Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 12672

Beri Pelayanan yang Ikhlas dan Maksimal

0
Gubernur Kepri Nurdin basirun menandatangani berita acara pelantikan pengurus PMI Kepri disaksikan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Minggu (19/11), di ruang VIP Bandara Hang Nadim, Batam. F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) HM Jusuf Kalla mengatakan prinsip pokok yang harus dipegang teguh PMI adalah sukarela dalam membantu setiap masyarakat yang membutuhkan pelayanan kemanusiaan. Pelayanan yang diberikan tanpa membeda-bedakan dan memandang asal usul, suku, ras serta agama.

“Pengurus PMI Provinsi Kepri hendaknya bekerjalah sesuai prinsip dasar/pokok secara sukarela dan ikhlas dengan segala kesiapan,” kata JK pada Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Provinsi Kepulauan Riau Masa Bakti 2017-2022 di VIP Bandara Hang Nadim, Kota Batam, Minggu (19/11) malam.

JK yang juga Wapres RI menyebutkan, para pengurus PMI Kepri untuk bisa berkerja dengan kompak dan berkoordinasi dengan pemerintah dalam menghadapi setiap bencana. Sementara kepada Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela, dan Tenaga Sukarela persiapkan diri untuk membantu setiap bencana yang dihadapi bangsa ini dengan penuh kesiapan. “Kita tetap selalu berdoa kepada Tuhan Sang Maha Pencipta untuk dijauhkan dari segala musibah dan marabahaya kepada Bangsa Indonesia,” kata JK.

Hadir pada kesempatan itu Menteri PAN RB Asman Abnur, Gubernur Kepri Nurdin Basirun beserta Ibu Noorlizah Nurdin Basirun, Sekretaris Jenderal PMI dr. Ritola Tasmaya, Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah beserta Ibu Rismarini Arif Fadillah, Kapolda Kepri Irjen Pol. Sam Budigusdian, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksma TNI R. Eko Suyatno, Kabinda Prov. Kepri Brigjen TNI Yulius Selvanus, Danlanud RHF Kolonel Pnb M. Dadan Gunawan dan Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo serta Ketua PMI Kepri Isdianto.
JK melantik pengurus PMI Kepri setelah menghadiri serangkaian kegiatan di Daik Lingga. Pada kesempatan di Daik, JK menerima anugerah gelar Sri Perdana Mahkota Negara dan Sri Puan untuk Mufidah Jusuf Kalla.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun berpesan agar para pengurus yang dilantik terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kepri. Nurdin berterima kasih atas kehadiran Wapres JK ke Kepri untuk mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari pemberian gelar kehormatan, pembukaan perhelatan Tamadun Melayu Antar Bangsa dan Pelantikan Pengurus PMI Provinsi Kepri.

Gubernur berharap Wapres yang telah melihat secara langsung potensi-potensi yang dimiliki Provinsi Kepri seperti Perikanan, Pariwisata, Industri bisa memberikan arahan dan solusi demi pertumbuhan ekonomi. Sebagai Provinsi yang terletak di perbatasan dan beranda terdepan negeri ini, Nurdin mengajak semua bersama-sama mencari cara terbaik untuk meningkatkan perekonomian baik daerah maupun nasional.

Ketua PMI Kepri Isdianto mengatakan kepengurusan mereka adalah periode ketiga sejak PMI berdiri di Kepri pada 2006. Saat ini terdata di PMI Kepri yakni Palang Merah Remaja (PMR) 7.378 orang, Korps Sukarela 199 orang, Tenaga Sukarela 371 orang, Donor Darah Sukarela 3.767 orang.

“Mulai tahun 2013 sampai 2016 persedian darah di Provinsi Kepri terus naik menjadi 28 ribu kantong akan tetapi hanya mampu menyediakan 1,5% dari jumlah penduduk,” kata Isdianto.

