Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 12669

3 Kg Sabu dan Ribuan Butir Pil Ekstasi Dimusnahkan

0
Wakapolres Karimun, Kompol IGN Joni bersama Wabup Karimun, Anwar Hasyim memusnahkan 3kg sabu asal; Malaysia

batampos.co.id – Polres Karimun bersama dengan Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim, Ketua PN Tanjungbalai Karimun, JPU dari Kejari Karimun, Lanal dan BC melaksanakan pemusnahan terhadap 3 kg sabu asal Malaysia bersama 2.024 butir pil ekstasi dan 2.240 butir pil happy five, Senin (27/11).

Seperti diketahui, sabu sebanyak 3 kg tersebut merupakan hasil penindakan oleh TNI AL beberapa waktu lalu di Perairan Takong Hiu, Kabupaten Karimun dan telah dilimpahkan ke Polres Karimun. Termasuk tiga orang yang diamankan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan dan gelar perkara yang kita laksanakan, maka tiga orang yang sempat diamankan, belum cukup bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka dan juga tidak bisa dilanjutkan proses hukumnya. Tapi, barang bukti sabu tetap harus dimusnahkan,” ujar Wakapolres Karimun, Kompol IGN Joni kepada Batam Pos.

Ketiga orang tersebut, yakni Awang, Zulkifli dan Nurhaimi diserahkan ke Imigrasi terkait ada atau tidaknya pelanggaran Undang-undang Kemigirasian. Karena, berdasarkan pengakuan ketiganya bahwa sama sekali tidak tahu jika di dalam kapal ada narkoba. ”Karena, dia diajak oleh pelaku DPO berinisial CN untuk memancing di laut,” lanjut Wakapolres.

Untuk jumlah penindakan sejak Januari sampai dengan bulan ini, lanjutnya, ada 69 kasus dengan jumlah tersangka 119 orang. Untuk jumlah barang bukti sabu sebanyak 7,8 kg, heroin 19,3 gram, ekstasi 2.079 butir, pil happy five 5.726 butir, ganja 154,13 gram dan pil PCC 10 butir. Dan, untuk bulan ini 9 perkara dengan 12 tersangka sedang menjalani proses hukum.

Terkait penyerahan tiga orang yang diamankan karena diduga terlibat sabu asal Malaysia, Kasubsi Penindakan Kantor Imigrasi Tanjungbalai Karimun, Denni secara terpisah menyebutkan, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap tiga orang tersebut apakah mengetahui kegiatan yang akan dilakukan.

”Dari tiga orang tersebut, dua orang diantaranya, Zulkifli dan Nurhaimi adalah WN Malaysia dan Awang WNI. Ketiganya sudah dilakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan adanya pelanggaran tentang Imigrasi,” jelasnya.

Kedua WN Malaysia, Kamis (16/11) keduanya sudah dideportasi dengan terlebih dulu orang tua dari keduanya datang sebagai penjamin dan membawakan paspor. Jaminan ini diperlukan untuk kepentingan penyelidikan.

Sementara Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut bersama-sama memeberantas narkoba. ”Bukan hanya tuga saparat untuk memberantas narkoba. Tapi, termasuk kita masyarakat biasa yang harus ikut membantu aparat memberantas narkoba sesuai dengan perannya. Misalnya, dari dunia pendidikan, maka selalu disampaikan kepada anak dididknya agar selalu menjauhi narkoba,” ungkapnya. (san)

27 Desa di Natuna Belum Tersentuh Listrik PLN

0

batampos.co.id – Manajer PLN Natuna Dwi Sritiono mengatakan, PLN memiliki target pelayanan listrik secara menyeluruh di Natuna. Realisasi target hingga tahun 2019 mendatang, seluruh pulau di Natuna akan menggunakan listrik PLN.

Saat ini kata Dwi, rasio elektrifikasi pertumbuhan pelayanan listrik PLN di Natuna sudah mencapai 85 persen tahun 2017 ini. Dari banyaknya Desa di Natuna, sudah terlayani 52 Desa. Tinggal 27 Desa belum terlajangkau listrik PLN.

