganggarkan pemasangan Penerangan Jalan umum (PJU) untuk 114 titik. Anggaran ini dari Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Kebersihan Karimun.

Namun, timbul permasalahan setelah diberlakukan zonasi kelistrikan di wilayah dua zona kelistrikan zona satu PT Soma Daya Utama (SDU), zona kedua PT Karimun Power Plant (KPP). Dimana, untuk zona satu milik PT SDU ada 3 titik dan zona dua PT KPP 22 titik PJU yang baru.

“Benar, sekarang kita terganjal oleh pemberlakukan zonasi kelistrikan dalam pemasangan PJU. Di dua zonasi tersebut, sudah kita rencanakan beberapa puluh titik pemasangan baru PJU. Dengan total untuk wilayah pulau Karimun besar ada 82 titk PJU,” kata Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Kebersihan Karimun Rosmawati, kemarin (5/4).

Sedangkan, di zona tiga oleh PT PLN (Persero) Ranting Tanjungbalai Karimun ada 57 titik PJU baru tidak ada masalah. Begitu juga yang berada di pulau Kundur mencapai 34 titik PJU, juga tidak ada kendala dan sesuai dengan perencanaan. Dengan demikian, pihaknya tinggal menunggu keputusan dari pihak pemegang wilayah usaha penyediaan tenaga listrik di dua zonasi kelistrikan. “Kalau tidak ada solusi kita, bisa batal pemasangan PJU di dua zonasi tersebut,” ungkapnya.

Terpisah Manager Ranting PLN Tanjungbalai Karimun Chrisman Ariando mengatakan, sesuai dengan kesepakatan bersama antara PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepri, PT Soma Daya Utama (SDU) dan PT Karimun Power Plant yang mempunyai pegang wilayah usaha penyediaan tenaga listrik di pulau Karimun bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri.

Bahwasannya, dalam poin empat pihak PT PLN (Persero) bersedia untuk membantu menjual listrik dalam bentuk curah kepada PT SDU dan PT KPP dengan besaran nilai tarif berdasarkan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) dan biaya margin yang akan dievaluasi setiap bulan.

“Kita disini (PLN Ranting Tanjungbalai Karimun-red), tetap belum ada instruksi dari PLN Wilayah Riau dan Kepri, untuk melayani pelanggan baru di wilayah zona satu dan dua. Benar, ada kesepakatan tapi belum ada realisasinya di sini,” jawabnya.

Pantauan di lapangan di wilayah zonasi satu dan dua banyak tiang listrik, terbuat dari beton sudah berdiri beberapa bulan lalu yang tidak kunjung terpasang kabel listrik. Selain itu dari Pemerintah Provinsi Kepri, meminta kepada PT SDU dan PT KPP agar segera membangun infrastruktur ketenagalistrikan mulai dari pembangkit listrik, jaringan transmisi dan jaringan distribusi tegangan menengah dan tegangan rendah.

Sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM nomor 943.K/20/DJL.3/2014 tentang Penetapan Wilayah Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT SDU dan Kepmen ESDM nomor 945.K/20/DJL.3/2014 tentang Penetapan Wilayah Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PT KPP. Dan kedua perusahaan swasta tersebut diberi waktu satu tahun untuk membangun infrastruktur.

“Saya ngak percayalah. Dua perusahaan listrik swasta bisa membangun infrastruktur listrik dalam waktu satu tahun,” ungkap Barat salah seorang warga Tebing. (tri)

Pelaksanaan UNBK Berjalan Lancar

0
Hari terakhir peserta UNBK di salah satu sekolah SMK Yaspika. F. Tri Haryono/batampos.co.id

batampos.co.id – Selama empat hari pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Kabupaten Karimun, berjalan lancar. Tidak ada kendala, baik itu jaringan internet maupun listrik.

Alhamdulillah, tidak ada kendala selama UNBK. Walaupun, keterbatasan komputer tapi para peserta UNBK di empat sekolah. Baik di Karimun maupun di Kundur,” kata Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim, kemarin (5/4).

Dimana, peserta didik yang mengikuti UNBK ada 923 pelajar dari 4 Sekolah Menengah Kejuruan yaitu SMK Vidya Sasana, SMK Yaspika, SMK Widya dan SMK Budi Mulia Kundur. Dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan bidang studi kejuruan.

“Waktunya menjawab soal melalui komputer 120 menit. Yang penting, pelajar mengisi biodata harus lengkap,” ungkapnya.

Sedangkan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Negari maupun Swasta dan Madrasyah Aliyah (MA) akan dilaksanakan pada hari Senin (9/4) depan dengan jumlah peserta yang ikut 2559 pelajar se Kabupaten Karimun.