Menurut Isdianto, PMI Provinsi Kepri sangat membutuhkan bantuan untuk dapat bekerja secara optimal dari PMI Pusat berupa peralatan-peralatan bank darah dan pengolahan darah untuk UTD Tanjungpinang karena hanya UTD Batam saja alatnya yang sudah memadai sehingga akan menambah ketersediaan darah
Dengan wilayah Kepri yang terdiri dari 5 Kabupaten dan 2 Kota dengan luas 96 persen lautan menurut Isdianto, potensi bencana yang sering terjadi adalah puting beliung, gelombang besar, kapal tenggelam dan kebakaran rumah penduduk diatas pantai. Untuk mengatasinya sudah dilakukan pelatihan-pelatihan. (bni)

Batam Gelar Orchid Country Club (OCC) Golf Tournament 2017

0
ilustrasi

Bersama industri di Nongsa, Kemenpar berkolaborasi mendukung Orchid Country Club (OCC) Golf Tournament 2017, 25-26 November 2017.

Untuk urusan golf, Kemenpar memang tak ingin main-main menggarapnya. Apalagi evennya ada di crossborder Batam. Wilayahnya nempel dengan Singapura dan Johor Bahru di Malaysia. Dan belakangan, destinasi golfnya jadi incaran wisman dan ekspatriat di Johor Bahru dan Singapura. Chairman of Nongsa Sensation Batam Island Anddy Fong mengaku sampai kewalahan melayani golfer dari negeri seberang saat akhir pekan menyapa.

“Bagi Singaporean dan warga Johor Bahru, golf sudah menjadi lifestyle. Pertama, mereka bisa menjalin networking. Yang kedua, bisa enjoy karena golf course di Batam itu seperti surga,” ungkap Anddy Fong, Senin (20/11).

Biayanya pun dijamin murah. Itupun masih ditambah layanan makan dan caddy yang mumpuni. “Sekarang hampir setiap minggu selalau ada even golf di Batam. Dan mayoritas menjadi repeater tourism. Mereka happy karena variasi lansekap lapangan yang dimiliki sangat banyak. Pemandangannya ciamik. Makanya mereka senang bermain golf di Batam,” tambahnya.

Berangkat dari pengalaman tadi, Orchid Country Club (OCC) Golf Tournament 2017, langsung disiapkan dengan set menarik. Semua peserta akan disuguhkan dengan set hiburan yang fun usai bergolf ria di Nongsa, Batam.

“Setelah main golf, tamu akan dijamu dengan dinner mewah disertai live music di malam harinya. Semuanya akan dikemas dengan closing dinner dan pembagian hadiah yang berkesan,” ujarnya.

Setelah itu, semuanya akan didrive menikmati Kota Batam. Dai mulai kuliner, spa, belanja, dipastikan bakal siap menemani liburan Singaporean dan warga Johor Bahru. “Sambil bermain golf kita juga menawarkan paket-paket ke mereka,” katanya.

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti sangat mengapresiasi niat pelaku usaha di Batam dalam mengembangkan wisata golf. Dukungan pun siap diberikan untuk beragam kegiatan pariwisata perbatasan di Batam.

“Acara golf di Batam itu punya potensi mendatangkan banyak wisman dari Singapura dan Malaysia. Apalagi Batam adalah surga golf. Layanan dan panorama golf course di Batam sudah kelas dunia. Sambutan entertaining di sana juga excellent. Saya pastikan, tidak akan rugi bila main golf di Nongsa, Batam,” ujar Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Eddy Susilo.

Bagi wanita berkerudung itu, Batam sangat layak dijuluki “the home of golf”. Desain golf course-nya dikawal langsung oleh Jack Niclauss, perancang 32 ribu lapangan golf di seluruh dunia. Caddy-nya juga sangat profesional. Mereka tak hanya membawakan tas pemain dan memungut bola.

Di Batam, caddy juga piawai memberikan saran atau mengarahkan permainan. Bagaimana menghindari bunker dan fountain, semua dikawal ketat oleh caddy. Membaca angin pun sangat jago dilakukan.

Dan ini jadi poin tersendiri mengingat tantangan terbesar bermain golf di Nongsa, Batam, adalah angin yang sangat kencang. Maklum, letak Golf coursenya ada di pinggir laut. “Saya acungkan dua jempol untuk golf course di Batam. Sangat wonderful,” ucapnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ikut memuji pengembangan pariwisata yang dibalut dengan inovasi seperti di Batam. Menciptakan sesuatu yang baru, yang belum pernah ada, dan unik, menurutnya sangat dibutuhkan untuk membuat pariwisata Batam dilirik banyak wisman.