“Target kami itu sampai tahun 2019, seluruh Desa dan pulau dihuni masyarakat dilayani PLN, sekarang masih ada 27 Desa belum dilayani listrik PLN,” kata Dwi, dihubungi, Senin (27/11).

PLN di Natuna katanya, juga secara bertahap mengoperasikan lisrik 24 jam penuh untuk sejumlah Desa. Dengan penambahan mesin pembangkit listrik. Bahkan di pulau Midai, akan menjadi percontohan penerapan listrik 24 jam yang akan segera dilaksanakan.

Tidak hanya itu, listrik beberapa pulau di Natuna masih belum sepenuhnya operasi 24 jam. Seperti Pulau Laut dan Subi. Kondisi ini menjadi target PLN untuk mengoptimalkan dengan penambahan mesin pembangkit di Pulau-Pulau.

“Tahun ini PLN juga menargetkan peningkatakan rasio elekrifikasi mencapai 88 persen dengan penambahan mesin pembangkit di Desa-Desa di Natuna,” ujar Dwi.

Menurut Dwi, Desa-Desa yang belum terjangkau PLN tidak sepenuhnya gelap. Pemerintah Desa setempat menggunakan sistem swakelola atau mengalokasikan Dana Desa untuk mengoperasikan mesin pembangkit milik Pemerintah Daerah, yang sebelumnya disubsidi Pemerintah Daerah.(arn)

Insentif untuk Guru Baca Alquran

0
ilustrasi.

batampos.co.id – Pemerintah Kota dan DPRD Batam telah menganggarkan sedikitnya Rp 60 Miliar untuk insentif guru ngaji, imam masjid dan para mubaliq se Kota Batam tiap tahunnya. Insentif ini menurut Ketua DPRD Batam Nuryanto masih jauh kesejahteraan, tapi ia berharap agar ini makin memotivasi para pengajar ini untuk terus berkontribusi mencerdaskan warga Batam.

“Kami yakin nilainya ini tidak besar bahkan jauh dari sejahterah. Ini sebagai bentuk kepedulian dan apresiasi DPRD dan Pemko kepada para pengajar ini,” ujar Cak Nur, sapaan akrab Nuryanto kepada Batam Pos, kemarin (27/11).

Menurutnya, masyarakat Batam perlu tahu bahwa kebijakan memberikan insentif kepada para guru Alquran, mubaliq dan para imam masjid ini adalah kebijakan bersama DPRD dan Pemko Batam yang bersifat kebijakan lokal.

“Belum diatur secara nasional. Ini kebijakan lokal sebagai bentuk apresiasi dan kepeduliaan DPRD dan Pemko Batam,” ujar politsi PDI Perjuangan ini.

Guru Alquran, mubaliq serta imam masjid menurutnya telah memberikan kontribusi ilmu agama yang bermanfaat bagi masyarakat sehingga perlu diapresiasi.

“Jadi jangan seolah-olah ini hanya kebijakan Pemko Batam saja. Ini kebijakan bersama dengan DPRD sebagai pemerintah daerah di Batam,” ujarnya.

Insentif ini telah dianggarkan setiap tahun dan Cak Nur berharap terus meningkat di APBD agar para pengajar ini bisa terbantu walau nilainya masih jauh dari apa yang diharapkan. (rng)

Harga Cabai Naik, Kualitaspun Jelek

0
Warga sedang memilih cabai merah di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, Senin (27/11). Harga cabai saat ini mengalami kenaikan harga dari Rp 38.000 per kilogramnya menjadi Rp 58.000. Kanaikan ini akibat musim hujan dan pengaruh meletusnya gunung di Bali. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kondisi cuaca di Indonesia sangat berdampak pada harga dan kualitas sayur mayur. Seperti disaat hujan, harga sayur mayur mengalami kenaikan, begitu juga kualitas yang memburuk.