“Selanjutnya, tinggal pelaksanaan UN dengan berbasis Ujian Nasional Kertas Pencil (UNKP). Mudah-mudahan, bisa diikuti oleh para pelajar kita nanti,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SMK Yaspika Umar Sum mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak PLN maupun Telkom selama pelaksanaan UNBK. Dimana, jumlah pelajar yang mengikuti UNBK sebanyak 122 pelajar yang terbagi dalam dua jurusan yaitu jurusan akutansi dan pemasaran.

“Saya bersyukurlah berjalan lancar UNBK. Tinggal, tingkat SMP nanti akan dilaksanakan disini juga UNBK,” singkatnya.

Pantauan di lapangan, para pelajar dengan serius mengisi lembar jawaban dimasing-masing komputer. (tri)

3.609 Siswa SMP Doa Bersama

0

batampos,co.id – Menjelang Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang menggelar doa bersama di Masjid Agung Al Hikmah Tanjungpinang, Kamis (5/4). Acara tersebut diikuti 3.609 siswa SMP se-Tanjungpinang.

Kegiatan rutin tahunan ini dilangsungkan untuk memberikan motivasi dan pencerahan lewat ceramah agama. “Dan yang terpenting adalah berdoa agar Tuhan dapat melancarkan usaha siswa,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang Abdul Gani.

Dadang mengatakan, kegiatan doa bersama ini juga untuk mendidik mental dan karakter siswa. Terutama, memberikan kesadaran bahwa menyontek itu adalah perbuatan curang yang tidak boleh dilakukan. Juga mendidik siswa agar terus berdoa dalam keadaan apapun.

Sementara itu, Dadang menuturkan target kelulusan tahun ini ialah lebih tinggi dibandingkan Kota Batam. Berhubung Batam merupakan kota dengan nilai UN tertinggi Tahun 2018 se-Kepulauan Riau.

Dadang mengaku optimis, karena pada tahun 2017, jarak antara Kota Batam yang peringkat I se-Kepri dengan Kota Tanjungpinang yang berada di peringkat kedua hanya 0,52 saja.”Kita optimis hal ini bisa terjadi, karena jaraknya tidak banyak, hanya 0,52 saja,” kata Dadang.(aya)

Taksi Tubruk Motor

0

batampos.co.id – Jumat (6/4/2018) Patroli yang dilakukan WakasatLantas Polres barelang mendapati kecalakaan laulintas di depan Kawasan Mega Legenda.

Sebuah motor dengan pengendara seorang permpuan ditabrak sebuah taksi.

Korban segera dibawa ke rumah sakit.

Kejadaian kecalakaannya pun masih ditangani unit laka lantas. (ali)

Tiga Bulan, 25 Orang Positif HIV

0

batampos.co.id – Sepanjang 2018 ini, Dinas Kesehatan telah menemukan 25 pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) positif, 11 penderita Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) di Kota Tanjungpinang. Tiga orang diantaranya meninggal akibat penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam memaparkan, jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. “Tahun 2017 ada 28 pengidap HIV positif, 17 penderita AIDS dan 12 orang meninggal dunia,” beber Rustam.

Sementara itu dua dari 25 pengidap HIV yang ditemukan saat ini merupakan ibu yang sedang mengandung. Kepada para penderita yang merupakan wanita hamil, Dinkes memberikan Anti Retroviral Propilaxis (ARV pencegahan). Sehingga janinnya tidak tertular HIV. “Pada saat melahirkan juga direkomendasikan melalui bedah sesar, untuk mengurangi resiko penularan,” tambah Rustam.

Rustam juga menjabarkan bahwa pengidap HIV positif tahun ini mayoritas merupakan lelaki.”17 orang berjenis kelamin laki-laki dan delapan orang berjenis kelamin perempuan,” imbuh Rustam.

Angka pengidap HIV selama periode Januari sampai Maret 2018 tersebut diperoleh dari 1.810 warga yang mengikuti konseling dan testing sukarela, 846 diantaranya merupakan ibu hamil. Melihat peta distribusi pengidap HIV berdasarkan faktor resiko tersebut, maka terlihat bahwa penularan melalui hubungan seks merupakan penyebab dominan kejadian HIV di Kota Tanjungpinang.(aya)

Penyesalan Anggota DPRD Batam terhadap Pajak Online

0

batampos.co.id – Penerapan sistem pajak online di Kota Batam masih minim. Sebab, dari 2.000 an wajib pajak yang terdaftar, baru sekitar 64 wajib pajak yang memakai sistem berbasis online tersebut. Selebihnya masih secara manual.