“Ini sudah tepat. Menggiring wisman Singapura, Johor Bahru dan ekspatriat yang ada di sana, kemudian diajak mengeksplor, sambil merasakan sensasi di destinasi. Inilah yang mendatangkan repeater tourism. Kalau begini terus, saya yakin pamor wisata Batam makin berkibar,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. (*)

Tamadun Melayu Antarbangsa Kukuhkan Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu

0
Wakil Presiden yusuf kalla didampingi Gubenur Kepri Nurdin basirun saat tiba di lingga, minggu (19/11). F Wijaya Satria/Batam Pos.

Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama sejumlah pejabat menghadiri langsung acara Tamadun Melayu Antarbangsa resmi digelar di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (19/11/2017).

Selain Wapres, ada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun serta Gubernur Jambi Zumi Zola, yang terlihat di tengah acara. Perhelatan Memuliakan Tamadun Melayu Antarbangsa merupakan sebuah gagasan guna memperkenalkan Kabupaten Lingga sebagai Bunda Tanah Melayu.

Dengan harapan dapat mengangkat “Batang Terendam” dan menjadikan Kabupaten Lingga sebagai bahan rujukan budaya Melayu sedunia. Mengeratkan hubungan orang-orang Melayu yang ada di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan negara lainnya. Perhelatan ini akan berlangsung hingga 26 November mendatang.

Bupati Lingga, Alias Wello mengatakan, acara ini menjadi salah satu upaya dari Kabupaten Lingga guna memperkuat dan mempromosikan diri sebagai bagian yang tak terpisahkan dari peradaban Budaya Melayu.

Dimana di Daik Lingga merupakan Pusat Pemerintahan Kebesaran Kesultanan Lingga pada tahun 1878 hingga 1900. Kebesaran ini telah meninggalkan peradaban kejayaan yang masih dapat dilihat di Lingga hingga hari ini.

“Berupa peninggalan situs cagar budaya yang tersebar di hampir seluruh perairan Daik, Dabo Singkep dan Senayang hingga bahasa Melayu, adat-istiadat dan sikap-sikap kemelayuan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kabupaten Lingga,” ujar Alias Wello.

Lebih lanjut Bupati mengatakan, dalam kegiatan yang bertepatan dengan perayaan HUT Kabupaten Lingga ke-14 ini, kekuatan budaya ini diharapkan dapat menjadi modal yang kuat guna semakin memperkenalkan Kabupaten Lingga. “Kegiatan ini diharapkan dapat mempromosikan pariwisata mealui seni dan budaya Kabupaten Lingga sebagai pusat kebudayaan Melayu dimata dunia internasional,” ujar Bupati.

Ke depannya Bupati mengatakan, acara ini akan digelar secara berkelanjutan dengan pengelolaan acara yang semakin baik. Serta dengan suguhan seni dan budaya Melayu yang lebih beragam.

Perhelatan Memuliakan Tamadun Melayu Antarbangsa sendiri diisi dengan berbagai suguhan. Yakni pawai budaya Tamadun Melayu, pertujukan seni, permainan rakyat tradisional Melayu, pameran museum, bazzar kue dan Mueh Juadah Melayu, panggung puisi, pameran UKM dan pariwisata serta yang tidak kalah menarik adalah perbincangan Budaya Tamadun Melayu.

Selain itu ada juga Festival Gunung Daik dimana 150 orang wisatawan asing dari berbagai negara akan berpartisipasi menuju Gunung Daik, salah satu cagar alam dan budaya di Kabupaten Lingga tersebut.

Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam sambutannya mengatakan, budaya Melayu memiliki peran dan andil yang besar bagi bangsa dan negara. Bagaimana budaya dan bahasa Melayu menjadi bahasa nasional kita walaupun penduduk atau suku Melayu bukanlah yang terbesar. “Tapi semua rela Melayu menjadi bahasa pemersatu,” ujar Jusuf Kalla yang dalam kesempatan itu dianugerahi gelar Sri Perdana Mahkota Negara oleh Lembaga Adat Melayu (LAM).

Dengan kekuatan budaya dan sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Lingga, diharapkan dapat semakin memperkuat daya tarik Kabupaten Lingga sebagai salah satu pusat kebudayaan Melayu.