Di Pasar Tos 3000 misalnya, harga sayur mayur mengalami kenaikan seminggu terakhir. Harga cabai merah kriting yang biasanya Rp 35 ribu perkilo, kini naik menjadi Rp 45 -50 ribu perkilonya.

“Sudah naik sejak Jumat kemarin, sekarang harganya Rp 45 ribu perkilo,” ujar Buyung pedangang cabai di Tos 3000, Jodoh, Senin (27/11).

Disinggung kenapa bisa naik, Buyung mengaku tak tahu persis. Hanya saja pemasok cabai menjelaskan kenaikan karena dampak dari cuaca extrim. “Katanya (pemasok cabai) karena cuaca, makanya harga pada naik. Panen banyak gagal,” terang Buyung menjelaskan.

Tak hanya harga yang tinggi, kualitas cabai menurut Buyung juga jelek dari biasanya. Buah cabai lebih cepat membusuk.

“Kami pun bingung, udah harga naik, kualitasnya juga jelek. Lebih cepat busuk. Kalau tak ada yang beli, kami bisa rugi,” imbuh Buyung lagi.

Tak hanya cabai merah kriting, harga cabai rawit juga naik jadi Rp 50 ribu perkilo. Begitu juga dengan cabai setan Rp 60 ribu perkilo.

“Naiknya berbarengan, pokoknya semua harga cabai naik,” terang Buyung.

Hal yang sama juga dikatakan, Fatmawati pedagang sayur lainnya. Menurutnya, tak hanya harga cabai yang naik, harga tomat juga naik dari Rp 15 ribu perkilo jadi Rp 25 ribu perkilonya. Begitu juga dengan harga wortel yang sekarang sudah menginjak Rp 20 ribu perkilonya.

“Harga sayur pada naik. Bayam juga naik jadi Rp 15 ribu perkilo,” terang Fatmawati.

Dikatakannya, kualitas sayur mayur juga mengalami penurunan dibanding saat cuaca cerah. Banyak sayuran cepat membusuk, karena banyak terkena air.

“Sayurnya lebih cepat membusuk,” imbuh Fatmawati.(she)

Polisi Ringkus Komplotan Curanmor

0
Seorang anggota Reskrim Polsek Kundur berhasil menemukan kerangka sepeda motor yang disembunyikan dalam semak oleh tiga komplotan pencuri, Sabtu (25/11) lalu. F. Imam/Batam Pos.

batampos.co.id – Jajaran Polsek Kundur berhasil meringkus tiga komplotan pencurian sepeda motor (curanmor), Sabtu (25/11) lalu. Ketiga pelaku masing-masing Cn 16, Yk, 18 dan Er 16.

Ketiganya dibekuk di tempat persembunyiannya Jalan R.A Kartini, dekat pelabuhan Pos Pol Air sekitar pukul 22.30 WIB beserta barang bukti sepeda motor yang sudah dipreteli. Tidak ada perlawanan saat penangkapan.

Kapolsek Kundur Kompol Wisnu Edhi Sadono membenarkan penangkapan ketiga remaja pelaku curanmor tersebut. Dikatakannya, penangkapan pelaku menindaklanjuti laporan Pairun, warga Kebun Pinang RT 002/RW011 Tanjungbatu Kota. Korban melapor terkait hilangnya sepeda motor BP 2766 JF pada Jumat (24/11) pukul 24.00 WIB ketika menginap di Hotel Berlian di Jalan Usman Harun Tanjungbatu Kota.

“Selanjutnya dari keterangan saksi dikembangkan dan akhirnya mengarah ketiga nama yang sebelumnya sudah dicurigai. Akhirnya kami berhasil menangkap ketiga pelaku berikut barang bukti sepeda motor yang sudah dipereteli disembunyikan dalam semak,” terang Kapolsek.