Anggota Komisi II DPRD Batam, Uba Ingan Sigalingging sangat menyayangkan hal tersebut. Padahal, dengan pajak online diharapkan mampu meningkatkan pendapatan sektor pajak. Selain itu, pajak online mampu meminimalisir kebocoran pajak.

“Kalau dilihat dari perbandingan jumlah wajib pajak, tentu minim sekali. Apalagi ini sudah tahun kedua,” sesal Uba.

Kewajiban pajak online sebenarnya telah diatur di Peraturan Daerah (Perda). Penerapan pajak online juga merupakan misi Walikota Batam Muhammad Rudi setelah adanya penandatanganan kerjasama, sosialisasi kepada sejumlah wajib pajak.

“Guna mengenjot PAD, Seharusnya sistem ini yang lebih dimaksimalkan untuk penganggarannya,” lanjut Uba.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Raja Azmansyah membenarkan jika 64 wajib pajak yang memakai sistem pajak online. Kendati demikian, ia mengakui tahun ini akan menambah 100 aplikasi pajak online.

“Target kita 100 wajib pajak. Dimana 50 diantaranya dari kami dan 50 lain bekerjasama dengan Bank Riau,” tuturnya.

Untuk mekanismenya sendiri, kata Raja, sudah dalam proses instalasi. Penyesuaian equipment yang dimiliki masing-masing wajib pajak. Pemasangan instalasi dilakukan di dua tempat yakni Empek Citra BCS Mall dan Bunaken Kopi Tiam.

ilustrasi

“Masih proses nanti kalo sudah fungsional kita info kan. Masalahnya spesifikasi peralatan wajib pajak masing-masing beragam. Sehingga harus ada modifikasi dan re-program untuk penyesuaiannya,” terang Raja.

Wajib pajak yang memakai sistem online ini nantinya akan dipilih oleh tim survey BP2RD.

“Tak ada alasan bagi mereka untuk menolak. Termasuk Morning Bakery kami pasang juga. Target semua wajib pajak akan kita onlinekan,” sambung dia. (rng)

Walikota Batam Keluhkan Dualisme

0
Muhammad Rudi, Walikota Batam foto: Dalil Harahap / batampos

batampos.co.id – Wali Kota Batam Muhammad Rudi masih mengeluhkan dualisme kepemimpinan di Batam. Bahkan ia menyebut dualisme tersebut sangat menghambat iklim investasi di Batam.

Karenanya, Rudi mengaku akan mengadukan hal ini ke Presiden Joko Widodo serta ke sejumlah menteri terkait. Hal itu ia sampaikan saat peresmian kantor cabang Bank Riau Kepri di Batuaji, Batam, Kamis (5/4).

“Saya tak bisa lama-lama bapak ibu. Saya mau ke Jakarta,” kata Rudi, kemarin.

Kepada Presiden dan para menteri, Rudi mengaku akan meminta ketegasan pembagian kewenangan antara BP Batam dan Pemko Batam. Selain kewenangan, Rudi juga akan meminta pembagian wilayah kerja.

“Sudah tak tahan lagi seperti ini,” kata Rudi lagi.

Menurut Rudi, saat ini masih ada tumpang tindih kewenganan antara BP dan Pemko Batam. Sehingga, kata dia, perlu ada aturan dari pusat yang secara tegas membagi kewenangan dan wilayah kerja itu.

“Tidak bisa digabung. Kalau digabung agak susah. Investasi dan lain sebagainya jadi terhambat,” ujar Rudi.

Rudi menyebut, jika kewenangan BP Batam meliputi investasi dan segala pendukungnya, pemerintah pusat harus memberikan kewenangan itu secara penuh ke BP Batam.

“Begitu juga Pemko, urusan pemerintah diserahkan ke kami,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu Rudi menegaskan, tujuannya mempertegas pembagian kewenangan dan wilayah kerja ini murni untuk kepentingan masyarakat.

“Kalau sudah jelas dan teratur, insya Allah akan baik buat kita semua nantinya,” tutur Rudi.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kasubdit Humas BP Batam Muhamad Taofan mengatakan pihaknya selalu siap berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemko Batam dalam menjalankan pembangunan.

Misalnya soal pelebaran jalan dan pengalihan aset ke Pemko Batam. BP Batam, kata Taofan, selalu memberikan dukungan sehingga semuanya berjalan lancar.

Begitu juga sebaliknya. Pemko Batam selalu mendukung semua kegiatan, terutama kegiatan pariwisata, yang digelar BP Batam.

“Jadi dualisme itu sebenarnya tidak ada. Yang ada hanya sinergi untuk membangun,” kata Taofan, tadi malam. (eja/leo)