“Harapan semuanya, Tamadun Melayu harus menjadi perekat kemajuan secara bersama-sama. Potensi di laut, darat, menjadi modal nasional dan masyarakat disini untuk mencapai kemajuan. Untuk itu dibutuhkan pembelajaran dan modal secara bersama-sama,” ujar JK.

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti mengatakan, sebagai “Bunda Tanah Melayu”, Kabupaten Lingga memang memiliki potensi yang kuat di sektor budaya.

“Sebagai daerah yang kental dengan budaya Melayu, maka program kerja yang berorientasi pada upaya mempertahankan, memperkenalkan dan memajukan Kebudayaan Melayu di Kabupaten Lingga ini memang wajib untuk dilakukan. Salah satunya melalui Perhelatan Memuliakan Tamadun Melayu Antarbangsa ini,” ujar Esthy didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Pertemuan dan Konvensi Kemenpar, Eddy Susilo.

Melalui potensi ini diharapkan sektor pariwisata di Kabupaten Lingga semakin meningkat sehingga dapat menjadi salah satu kekuatan utama. Baik bagi Kabupaten Lingga maupun Kepulauan Riau secara keseluruhan.

Terlebih Kabupaten Lingga juga memiliki potensi yang tak kalah indah dengan daerah lain. Dengan 604 gugusan pulau yang tersebar di Kabupaten Lingga, potensi wisata baharinya juga kuat. Seperti Pulau Benan, Pantai Dungun, Pulau Benaah, Pulau Berhala dan Pulau Dayung. Yang kesemuanya menyimpan potensi dan pemandangan bawah laut menawan. “Dengan kedekatan budaya dengan masyarakat rumpun Melayu lainnya di berbagai negara, tentu daya tarik Kabupaten Lingga akan semakin kuat,” kata Esthy.

Hal senada diutarakan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurut dia, Lingga menjadi salah satu keindahan budaya yang dimiliki tanah Kepri. Selain itu, Kepri juga masuk ke dalam program Crossborder karena penyeberangan ke Batam, Bintan, Tanjung Balai Karimun, sangat dekat dan cepat melalui Kepri. Akses penyeberangan juga semakin banyak. “Karena itu dengan banyak event internasional di Kepri, akan menghidupkan industri pariwisata di sana,” ujar Menpar Arief Yahya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini hanya tinggal yang mesti diperhatikan adalah kekuatan konsep acara, keunikan, akomodasi dan penerimaan masyarakat daerah tersebut kepada para wisatawan.

“Selamat dan sukses atas penyelenggaraan PMTMA, sukses buat warga Lingga dan Kepri,” katanya. (*)

70 Polisi Jalani Tes Urine

0
Polisi di jajaran Polres Karimun, terdiri dari Bintara dan perwira menjalani pemeriksaan tes urine, Senin (20/11).

batampos.co.id – Puluhan anggota polisi dari berbagai satuan yang ada di jajaran Polres Karimun harus menjalani tes urine secara mendadak usai upacara rutin, Senin (20/11). Tes urine dilakukan bekerja sama antara Sat Res Narkoba Polres Karimun dengan BNN Kabupaten Karimun.

“Sesuai dengan perintah Kapolres Karimun yang disampaikan beberapa hari sebelumnya bahwa perlu dilakukan tes urine terhadap anggota. Hanya saja, waktunya ketika itu belum ditentukan. Tapi, kami sudah koordinasi juga dengan BNN Kabupaten Karimun. Yang mengikuti tes urine ini juga kita lakukan secara acak,” ujar Kasat Narkoba Polres Karimun, AKP Nendra Madyatias kepada Batam Pos.

Personil polisi yang dites urine hanya 70 orang. Mereka yang ikut dalam tes ini tidak hanya anggota dengan pangkata masih bintara. Tapi juga sampai dengan perwira dan perwira menengah. Kegiatan ini berjalan dengan lancar. Hanya saja, untuk hasilnya, pihaknya menunggu laporan dari BNN Kabupaten Karimun. Yang jelas, jika nanti hasilnya ada yang positif menggunakan narkoba akan mendapatkan sanksi.