Lebih lanjut dikatakannya, sepeda motor tersebut ditemukan dalam kondisi tidak utuh lagi, hanya menyisakan kerangka. Untuk menghilangkan jejak, mesin dipisah-pisah dan disembunyikan dalam semak belukar tidak jauh dari tempat tertangkapnya ketiga pelaku. Saat ini ketiga pelaku mendekam di sel tahanan Polsek Kundur untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. (ims)

BP Batam Ambil Jaminan Investasi jika Pengusaha Tak Membangun Lahan yang Dialokasikan

0
. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan menerbitkan Peraturan Kepala (Perka) tentang Penyelenggaraan Administrasi Lahan hasil revisi Perka 10 Tahun 2017 pada hari ini, Selasa (28/11). Perka baru ini di antaranya mengatur tentang uang jaminan investasi atau Jaminan Pelaksanaan Pembangunan (JPP).

Dalam Pasal 23 Ayat 5 Perka tersebut, BP Batam menegaskan bahwa JPP atau uang jaminan investasi tidak akan dikembalikan jika dalam jangka waktu tertentu pemilik lahan tidak membangun atau tidak menyelesaikan pembangunan lahannya. Dengan kata lain, uang jaminan tersebut akan menjadi milik BP Batam setelah ada keputusan pembatalan alokasi lahan.

“Rencananya akan kami pertegas dalam revisi Perka 10,” kata Deputi III BP Batam, Dwianto Eko Winaryo, Senin (27/11).

Pernyataan Dwianto ini sekaligus meluruskan pemberitaan Batam Pos pada Jumat (24/11) lalu yang menyebutkan JPP akan dikembalikan jika pembangunan lahan dibatalkan atau tidak terlaksana.

Pria yang akrab disapa Dwi ini mengatakan, Senin (27/11), BP Batam telah berdiskusi dengan sejumlah asosiasi pengusaha seperti Real Estate Indonesia (REI) Batam, Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Ikatan Notaris Indonesia (INI) Batam dan Kepri, dan asosiasi lainnya.

Ketua Ikatan Notaris Indonesia (INI) Kepri, Syaifudin, mengatakan pihaknya juga memberi masukan terhadap BP Batam mengenai sejumlah poin yang belum tercantum dalam revisi Perka 10, khususnya mengenai Inbreng.

Inbreng adalah permodalan atau penyertaan aset ke dalam perusahaan. Misalnya ketika tiga pengusaha sepakat untuk mendirikan perusahaan, maka pengusaha yang satu akan menyertakan tanah miliknya sebagai modal untuk membangun perusahaan.

Syaifudin mengatakan, untuk mendapatkan kredit konstruksi dari perbankan, si pemilik lahan tentu saja akan menjaminkan tanah yang belum dibangun atau tanah kosong sebagai jaminan untuk mendapatkan kredit.

“Masalah penjaminan untuk tanah kosong supaya bisa dijaminkan dalam rangka memperoleh kredit konstruksi. Kalau tidak boleh dijaminkan, bagaimana?” paparnya.

Inbreng memiliki banyak manfaat terutama sebagai pemasukan negara. Karena perusahaan selaku penerima Inbreng maka akan membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sebesar 5 persen.

Sedangkan pemilik tanah dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sebesar 5 persen seperti jual beli pada umumnya. Menurut Syaifuddin, wacana mengenai Inbreng harus dimasukkan untuk bisa mengakomodir pembangunan rumah susun di Batam.

Pada umumnya, kata dia, rumah susun hanya diminati warga kalangan ekonomi menengah ke bawah, namun modal untuk membangunnya besar. Sehingga menjaminkan lahan ke bank merupakan cara satu-satunya untuk mendapatkan tambahan modal. (leo)

Valencia, Juara Kelas yang Mahir di Atas Catwalk

0
Valencia saat beraksi di atas catwalk. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.idSejak dulu, minat warga Karimun cukup tinggi di dunia modeling, mulai dari anak-anak, pelajar hingga dewasa. Terbukti, dari tahun ke tahun terus regenerasi modeling tetap ada. Salah satunya, model cilik Valencia yang baru duduk dibangku Taman Kanak-kanak (TK) Santo Yusup putri bungsi dari pasangan Elisa Maruli Sidjabat dan Inne Rostiani.

Valencia selalu pede melenggang di atas catwalk. Dia terlihat seperti model profesional dengan mengenakan gaun pesta ulang tahun saat ikut lomba fashion show competition Sabtu (25/11), lalu di Gedung Nasional.

Gadis cilik berwarna kulit putih ini, berjalan di atas catwalk tanpa ada rasa canggung dengan melambaikan tangan kanan dan kiri di hadapan penonton. Banyak penonton dibuat terpukau dan memberikan applause kepada Valencia.

Dengan tampil seperti model profesional, dirinya mendapatkan juara kedua kategori Casual dan Glamour untuk peserta anak usia 3 sampai 5 tahun. Walaupun mendapatkan juara kedua tapi wajahnya terlihat sangat gembira. Dia langsung menyerahkan piala yang diterimanya kepada orang tuanya yang sejak awal mendampingi. “Uangnya ditabung buat sekolah,” kata Valencia yang hobi mewarnai, didampingi ibunda tercinta Inne Rostiani.

Sambil duduk santai usai penyerahan hadiah, dirinya menceritakan bahwa cita-citanya ingin menjadi dokter. Tapi hobi modeling tetap dilakoni. Dia sudah mengikuti banyak kontes modeling yang diadakan di Kabupaten Karimun maupun di luar daerah seperti Kota Batam tetap mendapatkan juara. Walau segudang piala telah diterimanya, aktivitas belajar maupun bermain bersama teman-temannya tetap dilakukan.

Anak bungsu dari lima bersaudara ini tidak menjadi manja di dalam keluarga. Dengan dukungan kedua orang tua, setiap ada lomba atau festival fashion show dirinya tetap ingin ikut untuk tampil di atas catwalk. Selain itu di dunia pendidikan juga berhasil mengukir prestasi juara pertama. “Yang jelas kalau ada lomba fashion show, Valen panggilan sehari-hari wajib ikut. Kalau tidak bisa menangis kepada saya,” kata Inne Rostiani yang merias anaknya, mulai dari penggunaan mike hingga pakaian.

Keberaniannya untuk tampil di depan publik cukup membanggakan keluarga yang selalu memberikan support terhadap Valencia untuk terus berkarya melalui modeling. Kedua orang tuanya terus memberikan motivasi terhadap bakat dan minat anak bungsunya supaya bisa mengukir prestasi sesuai hobi. “Sebagai orang tua saya hanya memberikan fasilitas yang ada kepada anak bungsu. Walaupun masih kecil, tapi kami kagum atas kegigihannya untuk tampil di hadapan publik,” ungkap Inne lagi. (tri)

Perhelatan Tamadun Melayu Ditutup

0

batampos.co.id – Setelah dibuka Wakil Presiden RI Jusuf Kalla pada 17 November, kini perhelatan Akbar Tamadun Melayu pertama di Negeri Bunda Tanah Melayu, kini resmi ditutup oleh Wakil Bupati Lingga M Nizar, Minggu (26/11) malam dan telah berjalan selama sepuluh hari, penuh dengan kegiatan.

“Dilaksanakannya kegiatan besar bagi kaum Melayu ini untuk menjalin tali silaturahmi antara masyarakat serumpun Melayu,” kata Nizar dalam sambutannya, Minggu (26/11) malam.

Lebih lanjut Nizar mengatakan kegiatan Tamadun Melayu ini diadakan juga untuk melestarikan khasanah budaya Melayu, baik dari segi adat dan istiadat serta tradisinya. Sehingga nilai-nilai budaya Melayu yang tinggi dapat dikenal dan diteruskan generasi muda.

Tak lupa Nizar mengucapkan terimakasih kepada segenap panitia PMTMA, tokoh masyarakat, budayawan, pihak Pemprov Kepri, DPRD Kepri, Personil TNI dan Polri, awak media dan seluruh tokoh-tokoh Melayu sedunia dan masyarakat atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang cukup terbilang sukses.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Lingga, kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak terkait yang mensukseskan perhelatan ini,” kata Nizar.