“Ada atau tidaknya anggota yang positif menggunakan narkoba, masih kami tunggu hasilnya. Hasilnya akan disampaikan langsung oleh BNN kepada Kapolres Karimun. Jika memang ada anggota yang terbukti menggunakan narkoba sanksi diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” papar Nendra. (san)

Untung Sutrisno Pimpin Desa Gemuruh

0

batampos.co.id – Untung Sutrisno terpilih menjadi Kepala Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat pada pemilihan kades, Minggu (19/11) lalu. Perolehan suara Untung Sutrisno melampaui dua kandidat lainnya.

Untung Sutrisno sebagai kandidat nomor dua memperoleh 548 suara. Sedangkan Khairi, kandidat nomor satu memperoleh 537 suara, dan Sarpudin kandidat nomor tiga memperoleh 145 suara.

Alhamdulillah, penyelenggaraan Pilkades Gemuruh berjalan aman, lancar dan kondusif. Bahkan hasilnya sudah dapat diketahui masing-masing calon kades. Yang cukup membanggakan, masyarakat dapat memberikan hak suaranya dengan tenang, nyaman dan penuh kekeluargaan,” terang Camat Kundur Barat, Anjitrisno.

Diakuinya terselenggaranya Pilkades Gemuruh berjalan aman, lancar dan kondusif berkat peran aktif serta partisipasi masyarakat. “Kami harapkan selesai pilkades masyarakat bahu membahu memajukan Desa Gemuruh,” harapnya.

Data di lapangan, perolehan suara tiga calon Kades nomor urut 1 Khairi di TPS 01 Selat Beliah memperoleh 144 suara, Untung Sutrisno 91 suara, dan Sarpudin 27 suara. TPS 02 Gemuruh Khairi mendapatkan 75 suara, Untung Sutrisno 238 suara, dan Sarpudin 49 suara.

Sedangkan TPS 03 Bukit Senang Khairi memperoleh 130 suara, Untung Sutrisno 122 suara, dan Sarpudin 23 suara. Sementara TPS 04 Komplek Singkep Timah Khairi memperoleh 188 suara, Untung Sutrisno 97 suara, dan Sarpudin 46 suara. Dari empat TPS suara yang sah sebanyak 1.238 suara, dan 19 suara tidak sah. (ims)

Polda Kepri Gelar Seri Terakhir Kepri Offroad

0
Ketua Panitia Kepri Trofhy Offroad 2017 Helmi Santika (tengah) didampingi panita pelaksana Lukito dan Agnes memberikan keterangan pelaksanaan Kepri Trophy Offroad di Tanjung Pinang saat jumpa pers di Mapolda Kepri, senin (20/11). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Polda Kepri menggelar seri terakhir dari Kepri Offroad seri terakhir di tahun ini. Gelaran diperuntukan bagi offroader yang ada diseluruh Indonesia. Ketua Panitia Kepri Offroad seri ketiga, Helmy Santika mengatakan bahwa pagelaran ini untuk menumbuhkan rasa cinta pada tanah air.

“Tempatnya selalu berubah-ubah tiap tahunnya. Pada seri terakhir ini, kami laksanakan di dua tempat yakni Bintan dan Tanjungpinang,” katanya, Senin (20/11).

Para peserta nantinya tak hanya dapat memacu andrenalinnya. Tapi juga dapat sekaligus menikmati indahnya alam Bintan dan Tanjungpinang. Even ini ada tiga kegiatan yang kami adakan yakni adventure, Special Stage (SS) dan Special Kopentensi Speed. “Untuk adventure akan dilaksanakan di sepanjang jalan dari Bintan ke Tanjungpinang. Special Speed dan Special Kopetensi Speed diadakan di Tanjungpinang,” ungkapnya.

Tak hanya offroad saja. Helmy mengatakan bahwa akan digelar juga bakti sosial ke masyarakat sekitar. “Kami akan mendatangi Panti Asuhan. Dan menyantuni orang-orang yang tidak mampu,” ucapnya.

Ia berharap dengan Kepri Offroad yang digelar secara berkelanjutan. Dapat memberikan dampak untuk pariwisata. “Semakin sering terekspos, semakin mengundang penasaran orang untuk menikmati alam di Kepri,” tuturnya.

Sementara itu Lukita Rahardjo selaku pimpinan lomba, mengatakan bahwa pihaknya sudah mengantongi izin. Dan untuk hadiah yang disipakan, jumlahnya Rp 50 juta. Tak hanya uang, tapi juga ada doorprize berupa motor. “Dan masih banyak doorprize menarik lainnya,” ucapnya.