Selain itu, Nizar juga mengahturkan maaf karena Bupati Lingga Alias Wello tidak dapat hadir untuk menutup kegiatan tersebut.

Pada penutupan Tamadun Melayu tahun 2017 itu juga diumumkan para pemenang sejumlah lomba permainan tradisional yang diselipkan dalam kegiatan PMTMA termasuk untuk pemenang pawai Tamadun Melayu. Hadir dalam penutupan, Kepala OPD Pemkab Lingga, Anggota DPRD Lingga, PKK Lingga, Anggota DPRD Provinsi Kepri serta sejumlah tamu undangan yang hadir. (wsa)

Dinas Pertanian Siap Latih Penyuluh Desa

0

batampos.co.id – Kepala Dinas pertanian Pemkab Natuna Tengku Fauzan Tambusai mengatakan, salah satu kekurangan dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Natuna adalah kurangnya tenaga penyuluh lapangan.

Kekurangan tenaga penyuluh lapangan baik penyuluh pertanian maupun peternakan katanya, dipengaruhi kondisi anggaran di Dinas Pertanian untuk menambah tenaga penyuluh lapangan, ke Desa-Desa di Natuna.

Namun Dinas Pertanian akan membantu jika Pemerintah Desa menunjuk tenaga penyuluh lapangan untuk diberikan pelatihan dan pendidikan.

“Kami kekurangan anggaran untuk menambah tenaga penyuluh lapangan, tapi jika ada tenaga penyuluh swakelola dari Desa, kami siap bantu memberikan pelatihan dan pendidikan, karena program alokasi dana Desa bisa digerakkan untuk tenaga penyuluh Desa,” kata Fauzan kemarin.

Diakuinya, kekurangan tenaga penyuluh lapangan salah satu kendala dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Natuna. Karena segala persoalan petani dilapangan tidak bisa langsung diterima di Kabupaten.

Namun menurut Fauzan, pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Natuna sudah mendukung jika ditekuni oleh petani yang lebih profesional. Karena tersedia lahan yang memadai dan sarana pengairan yang sudah dibangun Pemerintah. Seperti bendungan di Tapau, bahkan Pemerintah akan meresmikan bendungan di Kelarik tahun 2018 mendatang.

Tahun ini katanya, Pemerintah sudah membuka lahan sawah 100 hektare lebih di Kelarik dan tahun 2016 lalu sekitar 100 hektare di Kecamatan Bunguran Tengah. Mudah-mudahan bisa menambah produksi padi di Natuna. Pemerintah Daerah akan terus mengawasi dan mengevaluasi program ketahanan pangan yang dilaksanakan pembukaan lahan sawah bersama TNI AD.

“Ada target Pemerintah, masyarakat bisa mengkonsumsi beras lokal dengan harga yang lebih terjangkau. Kalau sekarang memang beras lokal lebih mahal dari beras dari bulog,” ujar Fauzan.(arn)

Keseruan Adventure di Petualangan Alam Komodo

0

“Petualangan mencari komodo adalah sebuah pengalaman yang harus dirasakan sendiri. Harus dicentang di check list liburan. Dan sensasi ini yang kita berikan ke blogger, media, Generasi pesona Indonesia (GenPI) dan wisatawan mancanegara,” ujar Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dhula, Senin (27/11).

Labuan Bajo dijelajahi. Pulau Padar dan Pulau Rinca juga ikut dieksplore.

“Ini destinasi wajib yang harus dikunjungi. Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO yang ada di kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) ini, peserta bisa menikmati hamparan pink beach. Ada yang sekedar berenang, bermain air ataupun ber-snorkeling ria,” terang Theodorus.

Sedangkan Pulau Rinca, peserta bisa banyak mengambil selfie foto.

“Bila di Pulau Komodo lebih banyak hutan, di Pulau Rinca lebih banyak padang savana,” bebernya.