“Jadwalnya itu Adventure Club itu Jumat, Special Stage Sabtu dan Minggu digelar Special Konpetensi Speed,” ungkapnya.

Lukita mengatakan acara Offoad ini didukung oleh berbagai pihak mulai dari IMI Kepri, IOF, S Super, Ditlantas Polda Kepri dan Pengprov Kepri. (ska)

Lake Toba Film Festival 2017, Nonton Film Sambil Kemah di Pinggiran Danau Toba

0

Lake Toba Film Festival (LTFF) 2017, digelar 1-3 Desember 2017 mendatang.

Acara yang digagas Rumah Karya Indonesia (RKI) ini disetting Kemah 1000 Tenda. Lokasinya ada di pinggiran Danau Toba, Desa Parmonangan, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.

Ketua panitia RKI, Ojax Manalu menyebut, ada beberapa kegiatan menarik di event tersebut. Pertama malam penganugerahan. Setelah itu, workshop film, screening film atau kemah film, 1000 tenda, pentas budaya, sharing travelling dan travelling video sharing.

“Lake Toba Film Festival yang dibalut dengan Kemah Film 1000 Tenda merupakan dukungan dari teman-teman traveller di Indonesia khususnya Sumut, terhadap eksisnya keberadaan budaya leluhur sejak dahulu,” kata Ojax, Senin (20/11).

Ojax menjelaskan, LTFF 2017 adalah sebuah bentuk festival film yang berjuang mengangkat harkat dan martabat film-film lokal di kancah indsutri film yang berbasis kearifan budaya masyarakat Indonesia. Isu-isu kebudayaan dengan spirit kreatifitas dan inovasi tanpa batas dapat dikembangkan dan mampu menyentuh dinamika sosial di wilayah pedesaan.

“Danau Toba dipilih dengan alasan Sumatera Utara memiliki potensi perfilman yang kaya dari sudut kebhinekaan, lingkungan, dan budaya. Lewat film festival ini diharapkan kreatifitas anak muda dari seluruh daerah di Indonesia khusuanya Sumatera Utara akan mampu mengungkapkan kondisi kekinian kearifan lokal nusantara,” jelas Ojax.

Selain itu, kata Ojax, pihaknya juga akan menampilkan Tobakustik Band. Band ini baru terbentuk pada 1 Juni 2016. Semangat yang diusung adalah melestarikan budaya serta memotivasi generasi yang sungguh berpotensi di Samosir.

“Tobakustik sudah terbukti mampu meriahkan sebuah acara. Contohnya saat mereka tampil di event Festival Pasir Putih Samosir, Batak Fiesta, horja bius, pesona budaya Batak, Jong Batak 2017 dan beberapa event lainnya,” ungkap Ojax.

Menurut Ojax, latar kegiatan ini melihat Danau Toba dan sekitarnya adalah tanah budaya. Konon mengingat pengembangan Danau Toba yang sudah berjalan pada saat ini semakin pesat.

“Kita juga dapat mengambil peran dalam prosesnya. Festival yang melibatkan kegiatan budaya harus tetap dipertahankan, perkembangan zaman dan teknologi tidak serta merta harus melunturkan budaya,” pungkasnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi kegiatan LTFF 2017 ini. Menurutnya, event ini bisa menggali dan mengembangkan keragaman seni tradisi yang ada di Sumatera Utara dan Indonesia pada umumnya. Selain itj menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan karya seni tradisi di Sumatera Utara dan Indonesia.

“Juga merangsang minat generasi muda terhadap karya seni tradisi, membangun sinerhisitas di antara pekerja seni tradisi serta lembaga lain yang memiliki tujuan yang sama dengan lembaga, menjadikan seni tradisi sebagai salah satu industri ekonomi kreatif. Ini sejalan dengan visi dan misi pariwisata,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya berharap, generasi muda menciptakan agenda seni dan budaya berbasis kearifan lokal yang terencana dan sistematis. Sejauh ini aktivitas-aktivitas kesenian di Sumatera Utara belum memiliki grand design, masih bersifat musiman. “Kalender kegiatan ini membuka ruang kepada seniman di Sumatera Utara untuk mengekpresikan kreativitasnya,” tukas Menpar Arief Yahya. (*)