Saat trekking di padang savana, beberapa kali peserta bertemu Komodo. Padang savana di sana memang sangat luas, terlihat gersang sampai atas bukit. Namun itulah yang jadi pemandangan yang menarik.

Sorenya, para peserta diajak menikmati misteri alam Pulau Kalong. Pulau Kalong merupakan rumah bagi “Kalong” atau kelelawar.

“Saat tiba di sana, bisa menyaksikan ribuan kelelawar di pulau ini. Makhluk unik ini memang bertahan di hutan bakau pada siang hari dan ribuan kelelawar itu mulai terbang di sore dan malam hari. It’s amazing. Banyak yang excited,” tambahnya.

Di hari kedua, peserta diajak menyusuri Batu Balok. Inilah situs yang melegenda di Manggarai Barat. “Peserta melalui jalan darat,melewati sejumlah kampung, seperti Golo Garang, Ndehek, Lekaturi, Lando, Rakok, Bentala, Humpung dan selanjutnya menuju Kampung Tureng melewati sawah-sawah yang indah. Endingnya ya di situs yang melegenda ini,” tuturnya.

Siangnya, peserta diajak menuju Desa Warloka, pemandangan pedesaan di tepi pantai ini memang sangat menggoda.

“Usai makan siang dan istirahat di Warloka, peserta diajak menuju destinasi wisata terakhir dari jelajah petualangan alam Labuan Bajo kali ini, yaitu Strawberry Rock,” ungkapnya.

Strawberry Rock, atau dalam bahasa lokal disebut Nisa Purung adalah gugusan karang di perairan Labuan Bajo. Nisa sendiri berarti pulau, purung adalah terbakar, barangkali ini toponimi ini mewakili pandangan masyarakat tentang pulau karang yang berwarna merah muda ini.

“Indah sekali, gugusan karangnya yang berwarna merah muda sangat eksotik dan membuat para peserta takjub akan keindahan alam Strawberry Rock,” tandasnya.

Dari sunset keren di Labuan Bajo. Pulau-pulau kecil berbukit dan perahu yang hilir mudik dengan latar belakang matahari merah bundar yang berpendar. Semua dipertontonkan ke seluruh peserta. Belum lagi panorama pelabuhan kecil di Labuan Bajo yang telah lama difungsikan sebagai pintu masuk menuju Pulau Komodo.

Pelabuhan kecil ini tak pernah sepi dari aktivitas wisatawan yang ingin menjelajahi eksotika Pulau Komodo. Setelah ditetapkannya kawasan Indonesia Timur sebagai tujuan utama pariwisata Indonesia, kehidupan sekitar Labuan Bajo makin bergeliat.

“Itu sebabnya kami makin kencang mempromosikan destinasi wisata di Labuan Bajo. Ini bagian dari kalender even yang ditetapkan Pemkab Manggarai Barat,” tambah Bupati Agustinus.

Menpar Arief Yahya juga seirama. Apalagi, saat ini pamor Pulau Komodo dan labuan Bajo sudah sangat kesohor di mancanegera. Pengakuan dari media internasional sekelas National Geographic membuat pamor Pulau Komodo semakin populer di mata dunia. Tidak hanya itu, majalah mode internasional Vogue juga memasukkan Pulau Komodo sebagai sepuluh destinasi wisata terbaik untuk berlibur di musim panas.

Sejumlah pesohor dunia pun ikutan memilih Pulau Komodo sebagai destinasi wisata. Peraih Oscar lewat film Shakespeare in Love, Gwyneth Paltrow, pernah membuat testimoni soal Komodo. Pembalap MotoGP, Valentino Rossi, juga pernah menjejakkan kakinya di Pulau Komodo pada Januari 2017 lalu.

“Tinggal kita mengcreate atraksinya, mengombinasikan dengan pesona alam dan culture yang ada di Labuan Bajo. Impactnya pasti akan luar biasa,” kata Menpar Arief Yahya. (*)