Polri Bantu Asesmen Pejabat BP Batam

0
Arief Sulistyanto (kiri) bersama Kepala BP Batam Lukita Dinasyah Tuwo bertukar cenmderamata usai menantadatangi Nota kesepahaman anatara BP Batam dengan Kepolisian Republik Indonesia di Gedung BP Batam, Senin (20/11). f Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam berkomitmen meningkatkan kompetensi dari sumber daya manusia (SDM) yang dimilikinya dengan menandatangani fakta kerjasama dengan Polisi Republik Indonesia (Polri). Dengan demikian, maka assessment atau proses pengujian untuk menentukan pejabat eselon I hingga IV dilingkungan BP Batam.

Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo mengatakan assesment bertujuan untuk mendorong pembangunan Batam dengan meningkatkan kualitas SDM di BP Batam.”Assesment ini dibuat supaya bisa membangun lebih cepat untuk menghadapi tantangan-tantangan kedepan,” jelas Lukita usai acara di Gedung BP Batam, Senin (20/11).

BP Batam kata Lukita menginginkan orang terbaik. Proses assesment yang dilakukan Polri sangat mendominasi dari penentuan posisi pejabat penting di BP Batam. “Kerjasama dengan Polri karena ingin lebih baik. Kalau calonnya belum penuhi assesment, kami akan buka lagi,” jelasnya.

BP Batam akan menyelenggarakan proses assesment pada 27 November dan 4 Desember 2017 nanti. Pesertanya diperkirakan mencapai sekitar 300 orang dan akan dilakukan secara transparan.”BP Batam akan segera melakukannya karena kebutuhannya mendesak untuk meningkatkan investasi. November kami akan kirim untuk pejabat eselon II dan III,” paparnya.

Sedangkan Kapolda Kepri, Irjen Sambudi Gusdian mengatakan fakta kerjasama ini digelar sebagai bentuk dukungan Polri terhadap BP Batam dalam reformasi struktural. Untuk meningkatkan kinerja BP Batam dibutuhkan orang yang tepat dan memiliki integrasi.

“Tugas Kepala BP sangat berat sehingga dibutuhkan orang-tepat, berkompeten dan berintegritas dalam mengelola BP Batam,” jelasnya.

Sam melanjutkan bahwa Polri memilih untuk membantu BP Batam karena pihaknya memiliki fasilitas di Mabes Polri dan Polda.”Softwarenya ada sama kami yang biasa kami gunakan untuk membantu pemerintah daerah dan sekarang dapat dimanfaatkan BP Batam,” paparnya.

Dalam menentukan siapa yang akan menjadi pejabat, BP Batam tetap memiliki kuasa penuh untuk proses seleksi.”Kami hanya fasilitasi saja,” imbuh Sam.

165 personel kepolisian akan membantu dalam proses assesment ini.”Pelaksanaan untuk assesment eselon III di Polda dan eselon II di Mabes Polri sehingga bisa berjalan dengan baik. Prosesnya akan diserahkan ke bapak Kepala BP Batam,” pungkas Sam. (leo)

Gubernur Siapkan Tiga Nama Pengganti Lis

0

Batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mulai mempelajari rekam jejak pejabat-pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Kepri. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaring tiga nama yang akan dipersiapkan sebagai kandidat Penjabat Walikota Tanjungpinang menggantikan Lis Darmansyah yang masa tugasnya berakhir 17 Januari 2018 mendatang.

“Pak Gubernur sudah meminta kami untuk menyiapkan laporan rekam jejak masing-masing pejabat eselon II di lingkungan Pemprov Kepri,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kepri, TS. Arif Fadillah menjawab pertanyaan Batam Pos, kemarin di Kantor DPRD Kepri, Tanjungpinang.

Menurut Sekda, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dirjen Otonomi Daerah (OTDA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Salah satu syaratnya adalah, usulan yang disampaikan Gubernur ke Kemendagri adalah tiga nama. Tentu untuk mendapatkan tiga nama ini, perlu dilakukan verifikasi dan konfirmasi kepada pejabat yang dimaksud nantinya.

“Artinya tidak sembarangan pejabat yang akan diusulkan. Karena harus memenuhi syarat sesuai dengan kepangkatan yang ditetapkan,” paparnya.

Lebih lanjut katanya, dirinya sudah meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kepri untuk segera membuat laporan terkait rekam jejak masing-masing pejabat. Laporan itu nanti, akan disampaikan kepada Gubernur. Dijelaskannya, melalui laporan itu juga, Gubernur akan menentukan tiga nama pilihan.

“Masa kerja Penjabat Walikota Tanjungpinang cukup panjang. Yakni lebih kurang delapan bulan. Sehingga butuh sosok yang militan. Apalagi banyak pekerjaan menenanti,” jelasnya.

Disebutkan Arif, Gubernur tentunya menginginkan penjabat yang bisa bersinergi. Apalagi di tahun 2018 banyak pekerjaan besar yang akan dilakukan Pemprov Kepri untuk membangun Tanjungpinang. Hal itu, sudah pasti membutuhkan dukungan dari Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Intinya adalah harus bisa bersinergi. Selain itu bisa menjadi penetraliser bagi ASN di Pemko Tanjungpinang untuk tidak terlibat politik praktis di Pilkada nanti,” tutup Arif Fadillah.

Terpisah, Kepala BKD Kepri, Firdaus mengatakan pihaknya sudah menerima perintah Sekda Kepri selaku Ketua Badan Pertimbangan Pangkat dan Jabatan (Baperjakat) Pemprov Kepri. Menurut Firdaus, laporan tersebut akan disiapkan dalam waktu dekat ini. Apalagi usulan ke Kemendagri adalah minimal satu bulan sebelum berakhirnya masa jabatan.

“Sesuai dengan yang diminta, baik prestasi maupun kinerja masing-masing pejabat akan kami siapkan,” ujar Firdaus, kemarin.(jpg)

BP Batam Kaji Usulan GMF

0
 F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo telah bertemu dengan pihak Garuda Maintenance Facility (GMF) Aero Asia serta koleganya dari Mitsui, KLM dan Air France, minggu lalu. Dalam pertemuan ini, pihak GMF mengajukan beberapa usulan.

“Kami sedang mengkaji hal ini,” katanya, Senin (20/11).

Lukita enggan membeberkan lebih jauh soal usulan ini. Namun ia berjanji dalam dua minggu semua usulan dan hasil dari pertemuan akan dijawab oleh jajaran BP Batam nantinya. “Ada hal-hal yang mereka butuhkan. Dan itu butuh kajian yang mendalam,” ucapnya.

Dari informasi yang didapat Batam Pos, pembahasan pihak Hang Nadim dengan GMF sudah selesai untuk bagian teknis. Pembahasan selanjutnya soal kebijakan-kebijakan. Dalam hal ini, tentunya berhubungan langsung dengan jajaran kepemimpinan BP Batam.

“Kalau teknis sudah selesai. Kalau bagian kebijakan itu, dengan kepala BP Batam,” ucap General Manager Marketing Bandara Internasional Hang Nadim, Dendi Gustinandar.

Masuknya GMF ini, tak bisa dilepaskan juga dari rencana BP Batam untuk melakukan revitalisasi Bandara International Hang Nadim Batam. Lukita menuturkan pihaknya sedang menyusun master plan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Semula direncanakan akan selesai pertengahan Desember.

Namun Lukita menyebutkan, Master Plan ini baru selesai akhir Januari tahun depan. “Itu termasuk dalam program seratus hari kerja BP Batam. Tapi kalau cepat selesai, yahh bagus,” ungkapnya

Lukita memberikan sedikit bocoran, terkait dengan master plan Hang Nadim itu. Ia mengatakan pihaknya menginginkan Hang Nadim jadi banadara yang modern. Serta terintegrasi dengan pelabuhan yang ada di Batam.

“Pusat logistik, sekaligus jadi bandara yang menarik untuk wisatawan,” ucapnya.

Sehingga, kata Lukita orang-orang yang datang ke Batam akan tercengan dengan kemegahan fasilitas Hang Nadim nantinya. Untuk pembangunan bandara ini, Lukita akan menyerahkan ke pihak-pihak yang memberikan penawaran yang menarik.

“Nantinya setelah master plan selesai baru mengundang, pihak-pihak tersebut,” pungkasnya. (ska)